Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. GENKI KIRANA INTERNUSA CABANG MAKASSAR Ady Andardinata1. Karmila2 Surya Kelana Basri3 STIE Tri Dharma Nusantara123 Email: adyandardinata173@gmail. ABSTRAK Pengaruh Motivasi dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang kemudian dilanjutkan dengan uji koefisien korelasi. dan uji koefisien determinasi (R. , uji-t serta uji-F. Berdasarkan hasil peneltian menunjukkan bahwa uji secara partial maupun secara simultan motivasi dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Kata kunci: Motivasi, budaya organisasi, kinerja karyawan PENDAHULUAN Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan Hal ini dikarenakan dalam mencapai tujuannya, organisasi membutuhkan sumber daya sebagai pengelola sistemnya, dan agar sistem ini berjalan dalam pengelolaannya diperlukan beberapa aspek penting, seperti pelatihan, pengembangan, motivasi, budaya organisasi dan aspek-aspek lainnya. TINJAUAN PUSTAKA Motivasi Setiap organisasi ingin mencapai tujuan yang telah ditetapkan, untuk dapat mencapai tujuan tersebut, peranan manusia yang berkontribusi di dalamnya sangat penting. Untuk menggerakkan manusia agar sesuai dengan yang dikehendaki oleh organisasi, maka haruslah dipahami motivasi yang bekerja di dalam organisasi tersebut, atau dengan kata lain perilaku merupakan cerminan yang paling sederhana dari motivasi. Setiawan, dkk . mengemukakan bahwa AuMotivasi adalah memberikan bimbingan dan arahan yang tepat oleh pimpinan Perusahaan, baik berupa nasihat atau imbalan agar mereka terinspirasi untuk bekerja dan menampilkan kinerja yang maksimal sehingga dengan adanya motivasi pada diri seseorang dapat meningkatkan produktivitas yang dihasilkan. Pimpinan harus mampu memotivasi karyawan ke arah kinerja yang diharapkan agar dapat memenuhi tujuan suatu organisasi. Ay Sedangkan Robbins dalam Sudaryo, dkk . mengemukakan bahwa AuMotivasi sebagai kemampuan untuk menggunakan upaya yang besar, guna untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi, disesuaikan dengan kemampuan untuk memuaskan beberapa kebutuhan individuAy. http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1567 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Budaya Organisasi Suatu karakteristik pada sebuah organisasi yang menjadi pedoman dalam organisasi tersebut dan menjadi pembeda pada setiap organisasi disebut sebagai budaya organisasi. Dengan kata lain, budaya organisasi itu sendiri merupakan norma perilaku, dan nilai-nilai yang dapat dipahami dan diterima oleh setiap anggota organisasi serta menjadi pedoman dasar dalam aturan perilaku organisasi tersebut Menurut Robbins dan Coulter dalam Edison, dkk . mengemukakan bahwa AuBudaya organisasi merupakan nilai-nilai bersama, prinsip, tradisi, dan cara melakukan hal-hal yang mempengaruhi cara anggota organisasi bertindak. Ay Selanjutnya menurut Ivancevich dalam Edison, dkk . mengemukakan bahwa AuBudaya organisasi adalah apa yang dipersepsikan karyawan dan cara persepsi itu menciptakan suatu pola keyakinan, nilai, dan Ay Kinerja Kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang atau kelompok orang dalam organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara ilegal, tidak melanggar hukum maupun etika. Menurut Edison, dkk . berpendapat bahwa AuKinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Ay Sedangkan menurut Rivai . bahwa AuKinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Ay Selanjutnya menurut Stolovitch dan Keeps dalam Sukristiyanto . berpendapat bahwa AuKinerja merupakan seperangkat hasil yang dicapai dan merujuk pada tingkatan pencapaian serta pelaksanaan sesuatu pekerjaan yang diminta. Ay Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan merupakan prestasi kerja atau hasil kerja . sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai selama periode waktu tertentu dalam mencapai target atau sasaran yang telah disepakati secara bersama-sama. Kerangka Pikir Uma dalam Sugiyono . :2. mengemukakan bahwa AuKerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Ay Pada dasarnya sumber daya manusia adalah berupa manusia yang dipekerjakan dalam sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan yang ingin berikut gambar kerangka pikir: Berikut gambar kerangka pikir dari pengaruh motivasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar Gambar 1: Kerangka pikir http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1568 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Sumber: Penulis, 2025 METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar yang terletak di kompleks Pavilion Residence Water Front City Jl. Metro Kavling No. 1573-1575, Maccini Sombala. Kec. Tamalate. Kota Makassar. Sulawesi Selatan. Waktu yang digunakan untuk melakukan penelitian selama 1 bulan yaitu mulai 9 Oktober sampai 9 September 2023. Populasi dan Sampel Populasi Populasi merupakan keseluruhan subjek yang diamati dalam suatu penelitian. Menurut Sugiyono . AuPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Dari penelitian tersebut, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan yang ada pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar yang berjumlah 59 karyawan yang terdiri dari 36 karyawan tetap termasuk pimpinan, dan 23 orang karyawan kontrak. Sampel Menurut Sugiyono . mengemukakan sampel merupakan AuBagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebutAy. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu. Ay Pada penelitian ini menggunakan sampling purposive. Menurut Sugiyono . AuSampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentuAy. Kemudian penarikan sampel yang dapat dilakukan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar sebanyak 36 orang karyawan tetap dikurang pimpinan sehingga menjadi 35 Metode Analisis Data Pentingnya penerapan metode analisis data untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang telah dikemukakan, maka pada penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah sebagai berikut: Analisis Deskriptif Analisis deskriptif yaitu cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1569 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 memberi gambaran yang lebih jelas mengenai pengaruh motivasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan skala likert, dimana menurut Sugiyono . mengemukakan bahwa AuDengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak ukur untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaanAy. Untuk mengukur variabel atau indikator yang digunakan maka diminta untuk memberikan respon terhadap setiap pertanyaan dengan memilih salah satu jawaban di antara lima pilihan jawaban. Skala likert berdasarkan bobot dari jawaban responden. Tabel 1: instrumen skala likert Jawaban Skor Sangat Baik (SB) Baik (B) Cukup Baik (CB) Tidak Baik (TB) Sangat Tidak Baik (STB) Sumber : Sugiyono . Dihitung total skor tiap variabel atau sub variabel = jumlah skor dari skor indikator variabel untuk semua responden. Dihitung dari skor setiap atau sub bab variabel = rata-rata dari total skor Untuk mendeskripsikan jawaban responden juga digunakan statistik deskriptif seperti distribusi frekuensi dan tampilan dalam bentuk tabel. Analisis data yang dikelola untuk menjawab deskriptif tentang masing-masing variabel penelitian ini digunakan rentang kriteria penilaian. Selanjutnya untuk menentukan peringkat dalam setiap variabel penelitian dapat dilihat dari perbandingan antara skor aktual dan skor Skor aktual diperoleh dari hasil perhitungan seluruh jawaban responden sesuai klasifikasi bobot yang diberikan . ,2,3,4,. Sedangkan skor ideal diperoleh melalui perolehan prediksi nilai tertinggi kemudian dikalikan dengan jumlah responden Misalnya untuk masingmasing variabel terdiri dari 5 dimensi . dengan 10 item kuesioner dan jumlah responden. Maka diperoleh kriteria sebagai berikut: Skor aktual: Jawaban seluruh responden atas 10 kuesioner yang diajukan. Skor ideal: Bobot tertinggi dikalikan jumlah sampel. % skor aktual: Skor aktual dibagi skor ideal dari 100%. Untuk menjawab deskripsi tentang masing-masing variabel digunakan tentang kriteria Skor aktual diperoleh melalui hasil perhitungan seluruh pendapat melalui klasifikasi bobot yang diberikan . ,2,3,4, dan . Sedangkan skor ideal diperoleh melalui perolehan prediksi nilai tertinggi pada kuesioner dikalikan dengan jumlah sampel. Dengan demikian cara http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1570 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 menjawab deskripsi tentang masing-masing variabel diperoleh melalui perhitungan sebagai Tabel 2: kriteria skor aktual terhadap skor ideal. Interval(%) Kriteria 0 Ae 20 Tidak Baik 21 Ae 40 Kurang Baik 41 Ae 60 Cukup Baik 61 Ae 80 Baik 81 Ae 100 Sangat Baik Sumber : Sugiyono . Analisis Statistik Uji Validitas Uji validitas yaitu validitas item kuesioner, validitas item digunakan untuk mengukur ketepatan atau kecermatan suatu item adalah mengukur apa yang diukur. Item yang valid ditunjukkan dengan adanya korelasi antara item terhadap skor total item. Untuk menentukan apakah suatu item layak digunakan atau tidak, caranya dengan melakukan uji signifikan koefisiensi korelasi pada taraf signifikan 0,05 yang artinya suatu item dianggap valid jika berkorelasi dianggap signifikan terhadap skor total item. Beberapa metode yang sering digunakan untuk uji validitas dalam SPSS yaitu: Uji Reliabilitas. Suatu alat pengukur dikatakan reliabel bila alat dalam mengukur suatu kondisi/gejala pada waktu yang berlainan senantiasa menunjukkan hasil yang sama. Jadi alat yang reliabel secara konsisten memberi hasil ukuran yang sama. Metode uji reliabilitas yang sering digunakan adalah CronbachAo alpha. Metode sangat cocok digunakan untuk skor berbentuk skala . isal 1-4, 1-. atau skor rentangan . isal 0-10, 0-. Selanjutnya menurut Priyatno . pengambilan keputusan untuk uji reliabilitas sebagai berikut: CronbachAos alpha < 0,6 = Reliabilitas buruk. CronbachAos alpha 0,6-0,79 = Reliabilitas diterima. CronbachAos alpha 0,8 = Reliabilitas baik. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat, yaitu pengaruh motivasi ( ) dan budaya organisasi ( ) terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Adapun rumus regresi linear berganda adalah sebagai berikut menurut (Sugiyono 2017:. , yaitu: Y=a Keterangan: b1 b 2 = variabel dependen . = koefisien regresi . =Koefisien regresi yang berhubungan dengan variabel X1 . dan X2 . udaya organisas. = variabel independen . http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1571 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 = variabel independen . udaya organisas. Analisis Koefisien Korelasi (R) Untuk dapat menghitung koefisien korelasi persennya digunakan formulasi sebagai berikut: Tabel : interpretasi kriteria koefisien korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 0,20 Ae 0,399 0,40 Ae 0,599 0,60 Ae 0,799 0,80 Ae 1,000 Sumber : Sugiyono . Sangat Lemah Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat Analisis Koefisien Determinasi Analisis determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Untuk menghitung koefisien determinasi menggunakan program SPSS for windows. Uji Simultan (Uji-F) Uji simultan . ini digunakan untuk melihat apakah variabel independen yaitu Motivasi (X. dan Budaya Organisasi (X. secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja (Y). kriteria pengambilan keputusan dalam uji F dengan menggunakan SPSS adalah: Jika nilai signifikan > 0,05 maka. Atau variabel bebas dari model regresi linear tidak mampu menjelaskan variabel terikat. Jika nilai signifikan < 0,05 maka, diterima. Atau variabel bebas dari model regresi linear mampu menjelaskan variabel terikat. Uji Parsial (Uji-T) Kemudian untuk menguji hipotesis bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar dilakukan perbandingan antara t-hitung dengan t-tabel dengan taraf nyata 0,5 . %). Jadi pengujian secara parsial, di uji dengan menggunakan uji statistik sebagai berikut: Uji Hipotesis yaitu Apabila H0. r O 0 . aka H0 diterima dan Menolak H. Apabila H0. r Ou 0 . aka H0 ditolak dan menerima H. Keterangan: = hipotesis nol = hipotesis alternatif O = lebih kecil atau kurang dari Ou =lebih besar atau lebih dari r = arah korelasi atau arah hubungan http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1572 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Kriteria Hipotesis Apabila t-hitung < t-tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya apabila t-hitung > t-tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Pengujian validitas pada penelitian ini menggunakan Pearson Correlation dengan bantuan SPSS 26 dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dan total skor item hingga diperbandingkan dengan nilai r hitung > r tabel maka dikatakan valid. Tabel : Hasil uji validasi Variabel Motivasi (X. Budaya Organisasi (X. Kinerja (Y) Indikator X1P1 X1P2 X1P3 X1P4 X1P5 X1P6 X1P7 X1P8 X1P9 X1P10 X2P1 X2P2 X2P3 X2P4 X2P5 X2P6 X2P7 X2P8 X2P9 X2P10 r hitung 0,380 0,394 0,376 0,555 0,505 0,554 0,363 0,696 0,443 0,413 0,337 0,505 0,478 0,512 0,366 0,535 0,686 0,572 0,421 0,563 r tabel 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 Sig 0,024 0,019 0,026 0,001 0,002 0,001 0,032 0,000 0,008 0,014 0,048 0,002 0,004 0,002 0,030 0,001 0,000 0,000 0,012 0,000 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid YP1 YP2 YP3 YP4 YP5 YP6 YP7 YP8 YP9 YP10 0,380 0,394 0,376 0,555 0,505 0,554 0,363 0,696 0,443 0,413 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,282 0,024 0,019 0,026 0,001 0,002 0,001 0,032 0,000 0,008 0,014 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Diolah SPSS 26, 2025 http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1573 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Berdasarkan hasil tabel 12 maka diperoleh nilai r hitung di atas nilai r tabel sebesar 0,282 dimana masing-masing instrumen variabel mendapatkan nilai r hitung lebih besar dari r Sehingga dapat dikatakan seluruh kuesioner penelitian valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen ini menggunakan reliabel atau tetap konsisten jika dilakukan uji berkali-kali pada waktu berbeda. Dengan menggunakan SPSS 26 maka hasil uji reliabilitas terhadap instrumen dapat dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha () lebih besar dari 0,6: Tabel : Uji Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha Instrumen Keterangan Motivasi (X. 0,650 Reliabel Budaya Organisasi (X. 0,607 Reliabel Kinerja (Y) 0,610 Reliabel Sumber: Data Diolah SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel didapatkan nilai cronbachAos alpha () pada seluruh variabel menunjukkan besarnya diatas nilai 0,6 sedangkan nilai tertinggi cronbachAos alpha () adalah variabel X1 sebesar 0,650 dan nilai terendah cronbachAos alpha () adalah variabel X2 sebesar 0,607. Hal ini berarti bahwa seluruh pernyataan untuk variabel independen dan dependen adalah reliabel dan bisa disimpulkan instrumen pernyataan kuesioner menunjukkan kecocokan dalam mengatur variabel-variabel dalam model penelitian. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda yang didapatkan dari hasil kuesioner dan diolah dengan menggunakan program SPSS 26. Adapun hasilnya sebagai Tabel: Hasil Analisis Regresi Linear berganda. Uji T Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Sig. Page 1574 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Motivasi Budaya Organisasi Dependent Variabel: Kinerja Sumber: Data Diolah SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel diperoleh suatu model persamaan regresi linear berganda, dimana nilai beta diambil dari Unstandardized coefficients sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 e Y = 1,243 0,590X1 0,356X2 e Dari hasil perhitungan SPSS 26 dalam tabel Coefficients diperoleh sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 1,243, jika tidak terjadi perubahan pada variabel motivasi dan budaya organisasi (X1 dan X2 adalah . maka kinerja (Y) bernilai 1,243 satuan. Koefisien regresi variabel motivasi sebesar 0,590, artinya setiap kenaikan satuan variabel motivasi . iasumsikan konstan dan X2 adalah . Maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,590 satuan. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi berkontribusi positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Koefisien regresi variabel budaya organisasi sebesar 0,356, artinya Ketika terjadi kenaikan satuan variabel budaya organisasi . iasumsikan konstanta dan X1 adalah . maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,356 satuan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya organisasi berkontribusi positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Hasil analisa regresi linear berganda memberikan gambaran bahwa variabel dependen kinerja mendapatkan pengaruh positif signifikan pada variabel independen motivasi dan budaya organisasi sehingga menunjukkan pengaruh motivasi dan budaya organisasi yang berhubungan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Uji Koefisien Korelasi . dan Uji Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien korelasi . dan koefisien determinasi (R. dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen motivasi dan budaya organisasi secara bersamaan menerangkan hasil variabel dependen kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Data hasil olah data koefisien determinasi (R. dapat dilihat pada tabel Tabel : Hasil uji korelasi . dan determinasi (R. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error Of The Estimate Sumber: Data Diolah SPSS 26, 2025 http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1575 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 Berdasarkan tabel 7 diperoleh hasil Uji korelasi dan Determinasi sebagai berikut: Koefisien korelasi . sebesar 0,732, artinya bahwa antara variabel bebas . otivasi dan budaya organisas. dan variabel terikat . mempunyai hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,536 atau 53,6%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh variabel motivasi dan budaya organisasi terhadap variabel kinerja pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar sebesar 53,6% dan sisanya 46,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Uji Partial (Uji T) Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa variabel motivasi secara partial berpengaruh signifikan terhadap kinerja berdasarkan hasil uji t-hitung > t-tabel . ,386 > 1,. dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 Maka dari itu variabel motivasi (X. berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini diperkuat oleh Setiawan, dkk . 2:85-. mengemukakan bahwa AuMotivasi merupakan dorongan dan keinginan yang dapat membuat seseorang bersemangat dan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sehingga dapat bertindak berdasarkan cara-cara untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi akan memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja. Ay Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Ronald Malik. Adilman Gea. Jonner Lumban Gaol, dan Veronika Sembiring . yang dalam penelitiannya menyatakan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Indocare Pacific . Selanjutnya variabel budaya organisasi, menunjukkan hasil uji t-hitung > t-tabel . ,712 > 1,. dan nilai signifikansi 0,011 < 0,05 Maka dari itu variabel budaya organisasi (X . berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini diperkuat oleh Edison, dkk . yang mengemukakan bahwa AuBudaya organisasi memiliki dampak terhadap kinerja individu sebagai anggota organisasi, juga terhadap organisasi secara keseluruhan. Ay Artinya terdapat pengaruh budaya organisasi secara signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Mulyadi. Prayogo Wicaksono . yang dalam penelitiannya mengatakan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Fenixindo Global Mandiri (Veneta Syste. Uji Simultan (Uji F) Berdasarkan hasil uji-f pengaruh motivasi dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-f hitung > f-tabel . ,483 > 3,. dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian variabel motivasi (X. dan budaya organisasi (X. secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Penulis menyimpulkan bahwa pengaruh motivasi dan budaya organisasi memiliki keterkaitan satu sama lain yang penting terhadap kinerja karyawan, karena kinerja karyawan yang baik tidak terlepas dari sumber daya manusia yang berkualitas yang dijiwai dengan budaya organisasinya, budaya organisasi yang secara sistematis menuntun karyawan untuk meningkatkan motivasi bagi karyawan. Penelitian ini diperkuat oleh Robbins dan Coulter dalam Edison, dkk . menyatakan bahwa AuMotivasi juga memiliki korelasi dengan budaya organisasi, dimana budaya organisasi yang kuat menciptakan suasana yang nyaman dan rasa bangga pada organisasi. Ay Artinya motivasi dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Santy Fitria. Agus Sutarjo Nova Begawati . yang di dalam penelitiannya menyatakan budaya organisasi (X. dan motivasi kerja (X. bersama-sama http://jurnal. stim-lpi. id/index. php/elpei Page 1576 Jurnal Online Manajemen ELPEI (JOMEL) Volume 5 No. Agustus 2025 ISSN : 2775-0752 berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Indah Cargo Padang. Tabel : Hasil Simultan (Uji F) ANOVA Model Sum Of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variabel: Kinerja Predictors: (Constan. Budaya Organisasi. Motivasi Sumber: Data Diolah SPSS 26, 2025 Berdasarkan tabel hasil uji F diatas, maka diperoleh dimana nilai F hitung sebesar 18,483 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dan F tabel =k-1. n-k=2-1. 35-2= 2 . imana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah seluruh variabe. sehingga diperoleh nilai F tabel sebesar 3,29. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. Dari hasil perhitungan atau pengujian yang telah dilakukan, maka dapat dijelaskan bahwa variabel motivasi dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. Sehingga hipotesis yang berbunyi bahwa motivasi dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Genki Kirana Internusa Cabang Makassar. DAFTAR PUSTAKA