C 18 Journal of Information System and Technology. Vol. 07 No. Maret 2026, pp. ISSN : 2775-0272 DOI : 10. 37253/joint. Contents list available at https://journal. (Journal of Information System and Technolog. journal homepage: https://journal. id/index. php/joint/ Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen AuAma LaundryAy Berbasis Web Menggunakan Metode Extreme Programming Muhammad Iqbal Meidiansyah1. Intan Juvita Maharani 2. Dwi Putri Ramadhani3. Rafael Antasena Dwianto Gultom4. Muhammad Ruben Farras5. Miftahul Falah6 1,2,3,4,5,6 Fakultas Ilmu Komputer. Program Studi Sistem Informasi. Universitas Sriwijaya. Indralaya. Indonesia E-mail: : 109031282429059@student. id, 209031182429026@student. 09031182429020@student. id, 409031282429053@student. 09031282429113@student. id, 6miftahulfalah@unsri. Abstract The demand for laundry services continues to increase, especially among communities with high mobility such as students, while many laundry businesses are still managed manually, potentially leading to inaccuracies in transaction data, difficulties in tracking laundry status, and irregular financial reports. This study aims to develop a web-based Management Information System for Ama Laundry in order to improve operational efficiency and The system was developed using the Extreme Programming (XP) method through the stages of planning, design, coding, and testing. The resulting system provides real-time transaction recording, integrated laundry status tracking, and automatic financial report generation. The implementation results indicate that the system is able to improve data management accuracy, accelerate operational processes, and support more effective decision-making. Keywords: management information system. XP method, web-based system, laundry management Abstrak Kebutuhan jasa laundry terus meningkat, terutama di kalangan masyarakat dengan mobilitas tinggi seperti mahasiswa, sementara banyak usaha laundry masih dikelola secara manual sehingga berpotensi menimbulkan ketidakakuratan data transaksi, kesulitan pelacakan status cucian, dan ketidakteraturan laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen berbasis web untuk Ama Laundry guna meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional. Sistem dikembangkan menggunakan metode Extreme Programming (XP) melalui tahapan planning, design, coding, dan testing. Sistem yang dihasilkan menyediakan pencatatan transaksi real-time, pelacakan status cucian terintegrasi, serta penyusunan laporan keuangan otomatis. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu meningkatkan ketepatan pengelolaan data, mempercepat proses operasional, dan mendukung pengambilan keputusan secara lebih efektif. Kata kunci: sistem informasi manajemen, metode XP, sistem berbasis web, manajemen laundry Copyright A Journal of Information System and Technology. All rights reserved Journal of Information System and Technology. Vol. 7 No. Maret 2026, pp. ISSN : 2775-0272 PENDAHULUAN Perkembangan aktivitas masyarakat modern yang semakin dinamis, khususnya di kalangan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan laundry yang cepat, praktis, dan memberikan kepastian proses. Namun pada banyak usaha laundry skala kecil seperti Ama Laundry, proses operasional masih dilakukan secara manual, meliputi pencatatan transaksi, rekapitulasi laporan. Kondisi ini berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan serta hilangnya data, sebagaimana juga ditemukan pada penelitian terkait sistem informasi laundry berbasis web yang menyoroti kelemahan metode pencatatan tradisional pada UMKM sejenis . Selain permasalahan pencatatan, kualitas layanan sangat dipengaruhi oleh kemampuan sistem dalam menyediakan informasi secara cepat dan akurat kepada pelanggan. Digitalisasi proses layanan terbukti mampu meningkatkan efisiensi, terutama dalam pelacakan status cucian dan komunikasi antara pelanggan dan pengelola . Hal ini menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi yang terstruktur dan mudah diakses menjadi kebutuhan utama bagi Ama Laundry. Beberapa penelitian sebelumnya telah menghasilkan sistem informasi laundry berbasis web dengan fitur transaksi, manajemen pelanggan, dan pelaporan. Sistem yang dikembangkan Adetya menyediakan fungsi dasar tersebut, namun masih memiliki keterbatasan dalam integrasi modul terkait keuangan dan operasional . Untuk memenuhi kebutuhan pengembangan yang lebih kompleks, metode pengembangan perangkat lunak yang adaptif seperti Extreme Programming (XP) dinilai lebih sesuai karena menekankan iterasi cepat, komunikasi intensif dengan pengguna, serta pengujian berkelanjutan. Efektivitas pendekatan XP dalam menghasilkan perangkat lunak yang responsif terhadap perubahan kebutuhan telah dibuktikan dalam studi terkait . Selain aspek teknis pengembangan, integrasi sistem informasi juga berperan penting dalam UMKM. Penelitian mengenai standar keuangan dan penerapan sistem informasi berbasis web pada entitas kecil menunjukkan bahwa digitalisasi dapat meningkatkan akurasi C 19 data historis, akuntabilitas, serta efisiensi manajemen keuangan . Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian ini menerapkan metode Extreme Programming dalam merancang dan membangun sistem informasi manajemen laundry yang lebih terintegrasi, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan operasional Ama Laundry. Penelitian ini menetapkan beberapa batasan agar pengembangan sistem lebih terarah. Sistem informasi difokuskan pada fungsi inti operasional Ama Laundry dan hanya dikembangkan dalam bentuk web berbasis browser, tanpa mencakup aplikasi mobile atau web application. Fitur pembayaran online serta integrasi layanan pembayaran digital juga tidak termasuk dalam ruang lingkup sistem. Selain itu, sistem dirancang untuk kebutuhan internal sehingga belum menyediakan akses langsung bagi pelanggan. Batasan ini ditetapkan agar proses pengembangan tetap fokus pada kebutuhan utama dan menghasilkan sistem yang stabil serta sesuai tujuan penelitian. Berdasarkan kebutuhan tersebut, penelitian ini menerapkan metode Extreme Programming dalam merancang dan membangun sistem informasi manajemen laundry yang lebih terintegrasi, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan operasional Ama Laundry. II. METODE PENELITIAN Metode Pengembangan Sistem Penelitian ini menggunakan metode Extreme Programming (XP), yaitu salah satu pendekatan Agile Development yang berfokus pada fleksibilitas perubahan kebutuhan, komunikasi intensif dengan pengguna, serta pengembangan perangkat lunak secara iteratif dan bertahap. dipilih karena sesuai dengan karakteristik proyek sistem informasi laundry yang penyesuaian berkelanjutan terhadap kebutuhan pemilik usaha, serta validasi fitur secara kontinu . Gambar 1. Siklus Hidup Metode XP (Sumber: geeksforgeek. Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen AuAma LaundryAy Berbasis Web Menggunakan Metode Extreme Programming (Muhammad Iqbal Meidiansyah1. Intan Juvita Maharani2. Dwi Putri Ramadhani3. Rafael Antasena Dwianto Gultom4. Muhammad Ruben Farras5. Miftahul Falah. Journal of Information System and Technology. Vol. 7 No. Maret 2026, pp. ISSN : 2775-0272 Tahapan utama dalam XP meliputi: Planning Tahap awal pengembangan sistem Extreme Programming (XP) bertujuan menentukan ruang lingkup dan kebutuhan awal secara Pada tahap ini dilakukan pembentukan tim, pembagian peran, serta pemahaman terhadap prinsip XP seperti iterasi cepat dan komunikasi intensif. Selanjutnya dilakukan identifikasi kelayakan UMKM hingga dipilih satu UMKM sebagai objek penelitian. Kebutuhan sistem dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik usaha dan dirumuskan dalam bentuk user stories yang menjadi dasar pengembangan sistem pada tahap selanjutnya. Design Merancang solusi sederhana dari hasil kebutuhan, termasuk desain antarmuka dan struktur alur program. XP mendorong Coding Pengembangan kode dengan menerapkan praktik pair programming . ua programmer bekerja bersam. Pengembang frontend membuat bagian dari aplikasi atau website untuk langsung dilihat oleh pengguna nantinya . ser interfac. dan pengembang backend bekerja di Aubelakang layarAy tidak terlihat membuat aplikasi atau website, tetapi menjalankan logika, mengolah data, dan mengatur alur sistem. Testing Menggunakan blackbox testing yaitu pengujian di mana tester hanya fokus pada fungsi dan hasil akhir dari software tanpa memperhatikan struktur kode di dalamnya. Setiap fitur diuji secara berulang untuk memastikan sistem bebas kesalahan. Listening/Feedback Proses komunikasi berkelanjutan antara memastikan sistem yang dibangun benarbenar sesuai dengan kebutuhan operasional. Pada tahap ini, pengguna melakukan pengujian terhadap fitur-fitur sistem yang telah dikembangkan, kemudian memberikan masukan maupun kendala yang ditemui. Seluruh umpan balik tersebut dianalisis oleh pengembang sebagai dasar untuk melakukan C 20 penyesuaian fitur. Proses ini dilakukan secara iteratif dan berulang hingga sistem mencapai kondisi yang stabil, fungsional, dan mampu mendukung aktivitas operasional secara optimal. Keseluruhan tahapan XP dilakukan dalam siklus pendek . sehingga setiap perubahan kebutuhan dapat segera direspons dan menghasilkan sistem informasi laundry berbasis web yang lebih adaptif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan operasional UMKM . Metode Pengembangan Sistem Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang akurat terkait kebutuhan dan permasalahan operasional Ama Laundry. Adapun metode yang digunakan meliputi: Observasi Mengamati secara langsung proses kerja Ama Laundry, termasuk alur layanan, pencatatan transaksi, pengelolaan pelanggan, serta hambatan yang muncul dalam operasional sehari-hari. Wawancara Melakukan wawancara dengan pemilik usaha AMA Laundry untuk menggali kebutuhan sistem, preferensi fitur, serta terselesaikan melalui proses manual . ttps://youtu. be/uOioUUtWkXc?feature=sh Studi Literatur Mengkaji referensi yang relevan terkait sistem informasi, pengelolaan usaha laundry, teknologi web, serta penelitian terdahulu sebagai dasar penyusunan kebutuhan dan perancangan sistem. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan sistem dilakukan untuk merumuskan spesifikasi yang harus dipenuhi oleh sistem informasi manajemen laundry agar mampu mendukung operasional Ama Laundry Tahap mengidentifikasi kebutuhan pengguna, fungsi utama yang harus disediakan sistem, serta kriteria kualitas yang diperlukan agar sistem dapat berjalan secara efektif, aman, dan andal. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen AuAma LaundryAy Berbasis Web Menggunakan Metode Extreme Programming (Muhammad Iqbal Meidiansyah1. Intan Juvita Maharani2. Dwi Putri Ramadhani3. Rafael Antasena Dwianto Gultom4. Muhammad Ruben Farras5. Miftahul Falah. Journal of Information System and Technology. Vol. 7 No. Maret 2026, pp. ISSN : 2775-0272 penerapan metode Extreme Programming (XP) pada pengembangan sistem informasi berbasis web mampu meningkatkan fleksibilitas, validasi berkelanjutan, serta kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna. Kebutuhan Fungsional Pengelolaan Riwayat Pelanggan Sistem harus mampu menyimpan, mengelola, dan menampilkan riwayat langganan pelanggan secara lengkap dan Dashboard Laporan Usaha Sistem harus menyediakan dashboard bagi pemilik usaha untuk melihat laporan transaksi, pendapatan, dan pengeluaran secara real-time. Pembaruan Status Cucian Sistem pengguna memperbarui status cucian secara bertahap mulai dari diterima, dicuci, dikeringkan, disetrika, hingga siap Penyusunan Laporan Otomatis Sistem harus dapat menghasilkan laporan keuangan dan laporan operasional secara otomatis berdasarkan data transaksi dan aktivitas layanan. Kebutuhan Non-fungsional Keandalan dan Backup Data Sistem pencadangan . data secara otomatis setiap hari untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan data. Kinerja Sistem Sistem harus mampu memberikan waktu respon maksimal 2 detik untuk proses input data maupun pelacakan status Ketersediaan Sistem Sistem ketersediaan minimal 99% selama jam operasional Ama Laundry. Keamanan Data Seluruh proses transmisi data harus menggunakan protokol HTTPS guna menjaga integritas dan kerahasiaan Desain Sistem Beberapa alat bantu perancangan digunakan untuk memodelkan proses bisnis, interaksi pengguna, serta kebutuhan sistem secara lebih Penggunaan UML terbukti efektif dalam merancang sistem informasi berbasis web karena mampu memvisualisasikan hubungan C 21 antar aktor, alur proses, dan fungsi sistem secara jelas . Fishbone Diagram Fishbone diagram digunakan untuk menganalisis akar permasalahan dalam proses bisnis laundry yang berjalan secara Diagram mengidentifikasi penyebab masalah dari berbagai aspek, seperti metode kerja, manusia, alat, lingkungan, dan material. Analisis ini menjadi dasar untuk menentukan fitur yang perlu diotomatisasi . Gambar 2. Fishbone Diagram Flowchart Flowchart memvisualisasikan alur proses layanan laundry secara sistematis, mulai dari penerimaan cucian hingga penyerahan kembali kepada pelanggan. Diagram ini memperjelas tahapan operasional yang berulang, titik-titik kritis yang berpotensi menimbulkan keterlambatan, serta bagian yang perlu diotomatisasi. Dengan adanya flowchart, proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat dipahami secara lebih jelas . Gambar 3. Flowchart Use-case Diagram Use Case Diagram digunakan untuk menggambarkan hubungan antara aktor seperti pemilik usaha dan karyawan dengan Dengan adanya diagram ini, pengembang dapat memastikan sistem dirancang sesuai kebutuhan setiap aktor tanpa ada fungsi penting yang terlewat. Penelitian menunjukkan bahwa use case diagram efektif menjembatani kebutuhan pengguna dengan desain teknis sistem Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen AuAma LaundryAy Berbasis Web Menggunakan Metode Extreme Programming (Muhammad Iqbal Meidiansyah1. Intan Juvita Maharani2. Dwi Putri Ramadhani3. Rafael Antasena Dwianto Gultom4. Muhammad Ruben Farras5. Miftahul Falah. Journal of Information System and Technology. Vol. 7 No. Maret 2026, pp. ISSN : 2775-0272 C 22 sehingga proses pengembangan lebih terstruktur dan sesuai ekspektasi stakeholder . Gambar 6. Tampilan Signup Dashboard Menampilkan ringkasan transaksi, status cucian, dan laporan singkat pendapatan dan Gambar 4. Use-case Diagram Tampilan Halaman Web Bagian ini menampilkan hasil implementasi sistem, dengan masing-masing modul disertai ilustrasi untuk memperlihatkan fitur yang sudah Login/Signup Fitur autentikasi pengguna untuk keamanan akses sistem. Gambar 7. Tampilan Dashboard Data Pesanan Modul untuk mencatat, mengubah, dan memantau pesanan laundry pelanggan. Gambar 5. Tampilan Login Gambar 8. Data Pesanan Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen AuAma LaundryAy Berbasis Web Menggunakan Metode Extreme Programming (Muhammad Iqbal Meidiansyah1. Intan Juvita Maharani2. Dwi Putri Ramadhani3. Rafael Antasena Dwianto Gultom4. Muhammad Ruben Farras5. Miftahul Falah. Journal of Information System and Technology. Vol. 7 No. Maret 2026, pp. ISSN : 2775-0272 C 23 Riwayat Pelanggan Menyimpan dan menampilkan riwayat langganan pelanggan secara terstruktur. Gambar 9. Riwayat Pelanggan Gambar 12. Profil pengguna Data Layanan Modul untuk menambahkan, mengubah, atau menghapus jenis layanan beserta Gambar 10. Riwayat Pelanggan Laporan Keuangan Menyediakan laporan keuangan otomatis berdasrkan laba rugi pengeluaran, dan laba serta menampilkan ringkasan penjualan. IV. Sistem informasi manajemen laundry untuk Ama Laundry dirancang untuk menggantikan proses operasional manual yang belum Penelitian dilakukan melalui identifikasi masalah, observasi, wawancara, serta kajian literatur, kemudian dikembangkan menggunakan metode Extreme Programming (XP). Perancangan sistem melibatkan analisis kebutuhan, diagram UML untuk memodelkan fungsi sistem, serta desain antarmuka untuk memvisualisasikan alur layanan. Sistem yang dihasilkan memudahkan proses pengelolaan pesanan, pembaruan status cucian, pengelolaan data layanan dan pelanggan, serta penyusunan mendukung efisiensi, ketepatan, dan akurasi Kedepannya, sistem dapat dikembangkan lebih lanjut dari segi fitur dan tampilan agar semakin komprehensif dan mampu mendukung kebutuhan pengelolaan Ama Laundry secara optimal. Gambar 11. Laporan Keuangan Profil Pengguna Modul untuk pengelolaan informasi akun pengguna, termasuk pemilik dan karyawan. KESIMPULAN REFERENSI