Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 46 Ae 55 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Analisis Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini di Wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Tahun 2020 Putri Azzahroh*. Rizka Junita Sari. Rosmawaty Lubis Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Putri Azzahroh . utriazzahroh@civitas. Received: January 5 2021. Accepted: February 21 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Bahasa adalah aspek perkembangan yang berperan penting dalam kehidupan anak usia dini agar mampu menggunakan bahasa untuk dipahami baik secara pasif maupun digunakan secara aktif untuk berkomunikasi secara efektif. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Kunciran masih ditemukan anak yang mengalami gangguan perkembangan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia dini usia 3-6 tahun pada bulan Mei tahun 2020 sebanyak 75 orang dengan teknik proportional stratified random Hasil penelitian menunjukkan, perkembangan bahasa normal 81,3%, stimulasi tinggi 61,3%, pola asuh positif 78,7% dan jenis kelamin perempuan 65,3%. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara stimulasi . =0,. , pola asuh . =0,. dan jenis kelamin . =0,. dengan perkembangan bahasa pada anak usia dini. Peluang terhadap perkembangan bahasa yang terbesar adalah faktor pola asuh orang tua dengan nilai OR 41,067. Diharapkan ibu dapat meningkatkan pengetahuannya dengan cara memberikan stimulasi dan pola asuh yang baik pada anak balitanya, disamping itu ibu aktif menanyakan kepada petugas kesehatan tentang perkembangan anaknya agar ibu mengetahui dan memperbaikin kekurangan yang dimiliki ibu dalam mendidik anak agar perkembangannya dapat berkembang secara Kata Kunci: Perkembangan Anak Usia Dini. Stimulasi. Pola Asuh This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Setiap anak berhak mendapatkan kehidupan yang layak karena masa depan dunia tergantung kepada mereka. Masa usia dini adalah masa emas . olden ag. bagi perkembangan, karena pada masa ini perkembangan anak berkembang begitu pesat. Anak usia dini adalah anak yang sedang mengalami masa kanak-kanak awal, yaitu yang berusia antara 2 sampai 6 tahun yang akan ditumbuhkan kemampuan emosinya agar setelah dewasa nanti berkemungkinan besar untuk memiliki kecerdasan. Masa ini berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Orangtua sebaiknya memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak-anaknya karena Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. pada usia ini semua perkembagan anak harus dikembangnkan secara optimal dan maksimal (Yusuf, 2. Bahasa adalah aspek perkembangan yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Fungsi bahasa yang utama adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Saat seorang anak berbicara harus menggunakan bentuk bahasa yang bermakna bagi orang yang mereka ajak berkomunikasi dan dalam berkomunikasi anak harus memahami bahasa yang digunakan oleh orang lain (Sobur, 2. Menurut Suherman . kemampuan yang diharapkan dapat dicapai anak usia dini pada aspek perkembangan bahasa adalah mampu menggunakan bahasa untuk dipahami baik secara pasif maupun digunakan secara aktif untuk berkomunikasi secara Proses tersebut harus dipantau dengan cermat karena setiap batas umur tertentu anak memiliki tahapan kemampuan yang wajib dikuasai. Pemantauan tersebut sebagai bagian dari pengawasan pertumbuhan dan perkembangan balita (Kementerian Kesehatan RI, 2. Salah satu pelayanan kesehatan pada anak balita yang dilakukan oleh tenaga kesehatan diantaranya pelayanan pemantauan pertumbuhan dan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang balita minimal dua kali dalam setahun. Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak sangat penting untuk diketahui dan dipahami karena melalui deteksi dini tumbuh kembang balita, penyimpangan tumbuh kembang yang tidak normal dapat diketahui lebih dini (Sukmara, 2. Upaya pemeliharaan kesehatan anak merupakan suatu upaya yang ditujukan untuk mempersiapkan generasi akan datang yang sehat, cerdas dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian anak (Baliwati, 2. Kementerian Kesehatan RI tahun 2016 telah membuat alat ukur untuk memantau perkembangan balita tersebut yaitu Pra Kuesioner Skrining Perkembangan (KPSP). Periode tumbuh kembang balita dibagi menjadi beberapa masa sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 66 Tahun 2014. Pertumbuhan dan perkembangan selayaknya harus terus dipantau oleh orang terdekat dari balita. Pada masa balita sering dikatakan sebagai masa kritis dalam rangka mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal (Setiyaningrum, 2. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2015 anak balita menderita disfungsi otak minor15%-20%, sehingga anak kelak di kemudian hari mempunyai kualitas otak sekitar 80%-85% (Yuniarti, 2. Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa cakupan pelayanan kesehatan balita dalam deteksi dini tumbuh kembang balita di Indonesia berdasarkan perkembangan motorik kasar sebesar 97,8%, perkembangan motorik halus sebesar 64,6%, perkembangan perilaku sosial sebesar 69,9% dan perkembangan bahasa sebesar 95,2%, adapun total indeks perkembangan sebesar 88,3%, hal ini mengalami kenaikan daripada tahun 2013 sebesar 78,11%, balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang pada tahun 2018 sebesar 11,7% sedangkan pada tahun 2013 sebesar 45,7% (Kemenkes RI, 2. Sementara itu Provinsi Banten cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita adalah 89,33% dan yang mengalami gangguan sebesar 32,6%, adapun Kabupaten Tangerang cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita adalah 98,2% dan yang mengalami gangguan sebesar 32,3% (Hastuti, 2. Supartini . menjelaskan bahwa semua orang tua akan sangat merasa bangga jika anak-anak mereka dapat memiliki kemampuan berbahasa secara normal dan dapat mencapai tingkat perkembangan bahasa pada anak usia dini. Namun kenyataannya ada saja anak usia dini yang mengalami masalah perkembangan bahasa. Umumnya masalah perkembangan bahasa yang dialami anak usia dini adalah gagap dan gangguan bahasa reseftip serta ekspresif. Menurut Kartono . gagap diartikan sebagai gangguan bicara berupa kesalahan dalam ucapan dengan mengulang-ulang bunyi suku kata atau kata. Gangguan bahasa reseptif dapat istilahkan dengan kesulitan menerima dimana anak usia dini mengalami kesulitan untuk mengerti apa yang dikatakan oleh orang lain meskipun sebenarnya anak dapat membuat dirinya Journal for Quality in Women's Health Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. sendiri sedikit mengerti pesan apa yang disampaikan orang tersebut. Kemudian gangguan bahasa ekspresif dapat disitilahkan dengan kesulitan berekspresi dimana anak usia dini dapat memahami apa yang dikatakan orang lain tetapi sulit baginya untuk menempatkan kata secara bersama-sama untuk membalasnya. Menurut Yusuf . salah satu alat yang digunakan untuk menilai perkembangan anak usia dini yaitu The Denver Developmental Screening Test II / Denver II (Dodds dan Kenbur. Soeparmanto . menjelaskan bahwa kegunaan Denver II ini adalah . Untuk menilai perkembangan anak sesuai usia. Memantau anak yang tampak tidak sehat umur dari lahir sampai dengan 6 tahun. Menjaring anak tanpa gejala terhadap kemungkinan adanya kelainan perkembangan. Memastikan apakah anak dengan persangkaan ada Apakah benar-benar ada kelainan, dan . Memonitor anak dengan resiko Jika ada gangguan bahasa dan tingkah laku, maka perlu dilakukan konsultasi ke psikolog/neuropsikiater anak. Ahli patologi wicara akan mengevaluasi cara pengobatan anak dengan gangguan bicara. Anak akan diperiksa apakah ada masalah anatomi yang mempengaruhi produksi suara. Adriana . mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak usia dini beberapa diantaranya yaitu stimulasi, pola asuh, dan jenis kelamin. Stimulasi harus diberikan secara rutin dan berkesinambungan dengan kasih sayang, metode bermain, dan lain-lain, sehingga perkembangan anak akan berjalan optimal (Soedjatmiko. Hasil penelitian Hati . ditemukan adanya hubungan antara pemberian stimulasi dengan perkembangan bahasa anak. Semakin dini stimulasi yang diberikan, maka perkembangan anak akan semakin baik. Semakin banyak stimulasi yang diberikan maka pengetahuan anak akan menjadi luas sehingga perkembangan anak semakin optimal. Disebutkan juga bahwa jaringan otak anak yang banyak mendapat stimulasi akan berkembang mencapai 80% pada usia kurang dari 4 tahun. Sebaliknya, jika anak tidak pernah diberi stimulasi maka jaringan otak akan mengecil sehingga fungsi otak akan menurun. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan anak menjadi terhambat. Pengasuhan dalam keluarga sangatlah penting untuk perkembangan anak di masa mendatang (Desmita, 2. Menurut Yuniarti . hubungan timbal balik antara anak dan orang tua akan membantu anak dalam mengembangkan respon yang diberikan orang tuanya, dimana peran orang tua menjadi fokus uatama dalam memberikan respon. Kolaborasi antara anak dan orang tua ini bukanlah untuk mengekang anak terhadap respon yang ada, tapi dengan repon yang diberikan orang tua, anak mampu untuk berfikir lebih luas dan terarah, sehingga adanya interaksi yang menyenangkan bagi anak, adalah kewajiban orang tua merepon anaknya dengan tanpa paksaan, sehingga orang tua dan anak dapat saling memberikan kenyamanan. Hasil penelitian Pratiwi . didapatkan adanya hubungan antara pola asuh dengan perkembangan bahasa anak. Pola asuh orang tua otoriter mempunyai hubungan negatif terhadap perkembangan bahasa anak. Hubungan negatif disini berarti semakin orang tua menerapkan pola asuh otoriter maka perkembangan bahasa anak akan semakin menurun atau tidak baik. Faktor berikutnya yang berhubungan dengan perkembangan bahasa anak yaitu jenis Anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam aspek bahasa. Anak perempuan lebih dahulu mampu berbicara daripada anak laki-laki dan kamus kosakatanya lebih banyak daripada anak laki-laki (Adriana, 2. Levine dan Adelman . 3: . mengemukakan bahwa perempuan Amerika secara tradisional mempunyai cara tidak langsung . ebih sopan dan lembu. dibanding laki-laki dalam melakukan permohonan, menyampaikan kritik, dan menyampaikan pendapat. Hasil penelitian Linda . didapatkan adanya hubungan antara jenis kelamin dengan perekmbangan bahasa. Anak perempuan rata-rata lebih cepat bicara Journal for Quality in Women's Health Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. daripada anak laki-laki dimana anak perempuan memiliki kosa kata yang secara signifikan lebih besar dari anak laki-laki. Puskesmas Kunciran yang merupakan bagian dari Kota Tangerang cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita adalah 98,4% dan yang mengalami gangguan sebesar 32,4% (Dinkes Kota Tangerang, 2. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Kunciran Kota Tangerang pada bulan Februari 2020 pada 10 anak berusia 4 dan 5 tahun ditemukan 6 diantaranya perkembangannya tidak sesuai dengan umur yang seharusnya sedangkan sisanya hasil perkembangannya sesuai umur seharusnya. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan cross Populasinya adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia dini usia 3-6 tahun yang berada di wilayah Kerja Puskesmas Kunciran Kota Tangerang pada bulan Mei tahun 2020 dengan jumlah total sebanyak 294 responden dan jumlah sampel sebanyak 75 responden teknik proportional stratified random sampling. Tempat penelitian di Puskesmas Kunciran Kota Tangerang pada bulan Juni 2020. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah stimulasi, pola asuh orang tua dan jenis kelamin, sedangkan varibel terikat dalam penelitian ini adalah perkembangan bahasa anak usia dini. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan cara mengisi kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan menggunakan Uji Chi Square. HASIL PENELITIAN Analisis Univariat Berdasarkan perkembangan bahasa, stimulasi, pola asuh dan jenis kelamin terdapat pada tabel 1 berikut ini: Perkembangan Bahasa Frekuensi . Persentase (%) Normal Suspect Tinggi Rendah Positif Negatif Perempuan Laki-laki Jumlah Stimulasi Pola Asuh Jenis Kelamin Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa dari 75 responden mayoritas mayoritas dengan perkembangan bahasa normal sebesar 61 responden . ,3%), mayoritas dengan stimulasi tinggi sebesar 46 responden . ,3%), mayoritas dengan pola asuh positif sebesar 59 responden . ,7%), dan mayoritas dengan jenis kelamin perempuan sebesar 49 responden . ,3%). Journal for Quality in Women's Health Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. Analisis Bivariat Hubungan antara stimulasi, pola asuh dan jenis kelamin dengan perkembangan bahasa dapat dilihat pada tabel berikut ini: Perkembangan Bahasa Normal Suspect Positif Negatif Perempuan Laki-laki Total Variabel Jumlah Nilai p 0,000 36,563 0,000 41,067 0,014 4,654 Stimulasi Tinggi Rendah Pola Asuh Jenis Kelamin Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa dari 46 responden dengan stimulasi tinggi mayoritas dengan perkembangan bahasa normal sebesar 45 responden . ,8%) dan dari 29 responden dengan stimulasi rendah mayoritas dengan perkembangan bahasa suspect sebesar 16 responden . ,2%). Hasil analisis didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05 dengan demikian ada hubungan antara stimulasi dengan perkembangan bahasa pada anak usia dini di wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Tahun 2020. Adapun nilai Odds Ratio (OR) sebesar 36,563, sehingga dapat dinyatakan bahwa responden dengan stimulasi tinggi berpeluang 36,563 kali perkembangan bahasa normal dibandingkan responden dengan stimulasi rendah. Dari 59 responden dengan pola asuh positif mayoritas dengan perkembangan bahasa normal sebesar 56 responden . ,9%) dan dari 16 responden dengan pola asuh negatif mayoritas dengan perkembangan bahasa suspect sebesar 11 responden . ,7%). Hasil analisis didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05 dengan demikian ada hubungan antara pola asuh dengan perkembangan bahasa pada anak usia dini di wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Tahun 2020. Adapun nilai Odds Ratio (OR) sebesar 41,067, sehingga dapat dinyatakan bahwa responden dengan pola asuh positif berpeluang 41,067 kali perkembangan bahasa normal dibandingkan responden dengan pola asuh negatif. Dari 49 responden dengan jenis kelamin perempuan mayoritas dengan perkembangan bahasa normal sebesar 44 responden . ,9%) dan dari 26 responden dengan jenis kelamin lakilaki mayoritas dengan perkembangan bahasa normal sebesar 17 responden . ,4%). Hasil analisis didapatkan nilai p = 0,014 < 0,05 dengan demikian ada hubungan antara jenis kelamin dengan perkembangan bahasa pada anak usia dini di wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Tahun 2020. Adapun nilai Odds Ratio (OR) sebesar 4,659, sehingga dapat dinyatakan bahwa responden dengan jenis kelamin perempuan berpeluang 4,659 kali perkembangan bahasa normal dibandingkan responden dengan jenis kelamin laki-laki. PEMBAHASAN Hubungan antara Stimulasi dengan Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini di Wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Tahun 2020 Suherman . menjelaskan bahwa stimulasi perkembangan anak bertujuan untuk membantu anak agar dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal sesuai dengan Journal for Quality in Women's Health Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. usia anak. Hurlock . menegaskan bahwa rangsangan atau stimulasi sangat menentukan perkembangan kualitas sel-sel otak manusia bahkan sejak dalam kandungan. Indiarti . menambahkan bahwa stimulasi . berperan penting dalam perkembangan anak. Menurut Desmita . melalui panca indera, anak memperoleh informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan yang berada di sekitarnya. Informasi sensorik yang diterima akan masuk ke otak tidak hanya melalui mata, telinga, dan hidung tapi masuk melalui seluruh Anak dapat mencapai perkembangan optimal pada penglihatan, pendengaran, perkembangan bahasa, sosial, kognitif, gerakan kasar, halus, keseimbangan, koordinasi, dan Menurut Hidayat . melalui rangsangan atau stimulasi taktil, audio, dan visual dan verbal sejak dini anak dapat mengeksplorasikan alam sekitarnya dan pekembangan anak dalam sensorik, motorik dan pendengarannya akan cepat berkembang. Soedjatmiko . menjelaskan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan anak salah satunya stimulasi dari orang tua, karena disinilah orang tua melakukan interaksi pertama kali dengan anak untuk mengembangkan kemampuan anak sesuai dengan usia perkembangannya. Stimulasi harus diberikan secara rutin dan berkesinambungan dengan kasih sayang, metode bermain, dan lain-lain, sehingga perkembangan anak akan berjalan optimal. Sesuai dengan hasil penelitian Hati . ditemukan adanya hubungan antara pemberian stimulasi dengan perkembangan bahasa anak. Semakin dini stimulasi yang diberikan, maka perkembangan anak akan semakin baik. Semakin banyak stimulasi yang diberikan maka pengetahuan anak akan menjadi luas sehingga perkembangan anak semakin Disebutkan juga bahwa jaringan otak anak yang banyak mendapat stimulasi akan berkembang mencapai 80% pada usia kurang dari 4 tahun. Sebaliknya, jika anak tidak pernah diberi stimulasi maka jaringan otak akan mengecil sehingga fungsi otak akan Hal inilah yang menyebabkan perkembangan anak menjadi terhambat. Fernando . dalam penelitiannya yang dilakukan kepada 86 responden menunjukan bahwa ibu yang menstimulasi anaknya dengan optimal dan perkembangan bicara anak yang normal sehingga terdapat hubungan antara stimulasi dengan perkembangan anak. Stimulasi yang diberikan pada masa usia dini . olden age perio. dan sesuai dengan aspek tumbuh kembang yang diperlukan akan memberikan dampak yang optimal terhadap perkembangan anak. Pitaya . dalam penelitiannya didapatkan hasil responden mendapatkan stimulasi dengan baik memiliki tingkat perkembangan yang sesuai sehingga ada hubungan signifikan antara stimulasi perkembangan dengan perkembangan anak. Begitu juga dengan hasil penelitian Hasanah . Ditemukan adanya hubungan stimulasi dengan perkembangan bahasa anak. Pengaruh ibu terhadap kehidupan seorang anak telah dimulai selama dia hamil, selama masa bayi, dan berlanjut terus sampai anak memasuki usia pra sekolah. Seorang ibu harus mengetahui tahapan perkembangan anak dan stimulasi agar perkembangan anak menjadi optimal. Saat ibu mengetahui adanya keterlambatan perkembangan anak, bila penyebabnya ibu yang kurang aktif dalam pemberian stimulus, maka faktor utama yang harus dirubah adalah prilaku orang tua dalam pemberian stimulasi. Peneliti berasumsi berdasarkan hasil penelitian bahwa stimulasi berhubungan dengan perkembangan bahasa anak, hal ini sesuai dengan hasil penelitian responden dengan stimulasi tinggi mayoritas perkembangan bahasanya baik sehingga semakin tinggi stimulasi yang diberikan semakin baik perkembangan bahasanya. Hal ini disebabkan oleh karena dengan memberikan rangsangan kepada anak untuk berbicara menjadikan perkembangan otak anak akan berkembang dengan baik, disamping itu dengan diberikannya stimulasi atau rangsangan anak dapat mengerti dan mengetahui tentang kondisi fisik dan lingkungan yang berada di sekitarnya karena banyaknya informasi yang didapat anak dari orang tuanya sehingga pengetahuan anak akan menjadi luas dan perkembangan anak semakin optimal. Journal for Quality in Women's Health Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. Sementara anak yang stimulasinya rendah kecenderungan perkembangannya juga rendah, hal ini disebabkan oleh karena anak kurang mendapatkan informasi tentang kondisi fisik dan lingkungan yang berada di sekitarnya sehingga fungsi otak anak menurun yang menjadikan perkembangan bahasa anak mengalami kelainan atau tidak normal. Oleh karena itu orang tua perlu meningkatkan pengetahuannya tentang bagaimana cara dalam memberikan stimulasi pada anaknya agar perkembangan bahasa anak dapat berkembang dengan optimal sesuai dengan usianya. Berdasarkah hasil tersebut sebaiknya stimulasi yang diberikan oleh orang tua terhadap anaknya harus secara rutin dan berkesinambungan dengan penuh kasih sayang sehingga perkembangan anak dapat berjalan dengan optimal. Hubungan antara Pola Asuh dengan Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini di Wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Tahun 2020 Desmita . mejelaskan bahwa pengasuhan dalam keluarga sangatlah penting untuk perkembangan anak di masa mendatang. Pengasuhan ini termasuk pengasuhan di aspek psikososial yang mengarah kepada perkembangan yang positif. Indikator-indikator yang mempengaruhi perkembangan yang positiflah yang dibutuhkan untuk menilai seberapa jauh pengasuhan yang diberikan oleh keluarga atau bagaimana penerapan nilainilai budaya dalam keluarga tersebut. Pengasuhan dalam keluarga merupakan serangkaian tindakan atau aktivitas yang diperankan oleh pengasuh dalam keluarga di lingkungannya atau kondisi lingkungan yang diatur oleh pengasuh agar anak mampu untuk beradaptasi sehingga apa yang menjadi tujuan dari pengasuhan tersebut dapat tercapai. Menurut Yuniarti . hubungan timbal balik antara anak dan orang tua akan membantu anak dalam mengembangkan respon yang diberikan orang tuanya, dimana peran orang tua menjadi fokus uatama dalam memberikan respon. Adanya respon yang diberikan orang tua dalam berkolaborasi dengan anknya, anak juga belajar tentang cara memberi respon yang sama. Kolaborasi antara anak dan orang tua ini bukanlah untuk mengekang anak terhadap respon yang ada, tapi dengan repon yang diberikan orang tua, anak mampu untuk berfikir lebih luas dan terarah, sehingga adanya interaksi yang menyenangkan bagi anak, adalah kewajiban orang tua merepon anaknya dengan tanpa paksaan, sehingga orang tua dan anak dapat saling memberikan kenyamanan. Sesuai dengan hasil penelitian Pratiwi . didapatkan adanya hubungan antara pola asuh dengan perkembangan bahasa anak. Pola asuh orang tua otoriter mempunyai hubungan negatif terhadap perkembangan bahasa anak. Hubungan negatif disini berarti semakin orang tua menerapkan pola asuh otoriter maka perkembangan bahasa anak akan semakin menurun atau tidak baik. Mulqiah . menunjukkan ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa anak prasekolah . sia 3-6 tahu. salah satu faktor yang penting dalam pola asuh dan perkembangan anak. Pola asuh merupakan faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa pada anak. Hal ini dikarenakan masalah komunikasi dan interaksi antara anak dengan orang tua tanpa disadari memiliki peran yang penting agar anak memiliki kemampuan yang tinggi dalam segi bahasa. Orang tua tidak boleh menghukum atau menjauhkan diri dari anak, sebaliknya orang tua harus mengembangkan aturan-aturan dan memberikan kasih sayang kepada anak agar anak dapat mencapai tugas perkembangan sesuai usia anak. Pendidikan orang tua yang baik dapat menjadikan orang tua mampu menerima segala informasi dari luar termasuk cara mengasuh, menjaga kesehatan, mendidik anak. Penelitian yang sama dilakukan oleh Sulasmini . didapatkan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan bahasa. Proses pembentukan pola asuh orang tua yang demokratis akan dapat berlangsung dengan baik apabila didukung oleh interaksi yang baik antara orang tua dengan anak. Interaksi yang terjadi antara orang Journal for Quality in Women's Health Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. tua dan anak akan dapat membantu anak untuk memecahkan masalahnya serta menambah kedekatan antara orang tua dengan anak. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti dapat diketahui bahwa pola asuh orang tua berhubungan dengan perkembangan bahasa anak, hal ini dapat dilihat hasil penelitian responden dengan pola asuh baik mayoritas perkembangan bahasanya baik. Hal ini disebabkan oleh karena dengan pola asuh yang baik menjadikan perilaku anak juga positif yang bisa menjadikan perkembangan anak juga mengalami perekmbangan yang optimal karena adanya kemampuan anak dalam beradaptasi dengan lingkungannya tanpa mengalami Pola asuh yang positif disini yaitu pola asuh demokratis, dimana orang tua tidak terlalu mengekang juga tidak terlalu memberi kebebasan pada anak sehingga anak dalam melakukan kegiatannya bebas tapi bertanggungjawab. Adanya pola asuh demokratis anak dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik, ketika anak berkata kasar orang tua dapat memberitahukan kepada anak bahwa kata-kata yang disampaikan anak itu salah dan tidak sopan sehingga anak dapat mengetahui mana perkataan yang baik dan mana perkataan yang tidak baik. Begitu juga dengan pol asuh yang baik, anak dapat berpikir luas dan dapat menyalurkan idenya tanpa adanya perasaan tertekan dan dilaksanakan dengan rasa nyaman karena ada yang melindungi. Hubungan antara Jenis Kelamin dengan Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini di Wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang Tahun 2020 Adriana . menjelaskan bahwa anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam aspek bahasa. Anak perempuan lebih dahulu mampu berbicara daripada anak laki-laki dan kamus kosakatanya lebih banyak daripada anak laki-laki. Namun perbedaan jenis kelamin ini akan berkurang secara tajam selaras dengan berguliranya fase perkembangan dan bertambahnya usia. Levine dan Adelman . mengemukakan bahwa perempuan Amerika secara tradisional mempunyai cara tidak langsung . ebih sopan dan lembu. dibanding laki-laki dalam melakukan permohonan, menyampaikan kritik, dan menyampaikan pendapat. Namun, kalau membahas masalah yang berkenaan dengan emosi dan perasaan, perempuan lebih bersifat langsung. Kemudian timbul perubahan dan perempuan di tempat kerja bersaha meniru laki-laki dalam melakukan permohonan, menyampaikan kritik dan menyampaikan Sesuai dengan hasil penelitian Holy . jenis kelamin berhubungan dengan perkembangan bahasa. Dalam rahim, anak laki-laki mengalami lonjakan testosteron yang dapat membuat otak mereka berkembang secara berbeda dari otak perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi hormon testosteron yang terekspos pada bayi laki-laki di kandungan, semakin besar kemungkinan mereka untuk menjadi anak yang impulsif. Bagian dari otak yang mengontrol gerakan dan koordinasi . tumbuh lebih cepat pada bayi laki-laki. Sedangkan bagian otak bayi perempuan yang mengontrol panca indra, seperti penglihatan dan pendengaran, lebih sensitif daripada bayi laki-laki. Penelitian yang sama dilakukan oleh Linda . didapatkan adanya hubungan antara jenis kelamin dengan perekmbangan bahasa. Anak perempuan rata-rata lebih cepat bicara daripada anak laki-laki dimana anak perempuan memiliki kosa kata yang secara signifikan lebih besar dari anak laki-laki. Hal ini bisa disebabkan karena otak bayi perempuan yang baru lahir lebih berkembang di bagian yang mengatur kemampuan bicara dan bahasa. Bayi perempuan juga cenderung lebih suka melihat wajah manusia daripada benda-benda yang bergerak, sehingga mereka lebih cepat belajar meniru apa yang orang dewasa lakukan atau katakan. Meskipun demikian, apabila anak laki-laki yang orang tuanya Journal for Quality in Women's Health Analisis Perkembangan Bahasa PadaA. sering bicara dan membacakan cerita bisa memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik daripada anak perempuan yang jarang diajak bercerita oleh orang taunya. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ditemukan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan perkembangan bahasa. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan anak dengan jenis kelamin perempuan mayoritas perkembangan-nya baik. Hal ini disebabkan oleh karena anak perempulan lebih dahulu memiliki kemampuan berbicara dibandingkan dengan anak lakilaki sehingga perempuan memiliki kemampuan lebih cepat berbicara dibadingkan dengan anak laki-laki. Sesuai dengan hasil observasi pada saat menilai perkembangan anak, ketika ada yang tidak diketahui, anak perempuan akan langsung menanyakannya, sementara anak laki-laki hanya diam saja tanpa berkomentar. Meskipun demikian ditemukan pada anak laki-laki sebagian besar perkembangan-nya baik, hal ini disebabkan oleh kemampuan orang tuanya dalam memberikan stimulasi dan pola asuh yang baik pada anak sehingga perkembangan bahasa anaknya sesuai dengan Berdasarkan hasil terebut dapat diketahui bahwa pengetahuan ibu dalam pemberian stimulasi dan pola asuh mempunyai peranan penting dalam hal ini, dengan demikian sebaiknya orang tua dapat meningkatkan pengetahuannya tentang bagaimana memberikan stimulasi dan pola asuh yang baik sehingga terhindar dari dampak negatif akibat dari pola asuh yang salah pada anak, salah satunya mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa anak. KESIMPULAN Ada hubungan yang signifikan antara stimulasi . =0,. , pola asuh . =0,. dan jenis kelamin . =0,. dengan perkembangan bahasa pada anak usia dini dini di wilayah Puskesmas Kunciran Kota Tangerang tahun 2020 dengan peluang terhadap perkembangan bahasa yang terbesar adalah faktor pola asuh orang tua dengan nilai OR 41,067 DAFTAR PUSTAKA