Society: Community Engagement and Sustainable Development Vol 2 No 1 DOI https://doi. org/10. 62515/society (ISSN : 3089-3992 and E-ISSN : 3089-3. Penerapan Mix Method: Ummi dan Tilawati melalui Pemanfaatan Media Audio Visual untuk Memperbaiki Makhorijul Huruf Anak di DTA Al-Ikhlas Desa Cibenda Nurhidayat1. Santi Widayanti2. Dede Hilma3. Cahyadi4. Anna Vanista5 1,2,3,4,5STITNU Al-Farabi Pangandaran 1Email : Nurhidayat@stitnualfarabi. 2Email : santiwidayanti@stitnualfarabi. 3Email : dedehima@stitnualfarabi. 4Email : cahyadi@stitnualfarabi. 5Email : annavanista@stitnualfarabi. Artikel History Received: 3 Maret 2025 Reviced: 7 Maret 2025 Accepted: 31 Maret 2025 https://doi. org/10. Keywords Makhorijul Huruf, and Cibenda Village Kata Kunci Metode. Makhorijul Huruf, dan Desa Cibenda. Abstract This Community Service Program (PKM) aims to improve the students' pronunciation of makhrajul huruf at DTA Al-Ikhlas. Cibenda Village. Pangandaran Regency by applying a blended Ummi and Tilawati method through audiovisual media. The PKM method used is Participatory Action Research (PAR), consisting of problem exploration, planning, implementation, monitoring, and reflection, conducted from August 7 to September 1, 2024. The program results showed a significant improvement in students' makhrajul huruf pronunciation, as evidenced by many students achieving the "Developing as Expected" category in their Qur'anic recitation. This program successfully integrated a systematic yet simple teaching method with media support, enhancing reading fluency and increasing students' motivation through a more varied learning approach. Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengucapan makhorijul huruf siswa di DTA Al-Ikhlas. Desa Cibenda. Kabupaten Pangandaran dengan menerapkan metode campuran Ummi dan Tilawati melalui media audio-visual. Metode PKM yang digunakan adalah PAR dengan tahapan eksplorasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan refleksi, yang dilaksanakan dari 07 Agustus hingga 01 September 2024. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengucapan makhorijul huruf siswa hal ini dibuktikan dengan banyak siswa mencapai kategori "Berkembang Sesuai Harapan" dalam bacaan Al-Qur'an mereka. Program ini berhasil memadukan metode pengajaran sederhana yang sistematis dengan dukungan media, memperbaiki kefasihan bacaan dan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dengan adanya metode pembelajaran yang variatif. How to cite this article: Nurhidayat. Widayanti. Hilma. Cahyadi. Vanista. Penerapan Mix Method: Ummi dan Tilawati melalui Pemanfaatan Media Audio Visual untuk Memperbaiki Makhorijul Huruf Anak di DTA Al-Ikhlas Desa Cibenda. Society: Community Engagement and Sustainable Development. Vol. 2 (No. , 1-13. Pendahuluan Pendidikan Al-Qur'an di Desa Cibenda merupakan bagian integral dari pembentukan karakter religius sejak dini. Lembaga pendidikan seperti Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) memainkan peran penting dalam memastikan bahwa peserta didik memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik dan benar. Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran AlQur'an di DTA Al-Ikhlas adalah penguasaan makhorijul huruf, yaitu kemampuan untuk mengucapkan huruf-huruf Arab sesuai dengan tempat keluarnya dari rongga mulut dan Ketepatan dalam pengucapan ini sangat krusial karena berhubungan langsung dengan keaslian dan keindahan bacaan Al-Qur'an. Berdasarkan observasi awal mahasiswa kkn, banyak siswa di DTA Al-Ikhlas yang belum mampu menguasai makhorijul huruf dengan baik, sehingga diperlukan upaya perbaikan dalam metode pengajaran. Metode pengajaran yang efektif dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an. Salah satu metode yang telah banyak digunakan adalah metode Ummi. Metode ini menekankan pada pembelajaran yang sederhana, sistematis, dan berulang untuk memastikan siswa dapat menghafal dan menginternalisasi makhorijul huruf dengan baik (Mukaromah, 2. Keberhasilan metode Ummi ini didasarkan pada pendekatan yang ramah anak dan berfokus pada pengulangan sebagai kunci pembelajaran, sehingga memudahkan siswa dalam menghafal dan memahami bacaan Al-Qur'an (Fahmi, 2. Selain metode Ummi, metode Tilawati juga menjadi pendekatan yang sering digunakan dalam pembelajaran Al-Qur'an. Metode ini lebih menekankan pada aspek estetika dan kefasihan dalam membaca Al-Qur'an (Rurin, 2. Metode tilawati dengan pemanfaatan media audio visual dapat meningkatkan antusias dan kecintaan siswa terhadap Al-Qur'an, sambil memperbaiki makhorijul huruf mereka (Cahyani, 2. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Al-Qur'an juga telah menunjukkan hasil yang Media audio-visual, seperti video pembelajaran, telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu mereka memahami materi dengan lebih baik. Menurut Sulistyo . Kombinasi visual dan audio dapat meningkatkan proses belajar karena melibatkan lebih banyak indera dan memperkuat ingatan jangka panjang. Dalam konteks pembelajaran makhorijul huruf, penggunaan media audio-visual memungkinkan siswa untuk melihat dan mendengar cara pengucapan yang benar secara berkali-kali, sehingga memudahkan mereka dalam menirukan dan mempraktikkan bacaan yang benar (Hidayat. Dalam penelitian ini, kami akan menerapkan mix method yang menggabungkan metode Ummi dan Tilawati dengan pemanfaatan media audio-visual untuk memperbaiki makhorijul huruf siswa di DTA Al-Ikhlas. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif, yang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis membaca Al-Qur'an, tetapi juga memperkuat keterikatan emosional siswa dengan Al-Qur'an. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode pengajaran AlQur'an yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern. Berdasarkan penelitian Cahyani . penerapan metode tilawati melalui audio visual terdiri dari lima tahapan utama, yaitu eksplorasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan refleksi. Pada tahap eksplorasi masalah, identifikasi dilakukan untuk memahami kesulitan siswa dalam pengucapan makhorijul huruf. Kemudian, pada tahap perencanaan, strategi dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan metode Tilawati melalui penggunaan media audio-visual. Tahap pelaksanaan melibatkan implementasi metode ini dalam proses belajar mengajar, di mana siswa dipandu melalui materi audio-visual yang telah disiapkan. Selanjutnya, tahap monitoring dilakukan untuk mengawasi perkembangan siswa dan efektivitas metode yang diterapkan. Terakhir, tahap refleksi digunakan untuk menilai hasil dari seluruh proses, sehingga dapat diidentifikasi keberhasilan dan aspek yang perlu ditingkatkan dalam program ini. Kajian Teori Metode Ummi merupakan salah satu metode pembelajaran Al-Qur'an yang dikembangkan untuk memudahkan anak-anak dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan cara yang sederhana, sistematis, dan berulang. Metode ini mengedepankan pendekatan praktis dan ramah anak yang fokus pada pengulangan sebagai kunci pembelajaran. Menurut penelitian Mulyadi . , metode Ummi efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada anak-anak karena struktur pembelajarannya yang sederhana dan mudah diikuti. Pendekatan ini melibatkan penggunaan audio-visual dan buku panduan yang telah disusun dengan memperhatikan tingkat kesulitan dan urutan materi yang sistematis, sehingga memudahkan anak-anak dalam memahami dan menghafal makhorijul huruf. Metode Tilawati adalah metode pembelajaran Al-Qur'an yang berfokus pada penguasaan teknik membaca dengan indah dan fasih. Tilawati menekankan pentingnya keindahan bacaan serta ketepatan dalam pengucapan makhorijul huruf (Avionita, 2. Menurut Makhi . , metode tilawati tidak hanya mengajarkan anak-anak untuk membaca Al-Qur'an dengan benar, tetapi juga meningkatkan rasa cinta mereka terhadap bacaan AlQur'an melalui pendekatan yang estetis. Tilawati mengajarkan siswa untuk memperhatikan intonasi, nada, dan tempo dalam membaca, yang merupakan elemen penting dalam memastikan bacaan Al-Qur'an terdengar indah dan benar. Penggunaan teknologi dalam pendidikan, khususnya media audio-visual, telah menjadi tren yang semakin populer dalam berbagai bidang pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Al-Qur'an. Media audio-visual, seperti video pembelajaran, telah terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan retensi siswa dalam mempelajari berbagai materi. Idrus . dalam penelitiannya tentang pembelajaran multimedia menyatakan bahwa penggunaan gambar dan suara secara bersamaan dapat memperkuat proses pembelajaran dengan melibatkan lebih banyak indera dan meningkatkan retensi informasi. Dalam konteks pembelajaran makhorijul huruf di DTA Al-Ikhlas, media audio visual memungkinkan siswa untuk mendengar dan melihat cara pengucapan yang benar dan dapat memudahkan mereka untuk menirukan dan mempraktikkan bacaan yang tepat. Mix method atau metode campuran dalam pendidikan adalah pendekatan yang menggabungkan berbagai metode pengajaran untuk mencapai hasil yang lebih efektif (Kurniasari, 2. Dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an, penggabungan metode Ummi dan Tilawati melalui media audio-visual diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih Penggunaan mix method memungkinkan penggabungan kelebihan dari masingmasing metode untuk saling melengkapi, sehingga dapat mengatasi kelemahan yang mungkin muncul jika hanya menggunakan satu metode saja. Menurut Irawan . pendekatan mix method memberikan fleksibilitas dalam pengajaran dan memungkinkan pengembangan strategi pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode Rancangan Penerapan Mix Method: Ummi dan Tilawati melalui Pemanfaatan Media (Video & Audio Visua. untuk Memperbaiki Makhorijul Huruf Anak di DTA Al-Ikhlas dan metode yang digunakan kami dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Desa Cibenda adalah metode Parcipatory Action Research (PAR) yaitu istilah yang memuat seperangkat asumsi yang mendasari paradigma baru, ilmu pengetahuan dan bertentangan dengan paradigma pengetahuan tradisional atau kuno (Affandi, 2. Asumsi-asumsi baru tersebut menggaris bawahi arti penting proses sosial dan kolektif dalam mencapai kesimpulan-kesimpulan mengenai AuApa kasus yang terjadi?Ay dan AuApa implikasi perubahannya?Ay yang dipandang berguna oleh orang-orang yang berada pada situasi problematis, dalam mengantarkan untuk melakukan penelitian awal (Nurmalasari, 2. Mahasiswa kkn mengikuti tahapan Cahyani . dalam sistematika penyelesaian masalah yaitu tahap eksplorasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan refleksi Pengabdian yang kami lakukan berlokasi di Desa Cibenda Kabupaten Pangandaran, dalam pelaksaannya kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan belajar mengajar DTA Al-Ikhlas mulai dari tanggal 07 Agustus 2024Ae 01 September 2024 , kegiatan belajar mengajar ini sekaligus penelitian langsung dengan observasi kepada siswa dan wawancara kepada guru DTA. Kenapa memilih DTA sebagai locus pengabdian, karena mahasiwa KKN berfakultas tarbiyah sehingga dalam proses pengabdian ini dapat berjalan secara efektif dan efisien dengan kesesuaian basic pendidikan yang kami punya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di DTA Al-Ikhlas. Hasil dan Diskusi Alur Kegiatan Parcipatory Action Research Penerapan metode ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan konsep participatory action research, pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama satu bulan dimulai pada tanggal 07 Agustus 2024 sampai 01 September 2024 dengan mengikuti tahapan Cahyani . , yaitu tahap eksplorasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan refleksi. Tahap Eksplorasi Masalah Pada tahap awal pelaksanaan kkn di DTA Al-Ikhlas, khususnya pada tanggal 07 dan 08 Agustus 2024, mahasiswa kkn melakukan proses eksplorasi masalah melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu yang ada dalam proses pembelajaran di DTA Al-Ikhlas, sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat guna memperbaiki kualitas pendidikan di lembaga tersebut. Wawancara dilakukan dengan guru DTA Al-Ikhlas, berdasarkan wawancara yang dilakuka, ditemukan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi oleh para siswa adalah kesulitan dalam mengucapkan makhorijul huruf dengan benar. Makhorijul huruf merupakan aspek fundamental dalam pembelajaran Al-Qur'an, dan ketidakmampuan dalam menguasai makhorijul huruf ini berpotensi menghambat kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an dengan fasih dan benar. Identifikasi masalah ini juga diperkuat oleh observasi langsung yang dilakukan oleh mahasiswa kkn selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa kkn mencatat bahwa banyak siswa yang masih salah dalam pengucapan huruf-huruf tertentu, yang berakibat pada bacaan yang kurang tepat dan tidak sesuai dengan kaidah tajwid. Kesalahan ini tidak hanya mengurangi kefasihan dalam membaca Al-Qur'an, tetapi juga dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap bacaan yang mereka baca. Setelah seluruh data dari wawancara dan observasi terkumpul, mahasiswa kkn melakukan diskusi internal untuk menganalisis temuan-temuan tersebut. Diskusi ini bertujuan untuk menentukan prioritas masalah yang perlu segera diatasi. Berdasarkan analisis, diputuskan bahwa perbaikan pengucapan makhorijul huruf menjadi fokus utama, karena aspek ini sangat penting dalam memastikan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di DTA Al-Ikhlas. Selain itu, perbaikan pada aspek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an secara keseluruhan. Tahap Perencanaan Setelah mengidentifikasi masalah utama dalam pengucapan makhorijul huruf di DTA AlIkhlas, mahasiswa kkn melanjutkan dengan tahap perencanaan pada tanggal 9 Agustus 2024. Pada tahap ini, fokus utama adalah merancang alur pemecahan masalah yang efektif dan memilih metode pembelajaran yang paling sesuai untuk diterapkan di lapangan. Mahasiswa kkn memulai perencanaan dengan melakukan brainstorming untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan yang telah ada dan mempertimbangkan potensi inovasi dalam penerapan metode pengajaran. Dalam diskusi tersebut, dua metode utama yang menjadi fokus adalah metode Ummi dan Tilawati, yang telah terbukti efektif dalam mengajarkan pembacaan Al-Qur'an. Metode Ummi yang dikenal dengan pendekatan yang sederhana dan sistematis dianggap dapat membantu siswa dalam menghafal dan menginternalisasi makhorijul Sementara itu, metode Tilawati yang menekankan pada kefasihan dan keindahan bacaan diharapkan mampu memperbaiki kualitas pengucapan dengan lebih estetis. Selain mempertimbangkan kedua metode tersebut, mahasiswa kkn juga mengevaluasi potensi penggunaan media audio-visual sebagai alat bantu pembelajaran. Penggunaan media ini didasari oleh penelitian Dhitya . yang menyatakan bahwa kombinasi antara visual dan audio dapat memperkuat proses belajar dan meningkatkan retensi informasi. Dengan demikian, integrasi video dan audio ke dalam metode Ummi dan Tilawati dianggap dapat memberikan pendekatan yang lebih komprehensif, dimana siswa tidak hanya mendengar cara pengucapan yang benar, tetapi juga melihat langsung contoh praktisnya. Setelah melalui berbagai pertimbangan, mahasiswa kkn akhirnya memutuskan untuk menggunakan mix method yang menggabungkan metode Ummi dan Tilawati dengan dukungan media audio-visual. Langkah ini diambil dengan keyakinan bahwa kombinasi tersebut akan memberikan pendekatan yang lebih adaptif dan efektif dalam mengatasi masalah pengucapan makhorijul huruf yang dihadapi oleh siswa di DTA Al-Ikhlas. Alur pemecahan masalah yang dirancang meliputi tahap-tahap pembelajaran yang sistematis, mulai dari pengenalan makhorijul huruf dengan metode Ummi, dilanjutkan dengan praktik pembacaan menggunakan metode Tilawatil, dan diperkuat dengan penggunaan video serta audio visual sebagai referensi dan bahan latihan. Perencanaan ini juga melibatkan penyusunan jadwal implementasi, penyediaan materi pembelajaran yang relevan, serta pembagian tugas di antara anggota mahasiswa kkn untuk memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Dengan adanya perencanaan yang matang, diharapkan pelaksanaan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur'an siswa di DTA Al-Ikhlas. Sebelum memulai tahap pelaksanaan, mahasiswa kkn menetapkan indikator penilaian yang akan digunakan untuk mengukur perkembangan kemampuan siswa. Indikator ini dibagi menjadi tiga kategori, yaitu: Belum Berkembang (BB): Siswa yang berada dalam kategori ini belum dapat mengucapkan huruf hijaiyah dengan benar. Berkembang (B): Siswa yang berada dalam kategori ini sudah mampu mengucapkan beberapa huruf hijaiyah dengan benar, terutama huruf yang sering mengalami kesalahan seperti . AA. AA. AA. A)A. Berkembang Sesuai Harapan (BSH): Siswa yang berada dalam kategori ini sudah mampu mengucapkan semua huruf hijaiyah dengan benar sesuai dengan kaidah makhorijul huruf. Tahap Pelaksanaan Setelah tahap perencanaan selesai, mahasiswa kkn di DTA Al-Ikhlas memulai proses pelaksanaan program yang telah dirancang pada tanggal 10 Agustus 2024. Pelaksanaan program ini dimulai dari tanggal 11-18 Agustus yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pengucapan makhorijul huruf melalui penerapan metode Ummi dan Tilawati, yang dipadukan dengan media audio-visual sebagai alat bantu pembelajaran. Tahap pelaksanaan ini dimulai dengan mahasiswa kkn memberikan proyektor serta sound portable sebagai media pembelajaran . udio visua. Proses pembelajaran dimulai dengan memutar video dan audio visual yang telah Video ini menampilkan demonstrasi cara pengucapan huruf-huruf hijaiyah yang benar serta contoh pembacaan ayat Al-Qur'an dengan penekanan pada makhorijul huruf. Media ini digunakan sebagai rangsangan awal untuk menarik perhatian dan minat siswa, serta memberikan contoh konkret yang dapat mereka ikuti. Setelah siswa menyimak video dan audio, mahasiswa kkn mengajak siswa untuk melakukan analisis atau praktik langsung pada salah satu ayat Al-Qur'an yang dipilih. Pada tahap ini, siswa diminta untuk mempraktikkan pengucapan makhorijul huruf yang telah mereka lihat dan dengar dalam video. Siswa kemudian diharuskan membaca ayat tersebut dengan makhorijul huruf yang benar, di bawah bimbingan langsung dari mahasiswa kkn. Selama proses pembelajaran, tantangan yang dihadapi adalah banyaknya siswa yang sudah melewati tahap pengenalan huruf hijaiyah dan telah membaca Al-Qur'an secara langsung . etelah Iqro'). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak lagi fokus pada pengenalan huruf hijaiyah, melainkan langsung pada pengucapan huruf-huruf tersebut dalam konteks bacaan Al-Qur'an. Pendekatan ini memerlukan adaptasi khusus, di mana mahasiswa kkn lebih menekankan pada pembetulan pengucapan makhorijul huruf dalam rangkaian ayat-ayat yang dibaca siswa. Setelah setiap sesi pembelajaran, penilaian dilakukan berdasarkan indikator yang telah Siswa yang belum mampu menyebutkan huruf hijaiyah dengan benar dimasukkan ke dalam kategori "Belum Berkembang" (BB). Siswa yang sudah mampu menyebutkan hurufhuruf tertentu dengan benar, terutama huruf yang sering mengalami kesalahan, dimasukkan ke dalam kategori "Berkembang" (B). Sedangkan siswa yang mampu menyebutkan semua huruf hijaiyah dengan benar dimasukkan ke dalam kategori "Berkembang Sesuai Harapan" (BSH). Adapun pelaksanaan pembelajaran ini lebih jelas dapat dilihat pada gambar di bawah ini: Gambar 1. Penerapan Mix Method: Ummi dan Tilawati melalui Gambar 1. Pemanfaatan Media Audio Visual (Sumber: Tim Pengabdian, 2. Pelaksanaan program ini dilakukan secara berulang dan bertahap, dengan harapan bahwa melalui latihan yang konsisten, kemampuan siswa dalam pengucapan makhorijul huruf akan terus meningkat hingga mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan. Tahap Monitoring Tahap monitoring dilaksanakan selama proses pelaksanaan program, dimulai dari awal penerapan metode hingga tanggal 31 Agustus 2024. Monitoring dilakukan secara intensif untuk memastikan bahwa setiap tahapan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana, serta untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang mungkin muncul selama pelaksanaan. Selama tahap monitoring, mahasiswa kkn secara berkala mengevaluasi bagaimana perkembangan kemampuan siswa dalam mengucapkan makhorijul huruf. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung pada saat pembelajaran berlangsung, serta melalui analisis hasil penilaian yang telah ditetapkan dalam indikator "Belum Berkembang", "Berkembang", dan "Berkembang Sesuai Harapan". Setiap perubahan dalam kemampuan siswa dicatat dan dianalisis untuk menentukan efektivitas metode yang digunakan. Selain evaluasi kemampuan siswa, monitoring juga mencakup pengawasan terhadap penggunaan media audio-visual dalam proses pembelajaran. Mahasiswa kkn memastikan bahwa video dan audio yang digunakan selalu relevan dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Mahasiswa kkn juga melakukan penyesuaian terhadap materi yang ditampilkan jika ditemukan bahwa konten yang ada belum sepenuhnya efektif dalam membantu siswa memahami dan mempraktikkan makhorijul huruf dengan benar. Interaksi antara mahasiswa kkn dan siswa juga menjadi fokus dalam monitoring. Mahasiswa kkn terus memperhatikan bagaimana siswa merespon metode pembelajaran yang diterapkan, termasuk seberapa baik mereka memahami instruksi dan seberapa efektif metode Ummi dan Tilawati, yang dipadukan dengan media audio-visual, dalam membantu mereka mencapai target pembelajaran. Feedback dari siswa dan guru juga dikumpulkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki metode pembelajaran jika diperlukan. Setiap pekan, mahasiswa kkn mengadakan rapat evaluasi untuk membahas hasil monitoring, mengevaluasi kemajuan yang telah dicapai, serta merumuskan strategi penyesuaian jika diperlukan. Hasil dari monitoring ini kemudian digunakan untuk melakukan penyesuaian dalam metode pengajaran, baik dari segi materi, penyampaian, maupun media yang digunakan, dengan tujuan memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan manfaat maksimal dari program ini. Tahap Refleksi Pada akhir program kkn di DTA Al-Ikhlas, refleksi dilakukan untuk mengevaluasi keseluruhan proses, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan monitoring. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa penerapan mix method, yang menggabungkan metode Ummi dan Tilawati dengan dukungan media audio-visual, terbukti efektif dalam memperbaiki kemampuan pengucapan makhorijul huruf siswa di DTA Al-Ikhlas, hal ini dibuktikan oleh indikator akhir yang menyatakan bahwa siswa DTA Al-Ikhlas Berkembang Sesuai Harapan dalam pembelajaran makhorijul huruf. Refleksi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi terhadap pencapaian program, tetapi juga sebagai sarana untuk memahami pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan selama menjalankan program. Melalui refleksi, mahasiswa kkn menyadari bahwa pengajaran makhorijul huruf yang efektif tidak hanya bergantung pada metode yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi dan kebutuhan siswa. Penggunaan mix method yang menggabungkan metode Ummi dan Tilawati dengan dukungan media audio-visual terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam mengucapkan makhorijul huruf. Namun, refleksi juga menunjukkan bahwa tantangan dalam mengajar siswa yang sudah melewati tahap pengenalan huruf hijaiyah memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel dan kreatif. Refleksi ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif dan responsif dari pengajar dalam setiap tahap pembelajaran. Dengan terus memantau perkembangan siswa dan melakukan penyesuaian yang diperlukan, mahasiswa kkn dapat membantu siswa mencapai hasil yang lebih optimal. Pengalaman ini mengajarkan bahwa pendidikan yang efektif memerlukan kombinasi antara metode yang tepat, media pembelajaran yang sesuai, dan pengajaran yang adaptif serta responsif terhadap kebutuhan siswa. Selain itu, refleksi juga memberikan wawasan berharga tentang pentingnya kolaborasi dalam tim. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik di antara anggota mahasiswa kkn yang secara konsisten mendiskusikan setiap temuan dan tantangan yang dihadapi serta merumuskan solusi bersama. Kerja sama ini tidak hanya memperkuat implementasi program, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar masing-masing mahasiswa Di akhir refleksi, mahasiswa kkn menyadari bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa di DTA Al-Ikhlas, tetapi juga bagi mereka sebagai calon Pengalaman langsung di lapangan, interaksi dengan siswa, dan tantangan yang dihadapi telah memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya kesabaran, kreativitas, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pengajar. Melalui refleksi ini, mahasiswa kkn juga menyusun beberapa rekomendasi untuk keberlanjutan program pembelajaran di DTA Al-Ikhlas, dengan harapan bahwa upaya yang telah dilakukan dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa. Rekomendasi ini mencakup penggunaan media pembelajaran yang lebih variatif, peningkatan kualitas pelatihan bagi pengajar, serta penguatan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa setiap siswa mencapai kemampuan pengucapan makhorijul huruf yang Penerapan PAR dalam kegiatan PKM di DTA Al-Ikhlas Penerapan metode participatory action research dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di DTA Al-Ikhlas menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam mengucapkan makhorijul huruf. Berdasarkan tahapan eksplorasi, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan refleksi, ditemukan bahwa pendekatan mix method yang menggabungkan metode Ummi dan Tilawati dengan media audio-visual berhasil meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam membaca Al-Qur'an secara lebih fasih dan benar. Pada tahap eksplorasi masalah, observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru dan siswa DTA Al-Ikhlas mengungkapkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengucapkan makhorijul huruf dengan benar. Masalah ini menjadi hambatan utama dalam pembelajaran Al-Qur'an dan memerlukan intervensi yang tepat. Hasil eksplorasi ini kemudian menjadi dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif. Pada tahap perencanaan, pemilihan metode pembelajaran yang sesuai menjadi faktor kunci dalam menyelesaikan masalah yang ditemukan. Penggunaan metode Ummi dan Tilawati dianggap tepat karena kedua metode ini memiliki pendekatan sistematis dalam pengajaran bacaan Al-Qur'an. Integrasi media audio-visual juga dipilih sebagai alat bantu untuk memperjelas artikulasi dan pengucapan huruf hijaiyah. Keputusan untuk menggunakan pendekatan mix method didasarkan pada pertimbangan bahwa kombinasi dari kedua metode ini dapat mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam. Tahap pelaksanaan membuktikan bahwa penerapan metode yang dirancang berjalan Pembelajaran dimulai dengan pemutaran video dan audio visual yang menampilkan contoh pengucapan makhorijul huruf yang benar. Selanjutnya, siswa diberikan kesempatan untuk berlatih secara langsung dengan bimbingan mahasiswa KKN. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil meningkatkan kemampuan siswa secara bertahap, sebagaimana ditunjukkan dalam indikator perkembangan pembelajaran yang telah ditetapkan. Selama tahap monitoring, mahasiswa KKN melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan siswa dan efektivitas metode yang digunakan. Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan dalam mengucapkan makhorijul huruf dengan benar, meskipun terdapat beberapa siswa yang memerlukan bimbingan tambahan. Hambatan yang ditemukan selama monitoring, seperti kurangnya konsistensi dalam latihan, diatasi dengan meningkatkan intensitas pembelajaran dan memberikan materi tambahan. Pada tahap refleksi, ditemukan bahwa pendekatan mix method yang diterapkan memberikan hasil yang signifikan dalam meningkatkan kualitas bacaan siswa di DTA Al-Ikhlas. Siswa yang awalnya berada dalam kategori "Belum Berkembang" menunjukkan peningkatan yang signifikan dan berpindah ke kategori "Berkembang" dan "Berkembang Sesuai Harapan". Selain itu, penggunaan media audio-visual terbukti efektif dalam membantu siswa memahami makhorijul huruf secara lebih jelas. Selain dampak positif bagi siswa, program ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa KKN dalam mengimplementasikan metode pembelajaran berbasis partisipatif. Tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan, seperti perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran, memberikan wawasan tentang pentingnya fleksibilitas dan inovasi dalam mengajar. Secara keseluruhan, penerapan participatory action research dalam PKM ini membuktikan bahwa kombinasi metode pembelajaran yang tepat dan penggunaan media yang inovatif dapat meningkatkan kualitas pendidikan di DTA Al-Ikhlas. Rekomendasi untuk keberlanjutan program ini meliputi peningkatan kapasitas pengajar dalam menggunakan metode yang telah diterapkan serta integrasi media pembelajaran digital yang lebih variatif untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Kesimpulan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini menunjukkan bahwa penerapan mix method, yang menggabungkan metode Ummi dan Tilawati dengan dukungan media audio-visual, terbukti efektif dalam memperbaiki kemampuan pengucapan makhorijul huruf siswa di DTA AlIkhlas, hal ini dibuktikan oleh indikator akhir yang menyatakan bahwa siswa DTA Al-Ikhlas Berkembang Sesuai Harapan dalam pembelajaran makhorijul huruf. Melalui tahapan participatory action research, mulai dari eksplorasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring, mahasiswa kkn berhasil mengidentifikasi dan mengatasi masalah pengucapan makhorijul huruf dengan pendekatan yang sistematis dan adaptif. Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengucapkan huruf hijaiyah sesuai dengan kaidah tajwid, yang tidak hanya meningkatkan kefasihan bacaan Al-Qur'an, tetapi juga memperkuat keterikatan emosional siswa dengan Al-Qur'an. Program ini juga menekankan pentingnya fleksibilitas dan inovasi dalam metode pengajaran untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, yang pada akhirnya berkontribusi pada pengembangan pendidikan Al-Qur'an yang lebih efektif dan modern. Referensi