Determinasi Efektivitas Keputusan Manajerial UMKM: Perspektif Sistem Informasi Akuntansi. Sumber Daya Manusia, dan Gaya Kepemimpinan (Determinants of Managerial Decision-Making Effectiveness in SMEs: Perspectives of Accounting Information Systems. Human Resources, and Leadership Styl. Icha Mustamin1*). Nur azisah syam. Endang Sriningsih. Dwi Fitra Arreski. 1Politeknik Indonesia. Indonesia 2Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie. Indonesia 3Universitas Teknologi Akba Makassar. Indonesia 4Universitas Terbuka. Indonesia Koresponden: ichamustamin@gmail. DOI: https://doi. org/10. 32939/dhb. E-Journal Al-Dzahab Vol. No. Sept. Hal. p-ISSN: 2808-7631 e-ISSN: 2808-758 ABSTRACT Purpose: This study aims to analyze the influence of Accounting Information Systems. Human Resources, and Leadership Style on the Effectiveness of Managerial Decision-Making in Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. Design/Methodology/Approach: This research employs a quantitative approach with a causal method. The sampling technique used is purposive sampling with a total of 100 respondents. Data were analyzed using multiple linear regression. Findings: The results indicate that Accounting Information Systems. Human Resources, and Leadership Style have a positive effect on the Effectiveness of Managerial Decision-Making. A well-functioning information system helps provide accurate and relevant data to support rational decision-making. High-quality human resources enhance analytical and interpretative abilities in the decisionmaking process. Meanwhile, visionary and participative leadership fosters a collaborative work environment that strengthens the effectiveness of managerial Research Implications: The success of decision-making in MSMEs depends not only on leadership capabilities but also on the support of reliable information systems and the competence of human resources. Therefore, improving managerial capacity in MSMEs should focus on strengthening information systems, developing human resource competencies, and applying adaptive leadership styles that respond to changes in the business environment. Keywords: Accounting Information System. Human Resources. Leadership Style. Effectiveness of Managerial Decision-Making. Decision-Making Theory ABSTRAK Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sistem Informasi Akuntansi. Sumber Daya Manusia, dan Gaya Kepemimpinan terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Desain/Metodologi/Pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Temuan: Sistem Informasi Akuntansi. Sumber Daya Manusia, dan Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial. Sistem informasi yang baik membantu menyediakan data akurat dan relevan untuk mendukung keputusan yang rasional. Kompetensi SDM yang tinggi meningkatkan kemampuan analisis dan interpretasi informasi dalam proses pengambilan Sementara itu, gaya kepemimpinan yang visioner dan partisipatif menciptakan lingkungan kerja kolaboratif yang memperkuat efektivitas keputusan E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Implikasi: Keberhasilan pengambilan keputusan pada UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan pemimpin, tetapi juga pada dukungan sistem informasi yang andal dan kualitas SDM yang memadai. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas manajerial UMKM perlu diarahkan pada penguatan sistem informasi, pengembangan kompetensi SDM, serta penerapan gaya kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi. Sumber Daya Manusia. Gaya Kepemimpinan. Efektivitas Keputusan Manajerial. Decision-Making Theory PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor vital dalam perekonomian nasional. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa lebih dari 99% entitas usaha di Indonesia termasuk dalam kategori UMKM, yang berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni lebih dari 60, 3%, serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Hal ini menegaskan bahwa UMKM menjadi motor penggerak utama dalam menciptakan peluang kerja dan mendukung pemerataan pendapatan Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan besar dalam aspek manajerial, terutama terkait pengambilan keputusan strategis yang berbasis data dan informasi akurat. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa banyak UMKM, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, masih mengelola keuangan secara konvensional dengan pencatatan manual dan belum memanfaatkan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) secara maksimal. Praktik seperti ini menyebabkan pengambilan keputusan sering kali dilakukan secara intuitif atau berdasarkan pengalaman pribadi, yang berpotensi mengarah pada keputusan yang kurang tepat dan tidak responsif terhadap dinamika pasar. Temuan Firman & Sriningsih . mengungkapkan bahwa sebagian besar UMKM belum mengimplementasikan SIA secara optimal, padahal sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengambilan keputusan manajerial. SIA memiliki fungsi strategis dalam menyediakan informasi keuangan yang valid, relevan, dan tepat waktu, sehingga mendukung proses perencanaan, pengorganisasian, hingga pengendalian kegiatan bisnis. Penelitian Izza & Erwinda . menunjukkan bahwa penerapan SIA yang efektif mampu meningkatkan efisiensi operasional serta kualitas pengambilan keputusan berbasis data. Oleh karena itu, kehadiran SIA dalam operasional UMKM menjadi sangat penting untuk menunjang proses manajerial yang lebih profesional dan Namun demikian, efektivitas penggunaan SIA sangat bergantung pada kesiapan dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang terlibat. Masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki pengetahuan memadai dalam bidang akuntansi, teknologi informasi, maupun analisis data. SDM yang cakap akan mampu mengoperasikan sistem informasi dengan baik, mengelola data yang tersedia, serta menyusun strategi bisnis berdasarkan informasi yang Penelitian oleh Sari . dan Arifin . memperkuat argumen bahwa kompetensi SDM memainkan peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif. Selain itu, gaya kepemimpinan pemilik atau pengelola usaha juga menjadi faktor penting yang memengaruhi proses pengambilan keputusan di UMKM. Kepemimpinan yang bersifat otoriter cenderung menutup ruang partisipasi SDM, sehingga informasi tidak terserap secara maksimal. Sebaliknya, gaya kepemimpinan yang bersifat partisipatif dan transformasional mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung komunikasi terbuka dan pengambilan keputusan yang kolaboratif. Penelitian Firmansyah & Nurdin . dan Lestari et al. menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inklusif mampu meningkatkan efektivitas organisasi dan kualitas keputusan. Meskipun berbagai studi sebelumnya telah membahas secara terpisah pengaruh SIA. SDM, dan gaya kepemimpinan terhadap pengambilan keputusan, belum banyak penelitian yang mengkaji ketiga aspek tersebut secara E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Contohnya, studi Andriani . membahas hubungan antara teknologi dan SDM tanpa memperhitungkan aspek kepemimpinan, sementara Rachman . hanya fokus pada penerapan sistem informasi tanpa menelaah peran pengguna. Kesenjangan inilah yang menunjukkan perlunya pendekatan penelitian yang komprehensif. Penelitian ini dirancang untuk mengkaji secara simultan pengaruh penerapan SIA, kompetensi SDM, dan gaya kepemimpinan terhadap efektivitas pengambilan keputusan manajerial pada UMKM. Ketiga variabel tersebut diyakini memiliki keterkaitan dan berkontribusi secara sinergis dalam menciptakan proses pengambilan keputusan yang lebih responsif, rasional, dan adaptif terhadap tantangan era digital. Sebagai kerangka konseptual, penelitian ini mengadopsi Decision-Making Theory yang dikembangkan oleh Herbert A. Simon, yang menjelaskan bahwa keputusan yang rasional hanya dapat dibuat jika pengambil keputusan memiliki informasi yang lengkap dan kemampuan untuk mengolahnya secara tepat. Dalam konteks ini. SIA menyediakan informasi yang dibutuhkan. SDM berperan sebagai pengelola informasi tersebut, sementara kepemimpinan menentukan arah serta cara penerapan keputusan dalam organisasi. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan ilmu manajemen dan sistem informasi, tetapi juga memberikan kontribusi praktis bagi UMKM, terutama dalam merumuskan strategi peningkatan kapasitas manajerial yang berbasis pada sinergi antara sistem, sumber daya manusia, dan kepemimpinan. TINJAUAN PUSTAKA Decision-Making Theory Teori Pengambilan Keputusan (Decision-Making Theor. yang dikembangkan oleh Herbert A. Simon menekankan bahwa pengambilan keputusan adalah inti dari manajemen. Menurut Simon, keputusan tidak selalu dibuat secara sempurna karena keterbatasan informasi, waktu, dan kemampuan analisis yang disebut bounded rationality . asionalitas terbata. Oleh karena itu, pengambil keputusan sering kali memilih keputusan yang Aucukup baikAy . daripada yang benar-benar sempurna. Proses ini terdiri dari tiga tahap utama: intelligence . engumpulan informas. , design . enyusunan alternati. , dan choice . emilihan alternatif Dalam konteks UMKM, teori ini sangat relevan karena pelaku usaha sering menghadapi keterbatasan informasi dan sumber daya. Di sinilah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berperan penting untuk menyediakan data keuangan dan operasional yang akurat dan tepat waktu, sehingga dapat membantu memperkuat tahap intelligence dalam pengambilan Selain sistem informasi, kompetensi SDM juga berpengaruh karena kemampuan analitis dan penguasaan teknologi mendukung proses pemilihan alternatif yang tepat. Sementara itu, gaya kepemimpinanAikhususnya yang partisipatif dan transformasionalAi mendorong diskusi kolektif yang memperkaya proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, teori Simon tidak hanya menekankan aspek rasional, tetapi juga menunjukkan bahwa efektivitas keputusan manajerial di UMKM ditentukan oleh sinergi sistem informasi, kualitas SDM, dan gaya kepemimpinan. Efektivitas Keputusan Manajerial Efektivitas keputusan manajerial adalah sejauh mana keputusan yang diambil mampu mencapai tujuan organisasi secara optimal, yang menurut Simon . harus rasional, berbasis informasi memadai, dan menghasilkan solusi terbaik. Dalam konteks UMKM, keputusan sering dibuat cepat dan intuitif, sehingga efektivitasnya sangat bergantung pada ketersediaan data, kesiapan SDM, dan kemampuan mengevaluasi risiko. Keputusan yang efektif dapat dilihat dari dampaknya terhadap efisiensi, produktivitas, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan usaha, sementara keputusan yang reaktif dan tanpa analisis data berisiko E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 menimbulkan kerugian. Oleh karena itu, penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA), kompetensi SDM, serta kepemimpinan yang visioner menjadi faktor penting dalam menciptakan proses pengambilan keputusan yang rasional, kolaboratif, dan adaptif, sehingga mampu meningkatkan kinerja serta daya saing UMKM. Sistem Informasi Akuntansi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sistem prosedural yang berfungsi mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyajikan informasi keuangan untuk mendukung perencanaan, pengendalian, serta pengambilan keputusan manajerial (Gelinas. Dull, & Wheeler, 2. Dalam konteks UMKM, penerapan SIA masih sering terbatas akibat kendala teknologi, dana, dan kompetensi SDM, padahal digitalisasi akuntansi, termasuk software berbasis cloud, terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dan menekan biaya transaksi (Nurwahidah & Aryani, 2. Selain menyediakan data yang akurat dan tepat waktu. SIA juga memperkuat pengendalian internal dengan mendeteksi ketidakwajaran transaksi, mencegah fraud, dan mendokumentasikan proses bisnis secara sistematis. Dengan demikian, implementasi SIA yang baik tidak hanya meminimalkan kesalahan dan mempercepat pelaporan, tetapi juga menjadi prasyarat penting bagi efektivitas keputusan manajerial, efisiensi bisnis, dan keberlanjutan usaha UMKM. SIA menyediakan data keuangan dan operasional yang akurat, terstruktur, dan tepat waktuAifungsi yang langsung meningkatkan kualitas tahap intelligence dalam siklus pengambilan keputusan menurut Simon . engumpulan informasi, perancangan alternatif, dan Secara logis, ketika manajer UMKM memiliki akses ke informasi yang reliabel dan terkini, mereka dapat mengevaluasi opsi dengan lebih rasional, mengurangi ketidakpastian, dan memilih alternatif yang lebih efektif sehingga keputusan menjadi lebih terukur dan dapat Empirisnya, studi-studi terpilih menunjukkan hubungan positif antara kualitas/adopsi AIS dan kemampuan pengambilan keputusan / kinerja organisasi: Saad . menemukan bahwa adopsi AIS meningkatkan kinerja bisnis dan kualitas proses pengambilan keputusan selama pandemi. Monteiro et al. 2/2. melaporkan bahwa kualitas AIS . ystem/ information qualit. meningkatkan kualitas informasi non-keuangan dan keberhasilan pengambilan keputusan. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kualitas layanan AIS dan information quality mendorong penggunaan sistem dan keputusan manajerial yang lebih baik. : Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten merupakan aset penting bagi keberlangsungan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Kompetensi ini mencakup keterampilan teknis, pengelolaan keuangan, literasi digital, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi baru yang mendukung penerapan sistem informasi akuntansi dan penyusunan laporan keuangan akurat sebagai dasar pengambilan keputusan strategis. Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM berpengaruh signifikan terhadap kualitas keputusan, terutama ketika didukung kemampuan digital seperti penggunaan aplikasi berbasis cloud dan analisis data keuangan mandiri (Rawis et al. , 2021. Pratiwi et al. , 2. Selain itu, soft skills seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan kepemimpinan etis turut meningkatkan adaptabilitas UMKM dalam menghadapi dinamika pasar. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas SDM secara berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas manajerial dan menjaga daya saing UMKM di era ekonomi digital. SDM yang kompeten . eterampilan akuntansi, kemampuan analitis, literasi digita. memainkan peran kunci dalam mengolah output SIA menjadi informasi keputusan yang Dalam kerangka Simon, kompetensi SDM memperkuat fase design dan choice Ai E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 SDM yang mampu menafsirkan data, merancang alternatif, dan menilai konsekuensi memungkinkan organisasi bergerak dari informasi mentah ke keputusan rasional. Secara praktis. UMKM dengan SDM terlatih lebih cepat memanfaatkan fitur-fitur SIA . aporan periodik, proyeksi, analisis margi. , sehingga mengurangi bias intuisi dan keputusan yang Bukti empiris mendukung peran SDM: Harney et al. menyorot implikasi karakteristik SME bagi praktik HRM dan perlunya kompetensi fungsional. Cantoni et al. 4/2. dan studi lain menunjukkan bahwa manajemen kompetensi/HRM di SMEs berhubungan positif dengan produktivitas dan kualitas keputusan. riset tambahan menunjukkan bahwa manajemen kompetensi dan HRIS membantu meningkatkan penggunaan pengetahuan dan pengambilan keputusan yang lebih baik. : Sumber Daya Manusia berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial Gaya Kepemimpinan Gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin memengaruhi dan mengarahkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi, yang dalam konteks UMKM sangat penting karena pemilik usaha berperan langsung sebagai pengambil keputusan utama. Gaya kepemimpinan partisipatif dan transformasional terbukti mampu menciptakan komunikasi terbuka, meningkatkan keterlibatan SDM, serta memperkuat kualitas keputusan (Firmansyah & Nurdin, 2021. Lestari et al. , 2. Sebaliknya, gaya otoriter cenderung membatasi arus informasi dan partisipasi sehingga keputusan menjadi kurang tepat. Pemimpin yang visioner biasanya mendorong pemanfaatan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan pengembangan SDM untuk memperkuat fungsi manajerial. Dengan demikian, kepemimpinan yang efektif tidak hanya mengatur, tetapi juga memimpin perubahan, memberdayakan karyawan, dan menjadikan informasi sebagai dasar strategis dalam pengambilan keputusan, khususnya di era digital. Gaya kepemimpinan menentukan bagaimana informasi disebarluaskan, siapa dilibatkan dalam proses pembuatan alternatif, dan bagaimana pilihan akhirnya Menurut Simon, kepemimpinan mempengaruhi batas-batas rasionalitas . ounded rationalit. Ai mis. pemimpin partisipatif memperluas akses informasi dan memfasilitasi pengujian alternatif secara kolektif. pemimpin otoriter cenderung menyempitkan informasi dan opsi sehingga keputusan kurang optimal. Literatur empiris menguatkan hal ini: tinjauan sistematis Piwowar-Sulej & Iqbal . menunjukkan hubungan antara gaya kepemimpinan . hususnya transformasional, partisipati. dan pencapaian kinerja tinjauan tentang kepemimpinan partisipatif (Wang, 2. menegaskan bahwa gaya partisipatif meningkatkan keterlibatan pegawai dalam pengambilan keputusan. studi-studi lain juga menemukan bahwa gaya kepemimpinan memengaruhi kualitas dan hasil keputusan Dengan demikian kepemimpinan yang mendukung keterlibatan, pembelajaran, dan penggunaan informasi SIA akan meningkatkan efektivitas keputusan manajerial. : Gaya Kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena bertujuan untuk menjelaskan hubungan kausal antara variabel independen (Sistem Informasi Akuntansi. Sumber Daya Manusia, dan Gaya Kepemimpina. terhadap variabel dependen (Efektivitas Keputusan Manajeria. pada UMKM. Pendekatan kuantitatif dipilih agar hasil penelitian dapat diukur secara objektif dan dianalisis menggunakan model statistik. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM kelontong/grosir yang menjual barang kebutuhan pokok di wilayah Sulawesi Selatan. Dari populasi tersebut. E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 ditentukan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan responden berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Jumlah responden ditetapkan minimal 100 orang, yang terdiri dari pemilik atau pengelola usaha yang terlibat langsung dalam operasional dan pengambilan keputusan. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert 1Ae5 yang dibagikan langsung kepada responden. Alat Analisis Data Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik seperti SPSS atau Stata. Analisis regresi linear berganda dipilih karena mampu mengukur pengaruh simultan maupun parsial dari variabel independen (Sistem Informasi Akuntansi. Sumber Daya Manusia, dan Gaya Kepemimpina. terhadap variabel dependen (Efektivitas Keputusan Manajeria. Melalui teknik ini, peneliti dapat menguji signifikansi, koefisien determinasi (RA), serta mengidentifikasi variabel yang memiliki pengaruh dominan terhadap efektivitas keputusan manajerial UMKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen, yaitu Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Sumber Daya Manusia (SDM), dan Gaya Kepemimpinan (GK), terhadap variabel dependen yaitu Efektivitas Keputusan Manajerial (EKM). Melalui analisis ini, peneliti dapat melihat baik pengaruh simultan maupun parsial dari ketiga variabel tersebut dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan pada pelaku UMKM. Tabel 1. Regresi Linear Berganda Variabel Konstanta Koef. Sig. Ket. Regresi SIA 0,691 12,634 0,000 Searah SDM 0,816 10,515 0,000 Searah 5,736 Gaya Searah 0,741 10,756 0,000 Kepemimpinan Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2025 Berdasarkan tabel 1 diatas, maka dapat dibentuk persamaan regresi sebagai berikut. EKM = 5,736 0,691SIA 0,816SDM 0,741GK Persamaan tersebut menunjukkan bahwa apabila variabel SIA. SDM, dan GK tidak berubah . , maka efektivitas keputusan manajerial adalah positif atau baik . Setiap peningkatan Sistem Informasi Akuntansi akan meningkatkan efektivitas keputusan manajerial, dengan asumsi variabel lainnya konstan. Begitu pula, peningkatan pada variabel Sumber Daya Manusia berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas keputusan manajerial, sedangkan peningkatan variabel Gaya Kepemimpinan juga akan meningkatkan efektivitas keputusan manajerial. Dengan demikian, hasil ini mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen memiliki peran positif dan signifikan dalam menentukan efektivitas keputusan manajerial. Artinya, semakin baik penerapan sistem informasi akuntansi, semakin kompeten sumber daya manusia, dan semakin efektif gaya kepemimpinan yang diterapkan, maka semakin tinggi pula efektivitas keputusan yang diambil oleh manajer atau pemilik usaha pada sektor UMKM. Model Fit (Kelayakan Mode. Uji F digunakan untuk menguji kelayakan model secara keseluruhan . verall model fi. , yaitu apakah ketiga variabel independen secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial. E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 115,688 Tabel 2. Uji F (Kelayakan Mode. Sig 0,000 Ket. Model Fit Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2025 Berdasarkan tabel 2 diatas, maka ditemukan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000, nilai ini lebih kecil dari alpha . Maka model prediksi yang terdiri dari Sistem Informasi Akuntansi. Sumber Daya Manusia, dan Gaya Kepemimpinan merupakan variabel yang layak digunakan untuk memprediksi setiap perubahan Efektivitas Keputusan Manajerial. Uji Hipotesis Variabel SIA SDM Gaya Kepemimpinan Tabel 3. Uji Hipotesis . Sig. 12,634 0,000 10,515 0,000 10,756 0,000 Ket. H1 diterima H2 diterima H3 diterima Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2025 Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Sumber Daya Manusia (SDM), dan Gaya Kepemimpinan (GK), berpengaruh signifikan terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial (EKM). Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, diperoleh nilai t hitung masingmasing variabel sebagai berikut: SIA sebesar 12,634. SDM sebesar 10,515, dan GK sebesar 10,756. Seluruh nilai tersebut jauh lebih besar dari nilai t tabel (OO 1,. pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. Selain itu, nilai signifikansi . -valu. untuk ketiga variabel adalah 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketiga hipotesis diterima, karena masing-masing variabel independen terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap efektivitas keputusan manajerial. Artinya, semakin baik penerapan Sistem Informasi Akuntansi, semakin tinggi kompetensi Sumber Daya Manusia, dan semakin efektif gaya kepemimpinan yang diterapkan, maka semakin meningkat pula efektivitas keputusan manajerial dalam pengelolaan UMKM. Koefisien Korelasi Variabel SIA SDM Gaya Kepemimpinan Tabel 4. Koefisien Korelasi R Square 0,622 0,533 0,544 Ket. Moderat Moderat Moderat Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2025 Hasil analisis koefisien determinasi (R-Squar. menunjukkan besarnya kontribusi masing-masing variabel independen terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial (EKM). Nilai R-Square untuk Sistem Informasi Akuntansi (SIA) sebesar 0,622 atau 62,2%, yang berarti SIA menjelaskan kontribusi sebesar 62,2% terhadap variasi EKM, sedangkan sisanya sebesar 37,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Untuk Sumber Daya Manusia (SDM), nilai R-Square sebesar 0,533 atau 53,3%, menunjukkan bahwa kompetensi SDM mampu menjelaskan 53,3% variasi EKM, dan sisanya 46,7% dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan untuk Gaya Kepemimpinan (GK), nilai R-Square sebesar 0,544 atau 54,4%, yang mengindikasikan bahwa pengaruh gaya kepemimpinan terhadap EKM menjelaskan 54,4% variasi keputusan manajerial, dengan 45,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan interpretasi umum nilai R-Square, yakni rendah (<0,. , moderat . ,30Ae 0,. , dan tinggi (>0,. , terlihat bahwa pengaruh SDM dan GK termasuk dalam kategori moderate, sedangkan SIA berada di ambang kategori tinggi. Kategori moderate ini E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 menandakan bahwa kedua variabel tersebut memberikan kontribusi cukup kuat terhadap efektivitas keputusan manajerial, namun masih terdapat pengaruh faktor eksternal lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian. Dengan kata lain, meskipun SIA. SDM, dan GK memiliki peran yang signifikan. UMKM tetap dipengaruhi oleh elemen lain seperti lingkungan pasar, modal, dan kondisi internal usaha yang juga menentukan efektivitas pengambilan keputusan. Hal ini menekankan pentingnya pendekatan manajerial yang holistik, di mana peningkatan kualitas SIA, kompetensi SDM, dan gaya kepemimpinan perlu diselaraskan dengan faktorfaktor eksternal agar keputusan manajerial lebih optimal. PEMBAHASAN Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Akuntansi (SIA) berpengaruh positif terhadap efektivitas keputusan manajerial pada UMKM. Secara logis, hal ini terjadi karena SIA menyediakan data keuangan yang akurat, relevan, dan tepat waktu, yang menjadi dasar utama bagi pengambilan keputusan yang rasional. Ketika manajer memiliki akses terhadap informasi yang valid, mereka dapat menilai berbagai alternatif keputusan secara lebih objektif dan menghindari kesalahan yang bersifat intuitif semata. Temuan ini sejalan dengan Decision-Making Theory yang menegaskan bahwa keputusan yang efektif harus didasarkan pada ketersediaan informasi yang memadai (Simon. Dalam konteks UMKM, penerapan SIA membantu pelaku usaha mengelola data transaksi dan laporan keuangan secara sistematis, sehingga keputusan yang diambil lebih terarah dan berbasis bukti . vidence-based decisio. Penelitian ini didukung oleh hasil riset Meiryani et al. , yang menemukan bahwa sistem informasi akuntansi berperan penting dalam meningkatkan kualitas keputusan manajerial melalui peningkatan keandalan informasi Penelitian lain oleh Al-Azzam et al. juga menegaskan bahwa adopsi SIA secara signifikan memperbaiki efektivitas proses manajerial di sektor usaha kecil dan Selain itu. Soudani . menyatakan bahwa penggunaan informasi akuntansi yang efektif secara langsung meningkatkan kemampuan manajemen dalam melakukan perencanaan dan pengendalian. Pengaruh Sumber Daya Manusia terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial Penelitian ini juga menemukan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas keputusan manajerial. Secara rasional. SDM yang kompeten memiliki kemampuan analisis, literasi digital, dan pemahaman keuangan yang memadai, sehingga dapat mendukung manajer dalam membuat keputusan yang rasional dan SDM yang berpengetahuan luas tidak hanya mengeksekusi instruksi, tetapi juga mampu memberikan masukan berdasarkan data dan analisis lapangan. Keterkaitan ini dapat dijelaskan melalui Decision-Making Theory, di mana efektivitas keputusan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan informasi, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam memproses dan menafsirkan informasi tersebut. SDM yang memiliki kompetensi tinggi mampu mengelola informasi yang kompleks dan mengonversinya menjadi dasar keputusan yang logis dan efisien. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian Samson dan Bhanugopan . , yang menyatakan bahwa kompetensi SDM dan kemampuan analitis berperan penting dalam meningkatkan kualitas keputusan manajerial di berbagai sektor Penelitian Wekesa et al. juga memperkuat bahwa pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM secara signifikan berkontribusi terhadap efektivitas pengambilan keputusan strategis di kalangan pelaku usaha kecil. Selain itu, studi oleh Sutrisno dan Rahmawati . menunjukkan bahwa kemampuan SDM dalam menguasai teknologi dan sistem informasi merupakan faktor kunci dalam memperkuat daya saing dan efektivitas keputusan UMKM. E-Journal Al Dzahab Volume 06 Nomor 02. September 2025 Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Efektivitas Keputusan Manajerial Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas keputusan manajerial. Secara logis, hal ini dapat dijelaskan karena pemimpin merupakan aktor sentral dalam proses pengambilan keputusan, terutama di UMKM yang struktur organisasinya sederhana. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan transformasional atau partisipatif cenderung melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan, mendorong komunikasi terbuka, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap hasil keputusan. Sesuai dengan Decision-Making Theory, efektivitas keputusan sangat dipengaruhi oleh lingkungan organisasi yang mendukung pengumpulan informasi, kolaborasi, dan pertimbangan rasional sebelum keputusan diambil. Pemimpin yang visioner menciptakan lingkungan tersebut dengan memberikan ruang bagi partisipasi karyawan dan menyeimbangkan antara intuisi dan analisis rasional. Hasil ini didukung oleh penelitian Hallo et al. , yang menemukan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif meningkatkan kualitas keputusan strategis di organisasi yang kompleks. Penelitian oleh Lestari dan Dewi . juga menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki hubungan positif dengan efektivitas pengambilan keputusan di UMKM Indonesia. Selain itu, riset oleh Khan et al. menunjukkan bahwa pemimpin yang berorientasi pada kolaborasi mampu meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat. SIMPULAN Sistem Informasi Akuntansi terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas keputusan manajerial karena mampu menyediakan informasi keuangan yang akurat, relevan, dan tepat waktu. SIA membantu pelaku UMKM mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan dan memperkuat proses rasionalitas sebagaimana dijelaskan dalam Decision-Making Theory. Sumber Daya Manusia yang kompeten berperan besar dalam menghasilkan keputusan yang efektif. Kompetensi dalam bidang analisis data, literasi digital, dan pemahaman akuntansi memungkinkan pelaku usaha untuk menafsirkan informasi dengan tepat serta memilih alternatif keputusan yang paling menguntungkan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dalam memperkuat proses pengambilan keputusan berbasis data. Gaya Kepemimpinan yang partisipatif dan transformasional mendorong terciptanya komunikasi terbuka dan kolaborasi dalam proses pengambilan Pemimpin yang visioner mampu menciptakan lingkungan yang mendukung proses berpikir rasional dan kolektif, sehingga keputusan yang dihasilkan lebih tepat, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha. DAFTAR PUSTAKA