PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN IKAN TUNA DI PT BLUE OCEAN GRACE INTERNATIONAL I Gede Sujana Eka Putra Program Studi Teknik Informatika STMIK STIKOM Indonesia. Denpasar. Bali sujanaekaputra@gmail. ABSTRACT Utilization of information systems in the industry provides convenience in the management of large amount of transaction data, to be processed efficiently and obtain accurate data. This research focuses on designing and developing a tuna fish processing system from whole product or loin product into frozen loin 30 Kg product. There are some step of system design, preliminary study, system analysis, system design, system development, system development and system The processing of tuna in PT Blue Ocean Grace International consists of receiving, cutting, retouching, packing and shipping. The use of internal lot code, facilitate in searching the source of fish, based on QR Code on loin label, the data input process becomes faster and efficient. Through the utilization of fish processing information system, the company can manage the transaction data and the user can make traceability of product related to supplier, process date, and batch area Keywords: Tuna Processing. Information System. Traceability ABSTRAK Pemanfaatan sistem informasi dalam industri memberikan kemudahan dalam pengelolaan data transaksi yang jumlahnya besar, untuk dapat diolah dengan efisien dan memperoleh data yang Penelitian ini memfokuskan pada perancangan dan pembangunan sistem pengolahan ikan tuna dari produk utuh atau produk loin menjadi produk frozen loin 30 Kg. Tahapan perancangan sistem terdiri dari studi pendahuluan, analisa sistem, desain sistem, pembuatan sistem, pembuatan sistem dan implementasi sistem. Proses pengolahan ikan tuna di PT Blue Ocean Grace International terdiri dari proses receiving, cutting, retouching, packing dan shipping. Penggunaan kode internal lot, memudahkan dalam melakukan penelusuran sumber ikan, berbasis QR Code pada label loin, proses input data menjadi lebih cepat dan efisien. Melalui pemanfaatan sistem informasi pengolahan ikan, maka perusahaan dapat mengelola data transaksi dengan baik dan pengguna dapat melakukan penelusuran balik tehadap produk akhir terkait supplier, tanggal proses, dan wilayah . tangkapan ikan Kata Kunci: Pengolahan. Ikan Tuna. Sistem Informasi. Ketertelusuran informasi memberikan kemudahan dan akurasi dalam pengelolaan data transaksi. PENDAHULUAN Pada industri yang mengelola jumlah transaksi yang besar, diperlukan pemanfaatan sistem informasi yang dapat mengelola data transaksi harian yang jumlahnya cukup besar. Penelitian ini dilakukan pada PT Blue Ocean Grace International Bitung Sulawesi Utara menitik beratkan pada pengolahan ikan tuna dalam jumlah yang besar dengan kapasitas per hari 2 Ae 5 ton. Saat ini beberapa perusahaan pengolahan ikan tuna masih menggunakan formulir manual untuk mencatatkan transaksi harian pada proses pengolahan ikan. Adapun transaksi pengolahan ikan terdiri dari proses receiving berupa penerimaan bahan baku ikan tuna, penimbangan pembersihan dan pemotongan ikan tuna menjadi bentuk loin . roses cuttin. Selanjutnya dilakukan proses retouching . embuangan sisa ikan yang tidak bergun. Selanjutnya proses pembekuan selama 2 hari. Dilanjutkan dengan proses packing dalam bentuk packing 30 Kg. Setelah semua produk selesai di packing baru di lanjutkan dengan proses pengiriman box ke customer dalam bentuk proses stuffing. Semua kegiatan diatas pada beberapa perusahaan pengolahan perikanan, masih dilakukan dengan cara manual yaitu mengisi formulir manual pada setiap transaksi. Pengisian formulir terdiri dari pencatatan berat ikan / loin, grade loin dan jenis Pemberian label pada proses retouching loin masih menggunakan cara manual yaitu dengan menuliskan pada plastik loin. Sedangkan pemberian label pada proses packing juga menggunakan cara manual yaitu dengan menempelkan label yang berisi informasi loin . itulis Dalam ditemukan pola pekerjaan yang tidak efektif yaitu user melakukan rekapitulasi data kembali pada excel berdasarkan formulir manual, dan beberapa kali terdapat kesalahan dalam penulisan terkait dengan human error. Dari permasalahan diatas, penerapan sistem informasi pengolahan ikan tuna diperlukan untuk mendapatkan akurasi data, mempercepat proses administrasi data, meningkatkan efisiensi dalam pencatatan data pengolahan ikan tuna. Manajemen perusahaan juga dapat memantau data summary dari keseluruhan transaksi. Perancangan Sistem Informasi Menurut . Perancangan Sistem yaitu: AuPerancangan Sistem dapat didefenisikan sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsiAy. Pengertian perancangan sistem yang lain menurut . AuPerancangan sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti Tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen - komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancangan bangun yang telah ditetapkan pada akhir tahap analisa sistemAy. Pada dasarnya terdapat enam tahapan dalam perancangan sistem menurut . , sebagai A Survey sistem, melalui identifikasi kondisi ekstensi/kebutuhan pengguna, definisi ruang lingkup pekerjaan dan penyusunan studi kelayakan. Apa dan bagaimana suatu sistem beroperasi pada lingkungan kerja nantinya, serta dampak dan pemanfaatan sistem A Analisa sistem, suatu proses untuk memakai sistem yang ada dengan menganalisa jabatan dan tugas, proses bisnis, ketentuan/aturan yang ada, masalah dan mencari solusinya, sumber daya dan rencana-rencana perusahaan. A Desain sistem, merupakan rancangan bangunan yang lengkap sebagai penuntun bagi programmer dalam mengembangkan aplikasi. Komponen sistem yang didesain meliputi hardware, software, aplikasi dan gambaran/ urutan A Pembuatan sistem, mencakup data pembuatan database, program aplikasi dan buku petunjuk penggunaan program aplikasi yang telah dibuat. A Implementasi sistem meliputi proses persiapan sistem, sistem pelatihan, pengujian sistem dan pengoperasian TINJAUAN PUSTAKA Sistem informasi selalu mengalami perkembangan yang pesat. Dalam penerapannya, sistem Putra. Perancangan dan Pembangunan Sistem Informasi Pengolahan Ikan Tuna diA210 Tahap perancangan sistem informasi ini yaitu tahapan studi pendahuluan . easibility stud. , tahapan analisa sistem, analisis data keluaran dari transaksi yang dicatat. Setelah analisis, dilakukan desain sistem pendefinisian kebutuhan sistem, persiapan untuk rancang bangun . , menggambarkan bagaimana suatu sistem teknologi informasi dapat dibentuk dapat berupa perencanaan, penggambaran, pembuatan skesta atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Alur Pengolahan Ikan Tuna Adapun alur pengolahan ikan tuna di PT Blue Ocean Grace International terdiri dari tahapan penerimaan ikan dari supplier atau nelayan . roses receivin. Proses receiving terdiri dari proses penimbangan ikan . erat ika. dan identifikasi jenis ikan tuna . alam bentuk utuh atau bentuk loi. Kemudian dilanjutkan dengan pencucian dan pemotongan ikan dalam bentuk Proses ini disebut sebagai proses cutting. Pada proses cutting terdapat penilaian grade ikan terkait dengan apakah ikan tersebut masuk ke dalam grade export atau grade lokal. Penentuan grade dilakukan berdasarkan pengamatan terhadap kondisi ikan yang dipotong, grade export memiliki kualitas loin Penentuan berdasarkan . seperti pada Tabel 1 dibawah ini Tabel 1. Kategori Ikan Tuna Berdasarkan Kondisi Kategori Kondisi Memuaskan Daging jernih, berkilau Warna terang Lemak sangat banyak dari luar hingga menembus kedalam otot daging Baik Daging agak jernih, agak kurang berkilau Warna kurang terang Lemak sangat banyak dari luar hingga menembus kedalam otot Sedang Daging agak jernih, tidak berkilau Warna agak pucat Ada lemak tetapi hanya diluar Kurang Daging hamper puacat Warna kecoklatan atau pucat Lemak sedikit atau tidak ada. daging seragam Akhir dari proses cutting adalah loin tersebut ditimbang dan dicatat beratnya dan di kemas dalam plastik, diberi label dengan pengkodean internal lot code dan selanjutnya disimpan dalam 1 Ae 2 hari di lemari pendingin. Setelah pendinginan selama 1 sampai 2 hari, dilanjutkan dengan proses retouching dimana loin tersebut dilakukan pembersihan berupa pembuangan sisa loin yang tidak berguna. Proses retouching terdiri dari penentuan grade loin, penimbangan berat pengemasan dalam plastik dan pemberian label dalam bentuk internal lot code, yang terdiri dari kode supplier, tanggal pengolahan jenis ikan dan berat ikan. Selanjutnya ikan dimasukkan ke dalam mesin vacuum untuk di kemas dan selanjutnya di masukkan ke freezer selama 3 hari. Setelah loin beku, selanjutnya dilakukan proses pengemasan / packing 30 Kg dengan mengelola jumlah loin yang dikemas dalam box dengan total berat setelah loin masuk ke box berkisar antara 29. 5 Kg sampai 30. 5 Kg. Selanjutnya box disimpan ke dalam cold storage. Selanjutnya dilakukan pengiriman box ke Cara pengambilan box dari cold storage, maka di catat dalam formulir untuk di rekapitulasi dalam file excel. Penerapan sistem informasi sangat membantu terkait dengan pengelolaan data transaksi harian untuk memperoleh akurasi data dan efisiensi dalam proses pengolahan ikan Perangkat Implementasi Sistem Adapun penerapan sistem informasi dalam pengolahan ikan tuna menggunakan beberapa perangkat seperti timbangan digital, printer label untuk loin dan label untuk box, scanner QR Code dan komputer station pada setiap tahap proses pengolahan. Beberapa station memudahkan pergerakan . encatatan bersifat mobil. seperti pada proses receiving dan proses METODE PENELITIAN Gambaran Umum Sistem Sistem informasi pengolahan ikan tuna terdiri dari proses receiving, proses cutting, proses retouching, proses packing dan proses stuffing. 211 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 03. Nomor 02. Oktober 2017 Gambaran umum Gambar 1. sistem ditampilkan pada Gambar 3. Gambaran Umum Sistem Transaksi Gambar 4. Alur Proses Sistem Pengolahan Ikan Tuna Gambar 1. Gambaran Umum Sistem Secara garis besar, yang terlibat dalam sistem digital tally adalah staf tally operator, staf admin, staf IT, dan customer. Staf Tally berinteraksi dengan sistem dalam penginputan data transaksi receiving, cutting, retouching, packing dan shipping, dan mengekstrak data transaksi ke dalam bentuk excel. Staf admin terlibat dalam penginputan data master data. Staf IT terlibat dalam melakukan setting konfigurasi sistem dan database. Staf admin melakukan penerbitan packing list dan customer/pelanggan menerima packing list sebagai bukti pengiriman produk dari perusahaan pengolahan ikan. Alur proses sistem pengolahan ikan tuna terdiri dari proses receiving, cutting, retouching, packing dan shipping. Staf tally berinteraksi dengan modul transaksi yang terdiri dari penginputan data receiving, cutting, retouching, packing, dan stuffing. Hasil penginputan data transaksi dapat diolah kembali dengan menggunakan ekstraksi data dalam bentuk excel. Sistem dapat membuat print out packing list sebagai hasil dari proses stuffing / pengiriman produk dalam kemasan box. Rancangan Antarmuka Sistem Rancangan user interface, menu utama terdiri dari submenu Master Data dan submenu Master Transaksi Master Data mengelola data master seperti data perusahaan . ompany maste. , data user . ser setu. , data pelanggan . ustomer setu. , data species . pecies setu. , data grade dan ukuran produk, dan data produk. Submenu transaksi terdiri dari transaksi receiving, transaksi cutting, transaksi retouching, transaksi packing dan transaksi stuffing. Hasil dari transaksi stuffing dapat dihasilkan packing list yang merupakan data pengiriman produk ke pelanggan. Gambar 2. Gambaran Umum Sistem Master Data Pada tahap inisiasi, staf admin melakukan entry master data seperti entry data perusahaan, data supplier, data grade, data size produk, data customer dan lainnya. Gambar 5. Rancangan Tampilan Menu Master Data Putra. Perancangan dan Pembangunan Sistem Informasi Pengolahan Ikan Tuna diA212 Gambar 6. Rancangan Tampilan Menu Transaksi Tampilan Antarmuka Sistem Informasi Pengolahan Ikan Tuna Sub Menu Master Data sebagai tahapan inisialisasi data pada sitem yang terdiri dari data perusahaan yang diinput dalam company profile, data user yang di input pada user setup, data customer yang entry pada customer setup, data species ikan . pecies setu. , data grade dan size packing yang di input pada processing categories, data produk akhir . roduct setu. , data supplier . upplier setu. Gambar 7. Sub Menu Master Data Sub menu transaksi sebagai modul untuk pencatatan transaksi pengolahan ikan terdiri dari modul receiving . enerimaan ika. , modul cutting . roses pemotongan ika. , modul retouching . embersihan loin dari sisa produk yang tidak digunaka. , modul packing sebagai modul pengemasan produk loin dalam box, dan modul stuffing sebagai modul pengiriman produk ke pelanggan. Gambar 8. Sub Menu Transaksi Gambar 9. Tampilan Menu Receiving Sebagai tahap awal, penerimaan ikan berupa ikan utuh dan loin digunakan modul receiving, sistem membuat internal lot code otomatis sebagai kode untuk penelusuran. Internal lot code terdiri dari 12 karakter dimana 3 karakter awal menyatakan wilayah tangkapan, 3 karakter berikutnya menyatakan kode supplier, 2 karakter berikutnya menyatakan tahun proses, 3 karakter menyatakan tanggal proses dalam kalender Julian, dan 1 karakter berikutnya menyatakan jenis ikan baik itu ikan utuh maupun ikan loin, dan jika terdapat supplier yang menerapkan sertifikasi, maka kode 2 karakter di tulis pada bagian paling belakang. Misalnya Fair Trade ditulis FT. Contohnya: OBC10217109. FT. Pada modul receiving, ikan di timbang per ekor atau jika dalam bentuk loin, ditimbang per Berat ikan dicatat dalam setiap 213 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 03. Nomor 02. Oktober 2017 Proses selanjutnya adalah proses packing, dimana loin yang sudah beku dimasukkan ke dalam box, dengan melakukan scanning label satu per satu. Selanjutnya loin tersebut di masukkan ke dalam box sampai berat box mencapai range berat yang ditentukan misalnya 30 Kg Gambar 10. Tampilan Menu Cutting Proses cutting sebagai kelanjutan dari proses receiving, dimana dalam proses cutting dilakukan penentuan grade loin, berupa grade export . ualitas tingg. atau grade lokal . ualitas sedan. atau grade reject . ualitas Pada modul ini dilakukan penimbangan setiap loin. Selanjutnya loin dikemas dalam plastik dan disimpan dalam chiller selama 2 Gambar 13. Tampilan Input Awal Pada Modul Packing Gambar 14. Tampilan Modul Packing Gambar 11. Tampilan Menu Retouching Kegiatan retouching merupakan kelanjutan dari proses cutting, dimana dipilih internal lot code yang akan melalui proses retouching dan loin ditentukan gradenya dan ditimbang beratnya dan di berikan keterangan. Setiap menyimpan data, maka sistem membuat label dengan QR Code yang menunjukkan keterangan pada loin Label ini selanjutnya di tempel pada loin dan disimpan dalam freezer selama 4 hari Apabila berat box sudah mencapai 30 Kg maka label box di print sesuai dengan gambar 15. Code menyimpan informasi tentang box. Selanjutnya box disimpan dalam cold storage Gambar 15. Tampilan Print Out Label Modul Packing Gambar 12. Tampilan Print Out Label Saat Proses Simpan Pada Modul Retouching Tahapan selanjutnya apabila jumlah box sudah terpenuhi, maka dilanjutkan dengan proses Putra. Perancangan dan Pembangunan Sistem Informasi Pengolahan Ikan Tuna diA214 stuffing . engiriman box ke custome. Proses stuffing diawali dengan membuat kode stuffing atau packing list secara otomatis oleh sistem dan pada proses stuffing dilakukan melalui scanning satu per satu label pada box untuk dimasukkan ke truk kontainer. Gambar 18. Tampilan Print Out Packing List Gambar 16. Tampilan Modul Stuffing Setelah semua box sudah masuk ke dalam kontainer, selanjutnya dilakukan post stuffing agar sistem membuat transaksi packing list Selanjutnya packing list di print out sebagai dokumen pengiriman. Melalui penerapan sistem informasi pada perusahaan pengolahan ikan, memudahkan pengguna dalam mengelola data pengolahan ikan dan proses pengolahan dapat lebih cepat dibandingkan dengan cara manual . eperti cara manual yang melakukan entry data 2 kali, di formulir manual dan di exce. Gambar 17. Tampilan Modul Packing List SIMPULAN Sistem perancangan dan pembangunan sistem informasi pengolahan ikan dapat memudahkan pengguna dalam mengelola data pengolahan ikan, proses penginputan data lebih cepat dan proses pengolahan data lebih efisien karena pemanfaatan sistem memudahkan pengguna dalam pengolahan data sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Penggunaan kode internal lot, memudahkan dalam melakukan penelusuran sumber ikan dimana dalam kode internal lot terdiri dari kode wilayah tangkapan ikan, kode supplier, dan tanggal pemrosesan Penggunaan QR Code pada label loin memudahkan dalam penginputan data menjadi lebih cepat dan efisien. Adapun data pada packing list terdiri dari informasi perusahaan pengirim, informasi tempat tujuan, jumlah box untuk setiap grade ikan, jumlah berat setiap grade ikan . alam satuan K. 215 Jurnal Teknologi Informasi dan Komputer. Volume 03. Nomor 02. Oktober 2017 DAFTAR PUSTAKA