286 JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN Faza Wahyu Anggrainy1*. Iin Rosini2. Nofryanti3 1,2,3 Magister Akuntansi. Universitas Pamulang fazawahyua@gmail. ABSTRACT Sustainability performance is a strategic element for energy sector companies, given the sectorAos substantial contribution to national carbon emissions and the increasing demands from investors and regulators regarding the implementation of Environmental. Social, and Governance (ESG) principles. This study aims to analyze the effect of growth options and public ownership on sustainability performance, with market reaction serving as a moderating variable, in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020Ae2024 period. The study employs a quantitative associative method using secondary data obtained from corporate financial statements and sustainability reports. The research population includes all energy sector companies, and purposive sampling is applied to obtain 24 firms as the sample. Sustainability performance is measured using the Global Reporting Initiative (GRI) disclosure index, growth options are measured by Price to Book Value (PBV), public ownership is measured by the percentage of public share ownership, and market reaction is measured using Cumulative Abnormal Return (CAR). Firm size and profitability are used as control variables. Data analysis is conducted using panel data regression with a Moderated Regression Analysis (MRA) approach. Keywords: Sustainability Performance. Growth Option. Public Ownership. Market Reaction. ABSTRAK Kinerja keberlanjutan . ustainability performanc. merupakan elemen strategis bagi perusahaan sektor energi mengingat tingginya kontribusi sektor ini terhadap emisi karbon nasional serta meningkatnya tuntutan investor dan regulator terkait penerapan prinsip Environmental. Social, and Governance (ESG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth option dan public ownership terhadap kinerja keberlanjutan dengan reaksi pasar sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020Ae2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor energi, dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 24 perusahaan sebagai sampel. Kinerja keberlanjutan diukur menggunakan rasio pengungkapan Global Reporting Initiative (GRI), growth option diukur dengan Price to Book Value (PBV), public ownership diukur dengan persentase kepemilikan saham publik, dan reaksi pasar diukur menggunakan Cumulative Abnormal Return (CAR). Ukuran perusahaan dan profitabilitas digunakan sebagai variabel kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA). Kata Kunci: Kinerja Keberlanjutan. Growth Option. Public Ownership. Reaksi Pasar. PENDAHULUAN Kinerja keberlanjutan . ustainability performanc. telah menjadi isu strategis yang semakin penting bagi perusahaan, khususnya pada sektor energi yang memiliki dampak besar ISSN: 1412 - 3681 . ISSN: 2442 - 4617 . , https://journal. id/index. php/jakpi JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. terhadap lingkungan dan masyarakat. Dalam konteks bisnis modern, keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur berdasarkan kinerja keuangan, tetapi juga dari kemampuannya mengelola aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola secara berkelanjutan. Kinerja keberlanjutan dipandang sebagai elemen penting untuk memastikan perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang (Yustina & Rahayu, 2. Fokus pengukurannya tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga kontribusi perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan sosial (Manuhara, 2. Di Indonesia, perhatian terhadap isu keberlanjutan semakin meningkat seiring dengan tingginya tingkat emisi karbon, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, serta tekanan dari investor dan regulator untuk memenuhi standar Environmental. Social, and Governance (ESG) (OJK, 2. Meskipun kesadaran terhadap keberlanjutan semakin berkembang, praktik keberlanjutan perusahaan sektor energi di Indonesia masih menunjukkan hasil yang belum Data nasional menunjukkan tren peningkatan emisi gas rumah kaca dalam beberapa tahun terakhir, yang mengindikasikan bahwa implementasi strategi keberlanjutan belum sepenuhnya memberikan dampak nyata terhadap pengurangan emisi. Selain itu, meskipun standar pelaporan keberlanjutan seperti Global Reporting Initiative (GRI) telah tersedia sebagai pedoman internasional, tingkat dan kualitas pengungkapan keberlanjutan antarperusahaan masih sangat bervariasi. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara tuntutan keberlanjutan dan praktik yang dijalankan perusahaan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mendorong perusahaan untuk benar-benar meningkatkan kinerja keberlanjutan, bukan sekadar memenuhi kewajiban pelaporan (Setiadi. Abbas, & Hidayat, 2. Dari perspektif teoritis dan empiris, kinerja keberlanjutan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal perusahaan. Salah satu faktor internal yang diyakini berperan penting adalah growth option, yang menggambarkan peluang pertumbuhan jangka panjang perusahaan melalui investasi strategis dan ekspansi usaha (Myers, 1. Perusahaan dengan growth option yang tinggi cenderung memiliki orientasi jangka panjang dan kesiapan untuk melakukan investasi yang mendukung keberlanjutan, seperti pengembangan energi terbarukan dan inovasi ramah lingkungan (McWilliams & Siegel, 2. Secara empiris, growth option yang diukur menggunakan rasio Price to Book Value (PBV) mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan (Ruhiyat & Holiawati, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa growth option berpengaruh positif terhadap kinerja keberlanjutan, meskipun hasilnya masih menunjukkan perbedaan antar konteks penelitian (Febriyanto. Nofryanti, & Rosini, 2. Selain growth option, struktur kepemilikan perusahaan, khususnya public ownership, juga berpotensi memengaruhi kinerja keberlanjutan. Kepemilikan saham oleh publik menciptakan tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi, karena perusahaan harus mempertanggungjawabkan kebijakan dan kinerjanya kepada pemegang saham yang beragam (Williams, 2. Namun, temuan empiris terkait pengaruh public ownership terhadap kinerja keberlanjutan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, karena perbedaan kepentingan antar pemegang saham publik dapat memengaruhi konsistensi kebijakan keberlanjutan perusahaan (Febriyanto. Nofryanti, & Rosini, 2. Di samping faktor internal, reaksi pasar merupakan faktor eksternal yang berperan penting dalam membentuk perilaku perusahaan. Reaksi pasar mencerminkan bagaimana investor merespons informasi yang disampaikan perusahaan, termasuk kebijakan dan kinerja Respons pasar yang positif dapat menjadi sinyal bagi manajemen bahwa strategi keberlanjutan diapresiasi oleh investor, sehingga mendorong perusahaan untuk mempertahankan atau meningkatkan komitmen keberlanjutan (Iskandar dkk, 2. Namun. REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. bukti empiris terkait peran reaksi pasar sebagai variabel moderasi masih terbatas dan menunjukkan hasil yang beragam (Pujiani. Rosini, & Nofryanti, 2. Berdasarkan uraian tersebut, permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum jelasnya bagaimana growth option dan public ownership memengaruhi kinerja keberlanjutan perusahaan sektor energi, serta apakah reaksi pasar mampu memperkuat hubungan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth option dan public ownership terhadap kinerja keberlanjutan dengan mempertimbangkan peran moderasi reaksi pasar pada perusahaan sektor energi di Indonesia. KAJIAN PUSTAKA Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theor. Teori pemangku kepentingan menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya bertujuan memaksimalkan keuntungan pemegang saham, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan seluruh pihak yang terlibat atau terdampak oleh aktivitas perusahaan. Freeman . menyatakan bahwa stakeholder mencakup pemegang saham, karyawan, pemerintah, masyarakat, dan lingkungan, sehingga keberlanjutan perusahaan bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan kepentingan para stakeholder tersebut. Dalam konteks keberlanjutan, perusahaan dituntut untuk menunjukkan tanggung jawab ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai bentuk akuntabilitas kepada stakeholder (Ghozali & Chariri. Penerapan praktik keberlanjutan merupakan respons perusahaan terhadap tekanan stakeholder untuk mempertahankan legitimasi sosial. Deegan . menegaskan bahwa pengungkapan sosial dan lingkungan dilakukan perusahaan untuk memperoleh kepercayaan Ruhiyat dan Holiawati . menyatakan bahwa perusahaan dengan growth option dan kepemilikan publik yang tinggi cenderung meningkatkan kinerja keberlanjutan guna memenuhi ekspektasi stakeholder dan memperkuat posisi jangka panjang perusahaan. Teori Sinyal (Signaling Theor. Teori sinyal menjelaskan bagaimana manajemen perusahaan menyampaikan informasi kepada investor untuk mengurangi asimetri informasi. Spence . menyatakan bahwa perusahaan dapat mengirimkan sinyal melalui pengungkapan informasi yang mencerminkan kualitas dan prospek perusahaan. Dalam konteks keberlanjutan, laporan ESG dan laporan keberlanjutan berfungsi sebagai sinyal keseriusan perusahaan dalam mengelola risiko lingkungan dan sosial (Connelly dkk. , 2. Reaksi pasar menjadi indikator utama efektivitas sinyal yang disampaikan perusahaan. Grewal. Riedl, dan Serafeim . menunjukkan bahwa pengungkapan keberlanjutan yang kredibel direspons positif oleh pasar melalui abnormal return. Cho. Lee, dan Pfeiffer . menegaskan bahwa respons positif pasar dapat memperkuat komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan, sehingga reaksi pasar relevan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara karakteristik perusahaan dan kinerja keberlanjutan. Kinerja Keberlanjutan Kinerja keberlanjutan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terintegrasi. Elkington . melalui konsep triple bottom line menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan. Ghozali dan Chariri . menyatakan bahwa kinerja keberlanjutan merupakan indikator akuntabilitas perusahaan terhadap stakeholder. REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Pengukuran kinerja keberlanjutan umumnya mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI). GRI . menyediakan indikator ekonomi, lingkungan, dan sosial yang digunakan untuk menilai tingkat pengungkapan keberlanjutan perusahaan. Setiadi dkk. menyatakan bahwa rasio pengungkapan GRI mampu mencerminkan komitmen perusahaan terhadap praktik keberlanjutan secara objektif dan dapat diperbandingkan. Growth Option Growth option menggambarkan peluang perusahaan untuk melakukan investasi masa depan yang berpotensi menciptakan nilai jangka panjang. Myers . menjelaskan bahwa growth option mencerminkan nilai opsi investasi yang dimiliki perusahaan. Ruhiyat dan Holiawati . menyatakan bahwa perusahaan dengan growth option tinggi cenderung memiliki orientasi jangka panjang dan kesiapan untuk melakukan investasi berkelanjutan. Growth option umumnya diukur menggunakan rasio Price to Book Value (PBV) yang mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan perusahaan. Semakin tinggi PBV, semakin besar kepercayaan pasar terhadap potensi pertumbuhan dan kemampuan perusahaan dalam menjalankan strategi keberlanjutan (Ruhiyat & Holiawati, 2. Public Ownership Public ownership menunjukkan proporsi saham perusahaan yang dimiliki oleh masyarakat luas. Jensen dan Meckling . menyatakan bahwa kepemilikan publik memperkuat mekanisme pengawasan eksternal terhadap manajemen. Dengan meningkatnya kepemilikan publik, tuntutan transparansi dan akuntabilitas perusahaan juga semakin besar. Ruhiyat dan Holiawati . menjelaskan bahwa kepemilikan publik mendorong perusahaan meningkatkan pengungkapan sosial dan lingkungan guna memenuhi ekspektasi pemegang saham. Tekanan dari pemegang saham publik menjadikan public ownership relevan dalam mendorong kinerja keberlanjutan perusahaan. Reaksi Pasar Reaksi pasar merupakan respons investor terhadap informasi yang dipublikasikan Jogiyanto . menyatakan bahwa reaksi pasar tercermin melalui perubahan harga saham dan abnormal return. Dalam penelitian keberlanjutan, reaksi pasar digunakan untuk menilai bagaimana investor menafsirkan sinyal keberlanjutan yang disampaikan Grewal. Riedl, dan Serafeim . menunjukkan bahwa pengungkapan keberlanjutan dapat memicu reaksi pasar positif apabila dipersepsikan kredibel. Oleh karena itu, reaksi pasar relevan digunakan sebagai variabel moderasi untuk melihat apakah sinyal keberlanjutan memperkuat hubungan antara karakteristik perusahaan dan kinerja keberlanjutan. Kerangka Berpikir Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel independen, yaitu Growth Option (X. dan Public Ownership (X. , satu variabel dependen, yaitu Kinerja Keberlanjutan (Y), satu variabel moderasi yaitu Reaksi Pasar (Z) dan dua variabel control (C) yaitu Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas. Adapun kerangka berpikir penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji hubungan dan pengaruh antarvariabel secara empiris (Sugiyono, 2. Pendekatan ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengujian pengaruh growth option dan public ownership terhadap kinerja keberlanjutan dengan reaksi pasar sebagai variabel moderasi. Penelitian ini berlandaskan pada filsafat positivisme yang menekankan penggunaan data empiris, pengukuran objektif, serta analisis statistik dalam pengujian hipotesis. Subjek penelitian adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDXENERGY), sedangkan objek penelitian meliputi growth option, public ownership, reaksi pasar, kinerja keberlanjutan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas. Penelitian dilakukan pada periode pengamatan tahun 2020 hingga 2024 dengan lokasi penelitian berada di pasar modal Indonesia, khususnya Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan, laporan keberlanjutan, serta informasi pendukung lainnya yang diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia . Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020Ae2024, dengan total populasi sebanyak 91 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria perusahaan sektor energi yang secara konsisten terdaftar di BEI, memublikasikan laporan keuangan tahunan yang berakhir pada 31 Desember, serta menerbitkan laporan tahunan atau laporan keberlanjutan yang memuat informasi kinerja keberlanjutan selama periode Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh sampel penelitian yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Adapun proses penyaringan sampel berdasarkan kriteria tersebut disajikan secara rinci pada tabel yang menggambarkan tahapan penentuan sampel penelitian: REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Tidak Memenuhi Keterangan Perusahaan sektor energi (IDXENERGY) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Perusahaan sektor energi yang memublikasikan laporan keuangan tahunan yang berakhir pada 31 Desember selama periode 2020-2024. Perusahaan sektor energi yang memublikasikan laporan tahunan . nnual repor. yang berisi informasi terkait kinerja keberlanjutan selama periode 2020-2024. Jumlah Sampel Total Sampel Penelitian 5 Tahun x 24 Memenuhi . Instrumen penelitian berupa dokumentasi laporan keuangan dan laporan keberlanjutan Definisi operasional, indikator pengukuran, sumber data, dan skala pengukuran untuk masing-masing variabel penelitian disajikan secara sistematis dalam tabel berikut: Nama Variabel Kinerja Keberlanjutan (Y) Indikator Sumber Pengungkapan indikator GRI Rasio PBV: Ruhiyat dan Holiawati . Growth Option (X. yaycaycyciyca ycEycaycycayc ycIycaEaycayco ycAycnycoycaycn yaAycycoyc ycEyceyc yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco Public Ownership (X. yaycycoycoycaEa yayceycyyceycoycnycoycnycoycaycu ycIycaEaycayco ycEycycaycoycnyco < ycu 100% ycNycuycycayco yayceycoycaycayc ycIycaEaycayco ycEyceycycycycaEaycaycaycu KSP: Cumulative Abnormal Return (CAR): Profitabilitas (C. Rasio Rasio Pujiani dkk Reaksi Pasar (Z) Ukuran Perusahaan (C. Skala Size = ln(Total Ase. Haniffa . ROA = (Laba Bersih / Total Ase. y 100% Hackston Rasio Rasio Rasio Sumber: Data diolah oleh peneliti . Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan riset internet untuk memperoleh data dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews, guna menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen serta peran moderasi reaksi pasar dengan memasukkan variabel kontrol agar hasil estimasi lebih akurat dan tidak bias. HASIL DAN PEMBAHASAN Estimasi Model Regresi Data Panel Uji Chow Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic . Prob. Berdasarkan hasil uji Chow, nilai probabilitas Cross-section F dan Cross-section Chisquare masing-masing sebesar 0,0000 (< 0,. , sehingga model fixed effect dinyatakan lebih tepat digunakan dibandingkan common effect model karena adanya perbedaan karakteristik antar perusahaan. REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Uji Hausman Test Summary Cross-section random Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Berdasarkan uji Hausman, nilai probabilitas sebesar 0,0462 (< 0,. menunjukkan bahwa model fixed effect lebih tepat digunakan dibandingkan random effect, karena mampu menangkap perbedaan karakteristik antar perusahaan secara lebih konsisten. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Hasil uji JarqueAeBera menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,142614 (> 0,. , sehingga residual dinyatakan berdistribusi normal dan asumsi kenormalan pada model regresi telah terpenuhi. Uji Multikolinieritas Variable PBV KSP SIZE ROA Coefficient Variance 85E-06 23E-05 Uncentered VIF Centered VIF Berdasarkan tabel di atas, seluruh variabel independen memiliki nilai Centered VIF di bawah 10, sehingga model regresi bebas dari multikolinieritas dan estimasi koefisien dapat dilakukan tanpa distorsi. Uji Heteroskedastisitas F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS Prob. Prob. Chi-Square. Prob. Chi-Square. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas seluruh nilai probabilitas berada di atas 0,05, sehingga tidak terdapat heteroskedastisitas dan asumsi homoskedastisitas pada model regresi telah terpenuhi. Uji Autokolerasi F-statistic Obs*R-squared R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Prob. Prob. Chi-Square. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 37E-18 REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Berdasarkan uji autokorelasi nilai Prob. Chi-Square sebesar 0,0831 (> 0,. menunjukkan tidak adanya autokorelasi berdasarkan uji BreuschAeGodfrey. Selain itu, nilai DurbinAeWatson sebesar 1,969023 berada pada rentang DU < DW < 4 Oe DU . ,715 < 1,969023 < 2,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari autokorelasi dan layak digunakan untuk analisis selanjutnya. Uji Regresi Data Panel Variable PBV KSP SIZE ROA Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Y = -1. 000190(PBV) 0. 085332(KSP) 0. 072923(SIZE) 0. 090560(ROA) e Hasil estimasi menunjukkan bahwa konstanta bernilai negatif, yang mengindikasikan kinerja keberlanjutan bernilai Oe1,634217 ketika seluruh variabel independen berada pada kondisi konstan. Seluruh variabel independen memiliki koefisien positif, yang berarti peningkatan PBV. KSP. SIZE, dan ROA masing-masing diikuti oleh peningkatan kinerja keberlanjutan dengan asumsi variabel lain tetap. Dengan demikian, growth option, public ownership, ukuran perusahaan, dan profitabilitas berkontribusi positif dalam mendorong peningkatan kinerja keberlanjutan perusahaan. Uji Hipotesis Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) F-statistic Prob(F-statisti. Durbin-Watson stat Hasil uji F pada model Fixed Effect menunjukkan nilai Fhitung sebesar 21. dengan probabilitas 0. Nilai tersebut lebih besar dari Ftabel (A2. dan tingkat signifikansinya lebih kecil dari 0. 05, sehingga H0 ditolak. Dengan demikian. PBV. KSP. SIZE, dan ROA secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen dan mampu menjelaskan variasi kinerja keberlanjutan dalam model penelitian. Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik . Variable PBV KSP SIZE ROA Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Berdasarkan hasil uji signifikan parsial . dengan nilai ttabel sebesar 1. 97997 pada tingkat signifikansi 0. 05, variabel PBV memiliki nilai thitung sebesar 2. 714000 dengan 0085, sehingga thitung > ttabel dan probabilitas < 0. 05 yang menunjukkan bahwa PBV berpengaruh signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Variabel KSP memiliki nilai thitung sebesar 0. 919030 dengan probabilitas 0. 0031, di mana thitung < ttabel namun probabilitas < 0. 05 sehingga KSP tetap menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik. Variabel SIZE memiliki nilai thitung sebesar 3. 043115 dengan probabilitas 0. 0031, sehingga thitung > ttabel dan probabilitas < 0. 05 yang menandakan pengaruh signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Variabel ROA memiliki nilai thitung sebesar 2. 264000 dengan probabilitas 0. 0260, di mana thitung > ttabel dan probabilitas < 0. 05, sehingga ROA juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. Koefisien Determinasi (R. R-squared Adjusted R-squared Mean dependent var dependent var Nilai Adjusted R-squared sebesar 0. 625749 menunjukkan bahwa PBV. KSP. SIZE, dan ROA mampu menjelaskan 62,57% variasi kinerja keberlanjutan, sedangkan 37,43% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Analisis Regresi Moderasi Uji Regresi Data Panel Moderasi Y = 0,268332 0,000530 (PBV) 0,020107 (KSP) 0,009822 (SIZE) 0,158468 (ROA) 0,001450 (PBVyCAR) Oe 0,042252 (KSPyCAR) 0,001476 (SIZEyCAR) Oe 0,144730 (ROAyCAR) A Hasil estimasi regresi moderasi menunjukkan bahwa konstanta bernilai 0,268332, yang merefleksikan tingkat kinerja keberlanjutan ketika seluruh variabel berada pada kondisi Variabel PBV dan KSP memiliki koefisien positif, yang menunjukkan bahwa growth option dan public ownership berhubungan positif dengan kinerja keberlanjutan. Koefisien interaksi PBVyCAR sebesar 0,001450 dengan probabilitas 0,0484 mengindikasikan bahwa reaksi pasar mampu memperkuat pengaruh growth option terhadap kinerja keberlanjutan. Sebaliknya, koefisien interaksi KSPyCAR sebesar Ae0,042252 menunjukkan arah negatif dan tidak signifikan, sehingga reaksi pasar tidak berperan sebagai moderator pada hubungan public ownership terhadap kinerja keberlanjutan. Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) MRA F-statistic Prob(F-statisti. Durbin-Watson stat Berdasarkan tabel di atas nilai Fhitung sebesar 9. 413810 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,29 dengan probabilitas 0,038478 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak, sehingga growth option, public ownership, reaksi pasar, serta interaksi antara growth option dan public ownership dengan reaksi pasar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keberlanjutan. Uji Signifikan Parsial (Uji Statistik . MRA Variable PBVCAR KSPCAR SIZECAR ROACAR Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. Berdasarkan pengujian dengan 120 sampel pada tingkat signifikansi 0,05 . tabel = 1,97. , hasil uji moderasi menunjukkan bahwa interaksi growth option dengan reaksi pasar (PBV y CAR) memiliki koefisien positif sebesar 0,001450 dengan probabilitas 0,0484 (< 0,. , sehingga reaksi pasar terbukti berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh growth option terhadap kinerja keberlanjutan. Sebaliknya, interaksi public ownership dengan reaksi pasar (KSP y CAR) memiliki koefisien Oe0,042252 dengan nilai probabilitas 0,6530 (> 0,. , yang menunjukkan bahwa reaksi pasar tidak berperan sebagai variabel moderasi pada hubungan public ownership terhadap kinerja keberlanjutan, meskipun arah pengaruhnya cenderung melemahkan. Koefisien Determinasi Moderasi (R. MRA R-squared Adjusted R-squared Mean dependent var dependent var Nilai Adjusted R-squared model moderasi sebesar 0,157066 menunjukkan bahwa growth option dan public ownership yang dimoderasi oleh reaksi pasar hanya mampu REAKSI PASAR MEMODERASI GROWTH OPTION DAN PUBLIC OWNERSHIP TERHADAP KINERJA KEBERLANJUTAN (Faza Wahyu Anggrainy. Iin Rosini. Nofryant. JURNAL AKUNTANSI. KEUANGAN. PAJAK DAN INFORMASI (JAKPI) Volume 5. No. Desember 2025, p. menjelaskan 15,71% variasi kinerja keberlanjutan, sedangkan 84,29% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Dibandingkan model sebelum moderasi, nilai Adjusted R-squared menurun dari 0,625749 menjadi 0,157066, yang mengindikasikan bahwa penambahan reaksi pasar sebagai variabel moderasi tidak meningkatkan daya jelas model. Hasil analisis peran moderasi menunjukkan bahwa reaksi pasar berperan sebagai quasi moderator pada hubungan growth option (PBV) terhadap kinerja keberlanjutan karena interaksi PBV y CAR signifikan, sedangkan pada hubungan public ownership (KSP) terhadap kinerja keberlanjutan, reaksi pasar tidak berperan sebagai moderator dan diklasifikasikan sebagai homologizer moderasi. SIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh growth option dan public ownership terhadap kinerja keberlanjutan serta peran reaksi pasar sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth option dan public ownership memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan kinerja keberlanjutan perusahaan. Perusahaan dengan peluang pertumbuhan yang lebih besar cenderung memiliki orientasi jangka panjang dan komitmen yang lebih kuat dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam strategi bisnisnya. Di sisi lain, keberadaan kepemilikan publik turut mendorong perusahaan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sehingga praktik keberlanjutan menjadi lebih diperhatikan. Lebih lanjut, reaksi pasar terbukti mampu memperkuat hubungan antara growth option dan kinerja keberlanjutan, yang menunjukkan bahwa respons positif investor dapat meningkatkan dorongan perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja keberlanjutannya. Namun demikian, reaksi pasar tidak berperan dalam memoderasi hubungan antara public ownership dan kinerja keberlanjutan, yang mengindikasikan bahwa tekanan pasar belum sepenuhnya menjadi faktor penentu dalam memperkuat pengaruh struktur kepemilikan publik terhadap praktik keberlanjutan Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan sektor energi disarankan untuk lebih mengoptimalkan peluang pertumbuhan yang dimiliki dengan mengintegrasikan strategi keberlanjutan sebagai bagian dari kebijakan jangka panjang perusahaan, sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan sekaligus memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan. Manajemen juga perlu meningkatkan kualitas komunikasi dan pengungkapan informasi keberlanjutan agar respons pasar dapat terbentuk secara lebih positif dan konstruktif. Bagi investor, hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menilai prospek keberlanjutan perusahaan, tidak hanya dari sisi kinerja keuangan tetapi juga dari komitmen jangka panjang terhadap aspek lingkungan dan sosial. Sementara itu, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain, seperti kualitas tata kelola perusahaan, tekanan regulasi, atau karakteristik industri, serta menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang agar mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keberlanjutan perusahaan. DAFTAR PUSTAKA