Analisis Kurikulum Melalui Model Pendekatan Humanistik di MA Muallimat Muhammadiyah Islamiyah Nur Hidayati1. Chandra Intan Berliana2. Aditya Putra Mahardhika3. Gaidha Lutfi Fadzilatunnisa4. Muhammad Zaki Firman Ilhami5. Badrus Zaman6 1,2,3,4,5,6 Universitas Islam Negeri Salatiga Islamiyahnurhidayati@gmail. com, 2berlianaint305@gmail. adityaputram001@gmail. com, 4gaidhaltfii@gmail. com, 5akazaki260@gmail. badruszaman@uinsalatiga. ABSTRACT: This research examines the implementation of a humanistic approach-based curriculum at Madrasah Aliyah (MA) Muallimat Muhammadiyah, founded on the personal education theories of John Dewey and J. Rousseau. Using qualitative methods through interviews and observations, this study analyzes the application of the humanistic approach in the madrasah curriculum. The research findings reveal that the curriculum implementation not only focuses on academic aspects but also encompasses students' moral and social development through various integrative learning activities. The research identifies three main findings: First, the integration of academic subjects between religious education and science that produces comprehensive understanding for students. Second, social reconstruction manifested through students' active involvement in identifying and solving social problems in their environment. Third, the effective utilization of technology to enrich the learning process and develop students' digital capabilities. The humanistic approach in the curriculum proves effective in developing students holistically. This is evident from the improvement in academic achievement balanced with mature personality development and good social skills. These findings indicate that the humanistic approach can serve as an ideal curriculum development model for Islamic educational institutions in preparing a generation that is not only intellectually intelligent but also possesses strong character. Keywords : Humanistic Approach. Curriculum. Character Development. Education. MA Mualimat Muhammadiyah. ABSTRAK: Penelitian ini mengkaji implementasi kurikulum berbasis pendekatan humanistik di Madrasah Aliyah (MA) Muallimat Muhammadiyah, berlandaskan teori pendidikan pribadi John Dewey dan J. Rousseau. Melalui metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi, penelitian ini menganalisis penerapan pendekatan humanistik dalam kurikulum madrasah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi kurikulum tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga mencakup pembinaan Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Islamiyah Nur Hidayati, dkk moral dan sosial siswa melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang integratif. Penelitian mengidentifikasi tiga temuan utama: Pertama, integrasi subjek akademis antara pembelajaran agama dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan pemahaman komprehensif bagi siswa. Kedua, rekonstruksi sosial yang diwujudkan melalui keterlibatan aktif siswa dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah sosial di lingkungan mereka. Ketiga, pemanfaatan teknologi secara efektif untuk memperkaya proses pembelajaran dan mengembangkan kemampuan digital siswa. Pendekatan humanistik dalam kurikulum terbukti efektif dalam mengembangkan siswa secara holistik. Hal ini terlihat dari peningkatan prestasi akademis yang diimbangi dengan perkembangan kepribadian yang matang dan kemampuan sosial yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan humanistik dapat menjadi model pengembangan kurikulum yang ideal untuk institusi pendidikan Islam dalam mempersiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Kata Kunci: Pendekatan Humanistik. Kurikulum. Pengembangan Karakter. Pendidikan. MA Mualimat Muhammadiyah. PENDAHULUAN Pendidikan modern menghadapi tantangan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kepribadian yang kuat. Dalam konteks ini, pendekatan humanistik dalam pendidikan menjadi sangat relevan karena menekankan pentingnya pengembangan siswa secara menyeluruh. MA Muallimat Muhammadiyah, sebagai lembaga pendidikan Islam, menerapkan pendekatan ini dalam kurikulumnya untuk menjawab tantangan tersebut. Kurikulum ini didasarkan pada konsep pendidikan pribadi . ersonalized educatio. yang diusung oleh tokoh seperti John Dewey . endidikan progresi. dan Jean-Jacques Rousseau . endidikan romanti. Kedua aliran ini menempatkan siswa sebagai pusat dari proses pembelajaran. Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para pendidik humanis, yang meyakini bahwa setiap siswa memiliki potensi, kemampuan, dan kekuatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Mereka juga mengacu pada teori Gestalt, yang melihat individu sebagai kesatuan utuh. Dalam pendekatan ini, peran guru sangat penting untuk membangun hubungan emosional yang positif dengan siswa agar tercipta lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan pribadi mereka (Rahman et al. , 1970, p. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . , analisis merupakan proses mengkaji suatu peristiwa, situasi, atau tindakan, termasuk sebagian dari unsur-unsurnya, dengan tujuan memahami kondisi sebenarnya, seperti alasan dan posisinya. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih tepat dan mendalam mengenai suatu topik, diperlukan kajian terhadap setiap bagiannya secara terpisah serta hubungan antar bagian tersebut (Layn & Kahar, 2017, p. Analisis kurikulum melalui pendekatan humanistik merupakan sebuah La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Analisis Kurikulum Melalui Model Pendekatan Humanistik Di MA Muallimat Muhammadiyah proses yang melibatkan penguraian mendalam terhadap struktur dan isi kurikulum dengan tujuan untuk memastikan bahwa kurikulum tersebut relevan, bermakna, dan mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Pendekatan humanistik menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran, sehingga analisis kurikulum difokuskan pada bagaimana kurikulum dapat memenuhi kebutuhan individu, mendorong pertumbuhan pribadi, dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan mengadopsi pendekatan ini. MA Muallimat Muhammadiyah dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Analisis ini melibatkan berbagai metode, seperti analisis dokumen, wawancara, observasi, dan angket, dengan tujuan akhir untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas (Darmawati, 2023, p. Madrasah MuAoallimat Muhammadiyah mengintegrasikan pendidikan agama dan umum, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan. Keunggulan tersebut menempatkan Madrasah MuAoallimat di atas sekolah-sekolah lain di sekitarnya, terutama dalam hal penerapan metode pembelajaran yang efektif serta pengembangan karakter siswa yang kuat. Dalam dunia pendidikan modern, penerapan teknologi dan kurikulum berbasis nilai menjadi semakin penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. Transformasi kurikulum Indonesia sejak 1947 hingga Kurikulum Merdeka, yang menyoroti bagaimana model kurikulum berubah dalam merespons kebutuhan masyarakat dan tuntutan globalisasi(Putri & Maula, 1947, p. Kurikulum Merdeka Belajar merupakan sebuah inovasi pendidikan yang menghadirkan paradigma baru dalam pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan siswa yang semakin beragam (Handayani et al. , 2023, p. Penelitian Muallimat Muhammadiyah mengimplementasikan pendekatan humanistik dalam kurikulumnya, dengan fokus khusus pada tiga aspek: integrasi subjek akademis, rekonstruksi sosial, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman mendalam tentang efektivitas pendekatan humanistik dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang dan kemampuan sosial yang baik. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang lebih humanis dan relevan dengan kebutuhan zaman, serta menjadi referensi bagi lembaga pendidikan lain yang ingin mengembangkan pendekatan serupa. Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Islamiyah Nur Hidayati, dkk METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan library research. Wawancara mendalam digunakan untuk menggali data terkait visi dan misi sekolah, kurikulum harian, dan kegiatan. Observasi partisipatif digunakan untuk mengkaji perilaku siswa, kebiasaan, dan penerapan kurikulum dalam kehidupan sekolah. Sedangkan library research karena peneliti membutuhkan data-data dari berbagai sumber literatur baik berupa buku, jurnal penelitian terdahulu sebagai sumber data penelitian guna untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Data yang diperoleh dianalisis untuk mereduksi, menyajikan, memverifikasi, dan memberikan kesimpulan. Hasil wawancara dengan direktur sekolah, siswa, dan pengambil kebijakan dideskripsikan dan dianalisis secara mendalam untuk mengetahui strategi yang digunakan sekolah khusus perempuan ini untuk bertahan sekaligus menghasilkan lulusan perempuan dengan kepemimpinan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis kurikulum di MA Muallimat Muhammadiyah melalui pendekatan humanistik menunjukkan beberapa temuan penting terkait dengan pengembangan subjek akademis, rekonstruksi sosial, dan integrasi teknologi dalam kurikulum. Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistik. Kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi . ersonalized educatio. , yaitu John Dewey . rogressive Educatio. dan J. Roasseau (Romantic Educatio. Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa Kurikulum humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan humanistis. Mereka percaya bahwa siswa mempunyai potensi, punya kemampuan, dan kekuatan untuk berkembang. Para pendidik humanis juga berpegang pada konsep Gestalt, bahwa individu atau anak merupakan satu kesatuan yang Aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. Guru diharapkan dapat membangun hubungan emosional yang baik dengan peserta didiknya (Rahman et , 1970, p. Pengembangan kurikulum dengan pendekatan subjek akademis merupakan sistematisasi yang bersumber dari keunikan setiap disiplin ilmu. Pendekatan ini mengutamakan tiga aspek penting: struktur pengetahuan yang menekankan pemahaman mendalam, pembelajaran integratif yang menggabungkan berbagai mata pelajaran, dan model pembelajaran fundamentalis yang fokus pada keterampilan dasar seperti literasi dan pemecahan masalah matematis. Sementara itu, pendekatan rekonstruksi sosial dalam kurikulum bertujuan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masyarakat melalui integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendekatan ini melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari pemilihan materi hingga evaluasi, guna mengembangkan kepekaan sosial dan kemampuan berkontribusi positif dalam masyarakat La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Analisis Kurikulum Melalui Model Pendekatan Humanistik Di MA Muallimat Muhammadiyah (Fadilah & Hamami, 2021a, p. Model Pengembangan Kurikulum melalui Pendekatan Subjek Akademis adalah metode yang paling lama digunakan. Kurikulum sekolah pertama menggunakan metode ini. Metode pengajaran subjek akademik didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu masingmasing. Sistematika yang digunakan dalam satu bidang ilmu tidak sama dengan sistematisasi yang digunakan dalam bidang ilmu lainnya. Pengembangan kurikulum subjek akademik dimulai dengan menetapkan mata pelajaran dan mata kuliah yang diperlukan untuk pengembangan disiplin ilmu. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah mengajarkan siswa bagaimana menggunakan konsep dan metode penelitian serta mendapatkan pengetahuan terbaik. Model Pengembangan Kurikulum melalui Pendekatan Subjek Akademis adalah metode tertua yang digunakan oleh institusi pendidikan sejak pendirian (Hanafi, 2014, p. Kurikulum pertama berdiri serupa. Metode pengajaran subjek akademik didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu masing-masing. Sistematika yang digunakan dalam satu bidang ilmu tidak sama dengan sistematisasi yang digunakan dalam bidang ilmu lainnya. Pengembangan kurikulum subjek akademik dimulai dengan menetapkan mata pelajaran dan mata kuliah yang diperlukan untuk pengembangan disiplin ilmu. Tujuan kurikulum subjek akademis adalah mengajarkan siswa bagaimana menggunakan konsep dan metode penelitian serta mendapatkan pengetahuan terbaik. Tujuan utama kurikulum ini tidak hanya terbatas pada penguasaan satu bidang ilmu, tetapi juga mendorong siswa untuk mengembangkan pemahaman konseptual yang lebih Dalam implementasinya, metode ceramah menjadi pendekatan pembelajaran yang umum digunakan, dan evaluasi pembelajaran dilakukan melalui tes uraian untuk mengukur pemahaman siswa. Model ini menekankan pentingnya otoritas materi dalam proses pembelajaran, dengan harapan siswa dapat menyerap informasi secara maksimal melalui komunikasi yang efektif dari guru. Pendekatan rekonstruksi sosial dalam kurikulum berfokus pada pemecahan masalahmasalah masyarakat melalui integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kerja sama. Tujuannya adalah mengajarkan siswa untuk menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan berperan aktif dalam memperbaiki masyarakat. Metode ini melibatkan siswa dalam evaluasi, terutama dalam pemilihan, penyusunan, dan penilaian materi (Wiwik Damayanti et al. , 2024, p. Teknologi telah menjadi komponen integral dalam pengembangan kurikulum pendidikan dengan tiga fungsi utama: sebagai alat administratif, media pengembangan ilmu pengetahuan, dan sarana pembelajaran. Peran ini didukung oleh transformasi fungsi guru menjadi fasilitator, motivator, transmiter, dan evaluator. Implementasi teknologi dalam pembelajaran mengikuti tiga model: suplemen yang bersifat opsional, komplemen yang melengkapi pembelajaran konvensional, dan substitusi yang memberikan alternatif penuh terhadap metode pembelajaran tradisional. Model-model ini memberikan fleksibilitas dan kemudahan akses bagi peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran (Saifudin, 2021, p. Kartilawati dan Mawaddatan Warohmah . menekankan bahwa guru modern harus memiliki banyak kemampuan. Profesi guru menuntut mereka untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jika tidak, mereka akan ketinggalan dan tidak lagi efektif dalam menjalankan tugasnya (Warohmah & Kartiwali. , p. Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Islamiyah Nur Hidayati, dkk Pengintegrasian lingkungan belajar menjadi lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. Teknologi memberikan keuntungan signifikan dalam hal fleksibilitas waktu belajar dan kemudahan akses materi, memungkinkan mahasiswa mengelola pembelajaran sesuai dengan kapasitas dan komitmen mereka. Sistem pembelajaran berbasis teknologi mengakomodasi berbagai gaya belajar, mendorong interaksi aktif melalui forum diskusi online dan multimedia, serta memfasilitasi evaluasi yang lebih efisien. Teknologi juga membuka akses ke sumber pembelajaran global dan memungkinkan pemanfaatan inovasi seperti AI dan VR dalam proses pembelajaran. Kolaborasi online menghilangkan hambatan geografis dalam kerja tim, sambil mengembangkan kemampuan evaluasi diri dan manajemen waktu mahasiswa. Integrasi teknologi dengan metode pengajaran kontemporer ini mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik, sekaligus memenuhi beragam kebutuhan pembelajaran mereka (Handayani et al. , 2023, p. Dari hasil wawancara, diketahui bahwa: Metode Pengajaran dan Pembelajaran Berdasarkan hasil wawancara, metode pengajaran di Madrasah MuAoallimat Muhammadiyah menggunakan berbagai pendekatan, antara lain metode ceramah, diskusi kelompok, pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis teknologi. Teknologi pendidikan sangat mendukung proses ini, dengan banyak guru menggunakan PowerPoint dan beberapa kelas mengharuskan siswa membawa laptop untuk belajar. Ujian sebagian besar sudah berbasis teknologi, menunjukkan penerapan teknologi secara menyeluruh. Penyusunan kurikulum dalam pendekatan subjek akademis didasari oleh sistematisasi ilmu tertentu yang memiliki perbedaan dengan sistematisasi ilmu Adapun pendapat lain mengungkapkan bahwa pendekatan subjek akademis merupakan pendekatan yang bersumber dalam sistematisasi disiplin ilmu masing-masing yang berlainan antara satu disiplin ilmu dengan disiplin ilmu lainnya (Fadilah & Hamami, 2021b, p. Model Madrasah MuAoallimat menerapkan kurikulum subjek akademis yang terstruktur, menggabungkan kurikulum nasional dengan kurikulum Muhammadiyah. Ini memastikan bahwa siswa mendapatkan pendidikan akademis yang solid baik dalam mata pelajaran umum maupun keislaman. Teknologi berperan penting dalam memfasilitasi penyampaian materi akademis, seperti melalui penggunaan media presentasi dan ujian berbasis teknologi. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Analisis Kurikulum Melalui Model Pendekatan Humanistik Di MA Muallimat Muhammadiyah Pengembangan Karakter dan Pembinaan Siswa Pengembangan karakter siswa di Madrasah MuAoallimat sangat mendukung pembentukan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, seperti disebutkan dalam Program ekstrakurikuler yang beragam memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat mereka, dan pembinaan karakter dilakukan melalui contoh nyata dari para guru serta penerapan sistem reward and punishment. Teori humanistik Abraham Maslow adalah salah satu pendekatan psikologi yang menekankan pada potensi positif manusia dan kecenderungan alami individu untuk berkembang menuju kesejahteraan dan aktualisasi diri seperti Kebutuhan fisiologis, kebutuhan Sosial, kebutuhan harga diri, kebutuhan aktualisasi diri Kurikulum humanistik berusaha menciptakan lingkungan pembelajaran yang mempromosikan pertumbuhan pribadi, keterlibatan emosional, dan perkembangan sosial siswa, sementara teori Maslow berfokus pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui hierarki kebutuhan. Menggabungkan kedua teori ini memberikan pendekatan pendidikan yang lebih holistik, yang berpusat pada individu sebagai makhluk yang ingin memenuhi potensi penuh mereka (Ernawati & Imran, 2021, p. Model konsep kurikulum humanistik kurikulum di Madrasah MuAoallimat juga berfokus pada pendekatan humanistik, di mana pendidikan tidak hanya mengutamakan aspek akademik tetapi juga pengembangan kepribadian dan Lima kompetensi utama yang ditekankan adalah ilmu pengetahuan, kepribadian, keterampilan, kemanusiaan, dan gerakan sosial. Inimenunjukkan pendekatan pendidikan yang menyeluruh, menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga berkarakter. Sistem Evaluasi dan Penilaian Sistem penilaian di Madrasah MuAoallimat melibatkan rapat guru bulanan yang mengevaluasi kinerja guru serta hasil pembelajaran siswa. Sekolah juga menyeimbangkan antara penilaian kognitif . dan non-kognitif . melalui kegiatan yang berlangsung sepanjang hari, baik di sekolah maupun asrama. Ini mencerminkan adanya keseimbangan antara pencapaian akademis dan pengembangan karakter. Model Konsep Kurikulum Rekonstruksi Sosial, yang menekankan pada penyelesaian masalah sosial di masyarakat, siswa dihadapkan dengan masalah dan solusi terbaik untuk masalah tersebut. Tujuan dari kurikulum rekonstruksi sosial adalah untuk menyediakan siswa dengan kemampuan untuk menangani masalah dan peristiwa yang terjadi di masyarakat seharihari. Pembelajaran kooperatif atau pembelajaran berbasis masalah (PBL) adalah dua contoh pendekatan pembelajaran yang umumnya digunakan. Pembelajaran kooperatif melibatkan pembelajaran Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Islamiyah Nur Hidayati, dkk dalam kelompok dan melibatkan pengembangan solusi melalui penyelidikan Kriteria kurikulum tidak hanya berkaitan dengan kemampuan siswa tetapi juga peran mereka dalam lingkungan sosial. Guru dan siswa bekerja sama untuk memecahkan masalah dan menganalisis juga mengevaluasi untuk menentukan bagaimana pengaruhnya terhadap lingkungan masyarakat (Rohim & Muadin, 2023. Model konsep kurikulum rekonstruksi sosial Madrasah MuAoallimat juga menerapkan kurikulum rekonstruksi sosial, yang berfokus pada pengembangan siswa sebagai agen perubahan sosial. Siswa terlibat dalam kegiatan sosial seperti Muballigat Hijrah. Tim Dakwah Lokal, dan Bakti Sosial, yang membantu membangun karakter serta keterampilan kepemimpinan sosial mereka. Programprogram ini menunjukkan bagaimana sekolah mendidik siswa untuk berperan aktif dalam masyaraka Peran Teknologi dalam Pembelajaran Teknologi memainkan peran penting dalam mendukung proses pembelajaran di Madrasah MuAoallimat, seperti yang dijelaskan dalam wawancara. Hampir semua guru menggunakan alat-alat teknologi, dan ujian berbasis teknologi juga telah Hal ini menunjukkan bahwa sekolah telah berhasil memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kata teknologi menurut bahasa Yunani AutechnologiaAy yang menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis. Sedangkan techne menjadi dasar kata tekonologi berarti seni, kemampusan, ilmu atau keahlian, keterampilan ilmu. Jadi teknologi pendidikan bisa diartikan sebagai pegangan atau pelaksanaan pendidikan secara sitematis. Sedangkan teknolologi menurut bahasa yaitu techne, bahasa Yunani, dengan dimaknai seni, kerajinan tangan, atau keahlian. Bagi bahasa Yunani kuno teknologi diakui sebagai suatu aktivitas khusus, dan sebagai pengetahuan (Salsabila & Agustian, 2021, p. Model konsep kurikulum teknologi Madrasah MuAoallimat menggunakan kurikulum berbasis teknologi yang memanfaatkan alat-alat teknologi modern dalam Dengan penerapan teknologi yang kuat, siswa diberikan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan global. Penggunaan teknologi di sekolah ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan modern. Sistem Sekolah dan Manajemen Madrasah MuAoallimat memiliki keunikan dalam sistem manajemennya, di mana sekolah menggabungkan tiga kurikulum: kurikulum madrasah, kurikulum nasional, dan kurikulum Cambridge. Hal ini memungkinkan siswa mendapatkan pendidikan yang menyeluruh dan siap menghadapi tantangan di berbagai bidang. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Volume 16. No. November 2024 Analisis Kurikulum Melalui Model Pendekatan Humanistik Di MA Muallimat Muhammadiyah baik secara nasional maupun internasional. Kolaborasi dengan orang tua juga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan siswa. Pendekatan komprehensif dalam kurikulum pendidikan Islam mencakup aspek-aspek teoritis, praktis, dan spiritual. Ini mencakup pemahaman mendalam tentang ajaran Islam, sejarah, etika, dan hukum Islam, serta pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan sosial dan ekonomi modern. Pendekatan ini tidak hanya menanamkan pengetahuan akademis tetapi juga membentuk kemampuan siswa untuk mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari (Rasyidi, 2024, p. Model konsep kurikulum komprehensif kurikulum di Madrasah MuAoallimat adalah kurikulum komprehensif yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan Pendidikan berlangsung selama 24 jam di sekolah dan asrama, dengan pembelajaran yang mencakup aspek akademis, sosial, dan spiritual. Ini memastikan bahwa siswa mendapatkan pendidikan yang menyeluruh dan mendalam. KESIMPULAN Penerapan kurikulum dengan pendekatan humanistik di Madrasah Aliyah Muallimat Muhammadiyah, yang terinspirasi oleh teori pendidikan pribadi John Dewey dan Jean-Jacques Rousseau. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi, penelitian ini meneliti bagaimana pendekatan humanistik diterapkan dalam kurikulum madrasah. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum ini tidak hanya memperhatikan aspek akademis, tetapi juga perkembangan moral dan sosial siswa melalui kegiatan pembelajaran yang terintegrasi. Penelitian menemukan tiga aspek kunci: integrasi antara pendidikan agama dan ilmu pengetahuan, rekonstruksi sosial yang melibatkan siswa dalam memecahkan masalah di lingkungan mereka, serta pemanfaatan teknologi yang meningkatkan proses pembelajaran dan kemampuan digital siswa. Pendekatan humanistik ini terbukti mampu mengembangkan siswa secara menyeluruh, yang terlihat dari peningkatan prestasi akademik serta pengembangan kepribadian dan keterampilan sosial mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan humanistik dapat menjadi model ideal untuk pengembangan kurikulum di lembaga pendidikan Islam. Hasilnya pengembangan karakter siswa melalui nilai-nilai moral, sosial, dan kepemimpinan. Kurikulum ini mengintegrasikan pendidikan agama, ilmu pengetahuan, serta teknologi, memberikan landasan yang kuat dalam pengetahuan akademis dan keagamaan. Pendekatan rekonstruksi sosial mengajak siswa terlibat aktif dalam masyarakat melalui kegiatan sosial, meningkatkan kepedulian sosial mereka. Temuan menunjukkan tiga aspek kunci: integrasi pendidikan agama dan ilmu pengetahuan, rekonstruksi sosial yang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah, serta pemanfaatan teknologi dalam Volume 16. No. November 2024 La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Islamiyah Nur Hidayati, dkk Secara keseluruhan, pendekatan humanistik berhasil mengembangkan siswa secara akademis, moral, dan sosial, menjadikannya model ideal untuk pengembangan kurikulum di lembaga pendidikan Islam dan mempersiapkan siswa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab secara sosial. DAFTAR PUSTAKA