JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya ISSN : 2809-3151 DOI : https://doi. org/10. 54883/jikmw. https://ejournal. id/jikmw/index Pengaruh Rebusan Daun Salam (Syzygium Polyanthu. Terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat Laode Ardiansyah. Nawawi Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya ABSTRAK Daun salam . yzygium polyanthu. merupakan tanaman daun salam mampu mengatasi berbagai macam penyakit salah satunya yaitu penyakit hipertensi dimana kandungan minyak atsiri . itrat, eugeno. , tanin dan flavonoid dalam daun salam . yzygium polyanthu. mempunyai fungsi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Dinas Kesehatan Muna Barat tahun 2019 menyebabkan hipertensi menempati urutan keempat dari 10 penyakit terbanyak di Muna Barat dengan jumlah 1. 640 orang Puskesmas Pajala penderita hipertensi memiliki jumlah sebanyak 151. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rebusan daun salam . yzygium polyanthu. terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian pra eksperimen yaitu rancangan percobaan dengan melakukan penelitian dengan terapi herbal pemberian air rebusan daun salam pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretestposttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi pada lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pajala dengan jumlah penderita sebanyak 151 orang. Teknik pengambilan sampel pada peneliti ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbandingan tekanan darah pada responden sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam dengan menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai P-value = 0,00 (<0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tekanan darah pada responden sebelum diberikan air rebusan daun salam yaitu rata-rata bernilai 164/88 dengan standar deviasi 98. Sedangkan tekanan darah pada responden sesudah diberikan air rebusan daun salam yaitu rata-rata bernilai 151/80 dengan standar deviasi 6. Kata Kunci: Pemberian daun salam. Penurunan tekanan darah. Penderita hipertensi lansia The Effect of Bay Leaf Decoction (Syzygium Polyanthu. on Reducing Blood Pressure in Hypertensive Patients in the Elderly in the Working Area of The Pajala Health Center. West Muna Regency ABSTRACT Bay leaf . yzygium polyanthu. is a bay leaf plant capable of treating various kinds of diseases, one of which is hypertension where the content of essential oils . itrate, eugeno. , amines and flavoida in bay leaves . yzygium polyanthu. has a function to lower blood pressure in hypertension sufferers. The West Muna Health Office in 2019 stated that hypertension ranks fourth out of the 10 most common diseases in West Muna with a total of 1,640 Pajala Health Center people with hypertension having a total of 151. The purpose of this research is to determine the effect of boiling bay leaves . yzygium polyanthu. on reducing patient blood pressure hypertension in the elderly at the Pajala Health Center. West Muna Regency. This research method is quantitative with a pre-experimental research design, namely a trial design by conducting research with herbal therapy giving bay leaf boiled water to hypertension sufferers. This study used a one group pretest-posttest design. The population in this study were all elderly hypertension sufferers who were in the working area of the Pajala Health Center with a total of 151 sufferers. The sampling technique for this researcher used a purposive sampling technique. The research results show thatComparison of blood pressure in respondents before and after giving bay leaf boiled water using the Wilcoxon test obtained a P-value = 0. 00 (<0. Based on the results of the study, it was shown that the blood pressure of the respondents before being given bay leaf boiled water had an average value of 164/88 with a standard deviation of 98,016. Meanwhile, the blood pressure of the respondents after being given bay leaf boiled water had an average value of 151/80 with a standard deviation of 6,624. Keywords: Giving Bay Leaves . yzygium polyanthu. Reducing Blood Pressure. Elderly Hypertension Sufferers. Penulis Korespondensi : Laode Ardiansyah Afiliasi : Universitas Mandala Waluya E-mail : Laodeardiansyah01@gmail. No. Hp : 087761482692 Info Artikel : Submitted : 17 Desember 2023 Revised : 27 Desember 2023 Accepted : 29 Desember 2023 Published : 31 Desember 2023 JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 PENDAHULUAN Menurut data World Health Organization (WHO) menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi, artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderita hipertensi, hanya 36,8% di antaranya yang minum obat dan sebanyak 9,4 juta orang meninggal karena hipertensi. Terdapat 45% kematian akibat penyakit jantung dan 51% kematian akibat stroke disebabkan oleh hipertensi (Depkes RI, 2. Menurut American College of Cardiology (ACC) tahun 2017 mengklasifikasikan hipertensi yaitu tekanan sistolik 130-139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg pada stage 1 dan tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg pada stage 2 (LloydJones et al. , 2. Secara fisiologis hipertensi banyak terjadi pada lansia yang diakibatkan terjadinya penurunan fungsi tubuh (Nasrullah, 2. Lansia merupakan proses menjadi lebih tua dengan umur mencapai 55 tahun ke atas. Lansia adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas . ermasuk infeks. dan memperbaiki kerusakan (Alpin, 2. Kerusakan jaringan tubuh dapat menyebabkan penyakit degeneratif misal, hipertensi, arteriosklerosis, diabetes mellitus dan kanker (Kopp, 2. Hipertensi pada lansia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST), meningkatnya tekanan kemungkinan timbulnya kejadian stroke dan infark myocard bahkan walaupun tekanan diastoliknya dalam batas normal . solated systolic hypertensio. Isolated systolic hypertension adalah bentuk hipertensi yang paling sering terjadi pada Pada suatu penelitian, hipertensi menempati 87% kasus pada orang yang berumur 50 sampai 59 tahun. Adanya hipertensi, baik HST maupun kombinasi sistolik dan diastolik merupakan faktor risiko morbiditas dan mortalitas untuk orang lanjut usia. Hipertensi masih merupakan faktor risiko utama untuk stroke, gagal jantung penyakit koroner, dimana peranannya diperkirakan lebih besar dibandingkan pada orang yang lebih muda (R. A kuswardhani Tuty, 2. Prevalensi Hipertensi yang tinggi tidak hanya terjadi di negara maju tetapi juga di negara berkembang seperti di Indonesia. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menunjukkan angka prevalensi Hipertensi di Indonesia estimasi jumlah kasus hipertensi sebesar 63. 620 orang, dengan provinsi pada Kalimantan Selatan sebesar 44,1% dan terendah di provinsi Papua sebesar 22,2% (P2PTM Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2019 menyebutkan hipertensi menempati urutan kedua dari 10 penyakit terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah 37. 036 orang (Dinkes Sulawesi Tenggara, 2. Dinas Kesehatan Muna Barat tahun 2019 menyebabkan hipertensi menempati urutan ke empat dari 10 penyakit terbanyak di Muna Barat dengan jumlah 1. 640 orang (Dinkes JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 Kabupaten Muna Barat, 2. Puskesmas Pajala penderita hipertensi memiliki jumlah sebanyak 151 orang dengan jumlah laki-laki penderita hipertensi sebanyak 98 . ,9%) orang dan perempuan sebanyak 53 . %) orang (Data Primer 2. Salah satu cara untuk menurunkan hipertensi yaitu dengan pemberian herbal Daun salam . yzygium polyanthu. (Nisa. Daun salam . yzygium polyanthu. merupakan tanaman daun salam mampu mengatasi berbagai macam penyakit salah satunya yaitu penyakit hipertensi dimana kandungan minyak atsiri . itrat, eugeno. , tanin dan flavoida dalam daun salam . yzygium polyanthu. ini mempunyai fungsi untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi (Nurcahyanti. Kandungan kimia dalam daun salam . yzygium polyanthu. yang diduga berperan terhadap penurunan tekanan darah adalah flavonoid, minyak atsiri. Kalium dan alkaloid yang bersifat diuretik. Senyawa flavonoid pada daun salam . yzygium melancarkan peredaran darah keseluruh penyumbatan pada pembuluh darah . , selain itu senyawa flavonoid juga dapat menurunkan Systemic Vascular Resistance (SVR), mempengaruhi kerja ACE inhibitor yang angiotensin II. Efek vasodilatasi dan ACE inhibitor dapat menurunkan tekanan darah (Junaedi, 2. Selain itu, minyak atsiri atsiri yang terkandung pada daun . yzygium memberikan efek rileks dan dapat menurunkan tingkat stres yang menjadi faktor pendorong timbulnya hipertensi (Winarto, 2. Menurut hasil penelitian dari Sri Margowati . mengatakan bahwa dari 34 responden yang mengalami tekanan darah tinggi semuanya mengalami penurunan tekanan darah setelah diberikan air rebusan daun salam paling banyak berada pada kategori hipertensi ringan (Stage I). Daun salam . yzygium menurunkan tekanan darah hal ini dikarenakan kandungan flavonoid yang terdapat pada daun salam, dimana mekanisme kerja dari kandungan kimia tersebut yaitu dengan cara merangsang sekresi cairan empedu sehingga kolesterol akan keluar bersamaan dengan cairan empedu menuju usus serta merangsang sirkulasi darah sehingga mengurangi terjadinya pengendapan lemak pada pembuluh darah, maka dari itu air rebusan daun salam dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh rebusan daun salam . yzygium polyanthu. terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat. METODE Metode penelitian ini dilakukan dengan desain penelitian pra eksperimen yaitu rancangan percobaan dengan melakukan penelitian dengan terapi herbal pemberian air rebusan daun salam pada penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan one group JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah semua penderita hipertensi pada lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pajala penderita sebanyak 151 orang, dengan sampel berjumlah berjumlah 60 orang menggunakan rumus Slovin. Adapun penarikan sampel dengan menggunakan pengambilan sampel yang berdasarkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang diketahui sebelumnya. Analisis gambaran distribusi frekuensi variabel independen yang meliputi pengaruh sebelum dan sesudah pemberian rebusan daun salam pada penderita hipertensi dengan responden yang Peneliti mendapatkan data univariat tentang . yzygium penurunan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat adalah sebagai berikut: Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Responden Sebelum Intervensi di Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat Variabel Mean Median Min Max Sebelum Intervensi 8,016 95%CI 95 - 115. Berdasarkan tabel 1. distribusi frekuensi tabel diatas menunjukan bahwa sebelum diberikan air rebusan daun salam mendapatkan nilai mean 113. 02, dengan standar deviasi 8,016 dengan minimum 96 dan maximum 126 dengan tingkat kepercayaan 95% tekanan darah sebelum diberikan air rebusan daun salam kelompok intervensi diyakini antara 95 - 115. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Responden Sesudah Intervensi di Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat Variabel Mean Median Min Max Sesudah Intervensi 95%CI 27 - 104. Berdasarkan tabel 2. distribusi frekuensi tabel diatas menunjukan bahwa sesudah diberikan air rebusan daun salam mendapatkan nilai mean 102. 98, dengan standar deviasi 6. 624 dengan minimum 93 dan maximum 116 dengan tingkat kepercayaan 95% tekanan darah sebelum diberikan air rebusan daun salam kelompok intervensi diyakini antara 101. 27 - 104. Analisis Inferensial Analisa bivariat akan menguraikan ada tidaknya perbedaan rata-rata frekuensi Tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian air rebusan daun salam. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 Sebelum dilakukan analisis bivariat, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data dengan uji shapiro-wilk pada frekuensi tekanan darah pre dan post setelah pemberian air rebusan daun salam. Uji Normalitas Data Tabel 3. Uji Normalitas Data Tekanan Darah Responden Sebelum dan Sesudah Intervensi di Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat TD Sebelum TD Sesudah Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Shapiro-Wilk Statistic Sig. Berdasarkan table 3. diatas dengan uji normalitas dapat disimpulkan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian air rebusan daun salam nilai pO 0,05 sehingga data tidak berdistribusi normal. Dimana nilai tekanan darah sebelum diberikan rebusan daun salam yaitu 0. 000 dan sesudah diberikan rebusan daun salam Sehingga data yang tidak berdistribusi normal, uji hipotesis penelitian menggunakan uji komparatif non parametrik yaitu Uji Wilcoxon. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Responden Sebelum dan Sesudah Intervensi di Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat Tekanan darah sebelum . Tekanan darah sesudah . Tekana darah . Median (Minimal-Maksima. Sebelum 164/88 Berdasarkan Menunjukkan pemberian air rebusan daun salam sebelum dan sesudah dilakukan. Didapatkan tekanan darah setelah dilakukan pemberian air rebusan daun salam. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai P Value 0,000 yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan air rebusan daun salam. Nilai sebelum Nilai p Sesudah 151/80 pemberian rebusan daun salam 162/88 dan sesudah pemberian rebusan daun salam yaitu 104/80, sehingga terdapat penurunan tekanan darah yang signifikan sebelum mengkonsumsi rebusan daun salam dan sesudah mengkonsumsi rebusan daun JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 Pembahasan setelah umur 40 tahun (Amanda & Santi, 2. Pernyataan ini didukung juga oleh penelitian yang Desa Tarabita Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara menunjukan bahwa sebagian besar responden berumur Ou40 tahun akan mengalami hipertensi (Suparyanto. Risiko hipertensi semakin tinggi pada umur 40-60 tahun karena arteri telah kehilangan elastisitasnya bersamaan dengan mengakibatkan adanya perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh darah pada usia lanjut (Adam, 2. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah menunjukan bahwa jenis kelamin laki-laki berjumlah 34 . ,7%) dan perempuan berjumlah 26 . ,3%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian Harahap, . dimana didapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 8 . 3%). Pada pria dalam populasi umum memiliki angka diastolik tertinggi dalam tekanan darahnya dibandingkan dengan wanita pada semua usia dan pria juga memiliki angka prevalensi Walaupun pria memiliki kardiovaskuler pada semua usia, hipertensi pada pria dan wanita menyebabkan stroke, pembesaran ventrikel kiri, dan disfungsi ginjal. Pemberian Daun Salam (Syzygium Polyanthu. terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Pada Lansia Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bahwa responden yang paling banyak berada pada usia 75 tahun sebanyak 18 responden, usia pada responden, usia pada 60-64 tahun sebanyak 12 responden, kemudian usia 65-69 sebanyak 5 responden dan 70-74 tahun sebanyak 11 Penelitian yang dilakukan oleh Budi dkk . yaitu ada hubungan yang bermakna antara umur lansia . - 90 tahu. dengan tekanan darah. Tingginya hipertensi sejalan dengan bertambahnya umur yang disebabkan oleh perubahan struktur pada pembuluh darah besar, sehingga pembuluh darah menjadi lebih sempit dan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sistolik (Suprayitno, 2. Usia terjadinya hipertensi. Semakin bertambahnya usia maka tekanan darah juga akan mengalami Dinding arteri akan disebabkan oleh penumpukan zat kolagen pada lapisan otot, sehingga mengakibatkan pembuluh darah menyempit dan menjadi kaku JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 Hipertensi terutama mempengaruhi wanita karena faktor resikonya dapat dimodifikasi dan hipertensi sering terjadi pada laki-laki tua (Ekarini. Wahyuni and Sulistyowati. Penurunan tekanan darah pada lansia diakibatkan oleh kandungan kimia yang terdapat didalamnya seperti minyak atsiri, sitrat, eugenol, flavonoid serta tanin yang mempunyai fungsi untuk menurunkan tekanan darah dimana cara kerja dari senyaa kimia ini degan cara mengeksresi cairan empedu sehingga kolestrol yang ada didalam pembuluh darah keluar bersamaan dengan zat-zat sisa 48 yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh . sehingga aliran darah menjadi lancar (Nurcahyati. Berdasarkan tabel 5. 8 uji Wilcoxon dapat disimpulkan nilai pvalue 0,000 (<0. berarti terdapat pengaruh rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah sesudah diberikan air rebusan daun Berdasarkan dari nilai Z dapat disimpulkan bahwa setiap dilakukan pemberian air rebusan daun salam ini mengalami penurunan tekanan darah sebesar -6. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Putri Dafrina di Sungai Bungkal. Kerinci tahun 2016, tentang pengaruh rebusan daun perubahan tekanan darah pre-test dan Post- Test dengan hasil uji statistik t-test didapatkan p-value 000 < . yang berarti ada pengaruh antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam (Putri Dafrina. Timbulnya pembuluh darah dapat dicegah oleh daun salam karena beberapa sebab yaitu, daun salam dapat mengurangi pengentalan dan agregasi darah, menurunkan kadar kolesterol darah dan menghambat pertumbuhan sel otot halus di sekitar urat nadi yang dipicu oleh kolesterol (Astawan. Daun salam mengandung kemampuan dalam menghambat angiotensin transferase. Seperti kita ketahui ACE berperan sebagai pembentukan angiotensin II yang akan mempengaruhi pembuluh darah yaitu dengan vasokontriksi dan menaikan ekskresi garam dan air di ginjal sehingga mengakibatkan tekanan darah naik. Dengan dihambatnya ACE oleh flavonoid dalam daun salam maka proses sehingga pembuluh darah dapat bervalidasi mengakibatkan total peripheral resistance (TPR) air dan garam di ginjal akan menurun menurunkan dan tekanan darah turun (Enur Syahrini, 2. Hal ini sesuai pendapat Harismah and Chusniatun, . yang mengatakan bahwa daun salam mengandung zat kimia alami seperti kalium dan alkaloid yang JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 bersifat diuretik yaitu membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh, berkurangnya cairan dalam darah akan menurunkan tekanan darah. Sedangkan menurut Junaedi . , bahwa kandungan kimia dalam daun salam yang berperan terhadap penurunan tekanan darah adalah Senyawa flavonoid dapat melancarkan peredaran darah keseluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah. Selain itu senyawa flavonoid juga dapat menurunkan Systemic Vascular Resistance (SVR), menyebabkan vasodilatasi dan mempengaruhi kerja ACE inhibitor terjadinya perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II. Efek vasodilatasi dan ACE inhibitor dapat Sedangkan Winarto . , minyak atsiri pada daun salam dapat memberikan efek rileks serta senyawa kimia aromatik, dari kandungan eugenol yang baik untuk mengurangi stress. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Anas Tansari . didapatkan hasil bahwa daun salam ternyata lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dibandingkan dengan daun alpukat karena didalam daun salam itu sendiri mengandung kandungan kimia flavonoid, minyak atsiri, tanin serta eugenol yang dapat menurunkan tekanan darah pada penderita Menurut Nisa, . , bahwa kondisi yang berkaitan dengan usia ini adalah produk Arteriosklerosis dari arteri-arteri utama, terutama aorta, dan akibat dari berkurangnya kelenturan. Pengerasan arteri-arteri ini dan menjadi semakin kaku, arteri dan aorta itu kehilangan penyesuaian Kekakuan pembuluh darah disertai dengan penyempitan dan Berdasarkan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penurunan tekanan darah farmakologis yaitu dengan daun salam, karena kandungan daun salam mampu menurunkan kadar hormone stress dalam tubuh dan mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh, daun salam vasodilatasi dan mempengaruhi kerja ACE Karena menyebabkan vasodilatasi dan mempengaruhi kerja ACE inhibitor dapat menghambat perubahan angiotensin I menjadi angiotensin II. Sehingga efek vasodilatasi dan ACE menurunkan tekanan darah, dengan demikian daun salam dapat digunakan sebagai penurunan tekanan darah. Menurut hasil penelitian dari Putri Dafrina, . mengatakan JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 bahwa dari 34 responden yang mengalami tekanan darah tinggi semuanya mengalami penurunan tekanan darah setelah diberikan air rebusan daun salam paling banyak berada pada kategori hipertensi ringan (Stage I). Daun salam ini terbukti dapat menurunkan tekanan kandungan flavonoid yang terdapat mekanisme kerja dari kandungan kimia tersebut yaitu dengan cara merangsang sekresi cairan empedu sehingga kolesterol akan keluar bersamaan dengan cairan empedu menuju usus serta merangsang sirkulasi darah sehingga mengurangi terjadinya pengendapan lemak pada pembuluh darah, maka dari itu air menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia. Menurut asumsi peneliti penderita hipertensi yang rutin mengkonsumsi rebusan daun salam dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan aliran darah dan pemasukan oksigen kedalam otototot jantung dan merilekskan pembuluh darah. Rebusan daun menyebabkan efek samping kepada Oleh karena itu dengan mengkonsumsi air rebusan daun salam 2 kali sehari sebanyak 200 ml pada pagi dan sore hari sebelum makan selama 7 hari diharapkan tekanan darah tinggi dapat Daun salam ini terbukti dapat menurunkan tekanan darah hal ini dikarenakan kandungan flavonoid yang terdapat pada daun salam, dimana mekanisme kerja kandungan tersebut yaitu dengan cara merangsang sekresi cairan empedu sehingga kolesterol akan keluar bersama dengan cairan empedu menuju usus serta sehingga mengurangi terjadinya pembuluh darah, maka dari itu menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia. Dari hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa daun (Syzygium Polyanthu. memiliki kandungan flavonoid, minyak atsiri dan alkaloid yang mana efektif mampu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi pada lansia dari hari pertama mengkonsumsi rebusan daun salam (Syzygium Polyanthu. hingga hari KESIMPULAN Pengukuran tekanan darah pada responden sebelum diberikan air rebusan daun salam yaitu rata-rata bernilai 164/88 dengan standar deviasi 98. Pengukuran tekanan darah pada responden sesudah diberikan air rebusan daun salam yaitu ratarata bernilai 151/80 dengan standar deviasi 6. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 83-93 Ada rebusan daun salam . yzygium penderita hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat Wilayah Kerja Puskesmas Bugul Kidul. Jawa Timur. Astawan . Cegah hipertensi dengan pola Jakarta: Gramedia. Dinkes Kabupaten Muna Barat . Jumlah Kasus 10 Penyakit Terbanyak di Muna Barat. Badan Pusat Statistik Muna Barat. Dinkes Sulawesi Tenggara . Jumlah Kasus 10 Penyakit Terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada: Yayasan Mandala Waluya Kendari yang telah memberikan dana penelitian Yayasan kepada para dosen lingkup Universitas Mandala Waluya terlaksananya Tridharma. Ekarini. Wahyuni. and Sulistyowati. AoFaktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Usia DewasaAo. Jkep, 5. , pp. 61Ae73. Available at: https://doi. org/10. 32668/jkep. Enur Syahrini . Faktor-faktor resiko Hipertensi primer di puskesmas tlogosari kulon kota Universitas Diponegoro. Kepada ketua LPPM Universitas Mandala Waluya yang telah sehingga penelitian ini dapat Kepada Kepala Puskesmas Pajala Kabupaten Muna Barat yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian di wilayah kerjanya, sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. Harahap. Pengaruh Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Puskesmas Gading Kecamatan Barumun Barat. Universitas AUFA Royhan. Harismah. dan and Chusniati . AoPemanfaatan Daun Salam (Eugenia polyanth. Sebagai Obat Herbal Dan Rempah Penyedap MakananAo. Warta LPM, 19, pp. 110Ae118. Kopp. AoHow western diet and lifestyle drive the pandemic of obesity and civilization diseasesAo. Diabetes. Metabolic Syndrome and Obesity, 12, pp. 2221Ae2236. Available https://doi. org/10. 2147/DMSO. S216791. DAFTAR PUSTAKA