Pengaruh Pembelajaran Kooperatif. Komunikasi Interpersonal Dan Aktifitas KKG Terhadap Prestasi Belajar SKI Pengaruh Pembelajaran Kooperatif. Komunikasi Interpersonal dan Aktifitas KKG Terhadap Prestasi Belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada Siswa Kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Drs. Hasan H. Buro. MM. Pd. aProgram Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto *Koresponden penulis: drs. hasanburo@gmail. Abstract Model Cooperative Learning is a learning model which was used as an alternative to delivering innovation learning outcomes. This model has several advantages, which enable students to succeed in learning, skills training, leading the Active Interaction Between Students and teachers learning atmosphere relaxed and fun. the purpose of the study is . Describe the effects of cooperative learning in the Islamic Cultural History on student learning achievement. Describe the effect of interpersonal communication in the history of Islamic culture on student learning achievement. Describe the effect of KKG for student achievement Cultural History of Islam in students. Describe the effects of cooperative learning, interpersonal communication and KKG for student achievement Cultural History of Islam in students. From the analysis can be summarized as follows: . There is an effect of cooperative learning on the learning achievement of Islamic Cultural History. in MI Al Muhsinun kauman regression coefficient (B) 0. 417, with a significance t is 0, . 001 Because of the significance of t less than 5% . 1, <0. and MI An Nahdiyah Gedeg regression coefficient (B) 0523, with significance of 0,005 t. Because of the importance of not less than 5% . 005 <0. , . There is an effect of interpersonal communication on the learning achievement of Islamic Cultural History. in class V MI Al Muhsinun kauman regression coefficient (B) 0050, with a significance of 0. 004 t. Because of the importance of not less than 5% . 004 <0. and Class V MI An Nahdiyah Gedeg regression coefficient (B) 0. 322, with a significance of 0. 046 t. Because of the importance of not less than 5% . , <0. , . There is an effect on learning achievement KKG Cultural History of Islam in class V MI Al Muhsinun kauman regression coefficient (B) 0. 290, with a significance of 0. 000 t. Because of the importance of not less than 5% . 000 <0. , and Class V MI An Nahdiyah Gedeg regression coefficient (B) 0. 291, with a significance of 0. 000 t. Because of the importance of not less than 5% . , <0. , the Nil Hypothesis (H. There is an effect of cooperative learning, interpersonal communication and KKG for student achievement Cultural History of Islam in class MI Al Muhsinun kauman . alue obtained Fhitung 2,236 . ignificance F = 0. So F count> F table . 236> 1. or Sig F <5% . 000 <0. ) and MI An Nahdiyah Gedeg. (Provided the value of F from 2803 . ignificance F = 0. So F count> F table . or Sig F <5% . 000 <0. Keywords: cooperative learning, interpersonal communication. KKG, achievements. Latar Belakang Model merupakan salah satu model pembelajaran yang dijadikan alternatif untuk memberikan inovasi dalam pembelajaran. Model ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu memungkinkan siswa untuk meraih keterampilan, memunculkan interaksi aktif antara siswa dengan guru dalam suasana belajar yang rileks dan menyenangkan (Isjoni, 2. Menurut Isjoni . , mengemukakan pemikiran, pandangan, dan berkelompok, sehingga akan membentuk satu pandangan kelompok yang utuh. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Diawali dengan komunikasi yang intensif dengan ibu pada masa bayi, lingkaran komunikasi itu menjadi semakin luas dengan bertambahnya usia individu. Seiring tersebut,perkembangan intelektual dan sosial individu sangat ditentukan oleh kualitas komunikasi dengan orang lain Secara sadar maupun tidak sadar individu memperhatikan dan mengingatingat semua tanggapan dari orang lain terhadap diri individu. Dengan komunikasi dengan orang lain individu dapat Komunikasi antarpribadi mengembangkan Bersosialisasi dengan orang lain secara tidak langsung menunjukkan kekhasan diri sendiri, sehingga lebih mudah menemukan Kondisi mental yang sehat dan tidak sehat ternyata dipengaruhi juga oleh kualitas komunikasi antarpribadi dengan orang lain. Oleh sebab itu komunikasi antarpribadi sangat penting bagi kehidupan individu yang hidup di tengah-tengah lingkungan sosial. Kegiatan KKG akan sangat membantu peningkatan kemampuan para guru di jika dikelola secara benar dan profesional. Para guru yang terlibat dalam forum KKG ini senantiasa akan bertambah pengetahuan, sehingga dalam melaksanakan tugas tidak akan merasa berat. Dalam melaksanakan tugasnya guru dituntut memiliki bekal dan kemampuan dasar yang dikenal dengan empat kompetensi dasar guru. Adapun empat kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu terdiri . Kompetensi Pedagogik, . Kompetensi Kepribadian, . Kompetensi Profesional, . kompetensi Sosial. Selain itu, agar Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari dengan baik guru di tuntut untuk senantiasa keterampilan serta menambah wawasan dan pengalaman yang akan sangat berguna untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. Hal ini berkaitan dengan guru sebagai fasilitator kegiatan belajar mengajar di kelas yang berhubungan langsung dengan siswa, harus mampu memfasilitasi kegiatan di kelas dengan penuh kreatifitas dan inovasi sehingga pembelajaran dapat berjalan menyenangkan, bermakna dan mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu organisasi yang dapat meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi melalui KKG. KKG sangat bermanfaat dalam upaya meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan dan dihadapi para guru apabila dikelola dengan baik dan profesional. Namun pengelolaan KKG selama ini belum dikelola secara baik asal jalan kegiatannya tanpa adanya perencanaan program kegiatan yang akan Tidak adanya alokasi dana khusus bagi pelaksanaan kegiatan KKG sehingga pelaksanaan kegiatan KKG biasanya hanya menunggu moment tertentu saja seperti pada akhir semester. Hal ini tentunya menjadi permasalahan bagi para Berdasarkan latar belakang penelitian, maka penulis tertarik untuk meneliti dalam suatu karya tulis bentuk tesis dengan judul: Pengaruh komunikasi interpersonal dan aktifitas KKG Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di kemukakan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah Pengaruh Pembelajaran Kooperatif. Komunikasi Interpersonal Dan Aktifitas KKG Terhadap Prestasi Belajar SKI berpengaruh terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg ? Apakah berpengaruh terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg ? Apakah aktifitas KKG berpengaruh terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg ? Apakah komunikasi interpersonal dan aktifitas KKG berpengaruh terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg ? Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah: Mendeskripsikan prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Mendeskripsikan pengaruh komunikasi interpersonal terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Mendeskripsikan pengaruh aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Mendeskripsikan pembelajaran kooperatif, komunikasi KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Kajian Pustaka Pembelajaran Kooperatif Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok pembelajaran yang telah dirumuskan. Slavin dalam Isjoni . pembelajaran pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen. Sedangkan menurut Sunal dan Hans dalam Isjoni . mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama proses pembelajaran. Selanjutnya Stahl dalam Isjoni . menyatakan meningkatkan belajar siswa lebih baik dan tolongmenolong dalam perilaku sosial. Ada lima unsur dasar pembelajaran Cooperative kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif dengan benar akan menunjukkan pendidik mengelola kelas lebih efektif. Johnson (Lie, mengemukakan dalam model pembelajaran kooperatif ada lima unsur yaitu: saling ketergantungan positif, tanggung jawab perseorangan, tatap muka, komunikasi antar anggota, dan evaluasi proses kelompok. PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 Komunikasi Interpersonal Definisi komunikasi menurut West dan Turner, adalah Communication is a social process in which individuals employ symbols to establish and interpret meaning in their environment. (West and Turner Berdasarkan definisi West dan Turner dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin hidup tanpa berkomunikasi dengan orang lain. Adanya interaksi antar sesama manusia dan fakta bahwa komunikasi adalah sebuah proses yang terus menerus dan tidak ada akhirnya menandakan komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan Komunikasi pada hakikatnya adalah sebuah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Menurut Onong Uchjana Effendi, pesan komunikasi terdiri dari dua aspek, pertama isi pesan . he content of the messag. lalu kedua, lambang . Tujuan dari komunikasi itu sendiri yaitu, mengubah sikap, mengubah opini, mengubah perilaku, dan mengubah Dalam perkembangannya, komunikasi juga memiliki fungsi tersendiri yaitu to inform, to educate, to entertain, dan to influence. Komunikasi menurut Arni . Komunikasi Pertukaran pesan verbal maupun non verbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah Dapat pengiriman dan penyampaian pesan baik berupa verbal maupun non verbal oleh seseorang kepada orang lain untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tidak langsung melalui media. Komunikasi yang baik harus disertai dengan adanya jalinan pengertian antara kedua belah pihak . engirim dan penerim. , sehingga yang dikomunikasikan dapat dimengerti dan Kelompok Kerja Guru (KKG) Kelompok Kerja Guru, adalah suatu organisasi profesi guru yang bersifat non struktural yang dibentuk oleh guru-guru di Sekolah Dasar, di suatu wilayah atau gugus sekolah wahana untuk saling bertukar kemampuan guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran. Tujuan kelompok kerja guru adalah sebagai upaya pembinaan profesional guru melalui KKG merupakan kegiatan yang terencana dengan tujuan yang cukup jelas. Menurut Dirjen Dikdasmen tahun . KKG bertujuan sebagai . sebagai wadah kerjasama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar. untuk semangat kompetitif di kalangan anggota gugus dalam rangka maju bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah . sebagai sarana pembinaan profesional bagi guru. sebagai wadah penyebaran inovasi khususnya di bidang Secara umum tujuan kelompok kerja guru adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam arti yang luas, dan secara khusus untk meningkatkan profesional Menurut pedoman KKG (Depdiknas, 2004:. KKG mengakomodir aspirasi dari, oleh dan untuk anggota, . mengakomodir aspirasi masyarakat, steakholder dan siswa, . melaksanakan perubahan yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran, . mitra kerja Dinas Pendidikan dalam Pengaruh Pembelajaran Kooperatif. Komunikasi Interpersonal Dan Aktifitas KKG Terhadap Prestasi Belajar SKI Prestasi Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Istilah prestasi belajar dalam dunia pendidikan menjadi sesuatu hal yang keberadaannya sangat bermanfaat bagi pendidik, peserta didik, maupun orang tua. Prestasi belajar bagi pendidik dapat dijadikan tolok ukur tentang sejauh mana keberhasilan kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan terhadap peserta didiknya. Bagi peserta didik pencapaian prestasi belajar dapat memberi gambaran tentang dilaksanakannya, sedagkan bagi orang tua dengan mengetahui prestasi belajar peserta didik, maka akan dapat mengetahui tingkat keberhasilan putra-putrinya di sekolah, selanjutnya dijadikan bahan pertimbangan pengawasan dirumah. Tentang apa yang dimaksud dengan memberikan definisi sesuai sudut pandang masing-masing. Menurut Arifin . prestasi belajar merupakan suatu masalah yang bersifat perenial dalam sejarah kehidupan manusia, karena sepanjang rentang kehidupannya manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan masing-masing. Menurut Muhibbin . Tesis FKIP UMP 2011 Prestasi belajar adalah hasil usaha bekerja atau belajar yang menunjukan ukuran kecakapan yang dicapai dalam bentuk nilai, yang telah dicapai oleh seseorang dan ditunjukan dalam jumlah nilai raport atau tes sumatif. maupun secara kelompok dalam bidang Menurut Poerwadarminto . prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai dari hasil pekerjaan yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja. Adapun pengertian prestasi belajar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah "penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual menggambarkan pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu pengaruh pembelajaran kooperatif, komunikasi interpersonal dan aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . Prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam, terus meningkat karena adanya pengaruh pembelajaran kooperatif, komunikasi interpersonal, aktifitas KKG yang baik. Dalam upaya untuk selalu meningkatkan prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam, perlu didukung dengan interpersonal, aktifitas KKG yang baik. Penelitian ini dimaksudkan sebagai alat untuk menemukan ada atau tidaknya komunikasi interpersonal dan aktifitas KKG Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Menurut Nawawi elfatru . Prestasi belajar adalah hasil dari suatu kegiatan yang menyenangkan hati, yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja, baik secara individual PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 45 siswa. Keterangan: = Parsial = Simultan Gambar: 2. 1 Kerangka Konseptual Cara pengambilan sampel pada penulisan ini dengan menggunakan pendapat Sugiyono: Menurut Sugiyono . 2: . sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan karena jumlah populasi dalam penelitian ini hanya 85 siswa. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel Interpretasi Hasil Penelitian Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Terdapat kooperatif terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Terdapat interpersonal terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Terdapat pengaruh aktifitas KKG Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Terdapat kooperatif, komunikasi interpersonal dan aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . Populasi dan Sampel populasi adalah berkelompok yang akan menjadi obyek penelitian. Pada penelitian ini obyeknya adalah Siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman sebanyak 40 siswa dan Siswa kelas V MI An Nahdiyah Gedeg sebanyak Uji Pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada Kelas V MI Al Muhsinun Kauman didapatkan koefesien Regresi (B) 0,417, dengan signifikansi t sebesar 0,. 001 Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . 1,<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Uji Pengaruh pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada Kelas V MI An Nahdiyah Gedeg didapatkan koefesien Regresi (B) 0,523, dengan signifikansi t sebesar 0,005. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,005<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Jadi: Terdapat pengaruh pembelajaran kooperatif Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Uji Pengaruh komunikasi interpersonal terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada Kelas V MI Al Muhsinun Kauman didapatkan koefesien Regresi (B) 0,050, dengan signifikansi t sebesar 0,004. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,004<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif. Komunikasi Interpersonal Dan Aktifitas KKG Terhadap Prestasi Belajar SKI ditolak dan Hipotesis kerja (H. bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari variabel Pembelajaran kooperatif (X. , komunikasi interpersonal (X. dan aktifitas KKG dalam belajar (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam (Y) di MI Al Muhsinun Kauman Uji Pengaruh komunikasi interpersonal terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada Kelas V MI An Nahdiyah Gedeg didapatkan koefesien Regresi (B) 0,322, dengan signifikansi t sebesar 0,046. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Fhitung sebesar 2. ignifikansi F= 0,. Jadi Fhitung>Ftabel . 057>1,. atau Sig F < 5% . ,000<0,. Artinya bahwa secara bersama-sama variabel bebas yang terdiri dari variabel Pembelajaran kooperatif (X. , komunikasi interpersonal (X. dan aktifitas KKG dalam belajar (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam (Y) di MI An Nahdiyah Gedeg Jadi : Terdapat interpersonal terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg Uji t terhadap variabel Pengaruh aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada Kelas V MI Al Muhsinun Kauman didapatkan koefesien Regresi (B) 0,290, dengan signifikansi t sebesar 0,000. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,000<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Uji t terhadap variabel Pengaruh aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada Kelas V MI An Nahdiyah Gedeg didapatkan koefesien Regresi (B) 0,291, dengan signifikansi t sebesar 0,000. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Jadi: Terdapat pengaruh aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . Dari hasil perhitungan didapatkan nilai Fhitung sebesar 2. ignifikansi F= 0,. Jadi Fhitung>Ftabel . 236>1,. atau Sig F < 5% . ,000<0,. Artinya bahwa secara Jadi : Terdapat kooperatif, komunikasi interpersonal dan aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . Kesimpulan Selesainya pembahasan penelitian ini, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai Terdapat kooperatif terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . Pada Kelas V MI Al Muhsinun Kauman didapatkan koefesien Regresi (B) 0,417, dengan signifikansi t sebesar 0,. 001 Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . 1,<0,. dan pada Kelas V MI An Nahdiyah Gedeg didapatkan koefesien Regresi (B) 0,523, dengan signifikansi t sebesar 0,005. Karena signifikansi t lebih PROGRESSA Journal of Islamic Religious Instruction Volume 1 Nomor 1 Pebruari 2017 kecil dari 5% . ,005<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Terdapat interpersonal terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . pada Kelas V MI Al Muhsinun Kauman didapatkan koefesien Regresi (B) 0,050, dengan signifikansi t sebesar 0,004. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,004<0,. dan pada Kelas V MI An Nahdiyah Gedeg didapatkan koefesien Regresi (B) 0,322, dengan signifikansi t sebesar 0,046. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Terdapat pengaruh aktifitas KKG Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman dan MI An Nahdiyah Gedeg . pada Kelas V MI Al Muhsinun Kauman koefesien Regresi (B) 0,290, dengan signifikansi t sebesar 0,000. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,000<0,. , dan pada Kelas V MI An Nahdiyah Gedeg didapatkan koefesien Regresi (B) 0,291, dengan signifikansi t sebesar 0,000. Karena signifikansi t lebih kecil dari 5% . ,<0,. , maka Hipotesis Nihil (H. ditolak dan Hipotesis kerja (H. Terdapat kooperatif, komunikasi interpersonal dan aktifitas KKG terhadap prestasi belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa kelas V MI Al Muhsinun Kauman . idapatkan nilai Fhitung sebesar 2. ignifikansi 0,. Jadi Fhitung>Ftabel . 236>1,. atau Sig F < 5% . ,000<0,. ) dan MI An Nahdiyah Gedeg . idapatkan nilai Fhitung 803 . ignifikansi F= 0,. Jadi Fhitung>Ftabel . 057>1,. atau Sig F < 5% . ,000<0,. Saran-Saran Setelah penulis menyelesaikan penelitian dan menutup dengan kesimpulan, maka penulis perlu memberikan saran-saran sebagai berikut. Bagi jajaran pengelola lembaga hasil digunakan sebagai bahan informasi dan masukan sehingga Instansi dapat menyusun langkah strategis dalam meningkatkan dan mengoptimalkan sumber daya yang ada dengan mendukung aktifitas belajar yang tenang, nyaman dan menyenangkan. Bagi perguruan tinggi, hendaknya hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi untuk penelitian selanjutnya. Bagi mengembangkan khasanah normatif tentang Pengaruh persepsi siswa tentang lingkungan belajar dan motivasi belajar siswa terhadap efektivitas metode pemecahan masalah . roblem solvin. dan hasil belajar siswa ranah kognitif dapat menggunakan referensi karya ini. Daftar Pustaka Anas. Pengantar statistik pendidikan. Jakarta : PT. Raja. Grafindo Persada. Anita Kooperatif Learning (Mempraktikkan Cooperative Learning di. Ruang-ruang Kela. Jakarta: Grasindo. Arif R. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Laksbang Mediatama. Pengaruh Pembelajaran Kooperatif. Komunikasi Interpersonal Dan Aktifitas KKG Terhadap Prestasi Belajar SKI Arifin. Evaluasi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya, 77. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arni. Komunikasi Organisasi. Jakarta. Bumi Aksara Artz. F, & Newman. M 1990. Cooperative Learning. Mathematic Teacher,. 83, p. Conseuegra. 2011-CONSEUEGRA, SdO. -TC3-A Cooperative Learning Approach to Encourage Active Learning Among Biology Students. Depdiknas, 2004. Acuan Operasional Dan Indikator Kinerja Komite Sekolah. Jakarta: Ditjen Dikdasmen. Depdiknas. Pengembangan Perangkat Penilaian Kinerja Guru. Jakarta: Ditjen Dikti. Bagian Proyek P2TK Isjoni. Pembelajaran Pustaka Belajar. Yogyakarta. Kooperatif. Isjoni. Model Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: Alfabeta Isjoni. Guru sebagai Motivator Perubahan. Yogyakart: Pustaka Pelajar. Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitati. Jakarta : Gaung Persada Press. Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitati. Jakarta: Gaung Persada Press. Johnson/Johnson,1975. Learning Together and Alone. Pretice-Hall. INC. ,Englewood Cliffs. New Jersey Jonathan S & Tutty M. Riset Bisnis. Yogyakarta: Andi. Mangkoesapoetra. Model Pembelajaran Portofolio: Sebuah Tinjauan Kritis. Artikel Pendidikan Network. us/art0517. Diakses tanggal 5 Mei 2015 Metzke. , & Berghoff. Cooperative learning in the classroom. Helping children at home and school: Handouts from your school psychologist, 147-150. Miftahul H. Cooperatif Yogyakarta: Pustaka Pelajar Learning. Nawawi Keaktifan Belajar. http://nawawielfatru. 2010/07/keaktifan-belajar. diakses tanggal 5 Mei 2015 Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Slavin. E, 2005. Cooperative Learning Teori Risert dan Praktek. Jakarta: Nusamedia Slavin. E, 2009. Cooperatif Learning. Teori. Riset dan Praktik. Nusa media : Bandung. Sugiyanto. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma. Pustaka.