JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Strategi Dosen dalam Membentuk Karakter Disiplin Mahasiswa: Studi di Program Studi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Banda Aceh Ashshifa Annur1. Ainal Mardhiah2. Jamaluddin3. Chalis4 1,2,3,4 Universitas Islam Neger Ar-Raniry. Banda Aceh. Indonesia Email: asyifaasyifa713@gmail. Abstract Developing a disciplined character among university students is a major challenge for higher education in Indonesia, especially in religious-based institutions expected to produce graduates with strong integrity and values. This study aims to analyze the strategies employed by lecturers to foster student discipline in the Social Welfare Study Program at the Faculty of DaAowah and Communication. UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation and indepth interviews with purposively selected lecturers and students. Data analysis followed an interactive process involving data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that lecturersAo strategies for nurturing discipline involve careful planning centered on role-modeling, the creation of inclusive learning environments, and the consistent enforcement of academic regulations. Implementation includes demonstrating exemplary behavior, actively engaging students in academic activities, and utilizing technology to support communication and supervision. Key obstacles identified include weak internalization of discipline among students, low academic motivation, environmental influences, and limited support from both institutions and families. These results highlight the importance of synergy among lecturers, students, social environments, and institutional policies in building effective and sustainable student Keywords: Discipline. Student Character. Lecturer Strategy. Character Education. UIN Ar-Raniry Abstrak Penanaman karakter disiplin pada mahasiswa merupakan tantangan utama yang dihadapi pendidikan tinggi di Indonesia, terutama pada lingkungan perguruan tinggi keagamaan yang dituntut melahirkan lulusan berintegritas dan berkarakter kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dosen dalam membentuk karakter disiplin mahasiswa di Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap dosen serta mahasiswa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dosen dalam membangun karakter disiplin mahasiswa meliputi perencanaan yang matang berbasis keteladanan, penciptaan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan penegakan aturan secara konsisten. Implementasi strategi dilakukan melalui keteladanan perilaku, pelibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung komunikasi dan Kendala utama yang dihadapi meliputi lemahnya internalisasi nilai disiplin JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. pada mahasiswa, rendahnya motivasi belajar, pengaruh lingkungan sosial, serta keterbatasan dukungan institusi dan keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara dosen, mahasiswa, lingkungan sosial, dan kebijakan institusi dalam membangun karakter disiplin yang efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Disiplin. Karakter Mahasiswa. Strategi Dosen. Pendidikan Karakter. UIN Ar-Raniry *** PENDAHULUAN Pendidikan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menumbuhkan karakter disiplin di kalangan mahasiswa, sebuah aspek yang menjadi fondasi dalam membangun integritas, tanggung jawab, dan kesiapan generasi muda menghadapi era global (Suryono et al. , 2020. Urbanus, 2. Meskipun berbagai kebijakan kampus telah disusun untuk mendukung pembentukan karakter, kenyataannya masih terjadi kesenjangan antara regulasi dan perilaku aktual mahasiswa di lingkungan akademik (Puspita, 2. Hal ini menjadi isu strategis, terutama bagi perguruan tinggi keagamaan yang diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kedisiplinan mahasiswa dapat berdampak serius pada kualitas pembelajaran, motivasi belajar, hingga pencapaian tujuan pendidikan tinggi (Nurfitriyanti, 2014. Wahkidi & Widyaningsih, 2. Di era Revolusi Industri 4. 0, ketika mahasiswa dihadapkan pada tantangan teknologi dan perubahan budaya belajar, keteladanan dosen serta strategi penguatan karakter disiplin menjadi semakin penting (Dahul et al. , 2. Namun, studi mendalam mengenai strategi konkret yang diterapkan dosen dalam membentuk karakter disiplin, khususnya di prodi Kesejahteraan Sosial berbasis keislaman di Aceh, masih terbatas. UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia, juga menghadapi masalah serupa. Observasi awal menunjukkan adanya sejumlah perilaku indisipliner di kalangan mahasiswa, mulai dari ketidakpatuhan terhadap tata tertib, plagiarisme dalam tugas, hingga rendahnya partisipasi akademik. Persoalan ini bukan hanya berdampak pada capaian akademik mahasiswa, tetapi juga JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. berpotensi melemahkan peran institusi dalam membangun peradaban berbasis nilai-nilai islami (Assauri, 2. Kesenjangan antara harapan institusi dan realitas di lapangan memerlukan solusi strategis berbasis bukti empiris. Peran dosen sebagai figur sentral dalam pendidikan karakter menjadi fokus yang sangat relevan, mengingat dosen tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing, teladan, dan fasilitator pembentukan karakter. Meskipun demikian, kajian yang mengangkat pengalaman, strategi, serta tantangan nyata yang dihadapi dosen dalam membentuk karakter disiplin mahasiswaAiterutama di ranah studi kesejahteraan sosialAimasih minim, baik dalam literatur nasional maupun Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan menganalisis secara kritis strategi dosen dalam membangun karakter disiplin di Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam strategi dosen dalam membangun karakter disiplin mahasiswa di Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu mengungkap makna, pengalaman, serta proses interaksi sosial secara mendalam melalui perspektif subjek yang diteliti (Moleong, 2. Subjek penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa di Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry. Informan penelitian dipilih secara purposive, yaitu 5 dosen dan mahasiswa yang dianggap memiliki pemahaman serta pengalaman langsung terkait pembentukan karakter disiplin di lingkungan prodi. Pemilihan informan didasarkan pada keterlibatan aktif dalam proses akademik dan pengembangan karakter di Data dikumpulkan melalui dua teknik utama, yaitu observasi dan wawancara mendalam . n-depth intervie. Observasi dilakukan secara langsung terhadap aktivitas dosen dan mahasiswa di lingkungan kampus, terutama dalam implementasi strategi pembentukan karakter disiplin. Wawancara mendalam dilakukan secara tatap muka menggunakan panduan pertanyaan semi-terstruktur, guna memperoleh informasi yang JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. komprehensif mengenai perencanaan, implementasi, serta tantangan yang dihadapi dosen dalam membina kedisiplinan mahasiswa (Mariana, 2. Penelitian dimulai dengan studi literatur untuk memahami konsep, teori, dan temuan terdahulu terkait pendidikan karakter dan kedisiplinan mahasiswa. Selanjutnya, peneliti melakukan observasi di lingkungan Prodi Kesejahteraan Sosial dan mengidentifikasi informan kunci. Wawancara dilakukan secara bertahap hingga data dianggap memadai . ata saturatio. Seluruh proses pengumpulan data dilakukan dengan tetap memperhatikan etika penelitian, termasuk informed consent dan kerahasiaan identitas informan. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan sebagaimana diuraikan oleh Miles dan Huberman . , yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Reduksi data dilakukan dengan memilah dan memilih data relevan sesuai fokus penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi tematik dan matriks ringkasan. Penarikan kesimpulan dilakukan secara induktif dengan memverifikasi temuan melalui triangulasi data antarinforman. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Kesejahteraan Sosial. Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Prodi Kesejahteraan Sosial merupakan salah satu program studi yang berfokus pada pengembangan ilmu kesejahteraan sosial berbasis nilai-nilai keislaman, dengan visi melahirkan lulusan yang berkarakter, kompeten, serta siap berkontribusi bagi masyarakat. Secara geografis dan sosiokultural. UIN Ar-Raniry berlokasi di Kota Banda Aceh, yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan Islam di Provinsi Aceh. Mahasiswa yang menempuh studi di prodi ini berasal dari berbagai daerah di Aceh dan luar provinsi, sehingga membawa keragaman latar belakang sosial, budaya, dan kebiasaan belajar. Prodi ini didukung oleh dosen-dosen yang berpengalaman, serta aktif mengembangkan berbagai program penguatan karakter, khususnya dalam bidang kedisiplinan dan integritas akademik. Lingkungan kampus yang religius dan disiplin, didukung oleh kebijakan akademik berbasis nilai Islami, menjadi faktor penting dalam membentuk kultur akademik serta strategi pembinaan karakter di prodi ini. Konteks inilah yang menjadi latar penelitian mengenai strategi dosen dalam membentuk karakter disiplin JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter disiplin mahasiswa di Program Studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry berlangsung secara terstruktur melalui perencanaan strategi, implementasi yang konsisten, serta refleksi terhadap berbagai kendala yang dihadapi. Dosen memiliki peran yang sangat sentral dalam menentukan arah dan budaya disiplin di lingkungan akademik. Dari wawancara mendalam dan observasi, ditemukan bahwa strategi dosen tidak hanya berfokus pada penegakan aturan, tetapi juga menekankan pentingnya keteladanan, pembiasaan nilai, serta penciptaan lingkungan pembelajaran yang suportif. Selain itu, keterlibatan aktif mahasiswa dan upaya inovatif dalam pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam proses internalisasi disiplin. Namun demikian, proses ini juga menghadapi sejumlah tantangan, baik yang berasal dari faktor internal mahasiswa, lingkungan sosial, maupun kebijakan institusi. Temuan utama penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Ringkasan Temuan Utama Penelitian Fokus Temuan Indikator Data Lapangan Sumber Data Perencanaan strategi Keteladanan, penegasan aturan, penciptaan Wawancara Z, lingkungan inklusif Implementasi Disiplin strategi di kelas pelibatan mahasiswa, komunikasi digital Kendala Kurang pengaruh lingkungan, dukungan keluarga H. W tugas. Wawancara H. W motivasi. Wawancara. Upaya pendukung Workshop, orientasi, konsistensi sanksi. Wawancara W, dan refleksi kolaborasi dosen-mahasiswa Sumber: Diolah dari Data Hasil Penelitian, 2025 Berdasarkan tabel di atas, analisis lebih lanjut terhadap setiap aspek utama strategi pembentukan karakter disiplin mahasiswa akan diuraikan pada sub-poin berikut. Perencanaan Strategi oleh Dosen Perencanaan strategi dosen dalam mendidik karakter disiplin mahasiswa di Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry tidak sekadar JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. formalitas administratif, tetapi menjadi proses fundamental yang dirancang sejak awal sebelum pembelajaran berlangsung. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa dosen memiliki kesadaran tinggi terhadap peran mereka sebagai pendidik, tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu, tetapi juga penanaman karakter. Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu informan: AuMenjadi dosen itu sama halnya kita menjadi pendidik bagi mahasiswa. Seorang pendidik harus mampu menjadi suri tauladan bagi mahasiswanya. Harus mampu memberikan contoh-contoh yang baik. Kalau jam kuliah saya, saya wajibkan mahasiswa saya disiplin. Tidak boleh telat masuk kelas, serta yang laki-laki tidak boleh menggunakan kaosAy (Wawancara Z. Mei 2. Dari kutipan tersebut terlihat bahwa perencanaan dosen sangat menekankan aspek keteladananAidosen menyiapkan diri untuk konsisten dalam disiplin waktu, sikap, dan penampilan, karena meyakini bahwa pembentukan karakter mahasiswa sangat ditentukan oleh figur dosen di hadapan mereka. Pendekatan keteladanan ini selaras dengan teori pendidikan karakter, di mana guru atau dosen sebagai role model merupakan elemen sentral internalisasi nilai disiplin (Sudrajat, 2011. Mardhiah, 2. Lebih lanjut, perencanaan strategi dosen juga menyasar pada penciptaan lingkungan pembelajaran yang toleran, terbuka, dan adaptif terhadap keberagaman mahasiswa, sebagaimana ditegaskan oleh informan lain: AuPerencanaan yang harus dilakukan oleh seorang pendidik termasuk yang saya terapkan sendiri di kampus yaitu menyiapkan diri sendiri dengan perilaku yang sopan, toleransi antar sesama. Karena di dunia kampus terdiri dari berbagai kalangan dari berbagai daerah. Dengan demikian sikap menghargai antar sesama bisa ada pada mahasiswa khususnya Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN ArRaniry. Ay (Wawancara W. Mei 2. Hal ini memperlihatkan bahwa perencanaan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga membangun iklim sosial-kultural yang kondusif bagi pertumbuhan nilai disiplin. Konteks keberagaman mahasiswa di lingkungan kampus menuntut dosen merancang strategi pembinaan karakter yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Dalam aspek perencanaan teknis, dosen juga mempersiapkan aturan dan tata tertib yang jelas serta terukur, seperti ketentuan kehadiran, tugas, dan sikap akademik. Ini ditegaskan dengan pembiasaan sikap jujur, antara lain: AuPerencanaan itu memang sangat penting dalam segala aspek kehidupan kita. Mau melakukan sesuatu kita dianjurkan melakukan perencanaan agar apa yang kita inginkan mudah tercapai. Sama halnya dengan Pendidikan karater pada Sebelum menanamkan itu semua, maka saya sebagai dosen menyiapkan diri saya untuk pantas dan ready dalam memberikan Pendidikan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. karakter itu pada anak didik saya. Jadi biasanya saya datang tepat waktu sesuai dengan jadwal, berpakaian rapi. Begitupun berlaku pada mahasiswa. Selain itu mahasiswa saya terapkan untuk mempunyai sikap jujur. Seperti Ketika ujian semua hp harus dikumpulkan. Tidak boleh ada jawaban yang sama dan banyak lagi contoh lainnya. Ay (Wawancara H. Mei 2. Temuan ini memperlihatkan bahwa perencanaan dosen dalam mendidik disiplin mahasiswa merupakan proses yang multidimensi: menyangkut keteladanan, penguatan lingkungan pembelajaran, dan desain sistem pembinaan yang konsisten. Perencanaan matang tidak hanya memperjelas ekspektasi dosen terhadap mahasiswa, tetapi juga memberikan ruang dialog, kontrol, dan pengawasan internal bagi dosen untuk mengaktualisasikan peran mereka secara optimal. Dari sisi teoretis, perencanaan ini sejalan dengan model pendidikan karakter yang menekankan keterpaduan antara persiapan individu, keteladanan, dan adaptasi terhadap konteks sosial-budaya mahasiswa (Lickona, 2. Implikasinya, dengan perencanaan yang sistematis dan berbasis kebutuhan nyata mahasiswa, dosen mampu menumbuhkan disiplin sebagai bagian dari karakter yang tumbuh secara alami dalam keseharian akademik dan kehidupan sosial Implementasi Strategi dan Praktik di Kelas Implementasi strategi pembentukan karakter disiplin oleh dosen di Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry tercermin melalui tindakan nyata yang konsisten dalam berbagai aspek kehidupan akademik. Salah satu praktik utama yang ditemukan adalah keteladanan perilaku, di mana dosen hadir tepat waktu, menjaga kerapian, serta berperilaku jujur dalam segala aktivitas akademik. Hal ini bukan sekadar formalitas, tetapi dijadikan standar perilaku yang diharapkan mahasiswa untuk tiru. AuDalam perkuliahan saya selalu menjaga absensi kehadiran saya, masuk kelas sesuai jadwal, dan berpakaian rapi. Hal-hal sederhana ini saya lakukan agar mahasiswa terbiasa dengan nilai disiplin. Saya juga menuntut mahasiswa disiplin dalam mengumpulkan tugas dan mengikuti aturan kelasAy (Wawancara H. Mei Keteladanan seperti ini memperkuat argumen teori pendidikan karakter yang menekankan pentingnya peran dosen sebagai model perilaku (Mardhiah, 2. Dengan mahasiswa secara langsung mengamati dan mengalami, nilai disiplin dapat diinternalisasi lebih efektif daripada hanya instruksi verbal. Dalam konteks ini, dosen tidak sekadar bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing dan menghidupkan nilai disiplin melalui JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. konsistensi sikap dan tindakan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan model pendidikan karakter berbasis Auuswah hasanahAy dalam pendidikan Islam, di mana proses pembelajaran karakter berjalan secara alamiah melalui keteladanan figur sentral (Sudrajat, 2. Pada saat yang sama, dosen juga menegakkan aturan secara transparan dan Di awal perkuliahan, aturan-aturan kelas disosialisasikan dengan jelas, termasuk konsekuensi atas pelanggaran. AuSaya selalu membuat aturan yang transparan di awal perkuliahan. Mahasiswa harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh, termasuk sanksi jika melanggar. Ini membentuk rasa tanggung jawab mereka terhadap aturan yang berlakuAy (Wawancara S. Mei 2. Keberanian dan konsistensi dalam menegakkan aturan menjadi faktor penting dalam membentuk habitus disiplin, memperkuat temuan Puspita . dan Suryono et . bahwa kejelasan regulasi dan penegakan sanksi dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan keteraturan dalam diri mahasiswa. Namun, refleksi peneliti juga menunjukkan bahwa penegakan aturan yang hanya bersifat administratif cenderung kurang efektif jika tidak diikuti dengan komunikasi empatik dan dukungan terhadap mahasiswa yang mengalami kesulitan. Pelibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan akademik juga menjadi salah satu kunci implementasi strategi disiplin. Melalui diskusi kelompok, proyek bersama, dan aktivitas ekstrakurikuler, mahasiswa didorong untuk belajar menghargai waktu, mengelola tanggung jawab, dan membangun komitmen kolektif. AuSaya sering melibatkan mahasiswa dalam diskusi dan proyek kelompok. Selain untuk pembelajaran, ini juga melatih mereka menghargai waktu, menyelesaikan tugas bersama, dan bertanggung jawab terhadap komitmen yang sudah dibuatAy (Wawancara Z. Mei 2. Konsep pelibatan aktif ini selaras dengan teori social learning Bandura . yang menegaskan bahwa pembentukan karakter efektif terjadi dalam situasi sosial yang Mahasiswa belajar bukan hanya melalui instruksi, tetapi juga dengan mengalami dinamika kerja sama, dialog, dan penyelesaian masalah secara langsung. Implikasinya, strategi pembentukan disiplin melalui pelibatan aktif mampu menumbuhkan rasa kepemilikan dan kontrol diri mahasiswa atas perilaku disiplin. Pemanfaatan media sosial dan teknologi digital semakin memperkuat implementasi strategi disiplin, seiring dengan kebutuhan adaptasi pada era pembelajaran modern. AuSaya memanfaatkan grup WhatsApp atau platform daring untuk mengingatkan mahasiswa tentang deadline tugas atau pertemuan kelas. Dengan begitu. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. komunikasi tetap terjaga dan mahasiswa lebih disiplin dalam mengatur waktunyaAy (Wawancara W. Mei 2. Strategi digital ini menunjukkan inovasi dosen dalam merespons tantangan Revolusi Industri 4. 0 (Urbanus, 2021. Dahul et al. , 2. , dengan mengintegrasikan komunikasi digital sebagai penguat kedisiplinan. Pengingat tugas, jadwal kuliah, dan informasi penting yang diberikan secara daring ternyata efektif dalam menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap keteraturan dan tanggung jawab waktu, sehingga disiplin tidak hanya dibangun di ruang kelas fisik, tetapi juga pada ruang-ruang virtual yang kini menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Selain strategi eksternal, dosen juga menanamkan pendekatan self-concept agar mahasiswa mampu mengenali kekuatan, kelemahan, serta membangun kesadaran diri. AuPendekatan yang saya gunakan salah satunya adalah mendorong mahasiswa mengenal diri sendiri, memahami kekuatan dan kelemahannya, sehingga mereka bisa lebih sadar dan bertanggung jawab atas perilaku serta tugas akademiknyaAy (Wawancara S. Mei 2. Pendekatan ini sangat penting, karena disiplin sejati hanya akan tumbuh jika mahasiswa mampu menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan, bukan sekadar mematuhi aturan eksternal (Wahkidi & Widyaningsih, 2. Dengan demikian, dosen bukan hanya sebagai pengontrol, tetapi juga fasilitator pertumbuhan karakter mahasiswa secara Implementasi ini memperlihatkan bahwa strategi pembentukan karakter disiplin yang efektif adalah strategi yang menggabungkan keteladanan, konsistensi aturan, pelibatan aktif, pemanfaatan teknologi, dan penguatan self-concept secara harmonis. Kombinasi inilah yang membuat proses pembentukan disiplin di Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry bukan sekadar rutinitas administratif, tetapi menjadi proses pembelajaran karakter yang kontekstual dan berkelanjutan. Implikasinya, model ini sangat potensial untuk diadaptasi di institusi pendidikan tinggi lain dengan karakteristik Kendala dalam Pembentukan Karakter Disiplin Dalam upaya membentuk karakter disiplin mahasiswa, dosen di Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry menghadapi beberapa kendala utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa masih banyak mahasiswa yang kurang memahami pentingnya konsep diri dalam proses pembentukan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. karakter disiplin. Akibatnya, strategi yang diterapkan dosen terkadang tidak dapat diinternalisasi secara optimal oleh mahasiswa dalam kehidupan akademik mereka. Selain itu, rendahnya motivasi belajar menjadi tantangan tersendiri. Masih ditemukan mahasiswa yang kurang aktif mengikuti perkuliahan, jarang hadir, kurang terlibat dalam diskusi, bahkan dalam beberapa kasus hanya mengerjakan tugas secara asal-asalan atau menyalin pekerjaan dari internet maupun teman. Kondisi ini berdampak pada kedisiplinan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik. Faktor lingkungan juga berpengaruh, baik dari lingkungan pergaulan maupun lingkungan tempat tinggal mahasiswa seperti di kos atau asrama. Lingkungan yang kurang mendukung seringkali menyebabkan mahasiswa meniru perilaku kurang disiplin. Di samping itu, minimnya dukungan keluarga dalam membangun kedisiplinan semakin memperburuk situasi. Tidak hanya teman sebaya, tetapi kurangnya kontrol dan perhatian dari keluarga membuat mahasiswa kesulitan untuk mengembangkan perilaku disiplin yang kuat. Di tingkat institusi, tidak adanya aturan yang seragam antar prodi dan kurangnya dukungan institusional seperti monitoring dan evaluasi juga menjadi hambatan dalam pembentukan karakter disiplin mahasiswa. Akibatnya, dosen sering kali merasa upaya mereka tidak sepenuhnya didukung oleh sistem yang ada. Analisis terhadap temuan ini menegaskan bahwa pembentukan karakter disiplin tidak hanya menjadi tanggung jawab dosen, tetapi memerlukan sinergi antara individu mahasiswa, lingkungan sosial, keluarga, serta kebijakan institusi pendidikan (Dahul et al. , 2022. Suryono et al. , 2. Untuk mengatasi kendala-kendala ini, diperlukan pendekatan yang holistik, inovatif, dan kolaboratif antara semua pihak terkait, agar proses internalisasi nilai-nilai disiplin dapat berlangsung secara efektif dan berkelanjutan. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa strategi dosen dalam membentuk karakter disiplin mahasiswa di Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dilakukan secara terencana, terstruktur, dan konsisten melalui berbagai pendekatan. Perencanaan strategi menitikberatkan pada keteladanan, penciptaan lingkungan pembelajaran yang inklusif, serta penegakan aturan yang jelas dan adaptif terhadap keberagaman mahasiswa. Implementasi strategi disiplin terejawantah dalam konsistensi perilaku dosen, pelibatan aktif mahasiswa, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era digital. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Di sisi lain, penelitian ini juga menemukan adanya kendala utama dalam proses pembentukan karakter disiplin, yaitu masih lemahnya internalisasi nilai disiplin pada mahasiswa, rendahnya motivasi belajar, pengaruh lingkungan sosial, serta minimnya dukungan sistemik dari keluarga dan institusi. Kendala-kendala ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin merupakan proses yang kompleks dan memerlukan sinergi antara peran dosen, mahasiswa, lingkungan sosial, serta kebijakan institusi pendidikan. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat pentingnya integrasi antara pendekatan keteladanan, pembiasaan, penguatan lingkungan akademik, serta inovasi teknologi dalam pendidikan karakter. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan tinggi Islam untuk merumuskan kebijakan pembinaan karakter disiplin yang lebih efektif, holistik, dan berkelanjutan. *** DAFTAR PUSTAKA