Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemanfaatan Posyandu Selama Masa Kehamilan The Relationship Between Maternal Knowledge and the Utilization of Posyandu During Pregnancy Nadiatul Hikmah1. Aulia Rahmi1*. Mariyati1. Amelia Zahara2. Rita Zahara1 Prodi Ilmu Keperawatan. STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe 2 Prodi Gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Correspondence*:rahmiaulia9122@gmail. ABSTRAK Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya manusia yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat kedalam penyelenggaran pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Paling utama adalah untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemanfaatan posyandu selama masa kehamilan. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectiona dengan jumlah sampel penelitian ini berjumlah 77 responden dengan menggunakan metode total Berdasarkan hasil bahwa nilai p-value = 0,068 < = 0,05, hal ini terbukti bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu hamil diwilayah kerja. Hasil Penelitan didapatkan bahwa umur responden mayoritas berada pada umur 26-35 tahun yang berjumlah sebanyak 43 responden . 3%). Pendidikan terakhir responden mayoritas berada pada pendidikan SMA yang berjumlah sebanyak 33 responden . 9%) dan pekerjaan responden mayoritas IRT yang berjumlah sebanyak 39 responden . 6%). Kesimpulan pentingnya pemamfaat posyandu bagi ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan serta pencegahan anemia sejak trimester pertama kehamilan. Kata Kunci: Pengetahuan. Posyandu. Ibu Hamil ABSTRACT Posyandu is a form of Human Resource Health Efforts that are managed and organized from, by, for and with the community in the implementation of health development in order to empower the community and provide convenience to the community in obtaining basic health services. The most important thing is to accelerate the reduction of maternal and infant mortality rates (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2. This study is to determine the relationship between maternal knowledge and the use of posyandu during pregnancy. This Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember type of study uses a cross sectiona design with a total sample of 77 respondents using the total sampling method. Based on the results that the p-value = 0. = 0. 05, it is proven that there is a relationship of knowledge with class visits of pregnant women in the work area. The results of the research found that the majority of respondents were at the age of 26-35 years old, totaling 43 respondents . 3%). The last education of the majority of respondents was in high school education which amounted to 33 respondents . 9%) and the employment of the majority of respondents IRT which amounted to 39 respondents . 6%). Conclusion The importance of posyandu benefits for pregnant women in facing the delivery process and preventing anemia since the first trimester of pregnancy. Keywords: Knowledge. Posyandu. Pregnant Women PENDAHULUAN Penyebab kematian ibu adalah perdarahan . ,3%), hipertensi . ,1%), infeksi . ,3%), lain-lain . ,8%) (Kemenkes RI, 2. Angka kematian ibu yang tinggi juga disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang sebab akibat dan penanggulangan komplikasi-komplikasi penting dalam kehamilan, persalinan, nifas serta kurang meratanya pelayanan kebidanan yang baik bagi semua ibu hamil, salah satunya adalah pelayanan antenatal care (Putriatri K. Senudin, 2. Pendidikan dan pengetahuan masyarakat sangat berperan dalam perilaku Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Masih banyaknya ibu-ibu yang kurang menyadari pentingnya pemeriksaan kehamilan sehingga tidak terdeteksinya faktor-faktor resiko tinggi yang mungkin dialami oleh mereka (Putriatri K. Senudin, 2. Rendahnya kunjungan pemeriksaan kehamilan ibu hamil resiko tinggi dan tidak terdeteksinya kehamilan risiko tinggi dikarenakan masih tingginya tingkat kepercayaan masyarakat desa bahwa ibu hamil dilarang oleh keluarga untuk periksa kehamilannya ke petugas kesehatan, selain itu ibu hamil dianggap tidak perlu periksa kehamilan ke bidan cukup di pijat dan periksa ke dukun. Selain itu kurangnya pengetahuan kader terhadap bahaya kehamilan terutama tanda-tanda ibu hamil resiko tinggi. Rendahnya status sosial ekonomi dan pendidikan yang rendah serta letak geografis rumah masyarakat dengan tempat pelayanan kesehatan di desa memungkinkan ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan kehamilan (Susanti, 2. Upaya untuk mengurangi terjadinya bahaya pada ibu hamil dengan resiko tinggi dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan (Ante Natal Car. secara teratur. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan peran kader kesehatan di desa yaitu antara lain apabila menemukan ibu hamil baru, maka melaporkannya kepada bidan di desa tersebut, kemudian memotivasi ibu hamil, beserta anggota keluarganya yaitu suami dan keluarga supaya ibu hamil bersedia melakukan pemeriksaan ibu hamil secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh bidan . epat wakt. , mengantar ibu hamil untuk periksa pada petugas . ila diperluka. , melakukan screening atau deteksi dini serta memantau perkembangan resiko Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember kehamilan apakah resiko rendah atau tinggi, memotivasi ibu supaya bersedia dilakukan rujukan apabila dibutuhkan, memberikan penyuluhan srta konseling kepada ibu hamil dan keluarga terkait kondisi kehamilannya, serta mamantau dan memonitor kepatuhan dan keteraturan ibu hamil dalam mengkonsumsi atau minum tablet tambah darah serta memberi pemahaman tentang pentingnya serta manfaat Buku KIA pada ibu hamil (Susanti, 2. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Peusangan Siblah Krueng untuk pemeriksaan ANC dilakukan pada saat kunjungan kelas ibu yang diadakan bidan setempat di pustu. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di desa wilayah Alue Iet Kecamtan Peusangan Siblah Krueng didapatkan jumlah ibu hamil dan ibu bayi balita sejumlah 112 orang dengan periode Januari s. d April 2024 terdapat 12 ibu hamil dan 100 ibu bayi balita. Hasil wawancara dengan 10 responden didapatkan hasil 9 responden mengetahui manfaat ANC dengan 8 diantaranya selalu hadir pada saat kunjungan kelas ibu, dan 1 diantaranya melakukan kunjungan secara pribadi/bukan pada saat adanya kunjungan kelas ibu, serta 1 responden yang tidak mengetahui manfaat ANC dan hanya melakukan pemeriksaan pada saat adanya keluhan yang Keaktifan ke Posbindu merupakan suatu perilaku atau tindakan nyata yang bisa dilihat dari keteraturan dan keterlibatan dalam mengikuti kegiatan Posbindu Upaya untuk mengurangi terjadinya bahaya pada ibu hamil dengan resiko tinggi dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan kehamilan (Ante Natal Car. secara teratur. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan peran kader kesehatan di desa yaitu antara lain apabila menemukan ibu hamil baru, maka melaporkannya kepada bidan di desa tersebut, kemudian memotivasi ibu hamil, beserta anggota keluarganya yaitu suami dan keluarga supaya ibu hamil bersedia melakukan pemeriksaan ibu hamil secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh bidan . epat wakt. , mengantar ibu hamil untuk periksa pada petugas . ila diperluka. , melakukan screening atau deteksi dini serta memantau perkembangan resiko kehamilan apakah resiko rendah atau tinggi, memotivasi ibu supaya bersedia dilakukan rujukan apabila dibutuhkan, memberikan penyuluhan srta konseling kepada ibu hamil dan keluarga terkait kondisi kehamilannya, serta mamantau dan memonitor kepatuhan dan keteraturan ibu hamil dalam mengkonsumsi atau minum tablet tambah darah serta memberi pemahaman tentang pentingnya serta manfaat Buku KIA pada ibu hamil. METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study jumlah sampel sebanyak 77 responden dan pengambilan sample dilakukan dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dengan mencari distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi Square. HASIL Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden . Karakteristik Responden Frekuensi Persentase(%) Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember Umur 17-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun 46-55 tahun PendidikanTerakhir SMP SMA Pekerjaan Petani PNS Pedagang Pekerja Swasta IRT Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Total Berdasarkan tabel diatas, didapatkan bahwa umur responden mayoritas berada pada umur 26-35 tahun yang berjumlah sebanyak 43 responden . 3%). Pendidikan terakhir responden mayoritas berada pada pendidikan SMA yang berjumlah sebanyak 33 responden . 9%), pekerjaan responden mayoritas IRT yang berjumlah sebanyak 39 responden . 6%), pengetahuan ibu berada pada kategori tinggi lebih tinggi sebanyak 38 responden . 4%), dibandingkan dengan kategori rendah sebanyak 10 responden . %), sedangkan dengan kategori sedang sebanyak 29 responden . 7%). Table 1. Distribusi Frekuensi Kunjungan Kelas Ibu Hamil . Kunjungan Kelas Ibu Hamil Hadir Tidak Hadir Jumlah Frekuensi Persentase(%) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa kunjungan kelas ibu hamil diwilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen responden yang hadir lebih tinggi sebanyak 72 responden . 5%), dibandingkan dengan yang tidak hadir sebanyak 5 responden . 5%). Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember Tabel 3. Hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan Posyandu . Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Total Kunjungan Kelas Ibu Hamil Hadir 38 . %) 25 . %) 72 . ,5%) Tidak Hadir 0 . %) 4 . ,5%) Total P-Value Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang mempunyai pengetahuan tinggi tentang kunjungan kelas ibu hamil sebanyak 38 responden . %), dibandingkan responden yang mempunyai pengetahuan rendah dalam kunjungan kelas ibu hamil sebanyak 9 responden . 0%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,068, sehingga p-value = 0,068 < = 0,05, hal ini terbukti bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, univariat didapatkan bahwa responden yang mempunyai pengetahuan tinggi tentang kunjungan kelas ibu hamil sebanyak 38 responden . %), dibandingkan responden yang mempunyai pengetahuan rendah dalam kunjungan kelas ibu hamil sebanyak 9 responden . 0%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,068, sehingga p-value = 0,068 < = 0,05, hal ini terbukti bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu hamil. Berdasarkan Hasil analisis bivariat bahwa responden yang mempunyai pengetahuan tinggi tentang kunjungan kelas ibu hamil sebanyak 38 responden . %), dibandingkan responden yang mempunyai pengetahuan rendah dalam kunjungan kelas ibu hamil sebanyak 9 responden . 0%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai p-value = 0,068, sehingga p-value = 0,068 < = 0,05, hal ini terbukti bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu Kelas Ibu Hamil adalah kelompok belajar ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 20 minggu s/d 32 minggu dengan jumlah peserta maksimal 10 Di kelas ini ibu-ibu hamil akan belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh dan sistimatis serta dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan (Kemenkes, 2. Kelas ibu hamil difasilitasi oleh bidan/tenaga kesehatan dengan menggunakan paket Kelas Ibu Hamil yaitu Buku KIA. Flip chart . embar bali. Pedoman Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil. Pegangan Fasilitator Kelas Ibu Hamil dan Buku senam Ibu Hamil (Kusmitarini, 2. Pengetahuan merupakan sumber utama peradaban bangsa, maju atau tidaknya, dan diawali dengan perhatian masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan berbagai peradaban dunia yang telah menjadikan negara ini semakin beradab, berdasarkan pemikiran-pemikiran kepribadian pada Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Juli-Desember saat itu. Oleh karena itu, pengetahuan sangat penting dan perlu mendapat perhatian untuk menjalani kehidupan yang lebih baik (Octaviana & Ramadhani. Dikutip dari (Apriliani, 2. Kelas Ibu Hamil adalah suatu kelompok belajar yang ditujukan untuk ibu-ibu hamil dengan umur kehamilan antara 4 minggu s/d 36 minggu atau saat mejelang persalinan dengan jumlah peserta maksimal 10 orang. Pada program kelas ibu hamil ini ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan seperti belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan Ibu dan anak (KIA) secara menyeluruh dan sistematis serta dapat dilaksanakan secara terjadwal dan berkesinambungan. Kelas ibu hamil difasilitasi oleh bidan atau tenaga Kesehatan dengan menggunakan paket kelas ibu hamil yaitu buku KIA, lembar balik, pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil, pegangan fasilitator kelas ibu hamil dan buku senam ibu hamil. Upaya meningkatkan kunjungan di kelas ibu hamil dapat dilakukan melalui seminar kesehatan mengenai pentingnya mengikuti kelas ibu hamil, serta mendatangkan ahli kandungan . okter spesialis kandunga. Puskesmas melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat kelas ibu hamil melalui upaya promosi kesehatan, serta lebih melibatkan kader untuk memberikan informasi mengenai kelas ibu hamil kepada warganya dengan memanfaatkan sosial media (Ambarika, 2. SIMPULAN Kesimpulan pentingnya pemamfaat posyandu bagi ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan serta pencegahan anemia sejak trimester pertama SARAN Diharapkan kepada ibu hamil agar semakin rajin mengikuti kegiatan kelas ibu hamil mengingat demikian besar manfaatnya bagi persiapan ibu menghadapi proses persalinan. DAFTAR PUSTAKA