Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang HUBUNGAN MAKROEKONOMI DAN PSIKOLOGI INVESTOR TERHADAP RESIKO PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM Alfian Yudha Sasongko1. Sapto Jumono2. Eka Bertuah3 Program Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Esa Unggul. Jakarta alfianyudha02@gmail. com, 2sapto. jumono@esaunggul. id, 3eka. bertuah@esaunggul. Keyword Abstract Risk Perception. Herding. Overconfidence, reasoned action This study aim to determine the relationship between psychological . isk macroeconomic factors . nflation, interest rate and exchange rat. on investment decision making. Population in this study was 150 respondents investor in Jakarta using purposive sampling with criteria investor being at least 17 years old. Distribution of questionnaires to respondent using google from to carry out processing of collecting respondent data with multiple linier regression analysis techniques using SPSS (Statical Package for the Socials Scienc. The result of this research indicate that psychological factor overconfidence has positive and significant effect on investment decision making, while herding has a positive and insignificant effect on investment decision making. This affect the intention and belief in making investment decisions making based on theory reasoned action. A 2021 JMB. All right reserved Pendahuluan safety, risk, informasi dan isu kebijakan pasar global serta kepercayaan pengguna dalam Investasi merupakan komitemen terhadap sejumlah pendanaan atau resources yang dimiliki kegiatan investasi di pasar modal (Septyanto, dalam suatu periode tertentu yang digunakan ) . Kegiatan investasi sendiri terdiri atas mengorbankan atau menjual sumberdaya yang depan(Linnenluecke et al. Aktivitas dimiliki saat ini, resiko yang tidak bisa diprediksi pendanaan dalam sebuah organisasi perusahaan dan keuntungan yang diperoleh di masa datang terbagi atas kegiatan investasi pada asset tetap (Yuliani. Isnurhadi, and Jie 2. seperti tanah, mesin, gedung perkantoran serta kegiatan pendanaan pada surat-surat berharga Beberapa penelitan yang telah dilakukan seperti surat hutang negara dan saham. Faktor Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang (Commer and Sci 2. dalam penelitannya . individual yang memiliki emotional yang menyatakan faktor psikologi dan persepsi negatif sering mengambil resiko yang tinggi dan memiliki protofolio dengan resiko yang tinggi, . extrovert memiliki kecendrungan ke arah atiktivitas trading yang lebih santai, . aturan penelitian menyatakan bahwa pengambilan dalam psikologi jenis kelamin lebih baik dibandingkan kebiasaan dalam analisa investor. (Areiqat Amman Stock Exchange dipengaruhi oleh faktor psikologi Pengambilan keputusan investasi oleh overconfidence, loss aversion dan herding. (Lobyo investor melihat dari faktor makroekonomi and Fernandes 2. dalam penelitiannya yang secara tidak langsung menjadi sentiment menyatakan bahwa psikologi gap yang ada pada dalam fluktuasi harga di pasar modal. (GB Santha, 2. dalam penelitiannya menyatakan fluktuasi dalam pasar modal dipengaruhi oleh pengambilan keputusan investasi yang rational makroekonomi faktor baik secara langsung maupun tidak langsung. (Thai. Trang. Tho saham yang terus menurun, dikarenakan faktor yang sangat penting dalam aktivitas menyatakan pengambilan keputusan investasi (Utomo et al. dalam penelitiannya perpaduan antara faktor lingkungan seperti cuaca, metabolisme tubuh, perasaan dan intuisi pertukaran nilai mata uang, suku bunga BI dan investor terhadap harga saham serta faktor sosial dari investor. (Durand. Newby, and dan keterbukaan dalam perdagangan menjadi (Lucey & Dowling, 2005. ) dalam penelitiannya variabel adalah GDP growth rate, infarasturktur melakukan pengambilan keputusan pendanaan. Sanghani performansi ekonomi dari makroekonomi pemodal memiliki persepsi resiko tinggi dalam Ahmed, and Husain 2. dalam penelitiannya lama jarang melakukan investasi dengan harga investasi yang salah dan tidak rational. (Abbas, melakukan aktivitas trading dalam waktu yang investor bereaksi terhadap infromasi akan penelitiannya menyatakan investor yang telah performansi pasar modal indonesia dalam pengambilan keputusan jangka panjang, akan menujukkan hubungan antara psikologi individu tetapi dalam pengambilan keputusan jangka dengan pengambilan keputusan investasi dan pendek faktor makroekonomi pertukaran mata performansi portofolio yang berdasarkan . uang dan inflasi memberikan dampak yang individual yang bersifat extrovert dengan sifat yang kurang maskulin memiliki inovasi yang (Tahir and Gul 2. lebih baik terhadap performansi porofolionya. Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang makroekonomi seperti pertukaran mata uang, akan rekomendasi terhadap normatif tertentu suku bunga dan indeks harga pelanggan yang dipercayai. Konstruksi normative pada teori reasoned action berdasarkan pada persepsi performansi pasar modal Pakistan, sedangkan tentang hal penting yang harus dilakukan dalam inflasi, harga minyak dan GDP memberikan sebuah individua tau kelompok. Fakta-fakta yang dikumpulkan dapat membentuk sebuah pengambilan keputusan investasi. (Ehigiamusoe et al. , 2017. ) dalam penelitiannya menujukkan Rekomendasi atau rujukan yang diperoleh oleh bahwa makroekonomi variabel tidak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi keyakinan berdasarkan keluarga, pasangan di Nigeria, namun berpengaruh terhadap naik hidup dan teman. Teori Reasoned Action dan turunnya tingkat investasi ketika mengambil memberikan cara bagaimana menggunakan sikap sebagai sarana dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku dari sebuah individu. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan empiris faktor psikologi Faktor Overconfidence. Risk Perceptio. investor dalam mengambil keputusan. Perilaku investor dibentuk oleh faktor psikologi dan dan meminimalisasi risiko yang dialami dalam Tinjauan Pustaka diperoleh dan return of risk (Lin 2. Pengambilan Theory Reasoned Action (Ajzen (Herding, berdasarkan perasaan dan kondisi mental investasi dalam memaksimalkan profitabilitas II. Investor dan sikap yang diambil oleh seorang investor manfaat yang penting bagi seorang investor Psikologi Investor Psikologi merupakan tindakan Hasil penelitian ini memberikan dipengaruhi oleh faktor psikologi yaitu kognitif reasoned action atau dikenal dengan teori berdasarkan alasan yang rational (Mishra and tindakan beralasan memiliki dua komponen. Metilda 2. Kemampuan kognitif dan yaitu niat dan normatif keyakinan. Pertama kepercayaan yang tidak masuk akal dalam adalah penentuan niat yang ada pada teori penalaran intuitif untuk pengambilan keputusan (Adielyani and Mawardi 2. Bias emotional Komponen kedua yaitu normatif keyakinan yang didalamnya termasuk kesesuaian dan merupakan probabilitas subjektif seseorang Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang mayoritas investor di pasar modal adalah risk (Kengatharan and Kengatharan 2. Herding taker dalam melakukan pengambilan keputusan investasi yang rational dalam kategori tingkat risiko investasi yang tinggi tinggi (Arifin and perilaku investor dimana investor meniru dan Soleha 2. Overconfidence mengikuti investor lain dalam pengambilan kemampuan kognitif, penilaian dan penalaran keputusan investasi (Adielyani and Mawardi seseorang yang melebih-lebihkan kemampuan Herding dapat dibagi menjadi dua bagian prediksi dari informasi yang diperoleh (Laxmi yaitu rational dan irrational. Dalam pandangan and Minimol 2. Overconfidence memberikan yang rational herding didefiniskan sebagai dampak yang positif terhadap pengambilan kecenderungan dari investor dalam melakukan analisa terhadap informasi dan mengikuti trend pandangan irrational, herding seringkali terjadi Risk Perception keputusan terhadap risiko berdasarkan situasi dilakukan oleh pemodal lain (Satish and pada saat itu. Risiko adalah salah satu faktor Padmasree 2. Pasar saham dapat jelas yang memiliki hubungan yang erat terhadap konsekuensi proses pengambilan keputusan terutama Ketika pasar saham mengalami Pengambilan keputusan yang sangat penurunan yang drastir mengakibatkan investor beresiko dikelola untuk mengetahui kebiasaan melakukan penjualan saham secara massif dan pemikiran yang irrational dalam melakukan dikarenakan ketakutan akan kehilangan modal pengambilan keputusan pendanaan investasi (Alquraan. Alqisie, and Al Shorafa 2. (Commer Overconfidence di pasar modal(Ullah. Ullah, and Rehman 2. terhadap informasi yang didaptkan dan selalu tentang emiten saham yang akan diinvestasikan untuk melindungi reputasi dari investor. market secara konsisten. Sedangkan dalam Investor Investor high return. Namun, sebaliknya investor yang nilai dari pasar modal merepresentasikan preferensi risk seeker memiliki kriteria high risk transaksi jual beli di pasar modal lebih aktif dan Diversifikasi optimalisasi portofolio. Risk acceptance dan risk membenarkan terhadap interpretasi yang akan Hal berisiko dalam portofolio dengan tujuan kelengkapan informasi yang diperoleh untuk Sci portofolio dilakukan mengurangi saham yang kondisi dimana seseorang terlalu merendahkan bersifat risk averter memilih pengambilan Overconfidence keputusan menggunakan tingkat low risk dan terdapat dalam pasar modal dikarenakan Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang tingkat high return (Septyanto , 2. Konsep langsung terhadap pasar keuangan dikarenakan risk perception memiliki dasar yang kuat pada prilaku investor yang agak analog dengan disiplin prilaku financial dalam menjadikan investasi investor. Variabel pada interest rate terhadap ketidakpastian yang terjadi (Areiqat et dalam pasar modal (Tehseen Syed, 2. , 2019. Interest Rate di negara Indonesia di atur oleh Bank Indonesia. Faktor Makroekonomi (Inflasi. Interest Rate, dan Exchange Rat. Exchange Rate merupakan harga dimana mata uang suatu negara dapat ditukar dengan Inflasi merupakan kondisi penurunan mata uang negara lain dan memiliki implikasi daya beli masyarakat disebabkan kenaikan tinggi pada sektor keuangan suatu negara, khususnya harga barang dan jasa (Tahir and Gul 2. pasar saham (Olweny 2. Tingkat neraca Inflasi didefiniskan sebagai consumer index price perdagangan dan kepentingan suatu negara bagi yang merepresentasikan harga dari sebuah produk di masyarakat. Fluktuasi inflasi yang (Tahir and Gul 2. Terdapat dua pendekatan volatilitas pasar modal yang mempengaruhi yang dapat dilakukan dalam menentukan nilai (Olweny pertukaran mata uang asing, yaitu pendekatan Tingkat inflasi yang tinggi pada suatu pasar dan pendekatan moneter (Utomo et al. negara memberikan dampak negatif terhadap negara tersebut dikarenakan penurunan daya beli uang oleh masyarakat. Tingkat inflasi yang Pengambilan Keputusan Investasi tinggi menurunkan tingkat penghasilan yang (Ogunlusi and Obademi 2. dalam diperoleh oleh pemodal terhadap investasi penelitiannya menyatakan bahwa pengambilan Namun, tren inflasi yang menurun keputusan investasi adalah sebuah proses merupakan signal positif yang digunakan oleh investor dalam melakukan investasi (Utomo et pemilihan tindakan atas beberapa situasi Suku pengaruhnya nilai tukar pada harga sahamnya terjadi seringkali memberikan dampak terhadap alternatif investasi. (Commer and Sci 2. persentase yang dihitung dari pokok pinjaman psikologi dan perspeksi investor memberikan oleh kreditur kepada debitur sebagai imbal balas jasa. Interest Rate adalah jumlah suku investasi oleh investor. bunga yang harus dibayarkan dalam periode (Areiqat Interest rate memberikan dampak ,2019. Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang pengambilan keputusan investasi dikarenakan dengan pengukuran cronbachAos alpha. Jumlah ketidaktahuan akan informasi akan harga saham responden yang dilakukan pengujia sebanyak dan kehati-hatian dalam melakukan investasi. lima kali dari jumlah item kuisioner yaitu 150 Mayoritas investor yang ada dalam pasar modal melakukan pengambilan keputusan investasi dalam pasar modal bertujuan untuk menambah kekayaan dengan memanfaatkan momentum waktu dalam melakukan investasi. Beberapa investor dalam pasar modal adalah risk averter dan mengikut alur kemana stock market mengarah kepada tingkat risiko lebih kecil. Multiple Linier Regression Analysis pada sebagian investor dengan tingkat risiko lebih penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh risk perception (X. , overconfidence menyatakan bahwa Risk acceptance (X. , herding (X. , inflasi (X. , interest rate (X. dan risk preference memberikan ketergantungan dan exchange rate (X. terhadap pengambilan Investor keputusan investasi (Y). Persamaan regresi linier berganda preferensi risk seeker memiliki kriteria high risk dalam penilitian ini adalah sebagai berikut : high return. Namun, sebaliknya investor yang bersifat risk averter memilih pengambilan PKIi = 1RPi 2OCi 3Hi 4Ii keputusan menggunakan tingkat low risk dan 5IRi 6ERi a. tingkat high return (Septyanto, 2013. Keterangan : Metodologi Penelitian PKI = Pengambilan Penelitian ini merupakan penilitian Multiple Investasi Linier Regression Analysis dengan tools software analisis RP = Risk Perception statistik menggunakan SPSS 25 untuk mengukur OC = Overconfidence pengaruh antara variabel bebas . aktor investor psikologi dan faktor makroekonom. terhadap Hasil . engambilan pengolahan data sampel kemudian dilakukan uji = Herding = Inflasi = Interest rate validitas dan uji realibilitas. Uji validitas ER = Exchange Rate Pearson Corellation, sedangkan uji realibilitas dilakukan = Responden Keputusan Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Pengujian yang dilakukan terhadap 150 = Konstanta 1. responden investor dalam melakukan investasi Koefisien Regresi instrument keuangan menghasilkan persebaran Populasi yang digunakan sebagai objek data demografi sebanyak 66. 7% (N=. penelitian adalah adalah investor saham di pemodal berjenis kelamin laki-laki lebih banyak Bursa Efek Indonesia (BEI) yang pernah dibadingkan pemodal berjenis kelamin wanita melakukan investasi pada pasar modal, minimal yang berada pada 33. Investor yang usia adalah 17 tahun dengan latar belakang melakukan investasi pada hasil pengujian status dan pendidikan yang beragam serta penelitian ini memberikan rentang umur 26 s/d pertumbuhan portofolio selama melakukan 35 tahun lebih banyak melakukan aktivitas investasi pasar modal yang berada di DKI investasi sebesar 44% (N=. dan rentang Jakarta. umur yang paling sedikit melakukan aktivitas investasi keuangan adalah rentng umur 46 s/d 55 tahun sebesar 5,3% (N=. Status dan latar Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : H1 : Risk Perception berpengaruh negatif signifikan terhadap pengambilan keputusan H2 : Overconfidence berpengaruh positif Gambar 1 Model Hipotesis signifikan terhadap pengambilan keputusan pengambilan keputusan investasi paling tinggi H3 : Herding berpengaruh positif signifikan pada status menikah dengan 62,7% (N=. dan terhadap pengambilan keputusan investasi latar belakang pendidikan sarjana (S. sebesar 38,7% antara 1 s/d 5 tahun sebesar 43,4% (N=. terhadap pengambilan keputusan investasi Uji Validitas H6 : Exchange Rate memiliki pengaruh IV. (N=. melakukan investasi dengan rentang waktu H5 : Interest Rate memiliki pengaruh positif investasi pada rentang 1 s/d 10 juta sebesar terhadap pengambilan keputusan investasi 66,7% (N=. Investor menanamkan modal H4 : Inflasi memiliki pengaruh negatif Hasil Penelitian dan Pembahasan Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Pengujian Hasil Deskriptif penelitian ini mengindikasikan item kuisioner Untuk mengetahui persepsi umum dinyatakan valid apabila nilai korelasi dari item- responden terhadap setiap item set kuisioner item lebih tinggi dari nilai sig 0,05. Pada tabel 1 dilakukan analisa indeks tanggapan responden. menyatakan bahwa hasil dari korelasi pada Teknik pembobotan scoring dilakukan dalam setiap item-item pembangun kuisioner memiliki penilitian ini minimum nilai 1 dan maksimum nilai diatas nilai sig, maka item kuisioner pada nilai 5 diinterpretasikan kedalam rumus sebagai penilitian ini dinyatakan valid. Tabel 1. Uji Validitas Indeks = (%ya1x. (%ya2ycu. (%ya3ycu. (%ya4ycu. (%ya5ycu. Keterangan : Persentasi. Sangat. Tidak. Setuju. Likert dari responden. Uji Reliabilitas Persentasi Tidak. Setuju. Likert dari responden. Reliabilitas dapat dikatakan berasal dari ukuran yang dijumlahkan dan digunakan sebagai = Persentasi frekuensi jawaban Kurang Setuju skala Likert dari responden. komponen predictor dalam model objektif. Alpha Cronbach merupakan indeks dari faktor reliabilitas yang terkait dengan variasi yang skala Likert dari responden. diperhitungakan berdasarkan nilai sebenarnya. Pengujian dilakukan untuk melihat item-item = Persentasi frekeunsi jawaban Setuju = Persentasi frekeunsi jawaban Sangat Setuju skala Likert dari responden. komponen pembangun dari kuisioner tersebut Hasil Indikator item-item komponen pembangun kuisoner dinyatakan reliabiltas apabila cronsbach alpha lebih besar daripada maksimum nilai 5 menghasilkan indeks mulai nilai sig sebesar 0,05. Berdasarkan hasil pada dari nilai 20 dan maksimum 100 dengan rentang tabel 2 menujukkan bahwa nilai cronsbach alpha nilai berada pada nilai 80 menggunakan Three- pada setiap item pembangun kuisioner diatas Box Method sehingga nilai 80 dibagi 3 nilai sig, maka dinyatakan reliabiltas. menghasilkan nilai 26,67 dan diinterpretasikan sebagai berikut : Tabel 2 Uji Reliabilitas Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Tabel 4 Hasil Analisis Indeks Responden Risk Tabel 6 Hasil Analisis Responden n Perception Berdasarkan Overconfidence Berdasarkan responden risk perception pada tabel 4 dapat disimpulkan responden dengan risk responden overconfidence pada tabel 6 averse pada risk perception menghasilkan dapat disimpulkan responden dengan 59,18 Responden menghasilkan nilai 73,42 dengan kategori menghasilkan nilai 81,40 dengan kategori tinggi dan responden dengan risk taker keluarga & kolega menghasilkan nilai 54,68 menghasilkan nilai 82,02 dengan kategori dengan kategori sedang dan responden Akumulasi dari ketiga item pada risk dengan konsultasi pialang menghasilkan 68,28 Akumulasi overconfidence memberikan interpretasi perception tinggi n Responden Analisa Kuisioner Herding overconfidence sedang. Tabel 5 Hasil Analisis Indeks Responden n Herding Analisa Kuisioner Interest Rate Tabel 7 Hasil Analisis Responden Interest Rate Berdasarkan responden herding pada tabel 5 dapat disimpulkan responden dengan rational pada herding menghasilkan nilai 82,32 Berdasarkan dengan kategori tinggi. Responden dengan responden interest rate pada tabel 7 dapat irrational menghasilkan nilai 74,26 dengan kategori tinggi. Akumulasi dari kedua item pada herding memberikan interpretasi Ausaya pendapatan bunga dalam investasi high responden terhadap kuisioner herding riskAy pada interest rate menghasilkan nilai n 66,40 dengan kategori sedang. Responden Analisa Kuisioner Overconfidence Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan item pertanyaan Aupemahaman keputusan investasi dengan resiko yang terhadap interest rate membantu dalam kecil dan tingkat kepastian yang tinggi . Akumulasi dari kedua item pada inflasi investasiAy menghasilkan nilai 74,02 dengan kategori tinggi menandakan respondent termasuk terhadap kuisioner inflasi tinggi. n Analisa Kuisioner Exchange Rate pengambilan keputusan investasi dengan Tabel 9 Hasil Analisis Responden resiko yang kecil dan tingkat kepastian Exchange Rate yang tinggi . Akumulasi dari kedua item pada interest rate memberikan interpretasi responden terhadap kuisioner interest rate n Analisa Kuisioner Inflasi Tabel 8 Hasil Analisis Responden Inflasi Berdasarkan responden exchange rate pada tabel 9 dapat disimpulkan responden dengan item Aukeputusan berinvestasi di saham yang mengalami Berdasarkan Auselama exchange rate menghasilkan nilai 62,50 74,40 Autingkat kategori sedang. Akumulasi dari kedua Responden modalAy menghasilkan nilai 72,60 dengan item pada exchange rate memberikan berdasarkan nilai sahamAy menghasilkan tingkat pengembalian rata-rata di pasar kategori sedang. Responden dengan item sama dengan atau lebih tinggi dibandingkan inflasi menghasilkan nilai 72,86 dengan Auselama pengembalian keuntungan investasi saya berdasarkan pertumbuhan sahamAy pada exchange rate saham tersebutAy pada responden inflasi pada tabel 8 dapat interpretasi responden terhadap kuisioner exchange rate sedang. menandakan respondent termasuk risk averter yaitu investor dengan pengambilan Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Analisa n Kuisioner Pengambilan Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Hasil pengujian yang teerlihat pada Keputusan Investasi gambar 9 menujukkan sebaran data menyebar Tabel 10 Hasil Analisis Responden mengikuti garis diagonal pada gambar P-plot dan Kolmogorov-Smirnov menghasilkan angka sig 379 yang lebih. besar daripada angka 05, maka persebaran data pada penilitian ini berdistribusi normal Pengambilan Keputusan Investasi Berdasarkan investasi pada tabel 10 dapat disimpulkan menghasilkan nilai 77,87 dengan kategori tinggi menandakan respondent termasuk pengambilan keputusan investasi dengan Gambar 2 Chart Persebaran Data Distribusi Normal resiko yang kecil dan tingkat kepastian yang tinggi . Responden dengan risk Uji Multikolineritas seeker menghasilkan nilai 62,78 dengan kategori sedang. Akumulasi dari kedua Tabel 11 Uji Multikoliniearitas item pada pengambilan keputusan investasi keputusan investasi tinggi. Multikolinearitas merupakan kondisi Uji Normalitas dimana terjadi korelasi antara variabel bebas Pengujian atau antara variabel bebas tidak bersifat saling bebas menggunakan faktor inflasi ragam (VIF) Persebaran distribusi untuk mendeteksi multikolinearitas tersebut. Faktor inflasi ragam (VIF) digunakan sebagai terbentuknya bias. Kolmogorov-Smirnov test indicator untuk mendeteksi multikolinearitas digunakan pada uji normalitas penilitian ini pada regresi linier yang melibatkan lebih dari dikarenakan data responden lebih dari 50 dua variabel bebas (Sriningsih et al. Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Hasil herding dan overconfidenc. dan variabel faktor berdasarkan tabel 11 menunjukkan angka VIF exchange rat. memiliki pengaruh secaara mengindikasikan tidak terjadi multikolinearitas simultan terhadap variabel terikat pengambilan antar variabel bebas(Areiqat et al. Angka VIF tidak melebihi dari 10 mengindikasikan tidak kontribusinya dilihat dari adjusted R Square pada terjadi permasalahan multikolinearitas yang tabel 12 sebesar 0. 217 atu 21,7% sedangkan 78,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar dari Adapun makroeknomi . nflasi, interest rate dan exchange Model Summary herding dan overconfidenc. dan variabel faktor Tabel 12 Uji F variabel faktor psikologis . isk perception. Uji F dan Uji T Mod . Squar Ajuste Squar Std. Error Estima 0,70953 Tabel 14 Hasil Uji T Hipotesis Tabel 13 Hasil Uji F ANNOVA Deskri Regress Residua Total ANNOVA Sum Mea Squar Squa 23,749 6 3,958 14 0,503 95,740 14 Hasil penilitian yang Berdasarkan hasil Uji T Partial Sig Hipotesis pada tabel 14 ditransformasikan ke tabel di bawah ini untuk melihat hasil, yaitu : Tabel 15 Hasil Pengujian Hipotesis 71,991 berdasarkan tabel 13 menujukkan bahwa angka sig pada uji f adalah 0. nilai yang diperoleh ini lebih kecil dibandingkan dengan angka signifikan sebesar 5% atau 0. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan model regresi berganda ini dapat digunakan dan variabel bebas yang didalamnya terdapat variabel faktor psikologis . isk perception. Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang Hasil pengolahan data pada penelitian kelamin laki-laki lebih banyak dibadingkan Seperti yang ditujukan pada tabel 15 diatas pemodal berjenis kelamin wanita yang berada 3%, psikologi pada area finansial overconfidence memiliki pengaruh yang signifikan menyatakan bahwa laki-laki lebih overconfidence dan positif terhadap pengambilan keputusan dibandingkan dengan wanita. Hal lain yang investasi dengan nilai sig one tailed mendukung investor merasa 0,016 lebih kecil dibandingkan nilai signifikansi berdasarkan umur pada penilitian ini lebih 5% ( = 0,. Sedangkan untuk faktor banyak pada umur generasi z yaitu rentang makroekonomi interest rate dan exchange rate umur 26 s/d 35 tahun dengan latar belakang pendidikan S1. pengambilan keputusan investasi. Pada penelitian ini menghasilkan risk perception berpengaruh positif dan signifikan Pembahasan terhadap pengambilan keputusan investasi, hal Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan empiris faktor psikologi negatif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan investasi. Hal ini didukung dengan data demografis pada persentasi investor manfaat yang penting bagi seorang investor sebelumnya bahwa risk perception berpengaruh Hasil penelitian ini memberikan melakukan investasi dengan rentang jumlah investasi yang disetor antara 1 s/d 10 juta. investasi dalam memaksimalkan profitabilitas Modal investor dan meminimalisasi risiko yang dialami dalam kecil ini memungkinkan investor melakukan investasi Faktor psikologi didalamnya terdapat overconfidence memiliki pengaruh yang dibandingkan dengan investor menggunakan signifikan dan positif terhadap pengambilan modal diatas 100juta keatas. keputusan investasi, penjelasan didukung teori Faktor makroekonomi interest rate terdapat hal yang sederhana dan sangat kuat dan exchange rate berpengaruh positif terhadap dalam level tertinggi aktivitas trading pada pasar pengambilan keputusan investasi. Hal ini modal yaitu overconfidence. Investor dengan didukung oleh penelitian sebelumnya interest tingkat overconfidence yang tinggi mengambil rate memberikan dampak langsung terhadap Overconfidence perubahan dalam struktur investasi dalam Jakarta didukung dengan persebaran data demografi volatilitas yang tinggi pada interest rate ,semakin 7% (N=. pemodal berjenis tinggi pengalihannya ke investasi yang relatif Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang lebih aman memungkinkan dalam pengambilan sentiment untuk mengambil keputusan dalam keputusan investasi oleh investor. Interest Rate berinvestasi pada sektor bank. Faktor ekonomi atau suku bunga yang dikelola dan peraturannya interest rate dan exchange rate dijadikan diatur oleh Bank Indonesia. Suku Bunga diatur untuk menjaga stabilitas regulasi bank-bank investasi oleh investor dalam sektor perbankan. yang ada di Indonesia. Apabila Bank Indonesia di Indonesia Hasil penilitian ini menghasilkan persamaan menetapkan suku bunga yang ada maka bankbank yang regresi linier berganda yang dapat dilihat di bawah ini: penetapan suku bunga disesuaikan dengan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. PKIi = 1,5 0,247RPi 0,195OCi 0,079Hi Fluktuatif 0,022Ii Ae 0,106IRi 0,264ERi a . mempengaruhi pergerakan harga saham yang Berdasarkan persamaan regresi linier berganda diatas dapat ditarik analisa sebagai berikut : Sentiment penentuan suku bunga seringkali diliat oleh Hasil n Apabila variabel bebas RP(X. OC(X. H(X. I(X. , menujukkan pengaruh positif interest rate IR(X. ER(X. merupakan nilai terendah pada skala Likert, terhadap pengambilan keputusan investasi maka diperoleh nilai variabel terikat didukung data demografi yang menujukkan PKI(Y) sebesar 2,2 persentase status investor telah menikah lebih n besar dan rentang umur 26 s/d 35 tahun dengan Nilai perception bernilai positif sebesar 0,247 kondisi pandemi yang memungkinkan investor memiliki arti bahwa apabila ada kenaikan meminimalisir risiko pengambila keputusan pada variabel risk perception dengan asumsi variabel lainnya tetap akan menyebabkan Berdasarkan kenaikan pada Pengambilan Keputusan exchange rate berpengaruh positif terhadap Investasi pengambilan keputusan investasi. Hal ini n Nilai overconfidence bernilai positif sebesar menyatakan fluktuatif volatilitas pada exchange 0,195 memiliki arti bahwa apabila ada rate yang tinggi memberikan rekomendasi kenaikan pada variabel overconfidence kepada investor untuk melakukan pengambilan dengan asumsi variabel lainnya tetap akan menyebabkan kenaikan pada Pengambilan Exchange Rate merupakan harga pertukaran Keputusan Investasi antara mata uang asing. Fluktuatif harga rupiah n terhadap dollar diihat sebagai investor sebagai Nilai koefisien regresi variabel herding bernilai positif sebesar 0,079 memiliki arti Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 11 I No. 2, hal 82-100 Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang bahwa apabila ada kenaikan pada variabel yang dikeluarkan menjadikan salah satu sentimen untuk indikator investor dalam mengambil keputusan berinvestasi terutama investasi surat berharga saham pada sektor Analisa regresi linier berganda pada penilitian ini menghasilkan nilai variabel pengambilan keputusan investasi (Y) sebesar 2,2 dengan asumsi variabel risk perception(X. , overconfidence(X. , herding(X. , inflasi(X. , interest rate(X. dan exchange rate(X. bernilai 1 yang merupakan nilai terendah dari skala VI. DAFTAR PUSTAKA