Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 Available online at https://journal. an-nur. id/index. php/alwildan KETERAMPILAN MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN BAKAT- MINAT SISWA DAN SUMBER DAYA MANUSIA DI LEMBAGA PENDIDIKAN Vira Lutfiana1. Titis Dwi Wulandari2. Nurul Lathifah3 123Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Kediri. Indonesia Email : viralutfiana21@gmail. com , titis. wulan25@gmail. com , lathifahnur@gmail. Received: June 2023 DOI: 10. 57146/alwildan. Accepted: March 2024 Published: March 2024 Abstract : Talents and interests are one of the important factors in supporting students' self-quality. The objectives of this study are: . describe efforts to develop students' talents and interests through school extracurricular programs. describe teacher innovation in developing students' talents and interests through learning programs. This research is a type of library research. The results showed that the school's efforts in developing students' talents and interests were carried out by providing extracurricular programs that were in accordance with students' wishes, freeing students to choose extracurricular by providing adequate facilities and infrastructure for extracurricular activities. In addition to extracurriculars, teachers also have the authority to develop students' talents and interests through teaching and learning innovations in the subjects of cultural arts, crafts, and This can inspire students' talents and interests in arts and sports, so that students are able to compete and excel in various kinds of competitions. Keywords : Develop, talents, interests. Abstrak : Bakat dan minat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas diri Tujuan dari penelitian ini adalah: . mendeskripsikan upaya mengembangkan bakat dan minat siswa melalui program ekstrakurikuler sekolah. mendeskripsikan inovasi guru dalam mengembangkan bakat dan minat siswa melalui program Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi pustaka . ibrary Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya sekolah dalam mengembangkan bakat dan minat siswa dilakukan dengan memberikan program ekstrakurikuler yang sesuai dengan keingina siswa, membebaskan siswa memilih ekstrakurikuler dengan memberikan sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan ekstrakurikuler. Selain melalui ekstrakurikuler, guru juga mempunyai wewenang dalam menumbuh kembangkan bakat dan minat siswa melalui inovasi belajar mengajar pada mata pelajaran seni budaya, prakarya, dan olehraga. Hal ini dapat menimbukan bakat dan minat siswa dalam hal seni dan olahraga, sehingga siswa mampu bersaing dan berprestasi dalam berbagai macam perlombaan. Kata Kunci: Mengembangkan, bakat, minat. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 PENDAHULUAN Siswa merupakan salah satu elemen sekolah yang masuk dalam kategori masukan mentah . aw inpu. dalam manajemen suatu lembaga Ketercapaian tujuan pendidikan dimanifestasikan dalam perubahan pribadi siswa dengan segala aspeknya. Oleh karena itu, sebenarnya semua sumber daya pada akhirnya bermuara pada kepentingan siswa tersebut. Pada dasarnya siswa merupakan pusat utama dalam konsepsi persekolahan, dan kesiswaan itu sendiri juga menempati posisi strategis dalam administrasi pendidikan pada tingkat persekolahan. Apapun yang dilakukan sekolah, program apapun yang dirancang sekolah, berujung pada kepentingan siswa itu sendiri. Prestasi siswa akan menjadi ukuran keberhasilan program pendidikan di sekolah/madrasah (Islamiyah, 2. Mengingat bahwa siswa merupakan salah satu elemen penting dalam pendidikan dan merupakan sasaran utama dalam peningkatan kualitas pendidikan yang nantinya akan berkontribusi terhadap upaya peningkatan kualitas hidup bagi masyarakat suatu bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia serta peningkatan derajat sosial masyarakat bangsa, maka siswa perlu dikelola, diatur, ditata, dikembangkan, dan diberdayakan agar dapat menjadi produk pendidikan yang bermutu, baik ketika siswa itu masih berada di lingkungan sekolah/madrasah, maupun setelah beradadalam lingkungan masyarakat. Untuk itulah diperlukan adanya manajemen kesiswaan(Ummah, 2. Kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan dirinya tentu saja beragam dalam hal pemprioritasan, seperti di satu sisi para siswa ingin sukses dalam hal prestasi akademik atau non akademiknya, namun disisi lain dia juga ingin sukses dalam segala hal. Tidak semua siswa mempunyai kemampuan akademik yang baik. Namun diantara mereka ada yang mempunyai kemampuan non akademik yang baik. Maka, setiap potensi yang dimiliki oleh siswa harus dikembangkan secara seimbang dan tepadu. Adanya persaingan yang ketat di bidang akademik maupun non akademik yang terjadi di dunia pendidikan belakangan ini menjadi bukti bahwa sekolah harus berusaha sedemikian rupa agar sekolah mampu mengelola kegiatan pendidikan secara baik dan bermutu tinggi. Pengelola lembaga pendidikan secara tidak langsung dituntut untuk mampu mengantarkan anak didiknya menjadi siswa berprestasi di banyak bidang dalam ajang lomba yang diadakan untuk tingkat para pelajar. Baik secara akademik maupun non akademik (Nahooda, 2. Oleh karena itu sebagai pendidik dan tenaga kependidikan di dalam suatu sekolah, harus mampu menciptakan dan mengembangkan keterampilan dalam membentuk minat dan bakat dari siswa daam berbagai cara dan berbagai bidang. Setiap manajemen kesiswaan harus Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan menghasilkan sebuah keterampilan berupa suatu program untuk bisa dilaksanakan oleh siswa dalam menumbuhkan minat dan bakat sesuai dengan kemampuan dirinya masing- masing. Sekolah dituntut menghasilkan output siswa yang berprestasi dalam hal akademik begitu juga dalam hal non akademik. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah studi kepustakaan . ibrary researc. Studi kepustakaan adalah kegiatan pengumpulan data pustaka, membaca, dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan artinya peneliti berhadapan langsung dengan teks atau data yang ada dan bukan melakukan riset lapangan. Selain itu, peneliti menggunakan data pustaka yang siap pakai sehingga bisa langsung digunakan dan tidak dibatasi ruang dan Dalam penyusunan artikel, peneliti menggunakan data-data pustaka dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, website resmi, dan sumber internet lainnya berupa materi dasar hingga ke materi utama mengenai keterampilan membangun dan mengembangkan bakat-minat siswa di lembaga pendidikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis atau literature review dari beberapa jurnal tentang pengembangan minat dan bakat peserta didik memberikan banyak sumbangsih ilmu yang sangat positif dan ini memberikan kontribusi besar terhadap pihak sekolah, keluarga, orang tua, dan lingkungan masyarakat, seperti penelitian yang dilakukan oleh Yusron & Rafita, . yang menjelaskan bahwa setiap diri peserta didik akan menjadi pribadi yang lebih unggul apabila minat dan bakat mereka dapat dikembangkan dengan maksimal dan dilaksanakan oleh peserta didik dengan senang hati, pengembangan tersebut tidak luput melalui kegitan ekstrakulikuler, ia mengatakan bahwa kegiatan ekstrakulikuler yang mempunyai prinsip dan pedoman dalam pelaksanaanya akan berjalan dengan hasil yang optimal (Yusfandaria, 2. Namun dalam penelitian Magdalena. Fatharani. Oktavia, & Amini, 2. , dan (Saputri & SaAoadah, 2. ditemukan kekurangan dalam pengembangan minat dan bakat peserta didik, wali kelas, dan guru pembina belum mampu menghadirkan hubungan interpersonal dengan peserta didik dan ini memicu peserta didik menjadi segan dan kurang aktif dalam mengikuti proses pelaksanaannya. Riset mengungkapkan bahwa keterlibatan orang tua dalam perkembangan minat bakat peserta didik sangat besar dan ini menjadi kontribusi yang akan bermakna sebagai motivasi bagi mereka. Bila potensi peserta didik sejak awal sudah terdeteksi oleh orang tua, kemungkinan akan ada resiko kecil yang Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan tumbuh dalam memberikan stimulasi yang tidak sesuai dengan passion atau potensi mereka. Apabila stimulasi yang di dapatkan sesuai dengan minat dan bakat mereka maka mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal tanpa adanya paksaan, dan proses stimulasi yang dilakukan pun akan lebih mudah dilakukan. Terdeteksinya potensi peserta didik dan minat bakat mereka memang tergantung pada rangasangan yang diberikan oleh orang tua dan lingkungan yang mendukung, karena itu bagi orang tua maupun guru harus bisa menggali potensi anak sejak dini. Dalam mengembangkan minat bakat dan kreativitas peserta didik guru juga mempunyai peran besar didalamnya karena guru tidak hanya sebagai pengajar di dalam ruangan kelas. Dalam perkembangan dan pertumbuhan peserta didik peran orang tua seiring berubah dan membutuhkan peran orang lain dalam membantu menumbuh kembangkan pertumbuhan Orang tua tidak lagi dapat melayani anak sebagai guru utama dirumah dan akan mengambil peran yang lebih mendukung, seperti memasukkan anak mereka dibangku sekolah, menganjurkan untuk mengikuti komunitas atau organisasi yang bermanfaat, atau memanggil seorang guru baru untuk mengidentifikasi minat dan bakat seorang anak. Di sisi lain, orang tua juga mulai mencari bidang keahlian seorang anak ketika mereka sudah mulai beranjak dewasa, memperkenalkan dan membina mereka ke dunia karir yang akan ditempuh (Octaviani. Sadad. Fadhilah, & Tamara, 2. Faktor yang memicu dalam keberhasilan pelaksanaan program salah satunya adalah kemampuan guru tersebut, karena tingginya rasa simpatisan peserta didik terhadap guru dalam proses belajar mengajar juga berdampak besar terhadap keberhasilan mereka. Setiap guru dituntut untuk memiliki kualifikasi tinggi guna menjalankan perannya sebagai pendidik, dan ia harus berperan aktif sebagai motivator, fasilitator, dan komunikator. Untuk mendapatkan kemampuan yang sudah diuraikan seorang guru harus menempuh pendidikan akademik beserta syarat-syaratnya yang berlaku, dan juga mampu untuk mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern dengan tetap berpegang teguh pada pengetahuan yang baik dan benar (Mardhiah & Julike, 2. Jenis kepribadian beberapa anak ditentukan oleh minat yang dikembangkan selama masa kanak-kanak mereka. Hurlock, . mengatakan bahwa, semua minat yang dimiliki oleh setiap manusia memiliki peran dan dampak yang sangat penting atas perilaku dan sikap yang ditunjukkan. Pengalaman belajar anak akan berhasil dalam pencapaiannya apabila proses pembelajaran mereka sesuai dengan minat yang diinginkan. Karena keengganan belajar mengakibatkan mereka tidak puas dengan materi yang diajarkan, namun sebaliknya apabila selalu berusaha menjelaskan materi dengan cara yang lebih kreatif dan memberikan hal-hal yang menarik dalam proses pemberian materi, maka Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan minat peserta didik dalam belajar akan semakin besar dan ini sangat berguna bagi kehidupan mereka. Stimula atau rangsangan baik yang diberikan oleh orang tua maupun guru dapat menimbulkan minat dan bakat dalam diri peserta didik. Minat adalah rasa ketertarikan atau dorongan kuat yang dimiliki seseorang untuk melakukan segala sesuatu yang menjadi keinginannya. Kata minat sendiri dapat menggambarkan sebuah motivasi peserta didik dalam berpikir dan berprestasi. Keberadaan minat juga menjadi faktor utama dalam mengembangkan bakat. Minat terbagi menjadi dua yaitu minat pribadi dan minat situasional. Keduanya memiliki makna yang berbeda-beda, minat pribadi cenderung kepada pribadi individu yang bersifat stabil, sedangkan minat situasional adalah minat yang tumbuh melalui faktor lingkungan, atau kondisi. Sesorang yang mempunyai minat tinggi terhadap sesuatu atau kegiatan tertentu akan sangat memperhatikan kegiatan tersebut dengan rasa senang dan konsisten (Saputri & SaAoadah, 2. Dalam upaya mengembangkan minat dan bakat peserta didik kearah yang lebih sempurna dan optimal sesuai dengan keinginan dan keahliannya maka perlu adanya langkah-langkah yang harus diambil Memberikan dukungan secara psikologis maupun fisik dalam mengembangkan situasi dan kondisi yang diminati oleh peserta didik Mengembangkan program pendidikan dan kurikulum sekolah dan memberikan pelayanannya secara efektif kepada peserta didik Selalu berupaya dalam menumbuhkembangkan minat dan bakat peserta didik dengan motif berprestasi tinggi baik dikalangan peserta didik lainnya, lingkungan keluarga, maupun masyarakat Memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan minat dan bakat peserta didik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik (Noho et al. Pengembangan Minat dan Bakat Siswa Melalui Program Ekstrakurikuler Setiap sekolah memiliki program ekstrakurikuler yang mempunyai tujuan sebagai wadah pengembangan bakat-minat siswa sesuai dengan Ekstrakulikuler adalah kegiatan pendidikan khusus diluar jam pelajaran dan pelayanan konseling sekolah untuk membantu mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan kebutuhan, minat dan bakat mereka melalui kegiatan kreatif yang secara khusus diselenggarakan oleh tenaga pendidik yang memiliki kemampuan dan kewenangan di sekolah. Seperti yang dikutip oleh Fani Oktaviani dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 mengenai Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Pasal 2, dijelaskan bahwa Aukegiatan ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasionalAy(Ariani, 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Kegiatan ekstrakulikuler di sekolah beragam macam, ada yang bersifat intelektual, religius, pramuka, olahraga, seni budaya, dan lain Dengan adanya kegiatan tersebut di sekolah diharapkan peserta didik mampu mengatur waktu antara pelajaran di sekolah dan luar jam pelajaran. Kegiatan ekstrakulikuler memiliki banyak sekali manfaat didalamnya salah satunya adalah dapat meningkatkan prestasi peserta didik di sekolah. Dan dalam proses pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler harus melibatkan semua pihak baik kepala sekolah, guru, pembina yang mendidik, orang tua dan bahkan peserta didik itu sendiri. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan agar proses pelaksanaan program tersebut dapat terimplementasikan dengan baik sehingga tujuan dalam mengembangkan minat dan bakat peserta didik tercapai dengan Oleh karenanya sasaran utama dari kegiatan ekstrakulikuler sendiri adalah peserta didik, maka perlu adanya prinsip-prinsip yang harus dikembangkan dalam meningkatkan potensi peserta didik: Individual, yaitu prinsip yang sesuai dengan minat bakat dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik dalam kegiatan ekstrakulikuler. Pilihan, yaitu prinsip yang secara sukarela peserta didik memilih kegiatan ekstrakulikuler yang ia minati Keterlibatan aktif, yaitu prinsip yang harus dijalani oleh peserta didik karena ia harus melibatkan diri secara aktif dalam proses berjalannya kegiatan ekstrakulikuler Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstrakulikuler yang beragam dan juga membuat suasana segembira mungkin Etos kerja, yaitu prinsip yang harus selalu membangun motivasi peserta didik agar dapat menjalankan kegiatan ekstrakulikuler dengan baik dan berjalan lancar. Kemanfaatan sosial, prinsip kegiatan ekstrakulikuler yang dapat selalu bermanfaat dan berguna bagi masyarakat sosial Pengembangan prinsip berikut memiliki tujuan agar dalam proses pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler tidak menyimpang dalam pelaksanaanya dan dapat terarah serta terjaga dari dampak yang kurang baik, dan juga dapat memberikan respon yang baik bagi peserta didik. Beragam format atau strategi kegiatan ekstrakulikuler yang diberikan kepada peserta didik dalam pelaksanaannya adalah: peserta didik memilih kegiatan ekstrakulikuler ini perorangan . , format kelompok yang diikuti sekelompok peserta didik, format kegiatan ekstrakulikuler . yang mana peserta dari klasikal ini adalah peserta didik dalam satu kelas yang sama, dan yang terakhir adalah lapangan, dimana sejumlah peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakulikuler diluar ruangan atau lapangan. Cara untuk mengembangkan potensi, kreativitas, minat dan bakat peserta didik yang telah ada, maka perlu inisiatif dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan, selanjutnya selalu berusaha membentuk minat baru dalam diri peserta didik. Maka dari itu manajemen peserta Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan didik seperti, perencanaan . , pengorganisasian . , pelaksanaan . dan pengawasan . dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler perlu dikembangkan, agar proses pelaksanaannya berjalan dengan optimal dan mampu mengantarkan peserta didik kearah yang lebih baik (Magdalena. Ramadanti, & Rossatia, 2. Inovasi Guru dalam Mengembangkan Bakat-Minat Siswa di Lembaga Pendidikan Guru senagai pendidik meiliki peran penting dalam pengembangan Selain melalui program sekolah ekstrakurikuler, pengembangan bakat dan minat siswa bisa dilakukan dengan berbagai program dan Program ekstrakurikuler yang merupakan kegiatan diluar kelas dirasa cukup mampu menumbuhkan bakat siswa sesuai kemampuan individu masing-masing. Guru merupakan salah satu komponen penting dalam pengembangan bakat minat siswa, oleh karena itu guru di tuntut untuk memberikan inovasi terhadap program sekolah yang mampu menumpuhkan bakat minat siswa. Banyak hal yang bisa dilakukan, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Purwaji & Rahmawati, . menunjukkan bahwa inovasi dalam mengembangkan minat bakat siswa melalui kegiatan belajar mengajar seni budaya dan prakarya. Kegiatan belajar mengajar seni budaya dan prakarya dilaksanakan secara senyenangkan dan interaktif. Suasana dalam kegiatan belajar meliputi latihan menari di ruang terbuka, membuap kerajinan tangan . , olah vocal dengan menggunakan alat musik dan lain sebagainya (Purwaji & Rahmawati, 2. Kegiatan ini dirasa mampu menjadi wadah pengembangan minat dan bakat siswa dalam hal seni dan mendorong siswa untuk terus mengasah bakat yang dimilikinya dalam bidang seni. Metode yang digunaan guru dalam mengajar sangat membantu kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu guru harus mampu menyesuaikan kondisi belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan Munculnya potensi . siswa bergantung pada rangsangan yang diberikan oleh guru saat mengajar. Bakat memungkinkan seorang siswa mencapai prestasi tertentu dalam bidang yang dikuasai. Akan tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dorongan atau motivasi agar dapat terwujud. Misalnya seseorang memiliki bakat menggambar, jika ia tidak pernah diberi kesempatan untuk mengembangkan, maka bakat tersebut tidak akan tampak (Purwaji & Rahmawati, 2. Selain itu, peneitian yang dilakukan oleh Putra, . menunjukkan kegiatan mengasah bakat siswa dalam hal jasmani yaitu olahraga. Minat siswa dalam pembelajaran dan ekstrakurikuler olahraga dapat memiliki kesempatan untuk berprestasi dalam perlombaan. Dilihat dari banyaknya event perlombaan yang diselenggarakan oleh pemerintah lokal yang menyangkut olahraga, membuat kegiatan olehraga ini menjadi salah satu minat tertinggi di sekolah. Hal ini tidak lepas dari tugas dan Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 48-56 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan tanggungjawab guru dan pembina olahraga demi terlaksananya pembelajaran yang berkualitas dan menghasilkan siswa yang mampu bersaing secara professional (Putra, 2. Kegiatan belajar dan ekstrakurikuler olahraga dilaksanakan dengan pelatihan intens dan dikemas dengan pembelajaran yang menyenangkan. Setiap jam pelajaran olahraga, siswa diberikan materi berupa teori dan praktik lapangan dengan pelatihan. Siswa yang memiliki bakat dalam bidang olahraga tertentu akan disarankan untuk mengikuti latihan secara maksimal pada kegiatan ekstrakurikuler cabang olahraga. KESIMPULAN Sekolah dapat melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Ini termasuk memberikan program ekstrakurikuler yang sesuai dengan keinginan siswa, serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Selain itu, guru juga memiliki peran penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan bakat serta minat siswa melalui inovasi dalam metode pengajaran, khususnya dalam mata pelajaran seni budaya, prakarya, dan olahraga. Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui berbagai upaya ini, siswa akan mampu mengembangkan potensi mereka dalam bidang seni dan olahraga, sehingga dapat bersaing dan berprestasi dalam berbagai kompetisi dan perlombaan. DAFTAR PUSTAKA