JurnalKajianKesehatanMasyarakat Vol . 4 No. Edition:November 2023-April 2024 http://ejournal. id/index. php/JK2M Received:17 Oktober 2023 Revised:20 Oktober 2023 Accepted: 10 November 2023 FAKTOR FAKTOR DOMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI KABUPATEN ASAHAN TAHUN 2023 Zumrohtul Husna 1. Erika Saragih 2. Putri Ayu YessyAriescha 3 Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua E-Mail: Zumrohtulhusna@gmail. ABSTRACT Zumrohtul Husna. Dominant elements associated with Prevention of Malaria in Kisaran Barat District. Asahan Regency in 2023. Thesis, branch of grasp of Public health, school of Public fitness. Deli Husada Deli Tua health Institute. Asahan District is centered that allows you to dispose of malaria in 2025, but with a substantial growth inside the variety of fine instances remaining yr in 2 Districts and primarily based at the preliminary survey, particularly in West Kisaran and East Kisaran Subdistricts, there has been a trade in fame from the Low Endemic category to the mild Endemic class. the researchers are interested by inspecting the dominant factors associated with the prevention of malaria within the Asahan District, in particular inside the Kisaran Barat District. The studies method used in this take a look at became matched case-control. The populace in this take a look at were all high-quality malaria patients recorded inside the E-Sismal . lectronic-Malaria Surveillance records devic. and no longer malaria patients in the work place. Sidodadi sanatorium. The samples in this take a look at had been 39 instances and 39 controls. The statistics analysis used become univariate, bivariate the usage of the Chi-rectangular test, and multivariate evaluation the usage of the logistic regression check. The outcomes confirmed that there was a vast dating among using mosquito nets . =0. , the use of repellant . =0. , the set up of cord netting . =zero. , and the prevention of malaria. recommendations that can be given are to empower and mobilize the network to continue to be energetic in efforts to save you malaria, offer records to the network and Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. additionally provide counseling associated with malaria on an ongoing basis, talk and endorse for the government to always actively help, and additionally provide motivation to the network for you to enhance malaria prevention measures. Keywords: Use of mosquito nets, mosquito repellent, repellant, gauze, protective clothing, prevention of malaria Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. PENDAHULUAN Tindakan pencegahan adalah kegiatan atau aktivitas dalam yang dilakukan terlebih dahulu sebelum terjadinya penyakit (Noor, 2009:. Tindakan pencegahan penyakit merupakan bentuk dari perilaku kesehatan yang dapat terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit (Wawan Dewi,2011:. Tindakan malaria merupakan kegiatan yang secara nyata dilakukan denga n perorangan dan masyarakat dalam terjadinya penyakit malaria. Berdasarkan WHO dalamWorld Malaria Report 2021, secara global terjadi peningkatan kasus malaria di tahun 2020. Pada tahun 2020 ada 241 juta kasus malaria di 85 negara endemis malaria . ermasuk wilayah Guyana Pranci. , meningkat dari 227 juta pada tahun 2019. Insiden kasus malaria yaitu kasus per 1000 populasi berisiko, pada tahun 2019 insiden kasus malaria 56 per 1000 populasi meningkat menjadi 59 pada tahun 2020. Peningkatan pada 2020 dikaitkan dengan gangguan layanan selama pandemi COVID-19 (World Health Organization, 2. Walaupun tantangan primer bagi kesehatan rakyat dan pembangunan sosial ekonomi, terutama pada negara sesuai data WHO dalam World Malaria Report 2021, kematian dampak malaria berada pada daerah Afrika . asus 82% serta kematian 95%), diikuti oleh daerah Asia Tenggara . asalah 10% dan kematian dua%) (World Health Organization, 2. Agenda Penelitian Eliminasi Malaria . al ERA) diusulkan pada tahun 2011 di Brazil (Melo dkk. Tujuan utama mal ERA adalah mengurangi beban dan memberantas malaria di 91 negara dan wilayah dengan penularan malaria yang sedang berlangsung di dunia. Tujuan utama nya secara global. Sementaraitu di Republik Rakyat China (Sun dkk. Program eliminasi malaria nasional (NMEP) diluncurkan pada eliminasi malaria secara nasional pada tahun 2020. Pemerintah Indonesia mencanangkan program AuMenuju Indonesia Bebas MalariaAy tahun acara ini sudah dituangkan di Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 293/ MENKES/SK/IV/2009 lepas 28 April 2009 ihwal Eliminasi Malaria di Indonesia warga yg hayati sehat, terbebas berasal penularan malaria secara bertahap yg akan tercapai sampai sebagai akibatnya di tahun 2030 Indonesia ditargetkan Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. buat mencapai termin eliminasi Selain itu sebab sebagian masyarakat belum tahu malaria, cara pengobatan yang sahih dan rendahnya kepedulian masyarakat buat berperan aktif pada upaya pencegahan penularan malaria. Maka untuk mencapai hasil yang optimal dan berkualita supaya kesehatan dasar dan program Menurut Ivan Elisabeth Purba (Purba, 2. sasaran eliminasi malaria 2030 . i perkara Nusa Tenggara Timu. dapat malaria, mirip upaya intensifikasi serta ekstensifikasi ditingkatkan, diikuti menggunakan perbaikan penatalaksanaan perkara, serta pengendalian vektor. Secara nasional masalah penyakit malaria masih menjadi perhatian, berdasarkan data pada Papua terbanyak yakni 216. 841 kasus pada tahun 2020 menjadi 243. di tahun 2021. Lalu disusul oleh Provinsi Sumatera Utara yang terdapat peningkatan jumlah kasus dari 998 kasus di tahun 2020 529 pada tahun 2021 (Puspa. Kementerian Kesehatan RI dalam Factsheet SituasiTerkini Malaria menyebutkan terdapat 12 . ua bela. Kabupaten/Kota endemis malaria di Provinsi Sumatera Utara yakni. Kabupaten Batubara. Nias. Nias Selatan. Tapanuli Tengah. Labuhan Batu. Labuhan Batu Utara. Asahan. Mandailing Natal. Nias Utara. Nias Barat. Langkat dan Kota Gunung Sitoli. Dari data diatas, pada tahun 2019 hanya Kabupaten Batubara terkategori endemis sedang, dan 11 lainnya merupakan kategori endemis rendah. Dalam penelitian tentang epidemiologi faktor risiko Malaria di Kenya (Essendi 2. terdapat sebanyak 302 kasus malaria dicocokkan dengan 604 kontrol selama periode surveilans. Ditinjau dari kepadatan nyamuk serupa di rumah kedua kelompok terdapat persentase yang lebih besar pada kelompok kontrol . ,6%) menggunakan kelambu dengan keluarga penderita malaria . ,3%). Penggunaan ITN dikaitkan dengan tingkat episode malaria klinis yang lebih rendah . asio odds 0,51. 95% CI 0,390,68. P < 0,0. Pendapatan rendah adalah faktor yang paling penting terkait dengan infeksi malaria yang lebih tinggi . Penggunaan dengan berkurang nya infeksi malaria . dj OR 0,. Status pekerjaan ibu . ukan aya. dj OR 0,. dan tingkat pendidikan . dj OR 0,. merupakan faktor risiko malaria yang penting. Rumah dengan atap terbuka merupakan Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. faktor risiko malaria yang penting . dj OR 1,. di Indonesia sesuai penelitian Lewinsca, . literatur, faktor yang paling lebih banyak didominasi menghipnotis peristiwa malaria pada Indonesia yaitu penggunaan kelambu . , eksistensi breeding place . , norma keluar tempat tinggal di malam hari . , dan penggunaan obat anti nyamuk . akibat analisis multivariat menggantungkan pakaian ialah faktor risiko paling berpengaruh Kabupaten Asahan termasuk dalam kategori endemis rendah dengan jumlah kasus positif pada tahun 2019 adalah 76 kasus dan API 0,11A. Dari 25 kecamatan di Asahan ada 4 . kecamatan yang termasuk endemis malaria. Adapun persebaran datanya yaitu Kecamatan Sei Kepayang Timur 25 2,7A API, Kecamatan Silo Laut kasuspositif 0,9A API. Kecamatan Tanjung Balai 18 kasus positif 0,5A API, dan Kecamatan Bandar Pulau 14 kasus positif 0,6A API (Dinas Kesehatan Kab. Asahan. Pada tahun 2020 kasus malaria pada 4 kecamatan tersebut mengalami penurunan, dan di Kabupaten Asahan sebanyak 56 kasus positif 0,08A API (Dinas Kesehatan Kab. Asahan. Namun pada tahun 2021 kasus malaria meningkat tajam yaitu 786 kasus positif 1,10 A API kasusPlasmodium vivax dan 2 kasus Plasmodium falcifarum, hal ini membuat Kabupaten Asahan berubah status dari rendah menjadi kategori endemis Jumlah kecamatan yang menjadi endemis malaria di tahun 2021 juga bertambah 2 kecamatan endemis yakni KecamatanKisaran Barat dan Kecamatan Kisaran Timur, kecamatan endemis di Kabupaten Asahan(Dinas Kesehatan Kab. Asahan, 2. Setelah dilakukan penularan penyakit malaria namun belum juga membuahkan hasil malaria pada tahun 2022 semakin meningkat,dengan data terakhir per Desember2022 kasus malaria berjumlah 1294 kasus positif dengan API 1,84 %. Kabupaten Asahan ditargetkan untuk dapat eliminasi malaria di tahun 2025, namun dengan peningkatan jumlah kasus positif pada tahun 2022 yang siginifikan di 2 Kecamatan yakni Kecamatan Kisaran Barat dan Kecamatan Kisaran Timur, dan Kecamatan Kisaran Barat dan Kisaran Timur ditemukan adanya Malaria meningkat di Kecamatan Kisaran Barat, maka peneliti tertarik untuk faktor-faktor Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. berhubungan wawancara penyakit instrumen malaria di Kabupaten Asahan penelitian khususnya di Kecamatan Kisaran dilakukan menggunakan uji Chi Barat Square . erombolan perkara serta METODE kontro. memakai perangkat lunak Penelitian ini ialah analitik SPSS dengan derajat kepercayaan observasional atau acapkali juga 95% ( 0,. dianggap menggunakan penelitian penghitungan epidemiologic non-eksperimental menggunakan melihat p yaitu Bila dengan memakai metode matched p < 0,05 maka menunjukkan case-control . asus kontrol terdapat korelasi yang signifikan Penelitian ini antara satu variabel menggunakan dilaksanakan di Kecamatan Kisaran variabel lainnya. Barat Kabupaten Asahan di bulan Desember menggunakan Maret 2023. Teknik pengumpulan data yg digunakan yaitu data utama dan yang di lakukan menggunakan Hasil dan pembahasan Analisis data untuk menguji hubungan diantara dua kondisi . yang diduga berhubungan atau berkorelasi dilakukan melalui analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square (=0,. Tabel HubunganPenggunaanKelambudenganPencegahanPenya kit Malaria di KabupatenAsahanTahun 2023 PencegahanPenya Odds Ratio kit Malaria Val % CI) Kontrol Kasus Variabel (%) PenggunaanKel Tidak 4 0,020 1,328 . ,126 Ae berdasarkan hasil penelitian yang tersaji di tabel 4. 4 Analisis dominan hubungan penggunaan kelambu menggunakan pencegahan penyakit malaria sesuai akibat analisis statistik diperoleh yang akan Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. terjadi uji Chi-Square (XA) pertanda ada hubungan penggunaan kelambu menggunakan pencegahan penyakit malaria . ilai p= 0,. , sementara yang akan terjadi perhitungan OR= 1,328 menggunakan Confidence Interval (CI) 95%= 1,126 - tiga,851 artinya orang yg tidak melakukan pencegahan menggunakan memakai kelambu berisiko terkena malaria sebanyak 1,126 kali dibandingkan yg menggunakan kelambu. Tabel 4. 5 Hubungan Penggunaan Anti Nyamuk dengan Pencegahan Penyakit Malaria di Kabupaten Asahan Tahun Variabel Penggunaan Anti Nyamuk Tidak PencegahanPenya kit Malaria Kontrol Kasus (%) Val Odds Ratio % CI) 4 0,36 0,66 ,27 Ae Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada tabel 4. 5 Analisis dominan hubungan penggunaan anti nyamuk dengan pencegahan penyakit malaria berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil uji Chi-Square (XA) menunjukan tidak ada hubungan penggunaan anti nyamuk dengan pencegahan penyakit malaria . ilai p= 0,. , sementara hasil perhitungan OR= 0,66 dengan Confidence Interval (CI) 95%= 0,27-1,62. Tabel 4. 6 Hubungan Penggunaan Repellant dengan Pencegahan Penyakit Malaria di Kabupaten Asahan Tahun 2023 PencegahanPenya Odds Ratio kit Malaria Valu % CI) Kontrol Kasus Variabel (%) PenggunaanRe Tidak 2 0,022 1,343 Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. ,136 Ae Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada tabel 4. 6 Analisis dominan hubungan penggunaan repellant dengan pencegahan penyakit malaria berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil uji Chi-Square (XA) menunjukan ada hubungan penggunaan repellant dengan pencegahan penyakit malaria . ilaip= 0,. , sementara hasil perhitungan OR= 1,343 dengan Confidence Interval (CI) 95%= 1,1363,870 artinya orang yang tidak melakukan pencegahan dengan menggunakan repellant berisiko terkena malaria sebesar 1,343 kali dibandingkan yang menggunakan repellant. Tabel 4. 7 Hubungan Pemasangan Kawat Kasa dengan Pencegahan Penyakit Malaria di Kabupaten Asahan Tahun 2023 PencegahanPenya Odds Ratio kit Malaria Valu % CI) Kontrol Kasus Variabel (%) PemasanganKa watKasa Tidak 1 0,025 1,314 . ,111 Ae berdasarkan hasil penelitian yang tersaji pada tabel 4. 7 Analisis secara umum dikuasai korelasi pemasangan dawai kasa menggunakan pencegahan penyakit malaria berdasarkan yang akan terjadi analisis statistik diperoleh akibat uji Chi-Square (XA) membagikan terdapat korelasi pemasangan kawat kasa dengan pencegahan penyakit malaria . ilai p= 0,. , ad interim hasil perhitungan OR= 1,314 dengan Confidence Interval (CI) 95%= 1,111-tiga,887 ialah orang yg tidak melakukan pencegahan menggunakan melakukan pemasangan dawai kasa berisiko terkena malaria sebanyak 1,314 kali dibandingkan yg melakukan pemasangan dawai kasa. Tabel HubunganPenggunaanPakaianPelindungdenganPenceg ahanPenyakit Malaria di KabupatenAsahanTahun 2023 PencegahanPenya Odds Ratio Variabel kit Malaria Valu Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. Kontrol Kasus (%) MenggunakanP akaianPelindun Tidak . % CI) 1 0,488 0,72 . ,29 Ae Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada tabel 4. 8 Analisis dominan menggunakan pakaian pelindung dengan pencegahan penyakit malaria berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh hasil uji Chi-Square (XA) menunjukan tidak ada hubungan penggunaan pakaian pelindung dengan pencegahan penyakit malaria . ilai p= 0,. , sementara hasil perhitungan OR= 0,72 dengan Confidence Interval (CI) 95%= 0,291. Analisis Multivariat Atas secara bersama-sama . otode ente. Adapun hasil akhirnya sebagai berikut: Tabel 4. 9 Hasil Analisis Logistic Regression Variabel 95%CI Upper Penggunaan Kelambu Penggunaan Repellant Pemasangan Kawat Kasa sesuai tabel 4. 9 membagikan bahwa penggunaan kelambu, penggunaan repellant, pemasangan kawat kasa sesudah dilakukan analisis multivariat secara bersama-sama memberikan permanen memiliki korelasi yg signifikan menggunakan pencegahan malaria pada Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan, dimana ketiga variable tadi memiliki nilai p-value <0,05. Dimana asal ketiga variabel tersebut yang paling berafiliasi dengan pencegahan penyakit malaria yaitu penggunaan repellant dengan OR=tiga,310 . % CI : 1,114 Ae 9,. yg merupakan Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. orang yg tak memakai repellant di malam hari sebelum tidur memiliki resiko terkena malaria sebanyak 3,310 kali dibandingkan yang memakai repellant di malam hari sebelum tidur. KESIMPULAN Berdasarkan nyamuk sangat banyak di penelitian,maka daerah tersebut. Kesimpulan Tidak terdapat hubungan dalam penelitian ini adalah dari 5 variabel yang diteliti ada 3 Variabel pelindung . akaian penutup yang berhubunganYaitu : dan ada 2 bada. dengan pencegahan yang tidak berhubungan yaitu : Terdapat Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan Tahun dengan pencegahan penyakit Kecamatan Kisaran Barat repellant dari pada pakaian KabupatenAsahanTahun merasa gerah. Terdapat DAFTAR PUSTAKA dengan pencegahan penyakit Kecamatan Afridayani. Afnel . Faktor Ae Kisaran Barat Kabupaten Faktor Asahan Tahun 2023. BerhubungandenganKejadian Terdapa Malaria di Kisaran Barat KabupatenAsahanTahun dengan pencegahan penyakit Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten CDC. Malaria Parasite. AsahanTahun 2023. Diakses 12 Oktober 2022. Dan ada 2 variabel yang darihttp://w. gov/mala tidak berhubungan yaitu : ria/about/biology/parasites. Tidak terdapat hubungan penggunaan anti nyamuk . nsektisida rumah CDC. Malaria Diagnosis tangg. dengan pencegahan (United State. Diakses 12 Oktober Kecamatan Kisaran Barat darihttp://w. gov/mala Kabupaten Asahan Tahun ria/diagnosis_treatment/diag 2023 dikarenakan hanya bisa membunuh nyamuk dewasa sementara tempat Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. CDC. Ecology of Malaria. Kementerian Kesehatan Republik Diakses 12 Oktober 2022. Pedoman darihttp://w. gov/mala Nasional ria/about/biology/ecology. PelayananKedokteran Tata Laksana Malaria. Jakarta Isnaeni. Saraswati. Kementerian Kesehatan Republik Wuryanto. , &Udiyono. Faktorperilaku dan PedomanPenyelenggaraanSu rveilans dan Sistem Malaria. Jakarta kerjaPuskesmasGebangKabu Laporan Situasi Terkini patenPurworejo. Jurnal Perkembangan Program Kesehatan Masyarakat Pengendalian Malaria (Undi. , 7. , 31-38. Indonesia Tahun Jakarta Kementerian Kementerian Kesehatan Republik Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor Laporan E-Sismal . lektronika293/Menkes/SK/IV/2009 Sistem informasi Surveilans tentangEliminasi Malaria. Malari. Puskesmas Sidodadi Jakarta Tahun 2022. Asahan Kementerian Kesehatan Republik Lewinsca. Raharjo. &Nurjazuli. PedomanPengendalianVektor Faktorrisiko Malaria. Diakses darihttps://drive. malaria di Indonesia: review /file/d/0BxNNPzsAPw_gY1p1 literatur 2016-2020. Jurnal N3NHRjZVb28/view Kesehatan Lingkungan, 11. , 16-28. Kementerian Kesehatan RI. PedomanManajemen Malaria. Marsaulina. Diaksesdarihttps://drive. Potensipersawahansebagai com/file/d/0BxNNPzsAPw habitat larva nyamukvektor _gQUlEb2lDTi1CTnM/viw malaria (Anopheles spp. Kementerian Kesehatan RI. Buku Saku Tata Laksana erkala . uatueksperimen di Malaria. Jakarta DesaSihipengKecamatanSi abukabupatenMandailing Husna,Saragih&Ariescha Faktor-Faktor Dominan. Natal Provinsi Sumatera Utar. Disertasi. Universitas Indonesia. Jakarta. Working Areas PuskesmasDawai District East Yapen Sub Province KepulauanYapen. Int J Sci Healthc Res, 3. , 34-45. Mbanefo. , & Kumar. Evaluation malaria Setyaningrum. Endah. diagnostic methods as a Mengenal Malaria key for successful control Vektornya. Bandar and elimination programs. Lampung: Pustaka