Eka Wati. Siti Nurhaliza. M Rizky Padriansyah. Abdurrahmansyah. Tantangan Guru di Era Digital: Masalah dan Solusi Kebijakan Pendidikan Eksplorasi Tantangan Guru di Era Digital dan Solusi Kebijakan Pendidikan Eka Wati Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, ekawati_23021060035@radenfatah. Siti Nurhaliza Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, sirinurhaliza_23021060049@radenfatah. Rizky Padriansyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, mrizkypadriansyah_23051060247@radenfatah. Abdurrahmansyah Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, abdurrahmansyah73@radenfatah. Abstrak Dunia pendidikan telah dipengaruhi secara signifikan oleh munculnya era digital, khususnya dalam kaitannya dengan tugas dan tanggung jawab pendidik. Ada beberapa manfaat dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pendidikan. dan juga menghadirkan tantangan, seperti rendahnya keterampilan digital guru, ketimpangan akses terhadap teknologi, serta tuntutan untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi oleh pendidik di era teknologi digital serta merumuskan solusi kebijakan pendidikan yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menerapkan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data yang dikumpulkan dari berbagai artikel ilmiah dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi . ontent analysi. , yaitu dengan mengidentifikasi tema-tema utama, mengelompokkan data berdasarkan kategori tantangan dan solusi, serta menafsirkan isi dokumen untuk merumuskan rekomendasi kebijakan pendidikan digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menghadapi tantangan tersebut, diperlukan kebijakan yang berfokus pada peningkatan kompetensi digital guru melalui pelatihan berkelanjutan, pemerataan akses terhadap infrastruktur teknologi, serta pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel dan sesuai dengan perkembangan digital. Selain itu, pendidik juga diharapkan dapat menjalankan fungsi sebagai fasilitator pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa serta memanfaatkan teknologi secara optimal dalam proses belajar-mengajar. Dengan kebijakan yang tepat dan kesiapan guru dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi, transformasi pendidikan di era digital dapat berjalan lebih optimal. Sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan sistem pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan siswa di masa depan Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta Pastikan sistem pendidikan masih sesuai dengan tuntutan siswa dan perkembangan zaman. Kata Kunci: tantangan era digital, kompetensi guru, tranformasi pendidikan digital, kebijakan pendidikan, guru era digital. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 221 - 234 dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (Wahyudi & Jatun, 2. , kemajuan ini telah mengubah lingkungan pendidikan di seluruh dunia. Era digital telah menciptakan paradigma baru dalam proses pembelajaran, yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan dunia Pendidikan (Nasution et al. , 2. Dengan kehadiranya teknologi telah memberikan banyak manfaat serta kemudahan dalam proses Teknologi memiliki dampak besar dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas Pendidikan (Dania Purba et al. Teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, menciptakan paradigma baru dalam proses belajar-mengajar. Berdasarkan teori konstruktivisme (Piaget & Vygotsk. menyoroti betapa pentingnya interaksi peserta didik dengan lingkungan Di era digital, teori ini semakin relevan karena teknologi memungkinkan interaksi yang lebih luas dan akses terhadap berbagai sumber belajar. Selain itu, teori teknologi pendidikan mendukung pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efektivitas Namun, meskipun teknologi menawarkan banyak peluang, terdapat berbagai Kesulitan yang dialami pendidik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. (Kinas & Nilawati, 2. , guru menghadapi tantangan baru serta perubahan peran dalam dunia pendidikan (Zebua, 2. Menurut Prof. Dr. Sudarwan Danin Guru tidak lagi sebagai mesin penjual pengetahuan melainkan harus mampu tampil sebagai pelatih atau fasilitator belajar. Pendidik memiliki peran krusial Dalam proses belajar-mengajar, mentor sebagai pemandu yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan mereka selain memberikan proses belajar-mengajar, mentor berperan sebagai pemandu yang mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Transformasi ini menuntut pendidik untuk mampu beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam proses belajarmengajar. Integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan hanya menjadi pelengkap, melainkan menjadi elemen penting pembelajaran (Melisa, 2. Fokus penelitian ini adalah kesulitan guru dalam memasukkan teknologi ke dalam proses pembelajaran di era digital. Meskipun kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi telah keuntungan bagi pendidikan, banyak sekali pendidik yang menghadapi tantangan dalam menyesuaikan metode mereka untuk memenuhi kebutuhan siswa saat ini. Tantangan ini termasuk keterbatasan dalam tradisional dan kebutuhan siswa saat ini, dan kesulitan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran berbasis teknologi di mana siswa dapat berinteraksi dengan baik. Untuk mengatasi masalah ini, kebijakan pendidikan harus diubah secara menyeluruh. Perubahan ini akan mencakup meningkatkan kemampuan digital guru melalui pelatihan berkelanjutan, menyediakan berbagai macam infrastruktur teknologi yang adil, dan membuat kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh guru di era digital dalam menerapkan teknologi dalam pembelajaran, menemukan solusi yang dapat mendukung kebijakan pendidikan, dan memberikan saran yang memungkinkan guru untuk beradaptasi dengan teknologi. Pendidikan adalah salah satu dari sekian banyak aspek kehidupan yang sangat Eka Wati. Siti Nurhaliza. M Rizky Padriansyah. Abdurrahmansyah. Tantangan Guru di Era Digital: Masalah dan Solusi Kebijakan Pendidikan Pendidik memiliki tanggung jawab untuk membangun suasana belajar yang mendorong pembelajaran yang berpusat pada siswa (Naibaho & Banurea, 2. Guru menghadapi tantangan baru dalam dunia pendidikan. Mereka menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi, termasuk menguasai konsep baru dalam proses Perkembangan teknologi yang pesat, ketersediaan informasi tanpa batas, serta tuntutan untuk terus mengasah keterampilan digital menjadi tantangan utama bagi para Kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran digital menjadi faktor krusial dalam kesuksesan transformasi pendidikan. Kesiapan ini mencakup beberapa aspek, seperti kesiapan teknologi, kesiapan pedagogis, serta kesiapan mental dalam menghadapi perubahan metode pembelajaran (Wahyudi & Jatun, 2. Kesenjangan antara metode pembelajaran yang digunakan dengan perkembangan siswa saat ini. Banyak guru masih menerapkan pendekatan dari era 80-an, sedangkan siswa telah beradaptasi dengan teknologi dan metode pembelajaran yang lebih modern. Akibatnya, terjadi ketidaksesuaian dalam proses belajar-mengajar. Meskipun sistem pendidikan abad ke-20 tidak lagi sesuai untuk murid-murid masa kini, banyak guru yang masih belum sepenuhnya memahami atau memahami perubahan ini. Banyak pendidik yang tertinggal dalam mengikuti modernisasi Akibatnya, mengakses Informasi dapat diperoleh dengan cepat dari berbagai media, sedangkan pendidik masih sering menyampaikan materi secara lambat dengan sumber yang terbatas (Latif. Kehadiran teknologi telah memberikan banyak manfaat serta kemudahan dalam proses Teknologi memiliki dampak besar dalam meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pendidikan. Dengan teknologi, pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif dan kreatif, sehingga meningkatkan keterlibatan Perkembangan teknologi juga telah mengubah dunia pendidikan, menuntut para pendidik untuk terus mengasah keterampilan pemanfaatan teknologi (Dania Purba et al. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran menjadi salah satu upaya dalam mempersiapkan tenaga kerja di masa depan. Tenaga kerja mendatang diharapkan Menguasai keahlian yang selaras dengan tuntutan dunia professional (Candra Dewi et al. , 2. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran di butuhkan relevansi terkait di antara keduanya sebagaimana Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran sangat penting untuk mendukung keberhasilan pencapaian tujuan Salah satu bentuknya adalah penggunaan teknologi informasi, yang tidak hanya terbatas pada bidang komputer, tetapi pembelajaran dalam kurikulum merdeka. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merujuk pada berbagai peralatan teknis yang menyampaikan informasi. TIK terdiri dari dua komponen utama, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi mencakup semua yang berkaitan dengan pengolahan, pemanfaatan, manipulasi, dan pengelolaan data. Sementara itu, teknologi komunikasi berhubungan dengan penggunaan alat untuk memproses dan mentransfer data antara perangkat satu dengan yang lainnya. Disisi lain Secara filosofis, terdapat kesamaan antara komputer dan manusia dalam hal beberapa aspek seperti membaca, menulis, dan kesamaan nya manusia dan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 221 - 234 teknologi merupakan dapat mengumpulkan berbagai jenis data. Dalam pembelajaran, penggunaan teknologi memang penting namun penting untuk di ingat bahwa TIK tidak hanya mencakup alat elektronik canggih seperti komputer dan Sebaliknya. TIK juga melibatkan alat tradisional, misalnya bahan cetak, kaset audio. OHT atau OHP, sound slides, radio, dan televisi. TIK mencakup segala teknologi yang berkaitan pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Melisa, 2. Perkembangan teknologi dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak besar bagi dunia pendidikan. Peralihan menuju Smart Education, yang menggabungkan Internet of Things (IoT). Artificial Intelligence (AI), dan berkontribusi secara signifikan terhadap keterlibatan, motivasi, serta hasil belajar siswa. Sistem menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan dalam hal administrasi, metode pengajaran, dan sistem evaluasi. Untuk mengatasi kendala tersebut, teknologi cerdas dapat diimplementasikan dalam berbagai aspek pembelajaran, termasuk kelas pintar . mart classroom. , pedagogi berbasis teknologi . mart pedagog. , penilaian digital . mart assessmen. , serta administrasi sekolah yang lebih efisien . mart administratio. Dalam penerapannya di ruang kelas. AI dan IoT memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel, responsif, dan berbasis data. IoT mendukung pemantauan aktivitas siswa secara real-time serta membantu meningkatkan efektivitas proses pengajaran. Sementara itu. AI berperan dalam menganalisis perkembangan siswa, menyesuaikan tingkat kesulitan materi, serta memberikan umpan balik secara otomatis. Teknologi seperti chatbots dan asisten virtual membantu siswa dalam belajar secara mandiri, menyesuaikan pengalaman belajar berdasarkan tingkat pemahaman masing-masing individu. Selain menunjukkan bahwa integrasi IoT dalam dunia pendidikan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekolah, termasuk otomatisasi administrasi, pemantauan kehadiran digital, dan sistem keamanan berbasis sensor (Badshah et , 2. Teknologi terciptanya lingkungan belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Dalam konteks kelas, teknologi seperti pembelajaran berbasis AI, platform digital, dan alat pembelajaran adaptif membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan efektif. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran di kelas telah terbukti meningkatkan efisiensi dan efektivitas pendidikan. Artificial Intelligence (AI) dapat digunakan untuk menganalisis perkembangan siswa, menyesuaikan tingkat kesulitan materi, dan memberikan umpan balik yang lebih cepat. Selain itu, alat seperti chatbots dan virtual assistants dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep sulit secara lebih mandiri. Pembelajaran berbasis teknologi juga memungkinkan penggunaan metode yang lebih fleksibel, seperti pembelajaran jarak jauh, flipped classroom, dan gamifikasi, yang meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses Penelitian terkini mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memainkan peran penting dalam dunia AI dimanfaatkan tidak hanya untuk memantau perkembangan siswa, tetapi juga untuk menyesuaikan tingkat kesulitan materi serta memberikan umpan balik secara otomatis. Teknologi seperti chatbot dan asisten virtual memungkinkan siswa belajar secara mandiri, membantu menyesuaikan proses belajar sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu. Eka Wati. Siti Nurhaliza. M Rizky Padriansyah. Abdurrahmansyah. Tantangan Guru di Era Digital: Masalah dan Solusi Kebijakan Pendidikan Beberapa platform berbasis AI, seperti Knewton's Alta dan Century Tech, telah membuktikan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas proses belajar sekaligus meringankan beban kerja pendidik (Owoc et al. , 2. Dalam perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kecerdasan Buatan (AI) kini semakin dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi pembelajaran di kelas, baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaannya. AI tidak hanya berperan dalam aspek administratif, seperti proses penerimaan siswa dan perancangan kurikulum . roactive engagemen. , tetapi juga diterapkan secara langsung dalam kegiatan pembelajaran, misalnya melalui penggunaan tutor cerdas, sistem penilaian otomatis, serta prediksi capaian belajar siswa . eactive engagemen. Dalam lingkungan kelas. AI berkontribusi dalam menganalisis perkembangan siswa, menyesuaikan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan individu, serta memberikan umpan balik secara instan. Teknologi seperti chatbot dan asisten virtual memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri, sementara sistem pembelajaran adaptif . daptive learnin. membantu menyesuaikan pengalaman belajar berdasarkan tingkat pemahaman mereka. Studi terbaru juga mengungkap bahwa AI semakin banyak diterapkan dalam pembelajaran berbasis gamifikasi, analisis emosi siswa, serta sistem pendukung pengambilan keputusan bagi pendidik (Mallik & Gangopadhyay, 2. Bedasarkan apa yang telah diuraikan diatas jadi dapat di simpukan bahwa untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan solusi kebijakan pendidikan yang komprehensif. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi peningkatan kompetensi digital guru melalui pelatihan yang berkelanjutan, penyediaan pengembangan kurikulum yang lebih adaptif penyusunan kebijakan yang mendorong penggunaan teknologi di dalam kelas. Penggunaan teknologi dalam prpendidikan saat pembelajaran di kelas memiliki relevansi yang penting di era digital dan memiliki banyak manfaat untuk pembelajaran, salah satunya adalah transformasi pembelajaran. Siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik, tetapi juga dipersiapkan untuk dunia yang semakin bergantung pada teknologi. Manfaat yang ditawarkan oleh penggunaan teknologi digital sangatlah besar, meskipun ada sejumlah masalah yang perlu diatasi. Teknologi memiliki kemampuan untuk mengubah tempat belajar menjadi lebih inklusif, interaktif, dan responsif terhadap kebutuhan semua siswa. Karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji tantangan guru di era digital, mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan dalam kebijakan pendidikan, serta memberikan rekomendasi yang dapat membantu guru dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi. Dengan begitu, diharapkan bahwa penelitian ini akan dapat secara signifikan memajukan dan mendukung perubahan pendidikan di era digital serta memastikan bahwa pendidik tetap berperan sebagai fasilitator pembelajaran yang efektif di tengah perkembangan zaman. METODE Penelitian ini menerapkan metode studi kepustakaan, yaitu sebuah pendekatan yang meliputi pengumpulan dan analisis berbagai sumber literatur jurnal ilmiah, serta kebijakan pendidikan berkaitan dengan era digital. Studi pustaka dilakukan dengan menelaah referensi dari sumber yang kredibel untuk memahami tantangan yang dihadapi guru serta solusi yang dapat diterapkan dalam kebijakan pendidikan Data dikaji secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif guna memaparkan kondisi Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 221 - 234 terkini dan rekomendasi yang dapat diberikan bagi para pemangku kebijakan pendidikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Table berikut merupakan daftar artikel ilmiah yang peneliti gunakan dalam studi Tabel 1. Daftar Jurnal Artikel No Nama Penulis Judul Tahun Wahyudi dan Tantangan dan 2022 Jatun Peluang Pembelajaran Digital Sekolah Dasar Dania Purba et Strategi Pengembangan Profesionalisme Guru Di Era Digital. Nasution et al Tantangan Tingkat Kesiapan Guru Dalam Menghadapi Era Ddigital di Sekolah Dasar Latif Tantangan Guru Masalah Sosial Di Era Digital. Melisa Kesiapan Guru 2024 dalam TIK di Kurikulum Merdeka Badshah et al Towards Smart 2023 Education Internet Things: Survey Mallik dan Proactive and 2023 Gangopadhyay reactive engagement of Owoc. Sawicka dan Weichbroth Candra Dewi et al Kinas Nilawati Tarihoran Lubis Lestari Kurnia Naibaho Banurea Khalisatun Artificial Intelligence Technologies in Education: Benefits. Challenges and Strategies Implementation eran Kemajuan Teknologi Dunia Pendidikan. Tantangan Guru Dalam Menghadapi Era Digital 5 . Guru Dalam Pengajaran Abad 21 Peran Guru Pada Era Pendidikan 4. Implementasi Model Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di Era Digital Peran Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Inklusi Transformasi Eka Wati. Siti Nurhaliza. M Rizky Padriansyah. Abdurrahmansyah. Tantangan Guru di Era Digital: Masalah dan Solusi Kebijakan Pendidikan Husna et al. Peran Guru Di Era Digital: Tantangan Dan Peluang Zebua Analisis Tantangan dan Peluang Guru di Era Digital Mustopa et al. Peran Media Pembelajaran Inovatif dalam Pembentukan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam di Era Digital Mawarni et al. Analisis Kebijakan Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru di Era Digital Suheri et al. Guru Profesional Di Era Digital Manik et al. Penerapan Etika Profesional Guru dalam Era Digital : Tantangan dan Ssolusi Tari dan Peran Guru Hutapea Dalam Pengembangan Peserta Didik Di era Digital Nurzannah Peran Guru Dalam Pembelajaran Sadriani et al. Peran Guru Dalam Perkembangan Teknologi Pendidikan di Era Digital Menurut (Mustopa et al. , 2. seperti yang telah di kutip dalam (Mawarni et al. , 2. menyatakan bahwa AuDi era digital saat ini, perkembangan teknologi memberikan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan, terutama dalam peran guru sebagai fasilitator pembelajaranAy. Maka dari itu di era digital yang sangat pesat saat ini tentunya kebijakan berpokus pada peningkatan kompetensi pedagogik, maka dari itu pula seorang guru meningkatkan kualitas pendidikan pada kepesatan yang terjadi di era digital ini. Menurut (Tarihoran, 2. sebagaimana yang telah di kutip dalam menyatakan bahwa peran guru di era modern ini sangat berubah begitu besar sehingga untuk memenuhi seiring dengan kemajuan teknologi dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks, para pendidik harus pembelajaran, membimbing dan mendukung Pembelajaran yang di gunakan tentunya akan berpusat pada siswa agar mereka dapat aktif, dan kolaboratif. Maka guru harus dapat menjadi teladan dan dapat membantu siswa agar terlibat secara aktif dalam proses belajar dengan memanfaatkan teknologi, sumber daya digital, serta berbagai alat pembelajaran inovatif Sebagaimana diketahui, guru merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan dan dikenal sebagai pendidik profesional. Dalam hal ini, guru memiliki tanggung jawab untuk membimbing, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai, serta mengevaluasi peserta Maka dari iru guru sebisa mungkin tidak tertinggal dan terkikis oleh kemajuan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 221 - 234 perkembangan di era digital yang cakupan nya terjangkau sangat luas, karena banyaknya perubahan budaya yang terjadi di Sekolah harus menyesuaikan diri dengan tuntutan era modern, termasuk dalam sistem pendidikan, peran kurikulum, serta tanggung jawab guru dalam merancang, menerapkan, mencapai, dan menjaga hasil pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan abad modern, guru yang sesuai sangat diperlukan di era teknologi saat ini untuk menghadapi tantangan teknologi dalam pendidikan yang semakin pesat (Sadriani et al. Pada era digital ini tentunya segala hal yang bersangkutan tentang teknologi akan begitu mudah di akses maka dari itu peran guru dalam pendidikan dan pembelajaran harus menjadi contoh bagi siswa. Guru perlu menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, inovatif, ramah, serta fleksibel agar dapat membangkitkan minat siswa. Selain itu, guru juga berperan sebagai penggerak dalam memberikan motivasi, inspirasi, kreativitas, kerja tim, serta dalam pengembangan nilai-nilai karakter siswa (Lubis, 2. Apalagi pada zaman sekarang para orangtua begitu khawatir dengan perkembangan perilaku remaja. Hal ini mencerminkan bahwa orang tua menganggap pendidikan sebagai aspek utama dalam membentuk karakter yang lebih baik. Saat ini, banyak remaja menghabiskan sebagian besar waktunya di luar kelas, sehingga waktu bersama keluarga menjadi semakin berkurang, terutama dengan orang tua yang sibuk dengan pekerjaan mereka. Akibatnya, kesempatan untuk berbagi cerita atau berdiskusi tentang hal-hal di luar rumah menjadi terbatas. Oleh karena itu, orang tua memiliki kepercayaan yang besar kepada guru dalam mendidik anak-anak mereka (Tari & Hutapea, 2. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bab I dalam ketentuan umum di sebutkan tentang pengertian dari definisi pembelajaran yaitu AuProses interaksi peserta didik dengan pendidik pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajarAy. Lalu ada juga definisi guru dalam UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen BAB I pasal 1, yang mendefinisikan bahwa guru di definisikan: AuGuru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengahAy (Nurzannah, 2. Dengan mengatakan bahwa "guru sebagai pendidik yang profesional", maka dapat kita ketahui bahwa tidak semua orang dapat diangkat atau ditempatkan sebagai guru. Di sini kami dapat menyimpulkan bahwa Dalam konteks pendidikan yang terus berubah, terutama dengan perubahan budaya yang signifikan, peran guru semakin kompleks. Guru tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk mengajar, tetapi juga untuk membimbing, membina, serta melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa, maka dari itu di butuhkan peran seorang guru yang benarbenar ahli dalam bidang penyampaian pembelajaran yaitu seorang guru yang profesional, tentunya di era digital sekarang ini guru di hadapkan oleh berbagai macam tantangan yang perlu di hadapi untuk mencapai sebuah tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, berdasarkan pernyataan di atas, peneliti menetapkan beberapa masalah ataupun tantangan tentang bagaimana guru menyesuaikan diri dengan pembelajaran di era digital, tantangan yang dihadapi guru saat beradaptasi dengan pembelajaran di era digital, dan solusi yang dapat digunakan guru untuk menangani pembelajaran di era digital. Menurut (Lestari & Kurnia, 2. sebagaimana dikutip dalam (Suheri et al. , 2. Di era digital, pendidik dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Beberapa tantangan utama yang muncul antara Eka Wati. Siti Nurhaliza. M Rizky Padriansyah. Abdurrahmansyah. Tantangan Guru di Era Digital: Masalah dan Solusi Kebijakan Pendidikan lain: . Keterampilan teknologi: Banyak pendidik masih belum memiliki kompetensi yang memadai dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Mereka perlu menguasai berbagai alat dan aplikasi, seperti platform produktivitas, serta media interaktif. Oleh karena itu, pelatihan serta pengembangan profesional secara berkelanjutan menjadi sangat . Kesenjangan digital: Tidak semua peserta didik memiliki akses yang setara terhadap perangkat teknologi dan koneksi internet di rumah, yang menyebabkan perbedaan memanfaatkan teknologi. Guru perlu mencari solusi agar seluruh siswa dapat berpartisipasi secara adil dalam pembelajaran berbasis . Relevansi Pembelajaran: Tantangan lainnya adalah menjamin bahwa pemanfaatan teknologi berjalan secara optimal dan selaras dengan tujuan pembelajaran. Guru harus dapat memilih teknologi yang mendukung kebutuhan siswa tanpa mengurangi Hubungan sosial serta komunikasi, metode proses belajar yang interaktif dan berfokus pada peserta didik. Manajemen waktu: Penggunaan teknologi dalam pembelajaran memerlukan perencanaan yang matang. Guru harus mengalokasikan waktu untuk persiapan materi digital, menyediakan umpan balik, mengevaluasi tugas yang berbasis teknologi, serta mengawasi kemajuan siswa melalui platform daring. Keamanan dan etika digital: Dalam penggunaan teknologi, guru memiliki tanggung jawab untuk membimbing siswa dalam pemanfaatan yang aman dan beretika. Selain itu, menjaga privasi serta melindungi data siswa menjadi aspek penting yang harus diperhatikan guna menciptakan lingkungan belajar yang aman. Tantangan guru di era digital lembaga pendidikan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam menyesuaikan diri dengan era digital. Namun, masih banyak institusi yang belum sepenuhnya siap untuk beradaptasi secara cepat dan mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran secara Baik penyelenggara maupun pelaksana program pendidikan kini mulai menyadari bahwa transisi menuju digitalisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, sangat penting bagi semua pihak yang terlibat untuk menunjukkan komitmen dalam melaksanakan proses pembelajaran di era digital (Manik et al. , 2. Sejumlah tantangan yang dihadapi oleh guru di era digital antara lain . krisis moral yang ditandai dengan memudarnya nilai-nilai etika dan sopan santun di kalangan siswa. Sebagai dampak dari kemudahan akses informasi dan konten yang beragam melalui perangkat digital, banyak siswa terpapar pada konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai terkait pada prilaku sebuah moral dan budaya yang berlaku di Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta arus globalisasi telah membawa perubahan dalam nilai-nilai sosial. Nilai-nilai tradisional yang sebelumnya dijunjung tinggi kini mengalami penurunan. Perubahan ini terutama dirasakan di kalangan remaja, yang sangat terpengaruh oleh pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi dimasa sekarang yang cakupanya begitu sangat luas dan menyeluruh sehingga dapat diakses dengan sangat mudah dan juga tentunya sangat cepat. Literasi digital mencakup pengetahuan, keterampilan, serta pada sikap dalam memanfaatkan perangkat digital, seperti ponsel pintar, tablet, laptop, dan komputer desktop. Oleh karena itu, guru perlu memiliki keahlian di bidang komputer untuk dapat mengakses informasi dengan efisien, menyelesaikan berbagai masalah, mencari bahan ajar, serta menjalankan tugas administratif dengan lebih Penguasaan teknologi komputer pun Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 221 - 234 menjadi semakin krusial. Krisis sosial kehadiran internet telah menciptakan ruang virtual yang menyerupai kehidupan nyata. Media sosial memungkinkan banyak individu, termasuk pelajar, merasa lebih nyaman dalam membangun hubungan di dunia maya ketimbang berinteraksi secara langsung. Perkembangan IPTEK kemajuan teknologi yang berlangsung cepat menuntut guru untuk beradaptasi dengan sikap yang responsif, arif, dan bijaksana. Dalam konteks ini, responsif berarti kemampuan untuk menguasai berbagai produk teknologi, khususnya yang terkait dengan pembelajaran berbasis multimedia di dunia . Guru Sebagai teladan generasi milenial sering berpikir secara rasional, di mana pandangan mereka terbentuk oleh pengalaman yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menjadi teladan yang baik. Namun, apabila terdapat ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan, hal ini dapat merusak kepercayaan siswa terhadap proses pembelajaran. Pemanfaatan media pembelajaran yang berbasis teknologi, terutama komputer, dapat meningkatkan pengalaman belajar yang bermakna. Di tengah dalam menghadapi Revolusi Industri 4. 0, guru diharapkan mampu menguasai teknologi informasi agar dapat menciptakan metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Tantangan utama yang mereka hadapi saat ini berkaitan dengan bagaimana mengatasi dampak Kemajuan teknologi tidak hanya memengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga membawa perubahan mendalam terhadap aspek sosial dan budaya individu. Perubahan ini berdampak besar pada nilai-nilai dalam masyarakat, terutama di negara-negara dengan budaya Timur yang kuat, seperti Indonesia. Di Indonesia, kemajuan teknologi telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap budaya masyarakat, baik di lingkungan perkotaan maupun pedesaan. Oleh sebab itu, sebagai tenaga profesional, guru perlu terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam peran mereka sebagai pengajar maupun pendidik, untuk mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi. Sebagai akibatnya, kesulitan-kesulitan yang dihadapi menjadi semakin besar, terutama dalam hal membantu para siswa untuk berkembang menjadi sumber daya manusia yang unggul sesuai dengan tujuan pendidikan Selain itu, pendidik harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kemajuan memanfaatkan berbagai alat teknologi secara optimal guna mendukung kelancaran proses Dan juga guru dapat menjadi fasilitator pembelajaran yang mahir di era digital dengan kendala-kendala Guru bertanggung jawab untuk membantu siswa dalam memperoleh keterampilan yang relevan dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung dan Berikut tabel dibawah ini : Tabel 2. Tantangan Guru di Era Digital dan Solusi Kebijakan Pendidikan Tantangan Solusi Kemajuan yang mengacu pengetahuan, teknologi, kemerosotan moral. Melek Digital yang belum merata di kalangan guru Krisis sosial terjadinya perubahan interaksi media Memperkuat pemahaman nilai tradisional melalui pendidikan karakter berbasis teknologi Melakukan Mengajarkan etika dan keterampilan di sosial media Eka Wati. Siti Nurhaliza. M Rizky Padriansyah. Abdurrahmansyah. Tantangan Guru di Era Digital: Masalah dan Solusi Kebijakan Pendidikan Dengan adanya kebijakan yang tepat dan kesiapan guru dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi, transformasi pendidikan di era digital dapat berjalan lebih optimal. Hal ini diharapkan mampu Mengoptimalkan mutu pembelajaran sekaligus memastikan bahwa sistem pendidikan tetap selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswa di masa depan. Riset melakukan studi mendalam tentang keberhasilan program-program pengembangan keterampilan digital untuk pengajar dengan metode yang lebih terperinci dan dapat diukur hasilnya. Kajian lanjutan juga dapat menitikberatkan pada perancangan sistem penilaian kemampuan teknologi pendidik secara menyeluruh, serta pengaruh penerapan regulasi pendidikan berbasis digital terhadap capaian pembelajaran peserta didik di semua tingkat pendidikan. Diperlukan pula investigasi mengenai kerja sama antara lembaga pendidikan, sektor teknologi, dan instansi pemerintah dalam membangun lingkungan pendidikan digital yang berkesinambungan untuk menyediakan sudut pandang yang lebih komprehensif dalam penyusunan kebijakan pendidikan di era Saran Berdasarkan temuan yang telah dipaparkan dalam penelitian ini, kami selaku penulis ingin memberikan saran-saran untuk penelitian di masa mendatang. Bahwa sangat begiti penting untuk melakukan studi mendalam tentang keberhasilan program-program pengembangan keterampilan digital bagi guru. Penelitian semacam ini dapat membantu mengidentifikasi metode yang paling efektif dan memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai dampak pelatihan terhadap peningkatan kualitas Kami juga menyarankan kepada para penelitian selanjutnya agar untuk fokus pada Tantangan Guru di Era Digital dan Solusi Kebijakan Pendidikan Tantangan Solusi Perkembangan IPTEK yang cepat memerlukan kemampuan adaptasi yang Pelatihan teknologi rutin menggunakan platform online Guru menjadi teladan di kesenjangan antara ucapan dan perbuatan Akses terbatas terhadap media pembelajaran berbasis teknologi Meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan siswa sesuai nilai Menyediakan aksesibilitas dan PENUTUP Simpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru di era digital menjadi semakin menantang, sehingga diperlukan peningkatan keterampilan pembelajaran baru, serta kebijakan pendidikan yang mendukung integrasi teknologi dalam proses belajar-mengajar. Beberapa tantangan utama yang dihadapi mencakup keterbatasan literasi digital di kalangan guru, ketimpangan akses teknologi bagi siswa, serta perlunya Metode pembelajaran yang lebih dinamis dan selaras dengan kemajuan era modern. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan kebijakan pendidikan yang menyeluruh, termasuk pelatihan teknologi yang berkelanjutan bagi guru, pemerataan akses pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap kemajuan teknologi. Selain itu, diharapkan dapat pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing, memotivasi, dan menciptakan lingkungan belajar yang inovatif serta berpusat pada peserta didik. Jurnal Pendidikan Modern. Volume 10 Nomor 03 Tahun 2025, 221 - 234 komprehensif guna mengukur kemampuan teknologi pendidik dengan lebih akurat. Dengan adanya sistem penilaian yang baik, kita akan dapat lebih memahami hubungan antara keterampilan digital guru dan capaian pembelajaran siswa. Implementasi Model Pembelajaran Inovatif untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di Era Digital. JPG : Jurnal Pendidikan Guru, 4. , 205Ae222. Lubis. Peran Guru Pada Era DAFTAR PUSTAKA