Society: Community Engagement and Sustainable Development Vol 2 No 1 DOI https://doi. org/10. 62515/society (ISSN : 3089-3992 and E-ISSN : 3089-3. Penerapan Mengaji Metode Tilawati di DTA Al Barkah Rusli Ruswanto1. Ani Rohani2. Deis Rosfiani3. Iim Nursalim4. Eva Faridah5. Habib Nurasid6. Jefri Saputra7 1,4,6,7Program Studi MPI. STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia 2,3,4Program Studi PIAUD. STITNU Al-Farabi Pangandaran. Indonesia 1Email: rusliruswanto12@stitnualfarabi. 2Email: anirohani@stitnualfarabi. 3Email: deisrosfiani05@stitnualfarabi. 4Email: iimnursalim10@gmail. 5Email: evafaridah11@gmail. 6Email: habibnursaid@gmail. 7Email: jefrisaputra@gmail. Artikel History Received: 3 Maret 2025 Reviced: 7 Maret 2025 Accepted: 31 Maret 2025 https://doi. org/10. Keywords Teacher. Reciting AlQur'an,Tilawati Method Kata Kunci Guru. Mengaji Al-QurAoan. Metode Tilawati Abstract The Tilawati method is an approach or technique in learning the Qur'an that uses elements such as rhythm, rhythm, and intonation in reading the holy verses of the Qur'an. The main purpose of this method is to generate interest, enthusiasm, and emotional involvement of learners . specially childre. towards reciting the Qur'an. In the Tilawati method, reading verses of the Qur'an are not only taught verbally, but also given melodic nuances with various variations of rhythm and intonation. This aims to create a more interesting atmosphere and help remember the verses better. This method combines elements of reading with pleasant sound to produce a more enjoyable learning experience. The method used is PAR-based community service, with an approach through observation, data collection, monitoring/action, and evaluation. The result of holding this activity was the enthusiasm of the villagers and DTA and TPQ children who took part in this activity. The continuation of this kind of program is highly expected by the villagers so that their children can become fluent and better at reciting the Al QurAoan and studying the knowledge of the Qur'an. Abstrak Metode Tilawati adalah pendekatan atau teknik dalam pembelajaran Al-Qur'an yang menggunakan unsur-unsur seperti irama, ritme, dan intonasi dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk membangkitkan minat, semangat, dan keterlibatan emosional para pembelajar . erutama anak-ana. terhadap bacaan AlQur'an. Dalam metode Tilawati, bacaan ayat-ayat Al-Qur'an tidak hanya diajarkan secara verbal, tetapi juga diberikan nuansa melodis dengan berbagai variasi irama dan intonasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih menarik dan membantu mengingat ayat-ayat tersebut dengan lebih baik. Metode ini memadukan unsur-unsur pembacaan dengan alunan suara yang enak didengar sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Metode yang digunakan adalah pengabdian masyarakat berbasis PAR, dengan pendekatan melalui observasi, pengumpulan data, monitoring/aksi, dan evaluasi. Hasil dari diadakannya kegiatan ini yaitu rasa antusias warga desa serta anak-anak DTA dan TPQ yang mengikuti kegiatan ini. Kelanjutan dari program sejenis ini sangat di harapkan oleh warga desa supaya anak-anak mereka dapat fasih dan lebih baik lagi dalam mengaji serta mempelajari ilmu Al-QurAoan. How to cite this article: Ruswanto. Rohani. Rosfiani. Nursalim. Faridah. Nurasid. Saputra. Penerapan Mengaji Metode Tilawati di DTA Al Barkah. Society: Community Engagement and Sustainable Development. Vol. 2 (No. , 14-24. Pendahuluan Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan nilai dan norma yang melandasi kehidupan sehari-hari yang berasal dari budaya turun temurun. Nilai dan norma tersebut menjadi sikap positif dalam konteks personal maupun ketika bermasyarakat yang diharapkan berkembang menjadi karakter bangsa. Pendidikan karakter adalah sebuah upaya yang sistematis, terancana, dan prosedural dalam mengenalkan, mengajarkan, membiasakan, dan mengembangkan karakter positif pada siswa. (Supinah & Parmi , 2. Pendidikan karakter bisa diberikan melalui jalur non formal dan formal. Pada jalur non formal pendidikan karakter dilakukan dalam keseharian di keluarga dan masyarakat, adapun pada jalur formal yaitu pendidikan karakter diajarkan kepada siswa di sekolah ( Suwartini , 2. Pembinaan karakter anak penting untuk diupayakan di sekolah apabila tersistem dengan baik. Proses inisiasi dan pembiasaan karakter positif akan efektif ketika dilaksanakan di sekolah. Sekolah juga menjadi tempat anak untuk bertemu dan berinteraksi dengan berbagai karakter guru, teman, dan seluruh komponen sekolah. Penyesuaian anak dengan kegiatan di sekolah juga menjadi sarana yang tepat untuk mengajarkan karakter pribadi dan sosial yang positif. Pendidikan pengetahuan baru sebagai pengalaman belajar yang mempengaruhi kehidupannya kelak. Proses belajar ini terjadi sepanjang usia manusia. Mulai dari lahir hingga Pendidikan secara individu bisa dilakukan pada lembaga pendidikan yang formal maupun lembaga yang non formal. Lembaga pendidikan formal itu seperti sekolah, yaitu sebuah lingkungan pendidikan yang terencana dan terstuktur dengan tujuan yang sudah terencana juga. Di dalamnya anak-anak berproses memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, dari proses pendidikan di lembaga pendidikan ini guru berperan sebagai fasilitator yang menbimbing anak-anak mencapai tujuan dari sebuah pendidikan. Proses fasilitasi seorang guru akan efektif jika proses pembelajaran yang dilakukan tidak monoton. Menggunakan beragam variasi dalam metode kajian Keagamaan, keilmuan serta teknologi pembelajaran, tujuannya agar materi yang disampaikan guru dapat diserap dengan maksimal oleh siswa. Siswa bisa cepat memahami ataupun menghafal materi yang sedang di jelaskan atau yang sudah Namun masalahnya, tidak semua anak suka menghafal materi belajar, faktornya bisa dari diri sendiri yang kurang minat, malas atau bahkan bosan. Bisa jadi dari metode yang digunakan dalam menghafalan yang kurang efektif. Oleh karenanya, banyak para ahli yang menerapkan berbagi metode agar anak mudah menghafal materi yang diberikan diantaranya adalah dengan metode tilawati. Sebuah metode yang menggunakan lagu Rosh dalam penerapannya. Sehingga anak akan lebih mudah paham dan hafal terhadap materi belajar. (Amalia Fn, 2. Metode tilawati ini seringkali dipakai dalam pembelajaran Al QurAoan anak-anak di TPQ. Di dalam metode ini yang mempermudah pembelajaran bisa dimasukan materi hafalan yang sangat membantu anak untuk belajar menghafal doa-doa dalam beribadah maupun doa-doa dalam kegiatan sehari-hari. Dengan kelebihan yang dimiliki oleh metode tilawati diharapkan mampu mempermudah anak untuk menerima pelajaran hafalan yang diberikan guru dan juga dapat membantu para siswa bisa membaca AlQurAoan dengan baik dan benar. Anak-anak di Desa Sukamaju masih banyak yang buta huruf hijaiyah, jadi mereka itu sudah besar akan tetapi dalam membaca Al-QurAoan itu masih terbata-bata bahkan ada yang susah untuk membacanya. Selain itu dari pihak pengajar belum mengetahui tentang metodi tilawaati yang dapat mempermudah pembacaan Al-QurAoan karena dalam tilawati itu menggunakan irama yang dapat menarik minat siswa untuk belajar Al-QurAoan. Penggunaan metode yang kurang tepat dalam suatu pembelajaran dapat menyebabkan hasil pembelajaran menjadi kurang optimal. Penerapan metode tilawati menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan anak dalam baca Al-Quran. Prinsip pengajaran Al-Quran menggunakan metode tilawati yaitu diajarkan secara praktis dengan menggunakan lagu rost, diajarkan secara klasikal menggunakan peraga, diajarkan secara individu dengan tehnik baca simak menggunakan buku. ( Willy & Utami, 2. Dengan demikian kegiatan ini sebagai dasar untuk meningkatkan daya minat anak-anak dalam belajar Al-QurAoan menggunakan metode tilawat. Berdasarkan analisis permasalahan di atas, dalam penyampaian mengaji itu masih dengan metode klasik dan belum mengenal apa itu metode tilawati. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), dapat melihat bahwa penyuluhan tentang pentingnya sebuah metode pada pengajaran mengaji Al-QurAoan supaya anakanak tertarik dan menyukainya. Pada masa anak usia dini itu adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan sebuah pengajaran Al-QurAoan, karena kemampuan mereka yang cepat menangkap pengajaran supaya mereka mengetahui bahwa Al-QurAoan itu sangatlah indah dan terdapat berbagai kisah-kisah di dalamnya. Maka dari itu sasaran dari program kegaitan ini adalah para guru DTA maupun TPQ yang berada di DTA AL BARKAH. Kajian Teori Mengajarkan membaca Al Quran, guru mengaji tidak selalu memberikan ceramah atau nasihat ataupun mengisi tausiyah dalam sebuah pengajian, sebagaimana halnya para ustadz. Guru mengaji lebih memfokuskan siswanya agar fasih dalam membaca Al Quran. Di Indonesia, jenjang pendidikan usia dini, yakni Taman Kanakkanak yang mengajarkan Al Quran baru (TKA) muncul tahun 1987. Sepuluh tahun kemudian muncullah Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang khusus mengajar pada anak anak usia dini belajar membaca Al Quran. Pada periode sebelumnya, belajar membaca Al Quran dilakukan oleh Ustadz atau Ustadzah di majelis taklim. Dahulu yang biasa diajarkan di lingkungan masyarakat adalah menghafal suratan pendek Al Quran ataupun mempelajari huruf hijaiyah untuk memperlancar bacaan. Namun bagi siswa maupun masyarakat yang kemampuan membaca Al Quran ingin meningkat maka mereka biasanya perlu mencari guru mengaji yang mengajarkan mengaji dengan ilmu tajwid dan tartil yang lebih dan benar. Biasanya para orang tua memanggilkan guru privat untuk belajar mengaji dengan pertemuan mengaji secara klasik dilakukan melalui pertemuan langsung baik pertemuan bersama di tempat guru ataupun di rumah muridnya ( Kulsum, 2. Metode Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yaitu merupakan salah satu model penelitian yang mencari sesuatu untuk menghubungkan proses penelitian ke dalam proses perubahan Perubahan sosial yang dimaksud ialah proses pemberdayaan itu dapat mewujudkan tiga tolak ukur, yaitu adanya komitmen bersama dengan masyarakat, adanya local leader dalam masyarakat dan adanya institusi baru dalam masyarakat yang dibangun berdasarkan kebutuhan. (Rahmat & Mirnawati, 2. Di dalam kegiatan PAR, peneliti/praktisi PAR tidak memisahkan diri dari situasi masyarakat yang diteliti, melainkan melebur ke dalamnya dan bekerja bersama warga dalam melakukan kegiatan PAR. PAR itu mengulik suatu kondisi di masyarakat berdasarkan sistem makna yang berlaku dalam lingkungan, bukan menurut disiplin ilmu tertentu di luar budaya masyarakat tersebut. ( Tampubolon. SH, 2. Metode Partivipatory Action Research (PAR) terdapat beberapa jenis pendekatan yang dapat digunakan, seperti pendekatan formatif, penyelesaian masalah, analisis model, peran serta, perbaikan sistem, dan juga kesadaran kritis. Dalam penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat ini, pendekatan yang kami lakukan yaitu dengan tahapan observasi, pengumpulan data, monitoring/aksi, dan evaluasi. ( Soedjiw. Oleh karena itu. PAR adalah kebutuhan kita dalam upaya mendapatkan sebuah perubahan yang meningkat. Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat metode PAR ini dilakukan melalui pembentukan panitia kegiatan, koordinasi dengan Kepala DTA AL BARKAH, rapat untuk menyusun acara, serta mengkoordinasikan pada pihak yang bersangkutan terkait pelaksanaan acara yang akan dilakukan. ( Afand. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan pada hari Minggu, 30 Agustus 2024 jam 16:00 di DTA AL BARKAH ini dihadiri oleh para guru, dan juga anakanak. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendampingan kepada guru yang paling dekat dengan anak-anak, supaya mereka dapat mengajarkan sebuah metode tilawati pada ananknya guna menjadikan anak itu senang dan gemar membaca AlQurAoan. Proses pengabdian ini, langkah awalnya dengan melakukan observasi ke DTA AL BARKAH untuk mengetahui keadaan yang ada di lapangan terkait metode yang digunakan pada saat mengaji. Dari hasil observasi ini maka dapat diketahui bahwa kebanyakan guru masih menggunakan metode yang lama layaknya DTA pada umumnya yang banyak membahas tentang pelajara-pelajaran Agama Ialam dan tidak terfokuskan pada pengajaran bacaan Al-QurAoan. Oleh karena itu kami para tim pengabdidan memberikan sebuah masukan pada guru yang berada di DTA untuk menggunakan metode tilawati yang dapat menarik minat anak-anak dalam belajar membaca AlQurAoan, karena metode ini menggunakan sebuah irama untuk belajarnya (Aulia & sulton. Hasil dan Diskusi Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu dengan melakukan koordinasi terlebih dahulu yang dilakukan dengan DTA AL BARKAH. Sasaran yang dituju dari kegiatan ini adalah para guru yang dapat mengajari anak-anak pentingnya belajar Al-QurAoan. Hal ini memiliki tujuan diharapkan dapat terpenuhinya sasaran pemateri supaya ilmu yang disampaikan dapat terserap dengan baik oleh semua pihak yang mengikuti kegiatan ini. Gambar 1. Kegiatan edukasi pada anak-anak di DTA Al Barkah (Sumber: Dokumentasi Tim Pengabdian, 2. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa dengan monitoring Dosen Pembimbing Lapangan. Sebelum kegiatan ini di lakukan, kami para mahasiswa memperkenalkan diri lalu mencari tahu tentang metode yang sudah diterapkan di DTA AL BARKAH Desa Sukamaju. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui apakah para guru menerapkan metode tilawati untuk mengajar mengaji ataukah belum. Materi yang di sampaikan saat terlaksananya kegiatan yaitu sebuah pengenalan metode tilawati, manfaat metode tilawati dan menanamkan karakter cinta QurAoan pada anak. Kemudian, kegiatan ini dilanjutkan dengan datang ke DTA AL BARKAH guna mencari tahu metode seperti apa yang mereka gunakan untuk mengajarkan ilmu Al-QurAoan dan juga memantau perkembangan anak saat sesudah mengenal metode tulawati ini. Di DTA maupun TPQ tersebut, kami sebagai tim pengabdian memberikan edukasi terkait metode tilawati yang dapat menarik daya minat anak terhadap belajar Al-QurAoan karena dalam metode ini menggunakan sebuah irama. Melalui edukasi ini, anak-anak merasa senang dan mereka dapat merasakan manfaatnya. Pemberian edukasi ini memberikan pengalaman luar biasa kepada anak-anak, mereka terlihat antusias mendengarkan, dan mereka juga aktif mengikuti arahan untuk belajar bersama-sama. Hal ini yang di harapkan oleh kami selaku tim pengabdian untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat mengaji anak-anak terhadap ilmu Al-QurAoan. Setelah kegiatan ini selesai, tidak lupa kami memberikan kesan dan pesan kepada orang tua dan juga guru agar menerapkan metode tilawati ini untuk mengaji Al-QurAoan karena anak-anak sangat menyukainya. Kegiatan edukasi tentang metode tilawati yang dilaksanan pada hari minggu tanggal 30 Agustus 2023 jam 16:00 dengan pemateri Iim Nursalim di DTA Al Barkah ini berjalan sukses. Muhamad Asim, dkk . menyebutkan bahwa metode tilawati merupakan sebuah cara belajar membaca Al-Quran dengan ciri khas menggunakan lagu rost dengan pembiasaan pendekatan secara imbang. Metode ini bisa diajarkan secara verbal dengan menggabungkan irama dan intonasi untuk memberikan suasana membaca yang menarik sekaligus membuat pembelajar mampu mengingat ayat tersebut dengan lebih baik. Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilakukan koordinasi dengan guru-guru DTA Al Barkah. Tujuan koordinasi ini adalah ingin mengetahui sejauh mana para guru mengajarkan anak didik dalam membca al quran dan memastikan metode penyampaian materi dapat tersampaikan dengan baik dan efektif kepada peserta. Selanjutnya kami melihat tingkat kemampuan membaca Al-QurAoan anak anak DTA Al Barkah dan dapat di simpulkan bawa: a. Banyak anak-anak DTA yang belum lancar dalam membaca AlQurAoan, b. Sebagian besar peserta masih mengalami kesulitan dalam mengenali dan membaca huruf hijaiyah dengan benar, c. Beberapa peserta belum memahami makharijul huruf serta hukum tajwid dasar. Meskipun terdapat kendala dalam kemampuan membaca, para peserta tetap antusias dalam mengikuti kegiatan. Mereka aktif bertanya, mencoba langsung metode Tilawati, dan berusaha memahami materi yang disampaikan oleh pemateri. Sehingga dapat dikatakan bahwa metode tilawati cukup efektif dalam mendukung kemajuan membaca Al-QurAoan. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh Hasanah. yang melaporkan hasil penelitiannya bahwa dalam implementasi metode tialawati dapat dikatakan cukup baik meskipun pembelajaran terbatas . anya berjalan dalam waktu satu tahu. namun kemajuannya prestasi membaca Al-QurAoan sangat meningkat. Hal ini dapat dilihat peningkatan nilai-nilai sangat cukup baik dan prestasi Al-QurAoan sangat baik. Pemateri menjelaskan metode Tilawati secara sistematis, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, teknik membaca dengan nada yang benar, hingga praktik langsung. Metode yang digunakan mencakup ceramah, demonstrasi, dan latihan membaca secara berkelompok maupun individu. Hasil pembelajaran mengutamakan pada peningkatan dalam kemampuan membaca Al-QurAoan siswa, dengan tahapan yaitu target pembelajaran, proses pembelajaran, materi dan evaluasi pembelajaran. Kemudian hasil dari pembelajaran Al-QurAoan dengan menggunakan metode tilawati sangat baik sehingga anak mendapat kesenangan tersendiri dalam proses pembelajaran dan meningkat jauh lebih baik, hal tersebut tampak dari hasil penilaian atau munaqosyah yang telah dilaksanakan (Dean Hermawan, dkk 2. Kendala yang dihadapi diantaranya kami temukan yakni: Kesulitan peserta dalam mengenali huruf hijaiyah menjadi tantangan utama dalam penerapan metode tilawati. Keterbatasan waktu membuat sesi latihan belum dapat dilakukan secara menyeluruh untuk semua peserta, serta Dibutuhkannya pendekatan yang lebih bertahap agar anak-anak yang belum mengenal huruf hijaiyah dapat belajar dari dasar sebelum masuk ke metode tilawati. Oleh karena itu tim pengabdian berasumsi bahwa penerapan mengaji menggunakan metode tilawati diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta dalam mempelajari dan membaca Al-QurAoan. Hal ini mendukung temuan sebelumnya yang dilakukan oleh Selvia. Rahmad. , & Sulistyowati. yang melaporkan bawah metode tilawati yang diajarkan kepada dapat menambah motivasi siswa dalam membaca Al-Quran, memberikan pemahaman terhadap makhorijul huruf dan tajwid yang benar dan tepat, serta meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran siswa menggunakan metode tilawati. Berdasarkan temuan di lapangan, kegiatan edukasi metode Tilawati ini berhasil dalam memberikan wawasan dan keterampilan dasar kepada peserta. Namun, masih terdapat tantangan besar, terutama dalam meningkatkan kemampuan dasar membaca Al-QurAoan bagi anak-anak yang belum mengenal huruf hijaiyah. Untuk mengatasi kendala ini, beberapa langkah yang dapat diterapkan dalam kegiatan selanjutnya Pemberian kelas dasar bagi anak-anak yang belum mengenal huruf hijaiyah sebelum mereka masuk ke tahap metode Tilawati. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik intensif, seperti pengenalan huruf dengan metode interaktif atau penggunaan alat bantu visual untuk memudahkan anak-anak dalam mengenali huruf hijaiyah. Durasi kegiatan yang lebih panjang, sehingga sesi praktik dapat lebih maksimal dan memberikan kesempatan bagi semua peserta untuk mendapatkan bimbingan lebih Pelatihan bagi guru-guru DTA, agar mereka dapat mengajarkan metode Tilawati secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak-anak. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, tetapi memerlukan evaluasi dan pengembangan lebih lanjut agar dapat menjangkau peserta dengan berbagai tingkat kemampuan membaca Al-QurAoan. Mendukung penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh Khoerudin & Kustiani . yang melaporkan bahwa metode yang tilawati dapat mendorong siswa memiliki kemajuan dalam pembelajaran tahsin Al-Quran. Kesimpulan Dari penjelasan dan pemaparan sebuah masalah di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini sudah memenuhi target dan harapan yang sudah kami Hal ini terbukti dengan rasa antusias warga desa serta anak-anak DTA dan TPQ yang mengikuti kegiatan ini. Kelanjutan dari program sejenis ini sangat di harapkan oleh warga desa supaya anak-anak mereka dapat fasih dan lebih baik lagi dalam mengaji serta mempelajari ilmu Al-QurAoan. Referensi