Mutiara Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 1. No 1. Juli 2023 e-ISSN : 3025-1028 Available at: https://jurnal. tiga-mutiara. com/index. php/jimi/index Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi 20 Kv Pada Penyulang J4 J5 J6 Di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan Menggunakan Nilai SAIDI dan SAIFI Onglan Nainggolan1. Bustani2. Arbain3 Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Samarinda * Correspondence e-mail. onainggolan029@gmail. Abstract The distribution system reliability index is the value of the quality of the system to distribute electrical energy to customers continuously within a certain period of time and under certain The distribution system reliability index value used by PLN is the SPLN No. 59 of 1985 and the standard SPLN 68-2:1986, namely the SAIDI (System Average Interruption Duration Inde. value of 21 hours/customer/year and the SAIFI (System Average Interruption Frequency Inde. value of 3. 2 times/customer/year. This study aims to evaluate the level of reliability of the electric power distribution system at PT. PLN (Perser. Balikpapan Area, especially on feeders J4 J5 J6 by calculating the SAIDI and SAIFI values for a period of 1 year. The disturbance data reviewed is the disturbance data that occurred From the calculation results, it is found that in the J4 feeder the SAIDI value 94 hours/customer/year and the SAIFI value is 3. 26 times/customer/year. In the J5 feeder, the SAIDI value is 30. 09 hours/customer/year and the SAIFI value is 3. times/customer/year. In the J6 feeder, the SAIDI value is 50. 96 hours/customer/year and the SAIFI value is 5. 24 times the customer/year. Compared to the standard value of SPLN No. 59 of 1985 and the SPLN standard of 68-2: 1986, the reliability index value of the J4 J5 J6 feeder is still below the standard or categorized as less reliable. Keywords: PLN. Reliability. SAIDI. SAIFI Abstrak Indeks keandalan sistem distribusi merupakan merupakan nilai mutu sistem untuk menyalurkan energi listrik ke pelanggan secara kontinu dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu. Nilai indeks keandalan sistem distribusi yang digunakan oleh PLN adalah standar SPLN No. 59 Tahun 1985 dan standar SPLN 68-2:1986 yaitu nilai SAIDI (System Average Interruption Duration Inde. sebesar 21 jam/pelanggan/tahun dan nilai SAIFI (System Average Interruption Frequency Inde. sebesar 3,2 kali/pelanggan/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keandalan sistem distribusi tenaga listrik di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan terutama pada penyulang J4 J5 J6 dengan menghitung nilai SAIDI dan SAIFI selama periode waktu 1 tahun. Data gangguan yang ditinjau adalah data gangguan yang terjadi selama tahun 2018. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa pada penyulang J4 nilai SAIDI sebesar 21,94 jam/ pelanggan/tahun dan nilai SAIFI sebesar 3. kali/ pelanggan/tahun. Pada penyulang J5 nilai SAIDI sebesar 30,09 jam/ pelanggan/ tahun dan nilai SAIFI sebesar 3,99 kali/pelanggan/tahun. Pada penyulang J6 nilai SAIDI sebesar 50,96 jam/pelanggan/ tahun dan nilai SAIFI sebesar 5,24 kali pelanggan/tahun. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 103 Onglan Nainggolan. Bustani. Syahrul: Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi 20 Kv Pada Penyulang J4 J5 J6 Di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan Menggunakan Nilai SAIDI dan SAIFI Dibandingkan terhadap nilai standar SPLN No. 59 Tahun 1985 dan standar SPLN 68-2: 1986 maka nilai indeks keandalan penyulang J4 J5 J6 masih di bawah standar atau dikategorikan sebagai kurang handal. Kata-kata kunci: PLN. Keandalan. SAIDI. SAIFI PENDAHULUAN Kebutuhan tenaga listrik dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik tersebut diperlukan peningkatan kualitas sistem distribusi tenaga listrik. Kualitas sistem distribusi tenaga listrik dikenal dengan istilah keandalan. Indeks keandalan sistem distribusi adalah suatu nilai yang menyatakan kualitas dari sistem distribusi untuk dapat terus mengalirkan tenaga listrik ke pelanggan dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu kualitas dari tenaga listrik yang diterima oleh pelanggan sangat dipengaruhi oleh kinerja dari sistem distribusi. Ukuran keandalan dapat dinyatakan sebagai seberapa sering sistem itu mengalami gangguan pemadaman dan berapa lama pemadaman tersebut terjadi serta seberapa cepat waktu yang diperlukan untuk memulihkan kondisi gangguan tersebut. Untuk mengetahui tingkat keandalan suatu sistem distribusi maka perlu dilakukan perhitungan indeks Indeks keandalan yang sering dipakai dalam suatu sistem distribusi adalah SAIDI (System Average Duration Inde. , dan SAIFI (System Average Interruption Frequency Inde. Selain itu terdapat juga parameter dasar yang digunakan untuk mengevaluasi indeks keandalan sistem distribusi yaitu laju kegagalan (), laju gangguan rata-rata (U. dan laju perbaikan . Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar ke konsumen. Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah sebagai pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat/pelanggan, dan merupakan subsistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan. 3 Keandalan merupakan tingkat keberhasilan kinerja suatu sistem atau bagian dari sistem agar dapat memberikan hasil yang lebih baik selama periode waktu operasi dan dalam kondisi operasi tertentu. 4 Untuk dapat menentukan tingkat keandalan dari suatu sistem perlu diadakan pemeriksaan dengan cara melalui perhitungan maupun analisa terhadap tingkat keberhasilan kinerja atau operasi dari sistem yang ditinjau pada periode tertentu dan membandingkannya dengan nilai indeks keandalan standar yang E Brown. Electric Prower Distribution Reliability (New York: CRC Press, 2. Roy Billinton. Reliability Evaluation of Power System (New York: Plenum Press, 1. Meyer Nixon Nelwan. Maickel Tuegeh, and Ir Fielman Lisi. AuPenyusutan Energi Listrik Pada Penyulang SU2 Jaringan Distribusi Minahasa Utara,Ay E-Jurnal Teknik Elektro dan Komputer 4, no. 67Ae76. Fauziah Fauziah. Ontoseno Penangsang, and Adi Soeprijanto. AuStudi Perbaikan Keandalan Jaringan Distribusi Primer Dengan Pemasangan Gardu Induk Sisipan Di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan,Ay Jurnal Teknik ITS 1, no. : B119AeB124, http://ejurnal. id/index. php/teknik/article/view/373https://ejurnal. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 104 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 5 Faktor-faktor yang mempengaruhi indeks keandalan dalam suatu sistem distribusi adalah sebagai berikut:6 Pemadaman/Interruption Of Supply. Terhentinya pelayanan pada suatu atau lebih konsumen, akibat dari salah satu atau lebih komponen mendapatkan gangguan. Keluaran/Outage. Keadaan dimana suatu komponen tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, diakibatkan karena beberapa peristiwa yang berhubungan dengan komponen tersebut. Suatu keluaran dapat atau tidak dapat menyebabkan pemadaman, hal ini tergantung pada konfigurasi sistem. Lama Keluar/Outage Duration. Periode dari saat permulaan komponen mengalami keluaran sampai saat dapat dioperasikan kembali sesuai dengan fungsinya. Lama Pemadaman/Interruption Duration. Waktu dari saat permulaan terjadinya pemadaman sampai saat menyala kembali. Jumlah Total Konsumen Terlayani. Jumlah total konsumen yang terlayani sesuai dengan periode laporan terakhir. Untuk menghitung nilai keandalan perlu diketahui kesalahan atau gangguan yang menyebabkan kegagalan peralatan untuk bekerja sesuai dengan fungsinya. Dalam konsep keandalan kesalahan tersebut meliputi:7 Kegagalan. Kegagalan adalah berakhirnya suatu kemampuan peralatan dalam melaksanakan fungsinya. Penyebab Kegagalan. Keadaan lingkungan selama desain, pembuatan atau yang akan menuntun kepada kegagalan. Mode Kegagalan. Akibat yang diamati untuk mengetahui kegagalan, misalnya suatu keadaan rangkaian terbuka atau hubung singkat. Mekanisme Kegagalan. Proses fisik, kimia atau proses lain yang menghasilkan Standar Indeks Keandalan Standar SPLN No. 59 tahun 1985 dan standar SPLN 68-2: 1986 menetapkan nilai standar indeks keandalan pada sistem distribusi dengan nilai seperti pada tabel 1. Standar nilai SAIFI adalah menyatakan banyaknya jumlah gangguan pemadaman yang dialami oleh setiap pelanggan per tahun dan standar nilai SAIDI adalah menyatakan lamanya waktu pemadaman yang dialami oleh setiap pelanggan per tahun. Nilai-nilai indeks tersebut Ibnu Hajar and Muhammad Hasbi Pratama. AuAnalisa Nilai Saidi Saifi Sebagai Indeks Keandalan Penyediaan Tenaga Listrik Pada Penyulang Cahaya Pt. Pln (Perser. Area Ciputat,Ay Energi & Kelistrikan 10, 1 . : 70Ae77. Marsa Rizky et al. AuANALISA KEANDALAN PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV,Ay Sinusoida XXIV . : 43Ae54. Ulfah Khairiyah Luthfiyani. Adi Setiawan, and Samsul Arifin. AuAnalisis Perbandingan Indeks Keandalan Sistem Jaringan Distribusi Dengan Metode Section Technique Dan Reliability Index Assessment (RIA): Studi Kasus Gardu Induk Balaraja,Ay INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi 2, no. : 250Ae 264, https://journal. id/index. php/INSOLOGI. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 105 Onglan Nainggolan. Bustani. Syahrul: Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi 20 Kv Pada Penyulang J4 J5 J6 Di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan Menggunakan Nilai SAIDI dan SAIFI merupakan acuan mutu keandalan suatu sistem distribusi. 8,9 Nilai-nilai indeks yang lebih besar dari pada nilai standar tersebut menggambarkan bahwa sistem distribusi itu belum Tabel 1. Standar Indeks Nilai Keandalan Standar Nilai Standar SAIFI SAIDI Indeks (Kali/pelanggan/tahu (Jam/pelanggan/ Keandalan SPLN No. Tahun 1985 SPLN 68-2: SAIDI (System Average Interruption Duration Inde. SAIDI merupakan indeks keandalan yang menghitung jumlah waktu saat gangguan atau lama durasi gangguan dengan jumlah pelanggan selama satu tahun. Untuk jumlah pelanggan tetap, saidi dapat ditingkatkan dengan mengurangi jumlah gangguan atau mengurangi durasi gangguan tersebut. Karena hal tersebut mencerminkan keandalan semakin saidi berkurang maka menunjukkan peningkatan keandalan. 10,11 Nilai SAIDI dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan . SAIDI = Oc ycOycn ycu ycAycn Oc ycAycN . am/pelanggan/tahu. Keterangan : ycOycn = Durasi Padam ycAycn = Jumlah Pelanggan yang Padam ycAycN = Jumlah Total Pelanggan SAIFI (System Average Interruption Frequency Inde. SAIFI merupakan indeks keandalan yang menghitung banyak gangguan pada jaringan distribusi dengan jumlah pelanggan selama satu tahun. Untuk jumlah pelanggan tetap satu-satunya cara untuk meningkatkan saifi adalah mengurangi jumlah gangguan berkelanjutan yang dialami oleh pelanggan. 12,13 Nilai SAIFI dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan . sebagai berikut : Standar PLN (SPLN). Keandalan Pada Sistem Distribusi 20kV Dan 6kV (Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi, 1. Standar PLN (SPLN). Tingkat Jaminan Sistem Tenaga Listrik (Bagian Dua: Sistem Distribus. (Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi, 1. Billinton. Reliability Evaluation of Power System. Brown. Electric Prower Distribution Reliability. Billinton. Reliability Evaluation of Power System. Brown. Electric Prower Distribution Reliability. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 106 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 SAIFI = Oc yuIycn ycu ycAycn Oc ycAycN . ali/pelanggan/tahu. Keterangan : yuIycn = Frekuensi Gangguan ycAycn = Jumlah Pelanggan Yang Padam ycAycN = Jumlah Total Pelanggan Laju Kegagalan (Failure Rat. Banyaknya kegagalan yang terjadi selama selang waktu t1 sampai t2 disebut laju kegagalan (Failure Rat. Ini dapat dinyatakan sebagai peluang bersyarat yaitu kegagalankegagalan yang terjadi dalam selang waktu t1 sampai t2 dimana sebelum periode t1 tidak terjadi kegagalan, dan ini merupakan awal dari selang. Jadi laju kegagalan adalah harga ratarata dari dari jumlah kegagalan per satuan waktu pada satuan selang waktu pengamatan (T). 14,15Laju kegagalan dihitung dengan persamaan . dengan satuan kegagalan pertahun. ya yuIs = ycN . Keterangan : yuIyc = Jumlah kegagalan ( frekuensi/12 bulan ) yce = Jumlah kegagalan selama selang waktu ycN = Jumlah lamanya rentan waktu METODE Penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Melakukan studi atau pengumpulan data di tempat/objek penelitian yaitu pada sistem distribusi 20 kV di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan khususnya pada penyulang J4. J5, dan J6 selama Data yang dikumpulkan bersifat data sekunder. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah : Single line diagram penyulang J4. J5, dan J6 Data jumlah pelanggan pada setiap titik beban Data panjang saluran penyulang Parameter tiap komponen sesuai dengan SPLN No. 59 Tahun 1985 yakni: failure rate . uI) dan repair time . Langkah selanjutnya yang dikerjakan dalam penelitian ini adalah menghitung nilai indeks keandalan dengan metode perhitungan nilai SAIDI dan nilai SAIFI. Setelah nilainilai indeks keandalan tersebut diketahui maka kemudian nilai-nilai tersebut dibandingkan terhadap nilai-nilai standar SPLN yang menjadi acuan dalam penelitian ini. Billinton. Reliability Evaluation of Power System. Brown. Electric Prower Distribution Reliability. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 107 Onglan Nainggolan. Bustani. Syahrul: Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi 20 Kv Pada Penyulang J4 J5 J6 Di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan Menggunakan Nilai SAIDI dan SAIFI HASIL DAN PEMBAHASAN Penyulang J4 Data-data di lapangan yang dirangkum merupakan data pelanggan yang terhubung pada PT. PLN (Perser. Rayon Utara penyulang J4. Data tersebut akan digunakan dalam analisa keandalan penyulang J4. Tidak hanya itu, data monitoring gangguan dalam satu tahun juga digunakan sebagai acuan dalam menentukan indeks keandalan. Berdasarkan datadata inilah dilakukan perhitungan untuk mengetahui berapa lama dan jumlah pemadaman yang terjadi selama satu tahun. Selanjutnya perhitungan dilakukan untuk menentukan keandalan sistem distribusi 20 kV dengan menggunakan indeks keandalan yaitu SAIDI dan SAIFI. Perhitungan dengan menggunakan persamaan . , . Dalam tabel 2 yakni data rekapitulasi jumlah durasi gangguan penyulang J4 bulan Januari sampai Desember Jumlah pelanggan pada penyulang J4 adalah sebesar 1876. Gambar 1. Single Line Diagram Penyulang J4 Tahun Bulan Januari Februari Maret April Tabel 2. Jumlah Durasi Gangguan Penyulang J4 Lama Lama Pelanggan Banyak Gangguan Gangguan Padam Gangguan (Kal. (Meni. (Ja. 0,83 0,38 CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 108 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Total Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 7,65 0,66 0,51 1,61 2,26 0,43 1,96 0,33 28,26 Tabel 3. Indeks Keandalan SAIDI dan SAIFI Periode Januari-Desember 2018 Penyulang J4 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Indeks Keandalan SAIDI SAIFI Jam/pelanggan/ Kali/pelanggan/ 9,35 0,61 0,59 0,34 1,40 0,43 0,24 0,16 4,97 0,32 0,54 0,33 0,35 0,23 0,90 0,09 1,48 0,16 0,23 0,08 1,72 0,43 0,17 0,08 21,94 3,26 Penyulang J5 Data single line diagram untuk penyulang J5 dan data pelanggan serta data gangguan pada penyulang J5 diperlihatkan pada gambar 2 dan tabel 4. Dengan menggunakan persamaan 1,2, dan 3 perhitungan indeks keandalan untuk penyulang J5 dan hasilnya ditampilkan pada tabel 5. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 109 Onglan Nainggolan. Bustani. Syahrul: Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi 20 Kv Pada Penyulang J4 J5 J6 Di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan Menggunakan Nilai SAIDI dan SAIFI Tahun Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Tabel 4. Jumlah Durasi Gangguan Penyulang J5 Lama Lama Banyak Gangguan Gangguan Gangguan (Meni. (Ja. (Kal. 7,66 0,18 2,56 2,25 3,41 2,26 5,13 2,45 0,98 4,21 1,13 39,78 Pelanggan Padam Gambar 2 Single Line Diagram Penyulang J5 CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 110 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Tabel 5. Indeks Keandalan Saidi dan Saifi Periode Januari-Desember 2018 Penyulang J5 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Indeks Keandalan SAIDI SAIFI (Jam/pelanggan/ (Kali/pelanggan/ 5,76 0,30 0,036 0,016 1,85 0,23 1,35 0,15 6,52 0,57 3,16 0,69 0,19 0,42 4,98 0,72 1,97 0,33 0,67 0,22 3,39 0,33 0,22 0,015 30,09 3,99 Penyulang J6 Penyulang J6 juga merupakan salah satu penyulang yang disalurkan dari gardu induk Karang Joang. Penyulang J6 ini adalah salah satu penyulang yang letaknya berdekatan dengan penyulang J4 dan J5. Penyulang J6 mempunyai 66 titik beban. Jumlah total pelanggan pada penyulang J6 adalah 8. 119 pelanggan. Data single line diagram untuk penyulang J6 diperlihatkan pada gambar 3. Data beban dan data gangguan pada tabel 6. Hasil perhitungan untuk indeks keandalan penyulang J6 diperlihatkan pada tabel 7. CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 111 Onglan Nainggolan. Bustani. Syahrul: Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi 20 Kv Pada Penyulang J4 J5 J6 Di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan Menggunakan Nilai SAIDI dan SAIFI Gambar 3 Single Line Diagram Penyulang J6 Tabel 6. Jumlah Durasi Gangguan Penyulang J6 Tahun Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Lama Gangguan (Meni. Lama Gangguan (Ja. 24,48 13,03 0,51 3,86 0,78 2,95 3,05 1,11 1,95 2,06 58,21 Banyak Gangguan (Kal. Pelangga n Padam CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 112 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Tabel 7. Indeks Keandalan Saidi dan Saifi Periode Januari-Desember 2018 Penyulang J6 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Indeks Keandalan SAIDI SAIFI (Jam/pelanggan/ (Kali/pelanggan/ Perbandingan Standar Indeks Keandalan SAIDI dan SAIFI Dari hasil perhitungan nilai-nilai indeks keandalan SAIDI dan SAIFI masing-masing penyulang J4. J5, dan J6 pada tabel 3, tabel 5, dan tabel 7 dan dibandingkan dengan nilai standar indeks keandalan untuk sistem distribusi pada tabel 1 maka hasilnya adalah seperti pada tabel 8 di bawah ini. Tabel 8. Perbandingan nilai indeks keandalan terhadap nilai standar indeks keandalan Standar Nilai SPLN No. 50 Tahun SPLN 68-2 : 1986 Penyulan SAIFI SAIDI SAIFI SAIDI Kpt Jpt Kpt Jpt Keterangan : ui = Memenuhi standar yang ditentukan CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 113 Onglan Nainggolan. Bustani. Syahrul: Evaluasi Keandalan Sistem Distribusi 20 Kv Pada Penyulang J4 J5 J6 Di PT. PLN (Perser. Area Balikpapan Menggunakan Nilai SAIDI dan SAIFI = Tidak memenuhi standar yang ditentukan Kpt = Kali pelanggan/tahun Jpt = Jam pelanggan/tahun Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 3 maka pada penyulang J4, nilai total nilai indeks keandalan : saifi sebesar 3,26 kali pelanggan/tahun dan saidi sebesar 21,94 jam pelanggan/tahun. Nilai-nilai tersebut hampir mendekati kepada nilai standar spln 1985 dan standar spln 68-2:1986 yakni nilai saifi sebesar 3,2 kali pelanggan/tahun dan nilai saidi sebesar 21 jam pelanggan/tahun. Dengan demikian bahwa penyulang J4 mempunyai keandalan yang cukup baik atau kategorinya adalah andal. Berbeda dengan pada penyulang J4, pada penyulang J5 nilai total nilai indeks keandalan: saifi sebesar 3,99 kali pelanggan/tahun dan saidi sebesar 30,09 jam pelanggan/tahun . Nilai-nilai tersebut lebih besar dari nilai standar spln 1985 dan standar spln 68-2:1986 yakni nilai saifi sebesar 3,2 kali pelanggan/tahun dan nilai saidi sebesar 21 jam pelanggan/tahun. Dengan demikian bahwa penyulang J5 mempunyai keandalan yang rendah atau kategorinya adalah tidak andal. Pada penyulang J6 nilai total nilai indeks keandalan : saifi sebesar 5,24 kali pelanggan/tahun dan saidi sebesar 50,96 jam pelanggan/tahun . Nilai-nilai tersebut jauh lebih besar dari nilai standar spln 1985 dan standar spln 68-2:1986 yakni nilai saifi sebesar 3,2 kali pelanggan/tahun dan nilai saidi sebesar 21 jam pelanggan/tahun. Dengan demikian bahwa penyulang J6 mempunyai keandalan yang rendah bahkan lebih buruk dari pada penyulang J5 atau kategorinya adalah tidak andal. Nilai-nilai indeks keandalan untuk penyulang J4. J5, dan J6 serta perbandingannya dengan nilai-nilai standar indeks sesuai spln 1985 dan spln 68-2:1986 ditunjukkan pada tabel 9 dan tabel 10 di bawah ini. Tabel 9. Perbandingan Nilai SAIDI Penyulang J4. J5, dan J6 dengan SPLN No. 59 Tahun 1985 dan SPLN 68-2 : 1986 Penyulan SAIDI (Perhitunga SAIDI (SPLN No. Tahun 1. SAIDI (SPLN 68 Ae 2 : CopyrightA 2023. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, e-ISSN 3025-1. 114 Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia. Vol 1. No 1. Juli 2023 Tabel 10. Perbandingan Nilai SAIFI Penyulang J4. J5, dan J6 dengan SPLN No. 59 Tahun 1985 dan SPLN 68-2 : 1986 Penyulan SAIFI (Perhitunga SAIFI (SPLN No. Tahun 1. SAIFI (SPLN 68 Ae 2 : KESIMPULAN Dari hasil perhitungan dan pembahasan yang telah dilakukan pada penyulang J4. J5 dan J6 maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Berdasarkan durasi/lama gangguan yang terjadi pada penyulang J4 selama satu periode nilai saidi tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 9. 35, sedangkan nilai saidi terendah terjadi pada bulan Desember sebesar 0. Pada penyulang J5 nilai saidi tertinggi terjadi pada bulan Mei sebesar 6. 52, sedangkan nilai saidi terendah terjadi pada bulan Februari sebesar 0. Pada penyulang J6 nilai saidi tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 24. 42, sedangkan nilai saidi terendah terjadi pada bulan April sebesar Untuk nilai saifi tertinggi pada penyulang J4 terjadi pada bulan Januari sebesar 0. sedangkan nilai saifi terendah terjadi pada bulan Oktober dan Desember sebesar 0. Pada penyulang J5 nilai saifi tertinggi terjadi pada bulan Agustus sebesar 0. sedangkan nilai saifi terendah terjadi pada bulan Februari sebesar 0. Pada penyulang J6 nilai saifi tertinggi terjadi pada bulan Januari sebesar 1. 24, sedangkan nilai saifi terendah terjadi pada bulan April sebesar 0. Indeks keandalan saidi dan saifi pada penyulang J4 selama satu periode tahun 2018 94 jam pelanggan/tahun dan 3. 26 kali pelanggan/tahun. Pada penyulang J5 nilai saidi dan saifi mencapai 30. 09 jam pelanggan/tahun dan 3. 99 kali/ pelanggan/ Pada penyulang J6 nilai saidi dan saifi mencapai 50. 96 jam/ pelanggan/ tahun 24 kali/pelanggan/ tahun. Berdasarkan indeks keandalan SPLN No. 59 Tahun 1985 dan SPLN 68-2 : 1986, indeks keandalan pada penyulang J4 sudah mendekati nilai indeks standar, sedangkan penyulang J5. J6 dikategorikan tidak handal karena nilai saidi dan saifi melebihi batas maksimum yang ditentukan. REFERENSI