Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Desember, 2023, pp. Pelatihan Didaktif Metodik Guru Pai di MGMP PAI SMA/SMK Se-Kota Sukabumi Cecep Hilman1. Jimatul Arrobi2. Meri Silvia3. Khoirunnisa Nurfadilah4. Fatimah Nurjariah5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sukabumi Corresponding Author* E-mail: cecephilman77@gmail. com1, jimatularrobi94@gmail. Article History: Received: Desember, 2023 Revised: Desember, 2023 Accepted: Desember, 2023 Abstract: Penelitian ini berkenaan dengan Pelatihan Didaktik Metodik Guru PAI di MGMP PAI SMA/SMK se-Kota Sukabumi. Adapun tujuan penelitian tidak lain adalah ingin mengetahui penerapan Asas-Asas Didaktik Dan Metodik Menumbuhkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam baik itu mengenai penerapanya maupun hasil yang didapatkan dengan menggunakan metode ini. Adapun permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah . Bagaimana penerapan Asas-Asas Didaktik Dan Metodik Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMA/SMK se_kota Sukabumi?. Apa saja Penghambat penanggulangan Penerapan Asas-Asas Didaktik Dan Metodik Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMA/SMK se_kota Sukabumi?. Penelitian mendeskripsikan dan menganalisis tentang proses penerapan dan faktor penghambat pembelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan asasasas didaktif dan metodik di SMA/SMK se_kota Sukabumi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi deskriptif. Tehnik pengumpulan data melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi sehingga penulis secara langsung melihat dan mengamati tahap demi tahap serta melihat pelaksanaan dari penerapan Asas-Asas Didaktik Dan Metodik yang penulis ingin ketahui Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Asas-Asas Didaktik dan Metodik Dalam Menumbuhkan Minat Belajar Pendidikan Agama Islam di SMA/SMK se_kota Sukabumi yaitu asasasas didaktik dan metodik sangat berperan aktif terutama dalam hal proses pembelajaran, dimana guru pendidikan agama Islam sangat kesulitan dalam membawakan materi pelajaran tanpa menggunakan metode yang baik, sehingga apa yang disampaikan oleh gurunya sulit dipahami dan dimengerti apa yang Salah satu bentuk materi pengajaran yang di praktekan secara langsung oleh guru-guru SMA/SMK se_kota Sukabumi berdasarkan teori-teori dalam ilmu asas-asas didaktik dan metodik yang berkaitan dengan minat dan perhatian siswa yaitu Vol. No. Desember, 2023, pp. praktek sholat dimana siswa langsung dibawa ke mushollah guna diperlihatkan praktek langsung yang dicontohkan oleh gurunya. Keywords: Didaktif Metodik. Guru PAI Pendahuluan Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia melalui pembelajaran dalam bentuk aktualisasi potensi peserta didik menjadi suatu kemampuan atau Kompetensi yang dapat mereka miliki yaitu kompetensi spiritual (SQ), keagamaan sebagai suatu aktualisasi potensi emosional (EQ), kompetensi akademik sebagai aktualisasi potensi intelektual (IQ), dan kompetensi motorik yang dikembangkan dari potensi inderawi atau fisik (Suderajat, 2. Pendidikan diarahkan kepada pembentukan manusia yang berguna. Sedangkan pengajaran adalah salah satu alat atau usaha untuk membentuk manusia tersebut. Pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Manusia Indonesia ialah manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh dan bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil serta sehat jasmani dan rohani (Sahertian & Alaeda. Pendidikan mengembangkan budi pekerti, kekuatan batin, budi pekerti, jiwa dan raga peserta didik yang dilakukan secara terpadu tanpa segregasi. Pendidikan adalah proses interaksi manusia yang ditandai dengan adanya keseimbangan antara kedaulatan anak didik dan kewenangan pendidik. Upaya dilakukan untuk mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan yang berubah dengan cepat (Arrobi. Pendidikan agama Islam merupakan muatan yang telah dikenal di Indonesia bahkan mempuyai peranan penting dikalangan masyarakat dan sekaligus menjadi kebutuhan hidup manusia. Dalam mencapai tujuan tersebut, guru sebagai komponen yang sangat menentukan dalam memperoleh suatu keberhasilan baik menyangkut materi pengajaran terutama ia harus mengetahui dan memahami asas-asas didaktik dan metodik sebagai alat yang ampuh untuk lebih memudahkan setiap guru dalam penyajian materi pengajaran kepada siswa- siswa yang dihadapinya . amasido, 1. Sebagaimana amanat UUD Nomor 20 Tahun 2003 dan pancasila tentang tujuan pendidikan nasional, bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Sisdiknas, 2. Untuk mencapai tujuan tersebut Vol. No. Desember, 2023, pp. bukan hal yang mudah tentunya memerlukan kualitas sumber daya guru yang professional dan kompeten. Guru sebagai pengajar berperan dalam merencanakan dan melaksanakan Oleh sebab itu guru dituntut untuk menguasai seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar. Guru sebagai pembimbing diharapkan dapat memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Peranan ini termasuk ke dalam pendidik sebab tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, melainkan juga mendidik untuk mengalihkan nilai-nilai kehidupan. Hal tersebut menjelaskan bahwa tujuan pendidikan adalah sikap yang mengubah tingkah laku peserta menjadi lebih baik. Guru sebagai adiministrator kelas berperan dalam pengelolaan proses belajar mengajar di kelas. Guru merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan , tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik (Nasution, 2. Didaktik dalam pendidikan agama Islam dilihat dari segi penerapannya kebanyakan para guru yang memegang peranan terutama dalam mengantar para siswa Madrasah Tsanawiyah kedalam suasana yang praktis. Dalam lapangan pendidikan dan pengajaran khususnya pendidikan agama Islam, asas-asas didaktik sangat banyak berperan terutama menyangkut materi pendidikan agama Islam yang sifatnya abstrak, dimana guru agama Islam sangat sulit dalam membawakan pelajaran agama Islam pada bentuk praktis atau mengajarkan dengan mewujudkan dari pada bendanya yang asli. Jadi guru diharapkan mampu menguasai asas-asas didaktik metodik dalam pengajaran tetapi menguasai didaktik metodik belum menjamin seseorang dengan sendirinya akan menjadi guru yang baik. Mengajar itu sangat kompleks dan dipengaruhi macam-macam faktor antara lain pribadi guru sendiri suasana kelas hubungan antar manusia disekolah keadaan sosial ekonomi Negara organisasi kurikulum dan sebagainya (Nasutin, 1995,). Di dalam membicarakan masalah didaktik-metodik langka pertama yang perlu kita perhatikan adalah memperjelas pengertian istilah didaktik metodik. Didaktik berasal dari bahasa Yunani didasko yang asal katanya adalah didaskein atau pengajaran yang berarti perbuatan atau aktivitas yang menyebabkan timbulnya kegiatan atau kecakapan baru pada orang lain. Didaktitus berarti pandai mengajar, sedangkan didaktika berarti saya mengajar (Team Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Vol. No. Desember, 2023, pp. Surabaya, 1. Disamping itu terdapat pula beberapa ahli yang menjelaskan tentang didaktik antara lain A. Mursal H. Taher dkk mengatakan bahwa: Didaktik (Yun: didaskein: saya mengaja. Ilmu mengajar yang berisi petunjuk-petunjuk dari cara antara lain menerangkan: . Cara menguasai kelas, . Cara membangkitkan perhatian dan . Cara mengemukakan pertanyaan dan lain-lain (Mursal & dkk, 1. Menurut Soetina Soewondo berpendapat bahwa: Didaktik yaitu ilmu pengetahuan yang memberikan petunjuk-petunjuk umum untuk megajarkan bermacam-macam ilmu pengetahuan dan kecakapan dengan jalan yang cepat dan tepat (Soewondo, 1. Zakiah Daradjat didaktik berarti ilmu mengajar yang didasarkan atas prinsip kegiatan penyampaian bahan pelajaran sehingga bahan peajaran itu dimiliki oleh siswa. Kegiatan yang dimaksud ialah kegiatan langsung yang timbul didalam pergaulan siswa dan gurunya (Daradjat, 2. Dengan kata lain kegiatan apa yang digunakan oleh guru dalam menyajiakan bahan pelajaran itu. Apakah guru dapat menarik minat, motivasi, atau mengaktifkan siswa atau tidak?. Oleh karena kegiatan itu bertujuan untuk mempengaruhi siswa atau anak didik, maka krakteristik- karakteristik pribadi anak didiklah yang menjadi sasaran didaktik. Psikologi pada umumnya dapat menyumbangkan asas-asas didaktik itu, seperti motivasi, aktivitas, minta, presepsi, peragaan, individualitas, korelasi, konsentrasi, integrasi, penghayatan, penghargaan pengakuan lingkungan dan sebagainya. Memperhatikan pendapat ahli-ahli didik diatas, penulis menarik suatu kesimpulan bahwa didaktik adalah ilmu mengajar atau ketangkasan mengajar bagi setiap guru dalam menyajikan materi pengajaran kepada siswa-siswa dimuka kelas. Didaktik atau ilmu tentang mengajar tersebut memperoleh bantuan dari ilmu-ilmu lain dan bertalian erat dengan sejumlah ilmu lainnya. Didaktik digunakan dalam pendidikan formal yang dilakukan sekolah. Sedangkan menurut Zakiah Darajat, metodik suatu cara dan siasat penyampaian materi pelajaran tertentu terhadap siswa dapat memahami, mengetahui, dan mengetahui materi yang diajarkan (Darajat, 1. Metodologi searti dengan kata metodik . yaitu suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi metode yang akan digunakan dalam peenelitian (Yusuf, 1. Untuk mengetahui hubungan antara metodologi dengan didaktik perlu dibahas lebih dahulu lingkaran permasalahan metodologi dengan didaktik itu, setelah itu barulah kita mengetahui garis temu antara kedua lingkaran tersebut. Didaktik berarti ilmu mengajar yang didasarkan atas prinsip kegiatan penyampaian bahan pelajaran sehingga bahan pelajaran itu dimiliki oleh siswa. Kegiatan yang dimaksud ialah kegiatan langsung yang timbul didalam pergaulan siswa dengan gurunya. Dengan Vol. No. Desember, 2023, pp. kata lain kegiatan apa yang dimaikan oleh guru dalam menyajikan bahan pelajaran Apakah ia dapat menarik minat, motivasi atau mengaktifkan siswa atau tidak. Oleh karena kegiatan itu bertujuan hendak mempengaruhi siswa atau anak didik, maka karakteristik-karakteristik pribadi anak didiklah yang menjadi sasaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan moral siswa di sekolah menengah. Namun, tantangan dalam penyelenggaraan pembelajaran PAI di sekolah seringkali muncul karena kurangnya keterampilan pedagogis dan metodologis dari para guru. Oleh karena itu kami Dosen dan Mahasiswa STAI Sukabumi mengadakan, pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan didaktif metodik guru PAI di MGMP PAI SMA/SMK se-Kota Sukabumi ini diinisiasi dengan tujuan untuk mengatasi permasalahan Metode Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan dan pengabdian kompetensi guruguru PAI SMA/SMK Kota Sukabumi. Peserta pengabdian ini berjumlah 30 orang yang terdiri dari guru PAI (Pendidikan Agama Isla. SMA/SMK Kota Sukabumi. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui serangkaian kegiatan yang terstruktur, antara lain: Identifikasi Melakukan mengetahui kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh guru PAI di MGMP PAI SMA/SMK se-Kota Sukabumi. Pelatihan pendampingan merupakan kegiatan peningkatan kompetensi peserta pelatihan dengan bantuan pendamping selama mengikuti pelatihan. Kegiatan kelengkapan tahapan atau bimbingan untuk guru-guru sebagai peserta acara sehingga memahami intisari pelatihan pengembangan dengan prima dan mampu mengerjakan tugas sebagai evaluasi kegiatan pelatihan Interaksi yang komunikatif dalam acara pelatihan mencirikan guru-guru menyiapkan keterampilan secara bersama-sama demi menghadapi tantangan global. Pendampingan kadang menjadi faktor yang dilupakan ketika adanya kegiatan pelatihan. Pengembangan model pembelajaran inovatif berbasis pendampingan akan jauh lebih efektif dari pada pelatihan dalam jumlah besar dengan bentuk pengarahan Vol. No. Desember, 2023, pp. tanpa pendampingan. Desain pelatihan. Merancang materi pelatihan yang mencakup aspekaspek didaktif dan metodik dalam pengajaran PAI. Pendampingan dalam program pelatihan dapat diartikan sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang telah diberikan oleh instruktur utama melalui interaksi terusmenerus antara instruktur pendamping dengan peserta sampai peserta dianggap Pelaksanaan pelatihan. Melakukan sesi pelatihan yang terdiri dari penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung : Memberikan seminar untuk menyampaikan isu-isu pembelajaran abad 21 sebagai penambahan wawasan yang telah dimiliki oleh guru sebelumnya dan mengenalkan istilah-istilah pembelajaran Metodik Didaktif sehingga dapat memperlancar proses pelatihan. Memberikan pelatihan pembelajaran Metodik Didaktif kepada peserta pengabdian yaitu guru-guru PAI (Pendidikan Agama Isla. SMA/SMK. Pelatihan difokuskan untuk mengelola perspektif komparatif tentang penelitian dan kebijakan melalui proyek penelitian yang ada digunakan. Memberikan pendampingan kepada guru untuk menggunakan Metodik Didaktif sebagai proses pembelajaran di kelas dan diintegrasikan dengan Metodik Didaktif melalui instrumen yang telah dibuat. Memantau perkembangan pasca pelatihan pada guru untuk menyelesaikan bahan ajar. Melakukan evaluasi berupa menanyakan respon guru-guru peserta pendampingan melalui angket online yang disediakan untuk kemudian dianalisis secara deskriptif. Evaluasi: Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan dan pengukuran peningkatan kemampuan guru setelah mengikuti pelatihan. Teknik pengambilan data yang dipakai yaitu pengamatan yang di titik beratkan pada angket dikhususkan untuk memperoleh respon yang dirasakan oleh peserta pengabdian. Skala angket yang digunakan yaitu menggunakan empat opsi seperti sangat setuju . , setuju . , tidak setuju Vol. No. Desember, 2023, pp. , dan sangat tidak setuju . Data angket dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perasaan guru-guru setelah mengikuti kegiatan pelatihan dan pengabdian ini. Hasil Keterampilan guru di era pembelajaran abad 21 ini dituntut untuk mengembangkan kompetensi terutama dalam hal kegiatan pembelajaran yang dibarengi dengan berbagai inovasi berbasis atau berbantuan teknologi informasi. Hal ini sesuai dengan ciri pembelajaran abad 21 yaitu pemanfaatan produk teknologi ke dalam proses kegiatan pembelajaran. Pada kenyataannya, di beberapa SMA/SMK masih ada guru yang belum mengenal pembelajaran Metodik Didaktif. Pada akhirnya semua produk yang berhasil selesai dari pelatihan dan pendampingan ini terarsipkan pada laman tersebut sebagai sentral produk atau portofolio kegiatan pengabdian masyarakat ini. Tahapan pengabdian masyarakat ini yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi atau refleksi. Pendampingan menciptakan produk pembelajaran metodik didaktif. Diharapkan guru dapat mengimplementasikan dengan baik di kelas sesuai mata pelajaran yang diampu Kegiatan inti pelaksanaan pelatihan pembelajaran abad 21 dalam meningkatkan keterampilan guru PAI (Pendidikan Agama Isla. di SMA/SMK berjalan baik dan Respon guru terhadap pelatihan dan pendampingan pembelajaran abad 21 adalah 36,445 dengan skor 42. Hal ini berarti guru-guru memberikan respon sangat baik yang didukung oleh skor mode sebesar 34 yang ternyata adalah skor rata-rata Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebanyakan guru memberikan respon Keberagaman memiliki skor 5,65 menandakan bahwa skor total respon angket guru-guru hampir sama dengan nilai positif. Hampir seluruh peserta pelatihan dan pendampingan merasakan pelatihan ini sangat layak dikembangkan sebagai metode pembelajaran untuk siswa dengan persentase 97,8%. Di sisi lain, pelatihan dan pendampingan ini memiliki keterbatasan waktu sehingga peserta guru-guru memberikan respon sebesar 58,65% merasa kesulitan menggunakan metodik didaktif. Namun, peserta guru-guru menyadari bahwa fungsi yang terintegrasi dengan baik ditunjukkan rata-rata sebesar 78,6%. Peserta pelatihan dan pendampingan pembelajaran metodik didaktif ini menginginkan kegiatan pelatihan dilakukan di sekolah tempat mereka bekerja atau mengajar yang ditunjukkan rata-rata skor sebesar 84,6%. Hal ini menunjukkan bahwa Vol. No. Desember, 2023, pp. ingin mengajar semua guru di suatu sekolah mendapatkan keterampilan pembelajaran agar sekolah mereka dapat bersaing di era global. Guru-guru masih belum percaya diri dalam menggunakan metodik didaktif dalam kegiatan Hasil dari pelatihan didaktif metodik guru PAI di MGMP PAI SMA/SMK seKota Sukabumi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan para guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran PAI yang Para guru menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru dan strategi yang dapat mereka terapkan langsung dalam praktik mengajar di kelas. Kesimpulan Pelatihan didaktif metodik bagi guru PAI di MGMP PAI SMA/SMK se-Kota Sukabumi memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman dan penguasaan guru PAI terhadap metode pengajaran yang efektif. Kolaborasi antar guru PAI dalam MGMP juga berhasil ditingkatkan, yang diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kegiatan-kegiatan berkelanjutan. Disarankan untuk melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi metode yang dipelajari, serta mengadakan pelatihan lanjutan untuk memperdalam pemahaman dan keterampilan guru PAI dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif. Pelatihan pembelajaran Abad 21 berjalan dengan lancar. Guru dapat memahami. Respon guru terhadap pelatihan pendampingan tergolong baik. Bentuk pelatihan disertai pendampingan untuk pengembangan kompetensi guru perlu dilakukan lebih sering untuk menyiapkan waktu dan kesempatan kepada guru untuk selalu berlatih dan menyiapkan persaingan di era 4. Pelatihan didaktif metodik guru PAI di MGMP PAI SMA/SMK se-Kota Sukabumi merupakan sebuah inisiatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di tingkat sekolah menengah. Dengan meningkatnya kemampuan pedagogis dan metodologis para guru, diharapkan pembelajaran PAI dapat menjadi lebih efektif dan berkualitas, serta mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan spiritual dan moral siswa. Daftar Referensi Arrobi. Ilmu Pendidikan. Global Eksekutif Teknologi. Vol. No. Desember, 2023, pp. Daradjat. Metodik Khusus Pengaaran Islam. Bumi Aksara: Jakarta. Darajat. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara. penerapan asas-asas didaktik dalam pendidikan islam pada madrasah aliyah negeri toil-toli filial palu. jurusan pendidikan agama fakultas tarbiyah iain alaudin di palu. Mursal. , & dkk. Kamus Ilmu Jiwa Dan Pendidikan (Cet 1 ed. Bandung: Al MaAorif,. Nasutin. Didaktif Asas-asas Mengajar . st ed. Jakarta: bumi aksara. Nasution. Didaktik Asas-Asas Mengajar. Jakarta: bumi aksara. Sahertian. , & Alaeda. supervise pendidikan dalam rangka program intervice Jakarta: Rineka cipta. Sisdiknas. sistem pendidikan nasional. Soewondo. Didaktik I Umum (Cet 7 ed. Ujung Pandang. Suderajat. Implementasi guru berbasis kompetensi. Bandung:CF cipta grafika. Team Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya. Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum Pbm. CV. Rajawali Jakarta: Surabaya. Yusuf. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.