Pengembangan Panduan Teknik Motivational Interviewing untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik-Atlet PENGEMBANGAN PANDUAN TEKNIK MOTIVATIONAL INTERVIEWING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK-ATLET Arifa Luthfi Aulia Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: arifa. 20062@mhs. Bambang Dibyo Wiyono Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: bambangwiyono@unesa. Abstrak Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk membuat buku panduan motivational interviewing yang dapat dijadikan sumber informasi dan referensi untuk membantu guru BK mengaplikasikan layanan konseling khususnya dengan menerapkan teknik motivational interviewing untuk membantu menumbuhkan semangat belajar akademik pada peserta didik-atlet yang mempunyai motivasi untuk belajar akademik rendah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang sesuai dengan penelitian dan pengembangan (R&D). Namun, karena terdapat keterbatasan waktu dan biaya, penelitian ini hanya menggunakan tahap lima dari sepuluh tahapan yang diberikan oleh Brog & Gall. Lima tugas adalah sebagai berikut: 1. Mencari informasi melalui survei dan penelitian kepustakaan. Melakukan perencanaan. Membuat bentuk awal produk. Melakukan uji coba awal. Revisi produk. Berdasarkan temuan validasi ahli, dapat disimpulkan bahwa buku panduan motivational interviewing dapat membantu meningkatkan motivasi untuk belajar memperoleh kriteria sangat baik dan layak pakai. Kata Kunci: panduan, motivational interviewing, motivasi belajar akademik Abstract The purpose of this research and development is to create a book on the concept of motivational interviewing that may be used to assist BK teachers in helping at-risk students who lack the motivation to learn academic subjects. This research is a study of applied gembabung that aligns with applied gembabung and research (R&D). However, due to time constraints and financial constraints, this study only uses the first five of the six tests provided by Brog & Gall. The list of tasks is as follows: 1. Searching via surveys and kepustakaan research. Conducting market research. Creating product prototypes. Executing coba awal uji. Managing product inventory. Based on the completeness of the ahli validation, it can be concluded that the wawancara motivation book can help increase the desire to learn meets the criteria very well and obtains alternative decisions to use. Keywords: guide, motivational interviewing, academic learning motivation Peserta didik-atlet memiliki kebutuhan, kapasitas, waktu, pembelajaran, dan penilaian yang berbeda dari peserta didik biasa atau non-atlet. (Wisudawati. Sahrani, & Hastuti, 2. Peserta didik-atlet memiliki tanggungjawab ganda sebagai peserta didik yang harus rajin belajar dan sebagai atlet yang harus sering berlatih, yang mengakibatkan komitmen sebagai peserta didik dan atlet kurang ideal dan menurunnya motivasi belajar. Hal tersebut juga terjadi pada peserta didik yang menjadi atlet di SMAN 1 Menganti, yang mana sebagian besar peserta didik yang menjadi atlet mempunyai motivasi belajar akademik yang rendah. Hal tersebut dapat dilihat dari salah satu cirinya yaitu dengan memanfaatkan surat dispensasi latihan untuk tidak mengikuti pembelajaran di Peserta didik-atlet lebih mementingkan prestasi olahraga daripada prestasi akademik. Ini terlihat pada prestasi olah raga yang lebih baik daripada prestasi akademik yang biasanya lebih rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta didik tidak mempunyai keinginan yang kuat untuk belajar akademik. Menurut Woldsowski dan Jaynes . , anak-anak secara PENDAHULUAN Salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah peserta didk tidak termotivasi untuk belajar. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa peserta didik tidak termotivasi untuk belajar, terutama dalam mata pelajaran yang dianggap menakutkan dan sulit untuk mereka pahami seperti matematika, fisika, dan kimia. Banyak peserta didik merasa tidak betah dan malas mendengarkan penjelasan dari guru saat pembelajaran berlangsung, bahkan tidak jarang mereka bolos Pelajaran (Hendrizal. Fenomena ini juga terjadi pada peserta didik yang menjadi atlet di lokasi penelitian yaitu di SMAN 1 Menganti. Berdasarkan hasil observasi dan juga terdapat beberapa keluhan guru mata pelajaran yang mengajar di kelas, bahwa tidak jarang peserta didik yang menjadi atlet memanfaatkan surat dispenasi latihan dan mengulur waktu latihan lebih lama agar tidak mengikuti pembelajaran di Pengembangan Panduan Teknik Motivational Interviewing untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik-Atlet alami tertarik pada hal-hal positif, seperti belajar dan pengetahuan, tetapi mereka juga bisa tertarik pada hal-hal Motivasi belajar merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang peserta didik yang nantinya akan menentukan suatu keberhasilan untuk mencapai tujuan belajar. Adanya semangat belajar yang tinggi akan sangat menentukan kualitas belajar yang baik, sehingga dapat lebih mudah untuk menciptakan prestasi. Motivasi menurut (Nursalim, 2. adalah proses menggerakkan motif atau motif-motif untuk bertindak atau berperilaku dengan cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Menurut teori (Sardiman, 2. , motivasi belajar adalah komponen psikis dan tidak intelektual. Peningkatan semangat, kebahagiaan, dan keinginan untuk belajar adalah peranannya yang unik. Menurut Sardiman . , peserta didik yang sangat termotivasi akan sangat tertarik untuk berpartisipasi dalam kegiatan belajar. Berikut adalah beberapa contoh motivasi seseorang: . ulet dalam mengerjakan tugas, . berani menghadapi kesulitan, . menunjukkan minat belajar, . lebih senang bekerja mandiri, . cepat bosan dengan tugas rutin dan monoton, . dapat mempertahankan pendapatnya, . tidak mudah melepaskan pendapatnya, . senang mencari dan memecahkan soal-soal. Dalam hal ini, peran guru terutama guru BK atau konselor sangat penting untuk dapat membantu mendorong semangat peserta didik dalam menumbuhkan motivasi belajar. Guru BK cenderung fokus pada kedislipinan dan kehadiran siswa saat ini. Akibatnya, mereka gagal menangani kebutuhan dan masalah siswa lain secara efektif. Akibatnya, siswa gagal menyelesaikan masalah belajar secara mandiri, yang mengakibatkan mereka membolos pelajaran selama kelas berlangsung. Sangat berbahaya bagi siswa jika masalah ini tidak ditangani segera. Sekolah, guru, dan orang tua harus sangat memperhatikan penanganan siswa dengan masalah motivasi belajar rendah. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi oleh siswa terutama berkaitan dengan masalah belajar, siswa memiliki kemampuan untuk membangun dan mengarahkan diri mereka ke arah yang positif. Peserta didik harus memiliki kemampuan untuk bertindak secara mandiri ketika menghadapi tantangan, sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas perkembangan dan bersaing dengan siswa lain ketika proses belajar. Selain itu, hasil dan prestasi belajar dapat dianggap baik. (Fadlurahman. Adapun salah satu cara yang dapat diusahakan oleh guru BK atau konselor untuk membantu meningkatkan motivasi peserta didik adalah dengan pemberian layanan Konseling adalah suatu hubungan atau layanan yang dilakukan secara tatap muka oleh konselor kepada klien untuk membantu memahami diri dan lingkungnnya, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan lebih lanjut dapat belajar untuk menyelesaikan masalah yang sedang Dalam hal ini seorang konselor diharapkan mempunyai keterampilan mampu mengaplikasikan dan menguasai pendekatan konseling yang efektif, sehingga diperlukan pendekatan konseling yang efektif dalam menangani masalah yang terjadi (Wiyono, 2. Dari beberapa pendekatan konseling, salah satunya adalah teknik Motivational Interviewing. Seorang konselor dapat menggunakan metode wawancara motivasi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Metode motivational interviewing ini dapat membantu konseli berbicara tentang masalah mereka. Problem pribadi, sosial, pendidikan, dan pekerjaan adalah topik diskusi. Motivational interviewing berfokus pada waktu dan tenaga yang terbatas untuk mendorong praktik, penelitian, dan pelatihan yang berkualitas tinggi, serta untuk menetapkan wawancara yang memotivasi. Oleh karena itu, ini adalah salah satu metode konseling yang dapat membantu konseli dalam memahami sifat manusia yang menciptakan cara hidup. (Anisah. Aminah, & Farial. Teknik motivational interviewing berfokus pada individu untuk membantu mereka menemukan dan mengatasi perasaan mereka tentang perubahan perilaku. Tujuan dari wawancara ini adalah untuk menemukan dan meningkatkan keinginan klien untuk melakukan perubahan perilaku yang konsisten. Metode ini juga bertujuan untuk memberi klien rasa tanggung jawab atas pengambilan keputusan dan meningkatkan kemandirian (Nareswari. Khairi, & Nafi', 2. Tujuan dari Motivational Interviewng adalah untuk mendorong keinginan dari dalam diri konseli itu sendiri dan keterlibatan mereka dalam perilaku mereka. Diharapkan peserta didik dapat menginternalisasi keinginan intrinsik mereka untuk perubahan. ini berarti mengubah permintaan dari sumber luar menjadi nilai atau tujuan pribadi. Dengan berbicara tentang perubahan, atau percakapan perubahan, seorang konselor dapat membangkitkan motivasi intrinsik konseli sehingga jika terjadi perubahan akan muncul dari dalam diri konseli itu sendiri dan bukan dari kebutuhan orang lain. (Mulawarman & Afriwilda, 2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Ridho Fadlurahman (Fadlurahman, 2. yang menunjukkan bahwa teknik Motivational Interviewing dapat meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik. Selain itu, penelitian oleh Melsi Syawitri dan Yeni Karneli (Syawitri & Karneli, 2. menemukan bahwa konseling individual yang menggunakan metode motivational interviewing dapat membantu meningkatkan motivasi seseorang untuk belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat media yang didasarkan pada teknik motivational interviewing yang dapat membantu meningkatkan motivasi siswa atlet di SMAN 1 Menganti untuk belajar akademik. METODE Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan suatu produk melalui proses penelitian dan pengembangan (R&D), dan jenis penelitian ini cocok dengan tujuan penelitian, yaitu mengembangkan sebuah produk yang menggunakan wawancara motivasi untuk meningkatkan keinginan peserta didik-atlet untuk belajar akademik di SMAN 1 Menganti. Menurut Brog & Gall (Sugiyono, 2. , ada sepuluh tahapan dalam penelitian Research and Development (R&D), tetapi pada penelitian ini hanya menggunakan Pengembangan Panduan Teknik Motivational Interviewing untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik-Atlet tahap 5 karena adanya keterbatasan waktu dan biaya. Hal tersebut tentunya telah disesuaikan dengan tujuan penelitian, yaitu untuk membuat sebuah produk yang berfungsi sebagai pedoman untuk wawancara motivasi yang bertujuan untuk meningkatkan keinginan siswa dan atlet SMAN 1 Menganti untuk belajar lebih banyak. Analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang diaplikasikan dalam penelitian ini. Hasil analisis kualitatif diperoleh dari masukan ahli yang akan digunakan sebagai referensi untuk perbaikan produk. Analisis kuantitatif didapatkan dari hasil penilaian angket yang disebarluaskan kepada ahli materi. Untuk menghitung analisis kuantitatif dalam penelitian ini, menggunakan rumus (Suharsimi, 2. yaitu bentuk metode berupa persentase. P = x x 100% xi Keterangan : = hasil persentase x = jumlah skor ahli xi = jumlah skor total Menurut (Suharsimi, 2. berikut adalah kriteria untuk menentukan kevalidan: Tabel 1 Kriteria Kevalidan Presentase Kriteria 76% - 100% Sangat baik atau tidak revisi 51% - 75% Baik atau tidak revisi 26% - 50% Kurang baik atau revisi 0 - 25% Tidak baik atau revisi motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, untuk meningkatkan motivasi peserta didik-atlet untuk belajar akademik, peneliti memilih untuk menggunakan motivational interviewing. Perencanaan ini termasuk dalam menentukan kriteria subjek uji coba dan isi dari panduan yang akan dikembangkan, dimana isi dari panduan meliputi aspek teori, media, sasaran, dan tujuan. Tujuan dari adanya pengembangan panduan ini yaitu memberikan bantuan kepada guru BK di sekolah dalam pemberian layanan kepada peserta didik. Mengembangkan Bentuk Awal Produk Materi yang disiapkan berisi mengenai motivasi belajar akademik, motivasi belajar atlet dan motivational interviewing yang disusun dari beberapa buku dan jurnal. Pengetahuan tentang motivasi belajar mencakup definisi dan klasifikasi motivasi belajar, jenis-jenis motivasi, faktor yang mempengaruhi motivasi belajar, dan motivasi atlet yang ditemukan dalam buku (Sardiman, 2. Sedangkan materi motivational interviewing meliputi pengetian teknik motivational interviewing, tujuan motivational interviewing, peran dan fungsi konselor dalam MI, tahapan konseling, dan teknik konseling yang diperoleh dari buku (Mulawarman & Afriwilda, 2. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) dilakukan dengan mengamati hasil observasi dan wawancara dengan guru BK yang telah dilaksanakan di SMAN 1 Menganti. Tujuan penyusunan RPL adalah untuk digunakan dalam pemberian layanan konseling individu dengan menerapkan teknik motivational interviewing. Penyusunan panduan dimulai dengan mempersiapkan media dan desain pada perangkat untuk menyusun panduan motivational interviewing untuk membantu meningkatkan motivasi belajar akademik peserta didikatlet. Pemilihan bahasa, penggunaan warna, dan ukuran panduan telah disesuaikan denga nisi panduan dan peserta didik yang menjadi atlet di SMAN 1 Menganti. Uji Coba Uji coba awal akan dilakukan dengan angket akseptabilitas setelah pembuatan panduan selesai. Uji ini dilakukan oleh ahli materi dan hasilnya adalah sebagai Tabel 2 Hasil penilaian oleh ahli materi Kategori Presentase Kriteria Kegunaan Sangat baik Kelayakan Sangat baik Ketepatan Sangat baik Kepatutan Sangat baik Rata-rata 88,75% Sangat baik HASIL Model pengembangan Brog & Gall dalam (Sugiyono, 2. menggunakan 5 dari 10 tahapan, yaitu: 1. Mengumpulkan informasi melalui survei dan penelitian Melakukan perencanaan. Membuat bentuk awal produk. Uji coba. Perubahan produk. Pengumpulan Informasi Tahap awal yang dilakukan yaitu mengumpulkan informasi, yang dilakukan selama PLP (Pengenalan Lapangan Persekolaha. pada Agustus-November 2023, diperoleh data hasil pengamatan dan wawancara dengan guru BK, serta beberapa laporan dari guru kelas, bahwa peserta didik-atlet sering memanfaatkan surat dispensasi latihan untuk tidak mengikuti pembelajaran di kelas. Selain itu, beberapa peserta didik-atlet juga membenarkan bahwa mereka kurang memiliki semangat belajar akademik, sering telat mengumpulkan tugas. Selain itu pengumpulan imformasi diperoleh melalui hasil analisis skala motivasi belajar akademik dengan responden peserta didik yang menjadi atlet di SMAN 1 Menganti, diperoleh 6 peserta didik-atlet yang memiliki motivasi belajar akademik rendah. Perencanaan Setelah memperoleh permasalahan yang terjadi di SMAN 1 Menganti, peneliti mengumpulkan informasi yang diperoleh untuk bahan perencanaan produk berupa panduan yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi, dengan cara melakukan studi Pustaka dan survei lapangan. Melalui studi pustaka yang didapatkan, berdasarkan penelitian terdahulu motivational interviewing terbukti dapat membantu meningkatkan Dari hasil validasi ahli materi memperoleh 88,75%, maka panduan motivational interviewing untuk membantu meningkatkan motivasi belajar akademik peserta didikatlet mendapatkan predikat sangat baik. Revisi Produk Masukan untuk panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi belajar akademik peserta didik-atlet yang disampaikan oleh ahli materi yaitu contoh percakapan sebaiknya diberikan tanda AuA. Ay. Pengembangan Panduan Teknik Motivational Interviewing untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik-Atlet PEMBAHASAN Panduan motivational interviewing merupakan sebuah produk yang dikembangkan setelah melakukan analisis kebutuhan siswa di SMAN 1 Menganti,. Diperoleh data melalui hasil pengamatan dan wawancara dengan guru BK serta beberapa laporan dari guru kelas selama PLP pada Agustus-November 2023, bahwa peserta didik-atlet sering memanfaatkan surat dispensasi latihan untuk tidak mengikuti pembelajaran di kelas. Selain itu, beberapa peserta didik-atlet juga membenarkan bahwa mereka kurang memiliki semangat belajar akademik, sering telat mengumpulkan tugas. Peneliti juga melakukan penyebaran skala motivasi belajar yang diberikan pada tanggal 23 April 2024 kepada peserta didik yang menjadi atlet. Hasil dari penyebaran skala motivasi belajar akademik, diperoleh sebanyak 6 peserta didik-atlet yang mempunyai motivasi belajar akademik rendah. Pengembangan produk berupa panduan motivational interviewing untuk membantu meningkatkan motivasi belajar akademik peserta didik-atlet ini berisi mengenai: 1. Bagian umum, yang meliputi rasional, materi motivasi belajar, materi motivational interviewing, tujuan konseling, sasaran konseling, tempat dan karakteristik subjek, peran konselor dan konseli, dan jadwal pelaksanaan konseling. Bagian panduan pelaksanaan Rencana Pelaksanaan Koseling (RPL). Panduan ini dibuat dalam bentuk cetak pada kertas A5 . x 210 m. Menurut Muslich dalam penelitian (Wiyono. Purwoko, & Winingsih, 2. Ukuran buku A4. A5 dan B5 adalah ukuran yang mudah digunakan. Menurut (Wiyono. Nursalim. Pratiwi, & Ilhamuddin, 2. mengenai kinerja konselor yang professional diperlukan memperhatikan elemen-elemen ynag penting untuk menunjang keberhasilan konseling, seperti asesmen terkait permasalahan dan kebutuhan konseling, wawasan terkait konseling yang efektif, dan terampil dalam memilih layanan yang dibutuhkan oleh konseli, maka panduan ini disusun untuk membantu guru BK untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki dalam menangani rendahnya motivasi belajar akademik peserta didik-atlet. interviewing yang digunakan untuk membantu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan telah teruji, maka guru BK dapat menggunakan panduan untuk memberikan layanan konseling untuk peserta didik-atlet yang mempunyai motivasi belajar akademik rendah. Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini telah dilakukan dan memperoleh predikat sangat baik sehingga memenuhi kriteria akseptabilitas, karena itu, penelitian ini dijadikan sebagai sumber informasi tambahan untuk penelitian lanjutan mengenai motivational interviewing untuk membantu meningkatkan motivasi belajar akademik peserta didik. Penelitian ini juga tentunya memiliki keterbatasan dalam hal waktu dan biaya, sehingga hanya dapat dilakukan sampai tahap 5. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mencapai tahap uji lapangan untuk mengetahui seberapa efektif produk yang melibatkan panduan motivational interviewing meningkatkan keinginan peserta didik untuk belajar akademik. DAFTAR PUSTAKA Anisah. Aminah, & Farial. Efektivitas Konseling Motivational Interviewing untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home di SMP Negeri 1 Pelaihari. Fadlurahman. Efektivitas Layanan Bimbingan Belajar Melalui Teknik Motivational Interviewing untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas XI di SMAN 9 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2019/2020Ay. UIN Raden Intan Lampung. Skripsi. Hendrizal. Rendahnya Motivasi Belajar Siswa dalam Proses Pembelajaran. Jurnal Riset Pendidikan Dasar dan Karakter, 2-3. Mulawarman, & Afriwilda. Motivational Interviewing Konsep dan Penerapannya. Jakarta: Kencana. Nareswari. Khairi. , & Nafi'. Konseling Individual Teknik Motivational Interviewing untuk Menangani Penyesuaian Sosial pada Remaja Tindak Pidana Pencurian di Yayasan Sahabat Kapas Karanganyar. Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling, 127-128. Nursalim. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosdakarya. Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. PENUTUP Simpulan Hasil validasi oleh ahli materi didapatkan persentase sebesar 88,75%, maka dapat dikatakan bahwa panduan motivational interviewing untuk meningkatkan motivasi belajar akademik peserta didik-atlet mendapatkan predikat sangat baik dan telah memenuhi kriteria akseptabilitas. Saran