Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. Asatiza :Jurnal Pendidikan P-ISSN: 2721-0723 | E-ISSN: 2716-3202 https://ejournal. stai-tbh. id/index. php/asatiza Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin1,a . Lias Hasibuan2,b Kasful Anwar US3,c STAI Madinatun Najah Rengat. Indragiri Hulu. Riau. Indonesia Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Indonesia andalasi@gmail. com, blhas10@yahoo. id, ckasfulanwarus@gmail. INFORMASI ARTIKEL Histori Artikel: Diterima : 07/01/2022 Direvisi : 11/01/2022 Disetujui : 12/01/2022 Diterbitkan : 31/01/2022 Keywords: Islamic Education. Development in Indonesia. Social Changes Kata Kunci: Pendidikan Islam. Pembangunan di Indonesia. Perubahan Sosial DOI: https://doi. org/10. *Correspondence Author: andalasi@gmail. Abstract This study aimed at determining how the implementation of Islamic education, describing the social changes and contribution to the development of Indonesia. This research was descriptive qualitative research using the library method. This study reveals several facts that the trend of understanding transnational Islam brought by several Indonesian students from the Middle East. The practice tends to become a conflict with Islamic values that Rahmatan Lil 'Alamin, participated in social change in Indonesia. Then it was also driven by the high religious spirit of young people without being equipped with qualified knowledge, strengthening them in taking a stand. This became one of the causes of the formation of perspectives, attitudes, and decisions to all conditions that exist in the environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan Islam di Indonesia, mendeskripsikan perubahan sosial yang terjadi di Indonesia dan untuk mengetahui kontribusi keduanya terhadap pembangunan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan metode kepustakaan. Penelitian ini mengungkap beberapa fakta bahwa tren pemahaman Islam transnasional yang dibawa beberapa pelajar Indonesia dari Timur tengah, penerapannya cenderung sering berbenturan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan Lil AoAlamin, ikut serta dalam perubahan sosial di Indonesia. Kemudian didorong pula oleh tingginya semangat beragama kaum muda tanpa dibekali ilmu yang mumpuni, kemudian memperkuat mereka dalam mengambil sikap. Hal ini kemudian menjadi salah satu penyebab terbentuknya cara pandang, bersikap, dan mengambil keputusan terhadap segala kondisi yang ada di Cara mensitasi artikel: TabiAoin. Hasibuan. , & Us. Pendidikan Islam, perubahan sosial, dan pembangunan di Indonesia. Asatiza: Jurnal Pendidikan, 3. , 46-59. https://doi. org/10. 46963/asatiza. PENDAHULUAN Gerakan nasional revolusi mental merupakan isu terbaru yang digagas kembali oleh presiden Republik Indonesia. Joko Widodo dengan mengeluarkan inpres No. 12 Tahun 2016. Hal ini didasari oleh kesadaran bahwa bangsa Indonesia sedang menghadapi tiga masalah besar, yaitu merosotnya wibawa Negara, intoleransi, dan melemahnya sendi perekonomian (Kemenkopmk, 2. Terkait intoleransi (Indy. Waani, & Kandowangko, 2. mengemukakan beberapa indikator perubahan sosial melalui peran pendidikan, yaitu berpikir kritis dan inovatif, menghargai karya Editorial Address: Kampus STAI Auliaurrasyidin Tembilahan Jl. Gerilya No. 12 Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213 Mail: asatiza@stai-tbh. | 48 Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US orang lain, pelapisan masyarakat yang terbuka, kesadaran atas keberadaan berorientasi pada masa depan. Pada tahun 2020 dan 2021, pemerintah melalui Kemenko PMK, menyerukan kembali Gerakan Nasional Revolusi Mental, di mana kelompok strategis dalam upaya revolusi mental Akademisi (Kemenkopmk, 2. Salah satu fungsi dari pendidikan merencanakan perubahan, baik secara (Madekhan, 2. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pendidikan perubahan sosial, ekonomi dan budaya bangsa Indonesia. Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan keterkaitan sosial, budaya dan masyarakat, bahwa cultural determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu (Soemardjan. Herkovits juga memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, sebab kebudayaan yang dihasilkan dari interaksi sosial masyarakat secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Lebih jauh dapat dilihat dari definisi yang dikemukakan oleh (Tylor, 1. , kebudayaan adalah kondisi kompleks yang di dalamnya mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan-kemampuan kebiasaan-kebiasaan | 49 didapatkan oleh manusia sebagai anggota Artinya, kebudayaan mencakup ke semuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif. Oleh karena itu manusia yang mempelajari kebudayaan dari masyarakat, bisa membangun kebudayaan . dan bisa juga merusaknya . Salah satu misi lahirnya negara Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa yang cerdas merupakan modal dasar untuk mewujudkan misi-misi yang lain, terutama dalam rangka mewujudkan visi Negara Indonesia yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, berdasarkan ketuhanan yang maha esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ Secara inheren memuat pesan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa sematamata untuk menghantarkan manusia Indonesia yang berbudi luhur dan berkeadaban, bersatu dalam kebhinekaan, dialogis, kekeluargaan dan demokratis, pengetahuan dan teknologi, berbudaya kreatif dan inovatif untuk mewujudkan keadilan sosial di segala bidang Berangkat dari amanat tersebut, maka melalui badan-badan publiknya negara bergerak di ruang publik untuk menyelenggarakan pendidikan. Sehingga pendidikan perubahan sosial Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan di Indonesia saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. METODE Penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode Library Research. Sumber primer yang digunakan adalah beberapa hasil penelitian yang berkaitan dengan topik pembahasan dalam penelitian ini yaitu: . Peran Pendidikan Dalam Proses Perubahan Sosial Di Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara, oleh Ryan, dkk. Holistik. Journal Of Social and Culture, vol. No. (Indy. Waani. Kandowangko, . Fungsi Pendidikan Dalam Perubahan Sosial Kontemporer, oleh Madekhan. Reforma: Jurnal pendidikan dan Pembelajaran Vol. No. Peran Pendidikan Islam Terhadap Perubahan Sosial, oleh Miftahul Huda. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam. Vol 10. No. 1, 2015. (Madekhan, 2. Serta. Beberapa sumber sekunder, seperti buku, surat kabar baik cetak maupun digital. Analisis data dengan menggunakan metode Content analysis, berdasarkan tahapan Klaus Krippendorff yaitu unitizing, sampling, inferring, dan narrating. HASIL DAN PEMBAHASAN Kebudayaan dan Perubahan Sosial Kebudayaan berasal dari kata budaya, sedangkan budaya adalah bentuk jamak dari kata budidaya yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta Buddayah yaitu bentuk jamak kata Buddhi yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa Inggris, kata budaya berasal dari kata culture, dalam bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultuur, dalam bahasa Latin, berasal dari kata Colore. Colore berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, . Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli (Maran & Raga, 2. Tylor, budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Linton, dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, di mana unsur diteruskan oleh anggota masyarakat Robert H. Lowie, kebudayaan adalah Ausegala sesuatu yang diperoleh oleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adatistiadat, normanorma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang diperoleh bukan karena kreativitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang dapat melalui pendidikan formal atau informalAy Clyde Kluckhohn, mendefinisikan kebudayaan sebagai Autotal dari cara Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 50 Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnyaAy Koentjaraningrat, mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dengan demikian kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non-material. Sebagian besar ahli yang mengartikan kebudayaan seperti ini kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme, yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks. Beberapa ilmuwan seperti Talcott Parson (Sosiolo. dan Al Kroeber (Antropolo. membedakan wujud kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola. Demikian pula J. Hogmann dalam bukunya The World of Man . membagi budaya dalam tiga wujud, yaitu: ideas, activities, and artifact. Sejalan dengan pikiran para ahli tersebut. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud (Warsito, 2. , yaitu : Wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, normanorma, dan peraturan. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan | 51 Wujud kebudayaan sebagai bendabenda hasil karya manusia. Dengan demikian dapat kita lihat bahwa perwujudan kebudayaan dapat diidentifikasi berdasarkan sifatnya, yaitu budaya yang bersifat abstrak, yang berada pada alam pikiran manusia sehingga tidak dapat tersentuh oleh Panca Indera atau didokumentasikan, seperti gagasan, ide, nilai-nilai, norma peraturan, dan cita-cita. Yang kedua adalah budaya yang bersifat kongkret yang berpola, dari tindakan atau perbuatan, aktivitas dalam masyarakat yang terlihat secara kasat mata. Unsur-unsur kebudayaan terdapat pada setiap kebudayaan dari semua manusia di mana pun berada. Selanjutnya Koentjaraningrat menyusun tujuh unsurunsur kebudayaan yang bersifat universal Tujuh unsur kebudayaan yang dimaksud adalah (Wahyuni, 2. Bahasa . Sistem pengetahuan . Organisasi sosial . Sistem peralatan hidup dan teknologi . Sistem mata pencarian . Sistem religi . Sistem Pendidikan Islam dan Perubahan Sosial Perkembangan pendidikan Islam Pendidikan Islam yang berjalan penyebarannya menjadikan pendidikan Islam terus mengiringi perkembangan Dari lingkungan keluarga, penanaman dasar-dasar keimanan terus terjadi, hingga pada ruang yang lebih luas. Perkembangan yang luar biasa di dunia Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US pendidikan Islam berkembang luas hingga ke Asia dan Eropa pada masa baik dinasti Umayyah Abbassiyah, di mana perluasan dan pengembangan Islam terus dilakukan dari jalur perdagangan. Yang kemudian dengan inilah penanaman nilai-nilai ajaran Islam Dalam pembatasan pendidikan ini menurut Charles Michael Stanton diklasifikasi dari tempat pelaksanaan dan materi . yang dikaji, yakni. pendidikan formal dimulai dari masjid JamiAo . elain tempat ibadah juga pusat informasi dan penyambung hubungan antara pemerintah dan masyaraka. , dan masjid non JamiAo . usat halaqah agama, yang hanya menyampaikan disiplin ilmu Hadith, fiqh, tafsir, ushul fiqh, nahwu, sharaf dan sastra Ara. (Charles Michael Stanton, 1. Berawal dari pengklasifikasian disiplin ilmu inilah, maka disiplin ilmu yang lain seperti filsafat Yunani, sains dan ilmu yang berasal dari Timur tidak diajarkan, karena tidak dianggap sebagai ilmu Masyarakat Islam lebih berkutakkutik pada perkembangan fiqh saat itu, yaitu adanya aliran empat madzhab dalam Didirikannya lembaga wakaf pada masa pemerintahan Nizhym alMulk, merupakan awal dari sebutan lembaga pendidikan yang berpusat di masjid sebagai masjid-akademik yang sistemnya berbeda dengan masjid jamiAo maupun non jamiAo. Perbedaannya terletak pada sistem pendidikannya, yaitu madrasah akademik . adrasah Nidzhamiyya. mengangkat tenaga pengajar khusus, staf maupun guru menerima dan mendapatkan penghasilan, mahasiswa/santri mendapat beasiswa, semuanya diambil dari pengelolaan wakaf yang disediakan oleh khalifah. Sistem inilah yang menjadi landasan dasar pendidikan formal Islam, yang diterapkan pula di perguruan tinggi Jundi Shapur di Baghdad. Hanya saja, kurikulum yang diberikan didominasi ilmu-ilmu agama dengan Al-Quran sebagai porosnya. Menurut (Charles Michael Stanton, 1. , ada satu hal yang menjadi kelebihan dari sistem pendidikan masjid/madrasah-akademik mampu menciptakan satu atmosfer pendidikan khas yang memadukan kehidupan akademik dengan kehidupan sosial dari orang/masyarakat yang tinggal di lingkungannya. Pada perkembangan selanjutnya setelah masyarakat muslim mulai terbentuk, pendidikan diselenggarakan dalam bentuk formal, sehingga menjadi salah satu pilar dari peradaban Islam. Dalam hal ini pendidikan Islam bentuk formal ditandai oleh munculnya madrasah sebagai lembaga pendidikan dan sekaligus sebagai jalur pendidikan. Di dalam madrasah berlangsung proses komunikasi pedagogis antara pendidik dan peserta didik, yang darinya diharapkan mengarah kepada tercapainya tujuan instruksional (Azra, 1. Hakikat perubahan sosial Perubahan sosial pada sebuah wilayah biasanya dapat terlihat dari bagaimana perkembangan peradaban masyarakat di suatu wilayah. Dengan demikian perubahan sosial, hakikatnya adalah munculnya sebuah peradaban yang Menurut Ibn Khaldun diantara tanda Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 52 Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US berkembangnya ilmu pengetahuan seperti fisika, kimia, geometri, aritmetik, astronomi, optic, kedokteran dan lain Maju mundurnya suatu peradaban tergantung atau berkaitan Jadi substansi peradaban yang terpenting dalam teori Ibn Khaldun adalah Namun pengetahuan tidak mungkin hidup tanpa Karena itu suatu peradaban atau suatu harus dimulai dari suatu Aukomunitas kecilAy dan ketika komunitas itu membesar maka akan lahir komunitas besar. Komunitas itu biasanya muncul di perkotaan atau bahkan membentuk suatu kota. Dari kota itulah akan terbentuk masyarakat yang memiliki berbagai kegiatan kehidupan yang dari padanya timbul suatu sistem ke masyarakat dan akhirnya lahirlah suatu Negara. Kota Madinah, kota Cordova, kota Baghdad, kota Samara, kota Kairo dan lain-lain adalah sedikit contoh dari kota yang berasal dari komunitas yang kemudian melahirkan Negara. Tandatanda lahir dan hidupnya suatu komunitas bagi Ibn Khaldun di antaranya adalah . ekstil, pangan, dan papan/arsitektu. , kegiatan ekonomi, tumbuhnya praktik kedokteran, kesenian . aligrafi, musik, sastra dsb. balik tanda-tanda lahirnya suatu peradaban itu terdapat komunitas yang aktif dan kreatif menghasilkan ilmu pengetahuan. Namun dibalik faktor aktivitas dan kreativitas masyarakat masih terdapat faktor lain yaitu agama, spiritualitas atau Para sarjana Muslim | 53 pendapat bahwa agama adalah asas peradaban, menolak agama adalah Sayyid Qutb menyatakan Meskipun dalam peradaban Islam struktur organisasi dan bentuknya secara material berbeda-beda, namun prinsip-prinsip dan nilai-nilai asasinya adalah satu dan permanen. Prinsip-prinsip itu adalah ketakwaan kepada Tuhan (Taqw. , keyakinan kepada keesaan Tuhan supremasi kemanusiaan di atas segala sesuatu yang bersifat material, pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dan penjagaan dari keinginan hewani, menyadari fungsinya sebagai khalifah Allah di bumi berdasarkan petunjuk dan perintah-Nya . (Muhammad Abdul Jabar, 1. Muhammad Abduh menekankan bahwa agama atau keyakinan adalah asas segala peradaban. Bangsabangsa purbakala seperti Yunani. Mesir, dan India, membangun peradaban mereka dari sebuah agama, keyakinan atau Arnold Toynbee juga mengakui bahwa kekuatan spiritual . adalah kekuatan yang memungkinkan seseorang melahirkan . utward manifestatio. yang kemudian disebut sebagai peradaban itu (Muhammad Abdul Jabar, 1. Jika agama atau kepercayaan merupakan asas peradaban, dan jika agama serta kepercayaan itu membentuk cara pandang seseorang terhadap sesuatu yang pada gilirannya dapat mempengaruhi tindakan nyatanya atau manifestasi Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US lahiriahnya, maka sejalan dengan teori . merupakan asas bagi setiap peradaban dunia. Para pengkaji peradaban, filsafat, sains dan agama kini telah banyak yang menggunakan worldview sebagai matrik atau framework. Ninian Smart menggunakannya untuk mengkaji agama. Naquib al-Attas, al-Mawdudi. Sayyid Qutb, memakainya menjelaskan bangunan konsep dalam Islam. Alparslan Acikgence untuk mengkaji sains. Atif Zayn, memakainya untuk perbandingan ideologi. Thomas F Wall untuk kajian filsafat. Thomas S Kuhn dengan konsep paradigmanya sejatinya sama dengan menggunakan worldview sebagai kajian sains. Meski mereka berbeda pendapat tentang makna worldview, mereka pada umumnya mengaitkan worldview dengan peradaban atau seluruh aktivitas ilmiah, sosial dan keagamaan seseorang. Ninian Smart, pakar kajian perbandingan agama, memberi makna worldview sebagai Aukepercayaan, perasaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang keberlangsungan dan perubahan sosial dan moralAy (Smart, 1. Penekanannya worldview sebagai motor perubahan sosial dan moral. Secara filosofis Thomas F Wall, memaknai worldview sebagai Ausistem kepercayaan asas yang integral tentang hakikat diri kita, realitas, dan tentang makna eksistensiAy (Wall, 2. Dalam kaitannya dengan aktivitas ilmiah Alparslan Acikgence worldview sebagai asas bagi setiap perilaku manusia, termasuk aktivitas- aktivitas ilmiah dan teknologi. Setiap aktivitas manusia akhirnya dapat dilacak pada pandangan hidupnya, artinya aktivitas manusia dapat direduksi ke dalam pandangan hidup itu (Alparslan Acikgence, 1. Kontribusi pendidikan Islam terhadap perubahan sosial dan pembangunan di Indonesia. Pembangunan dalam hal ini adalah perubahan sosial yang direncanakan, dan terkadang istilah pembangunan dan modernisasi sering memiliki makna yang tumpang tindih, walaupun secara praktiknya memang demikian. Perubahan sosial yang berdampak pada pembangunan di sini dapat terlihat dari perubahan cara berpikir, sikap, berjiwa wiraswasta, berorientasi pada masa depan, menghargai kemajemukan, dan sebagainya. Islam sebagai sebuah agama dinyatakan Allah di dalam Al-Quran melalui Nabi Muhammad merupakan rahmat bagi alam semesta . ahmatan li alalami. , merupakan gambaran paling ideal bagi umat manusia. Secara normatif. Al-Quran telah memberikan petunjuk keselamatan bagi manusia, dan Nabi Muhammad dilahirkan sebagai pemberi contoh operasional terhadap petunjuk AlQuran itu di dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, hukum dan berbagai komponen kehidupan di masyarakat. Keteladanan Nabi Muhammad justru hadir di tengah masyarakat yang mengalami dekadensi moral yang luar biasa dan sulit dicari tandingannya yang dikenal dengan masyarakat Jahiliah. Keteladanan Nabi Muhammad tidak hanya berhenti pada pribadinya, melainkan harus Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 54 Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US dilanjutkan oleh pengikut-pengikutnya terutama para tokohnya baik penguasa Muslim, ulama, cendekiawan Muslim maupun penyandang profesi-profesi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dituntut untuk mentransformasikan pesan ayat-ayat Al-Quran maupun contoh perilaku Nabi itu, dalam bentuk contohcontoh baru dalam kehidupan modern sekarang ini yang begitu kompleks dan menghadapkan mereka pada tantangan yang multidimensional. Marshall Hodgson menyatakan bahwa: Sejarah umat manusia adalah AypercobaanAy . menciptakan masyarakat yang sebaikbaiknya, dalam konteks sejarah dan hukum-hukumnya yang efektif dan Maka sukses atau gagalnya percobaan tersebut, tidak selalu terletak pada ketentuan normatifnya, melainkan pada faktor manusia, dan pengalamannya yang menyejarah dan bersifat kesejarahan (Nurcholish Madjid, 2. Islam banyak memberikan kontribusi terhadap ilmu kontribusi tersebut antara lain sebagai Sepanjang abad ke 12 dan sebagian abad 13, karya-karya muslim dalam diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Spanyol. Penerjemahan ini telah memperkaya kurikulum pendidikan dunia barat, khususnya di Northwest Eropa. Muslim telah memberikan sumbangan eksperimental mengenai metodemetode dan teori-teori sains ke dunia | 55 Sistem notasi dan desimal Arab dikenalkan ke dunia barat. Karya terjemahan dari Ibnu Sina dalam bidang kesehatan dipakai sebagai teks di lembaga-lembaga pendidikan tinggi sampai pertengahan abad ke-17. Ilmuwan-ilmuwan muslim dengan karya-karyanya telah merangsang kebangkitan Eropa dan memperkaya kebudayaan Romawi kuno. Lembaga-lembaga pendidikan Islam yang telah didirikan jauh sebelum Eropa bangkit, dalam bentuk madrasah universitas di Eropa. Para ilmuwan muslim berhasil melestarikan pemikiran dan tradisi ilmiah Romawi-Persia sewaktu Eropa dalam kegelapan. Sarjana-sarjana Eropa belajar di berbagai lembaga pendidikan dunia tinggi dunia Islam dan mentransfer ilmu pengetahuan ke dunia barat. Ilmuwan-ilmuwan menyumbangkan pengetahuan tentang rumah sakit, sanitasi serta makanan ke Eropa (Charles Michael Stanton. Sementara kurikulum pendidikan formal terbatas pada ilmu agama. Fiqh dan mazhab, hal inilah yang menurut Stanton sebagai awal kemunduran umat Islam yang mengakibatkan terjadinya transmisi pendidikan tinggi ke Eropa (Nurcholish Madjid, 2. Dari beberapa keterangan di atas dapat penulis simpulkan bahwa kontribusi pendidikan Islam terhadap perubahan sosial melingkupi segala bidang, ini didasarkan pada dasar perubahan sosial Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US bermula dari alam pikiran manusia secara abstrak berupa ide yang kemudian menghasilkan cipta karya dan rasa yang dapat berupa materi maupun non-materi. Tentunya sangat mempengaruhi cara pandang suatu kelompok yang kemudian menciptakan norma-norma, nilai hingga aturan-aturan baik tertulis maupun yang kemudian membudaya tanpa tertulis. Kemudian bila kita lihat dalam perkembangan di Indonesia, hal ini terlihat kemudian pada tujuan pendidikan yang terformulasi pada UU. No. 20 tahun 2003 tentang tujuan pendidikan di mana bertujuan mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa. Berakhlak mulia, sehat berilmu cakap kreatif mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Hubungan antara pendidikan Islam di Indonesia seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, tentu memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan karakter bangsa dan pengaruhnya terhadap pembangunan di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara multikultur terbesar di dunia, hal ini dapat terlihat dari kondisi sosiokultural maupun Indonesia kompleks, beragam, dan luas. AuIndonesia terdiri atas sejumlah besar kelompok etnis, budaya, agama, dan lain-lain yang masingmasing plural . dan sekaligus juga Auaneka ragamAy (Kusumohamidjojo, 2. Sebagai negara yang plural dan heterogen. Indonesia memiliki potensi kekayaan multi etnis, multi kultur, dan multi religion yang semuanya merupakan potensi untuk membangun negara multikultur yang besar Aumulticultural nation-stateAy. Keragaman masyarakat multikultural sebagai kekayaan bangsa di sisi lain sangat rawan memicu konflik dan Sebagaimana dikemukakan oleh Nasikun bahwa kemajemukan masyarakat Indonesia paling tidak dapat dilihat dari dua cirinya yang unik, pertama secara horizontal, ia ditandai oleh kenyataan adanya kesatuankesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat, serta perbedaan kedaerahan, dan kedua secara vertikal ditandai oleh adanya perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam (Nasikun, 2. Tidak sebuah keragaman tanpa didukung oleh kesadaran masyarakat multikultural yang tentunya terbentuk dari pendidikan yang kemudian bertransformasi menjadi sebuah Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang paling majemuk di dunia, selain Amerika Serikat dan India. Sejalan dengan hal tersebut. Geertz dalam Hardiman, mengemukakan Indonesia kompleksnya, sehingga sulit melukiskan anatominya secara persis. (Hardiman. Kemajemukan ini tumbuh dan berkembang ratusan tahun lamanya sebagai warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia. Hefner dalam Mahfud, memaparkan bahwa: Pluralisme kultural di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Malaysia, dan Singapura sangatlah mencolok, terdapat hanya beberapa wilayah lain di dunia yang memiliki pluralisme kultural seperti itu. Karena Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. | 56 Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US itulah dalam teori politik Barat dasawarsa 1930-an dan 1940-an, wilayah ini, khususnya Indonesia dipandang sebagai Aulokus klasikAy bagi konsep masyarakat majemuk/ plural . lural societ. yang diperkenalkan ke dunia Barat oleh JS Furnivall (Mahfud, 2. Dari sini dapat dipahami bahwa tidak dapat dipungkiri di mana kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari semangat persatuan sebangsa yang disatukan oleh satu pandangan hidup, kebhinekaan yang kemudian menjadi slogan sekian banyak suku, adat dan kebiasaan untuk bersatu menjadi sebuah bangsa yang merdeka dengan nama Indonesia. Kemajemukan Indonesia menjadi sebuah ciri yang sangat unik sekaligus potensial untuk mendidik masyarakatnya menjadi masyarakat yang toleran, ramah, terbuka dan tetap pada tali kebhinekaan, tanpa harus ada pemaksaan membiarkannya tetap beragam. Dalam perspektif perkembangan pendidikan Islam, terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia bisa kita lihat dari misalnya cara memanggil saudara, kawan atau cara berbusana, pemberian nama anak, bentuk bangunan, dan sebagainya. Hanya saja sepanjang penulis amati, perubahan sosial hanya sebatas tren, mentok pada simbol, tidak masuk pada nilai yang diharapkan. Walau keberadaan pesantren telah banyak ikut andil dalam mengharmonisasi kehidupan bernegara di Indonesia. Sehingga gesekangesekan sosial, yang melibatkan atau mempersinggungkan antara budaya, masyarakat dan agama bahkan ideologi dalam bernegara, tidak terjadi. Walaupun | 57 kesenjangan di berbagai bidang, masih terjadi dimana-mana. SIMPULAN Kebudayaan keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non-material. Secara sederhana, hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai Audwi tunggalAy yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai peradaban sosial masyarakat. Pendidikan Islam sejak kelahirannya mengalami berbagai pasang surut perkembangan sinkronisasi dan integrasi pendidikan Islam dengan pendidikan Perubahan masyarakat muslim biasanya ditunjukkan dengan berkembangnya peradaban pada masyarakat muslim tersebut, sehingga menjadi manusia yang kritis, logis, menghargai, menyadari kehidupan yang heterogen, toleransi dan terbuka. Jadi bisa diambil konklusi bahwa substansi munculnya peradaban Islam yang kuat. Pendidikan Islam memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perubahan sosial dan pembangunan di Indonesia, dalam arti merubah cara pandang yang lebih rasional, toleran, sikap menghargai. Asatiza: Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. This is an open access article under CC by SA License . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Pendidikan Islam. Perubahan Sosial, dan Pembangunan di Indonesia AsAoadut TabiAoin. Lias Hasibuan. Kasful Anwar US berorientasi pada masa depan dan sebagainya, karena pendidikan Islam telah ilmu-ilmu pengetahuan yang mampu merubah pandangan orang dan mengembangkan Hubungan perspektif antara manusia dengan kebudayaan dalam lintas sejarah perkembangan di Indonesia terbangun secara integral, yang kemudian disatukan dengan satu ideologi bernegara berupa Pancasila dan disatukan oleh semboyan Bhineka Tunggal Ika. Sehingga membentuk pribadi bangsa Indonesia yang plural, menghargai perbedaan. Toleran, terbuka dalam bingkai kebhinekaan. Hubungan Dialektis antara manusia dengan kebudayaan di Indonesia, serta perubahan sosial yang terjadi tentunya tidak terlepas dari sikap masyarakat yang ter ilhami oleh pendidikan Islam, baik tren, eksplorasi diri hingga internalisasi diri yang kemudian secara perlahan menggeser budaya pendahulunya, walau sebenarnya budaya bangsa Indonesia masih terhitung sejalan dengan semangat beragama dan Referensi