Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Vol. 01 No. Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Alfiah Rizqi Azizah a . Wisnu Guntur Sutopo b . Ibnu Prasetyo Widiyono c . Puput Widodo d . Erick Burhaein e . Mokhamad Parmadi f . Ervian Arif Muhafid g. Yogi Ferdi Irawan h . Laely Afnan Faiqoh i a,b,c,d,e,f,g,h,i Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama. Kebuman. Indonesia Surel: alfiahumnu@gmail. com a, tatakraharja@gmail. com b , ibnutugas@gmail. com c , puputwidodo72@gmail. com d . Erick. burhaein@umnu. id e, parmadi. umnukbm@gmail. com f, muhafid@gmail. com g, yogiferdian17@yahoo. com h , laelyafnan123@gmail. com i. Abstrak Saat ini, para orangtua memilih diapers sekali pakai untuk kebutuhan popok bayi mereka. Selain dianggap lebih nyaman dan praktis, produk ini dianggap meringankan pekerjaan Namun tahukah Anda, kehadiran popok sekali pakai menyisakan permasalahan sampah yang tak hanya berpotensi mencemari lingkungan tapi juga mempengaruhi kesehatan manusia. Riset World Bank 2017 tentang komposisi sampah laut menyebutkan, popok bayi adalah penyumbang sampah kedua terbesar. Dengan adanya pelatihan barang bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis yaitu pot bunga di Desa Kaligowong. Kecamatan Wadaslintang. Kabupaten Wonosobo di harapkan akan meningkatkan kreativitas masyarakan dan menjadi salah satu solusi guna untuk mengurangi limbah sampah di lingkungan masyarakat Desa Kaligowong yang kian hari kian meresahkan. Melalui pelatihan ini masyarakat bisa memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang berguna dan bernilai jual sehingga bisa menjadi peluang usaha di Desa Kaligowong. Pelatihan daur ulang barang bekas di bagi menjadi beberapa tahap yaitu pemaparan mareti dan praktek langsung daur ulang bahan bekas berupa pampers menjadi pot bunga. Kemudian hasil kerajinan dapat di jual atau di gunakan sendiri oleh peserta untuk mempercantik tanaman yang ada di rumah. Kata kunci: barang bekas, pampers bekas, bernilai ekonomis Abstract Nowadays, parents choose disposable diapers for their baby's diaper needs. Besides being considered more comfortable and practical, this product is considered to lighten the work of parents. But you know, the presence of disposable diapers leaves a waste problem that not only has the potential to pollute the environment but also affects human health. The 2017 World Bank research on the composition of marine debris states that baby diapers are the second largest contributor to waste. With the training of used goods into goods of economic value, namely flower pots in Kaligowong Village. Wadaslintang District. Wonosobo Regency, it is hoped that it will increase the creativity of the community and become one of the solutions to reduce waste waste in the Kaligowong Village community which is increasingly disturbing. Through this training, the community can use used goods into useful and selling items so that they can become business opportunities in Kaligowong Village. The training on recycling used goods is divided into several stages, namely the presentation of mareti and direct practice of recycling used materials in the form of pampers into flower pots. Then the handicrafts can be sold or used by the participants themselves to beautify the plants at home. Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 1 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Vol. 01 No. Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Keywords: used goods, pampers, economic valu Pendahuluan Keberadaan sampah di masyarakat menjadi permasalahan klasik yang tidak mendapatkan perhatian, baik dari masyarakat maupun pemerintah. Dari data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2012 tercatat rata-rata setiap orang menghasilkan sampah 2 kilogram Artinya, jika saat ini penduduk Indonesia berjumlah 250 juta jiwa, maka sampah yang akan dihasilkan adalah 500 ton sampah dalam 1 hari. Pentingnya pengelolaan sampahalam menjaga lingkungan hidup, khususnya dalam kota, terutama dalam lingkungan tempat tinggal, telah dibuktikan dalam beberapa penelitian. Sampah apabila dibiarkan tidak dikelola dapat menjadi ancaman yang serius bagi kelangsungan dan kelestarian kawasan wisata alam. Sebaliknya, apabila dikelola dengan baik sampah memiliki nilai potensial, seperti penyediaan lapangan kerja, peningkatan kualitas dan estetika lingkungan dan pemanfaatan lain sebagai bahan pembuat kompos yang dapat digunakan untuk memperbaiki lahan kritis di berbagai daerah di Indonesia. Sampah adalah material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan dan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Didalam proses-proses alam tidak dikenal adanya sampah, yang ada hanyalah produk-produk yang tidak Sampah bagi setiap orang memiliki pengertian relatif berbeda dan subjektif. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sampah telah menjadi salah satu permasalahan yang sukup sulit di tangani di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia yang konsumtif sehingga selalu menghasilkan sampah. Karena itu munculah ide untuk memanfaatkan barang-barang bekas terutama pampers yang notabenenya sampah yang sulit untuk terurai dan menjadi keresahan tersendiri bagi ibu-ibu yang anaknya masih aktif untuk menggunakan pampers. Kemudian dari sampah pampers tersebut dapat di daur ulang menjadi pot bunga yang dapat di gunakan kembali sehingga mengurangi pencemaran Kreativitas pemanfaatan pampers menjadi pot bunga menjadi adalah solusi yang cukup baik untuk mengubah sampah menjadi barang yang berguna kembali, bahkan bernilai untuk di jual serta menjadi barang yang memiliki nilai estetika. Membuat kerajinan tangan menjadi salah satu car a untuk menumbuhkan kreativitas seseorang. Pemanfaatan pampers bekas masih jarang dilakukan didaerah yang masyarakatnya masih jarang memperhatikan hal-hal seperti kreativitas atau kerajinan tangan yang memanfaatkan barang bekas. Dengan adanya pelatihan pemanfaatan barang bekas berupa pampers menjadi pot bunga ini diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai atau sampah, selain itu mempunyai keterampilan serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan . Bagaiamana memberikan cara memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar ingin memanfaatkan sampah bekas yang ada di lingkunganya? . Bagaimana mengadakan pelatihan kreasi terkait cara membuat pot bunga dengan berbahan dasar pampers bekas? Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 2 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Vol. 01 No. Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen . Bagaimana memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa selain untuk menjaga kebersihan lingkungan membuat produk dari pampers bekas juga dapat bernilai Metodologi Penelitian Target dari pelatihan ini adalah : Memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan pemanfaatan pampers bekas menjadi pot bunga Memberikan pengetahuan tentang peluang usaha yang dapat tercipta dengan adanya keterampilan untuk membuat sesuatu dari barang bekas untuk meningkatkan nilai Mengingkatkan kreativitas masyarakat Meminimalisir pencemaran lingkungan dengan memanfaatkan sampah berupa pampers Dibentuknya program ini dikarenakan wujud dari pengabdian kepada masyarakat dengan mengadakan pelatihan daur ulang barang bekas berupa pampers menjadi pot, luaran yang diharapkan : Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan barang bekas yang ada dilingkungan sekitar menjadi barang yang bisa digunakan kembali contohnya pampers bekas menjadi pot bunga. Memberdayakan masyarakat agar bisa mengembangkan kreativitas melalui pelatihan membuat pot bunga dari pamper yang bernilai jual dan dapat meningkatkan penghasilan Masyarakat akan lebih sadar terhadap kebersihan lingkungan sehingga dampak negarive dari pencemaran lingkungan dapat diminimalisir. 1 Metode Pelaksanaan Kegiatan pelatihan dan sosialisasi pembuatan pot bunga dari pampers bekas dilaksanakan di Desa Kaligowong Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo, dengan sasaran kegiatan adalah Lurah beserta jajarannya. ketua RW se kelurahan, kader PKK di tingkat kelurahan dan masyarakat aktif dari seluruh RW yang ada di lingkungan kelurahan. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama yaitu sosialisasi, edukasi dan evaluasi. Sosialisasi dilaksanakan dengan tujuan untuk mempelajari cara mengelola sampah pampers bekas dengan mengubahnya menjadi barang yang bisa digunakan kembali dan bernilai Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui metode penyuluhan khususnya materi tentang permasalahan sampah pampers bekas di Desa Kaligowong. solusi penanganan sampah di pihak yang terlibat dalam pengolahan sampah. dan manfaat yang diperoleh dari pengolahan sampah. Edukasi dilakukan agar masyarakat mengetahui tentang pengelolaan sampah dengan membuatnya menjadi barang yang bida digunakan kembali dan bernilai jual. Kegiatan edukasi dilaksanakan dengan metoda praktek dengan tujuan peserta dapat memiliki keterampilan. Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 3 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Vol. 01 No. Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Adapun praktek yang diberikan dalam pengelolaan sampah meliputi praktek pembuatan kerajinan dari daur ulang sampah pampers menjadi pot bunga. Program pelatihan masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kaligowong Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo. Program pelatihan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 25 Agustus 2022. Tahap Persiapan Sebelum melakukan pengabdian masyarakat ini, pelaksana kegiatan melakukan perijinan ke Desa Kaligowowng terlebih dahulu mengenai pelaksanaan kegiatan Kemudian melakukan persiapan tempat, alat dan pembuatan pot bunga berbahan dasar pampers bekas. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan pemanfaatan barang bekas berupa pamper menjadi pot bunga ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan : Sosialisasi Program Sosialisasi program dilaksanakan melalui pertemuan dengan calon peserta pelatihan dan mensosialisasikan tentang program pelatihan yang akan dilaksanakan. Penyampaian Materi Pada tahap ini peserta akan diberikan materi seputar pelatihan dan bagaimana cara membuat pot bunga dari pampers bekas beserta apa saja bahan-bahan yang Pelatihan Pelatihan kreasi yaitu praktek pembuatan pot bunga yang berbahan dasar pampers bekas dan bahan yang sudah di sediakan. Pemanfaatan Hasil Kerajinan Hasil dari pelatihan kreasi yang berupa pot bunga dapat di gunakan kembali untuk menanam bunga agar lingkungan menjadi semakin indah. Selain itu pot bunga dari pampers bekas ini dapat juga di jual kepada masyarakat umum sehingga dapat menciptakan peluang usaha bagi warga untuk mennambah penghasilan serta melatih berwirausaha. Evaluasi Evaluasi dilakukan setelah semua tahapan di atas terlaksana yaitu dengan meminta kritik dan saran dari peserta pelatihan. 2 Cara Pembuatan Alat dan Bahan : Pampers bekas . iambil luarnya saj. Semen Kuas cat Pot bunga Plastik Sarung tangan Jarum pentul Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 4 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Vol. 01 No. Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Gunting Air Ember Sekop Cara Pembuatan : Siapkan pot bunga yang sudah di bungkus dengan plastik kemudian letakan di atas alas Pertama-tama masukan semen kedalam ember kemudian campurkan dengan air secukupnya aduk hingga kira-kira tidak terlalu kental ataupun encer. Perpaduan semen dan air yakni 50:25, semen harus 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan air, agar kepadatan material dasarnya sesuai untuk membentuk pot yang kokoh. Masukkan air ke dalam ember berisi semen, lalu aduk hingga semen dan air menyatu dengan sempurna. Kemudian masukan pampers bekas yang telah di cuci kedalam adonan semen pastikan dibalur hingga merata Siapkan pot tanaman plastik/tanah liat yang telah dilapisi oleh kertas, pot ini dijadikan sebagai cetakan untuk membentuk pot popok bayi bekas. Rapihkan pampers dengan jarum pentul agar rapih dan berikan lubang di atasnya. Setelah selesai menempelkan ke cetakan, ratakan juga dengan jari-jarimu sehingga hasilnya nanti tidak akan terlalu kasar. Lalu diamkan selama 1-2 hari hingga pot mengeras dan kering dengan sempurna. Setelah keris poles kembali pampers yang sudah di cetak dengan adonan semen kemudian jemur kembali. Setelah pot kering, kamu bisa mengecatnya dengan warna kesukaanmu dan bahkan bisa kamu hias dengan tulisan atau gambar lainnya. Setelah cat mengering, bisa langsung kamu isi dengan tanah beserta bibit tanaman favorit kamu. Bisa juga memindahkan tanaman yang sudah tumbuh besar dari pot lain ke dalam pot ramah lingkungan ini. Itu tadi langkah-langkah yang bisa untuk membuat pot tanaman dari popok bayi bekas Selain ikut berkontribusi dalam mengurangi sampah, kamu pun sekaligus menghasilkan barang bermanfaat yang punya nilai daya jual. Hasil dan Pembahasan Dari metode yang dilakukan didapatkan hasil bahwa limbah popok bayi ternyata bisa dikurangi dengan cara pengolahan kembali. Yaitu dengan dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan pot bunga yang bisa digunakan untuk memperindah lingkungan dan tentunya mengurangi banyaknya limbah pampers di lingkungan. Sulitnya penguraian pampers bekas menjadi kendala tersendiri Kegiatan pelatihan pembuatan pot bunga menggunakan bahan pampers bekas dilaksanakan pada hari minggu 25 Agustus 2022 di Balai Desa Kaligowong Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo. Pada kegiatan tersebut dipandu langsung oleh narasumber Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 5 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Vol. 01 No. Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen yakni Muh Arifin sebagai penggiat pemanfaatan barang bekas di Desa Kaligowong. Ibu Alfiah Rizqi Azizah. Pd selaku DPL pengabdian masyarakat di Desa Kaligowong turut serta hadir dan memberikan sambutan. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi dan sosialisasi tentang manfaat daur ulang barang bekas terutama yang sering dijumpai oleh ibu-ibu khususnya yaitu pampers bekas pemakaian anak. Selain pampers pembuatan pot bunga juga dapat menggunakan barang bekas seperti kain dan handuk bekas yang sudah tidak terpakai. Pot bunga dapat di buat menjadi berbagai macam model sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan. Bahan dalam pembuatan pot bunga sangat sederhana dan mudah di dapat meliputi. semen, air, ember, sarung tangan, cetakan . , plastik dan kuas. Untuk hasil lebih bagus setelah kering dapat di tambah dengan cat Selain dapat di manfaatkan untuk pembuatan pot bunga, dari bahan-bahan tersebut dapat juga dimanfaatkan untuk pembuatan kreasi aquarium mini untuk ikan berukuran kecil dan dapat ditambahkan kreasi air mancur menggunakan airator seperti di aquarium. Pada intinya kegiatan pelatihan tersebut mendorong dan memotivasi masyarakat bagaimana untuk memanfaatkan barang bekas menjadi barang berguna dan bernilai jual untuk meningkatkan Dengan adanya pelatihan tersebut selain ilmu yang didapatkan juga diharapkan dapat mengurangi permasalahan sampah yang ada di masyarakat. Dengan mengedukasi masyarakat bahwa limbah popok bayi bisa digunakan sebagai media tanam dengan keunggulannya maka dapat teratasi masalah tingginya sampah popok bayi. 1 Hasil dan Luaran Yang Dicapai Hasil dari bentuk pengabdian masyarakat berupa kegiatan pelatihan kreasi pemanfaatan barang bekas berupa pampers bekas menjadi pot bunga: Masyarakat menjadi lebih terampil dalam memanfaatkan pampers bekas untuk kemudian di buat menjadi pot bunga serta memiliki kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar. Masyarakat dapat mengembangkan kreativitasnya melalui pelatihan daur ulang barang bekas yang bernilai jual sehingga dapat meningkatkan perekonomian. Masyarakat akan sadar terhadap kebersihan lingkungan sehingga dapat meminimalisir pencemaran lingkungan. Masyarakat dapat memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana untuk meningkatkan Program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pengembangan ekonomi produktif ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program Indonesia bebas polusi. Program tersebut haruslah dimulai dari titik paling kecil yaitu keluarga dan desa. Artinya program ini harus melibatkan partisipasi langsung dari masyarakat dimana mereka tinggal, dukungan dari aparat desa, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama. 2 Rencana Tahapan Berikutnya Mencoba menerapkan konsepsi 3 R yaitu . reduce, mendorong kita sebisa mungkin mengurangi penggunaan barang yang menghasilkansampah, . re-use, menggunakan kembali barang yang biasadibuang dengan menghindari barang-barang yang disposable . ekalipakai Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat | 6 Abdibaraya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Barang Yang Bernilai Ekonomi Vol. 01 No. Universitas MaAoarif Nahdlatul Ulama Kebumen Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaianbarang sebelum ia menjadi sampah dan yang ke . recycle yaitumendaur ulang. Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiapbagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal,daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampurseperti yang ada saat ini. Industri-industri harus mendesain ulangproduk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah, dimana dengan pemilahan tersebut, maka akan dengan mudah bagi pemulung atau pengusaha daur ulang menemukan sampah yang dapat didaur-ulangkan. Selain itu pembuangan sampah yang tercampur dapat merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sejauh ini semua program pengabdian sudah terlaksana di Desa Kaligowong Kecamatan Wadaslintang Kabupan Wonosobo dan semua data yang diharapkan sudah diperoleh. Langkah akhir yang dilakukan adalah melakukan pembahasan dari hasil pengabdian. Selanjutnya akan diterik kesimpulan dan memberikan saran kepada masyarakat secata umum. Dalam rangka mewujudkan peran pengabdian pemberdayaan barang-barang bekas dan mengkreasikanya menjadi barang yang bernilai ekonomis, maka disusunlah laporan dalam bentuk publikasi Kesimpulan Demikianlah hasil dari program pengabdian kepada masyarakat yang telah pengabdi Diharapkan pelatihan yang sudah pengabdi lakukan dapat berjalan sehingga menjadi salah satu solusi dalam menanggulangi keresahan akan banyaknya sampah pampers di Selain itu dapat merubah dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan bersih, sampah penuh manfaat, sampah menghasilkan usaha ekonomi kreatif dan sampah berkah. Dari semula masyarakat cuek dan tidak mengganggap penting sampah sekarang sudah berubah sikap sampah penting dan harus dikelola dengan baik karena sampah bisa di daur ualng menjadi barang yang bernilai ekonomis dan menghasilkan berkah. Kesimpulan dari pelatihan daur ulang barang bekas ini adalah bahwasanya barang bekas di sekitar kita bukan hanya sampah yang tidak berguna melainkan barang yang dapat di manfaatkan kembali sehingga menjadi barang yang berguna dan bernilai ekonomi. Dengan adanya pelatihan ini masyarakat akan mampu mengembangkan kreativitas mereka dan memanfaatkan kreativitas tersebut demi menunjang perekonomian masyarakat Desa Kaligowong. Daftar Pustaka Husnul. Ade. Kreasi Mendaur Ulang Sampah. Depok : Arya Duta Ps. Penanganan dan pengolahan sampah. Penebar Swadaya Grup. Chusnul Chotimah. Pengembangan Ekonomi Kreatif. Tulungagung:Akademia Pustaka