JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (JTIK) VOL 14. No. Maret 2023, 201 - 208 p-ISSN : 2087-0868 . edia ceta. e-ISSN : 2598-9707 . edia onlin. C page 201 http://ejurnal. id/index. php/JTIKP METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING DALAM SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA INVENTARIS Ahmad Ashifuddin Aqham1. Edy Siswanto 2. Dendy Kurniawan 3 Universitas Sains dan Teknologi Komputer Semarang e-mail: ashif@stekom. Universitas Sains dan Teknologi Komputer Semarang e-mail: edy@stekom. Universitas Sains dan Teknologi Komputer Semarang e-mail: dendy@stekom. ARTICLE INFO Article history: Received : 13 Ae Desember - 2022 Received in revised form : 19 Ae Desember - 2022 Accepted : 3Ae Februari - 2023 Available online : 1 Ae Maret - 2023 ABSTRACT Schools are formal government-owned or private institutions engaged in education, which are held for the community and aim to educate knowledge, selfdevelopment, skills and abilities. SMP Negeri 04 Cepiring is the first level educational institution that was established in 1998. So far, school inventory data processing has used MS. Word and MS Excel however, the process takes a long time so it is less effective and efficient. SMP Negeri 04 Cepiring requires an inventory data processing management information system to solve this problem. Inventory data processing information system was built using Enterprise Architecture Planning and using BDMS MySQL as database. The resulting inventory data processing management information system can perform data processing such as entry and exit data, data destruction, mutation or changes that are more Keywords: Inventory Processing. Enterprise Architecture Planning PENDAHULUAN Sistem informasi merupakan suatu sistem didalam organisasi yang menjalankan fungsi pengumpulan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan tertentu yang mendukung fungsi operasi organisasi. Dengan penggunaan sistem informasi akan meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, oleh sebab itu diperlukan alat yang dapat melakukan tugas-tugas tersebut secara cepat dan akurat yaitu komputer yang memiliki keunggulan dalam pemrosesan data baik yang harus diolah, disimpan, disajikan, dianalisa ketepatannya dan kecepatan hasil yang dicapai. Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini menuntut kecepatan dan kemudahan dalam melakukan pekerjaan, untuk itu pemanfaatan teknologi sangat perlu untuk dilakukan. Salah satu teknologi informasi yang berkembang adalah sistem informsi inventaris, inventaris adalah daftar semua fasilitas yang ada pada sebuah instansi atau perusahaan. Sedangkan Inventarisasi merupakan pencatatan data yang berhubungan dengan barang Enterprise Architecture Planning(EAP) merupakan sebuah pendekatan yang dibuat oleh Steven Received : 13 Ae Desember - 2022. Received in revised form : 19 Ae Desember - 2022. Accepted : 3 Februari - 2023. Available online : 1 Ae Maret - 2023 p-ISSN : 2087-0868 e-ISSN : 2598-9707 Spewak untuk membangun arsitektur enterprise dengan berdasarkan dorongan data dan dorongan bisnis. Enterprise Architecture Planning adalah proses pendefinisian arsitektur dalam penggunaan informasi untuk mendukung bisnis dan rencana untuk mnegimplemantasikan arsitektur tersebut. Enterprise Architecture Planning dikonsetrasikan pada infrastruktur yang meliputi hardware, software dan network untuk dapat bekerjasama dengan misi, sasaran, dan tujuan organisasi untuk menjalankan proses bisnis organisasi dengan didukung oleh teknologi informasi. Fasilitas yang dimiliki oleh SMP Negeri 04 Cepiring cukup lengkap untuk ukuran sekolah SMP, dengan jumlah ruang kelas 16 dan didukung dengan sarana laboratorium komputer lengkap dengan koneksi internet, disamping itu juga didukung dengan adanya laboratorium IPA, ruang media, perpustakaan, lapangan basket, dan peralatan mesin jahit yang dapat digunakan untuk proses belajar mengajar. Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari agar kegiatan akademik berjalan dengan baik. SMP Negeri 04 Cepiring memerlukan alat dan barang pendukung seperti komputer, printer, meja, kursi, lemari, ac, proyektor dan lain sebagainya. Dengan begitu banyaknya aset yang ada. SMP Negeri 04 Cepiring memerlukan pengaturan pendataan aset dengan cara menghimpun data-data atau inventaris barang- barang yang ada menjadi lebih tertib dan terorganisir dengan baik. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Sistem adalah terdiri atas objek-objek atau unsur-unsur yang berkaitan atau berhubungan satu sama lainya sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan suatu kesatuan pemrosesan atau pengolahan yang tertentu (Sholikhah, 2. Menurut (Elisabeth dan Rita, 2. suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain yang berfungsi bersama sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana suatu sistem dapat di artikan suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan elemen atau komponen yang saling berhubungan dan saling terkait satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu. Informasi Informasi adalah data yang telah diolah atau dianalisis sehinggadapat bermanfaat . bagi (Zamzami dkk, 2. Informasi . adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perananya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi. (Romney dan Steinbart, 2. Inventaris Menurut Nugroho dalam (Rochim, 2. Inventaris berasal dari bahasa latin AuinventariumAy yang berarti daftar barang-barang, bahan dan semua barang milik organanisasi. Sedangkan inventarisasi aset merupakan kegiatan penyelenggaraan, pencatatan, pengolahan dan pelaporan data inventaris yang ada menjadi lebih tertib dan teratur sehingga didapatkan sebuah informasi secara Menurut (Fauzi, 2. Inventaris secara deskirptif dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pencatatan selengkapnya mengenai aset yang telah dibeli, diterima, dibagikan dan dipakai dalam suatu organisasi. Maka dari itu, pada dasarnya pencataan adalah kegiatan membubuhkan keterangan atau informasi yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh suatu organisasi. Jadi sistem inventaris adalah suatu tatanan yang saling terhubung dimana memuat beberapa proses pengolahan data aset dalam sebuah organanisasi yang bertujuan untuk mempermudah dalam penyajian data dari aset organisasi Enterprise Architecture Planning Enterprise Architecture planning merupakan suatu metode yang digunakan untuk membangun sebuah arsitektur informasi. Secara literal Enterprise Architecture Planning adalah metode pendekatan perencanaan kualitas data yang berorientasi pada kebutuhan bisnis serta bagaimana cara implementasi dari arsitektur tersebut dilakukan dengan sedemikian rupa dalam usaha untuk mendukung perputaran roda bisnis dan pencapaian misi sistem informasi dan organisasi. (Irfanto dan Andry,2. Menurut Spewak dalam (Santi dan Rosidah, 2. bahwa Enterprise Architecture JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (JTIK) VOL 14. No. Maret 2023, pp. 201 - 208 p-ISSN : 2087-0868 e-ISSN : 2598-9707 Planning (EAP) adalah metode untuk membangun arsitektur informasi, dan Enterprise Architecture Planning (EAP) adalah metode perencanaan kualitas data untuk kebutuhan bisnis dan cara mengimplementasikan arsitektur dan realisasi isi sisteminformasi dan organisasi. METODOLOGI PENELITIAN Dalam penyusunan jurnal ini metode penelitian yang penulis gunakan adalah Metode Penelitian dan Pengembangan (Research & Developmen. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan Research & Development. R&D merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk (Sugiyono, 2. Penelitian dan pengembangan merupakan satu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Adapun langkahlangkah dalam penelitian ini meliputi 6 . tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain dan uji coba produk. Adapun langkah langkahnya sebagai Gambar 3. 1 Diagram alir Metode (R&D) (Sugiyono, 2. Potensi dan Masalah Peneliti mengawali penelitian dengan mancari potensi dan masalah. Pengelolaan inventaris yang memiliki potensi untuk di kembangkan menjadi lebih baik Dari pengumpulan informasi dapat disimpulkan kelemahan -kelemahan yang dimiliki yang nantinya dapat merujuk pada topik yang akan diambil peneliti. Pengelolaan aset sekolah masih dikelola dengan cara yang sederhana yaitumenggunakan MS-Excel atau MS-Word. Data-data informasi inventaris kurang spesifik karena data yang ada hanyamengandung informasi secara umum. Sistem yang berjalan saat ini dirasa kurang praktis dalam mendukung proses pengolahan data Pengumpulan Data Untuk melakukan penelitian ini, penulis mengadakan serangkaian pendekatan untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Kemudian data tersebut diolah sehingga menghasilkan informasi yang tersusun dalam sebuah laporan. Jenis data-data tersebut antara lain : Data Primer Data primer adalah data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh penulis yaitu SMP Negeri 04 Cepiring. Untuk memperoleh data primer tersebut penulis melakukan survei langsungpada SMP Negeri 04 Cepiring dengan cara wawancara yang berkaitan dengan penulisan skripsi ini. Data yang diperoleh dariwawancara antara lain tentang bagaimana proses pengolahan data aset yang berjalan saat ini pada SMP Negeri 04 Cepiring. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang didapat secara tidak langsung dari objek penelitian. Penulis mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Datayang didapat tersebut lalu digunakan sebagai pendukung atau penguat yang barupa teori-teori atau konsep-konsep sebagai landasanteori. Desain Produk Metode Enterprise Architecture Planning Dalam Sistem Informasi Pengelolaan Data Inventaris (Ahmad Ashifuddin Aqha. p-ISSN : 2087-0868 e-ISSN : 2598-9707 Dalam penelitian ini, peneliti membuat rancangan spesifikasi desain sistem informasi antara lain yaitu Flow Of Document. DFD (Data Flow Diagra. Normalisasi. ERD (Entity Relationship Diagra. , perancangan database, dan Desain Interface Validasi desain Validasi produk bisa dijalankan dengan cara menghadirkan beberapa tenaga ahli atau pakar yang sudah berpengalaman memberikan penilaian terhadap produk baru yang dirancang. Uji validasi ini dapat dinilai oleh pakarnya. Uji Coba Produk Uji coba tahap awal dilakukan dengan simulasi penggunaan sistem melibatkan pihak pengguna yaitu PT. Radik Jaya Beton. Setelah disimulasikan maka dapat diuji coba oleh direktur utama dan bagian administrasi, yang bertujuan untuk mendapatkan informasi apakah sistem kerja yang baru lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan sistem kerja lama. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian Tujuan dari penelitian AuSistem Informasi Pengolahan Data Inventaris Pada SMP Negeri 04 Cepiring Menggunakan Metode Enterprise Architecture PlanningAy adalah untuk dapat mengelola data inventaris sekolah yang update setiap harinya, sehingga sistem pengolahan data inventaris akan menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan didukung dari hasil dua uji validasi yaitu internal daneksternal untuk mendapatkan hasil desain dan produk yang dinilai valid. 2 Evaluasi Sistem yang Berjalan Penulis telah melakukan evaluasi sistem informasi inventaris yang berjalan saat ini, dan telah mengidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi adalah sebagai berikut : Pengelolaan aset sekolah masih dilakukan dengan cara yangsederhana yaitu dengan menggunakan MS Word dan MS Excel. Data-data informasi aset kurang spesifik karena data hanyamenggandung informasi secara umum. Sistem yang ada saat ini dirasa kurang praktis dalam mendukungproses pengolahan data inventaris. 3 Usulan Pemecahan Masalah Usulan pemecahan masalah yang dihadapi pada SMP Negeri 04 Cepiring adalah dengan membuat sebuah sisteminformasi pengolahan data inventaris dengan menggunakan metode Enterprise Architecture Planning sehingga mempermudah dalam proses pengolahan dan penyimpanan data aset, sekaligus sebagai media alternatif yang memudahkan dalam penyajian danpengaksesan informasi inventaris aset yang ada. 4 Hasil Produk Akhir Halaman Login Gambar 4. 1 Halaman Login Halaman login digunakan untuk proses verifikasi terhadap user atau pengguna sistem informasi, didalam form ini pengguna diminta untuk menginputkan username dan password. Apabila berhasil maka pengguna akan masuk kedalam menu utama. Halaman utama Pada gambar di bawah ini adalah tampilan menu utama setelah berhasil masuk kedalam sistem informasi inventaris, terdapat 4 . mpat ) menu utama yaitu aset masuk, asek keluar dengan 2 . JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (JTIK) VOL 14. No. Maret 2023, pp. 201 - 208 p-ISSN : 2087-0868 e-ISSN : 2598-9707 sub menu berupa menu pemeliharaan aset dan penghapusan aset, laporanaset masuk dan laporan aset keluar yang terdapat 2 . submenu yaitu laporan pemeliharaan aset dan laporan penghapusan Gambar 4. Halaman utama Halaman Aset Masuk Gambar 4. 3 Halaman Aset Masuk Halaman aset masuk ini berfungsi untuk menginput data-data inventaris yang dimiliki oleh SMP Negeri 04 Cepiring. Setelah semua data diinput maka data aset akan langsung tersimpan kedalam daftar data. Halaman Daftar Aset Metode Enterprise Architecture Planning Dalam Sistem Informasi Pengelolaan Data Inventaris (Ahmad Ashifuddin Aqha. p-ISSN : 2087-0868 e-ISSN : 2598-9707 Gambar 4. 4 Halaman Daftar Aset Halaman ini berfungsi untuk melihat data aset yang telah diinput dan mengedit data jika terjadi kekeliruan dalam penginputan data. Halaman Pemeliharaan Aset Halaman ini digunakan untuk menginput aset yang membutuhkan perawatan atau maintenace. mengetahui aset-aset yangmembutuhkan perawatan dan sedang dalam perawatan. Gambar 4. 5 Halaman Pemeliharaan Aset Halaman Penghapusan Aset Halaman ini berfungsi untuk menghapus data aset secarakeseluruhan. JURNAL ILMIAH TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (JTIK) VOL 14. No. Maret 2023, pp. 201 - 208 p-ISSN : 2087-0868 e-ISSN : 2598-9707 Gambar 4. 6 Halaman Penghapusan Aset Halaman Laporan Aset Masuk Gambar 4. 7 Halaman Laporan Aset Masuk Halaman ini berfungsi untuk melihat laporan data aset masuk yangtelah diinput oleh pengelola. KESIMPULAN DAN SARAN Dengan adanya sistem informasi inventaris ini maka penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan, antara lain : Sistem Informasi inventaris ini dapat memberikan sebuah alternatif bagi pihak sekolah dalam mengelola data inventaris yang ada, sehingga pengolahan data inventaris menjadi lebih efektif dan Berdasarkan hasil pengujian Black Box Sistem informasi inventaris yang dikembangkan ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. DAFTAR PUSTAKA