Nursing Arts Vol 18. No 2. Desember 2024 ISSN: 1978-6298 (Prin. ISSN: 2686-133X . EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG IMUNISASI DASAR LENGKAP Nurul Kartika Sari1. Yehud Maryen2 Poltekkes Kemenkes Sorong Email Korespondensi: ikatuban84@gmail. Artikel history Dikirim. November 28th, 2024 Ditinjau. December 15th, 2024 Diterima. December 21st, 2024 ABSTRACT Maternal knowledge about immunization is essential to ensure prompt responses to side effects and to complete children's immunization schedules. Healthcare providers are expected to continuously deliver education using effective methods to enhance mothers' understanding of The aim of this study was to determine the effectiveness of health education using the lecture method in improving parents' knowledge about complete basic immunization at Kaimana Health Center. This research employed a quantitative study design with a preexperimental one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 32 respondents, and a knowledge questionnaire was used as the measurement tool. Statistical analysis was conducted using a T-test. The T-test analysis yielded a t-value of 12. 206 with a p-value of 0. which is less than the alpha value of 0. It was concluded that health education using the lecture method is effective in improving parents' knowledge about complete basic immunization at Kaimana Health Center. Keywords: Health Education. Lecture. Knowledge. Basic Immunization ABSTRAK Pengetahuan ibu tentang imunisasi sangat penting agar dapat tanggap menghadapi efek samping dan memastikan kelengkapan imunisasi anak. Petugas kesehatan diharapkan terus memberikan edukasi dengan metode yang efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang imunisasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Kaimana. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain Pre Experimental one group pretest-postest. Sampel berjumlah 32 responden. Alat ukur dengan menggunakan kuesioner pengetahuan. Analisa statistik dengan uji T test. Hasil analisis uji T hitung didapatkan 12,206 dengan P value 0,000< alpha 0,05. Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah efektif terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Kaimana. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan. Ceramah. Pengetahuan. Imunisasi Dasar Nurul Kartika Sari dan Yehud Maryen. Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah PENDAHULUAN Salah satu upaya dalam pencegahan penyakit menular adalah melalui upaya pengebalan . Imunisasi dasar merupakan pemberian awal imunisasi untuk memperoleh kekebalan pada ambang perlindungan tubuh (Selina Heraris, 2. Imunisasi dapat mencegah bayi maupun balita tdari beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Seorang anak diimunisasi dengan vaksin yang disuntikkan pada lokasi tertentu atau diteteskan melalui mulut. Sebagai salah satu kelompok yang menjadi sasaran program imunisasi, setiap bayi wajib mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari 1 dosis BCG, 3 dosis DPTHB dan atau DPT-HB-Hib, 4 dosis polio, dan 1 dosis campak (Kemenkes, 2. World Health Organization (WHO) menemukan bahwa di tahun 2018, didapatkan 86 persen anak di bawah usia lima tahun secara global telah diimunisasi dengan tiga dosis vaksin difteri, tetanus, dan pertusis (DTP. dan satu dosis vaksin campak. Namun masih terdapat sekitar 13 juta anak yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi apa pun dan hampir 20 juta anak di seluruh dunia atau sekitar lebih dari 1 dari 10 anak, melewatkan vaksinasi yang dinilai mampu melindungi mereka dari campak, difteri, dan tetanus. WHO memprediksi pula bahwa apabila tingkat vaksinasi menurun, kasus penyakit seperti campak akan meningkat. Di tahun 2019, setidaknya ada 800 ribu kasus campak di dunia, namun dikhawatirkan tahun 2020, akan ada kenaikan jumlah kejadian, terutama jika tingkat vaksinasi turun atau penundaan aktivitas imunisasi akibat COVID-19 ( WHO , 2. Indonesia dari data kemenkes tahun 2019 menunjukan bahwa imunisasi dasar lengkap di Indonesia sebesar 93,7%. Angka ini sudah memenuhi target renstra tahun 2019 yaitu sebesar 93% (Profil Kesehatan Indonesia, 2. Propinsi Papua Barat menurut Riset kesehatan dasar (Riskesda. tahun 2018 bahwa proporsi imunisasi dasar lengkap pada anak umur 12-23 bulan yaitu anak yang mendapatkan imunisasi lengkap 39,2-56,1 %, yang tidak lengkap 34,1 % dan tidak dimunisasi 18,3 % (Riskesdas, 2. Kabupaten Kaimana pada tahun 2023 cakupana imunisasi sebesar 64% menurun bila dibandingkan dengan capaian pada tahun 2022 sebesar 58%. Pencapaian program imunisasi dasar lengkap pada bayi sebesar 47%, capaian ini menurun bila dibandingkan dengan cakupan pada tahun 2022 sebesar 55%, sedangkan capaian UCI (Universal Child Imunizatio. pada tahun 2023 menunjukan bahwa sebesar 64% menurun bila dibandingkan dengan capaian pada tahun 2022 yaitu sebesar 58% (Profil Kab Kaimana, 2. Pengetahuan ibu terhadap imunisasi merupakan faktor yang sangat penting, agar ibu dapat cepat tanggap dan tahu apa yang harus dilakukan ketika timbul efek samping pada anaknya 125 Nursing Arts. Vol. Nomor 2. Desember 2024 hlm: 123-132 untuk mendapatkan cakupan kelengkapan imunisasi (Sarfaraz et. all, 2. Kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu akan membawa sikap negatif dan rasa takut akan efek samping imunisasi yang nantinya akan berdampak pada pandangan ibu dan kemauan ibu untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan imunisasi. Sehingga ada ibu yang berpandangan bahwa imunisasi akan menjadi hal yang merugikan bagi anaknya (Septriarini all, 2. Pemahaman tentang imunisasi sangat dibutuhkan oleh orang tua sebagai dasar untuk memenuhi kebutuhan kesehatan anak. Pemberian imunisasi dasar pada anak harus dilandasi dengan adanya pemahaman yang baik dari orang tua tentang imunisasi sebagai upaya menjaga kesehatan anak melalui upaya pencegahan penyakit. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi pencapaian target cakupan imunisasi, diantaranya adalah rumor yang tidak benar tentang imunisasi, masyarakat yang meyakini bahwa imunisasi menyebabkan anak menjadi sakit, cacat bahkan meninggal dunia. Dengan demikian menjadi kewajiban dari petugas kesehatan untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi dengan berbagai metode agar dapat diterima oleh ibu yang mempunyai bayi ini agar mempunyai mempunyai pemahaman yang benar tentang imunisasi melalui pendidikan kesehatan (Lutfi Agus Salim. Pendidikan kesehatan merupakan suatu usaha atau kegiatan untuk membantu individu, keluarga, dan masyarakat dalam dalam meningkatkan kemampuannya untuk mencapai kesehatan secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui upaya promotif, antara lain lebih mengaktifkan penyuluhan dan sosialisasi pentingnya pelaksanaan imunisasi lebih mengaktifkan penyuluhan dan sosialisasi pentingnya pelaksanaan imunisasi bagi bayi, anak sekolah. WUS, maupun ibu hamil, dengan demikian diharapkan pengetahuan ibu tentang manfaat imunisasi mendorong mereka jadi lebih peduli dan mau melaksanakan imunisasi dengan tanpa ragu-ragu ( Helmi. F et al. , 2. Metode ceramah merupakan bagian dari metode pendidikan dalam kelompok besar dengan jumlah sasaran sebanyak lebih dari 15 orang. Metode ceramah merupakan penyampaian informasi dan pengetahuan secara lisan kepada pada ibu-ibu yang mempunyai balita. Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode paling ekonomis untuk menyampaikan informasi dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan tingkat pendidikan dari responden (Yunita, 2. Nurul Kartika Sari dan Yehud Maryen. Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah Penelitian yang dilakukan oleh (Wahyu Hidayat, 2. menunjukan bahwa Pengetahuan ibu dalam pemberian imunisasi dasar sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan yaitu, sebelum diberikan pendidikan kesehatan yaitu 11 responden . %) dengan kategori baik dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menjadi sebanyak 23 responden . %) dengan kategori baik serta berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang pemberian imunisasi dasar dengan nilai . =0,. Sementara penelitian yang dilakukan oleh Helmi. F, et. all ( 2. bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sikap baik, namun setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan peningkatan pengetahuan menjadi baik dan sikap responden yang cukup meningkat menjadi baik, dan berdasarkan uji Wilcoxon yaitu nilai p p value 0,000 . <0,. dan sikap p value 0,000 . <0,. maka disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu di wilayah kerja Pustu Batuplat. Survei pendahuluan yang di lakukan di Puskesmas Kaimana diperoleh data bahwa sasaran bayi / balita yang diimmunisasi sebanyak 689, tahun 2023 yang diimunisasi sebanyak 404 bayi balita dan tahun 2022 sebanyak 551 bayi balita. Kalau dilihat sasaran bayi balita yang akan mendapat imunsasi dengan data immunisasi di 2 tahun berjalan belum memenuhi target puskesmas yaitu 90 %. Dan berdasarkan data 3 bulan terakhir yaitu dari bulan maret sampai dengan mei 2024 jumlah bayi yang mendapatkan imunisasi dasar sebanyak 84 bayi. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti ingin mengetahui lebih lanjut tentang Efektivitas Pendidikan Kesehatan menggunakan metode ceramah terhadap Peningkatan Pengetahuan orang tua tentang Imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Kaimana. METODE Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu Pre Experimental one group pretestpostest. Subjek dalam penelitian ini adalah Sebagian ibu yang mempunyai bayi/balita yang dilakukan imunisasi dasar lengkap yang pada 3 bulan terakhir. Teknik pengambilan sampling dengan cara simple random sampling. Adapun kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak balita yang berada di wilayah puskesmas Kaimana, ibu yang membawa anak balitanya untuk imunisasi dasar lengkap. Balita yang usianya sudah cukup untuk diberikan imunisasi dasar lengkap, ibu yang bersedia menjadi responden. Besar sampel didalam penelitian ini adalah 39 dengan menggunakan rumus analitik 2 mean kelompok Variabel bebas pada penelitian ini adalah Pendidikan Kesehatan Menggunakan 127 Nursing Arts. Vol. Nomor 2. Desember 2024 hlm: 123-132 Metode Ceramah, sedangkan variabel tergantung pada penelitian ini adalah Pengetahuan orang tua tentang Imunisasi dasar lengkap. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji T-Test. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kaimana pada bulan September 2024 dengan memperhatikan prinsip etik beneficence, respect for human dignity dan justice dan telah lulus uji kaji etik. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin. Pendidikan, dan Pekerjaan Bulan September Karakteristik Usia 20 Ae 30 Tahun 31 Ae 40 Tahun > 40 Tahun Total Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Pendidikan SMP Sederajat SMA Sederajat Perguruan Tinggi Total Pekerjaan Tidak Kerja Swasta PNS/ TNI/ POLRI Wiraswasta Nelayan Buruh Total Frekuensi (F) Persentase (%) 3,94 Pada tabel 1 menunjukan bahwa karakteristik responden menurut umur yang paling banyak 3140 tahun yaitu 21 ( 66,6%) dan paling sedikit umur > 40 tahun yaitu 1 ( 3,1%). Jenis Kelamin yang paling banyak perempuan yaitu 26 . dibandingkan jenis kelamin laki-laki yaitu 6 . ,8 %). Pendidikan responden yang paling banyak yaitu SMA sederajat yaitu 20 . ,5 %) Nurul Kartika Sari dan Yehud Maryen. Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah dan paling sedikit perguruan tinggi yaitu 4 ( 12,5%). Pekerjan responden yang paling banyak tidak bekerja yaitu 15 ( 46,9 %) dan paling sedikit masing-masing PNS/TNI/Polri dan buruh yaitu 1 ( 3,1 %). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan Pengetahuan Kurang Cukup Baik Total Frekuensi (F) Persentase (%) Pada tabel 2 menunjukkan distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan pengetahuan menunjukkan yang paling banyak berpengetahuan cukup yaitu 23 ( 71,9 %) dan paling sedikit berpengetahuan kurang yaitu 4 ( 12,5 %). Tabel 3. Analisis Uji Pengetahuan Responden Sebelum dan Sesusah Intervensi Pengetahuan Sebelum Intervensi Sesudah Intervensi Signifikan pada = 0,05 MeanASD 56,72A13,477 78,84A12,147 P-Value < 0. <0, 0001 Pada tabel 3 menunjukkan hasil analisis uji pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi dimana didapatkan hasil bahwa rata-rata pengetahuan sebelum intervensi 56,72 (SD=13,. Nilai rata-rata setelah intervensi sebesar 78,84 (SD=12,. Hasil uji paired TTest adalah 0,000 < = 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah intervensi daripada sebelum intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah efektif terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Kaimana. Penelitian ini sejalan dengan Dewi Maritalia et,all . bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar bayi setelah dilakukan pendidikan kesehatan di posyandu desa buket dalam kecamatan kutablang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini didukung oleh Helmi. F, et. all ( 2. bahwa sebelum diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sikap baik, namun setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan peningkatan pengetahuan menjadi baik dan sikap responden yang cukup meningkat menjadi baik, dan berdasarkan uji wilcolxon disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap 129 Nursing Arts. Vol. Nomor 2. Desember 2024 hlm: 123-132 pengetahuan dan sikap ibu di wilayah kerja Pustu Batuplat. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan maupun perilaku. Keefektifan pendidikan kesehatan dapat terlihat dari peningkatan pemahaman terhadap materi yang disampaikan dan penerapan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Fabanyo & Anggreini, 2. Pengetahuan ibu sangat berperan dalam pemberian imunisasi pada anak, oleh karena itu maka diperlukan promosi kesehatan tentang imunisasi dasar pada anak. program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi diantaranya adalah difteri, tetanus, batuk rejan . , campak . , polio, dan tuberculosis. Tingkat pengetahuan ibu yang rendah dapat dicegah dengan pemberian penyuluhan tentang imunisasi dasar. Penyuluhan tersebut harus mencakup semua hal yang berhubungan dengan imunisasi terutama tentang jadwal pemberian (Atika dan Eryati, 2. Pemberian pendidikan kesehatan tentang imunisasi efektif terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang imunisasi ( Sriwahyuni, 2. Pengetahuan ibu terhadap imunisasi merupakan faktor yang sangat penting, agar ibu dapat cepat tanggap dan tahu apa yang harus dilakukan ketika timbul efek samping pada anaknya untuk mendapatkan cakupan kelengkapan imunisasi (Sarfaraz et. all, 2. Kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu akan membawa sikap negatif dan rasa takut akan efek samping imunisasi yang nantinya akan berdampak pada pandangan ibu dan kemauan ibu untuk membawa anaknya ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan imunisasi. Sehingga ada ibu yang berpandangan bahwa imunisasi akan menjadi hal yang merugikan bagi anaknya (Septriarini all, 2. Anak yang diberikan imunisasi dasar lengkap sesuai dengan program pemerintah dengan sasaran seluruh tubuh bayi khususnya bayi dan balita diberi perlindungan terhadap penyakit utama, yaitu TBC. Dipteri. Pertusis, tetanus. Polio dan campak. Pelaksanaan program imunisasi setiap negara mempunyai kebijakan tersendiri dalam menentukan prioritas penyakit yang mesti segera diberantas dengan imunisasi. Umumnya pertimbangan adalah bahaya utama penyakit tertentu bagi si penderita dan masyarakat luas. Jutaan anak-anak meninggal dunia akibat penyakit yang sebenarnya dapat di cegah dengan imunisasi. Penyakit yang dimaksud adalah TBC. Dipteri. Pertusis dan Tetanus yang disebabkan oleh bakteri, sedangkan Polio dan Campak disebabkan oleh virus ( Kemenkes RI, 2. Nurul Kartika Sari dan Yehud Maryen. Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Ceramah Pelaksanaan imunisasi ini dapat terlaksana sesuai dengan target apabaila salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui upaya promotif, antara lain lebih mengaktifkan penyuluhan dan sosialisasi pentingnya pelaksanaan imunisasi lebih mengaktifkan penyuluhan dan sosialisasi pentingnya pelaksanaan imunisasi. Penyuluhan atau pendidikan kesehatan dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan, adapun media yang digunakan sebagai saluran informasi dalam penelitian ini yaitu LCD. Laptop, dan leaflet. Media tersebut dapat mempermudah pemahaman materi yang akan disampaikan (Helmi. F, et. all, 2. Menurut asumsi peneliti setelah diberikan pendidikan kesehatan pada orang tua dimana tingkat pengetahuan yang kurang meningkat menjadi cukup dan cukup menjadi baik, dalam hal ini responden mengetahui tentang manfaat dan tujuan imunisasi serta jadwal pemberiannya meskipun di situasi pandemi covid 19 dengan jadwal pelayanan imunisasi berubah tidak posyandu namun berfokus di Puskesmas Kaimana 2 kali dalam seminggu responden antusias membawa bayinya untuk dimunisasi dasar. Pendidikan kesehatan yang diberikan dengan leaflet ini mempengaruhi ketertarikan responden dalam membaca leaflet, dan perbedaan kemampuan penyerapan melalui panca indra. SIMPULAN Hasil uji statistik sebelum diberikan intervensi pendidikan kesehatan pada orang tua sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang dan cukup. Setelah diberikan pendidikan kesehatan pada orang tua terjadi peningkatan pengetahuan menjadi baik. Dan berdasarkan uji statistik menggunakan paired T test nilai p value 0,000 ( p<0,. maka Ha diterima atau pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah efektif terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang imunisasi dasar lengkap. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk menggunakan metode ceramah modifikasi dalam peningkatan pengetahuan orang tua tentang imunisasi dasar lengkap. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan menjadi masukan dan inspirasi untuk mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan metode focus group diskusi atau metode modifikasi lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH