JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 Analisis Wacana Pada Pementasan Wayang Kulit Pandawa Kumpul Di Radio Gemilang - FM Edi Giantoro1. RB. Hendri Kuswantoro2 Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta. Jl. Magelang No. KM. Mlati. Sleman,D. Yogyakarta 55284 Email: edig@mmtc. id, rbhendrik@mmtc. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengungkap wacana sebuah cerita dari pementasan wayang kulit berjudul Pandawa Kumpul yang dimainkan oleh dalang Ki Bayu Setiawan melalui percakapan tokoh dalam cerita. Wacana yang dibangun melalui pesan dari pementasan wayang kulit di saat pandemi Covid-19 ini diselenggarakan dan disiarkan secara langsung melalui radio Gemilang FM. Realitas kehidupan masyarakat pada dasarnya rukun dan harmonis, namun adanya konstentasi dalam kehidupan maupun sistem politik negara membawa dampak pada terjadinya pengelompokkan di masyarakat sesuai pemahaman masing-masing kelompok Dalam pementasan wayang kulit dapat dikategorikan sebagai jenis hiburan namun sarat dengan Konteks naskah/teks pada pesan yang diwujudkan dalam percakapan, dapat dilihat dan ditelusuri dari realitas atas konteks dari produksi teks dan aspek sosial budaya yang mempengaruhi pembuatan teks. Kajian wacana pada penelitian ini menekankan pada analisis percakapan sebagai pesan dari penuturan lisan dalam cerita . onversation analysi. Pada hasil analisis digambarkan bahwa penuturan lisan dari dalang dalam bentuk cerita terdapat interaksi diantara para tokoh cerita dan terdapat pesan dari pemegang kebijakan pemerintah daerah. Pada praktik wacana terdapat kepentingan pemangku kekuasaan dalam penyampaian pesan dari persoalan isi pesan, fungsi pesan dan makna pesan bagi sosial kemasyarakatan untuk menata kembali harmoni kehidupannya demi menjaga stabilitas keamanan sehingga mendorong kehidupan ekonomi Kata kunci : wayang kulit, pesan, wacana. ABSTRACT This study aims to reveal the discourse of a story from a wayang kulit performance entitled Pandawa Kumpul played by dalang Ki Bayu Setiawan through the conversations of the characters in the story. The discourse which was developed through messages from shadow puppet performances during the Covid-19 pandemic was held and broadcast live via Gemilang FM radio. The reality of people's lives is basically harmonious, but there is consistency in the life and political system of the country which has an impact on the occurrence of groupings in society according to the understanding of each individual group. In the performance of wayang kulit it can be categorized as a type of entertainment but it is full fill of messages. The context of the script/text in the message embodied in the conversation can be seen and traced from the reality of the context of the production of the text and the socio-cultural aspects that influence the making of the text. Discourse studies in this study emphasize conversation analysis as messages from oral narratives in stories . onversation analysi. In the results of the analysis it is described that the oral narrative of the puppeteer in the form of a story has interactions between the story characters and there are messages from local government policy holders. In the practice of discourse there is the interest of the stakeholders in conveying messages from the issue of message content, message function and meaning of messages for the social community to rearrange the harmony of their lives in order to maintain security stability so as to encourage people's economic life. Keywords : shadow puppets, messages. Discourse. PENDAHULUAN Radio hiburan kepada masyarakat. Pendengar radio dapat dengan mudah dan cepat memperoleh peranannya dalam memberikan informasi dan informasi tentang peristiwa yang terjadi Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 Pada dasarnya masyarakat lebih ingin mendapatkan informasi tentang suatu kesempatan dan suasana. Sifat radio yang personal, dapat menjadi tinggalnya dibandingkan dengan mengetahui Meskipun memberi kontak-kontak antar pribadi yang jumlah pendengar radio saat ini mengalami Dikutip sifat-sifat keakraban dan kejujuran. Pendengar yakni survei indikator sosial budaya Badan peristiwa yang terjadi disekitarnya. AuOrang. Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, hasil akan lebih tertarik pada sesuatu yang terjadi penelitian, pada tahun 2018 masyarakat usia di desa, kawasan mereka sendiri dibanding 10 tahun ke atas yang mendengarkan radio yang terjadi di tempat-tempat yang jauhAy dalam seminggu hanya sebesar 13,31%, (Oramahi, 2013:. Coverage area siaran kondisi tersebut turun dari 50,29% dari tahun radio yang menggunakan transmisi berjarak pendek menjadikan radio terasa dekat dengan . ttps://databoks. id/datapublish/2 pendengar sekitarnya. 019/10/23/ diunduh 15 Juli 2. Berdasar Bagi masyarakat perdesaan, siaran data tersebut, nampak jumlah pendengar radio radio dinantikan untuk memperoleh berita mengalami penurunan sangat besar, meskipun demikian radio masih menjadi media pilihan bagi sebagian masyarakat untuk mendapatkan informasi dan hiburan di daerahnya. mengandalkan suara . dapat dengan Radio Siaran mudah dinikmati tanpa menggangu aktifitas memudahkan pendengarnya untuk menikmati program acara. Dikutip dari Kenneth Roman wilayahnya dan berbagai kegiatan yang (Darmanto,1998 : . keunggulan radio dibandingkan media yakni : (Pemd. Kemampuan imajinasi dengan bantuan audio. Kemampuan selektifitas dalam memilih program maupun segmen khalayak. Fleksibilitas, sangat mudah untuk dibawa Kejadian/peristiwa Pemerintah Daerah diperlukan, hal ini mejadi tugas Pemda untuk menciptakan rasa tenang dan ketertiban pada Fungsi informasi dan hiburan yang murah dan cepat Pemda Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE mengemban tugas tersebut. Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 yang bernilai bagi masyarakat, hal tersebut Gemilang FM radio siaran berbentuk disampaikan secara lisan melalui narasi, dan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) percakapan dari tokoh-tokoh dalam cerita milik Kabupaten Magelang yang berperan menjadi media diseminasi informasi Pemkab penyampaian pesan melalui cerita sering kali Magelang. Format siaran yang dikemas dalam diselingi dengan humor-humor dari tokoh program hiburan seni dan budaya biasanya Punokawan yang juga sering berisi pesan dan lebih menarik bagi pendengar dibandingkan menjadi daya tarik bagi penonton. Pesan yang program bersifat instruksional. Gemilang FM disampaikan melalui merupakan kontruksi realitas dari sebuah secara langsung setiap malam Sabtu Kliwon. menjadi sebuah wacana. Mengutip pendapat Pentas wayang kulit sebagai sebuah seni dan Hamad . pada Jurnal Mediator : budaya pertunjukan saat ini masih terus hidup AuTidak terlepas dari pengaruh ekternal dan internal, strategi konstruksi ini mencakup pilihan bahasa mulai dari kata hingga pilihan fakta yang akan dimasukkan/dikeluarkan populer disebut strategi framing. dan pilihan Teknik menampilkan wacana di depan publik misalnya di halaman muka/dalam, di prime time/bukan atau taktik primingAy. pementasan wayang kulit memiliki fungsi yang fleksibel untuk mewadahi berbagai Pemerintah dalam membangun dan menjaga stabilitas sosial, politik, ekonomi dan keamanan di Sebagai sebuah warisan seni dan budaya, wayang kulit banyak diminati dan ditonton oleh masyarakat, sehingga tidak dipungkiri wayang kulit sering dipergunakan sebagai alat oleh kekuasaan . untuk menyampaikan pesan dalam rangka penguatan ideologi dalam berbangsa dan bernegara dalam masyarakat. Pada dasarnya setiap lakon dalam pementasan wayang kulit memiliki pesan Jawa. Sejak kemunculannya hingga sekarang. Bentuk pementasan wayang kulit yang disiarkan dalam masyarakat khususnya masyarakat Penggunaan metode analisis wacana melalui analisis naskah sintagmatik menjadi penting untuk mengungkap suatu peristiwa dengan merenkonstruksi fakta yang dikemas dalam sebuah cerita agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Bahasa dari percakapan yang berisis pesan merupakan sebuah wacana yang diuraikan secara lisan ataupun wacana yang memiliki fungsi untuk Kajian menggunakan metode analisis percakapan . onversation analysi. bertujuan menemukan prinsip serta prosedur yang dipergunakan partisipan dalam memproduksi struktur dan Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 aturan dari suatu situasi komunikasi (Hamad. Pandawa Kumpul yang dipentaskan oleh Ki 2007:. Pada pementasan wayang kulit Bayu Setiawan mendorong penulis untuk judul dari cerita merupakan penekanan pada meneliti latar belakang dalam memproduksi persoalan isi dari cerita, fungsi, dan makna cerita dari wayang yang dipentaskan, dan tokoh-tokoh percakapan tokoh-tokoh dalam cerita. Pada Pendekatan wacana dengan metode analisis beberapa diskusi para ahli melihat dasar atau percakapan dengan indikator pada kalimat- tujuan yang lebih lingual . cenderung kalimat dan percakapan yang disampaikan menggunakan istilah teks. Bahasa dalam oleh dalang menjadi alat untuk menjawab cerita terstruktur pada penggunaan kalimat- persoalan latar belakang produksi percakapan kalimat dan percakapan dari tokoh-tokoh dan isi, makna serta fungsi dari percakapan. dalam cerita. Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka Pementasan jurnal penelitian ini berjudul Analisis Wacana dalam menyampaikan pesan terutama dari sisi pada Pementasan Wayang Kulit Pandawa penggunaan bahasa melalui narsi, percakapan Kumpul oleh Ki Bayu Setiawan pada Radio tokoh maupun variasi penyajiannya yakni Gemilang FM. Peran radio siaran pada gerak wayang yang dimainkan disesuaikan konteks ini hanya sebagai sarana/media yang dengan kondisi sosial budaya masyarakatnya. murah, mudah dan informatif sehingga Pementasan Wayang Kulit yang dijadikan sebuah program di Gemilang FM merupakan mengaksesnya dan diharapkan berdapak pada perubahan perilaku yang lebih baik sesuai Pedalangan Indonesia Persatuan (PEPADI) Kab. Magelang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Magelang dan LPPL Gemilang FM METODE PENELITIAN dengan tujuan memberikan kesempatan para dengan analisis percakapan mengacu kepada memperkenalkan dalang wayang kulit dari bentuk pesan dari percakapan pada tokoh- Kabupaten Magelang agar lebih dikenal oleh tokoh cerita . wayang kulit. Secara teori, cerita yang berisi pesan tersebut Pemkab. Magelang dalam kemudian diwacanakan untuk mendapatkan Konsep Kerjasama penyampaian pesan melalui cerita dalam pentasan wayang kulit. pandang yang diinginkan untuk membentuk Pementasan wayang kulit dengan lakon pola dasar di benak penerima berdasarkan Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 penafsiran makna intrinsik dan ekstrinsik familiar atau ketidak asingan suatu kalimat demi kalimat dari naskah. Teori yang relevan dalam penelitian ini yakni tentang Faktor-faktor analisis wacana terkait analisis percakapan dipergunakan di antara tokoh dalam cerita selanjutnya dikonstruksi ke dalam sebuah yang kemudian interpretasikan menjadi isi pesan untuk memberikan wacana kepada pesan, makna dan fungsinya. orang lain. AuSecara lebih khusus, dinamika Pesan internal dan eksternal yang mengenai diri dasarnya merupakan sebuah konstruksi dari realitas obyektif, bisa benda, pikiran, juga peristiwa yang disusun oleh seseorang atau Hamad, kelompok orang. Proses konstruksi dalam konstruksi tersebut menjadi wacana yang bisa bentuk pesan tersebut kemudian menjadi berbentuk naskah/teks, ucapan, tindakan dan suatu perihal yang ingin dicapai setelah dalam bentuk wujud jejak . rack recorde. melalui berbagai macam pengaruh. Bentuk Kepentingan pribadi juga sering pengaruh yang terjadi berdasarkan persepsi menjadi faktor penentu dalam membentuk dari seseorang disebabkan oleh faktor internal sebuah wacana, kepentingan tersebut dapat maupun eksternal yang bersangkutan. bersifat idealis, ideologis dan sebagainya. konstruksiAy (Ibnu Hasil Dikutip dari Miftah Toha . Kepentingan pribadi juga sering dipengaruhi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi oleh faktor kepentingan luar pelaku sendiri seseorang yakni : Faktor internal: perasaan, sikap dan Dalam membentuk konstruksi realitas yang kemudian menjadi sebuah wacana dapat menggunakan strategi tertentu, . , proses belajar, keadaan fisik. Faktor pimpinan dan salah satunya strategi framing. gangguan kejiwaan, nilai dan kebutuhan juga minat, dan motivasi. Radio sebagai alat untuk menyampaikan pesan dari seseorang atau sekelompok orang kepada keluarga, informasi yang diperoleh, orang lain yang relatif banyak . yang pengetahuan dan kebutuhan sekitar, tersebar secara meluas. Mengutip pendapat Burhan pengulangan gerak, hal-hal baru dan Bungin Hadiono Afdjani . AuMedia massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 penyebaran informasi secara massal dan dapat kenyataanya sangat ditentukan oleh pemberi diakses oleh masyarakat secara massalAy. Dalam mengkonstruksi pesan melalui media. Beberapa maka pemegang media memiliki kekuasaan bahwa wacana merupakan struktur cerita yang untuk membentuk opini masyarakat dan memiliki makna. Cerita yang disajian berisi gagasan dengan menggunakan bahasa baik Melalui penguasaan pada media massa, verbal maupiun non verbal. Wacana adalah realitas sosial masyarakat dapat diarahkan dan penggunaan bahasa untuk menggambarkan dibentuk di masa yang akan datang. Begitu realitas (Ibnu Hamad, 2007:. Berdasar besar pengaruh media massa ini, sehingga media menjadi sangat penting bagi pemegang bagian ilmu linguistik dapat berupa teks yang kekuasaan untuk mempergunakannya sebagai tertulis, yang memiliki konteks sebagai suatu alat menjaga keamanan dan ketertiban dalam nilai dari sebuah pesan. Membentuk wacana menggunakan cerita merupakan cara yang Pesan media massa, termasuk media pertunjukkan seseorang maupun pengampu kekuasaan sejak mengandung wacana. Kata wacana atau jaman dahulu. sering disebut diskursus (Discours. , hal Pementasan wayang kulit sebagai tersebut dapat dimaknai sebagai pemikiran media pertunjukan yang menghibur sekaligus yang ingin diperlawankan dengan Aupraktek nyataAy atau AuaplikasiAy. Analisis wacana merupakan cara diseminasi informasi dari . iscourse analysi. umumnya membahas pemerintah kepada masyarakat. Pesan akan tentang bahasa yang digunakan sehari hari, lebih mudah disampaikan dan dipersepsi oleh baik yang berupa teks lisan maupun tertulis pendengar melalui media hiburan ini. Hal ini sebagai objek kajian atau penelitiannya. dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan dan Obyek penelitian analisis wacana yakni pada Kebudayaan unit bahasa di atas kalimat atau ujaran yang memiliki kesatuan dan konteks, bisa berupa Gemilang FM. naskah pidato, rekaman percakapan yang Analisis Pemkab. Magelang telah dinaskahkan. Sudut pandang kontruksi sebagai studi bahasa, namun pada analisis informasi berupa bahasa lisan maupun teks wacana nya tetap menggunakan bahasa dalam yang disampaikan kepada masyarakat pada bentuk teks dan lisan untuk dianalisis. Dalam konteks analisis percakapan maka percakapan Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE tokoh-tokoh Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 Program wayang kulit untuk mengetahui latar belakang program pementasan wayang kulit penggambaran dari aspek percakapan dengan saat siaran langsung . , wawancara dan penafsiaran dari peneliti. Landasan analisis pengamatan pada proses penyampaian pesan wacana menggunakan pendekatan analisis dan wawancara mendalam dengan penonton percakapan lebih memperhatikan interaksi maupun beberapa pendengar radio. digunakan dan dianalisis melalui percakapan tokoh-toko dalam cerita Setiap program siaran radio memiliki dan ditafsirkan serta diintrepetasikan oleh Untuk menganalisis wacana perlu . , demikian juga program Wayang memahami dan memaknai kalimat yang Kulit yang memiliki pendengar dari kalangan dipergunakan dan percakapan yang muncul Rancang bangun pemikiran masalah sehingga memunculkan wacana sosial. Dalam ini disusun dengan pendekatan stimulus dan menganalisis teori wacana ini, maka perlu Pagelaran wayang kulit melalui radio masih kalimat-kalimat memberikan hiburan yang mendidik berisi dialog dari tokoh-tokoh cerita dan aspek pesan-pesan Kebudayaan Penelitian kalimatnya, melihat realitas atas konteks dari yang dipergunakan serta berbeda-beda Dinas Pemda Pendidikan Magelang tanggung jawab untuk mengedukasi warganya pementasan program wayang kulit di radio Gemilang FM dilakukan dengan wawancara mendalam kepada narasumber yakni kepada legislatif dan pemilihan langsung presiden Ki Bayu Seiawan, dalang dari pentas wayang tahun 2019 yang lalu. kulit, dan Humas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Magelang Pementasan disiarkan oleh Gemilang FM pada setiap mendapatkan latar belakang pesan yang ingin Sabtu malam merupakan salah satu media disampaikan kepada masyarakat penonton bagi pemerintah daerah untuk secara persuasif langsung maupun pendengar siaran melalui mengajak masyarakat tentang pentingnya Pengumpulan data juga dilakukan menjaga kerukunan dan ketentraman di dengan observasi pementasan wayang kulit Penelitian ini ingin melihat wacana yang dibentuk oleh pemerintah daerah Pemkab. Wawancara mendalam juga dilakukan kepada Produser Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 sebagai media informasi melalui tayangan wayang pada saat siaran langsung di lokasi program Wayang Kulit di Gemilang FM. pementasan di Ketep Pass. Kab. Magelang Pada Data menggunakan isi, fungsi dan makna sosial diperoleh dari wawancara mendalam kepada tersebut akan menemukan jawaban dari Ki Bayu Setiawan sebagai dalang, dan rumusan masalah. Pengumpulan data primer Humas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dilakukan melalui Kabupaten Magelang, dan Produser Program kepada subyek-subyek yang relevan dengan Wayang Kulit untuk mendapatkan latar obyek penelitian, dan melakukan observasi belakang pesan yang ingin disampaikan. Obyek lain yang menjadi unit penelitian diperoleh dari materi dokumen-dokumen berupa pesan yang dianalisis dengan metode termasuk rekaman audio pementasan wayang wacana melalui dimensi teoritis penggunaan kulit dan respon melalui media lain yang kalimat-kalimat dari cerita dan percakapan di disediakan Gemilang FM yang selanjutnya antara tokoh dalam cerita. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Analisis ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Gemilang FM merupakan Lembaga analisis konteks dari teks yang diproduksi. Penyiaran Publik Lokal (LPPL) yang menjadi proses produksi teks dan respon penerima Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah teks serta konteks sosial budaya yang lebih Pemerintah Kabupaten Magelang. Jangkauan besar dimana teks diciptakan dan dikonsumsi siaran Gemilang FM memiliki radius 40 km oleh masyarakat. Pengumpulan data bertujuan meliputi bagian utara Kota Magelang, ke arah untuk mencari informasi yang akurat tentang timur sampai Kecamatan Srumbung. Kab. wacana pesan dari Dinas Pendikan dan Magelang, ke selatan sampai ke Kecamatan Kebudayaan melalui siaran program wayang Tempel. Sleman, dan ke barat sampai kulit dengan lakon Pandawa Kumpul. Kecamatan Borobudur. Kab. Magelang. Penelitian ini menggunakan metode Salah satu kajian dari analisis wacana deskriptif kualitatif yang mendiskripsikan pesan yang disampaikan dalang, proses dengan cara menganalisis kalimat-kalimat produksi pesan yang disampaikan serta yang disampaikan dalang dan percakapan tujuan penyampaian pesan tersebut kepada pendengar wayang kulit pada radio Gemilang Dalam analisis ini, wacana FM. Penulis juga mengamati pementasan dipahami sebagai studi kebahasaan pada isi Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 Dalang. Sepanjang Dalam analisis wacana perlu pementasan wayang kulit, terdapat waktu diketahui isi kalimat, melihat fungsi dari jeda dimana biasanya dipergunakan oleh kalimat dan menelusuri makna konteks dari Dalang untuk sedikit bersantai dengan tokoh-tokoh Langkah awal yang penulis lakukan membantu (Ponokawa. yang berkarakter yakni membuat transkrip pada teks cerita lucu dan lugu dalam segmen Augoro-goroAy. Pandawa Kumpul yang menggunakan bahasa Karakter Jawa sebagai pengantar cerita. Dilanjutkan dengan wawancara dengan Ki Bayu Setiawan kebanyakan yang terdiri dari masyarakat dalang dari pementasan Pandawa Kumpul. Segmen ini berisi dialog dari tokoh- Program tokoh Semar. Gareng. Petruk dan Bagong Gemilang FM, dan Pejabat Humas Dinas yang berbicara dengan gaya obrolan dalam Pendidikan dan Kebudayaan dan masyarakat situasi, institusi dan struktur sosial yang penonton/pendengar wayang kulit. dibentuk oleh masyarakat. Obrolan yang Manager Wayang kulit merupakan kesenian dikemukakan secara lugu sesuai tradisional yang bagi sebagian masyarakat Jawa Tengah khususnya merupakan media sindiran bagi masyarakat, penguasa bahkan bagi si tokoh sendiri untuk mengungkapkan Sebagai media hiburan, karena wayang kulit Obrolan yang lugu dan apa biasanya dimainkan pada waktu malam adanya sehingga terasa lucu, dan sering disaat orang sedang santai menuju waktu penonton yang hadir menimpalinya. Obrolan untuk tidur. Sebagai media bersosialisasi, ini yang disebut dengan guyon maton atau bercanda sesuai dengan tempatnya. wayang kulit biasanya masyarakat bergerak Pada mendekat dan duduk di area pementasan masyarakat dengan santai mengikuti cerita secara berkelompok untuk mendengarkan dan menyaksikan AuaksiAy Dalang memainkan masyarakat lainnya. Wayang kulit sebagai wayang kulitnya. media hiburan sering berfungsi sebagai Dalam cerita yang dibawakan oleh media kontrol dan menyampaikan pesan- Dalang, terdapat tokoh-tokoh sesuai dengan pesan moral yang kritis, disampaikan tidak karakternya masing-masing. Semua karakter frontal namun secara halus dan berifat dalam tokoh-tokoh ini diperankan oleh persuasif oleh Dalang. Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Pada Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 Astina. Pendawa merupakan kelompok Pandawa Kumpul oleh Dalang Ki Bayu Setiawan beberapa pesan di luar cerita dalam tokoh-tokoh baik dan kelompok Kurawa pementasan dilakukan oleh Dinas Pendidikan yang digambarkan sebagai tokoh-tokoh dan Kebudayaan sebagai bentuk safari budaya di Kabupaten Magelang dengan pentas seni budaya di tempat-tempat wisata yang ada di Kab. Magelang. menyengsarakan rakyat yang disebabkan Analisis Kalimat-kalimat cerita Pendawa oleh adanya angkara murka baik dari Kumpul Gambaran kelompok yang baik maupun kelompok Cerita Pandawa merupakan bagian cerita Kumpul yang jahat, karena mempertahankan harga Mahabharata yang menjadi simbol dan Pada gambaran ketidak akuran / perpecahan penggunaan kalimat-kalimat dalam cerita Pandawa anak-anak Pandu dan Kurawa lakon Pandawa Kumpul, di awal cerita anak-anak Dretarastra yang sesungguhnya sudah dibahas tentang terusirnya keluarga adalah bersaudara. Persaudaraan ini pecah Pandawa dari Kerajaan Astina karena dan berselisih mewakili kelompoknya kalah dalam sebuah permainan judi. masing-masing Kekalahan hasutan dari orang yang menjadi panutan kelicikan dari Patih Sengkuni yang tidak yakni Sengkuni, paman dari Pandawa dan lain adalah paman dari Pandawa dan Kurawa. Kurawa. Naskah dan alur cerita lakon Perpecahan bersaudara ini dipicu dengan perilaku Pandawa Kumpul sebagai berikut : paman Sengkuni yang lebih menginginkan Segmen di singgasana Raja Astina, kelompok Kurawa untuk berkuasa di Duryudana memanggil semua pejabat Kerajaan Astina. Hasutan ini nantinya Astina yang juga merupakan kakek, berakibat pada terjadinya perang saudara paman dan saudara-saudaranya. yang besar dan masing-masing memiliki Prabu Kresna sebagai penasehat Kerajaan kerajaan dengan pasukan dan rakyatnya. Astina membuka pembicaraan : Perang Baratayuda Duh. ngger anak Prabu Duryudono, perang saudara untuk memperebutkan sakwus lenggah wonten ning Siti kekuasaan dan harga diri dari masing- hinggil binaturata negari Ngastina, la masing kelompok bersaudara di Kerajaan Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 ingkang dipun penggalih kaliyan anak Prabu Duryudono. Monggo situasi kerajaan sedang tidak tenteram kulo aturi pangandiko meniko karena Prabu Duryudana tidak tenang paran para sampun nglempak wonten Pada penuturan awal cerita, digambarkan Duryudana menimbulkan para punggawa . Ngastina Raja nggerA Duryudana Kecemasan Prabu Astina penguasa Astina nampak tidak tenang. kerajaan merasa cemas. Suasana hati Duryudana ini tentu Pada menjelaskan apa yang menjadikan tentraman kerajaan dan masyarakatnya. kecemasan tersebut : Pada kalimat selanjutnya : Hastungkoro manik raja dewaku yo Ingkeng eyang maha resi Bisma ugi jagad mangestungkoro, paman haryo rawuh wonten nagari Ngastina. Anak Sengkuni. prabu Duryudono monggo kulo aturi Injih kados pundi nggerA ngendikaA Nyuwun randat engkang putro ngacarani para nalendra meniko tedak wonten siti sesepuh ingkah rawuh wonten nagari hinggil binatu rata, ndadosaken para Ngastina. Injih mboten dados menopo. Ujaripun Kamongko engkang tentrem. kok meniko pangapuntenA para nayaka nggadai raos ingkang monggo menopo darunanipun ngger. Anak prabu monggo kulo aturi Mila leres pangandikanipun kanjeng ngendiko medal sabdo menopo ingkang palenggahan menika eyang maha resi DuryudonoA Pada Bisma. Mila Bisma, kulo antu paduka wonten Ngastina. Kresna perkawis ingkang bade kulo aturaken menawi nalendra meniko kanjeng eyangA tedak wonten siti hinggil binatu rata. Yo. Yoh. enggal ngendika marangipun eyangA nggandahi raos engkang tentrem. Rikala semanten wonten lampahan meniko para nayaka nggadai raos pendowo daduA para kadang kulo Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 Pandowo kawon anggenipun maen Rikala semono yen ora kok miringke . dadu kalean engkang putro engkang wayah nigari ing Ngastina. Ngatina dadi kukupane Pandawa. Yo. aku mangerteni. Haa. njih leres. nanging menawi Lajeng Pandowo. Ngastino laminipun kalihwelas warso, menawi Pandowo, laa anak anak Kurowo bade kadenangan kawulo tambahi setunggal manggen wonten pundi? warso, dados tigowelas taun. Yoo mbuh ora idep. Kuwi wis dadi Para kadang kawulo Pandawa dados totoane negara Ngastina yoo pora. Ora mung clela clili Sengkuni. Pesan jagat dewobathara. Putu Prabu. diantara persaudaraan anak-anak Maha Pandawa kalah kecobo keng Sengkuni. Resi Bisma terjadi. Perpecahan yang antara sesama saudara dapat terjadi Prabu Pandowo Putu-putuku Pandowo masang ning titik lima, nanging seko julike kekuasaan sebagai raja di Astina. Sengkuni dadu kuwi mau diiringake sehingga Pandawa harus diusir dari dadi ora lima nanging enem. negara tersebut karena kalah dalam soko julike Sengkuni yoo. ra Sengkuni. permainan karena kelicikan Sengkuni. Injih nyuwun pangapunten. Sengkuni adalah paman dari Kurawa dan Pandawa yang licik. Sengkuni pengen mulyaaken anak anak kulo soto Simbol kekuasaan menjadi keinginan menawi mboten kanthi ingkang capaian tertinggi dalam kehidupan di kados mekaten mokal anak anak kulo Kurowo saget seneng uripe ning negari Dengan Ngastino. kekuasaan maka digambarkan akan Neng Sengkuni. mendapatkan semua kemuliaan dunia. Kurowo Perpecahan dalam keluarga bahkan nanging ngancik-ancik bangkene para Pandowo. sedulure dewe trah manakala terdapat kekuasaan yang Bharoto. laa kok koyo mengkono pokalmu Sengkuni. masyarakat tertentu. Kontestasi politik Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE kekuasaan di masyarakat sesungguhnya Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 Analisis Meso pada Praktik Wacana sudah dikenal sejak dahulu kala. Dalam namun seharusnya dilakukan dengan wawancara dengan Bapak Ipunk. Manager cara-cara yang sesuai aturan yang ada. Program Gemilang FM dan dalang Ki Pesan moral dari dialog di atas juga Bayu Setiawan informasi yang akurat tentang bentuk pementasan wayang kulit ini merupakan menyengsarakan yang lainnya. Dalam trias politika yang dianut di Indonesia. Kebudayaan yang berkerjasama dengan maka terdapat tiga kekuasaan yang PEPADI Negara kepada masyarakat. Dalam penyampain hiburan terdapat pesan tentang perlunya Peran masing-masing Dinas Pendidikan lembaga Negara ini diatur oleh UUD 1945 sebagai sumber hukum dan Gemilang FM pada kerjasama tersebut ideologi Negara. Panca Sila sebagai sebagai media penyiaran saja sebagai ideologi Negara Indonesia mengatur tugas rutin. tentang sila ke dua dan ke tiga yang Hasil mengatur dan menuntun warga Negara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar berperilaku menjunjung nilai-nilai Kab. Magelang diperoleh pesan bahwa kemanusiaan dan menjaga persatuan di pergelaran wayang kulit di masa pandemi atas kepentingan pribadi dan golongan. ini dilakukan di daerah zona hijau dan Teks tentang Neng ora koyo ngono pesan yang ingin disampaikan yakni agar Sengkuni. masyarakat dapat ikut menjaga keamanan Kurowo ngancik-ancik bangkene para Pandowo. masing-masing. dewe (Jangan seperti itu Sengkuni, wawancara tersebut sebagai berikut : Hasil Kurawa bisa menang dengan cara Tentang isi pesan pada wacana meso curang padahal sesungguhnya mereka yakni berupa interview dengan pengelola Teks ini media (Gemilang FM) dan narasumber pesan tentang mengutamakan kejujuran dan menjaga persatuan sesama anak wayang yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Magelang. Pementasan Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 wayang kulit yang dilaksanakan dapat wayang kulit dengan lakon Pandawa digambarkan pada tingkat kepentingan Kumpul dengan dalang Ki Bayu Setiawan. pengelola media terkait dengan kebutuhan informasi yang mengajak masyarakat Pada Sosio-kultural, beberapa masyarakat yang menyaksikan mencegah terjadinya perpecahan antar pementasan wayang kulit dengan lakon Pandawa Kumpul didapatkan informasi selesainya proses pemilihan Presiden pada bahwa pementasan wayang kulit sangat Pesan mengajak kepada digemari, namun pada situasi pandemi kerukunan kembali setelah terjadinya Covid-19 saat ini, pementasan wayang kontentasi pada pemilu presiden menjadi dangat penting untuk menggerakan dan dilaksanakan hanya ada saat acara tertentu mengembangan ekonomi bagi masyarakat Pementasan wayang kulit secara di tengah terjadinya pandemi Covid-19 . langsung ini sangat diharapkan oleh Tingkat Makro pada Sosio-kultural Hasil wawancara dengan pembuat teks yakni Ki Bayu Setiawan sebagai mendapat hiburan dan menggerakkan dalang dari cerita wayang mendorong kehidupan ekonomi masyarakat sekitar tentang tetap bertahannya pelaku seni budaya khususnya wayang kulit untuk menyaksikan pementasan wayang kulit kembali beraktifitas dan melakukan pentas Pendawa untuk mengajak masyarakat bersama- wayang kulit ini dapat menjadi media Covid-19. Kumpul Masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol Meskipun Kesehatan. Covid-19 Pesan Ki Bayu Setiawan ini sasuai Magelang, namun masyarakat antusias dengan misi Pemkab. Magelang untuk untuk berkumpul dengan tetap menjaga menjaga persatuan dan ketertiban di dalam masyarakat dengan mendorong Masyarakat secara sadar untuk menjaga pada peningkatan kesejahteraan dalam kerukunan melalui pementasan wayang kehidupan warga masyarakat. Sebagai kulit yang sudah sangat lama terhenti. Kerukunan Siaran Gemilang FM ikut melaksanakan misi masyarakat memberikan keamanan untuk tersebut dengan menggelar pementasn Submitted: Februari 2023. Accepted: Maret 2023. Published: Juni 2023 ISSN: 2088-0626 . ISSN: 2442-7365 . JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE wilayah tersebut. Terakreditasi Nomor: 30/E/KPT/2019 Volume 11. N0, 1. Halaman 59 - 74 masyarakat yang lebih luas. SIMPULAN Pada tingkat / level ketiga masyarakat Berdasarkan analisis dan pembahasan sebagai penikmat tontonan sangat berharap Pandawa Kumpul adanya hiburan melalui pemenatasn wayang Fairclough, disimpulkan bahwa pada level ekonomi masyarakat bagi masyarakat sekitar mikro yakni pada pembuatan teks cerita wayang ki Dalang tetap mengikuti pakem Secara sosial dan nilai budaya pada cerita namun menempatkan teks sesuai keluarga dan kelompok masyarakat harus selalu dijaga. Pesan ini merupakan pesan menghidupkan ekonominya yang disampaikan oleh pemangku kerja Dinas Pendidikan menyampaikan pesan kepada masyarakat agar mengutamakan dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pada kesamaan pesan baik dari penyelenggara yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab Magelang Manajer Siaran Gemilang FM maupun penerima perintah yakni Ki Dalang Bayu Setiawan terkait dengan konten pesan yang disampaikan pentas wayang. Sumber pesan merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sleman, pada tingkat produksi pesan dalam bentuk teks dari Ki Dalang Bayu Setiawan penggerak ekonomi dan Manajer Program Gemilang DAFTAR PUSTAKA