Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 250 - xx Available Online at jurnal. id/focus AKTUALISASI LANJUT USIA MELALUI KARANG WERDHA ISMOYO DI KELURAHAN BANJAREJO KECAMATAN TAMAN KOTA MADIUN Gatot Suraya1. Nuril Endi Rahman2 1,2Universitas Muhammadiyah Madiun *Corresponding author Email: ner847@ummad. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Meningkatnya populasi orang lanjut usia memerlukan upaya pengelolaan serius baik dari pemerintah melalui perlindungan sosial dan dari masyarakat melalui perawatan keluarga. Terjadinya kasus penelantaran lansia merupakan wujud perubahan nilai-nilai di masyarakat, sehingga memerlukan perlindungan dari negara. Panti karang werdha Ismoyo merupakan salah satu karang werdha yang memberikan pelayanan kepada para lansia di Kota Madiun. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan wujud aktualisasi lansia melalui karang werdha Ismoyo. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah aktualisasi lansia di karang werdha Ismoyo ialah pemenuhan kebutuhan mulai dari kebutuhan fisiologis, rasa aman, penghargaan diri, hubungan sosial, dan aktualisasi diri. Para lansia memaknai hidupnya sebagai lansia yang berharga, produktif, dan memiliki keberfungsian sosial melalui serangkaian aktivitas yang ada di karang werdha Ismoyo. Kata-kata kunci: Lanjut ABSTRACT The increasing population of elderly people requires serious management efforts both from the government through social protection and the community through family care. The occurrence of cases of elderly neglect is a manifestation of changing values in society, so it requires protection from the Panti karang werdha Ismoyo is one of the karang werdha that serves the elderly in Madiun City. The purpose of this study is to describe the form of actualization of the elderly through IsmoyoAos karang weird. The research method uses qualitative descriptives, data collection using in-depth interview techniques, observation, and documentation studies. The result of this study is the actualization of the elderly in Ismoyo retirement homes is the fulfillment of needs ranging from physiological needs, security, self-esteem, social relationships, and self-actualization. The elderly interpret their lives as valuable, productive, and socially functioning elderly through a series of activities at Ismoyo retirement home. Keywords: Elderly, actualisation, hierarchy of needs. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 250 - xx Available Online at jurnal. id/focus PENDAHULUAN Tingginya mencerminkan tingginya angka harapan hidup warga negara, berdasarkan estimasi dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2022 Indonesia akan menjadi sebagai salah satu negara yang mengalami peningkatan lansia tersebesar didunia, yakni pada tahun 2025 Indonesia diprediksi populasi lansianya masuk dalam 5 besar dunia (Hakim, 2. Tingginya populasi lansia memerlukan suatu pengelolaan yang baik oleh pemerintah maupun masyarakat, kualitas hidup lansia bergantung kepada berbagai aspek baik melalui pendekatan program perlindungan sosial negara, atau pun dukungan sosial dari masyarakat. Mengacu pada Undang-Undang No. Tahun 2009 dalam pasal 138 dijelaskan bahwa upaya pemeliharaan lanjut usia ditunjukkan dengan kondisi hidup yang sehat dan produktif secara sosial dan ekonomi yang selaras dengan martabat kemanusiaan (Latumahina et al. , 2. Namun dalam beberapa kasus, seringkali para lansia mengalami kondisi hidup yang tidak layak mulai dari ditelantarkan oleh mendapatkan akses perlindungan sosial yang disediakan oleh negara. Salah satu upaya pemerintah untuk kesejahteraan bagi lansia ialah, dengan membentuk panti karang werdha yang berada dibawah naungan Kementerian Sosial. Menurut (Triwanti et al. , 2. karang werdha dapat menjadi wadah bagi para lansia yang tidak memperoleh dukungan sosial dalam keluaraganya, karena perubahan nilai dan struktur dalam Kehadiran panti karang werdha menjadi solusi bagi para lansia untuk menjangkau sumber-sumber kebutuhan hidup dan berada dalam kondisi sejahtera. Karang werdha Ismoyo adalah karang werdha yang berada dibawah koordinasi Dinas Sosial Kota Madiun, yang menampung 20 orang lansia di wilayah Kecamatan Taman. Para penghuni karang werdha Ismoyo cukup beragam mulai dari usia, gender, hingga latar belakang Para lansia penghuni karang werdha Ismoyo merupakan lansia yang tidak mendapatkan perawatan dari keluarganya dan lansia yang hidup seorang diri tidak memiliki keluarga. Guna menghadirkan kesejahteraan bagi lansia, karang werdha Ismoyo memiliki rutinitas yang diantaranya. Aktivitas senam pagi sebagai upaya menghadirkan kesehatan Kegiatan kesehatan rutin setiap bulan sebagai upaya memelihara kesehatan, . Kegiatan pelatihan keterampilan seperti pembuatan keset dan menanam toga. Aktifitas lansia yang ada di karang werdha Ismoyo bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lansia di masa-masa senjanya, karena lansia juga manusia normal yang Kebutuhan menurut Maslow (Sari Dwiarti, (Arissuhandana & Yasa, 2. , (Muazaroh & Subaidi, 2. , kebutuhan manusia terdiri dari beberapa tingkatan atau hierarki yang diantaranya. Kebutuhan fisiologis, yang merupakan kebutuhan manusia paling dasar yakni kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan, . Kebutuhan rasa aman, merupakan kebutuhan akan rasa aman secara fisik dan psikologis, . Kebutuhan sosial, adalah kebutuhan akan interaksi sosial atau hubungan persahabatan yang harmonis, . Kebutuhan akan penghargaan, adalah kebutuhan seseorang untuk dihormati dan dihargai atas prestasi dan kinerjanya, . Kebutuhan aktualisasi diri, merupakan hierarki kebutuhan yang paling tinggi yang berkaitan dengan potensi seseorang. Tujuan utama penelitian ini ialah untuk melihat wujud aktualisasi para lansia dalam pemenuhan kebutuhan yang ada di karang werdha Ismoyo. Pada tahun 2022 karang werdha Ismoyo memperoleh penghargaan baik di tingkat kecamatan hingga provinsi sebagai salah satu karang Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 250 - xx Available Online at jurnal. id/focus Teori kebutuhan Maslow digunakan sebagai cara pandang dalam melihat aktualisasi lansia melalui pemenuhan kebutuhan yang diberikan oleh karang werdha Ismoyo. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, menurut (Creswell, 2. penelitian kualitatif merupakan metode-metode mengeksplorasi serta memahami makna yang dialami oleh sejumlah individu atau sekelompok orang yang berasal dari Pengumpulan data dalam penelitian ini . Observasi, dilakukan untuk memperoleh gambaran aktivitas para lansia di karang werdha Ismoyo, . Wawancara mendalam, dilakukan kepada pengurus karang werdha dan para lansia Ismoyo, wawancara dilakukan dengan pertanyaan memperoleh informasi yang luas terkait Studi dokumentasi, yakni dengan menelaah dokumen yang ada di karang werdha Ismoyo seperti laporan kegiatan lansia, laporan keluar masuk penghuni dan hasil penelitian yang relevan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif, interpretasi data dilakukan sejak peneliti melakukan pengumpulan data di Catatan lapangan dan transkrip wawancara kemudian direduksi untuk memperoleh data yang relevan dengan tema penelitian. Guna memperoleh keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber yakni peneliti pemenuhan kebutuhan lansia kepada pihak pengurus karang Werdha dan kepada para lansia. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Kondisi Fisiologis Lansia di Karang Werdha Ismoyo Para lansia penghuni karang werdha Ismoyo merasakan bahwa kebutuhan fisiologisnya telah terpenuhi, melalui karang werdha kebutuhan lansia akan pakaian yang layak, makanan yang layak dan tempat tinggal telah merasa terpenuhi. Menurut Maslow dalam (Ginting, 2. , kebutuhan fisiologis merupakan aspek kebutuhan paling fundamental, dalam kondisi tertentu seperti krisis pangan seseorang akan mengabaikan kebutuhan lainnya demi untuk memenuhi kebutuhan Dalam konteks kebutuhan fisiologis pada lansia melalui karang werdha Ismoyo, kebutuhan fisiologis sebagaimana layaknya manusia. Pemenuhan kebutuhan fisiologis para lansia di karang werdha Ismoyo, merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat UndangUndang No. 36 Tahun 2009, pemeliharaan kesejahteraan lansia salah satunya ialah memenuhi kebutuhan dasarnya yang meliputi kebutuhan makanan, kebutuhan pakaian, dan tempat tinggal yang layak. Meskipun tempat tinggal di karang werdha Ismoyo bukanlah tempat tinggal pribadi, namun para lansia merasakan kenyamanan bertempat tinggal di karang Para lansia juga merasakan terjaminnya kebutuhan akan makanan. Dalam hierarki kebutuhan Maslow dalam (Prihartanta, pokok/fisiologis menempati urutan paling dasar yang menandakan bahwa kebutuhan fisiologis harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan yang lain. Salah satu faktor yang dominan menentukan kesejahteraan lansia ialah, terpenuhinya kebutuhan pokok selama menjalani sisa kehidupan. Terpenuhinya kebutuhan pokok para lansia adalah jaminan kesejahteraan, karena pada saat memasuki usia lanjut belum tentu semua lansia terjamin kebutuhan pokoknya (Arissuhandana & Yasa, 2. Para lansia di karang werdha Ismoyo yang ditelantarkan oleh keluarganya, masih Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 250 - xx Available Online at jurnal. id/focus dapat menerima kondisi tersebut dan tetap kebutuhan pokok masih dapat terpenuhi. Kualitas hidup para lansia akan berpengaruh pada perilaku, sikap, dan cara pandang dalam menjalani masa tuanya dengan penuh rasa bersyukur dan penerimaan diri yang kuat. Dalam mencapai kualitas hidup lansia, terdapat peran panti lansia yang mengutamakan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif (Triwanti et al. , 2. Karang Ismoyo mengutamakan upaya promotif, preventif. Dalam kaitannya pemenuhan merasakan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan oleh karang werdha Ismoyo. Gambaran Pemenuhan Rasa Aman Lansia Kebutuhan rasa aman merupakan hierarki kebutuhan Maslow setelah Kebutuhan rasa aman meliputi perlindungan dari ancaman bahaya, kriminalitas, dan kecelakaan (Ginting. Para lansia di karang werdha Ismoyo merasakan bahwa keamanan dirinya terjamin selama berada di karang werdha, berbeda halnya ketika lansia yang sebelumnya mengalami keterlantaran dan hidup di jalanan, di mana berbagai bahaya mengancam kapan saja seperti ancaman Tujuan utama dibentuknya karang werdha ialah sebagai sarana pelayanan kesejahteraan sosial bagi orang lanjut usia yang mengalami keterlantaran. Dengan adanya karang werdha dapat membantu para lansia untuk mempertahankan kepribadiannya, adanya jaminan hidup secara wajar baik secara fisik dan psikologis (Triwanti et al. , 2. Dengan terciptanya rasa aman bagi para lansia, maka karang werdha Ismoyo telah menjalankan tujuan utamanya sebagai pemberi layanan kesejahteraan sosial bagi para lansia, disamping itu karang werdha Ismoyo juga mengupayakan jaminan hidup lansia secara fisik dan psikologis melalui serangkaian aktivitas seperti senam lansia untuk memelihara kesehatan jasmani, dan aktivitas kerohanian yang bertujuan menghadirkan ketenangan para Salah satu indikator terpenuhinya rasa aman bagi para lansia di karang werdha Ismoyo ialah, tidak pernah terjadi kasus lansia yang kabur dari panti di mana kasus tersebut sering terjadi di panti werdha lain. Hal pelayanan yang diberikan oleh karang Ismoyo, manfaatnya oleh para lansia sehingga para lansia merasa aman dan nyaman berada di karang werdha Ismoyo. Dari hasil (Prima kebutuhan fisik dan psikologis merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas hidup Rasa aman meliputi aman secara fisik dan psikologis, jika lansia yang mengalami keterlantaran tidak tenang menjalani kehidupan karena fisiknya terancam oleh bahaya seperti ancaman kecelakaan dan kriminalitas, begitupun dengan psikisnya yang bisa saja mengalami trauma yang berakibat depresi. Dalam konteks ini karang werdha Ismoyo telah menghadirkan kualitas hidup lansia, dengan memenuhi kebutuhan akan rasa aman di mana para lansia dapat menjalani kehidupannya secara layak. Kebutuhan Sosial Lansia Kebutuhan sosial ini erat kaitannya dengan hubungan/interaksi sosial. Rasa ingin dicintai dan mencintai merupakan salah satu wujud dari kebutuhan sosial. Manusia sebagai mahluk sosial memiliki sifat naluriah di mana ia merasa senang ketika dicintai. Dalam hal cinta terdapat dua jenis yakni Deficiency atau D-Love dan Being atau B-Love. D-Love diartikan sebagai kebutuhan cinta yang didasarkan Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 250 - xx Available Online at jurnal. id/focus pada kekurangan, cinta seseorang kepada sesuatu yang tidak dimiliki seperti seks atau harga diri yang intinya membuat Sedangkan B-Love merupakan penilaian kepada orang lain tanpa tendensi atau kepentingan apapun (Ginting, 2. , (Muazaroh & Subaidi, 2. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan sosial pada lansia, sebagai mahluk sosial yang memiliki naluri untuk dicintai maka kebutuhan tersebut juga perlu untuk Kebutuhan akan cinta kepada para lansia di karang werdha Ismoyo berupa Being love yakni, para lansia mendapatkan pelayanan yang layak dari pelayanan tersebut para lansia merasa dihargai sebagaimana layaknya manusia. Kebahagiaan para lansia tidak hanya dilihat dari aspek pemenuhan dasar, psikologis ialah adanya hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sosialnya (Arissuhandana & Yasa, 2. Begitupun sebaliknya jika para lansia memiliki interaksi sosial yang tidak berkualitas, maka para lansia tidak merasakan adanya kebahagiaan (Prima et al. , 2. Melalui serangkaian aktivitas seperti senam bersama dan pelatihan keterampilan di karang werdha Ismoyo, bertujuan untuk merekatkan hubungan antar lansia. Upaya tersebut dinilai berhasil mengingat para lansia di karang werdha Ismoyo memiliki keakraban antar sesama. Selama pendirian panti karang werdha Ismoyo, sangat jarang dijumpai kasus perselisihan antar lansia seperti yang sering terjadi di berbagai panti karang werdha. Adanya dukungan sosial yang kuat kepada lansia, dapat menjadi faktor kesejahteraan lansia (Mulyati et al. , 2. Adanya pelayanan kepada para lansia seperti Posyandu lansia yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, senam jasmani, dan aktivitas rekreasional menjadikan para lansia merasa dihargai (Latumahina et al. , 2. Adanya dukungan sosial yang kuat di karang werdha Ismoyo, menjadikan para lansia merasakan kebahagiaan. Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas seperti penanaman Toga dan senam bersama, di mana para lansia menikmati aktivitas tersebut dan merasakan kebahagiaan. Para lansia memiliki interaksi yang baik dengan sesama, yang mengindikasikan adanya kualitas hidup mereka. Dengan demikian kebutuhan lansia akan hubungan sosial, telah terpenuhi didalam karang werdha Ismoyo. Gambaran Kebutuhan Harga Diri . Lansia Kebutuhan untuk dihargai merupakan hierarki keempat dari teori kebutuhan. Maslow membagi self-esteem needs menjadi dua kategori yakni. selfrespect, yang kepada diri sendiri, . respect form others, yakni adanya pengakuan, apresiasi, dan penghormatan dari orang lain (Ginting. Dalam konteks kebutuhan akan harga diri para lansia di karang werdha Ismoyo, para lansia merasa bahwa mereka menghargai dirinya sendiri sebagai seseorang yang memiliki nilai kendati telah masuk dalam usia senja dan tidak produktif lagi, dan para lansia merasakan pelayanan yang memuaskan mereka merasa diapresiasi ketika memiliki semangat mengikuti kegiatan senam bersama dan pelatihan. Para pengurus karang werdha Ismoyo menghadirkan pelayanan yang sekaligus memberikan rasa hormat kepada para lansia, sehingga para lansia menganggap dirinya sebagai orang tua yang patut dihormati kendati sudah tidak produktif lagi secara ekonomi. Meskipun masih terdapat lansia yang menganggap dirinya sebagai manusia yang tidak berguna karena ditelantarkan oleh keluarganya, namun mereka masih merasakan adanya penghargaan atau penghormatan baik dari sesama lansia maupun dari pengruus karang werdha. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 250 - xx Available Online at jurnal. id/focus Dalam konteks kebutuhan akan harga diri Maslow dalam (Sari & Dwiarti, 2. membagi kedalam dua kategori di mana kategori pertama ialah, hasrat dalam diri individu guna memperoleh kompetensi, kepercayaan diri, kemandirian, prestasi, dan kebebasan. Dalam hal ini individu merasa mampu menjalankan tugas dan tantangan dalam hidupnya. Kedua, dalam hal ini seseorang ingin memperoleh pengahrgaan atau apresiasi dari orang lain atas capaiannya yang berupa pujian, pengakuan, dan penghargaan. Para lansia di karang werdha Ismoyo menganggap bahwa mereka mendapatkan pelayanan dan perlakuan yang layak, di mana berbagai kegiatan seperti pelatihan keterampilan yang mampu diikuti dengan baik oleh para lansia, dalam hal ini mereka merasa merasa bahwa meskipun telah memasuki usia senja namun para lansia masih memiliki hasrat untuk dapat memiliki kemandirian dan kebebasan Para lansia di karang werdha Ismoyo juga merasakan bahwa mereka, mendapatkan penghargaan dari pengurus panti dan sesama lansia atas aktivitas Kualitas hidup lansia dapat tercermin dalam kondisi kesehatan fisik, kondisi psikologis, tingkat kebebasan, dan adanya hubungan sosial yang baik. Dalam rangka menghadirkan kualitas hidup lansia tersebut, panti karang werdha memainkan peran vital (Triwanti et al. , 2. Sebagai karang werdha yang pernah meraih penghargaan, karang werdha Ismoyo kualitas hidup para lansia yang ditandai terhadap diri lansia sehingga para lansia merasakan kenyamanan dan kebahagiaan selama berada di karang werdha Ismoyo. Indikator kunci berikutnya terkait kesejahteraan lansia ialah hidup di lingkungan yang kondusif/nyaman, dan (Djamhari et al. , 2. Dengan demikian pemenuhan kebutuhan dasar/fisiologis saja belum cukup untuk memenuhi kategori kesejahteraan lansia, namun diperlukan pencapaian kategori lain seperti adanya lingkungan yang kondusif dan adanya aktivitas beragam yang menghadirkan kebahagiaan lansia. Para lansia di karang werdha Ismoyo selain merasakan adanya pemenuhan kebutuhan fisiologis dan jaminan rasa aman yang pengahrgaan kepada mereka sebagai orang lanjut usia yang selama ini mendapatkan stigma negatif didalam Terlebih pada lansia terlantar yang tidak mendapatkan perhatian dari keluarganya, mereka seperti menemukan keluarga baru didalam karang werdha Ismoyo. Karang werdha Ismoyo telah mampu memenuhi kebutuhan akan penghargaan diri kepada para lansia, dengan adanya beragam aktivitas didalam karnag werdha di mana melalui aktivitas tersebut para capaiannya, dan para lansia merasakan kepercayaan diri yang kuat karena menganggap mereka masih bisa produktif dan mandiri. Gambaran Pemenuhan Aktualisasi Diri Lansia Aktualisasi diri merupakan kebutuhan puncak dalam piramida hierarki teori Maslow, merupakan pemaknaan terhadap diri dalam menjalani kehidupan untuk terus menjadi lebih baik (Ginting, 2. Aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan potensi individu yang sesungguhnya (Sari & Dwiarti, 2. Kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang mendalam meliputi kebutuhan kognitif, kebutuhan estetik, dan kepuasan dan kesadaran akan potensi diri. Dalam konteks pemenuhan aktualisasi diri para lansia di karang werdha Ismoyo, para lansia merasakan potensinya dapat tersalurkan melalui serangkaian aktivitas di karang werdha Ismoyo seperti senam Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 2 Desember 2023 Hal : 250 - xx Available Online at jurnal. id/focus keterampilan, dan aktivitas penanaman Toga. Para serangkaian aktivitas tersebut menambah pengetahuan dan keterampilan mereka, dengan adanya aktivitas tersebut para lansia merasa bisa produktif dan hal tersebut sekaligus menepis stigma yang ada selama inni bahwa orang lanjut usia adalah orang yang sudah tidak produktif Kualitas hidup lansia juga berkaitan dengan kemampuan beradaptasi terhadap kondisi kemunduran yang dialami, serta menjalani kehidupan yang layak dan bahagia dengan terciptanya keberfungsian sosialnya (Lansia & Kecamatan, 2. Para lansia di karang werdha Ismoyo telah merasakan suasana kekeluargaan sehingga merasakan kebahagaiaan, kendati pada awal berada di panti karang werdha mereka merasa sebagai orang yang tidak berguna karena ditelantarkan oleh keluarganya, namun karena adanya pelayanan yang baik dan perlakuan yang humanis dari pengelola panti serta adanya dukungan sosial yang kuat antar sesama lansia, dengan kondisi tersbeut para lansia mampu beradaptasi dengan baik di karang werdha Ismoyo. Kemampuan orang lanjut usia dalam menjalani masa tua dengan penuh keberfungsian sosial merupakan wujud dari succesfull ageing (Hakim, 2. Pemenuhan aktualisasi diri menjadi lansia yang bahagia adalah impian bagi para lansia, kendati tidak dirawat oleh Para lansia menganggap dirinya menjadi individu yang berharga, produktif, dan berfungsi secara sosial melalui serangkaian aktivitas dalam karang werdha Ismoyo. Aktivitas didalam karang werdha Ismoyo tidak hanya bersifat menghadirkan kesejahteraan jasmani, akan tetapi juga secara rohani melalui kegiatan pengajian rutin atau bimbingan keagaamaan. Para lanjut usia di karang werdha Ismoyo menganggap bahwa aspek religiusitas perlu untuk mereka perdalam, karena seiring bertambahnya usia seseorang itu harus lebih dekat dengan sang pencipta. Para hidupnya ialah ketika mereka merasa mampu menjalankan aktivitasnya secara mandiri dan merasakan hidupnya lebih berkualitas ketika lebih mendalami agama. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa wujud aktualisasi lansia di karang werdha Ismoyo ialah, kebutuhannya yang meliputi kebutuhan fisiologis, rasa aman, penghargaan diri, hubungan sosial, dan aktualisasi diri telah terpenuhi maka para lansia merasakan Para lansia memaknai hidupnya menjadi lebih berharga dengan mengikuti seluruh rangkaian aktivitas yang ada didalam karang werdha Ismoyo, pelayanan dan perlakuan yang baik dari pengelola karang werdha membuat para lansia memiliki keluarga baru, terutama bagi mereka para lansia yang ditelantarkan oleh keluarganya. UCAPAN TERIMAKASIH Rasa terimakasih peneliti ucapkan kepada kepala Dinas Kota Madiun dan segenap pengurus karang werdha Ismoyo yang telah bersedia menjadi narasumber penelitian, tidak lupa juga kepada para lansia penghuni karang werdha Ismoyo yang selalu merasakan keceriaan selama berada di karang werdha. Peneliti juga mengucapkan terimakasih kepada sivitas akademik Universitas Muhammadiyah Madiun yang telah membantu rangkaian penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA