JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 Analisis Uji Efektivitas Pulse Repair Battery Charger dengan Beban Akumulator 12 Volt Landong Silaban1 *). Moranain Mungkin2. Habib Satria2. Adam Pangestu3 Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Medan Area. Medan. Indonesia Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Medan Area. Medan. Indonesia Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Al-Azhar. Medan. Indonesia Email Korespondensi : bobisianturi2@gmail. AbstrakOe Baterai timbal-asam, umum pada kendaraan, membutuhkan perawatan yang baik untuk mencegah penurunan kinerja akibat sulfatasi, yaitu penumpukan kristal timbal sulfat yang mengurangi kapasitas baterai. Pulse repair battery charger dikembangkan sebagai solusi dengan mengirimkan pulsa listrik pada frekuensi tertentu untuk memecah kristal timbal sulfat, mengembalikan kapasitas, serta memperpanjang umur pakai baterai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pulse repair battery charger pada baterai 12 volt, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan performa dibanding metode pengisian tradisional. Penelitian ini mencakup eksperimen langsung dengan pengukuran daya menggunakan alat ukur terkalibrasi untuk memastikan keakuratan Pengujian dilakukan dengan pengisian baterai dan evaluasi performa menggunakan beban lampu, yang memungkinkan pengamatan arus dan tegangan dalam penggunaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, dari tegangan awal 10,7V/0Ah menjadi 13,5V/3,6Ah setelah pengisian selama 60 menit. Keberhasilan ini diindikasikan oleh nyala lampu yang sebelumnya tidak menyala, menunjukkan pemulihan kinerja Rekomendasi mencakup pemantauan kondisi baterai secara berkala dan uji coba tambahan dengan variasi kondisi untuk memperoleh data yang lebih lengkap, sehingga dapat memperkuat pemahaman manfaat dan keterbatasan pulse repair dalam perawatan baterai 12 volt. Kata Kunci: Pulse Repair Battery Charge. Sulfatasi. Kapasitas Baterai. AbstractOe Lead-acid batteries, commonly used in vehicles, require proper maintenance to prevent performance degradation due to sulfation, which is the accumulation of lead sulfate crystals that reduces battery capacity. The pulse repair battery charger was developed as a solution by delivering electric pulses at specific frequencies to break down lead sulfate crystals, restoring capacity and extending battery life. This study aims to analyze the effectiveness of the pulse repair battery charger on a 12-volt battery, particularly in enhancing capacity and performance compared to traditional charging methods. This research includes direct experimentation with calibrated measurement tools to ensure accurate results. Testing involves battery charging and performance evaluation using a lamp load, allowing observation of current and voltage in real use. The results indicate a significant improvement, with an increase in voltage from an initial 10. 7V/0Ah to 13. 5V/3. 6Ah after 60 minutes of Success is indicated by the lamp lighting up, which was previously off, showing battery performance Recommendations include periodic monitoring of battery conditions and additional trials with varying conditions to gather more comprehensive data, thereby strengthening the understanding of the benefits and limitations of pulse repair technology in 12-volt battery maintenance. Keywords: Pulse Repair Battery Charger. Sulfation. Battery Capacity. PENDAHULUAN Baterai merupakan komponen penting dalam berbagai perangkat elektronik dan kendaraan bermotor . Salah satu jenis baterai yang umum digunakan adalah baterai timbal-asam . ead-acid batter. yang biasanya ditemukan pada kendaraan bermotor . Baterai ini memerlukan perawatan yang baik agar dapat berfungsi optimal dan memiliki umur panjang . Salah satu masalah umum yang dihadapi oleh baterai timbal-asam adalah sulfatasi, yaitu pembentukan kristal timbal sulfat pada pelat baterai, yang dapat mengurangi kapasitas dan kinerja baterai . Landong Silaban, dkk JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 Untuk mengatasi masalah ini, teknologi pengisian baterai dengan metode pulse repair . erbaikan puls. telah dikembangkan. Pulse repair battery charger . engisi daya baterai dengan perbaikan puls. bekerja dengan mengirimkan pulsa-pulsa listrik pada frekuensi tertentu untuk memecah kristal timbal sulfat, sehingga dapat mengembalikan kapasitas dan kinerja baterai yang menurun. Teknologi ini dianggap lebih efektif dibandingkan dengan pengisian daya konvensional, terutama dalam memperpanjang umur baterai dan meningkatkan efisiensi pengisian daya . , . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pulse repair battery charger pada akumulator 12 volt. Analisis ini penting untuk memahami sejauh mana teknologi ini dapat mengembalikan kinerja baterai yang telah mengalami penurunan akibat sulfatasi, serta untuk mengevaluasi efektivitasnya dibandingkan dengan metode pengisian daya tradisional. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pemeliharaan dan perawatan baterai timbal-asam, serta membantu dalam pengembangan teknologi pengisian daya yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Aspek-aspek yang akan dianalisis meliputi perubahan kapasitas baterai sebelum dan setelah penggunaan pulse repair battery charger, waktu yang dibutuhkan untuk proses perbaikan, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja pengisian daya. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat dan keterbatasan penggunaan teknologi pulse repair dalam perawatan baterai 12 volt. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dan pengukuran secara langsung menggunakan alat ukur. Langkah pertama dalam pendekatan ini adalah merancang eksperimen yang dapat memberikan data yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Eksperimen ini dirancang dengan cermat untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang dihasilkan. Setelah desain eksperimen selesai, dilakukan pengukuran secara langsung dengan menggunakan alat ukur yang telah terkalibrasi dengan baik. Pengukuran langsung ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data kuantitatif yang akurat dan dapat diandalkan. Untuk teknik pengumpulan data, hasil pengukuran ini kemudian diolah dan disusun dalam bentuk tabel dan grafik. Penyajian data dalam format tabel dan grafik ini sangat penting karena memudahkan dalam proses analisis data. Dengan visualisasi yang baik, peneliti dapat dengan lebih mudah mengidentifikasi pola, tren, dan anomali dalam data yang dikumpulkan Alat dan Bahan Sistem yang akan dirancang dalam penelitian ini tidak akan dapat terwujud jika seluruh ketersediaan alat dan bahan tidak mendukung. Selain itu, spesifikasi yang tidak sesuai akan mengakibatkan rancangan sistem menjadi kurang optimal. Alat dan bahan yang sesuai dengan spesifikasi merupakan faktor penentu dalam menghasilkan rancangan atau instalasi alat uji penelitian yang baik dan sesuai dengan tujuan penelitian ini. Oleh karena itu, berikut akan dijelaskan daftar bahan yang digunakan, yang disajikan dalam Tabel 1: Tabel 1. Daftar Alat dan Bahan Penelitian No. Alat/Bahan Pulse Repair Battery Charger Multimeter Digital Baterai Aki Kabel Penghantar 1,5 mm2 Ph Meter Digital Isolasi Kabel Beaker Glass Termometer Model dan Tata Letak Alat Landong Silaban, dkk JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 Gambar 1 menunjukkan detail rencana model alat uji yang dirancang. Gambar ini mencakup semua komponen utama alat, mulai dari struktur fisiknya hingga detail operasional yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian. Penyusunan tata letak alat secara jelas dijelaskan dalam gambar ini, yang memungkinkan para peneliti dan pihak terkait untuk memvisualisasikan dengan jelas bagaimana alat ini akan berfungsi dan berinteraksi dalam lingkungan pengujian yang sesungguhnya. Gambar 1. Desain Alat Uji Analisis Kemampuan PRBC pada Baterai 12 Volt Rangkaian Instalasi Alat Penelitian Dalam penelitian yang berjudul Analisis Uji Kemampuan Pulse Repair Battery Charger pada Akumulator 12 Volt, mempunyai pola atau bentuk instalasi peralatan untuk melakukan eksperimen berupa proses pengukuran baterai sebelum dan setelah dilakukan repair . menggunakan alat ukur multimeter digital. Serta bagaimana pola rangkaian instalasi ketika melakukan proses pengisian dan repair baterai menggunakan Pulse Repair Battery Charger. Berikut ini adalah Gambar 2 dan Gambar 3 yang menampilkan bagaimana pola atau kaidah melakukan instalasi pengukuran dari masing-masing uraian di atas, yaitu sebagai berikut: Bentuk Instalasi Pengukuran Baterai Sebelum dan Sesudah Charging dan Repair Menggunakan Multimeter Digital. Gambar 2. Rangkaian Pengukuran Baterai dengan Multimeter Bentuk Instalasi Proses Charging dan Repair Baterai Menggunakan Pulse Repair Battery Charger. Landong Silaban, dkk JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 Stop Kontak PLN 220 VAC NETRAL FASA Pulse Repair Battery Charger Baterai Lead-Acid (AKI) Gambar 3. Rangkaian Charging Sekaligus Repair Baterai Menggunakan PRBC Pada Gambar 3 di atas dapat dilihat bagaimana pola sambungan antara pulse repair battery charger dengan baterai 12 VDC. Untuk selanjutnya yang perlu diperhatikan dan difahami dalam penggunaan pulse repair battery charger adalah terkait: LCD Display: Berikut adalah fitur yang tampak pada LCD Display yang perlu diketahui beserta maknanya seperti Gambar 4 di bawah ini: Gambar 4. Keterangan LCD Display Charger Modes: Berikut adalah fitur yang tampak pada menu charger modes yang perlu diketahui beserta maknanya seperti Gambar 5 di bawah ini: Landong Silaban, dkk JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 Gambar 5. Keterangan Charger Modes HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian baterai menggunakan Pulse Repair Battery Charger (PRBC) dilakukan untuk menilai efektivitas teknologi ini dalam memulihkan kondisi baterai yang menurun. Dengan pengujian ini, diharapkan dapat memperoleh data mengenai perubahan resistansi internal, kapasitas penyimpanan, serta kemampuan baterai dalam menyediakan arus yang stabil setelah melalui proses perbaikan. Metode pengisian ulang ini juga diterapkan apakah nantinya memungkinkan dapat melakukan pemulihan performa pada baterai yang sebelumnya dianggap telah usang atau kurang optimal. Berikut adalah Gambar 6 yang menampilkan bentuk instalasi pengujian baterai menggunakan Pulse Repair Battery Charger (PRBC): Gambar 6. Instalasi PRBC terhadap Baterai Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa kondisi baterai sedang dalam repair dan charging yang dapat dilihat dari kondisi persentase baterai yang langsung tampil dalam LCD display. Untuk selanjutnya Gambar 7 berikut ini menampilkan hasil charging dan repair baterai yang menunnjukkan bahwa prosesnya sudah selesai yang ditandai dengan kata Ful dan indikator baterai: Landong Silaban, dkk JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 Gambar 7. Kondisi Baterai Full Charging Dari Gambar 7 di atas dapat dilihat bahwa baterai telah selesai di charging dan sekaligus diperbaiki . selama 1 jam. Hal ini dapat dilihat dari LCD Display bahwa persentase muatan baterai sebesar 100%. Adapun data hasil pengujian pada saat proses charging dan Repair dapat dilihat pada Tabel 2 berikut: Tabel 2. Hasil Proses Charging dan Repair Baterai dengan PRBC Waktu . Tegangan (V) Arus (A) Kapasitas Terisi (A. 0,0833 0,2667 1,25 Keterangan Awal pengujian Proses pengisian Peningkatan Pengisian stabil Kapasitas meningkat Pengisian mendekati Pengisian selesai Dari Tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa setelah 60 menit pengujian, maka kapasitas muatan listrik yang terisi mencapai 3,6 Ah. Ini menunjukkan bahwa baterai sudah hampir penuh, tetapi belum mencapai kapasitas Perhitungan untuk Setiap Interval: Waktu 0 menit Arus: 0. Kapasitas Terisi: 0,0 A x 0/60 Ah = 0,0 Ah Waktu 10 menit Arus: 0. Kapasitas Terisi: 0,5 A x 10/60 Ah = 0,0833 Ah OO 0,1 Waktu 20 menit Arus: 0. Landong Silaban, dkk JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 Kapasitas Terisi: 0,8 A x 20/60 Ah = 0,2667 Ah OO 0,3 Waktu 30 menit Arus: 1. Kapasitas Terisi: 1,0 A x 30/60 Ah = 0,5 Ah Waktu 40 menit Arus: 1. Kapasitas Terisi: 1,2 A x 40/60 Ah = 0,8 Ah Waktu 50 menit Arus: 1,5 A Kapasitas Terisi: 1,5 A x 50/60 Ah = 1,25 Ah Waktu 60 menit Arus: 0. Kapasitas Terisi: 0,7 A x 60/60 Ah = 0,7 Ah Total Kapasitas Terisi OO 3,6 Ah Pengujian Baterai Menggunakan Beban Lampu Pasca PRBC Setelah proses pengujian Pulse Repair Battery Charger dilakukan pada baterai maka tahapan selanjutnya adalah melakukan pengujian baterai menggunakan beban lampu dengan maksud untuk mengevaluasi performa dan kapasitas baterai. Ini menunjukkan bahwa proses pengujian tidak hanya berhenti pada pengisian baterai, tetapi juga melibatkan evaluasi fungsionalitas baterai setelah pengisian. Dalam konteks ini, pengujian menggunakan beban lampu berarti menghubungkan baterai ke beban nyata . untuk mengamati bagaimana baterai berfungsi saat memberikan daya. Ini memungkinkan untuk mengevaluasi seberapa baik baterai dapat menyediakan arus dan tegangan yang dibutuhkan untuk menghidupkan lampu. Berikut adalah Gambar 8 yang menampilkan kondisi pengujian yang dilakukan: Gambar 8. Kondisi Pengujian Baterai Menggunakan Beban Lampu Pasca PRBC Dari Gambar 8 di atas dapat dilihat dan dijelaskan bahwa lampu menyala yang sebelumnya tidak menyala. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pulse repair battery charger telah berhasil melakukan charging dan repair terhadap baterai yang awalnya memiliki kondisi yang memprihatinkan yaitu tegangan terukur 10,7V/0Ah menjadi 13,5V/3,6 Ah. KESIMPULAN Dari hasil pengujian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pulse repair battery charger efektif dalam memperbaiki dan mengisi daya baterai. Sebelum pengisian, baterai menunjukkan tegangan sebesar 10,7 V dan kapasitas 0 Ah. Setelah proses pengisian selama 60 menit, tegangan baterai meningkat menjadi 13,5 V dengan kapasitas terisi mencapai 3,6 Ah. Proses pengisian menunjukkan beberapa tahap, mulai dari awal pengisian Landong Silaban, dkk JTELS Journals of Telecommunication and Electrical Scientific E-ISSN 3046-6466 Vol. No. Januari 2025 hingga stabilisasi, yang ditandai dengan peningkatan tegangan dan arus. Keberhasilan pengujian ini juga terlihat dari indikator lampu yang menyala, menandakan bahwa baterai sudah terisi dan berfungsi dengan baik. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis Mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya penelitian ini, laboratorium Sistem Kendali dan Sistem Tenaga Teknik elektro UMA, dan Journals of Telecommunication and Electrical Scientific yang telah menerbitkan paper ini. REFERENSI