AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies P-ISSN: 2622-9897 E-ISSN: 2622-9838 Vol. No. 2, 2025, 324-353 DOI: https://doi. org/10. 58223/al-irfan. Narrative Representation of ViolenceInduced Trauma Under Israeli Occupation: GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw Amanda Siva Saepuloh Sunan Gunung Djati State Islamic University. Indonesia sv28@gmail. Rohanda Rohanda Sunan Gunung Djati State Islamic University. Indonesia rohanda@uinsgd. Irfan Adriadi Sunan Gunung Djati State Islamic University. Indonesia addriadi@uinsgd. Abstract Keywords: Trauma resulting from violence often cannot be expressed directly Adania Shibli, in literary texts but instead emerges symbolically, hidden beneath the narrative. Nevertheless, through literature. Palestinian writers Violence, strive to record histories that are often overlooked by official Palestine. This study aims to uncover the representation of trauma Narrative in Adania ShibliAos novel Tafl Anaw through A. GreimasAos Semiotics, narrative semiotics. The novel serves as a literary representation Trauma that reveals Zionist violence and its accompanying trauma within the context of IsraelAos occupation of Palestine. Employing a qualitative-descriptive method with textual documentation, this research analyzes the actantial structure, spatial and temporal isotopies, and the inner structure through the semiotic square. The findings indicate that trauma in the novel is not only explicitly narrated but also symbolically manifested through spatial and temporal tensions and the interplay of actants within the story. Violence, the erasure of traces of violence, resistance, and the AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 silencing of the narrator are represented within interlocking semiotic relations. This study demonstrates that trauma in the text is structural and transgenerational, functioning as a symbolic field of resistance against power exercised through cultural violence. The findings further suggest that literary works can function as archives of collective memory, open critical spaces for interpreting historical wounds, and underscore the importance of semiotic perspectives in reconstructing trauma that is not explicitly depicted in modern Arabic literature. Abstrak Kata Kunci: Adania Shibli. Kekerasan. Palestina. Semiotika Naratif. Trauma Trauma akibat kekerasan sering kali tidak dapat diungkapkan secara langsung dalam teks sastra, melainkan hadir dalam bentuk simbolik yang tersembunyi di balik narasi. Meski demikian, melalui karya sastra penulis Palestina tetap berusaha merekam sejarah yang sering kali diabaikan oleh narasi resmi. Novel karya Adania Shibli merupakan representasi sastra yang mengungkap kekerasan Zionis dan trauma yang menyertainya dalam konteks pendudukan Israel atas Palestina. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi trauma akibat kekerasan pada novel Tafl Anaw karya Adania Shibli dengan pendekatan semiotika naratif A. Greimas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdeskriptif dengan teknik dokumentasi terhadap data teks, dan fokus analisis pada struktur aktansial, isotop ruang dan waktu, serta struktur batin melalui semiotic square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma dalam novel tidak hanya hadir dalam bentuk naratif yang tersurat, tetapi termanifestasi secara simbolik melalui ketegangan ruang, waktu, dan peran aktan dalam narasi. Kekerasan, penghapusan jejak kekerasan, resistensi, dan pembungkaman terhadap narator ditampilkan dalam hubungan semiotik yang saling mengunci. Penelitian ini memperlihatkan transgenerasional, serta menjadi medan perlawanan simbolik terhadap kekuasaan yang bekerja melalui kekerasan kultural. Temuan ini menunjukkan bahwa karya sastra dapat berfungsi sebagai arsip ingatan kolektif dan membuka ruang bagi pemaknaan kritis atas luka sejarah, serta menunjukkan pentingnya perspektif semiotik dalam merekonstruksi representasi trauma yang tidak diperlihatkan secara eksplisit dalam teks sastra Arab Received: 22-07-2025. Revised: 14-09-2025. Accepted: 23-09-2025 A Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi 325 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Pendahuluan Konflik Palestina-Israel telah berlangsung selama beberapa dekade dan menjadi salah satu konflik paling kompleks dalam sejarah modern. Pada masa Perang Dunia II, terjadi pembantaian orang-orang Yahudi di Eropa mendorong keinginan bangsa Yahudi untuk kembali ke wilayah Palestina, sebagaimana sebelumnya pernah diberi amanat oleh Theodore Herzl (Nurjannah & Fakhruddin, 2. Di sisi lain, wilayah Palestina saat itu berada dalam kekuasaan Inggris, yang melanggar Sykes-Picot Agreement (Islamiati & Rijal. Karena ketidakmampuan Inggris mengelola wilayah tersebut, para imigran Yahudi dari Eropa dengan berani mendeklarasikan Negara Israel pada 14 Mei 1948 di Tel Aviv (Adhim & Yuliati, 2. Masalah utama yang dihadapi masyarakat Palestina adalah upaya perebutan wilayah oleh kekuatan Zionis yang didukung oleh negara-negara Barat. Israel mengklaim wilayah Palestina sebagai warisan agama mereka (Alkhan & Ulinnuha, 2. , sementara Palestina menganggap wilayah tersebut sebagai otoritas kekuasaan mereka (F. Firdaus et al. , 2. Palestina mengganggap bahwa Inggris secara sewenang-wenang mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina dan mengabaikan kehendak mayoritas penduduk asli (Muwaffa, 2. Penguasaan atas tanah ini disertai pembentukan kebijakankebijakan yang membatasi hak-hak politik, ekonomi, dan sosial masyarakat Palestina di tanah mereka sendiri dan pertikaian Arab-Israel ini tetap menonjol sepanjang abad ke- 20 hingga ke-21 (A. Firdaus & Yani, 2. Konflik berkepanjangan ini menciptakan trauma mendalam bagi masyarakat Palestina. Trauma ini tidak hanya dialami oleh mereka yang menghadapi kekerasan langsung tetapi juga diwariskan kepada generasi Hal ini sejalan dengan pendapat Sianipar . alam Yuniani et al. , 2. bahwa dalam sistem kolonialisme kesejahteraan masyarakat terjajah tidak diprioritaskan sehingga mengakibatkan traumatik yang hadir sepanjang sejarah Peristiwa ini menjadi tanda gangguan kolektif yang tiba-tiba, sebuah 326 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 trauma yang dialami setiap orang Palestina, baik secara langsung maupun melalui orang tua atau kakek-nenek mereka (Nashef, 2. Dalam konteks ini, sastra telah menjadi medium penting bagi masyarakat Palestina untuk mengekspresikan pengalaman mereka dan mengungkapkan trauma yang dialami. Hal ini sejalan dengan pendapat Mulia & Setyawan . , bahwa karya sastra adalah cerminan jiwa penulis yang tertuang dalam tulisan. Berbagai bentuk karya sastra seperti cepren, novel, drama, maupun puisi, adalah wadah bagi penulis untuk menuangkan kreatifitas mereka (Theum & Wijaya Putra, 2. Melalui karya sastra, penulis Palestina berusaha merekam sejarah yang sering kali diabaikan oleh narasi resmi. Adania Shibli, sebagai salah satu penulis terkemuka dalam sastra Arab, khususnya sastra Palestina kontemporer. Melalui dua narator, perang, kebrutalan, memori, dan penderitaan kolektif rakyat Palestina digambarkan dengan baik oleh Shibli dalam karyanya, yaitu novel Tafl Anaw. Dengan mengangkat kisah seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan militer, serta perjalanan seorang perempuan dalam menemukan kebenaran peristiwa dimasa lalu, peristiwa yang diceritakan melalui sudut pandang yang minimalis namun sarat makna. Untuk memahami bagaimana trauma kekerasan direpresentasikan dalam teks sastra, diperlukan pendekatan yang mampu mengungkap struktur dan makna dalam narasi. Salah satu pendekatan yang relevan adalah semiotika. Semiotika adalah studi atau metode analisis yang digunakan untuk mengkaji tanda dalam berbagai konteks, seperti skenario, gambar, teks, atau adegan film, agar dapat dimaknai atau dipahami (Masnani et al. , 2. Konsep ini yang mengajarkan manusia untuk memahami makna dari suatu tanda dalam sebuah objek (Firmansyah et al. , 2. Melalui kajian semiotika, berbagai hal hingga peristiwa lintas zaman dapat dikaji sebagai suatu tanda (Pahlevi et al. , 2. Dalam semiotika, teks merupakan salah satu tanda yang terdiri dari dua elemen, yaitu struktur lahir dan makna mendasar (Taufiq, 2. Begitu juga dengan semiotika naratif yang membagi dua komponen di dalamnya, yaitu struktur lahir dan struktur batin (Ramadhan & Rohanda, 2. 327 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Semiotika dikembangkan oleh A. Greimas (Makdis, 2. Dalam teori A. Greimas dikenal sebuah istilah AuaktanAy, yaitu bagian-bagian kecil yang lebih berperan daripada sebuah subjek dalam pekerjaan, dan dari beberapa aktan tersebut nantinya akan disusun sebuah keterkaitan dalam kisah yang dianalisis (Faris Ahkam, 2. Greimas juga menambahkan dua pengaruh lain yang menentukan alur cerita, yaitu ruang dan waktu yang disebutnya sebagai isotop (Octavia & Widagdo, 2. Isotop ruang mengategorisasikan tempat kejadian cerita, sedangkan isotop waktu mengarakterisasi perpindahan waktu (Taufiq. Selain itu, struktur batin hadir berfungsi untuk mengidentifikasi nilai dan moral dalam suatu narasi (Shiyam, 2. Struktur batin disebut juga dengan Greimas Semiotic Square (Qozwaeni, 2. Semiotika square ini dikenal dengan oposisi segi empat karena dibagi ke dalam empat sisi dalam rumus struktur (Marta et al. , 2. Pendekatan semiotika naratif A. Greimas telah digunakan dalam berbagai penelitian untuk menganalisis struktur makna dalam teks. Izzati . dalam penelitiannya berjudul Qiatu KifAui Maryama f Al-QurAoAni Al-Karmi (Taullun bi As-SmiyAAoiyyAti As-Sardiyyati li A. GhrmA), menunjukkan bahwa nilai-nilai ketundukan, keikhlasan, serta keteguhan iman tercermin dalam narasi tersebut yang dapat diuraikan secara sistematis melalui struktur aktansial dan relasi antar peran dalam narasi. Sementara itu. Octavia & Widagdo . melalui penelitian AuRepresentasi Women Empowerment Pada Tokoh Dasiyah Dalam Serial Netflix Gadis KretekAy, menggunakan skema aktansial, isotop, dan semiotic square untuk menampilkan keberanian dan resistensi tokoh Dasiyah terhadap struktur patriarkal. Kedua penelitian ini memperlihatkan bagaimana semiotika naratif dapat mengungkap dinamika cerita yang menyentuh kehidupan, kepercayaan, dan peran perempuan. Selain itu, beberapa penelitian lain juga membahas novel Minor Detail, yaitu novel Tafl Anaw versi bahasa inggris. Nashef . dalam AuSuppressed Narrator. Silenced Victim in Adania ShibliAos Minor DetailAy mengungkap narasi-narasi yang sering 328 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 dibungkam, serta penggunaan istilah-istilah seperti terra nullius sebagai dasar pembenaran perampasan tanah dan pembersihan etnis melalui penindasan. Permasalahan tersebut dikupas dengan objek formal teori poskolonial dan historiografi-kritis. Adapun Silmi . , melalui AuVoice and Silenced in Assia Djebar Adania ShibliAy dengan poskolonialisme dan intertekstualitas, mengungkapkan bahwa keheningan yang diciptakan melalui karya-karya dua penulis Arab, yaitu Assia Djebar dan Adania Shibli, termasuk novel Minor Detail, adalah bentuk perlawanan dan pemberontakan terhadap wacana kolonial yang hegemonik. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menekankan pendekatan poskolonial, penelitian ini justru menekankan pembacaan struktur naratif dan semiotik dari perspektif A. Greimas yang belum pernah diterapkan pada novel Teori semiotika A. Greimas menawarkan peluang untuk menggali lebih dalam struktur naratif yang digunakan Shibli. Melalui analisis semiotika naratif, penelitian ini dapat mengungkap bagaimana Shibli merepresentasikan trauma kekerasan dalam pendudukan Israel di Palestina pada novel Tafl Anaw. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifdeskriptif analitik. Metode penelitian kualitatif disebut demikian karena data yang dikumpulkan dan dianalisis lebih bersifat kualitatif. Bogdan dan Taylor . alam Haryono, 2. mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku yang dapat diamati. Sejalan dengan itu. Rohanda . menjelaskan bahwa penelitian kulitatif berfokus pada pemahaman terhadap hubungan konsep yang diteliti secara empiris, dengan memperhatikan konteks keberadaan data. Unit analisis dalam penelitian ini berupa kutipan naratif dengan instrumen analisis kategori A. Greimas . ktan, isotop, dan semiotic squar. , yang berkaitan dengan tema trauma dan kekerasan. Penelitian ini menggunakan 329 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 studi dokumentasi sebagai teknik utama, mengingat data yang dianalisis bersumber dari teks tertulis. Dengan begitu, pengumpulan data dilakukan lewat membaca dan menandai teks dalam novel Tafl Anaw untuk mengidentifikasi elemen yang relevan sesuai teori semiotika A. Greimas, seperti struktur aktansi, isotop ruang dan waktu, serta simbol dan pola narasi yang mendukung analisis struktur batin terkait tema trauma kekerasan. Hasil analisis disajikan dalam pembahasan untuk menginterpretasikan temuan penelitian, kemudian diakhiri dengan penarikan kesimpulan berdasarkan pembahasan sebelumnya. Pembahasan dan Diskusi Trauma kerap kali diangkat sebagai tema sentral dalam banyak karya Salah satu manifestasi yang paling signifikan dari fenomena ini terdapat dalam novel Tafl Anaw karya Adania Shibli. Trauma sendiri secara psikologis adalah gangguan kejiwaan yang timbul dari peristiwa traumatik, seringkali berupa kekerasan, pemerkosaan, ancaman, konflik bersenjata, atau bencana alam yang dapat diderita berulang atau dalam waktu lama, sehingga mengakibatkan individu kesulitan dalam mengatasi dan membaurkan ide juga emosinya (Nihayah et al. , 2. Menurut Caruth . , trauma tidak selalu dapat diakses secara langsung oleh kesadaran, melainkan hadir dalam bentuk keterputusan, pengulangan, dan gejala laten. Caruth menyebut trauma sebagai pengalaman yang kembali menghantui, yang seringkali tidak dikenali oleh korban sendiri sebagai trauma, namun tetap bekerja dalam tubuh, bahasa, dan tindakan (Caruth, 1. Melalui narasi yang kompleks dan berlapis. Shibli menyusun novel ini dalam dua segmen naratif yang terpisah secara temporal dan karakter, namun terhubung oleh satu peristiwa traumatis: pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis Badui oleh tentara Israel. Segmen pertama menarasikan peristiwa tersebut dari sudut pandang militer penjajah, sementara segmen kedua menampilkan seorang perempuan Palestina yang berupaya menelusuri kembali 330 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 jejak kekerasan tersebut. Kedua segmen ini akan dianalisis secara bertahap dalam subbagian berikut. Struktur Aktansial Dalam teori semiotika naratif A. Greimas, struktur cerita dibangun melalui enam fungsi aktansial yang merepresentasikan posisi makna dalam dinamika narasi. Pengirim . adalah kekuatan khusus yang memberlakukan aturan dan nilai, serta merepresentasikan ideologi teks. Penerima ( receive. adalah pembawa nilai dari pengirim yang akan menerima hasil dari misi naratif. Subjek . adalah peran utama dalam narasi, yaitu pelaku yang bergerak untuk mencapai tujuan. Objek . adalah tujuan yang ingin dicapai oleh subjek. Penolong . adalah unsur pendukung yang membantu subjek dalam mencapai objek. Penghambat . adalah daya atau kekuatan yang menghambat subjek dalam proses pencapaian objek. Greimas menjelaskan bahwa peran aktan ini tidak selalu dimainkan oleh aktor yang sama, melainkan sebuah aktor dapat memerankan beberapa aktan, begitupun sebaliknya (Greimas, 1987, p. Aktan-aktan tersebut kemudian saling berinteraksi dan membentuk jalinan makna (Alandira et al. Relasi antar-aktan ini tidak hanya membentuk alur cerita, tetapi juga memungkinkan pembacaan konflik, oposisi, dan nilai-nilai ideologis yang membentuk representasi dalam teks. Struktur ini menjadi dasar analisis aktansial dalam novel Tafl Anaw. Struktur Aktansial Segmen Pertama Segmen pertama dalam novel Tafl Anaw karya Adania Shibli menarasikan kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap gadis Badui pada tahun 1949. Narasi ini berpusat pada pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan komandan militer Israel beserta pasukannya. Peristiwa ini sebagai bagian dari upaya penghapusan jejak etnis Arab dari wilayah pendudukan pasca-Nakba. Dalam kerangka semiotika naratif A. Greimas, struktur aktansial dari segmen ini dapat dirumuskan sebagai berikut: 331 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Table 1. Struktur Aktansial Segmen Pertama Jenis Aktan Narasi dalam Novel Sender Tugas Negara Negara Israel Subject Komandan Israel Object Menjaga wilayah, pembersihan etnis Arab Helper Pasukan tentara Israel, kedisiplinan Opposant Gadis Badui, kondisi alam, kondisi tubuh komandan Struktur ini mengungkap bahwa kekerasan dalam novel bukan sekadar tindakan individual, melainkan bagian dari sistem kekuasaan negara. Hal ini diperkuat oleh kutipan naratif berikut: ac A AE IE OA IE EOO OEC OA IICAUA OA N IEEI IECA IEOE EIAUAuIIA ac ac ac (Shibl, 2017, p. A E OCOIU OAUA II E IO INI EU AAUA OEOEA. AEIOA AuKita di sini, ditempat yang tandus dan terpencil, dalam rangka perang untuk mempertahankan wilayah selatan. Oleh karena itu, kita tidak hanya menjalankan operasi militer, tapi juga tugas negaraAy. Kutipan tersebut menegaskan bahwa sender dalam narasi ini adalah negara Israel sebagai entitas ideologis dan kekuasaan yang mengirimkan mandat untuk melakukan operasi militer. Israel sebagai struktur kekuasaan tidak hanya memberikan mandat berupa tugas teknis, melainkan sebuah perjuangan eksistensial dan nasional. Dari hasil tindakan tersebut, dapat diketahui bahwa receiver pada segmen ini adalah negara israel itu sendiri. A uEA uOEAUA EOIAUA I ININI EOU I ONI NIA AA NO EOA Ae A IU ECI EIOAUAUI EO EIOU I IA OII IeIO II CNA . 7, p. AO II IEC OIUAN II CO EA AuDia membuka rapat dengan menjelaskan tugas utama mereka di sini, selain menjaga garis demarkasi dengan mesir di sebelah selatan dan mencegah 332 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 masuknya penyusup, mereka juga bertugas menyisir bagian barat daya Negev untuk memastikan tidak ada orang Arab yang tersisaAy. Melalui tokoh AyAAyNOA, yakni komandan militer israel, berperan sebagai subject yang menjembatani mandat dari struktur kekuasaan negara ke dalam aksi Dia menyampaikan intruksi, mengatur strategi, dan memastikan pasukannya menjalankan misi sesuai tujuan politik-militer. Tugas yang diberikan berupa penjagaan wilayah perbatasan selatan dengan mesir, mencegah adanya penyusup, dan pembersihan wilayah Negev dari kehadiran penduduk arab yang tersisa. Hal ini menjadi object yang tidak hanya bersifat startegi militer, tetapi juga sarat muatan ideologis dan nasionalis berupa kontrol wilayah, pengahapusan unsur non-Yahudi, serta pemenuhan proyek nasionalis Zionis. A UOI IUI OOIUca OIIO EUca I CUca EIO EE OE EAUAeA AECE OA OA AOU OECEI INAOE EIO NI OUNI EEOA 1Ae. AuSelain itu, mereka juga akan berlatih setiap hari dan melaksanakan manuver militer dengan sejumlah tentara dari kamp lain agar mereka bisa beradaptasi dengan medan perang gurunA serta memperhatikan perlengkapan dan seragam militer merekaAy. Berdasarkan kutipan diatas, helper dalam narasi ini adalah keberadaan prajurit Israel yang rutin menjalani latihan fisik dan manuver militer. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan, keterampilan tempur di medan gurun, serta kedisiplinan merawat persenjataan dan logistik. Seluruh upaya ini menjadi faktor pendukung utama yang memperkuat subject dalam mencapai A OEO ACI IIAUA ION uOEN EE EAO EUA. A OIA NEO ECUEAUAEI CIA 7, p. A EA OA NA AuDia bercucuran keringat dan kesulitan bernapasAsemua suara dari luar sampai ke telinganya, dan membuatnya kian peningAy. 333 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 7, p. AAN COU AOE I O IAN AOU ECUA AuDia menggigil hebatAberusaha menarik napasAlalu mulai muntahAy. Namun, opposant hadir dari beberapa aktor yang menghambat tercapainya Hambatan ini bersifat internal dan eksternal. Mulai dari hambatan internal berupa sakit yang di alami komandan, seperti serangan sakit kepala, sesak napas, muntah, luka di kaki, dan kecemasan, menandakan kerapuhan tubuh dan mental ditengah kekerasan yang sistematis. 7, p. A ONI AC ECUI OE uIN EE IEAUA O EIAUAEI ECUA AuHanya teriknya panas atau gelapnya langit yang mampu mengakhiri misi merekaAy. A I uONAUAA EI N IANAUA IC ON OEIOI OE AINAUa N IO EA . 7, p. AOE I OO N uOE IEU EOA AuDia menekan kepala gadis itu ke tanah, sambil membekap mulutnya dengan tangan kanan,Abau badan gadis itu menyeruak ke hidungnya, memaksanya memalingkan wajah ke arah lainAy. A IO AU EUAUA OEOO AN EOIIAUAEI ON OEIOI O AINA 7, p. AOEO EOI EAA AuTangan kanannya menutup mulut si gadis, sedangkan tangan kirinya meremas dada kanan si gadis sampai derit ranjang mengusik keheningan fajarAy. A OCE NE uIN I EI Iu E OIEINI ENAUA IO C EC IIN NAUAEI OAA ac a . 7, p. A OAE EE II IONAUANEA AuDia gemetar ketika sopir mendekatinya dan berkata bahwa gadis itu mungkin saja belum mati. mereka tidak bisa meninggalkannya begitu saja, sebaiknya memastikan bahwa gadis itu benar-benar sudah matiAy. Selain itu, hambatan eksternal hadir berupa kondisi cuaca yang sangat panas juga malam yang gelap, memperlambat operasi dan memicu kelelahan. Akan tetapi, yang paling signifikan sebagai opposant dalam segmen ini adalah kehadiran seorang gadis Badui. Gadis Badui ini menjadi simbol resistensi dan 334 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 eksistensi dari etnis Arab yang hendak dihapuskan. Ia ditangkap, dilecehkan, dan kemudian dibunuh. Struktur aktansial pertama ini menegaskan bagaimana kekuasaan berusaha mengontrol tubuh palestina melalui kontrol militer, kekerasan langsung, dan pengendalian narasi sejarah. Dampak dari peristiwa traumatis dalam segmen ini tidak muncul secara eksplisit melalui narasi korban, karena tokoh gadis Badui yang menjadi sasaran kekerasan justru dibungkam secara naratif. Sebaliknya, pelaku kekerasan menjadi pusat narasi, yang mana respon tubuhnya terhadap kekerasan mendapat sorotan yang dominan. Pengalaman gadis Badui ini merepresentasikan trauma generasi pertama, yaitu trauma yang dialami langsung oleh korban kekerasan. Namun karena narasinya dipadamkan, pengalaman traumatis tersebut tidak hadir melalui suara korban, melainkan melalui ketimpangan naratif yang menempatkan pelaku sebagai pusat cerita. Ketimpangan ini menciptakan kekosongan naratif yang memperkuat representasi trauma sebagai luka kolektif yang tidak diartikulasikan secara langsung, tetapi hadir melalui diam yang dipaksakan, kekejaman, serta tekanan psikis yang merembes ke dalam tubuh pelaku. Dengan demikian, trauma dalam segmen ini tampil sebagai gejala yang bersifat struktural dan ideologisAitidak hanya menimpa korban, tetapi juga melekat pada sistem yang memproduksi kekerasan itu sendiri. Struktur aktansial segmen kedua Struktur aktansial segmen kedua terdapat dalam bab kedua novel Tafl Anaw yang disampaikan melalui narator perempuan Palestina. Pada bagian ini, narator menjadi pusat aksi. Ia terdorong untuk mengungkap detail dan kebenaran tentang peristiwa kekerasan di masa lalu, yaitu kejadian yang ditampilkan dalam segmen pertama. Berdasarkan kerangka semiotika naratif Greimas, aktansial dalam segmen kedua dapat dipetakan sebagai berikut: Table 2. Struktur Aktansial Segmen Kedua Jenis Aktan Narasi dalam Novel Sender Trauma 335 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Narator Subject Narator Object Detail Peristiwa Masalalu Helper Rekan. Dokumen. Peta Opposant Gejala Trauma. Pos Pemeriksaan Dalam pendekatan aktan A. Greimas, narator menjadi subject yang bergerak karena dorongan trauma yang bertindak sebagai sender. Trauma dalam konteks ini bukan hadir melalui pengalaman pribadi, melainkan sebagai kegelisahan dan ketegangan psikis yang terus membayangi dirinya, meskipun narator sendiri tidak pernah menjadi saksi atau korban dari peristiwa tersebut. Trauma justru menjadi kekuatan pendorong yang memicu keterlibatannya dalam pencarian terhadap peristiwa yang telah dihapus atau dilupakan oleh narasi resmi. UAI EOI U E EO UN EE IECE NO EAAUE EO ION EOA ac A uI caIAUAC OO uOE IN AE EO NIEE I NO C EE OA AAUEN EOUcaA ac . AICIN I E OEOIU OA IEI OO EUN A e OECE EIA AuLalu kenyataan bahwa tanggal peristiwa yang diulas artikel tersebut adalah detail spesifik yang menarik perhatianku, mungkin karena memang tidak ada yang luar biasa dari rincian utamanya, jika dibandingkan dengan peristiwa sehari-hari di tempat yang dikuasai hiruk-pikuk penjajahan dan pembunuhan terus menerusAy. Peristiwa tersebut menarik perhatiannya karena tanggal kejadian dalam artikel yang dibacanya bertepatan dengan seperempat abad sebelum Kecocokan waktu itu membentuk ikatan simbolik yang memperkuat keterlibatan narator, bukan sebagai korban langsung, melainkan sebagai individu yang hidup dalam realitas kekerasan yang serupa. bahwa peristiwa itu bukan biasa, melainkan mencerminkan kekerasan yang biasa terjadi di bawah pendudukan. Oleh karena 336 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 itu, narator terdorong untuk menelusuri dan mengungkap detail peristiwa Hal inilah yang menjadi object dalam struktur aktansial segmen kedua. ac UA IEIOI UNAUAE uI EE EE IEEOI EO AE EUN EO IEIU NNA . 7, p. AOII I E uOE OEO OA UO II IEA EEUA Aumelainkan bahwa semua informasi yang kudapatkan dari perjalanan melelahkan ini sebenarnya bisa kuakses hanya dengan duduk di meja di depan jendela besar rumahkuAy. Pencarian ini tidak hanya merupakan proses dari pengungkapan fakta sejarah, tetapi juga menjadi bentuk warisan trauma sebagai bagian dari generasi yang tumbuh di bawah tekanan pendudukan Israel. Dengan begitu, receiver dalam segmen ini dapat dilihat sebagai narator secara pribadi, sekaligus sebagai representasi kolektif dari bangsa Palestina. Kutipan tersebut juga secara tidak langsung menunjukkan bahwa kebenaran sejarah seringkali diketahui bahkan disaksikan secara langsung oleh pribadi maupun masyarakat Palestina. Namun, kebenaran tersebut kerap diabaikan atau dihapuskan oleh struktur penjajahan. ac ac A IOE I uE EA,AN IE IEEC O EUcaA a A A AOAUAOOE EAOA ac . 7, p. AIE I IE uOE IC EAOA AuAku segera menatap cermin yang tergantung di tengah mobil, berusaha mengusir rasa panik ketika melihat pos pemeriksaanAy. Opposant dalam segmen ini hadir dalam berbagai manifestasi, mulai dari pos pemeriksaan yang berfungsi sebagai simbol kontrol terhadap tubuh dan mobilitas warga Palestina, juga tekanan psikis yang dialami narator, seperti kecemasan dan rasa terancam yang menetap. Semua ini menunjukkan bahwa pencarian kebenaran tidak hanya menghadapi rintangan teknis, tetapi juga beban emosional yang terus-menerus mengganggu stabilitas batin narator. Puncak dari opposant ini terjadi ketika narator dibunuh setelah keberadaannya di zona militer diketahui. Peristiwa ini tidak hanya mengakhiri pencariannya secara tragis, tetapi juga menegaskan bahwa struktur kekuasaan tidak hanya menghapus suara korban, melainkan juga menghancurkan siapapun 337 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 yang berusaha menghidupkan kembali narasi yang telah dibungkam. Dalam konteks ini, opposant tidak lagi sekadar hambatan, melainkan menjadi kekuatan destruktif yang menunjukkan keberlanjutan trauma dalam bentuk represi yang ac . 7, p. AUIN EE EIUE OE C NOUN ECA AuSaat itu, rekanku pun menawarkan untuk meminjamkan kartu identitas birunya padakuAy. ac A OO EUca IUAUAAU uOE IE uEU OA EEA AOI II CA 7, p. AINA AuTidak lama kemudian, rekanku yang lain datang ke tempat rental dan menyewakan mobil untukku atas namanya dengan menggunakan kartu kreditnyaAy. 7, p. AAIUI IEA E EO IA AuAmenggunakan berbagai peta yang kupunyaAy. Rekan narator berperan sebagai helper dengan meminjamkan kartu identitas dan rekan lainnya membantu menyewakan mobil dengan Plat kuning agar dapat masuk ke wilayah yang lebih jauh dari wilayah C ketika melewati pos Selain itu, peta yang dimiliki narator juga berperan sebagai helper karena membantunya menavigasi wilayah geografis yang penuh pengawasan. Dengan memperlihatkan bagaimana narator perempuan mengalami trauma generasi penerus, yang tidak lahir dari pengalaman langsung, tetapi dipicu oleh keterhubungannya dengan jejak sejarah. Hirsch . memperkenalkan konsep postmemory untuk menjelaskan bagaimana generasi penerus dapat mewarisi pengalaman traumatis generasi sebelumnya melalui media seperti foto, film, arsip, atau narasi. Trauma tersebut tidak hadir sebagai luka personal, melainkan sebagai jejak kolektif yang meresap dalam tubuh subject melalui diam, kecemasan, dan keterpanggilan untuk mencari kebenaran. 338 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Bermula ketika narator perempuan membaca sebuah artikel tentang peristiwa 1949 yang bertepatan seperempat abad sebelum kelahirannya, sehingga menciptakan hubungan simbolis antara dirinya dengan tragedi masa Dalam konteks ini, keterhubungan narator lebih tepat dipahami sebagai bentuk affiliative postmemory, yaitu ikatan afektif dan etis yang lahir bukan dari hubungan keluarga, melainkan dari jejak kultural yang diwariskan. Melalui ikatan ini narator melampaui posisi pasif sebagai penerima warisan sejarah dan menjelma menjadi agen yang mencoba merebut kembali narasi yang telah Namun, upaya ini akhirnya dihentikan, mewakili bentuk represi terakhir yang menunjukkan bahwa kekuasaan tidak hanya membungkam masa lalu, tetapi juga memusnahkan siapa pun yang berusaha menghidupkannya Isotop Ruang dan waktu Dalam kerangka semiotika naratif A. Greimas, isotop ruang dan waktu berfungsi sebagai penanda makna berulang yang membentuk struktur mendalam dalam teks naratif. Dalam Tafl Anaw, kedua unsur ini tidak hanya membangun latar cerita, tetapi juga menjadi medium utama dalam merepresentasikan trauma yang bersifat historis dan kolektif. Isotop ruang segmen pertama Dalam segmen pertama novel Tafl Anaw, ruang dibangun sebagai wilayah yang berada di bawah dominasi militer Israel. Representasi ruang tidak hanya mencerminkan setting fisik semata, tetapi juga memuat dimensi kekuasaan yang mengatur siapa yang berhak hadir dan bergerak di dalamnya. Struktur ruang ini menjadi sarana yang memperkuat represi terhadap tubuh dan identitas Palestina. Gurun Negev . 7, p. A EO I AOCN CU N A,AAC I NE EA IEC ECEA AuHanya hamparan Gurun Negev yang diliputi panasnya bulan AgustusAy. Ruang yang gersang, panas, dan tanpa kehidupan, sehingga menciptakan atmosfer pengasingan dan penghilangan. 339 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Gubuk . 7, p. A I ECUA IO II EIA,a AuTiba-tiba, gelombang kegelapan menyelimuti gubuk ituAy. Gubuk tempat tinggal komandan sebagai ruang tertutup yang suram dan menekan, simbol tempat kekerasan tersembunyi atau ruang penyiksaan. Mobil militer A E NI e O CIOA,AO UII IEO EA O e II ECI EEOA EEIEA . 7, p. ANNIA AuKetika gadis itu dan anjing diturunkan dari bagian belakang mobil, sebagian dari mereka segera meninggalkan tempat teduh dan mendekat ke arah merekaAy. Mobil sebagai ruang pergerakan kekuasaan sekaligus tempat di mana tubuh dikendalikan dan dipindahkan, bagian dari operasi militer. Isotop waktu segmen pertama . Agustus 1949 . 7, p. AuAgustus 1949Ay. Waktu ini tidak hanya menjadi penanda waktu kronologis, tetapi juga memiliki dimensi sejarah yang signifikan. Keberadaan para tentara Israel untuk menjaga wilayah perbatasan dan peristiwa kekerasan terhadap gadis Badui terjadi di bulan Agustus 1949, masa setelah penandatanganan genjatan senjata Israel dengan negara-negara Arab. Fajar menjelang pagi ac A U I C AUA II EUOIA,AEI EA C ICO CU O E EA NON E caOA ac . 7, p. AI OA EN ECU II EIA AuFajar berganti pagi dengan udaranyanya yang segar, namun masih ada lapisan awan di sisi timur langit yang menutupi sinar matahari pagi sehingga 340 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 langit tampak kelabuAy. Ambiguitas antara harapan dan murung. pagi yang tidak benar-benar cerah menggambarkan trauma yang masih samar dan tidak selesai. Siang A EI OI EEU II EOC O AN ECUA,AOE EI II I IIAA IEN EI OE A 7, p. AEI OOCA OENA AuMeskipun belum mencapai puncak siang, panas terik matahari sudah memaksanya menghentikan patroliAy. Cuaca yang panas menggambarkan suasana yang menyesakkan, bahkan ketika waktu masih netral. Sore menjelang malam ac . 7, p. A I I E C II E IA,AIE EO OA AuUdara masih sangat panas, meskipun jam hampir pukul enam soreAy. Kondisi sore hari yang tetap panas dan menekan, mencerminkan suasana tegang dan tidak nyaman di lingkungan militer. Dengan demikian, dimensi waktu dalam segmen ini bukan sekedar penanda kronologis, melainkan representasi suasana batin dan atmosfer Seluruh alur waktu dalam segmen ini membentuk lanskap traumatik yang sunyi namun intens, memperlihatkan bahwa kekerasan tidak hanya meninggalkan luka pada tubuh, tetapi juga dalam setiap hari yang dilalui. Isotop ruang bab kedua . Rumah narator ac ac AEUA A uE I EE N EI OE Eca OEA,AUca OIEO NIE EUAOIA a AU OEOUAA . 7, p. AuE ECEC OE EO OCN ca OA O e IEOAE EE EEUEA AuRumahnya nyaman, pekerjaan baik, dan rekan-rekan kerjaku juga ramah. Namun, semua ini tidak bisa mengalahkan perasaan cemas dan takut yang muncul karena lolongan anjing terus-menerus malam ituAy. Rumah tempat tinggal narator perempuan, meskipun nyaman, tetap berada dibawah ancaman yang terus-menerus, yang tercermin dalam suara lolongan anjing yang terus mengganggu. Hal ini menjadi simbol ketidakamanan 341 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 dan kecemasan yang terus mengintai, menggambarkan bagaimana trauma tetap ada meskipun dalam ruang yang seharusnya menjadi tempat berlindung. Museum ac ac AN A A IA U EO uEUOEA EI EOI NN IEAAUAIE EOOE OA OA A OIEIN I OUIOI OE IC OOAUA O O AAUE O CUIAUAEIUca O IEOIA . 7, pp. 42Ae. AEAA AuMenuju destinasi pertamaku. Museum Sejarah Tentara IsraelAmuseummuseum resmi ini tidak akan memberiku informasi apa pun, terlebih detail berharga yang bisa membantuku mengungkap kisah gadis ituAy. Dari kutipan tersebut. Museum yang seharusnya menjadi tempat menyimpan rekam jejak sejarah, justru menghapus narasi korban. Museum ini hanya menampilkan sejarah dari perspektif penguasa. Jalan A AC I I II OIOI OEE UO ONOE OIAUAI OE OE EUCA A I IIAUA EO OIOI II OAUA EEN ACOIAUAOO OUA U oN IA . 7, p. AuO U IE ECEC I EOA AuSepanjang jalan, terlihat sejumlah nama kota, permukiman, rumah-rumah dengan berbagai bentuk, dataran, tanaman, jalanan, plang besar, dan wajahwajah orang, semua itu menemaniku sekaligus mencemaskanku selama perjalanan iniAy. Perjalanan narator melintasi ruang geografis Palestina dalam pendudukan Israel memperlihatkan bagaimana trauma tertanam dalam lanskap yang ditemuinya. Kutipan tersebut menegaskan bahwa perjalanan yang dilakukan bukan sekedar perpindahan fisik, melainkan juga konfrontasi jejak sejarah kekerasan akibat pendudukan Israel. Gedung arsip ac AEE EE IEEOI EO AE EUNA UA IEIOI UNAUA EO IEIU NNA AE uIA . 7, p. AOII I E uOE OEO OA UO II IEA EEUA 342 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Aumelainkan bahwa semua informasi yang kudapatkan dari perjalanan melelahkan ini sebenarnya bisa kuakses hanya dengan duduk di meja di depan jendela besar rumahkuAy. Kunjungan Nirim menyadarkannya bahwa fakta sejarah yang ia cari dapat diakses dan ditemukannya, tetapi hanya dalam batasan dan kerangka narasi yang telah ditentukan penguasa. Lokasi Kejahatan ac A OI EUca EA OECOOIAUA IOC EUIAUA C E ON uOEN IAUAI EA ac . 7, pp. AIO U IEOI EO OAAE EON ENC IE I IUN A OE ICA 50Ae. AuBeberapa saat kemudian, aku menyeberangi jalan dan langsung menuju ke sana, lokasi kejahatan, tanpa menunda lebih lamaAmembawaku masuk ke dalam bangunan tinggi menjulang yang memisahkan seseorang dari sekitarnyaAdan aku nyaris sesakAy. Dominasi ruang yang tinggi, tertutup, dan menindas menciptakan rasa sesak dan ketidakberdayaan. Tempat ini menjadi simbol trauma yang masih membekas dan tak terlampaui. Paviliun A O IEOI EO UOAUAOEEN EOC EI AO ECAA I EA A EAUA O UN EI OOI IO O EUC I EE I NO INOAUAAUNA A OU uEAUA EEI CE I E OA O EEUA. AOE OO uOENA . 7, pp. 54Ae. ANEE OECEC uOE II O uOE EU O AO IUA AuAda kerinduan mendengar suara ledakan dari dekat, dan merasakan butiran debu bangunan yang dihancurkan. Ketiadaan semua itu membuatku merasa jauh dari kehidupan normalku, bahkan mustahil kembali kesana. Namun, sebelum kegelisahan itu sepenuhnya mengusai diriku, serta rasa takut dan cemas kembali merayap, aku kembali ke ranjang dan tidurAy. 343 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Di paviliun tempatnya menginap saat melakukan perjalanan, ketiadaan suara ledakan yang biasa ia dengar dari dekat justru memunculkan perasaan Hal ini menunjukkan bagaimana kekerasan yang terus terjadi disekitar dapat membentuk persepsi seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Isotop waktu bab kedua . Masa lalu yang membayangi ac . 7, p. A OOI IOEOAUAuIN OC OA I UOAC CI EA AuPeristiwa itu terjadi tepat seperempat abad sebelum hari kelahirankuAy. Tanggal kejadian yang bertepatan dengan hari kelahiran narator memperlihatkan keterikatan simbolik antara dirinya dengan sejarah kekerasan. Masa lalu hadir bukan sebagai kenangan personal, tetapi sebagai warisan sejarah yang membentuk identitas. Siang AOUA UA EO e OEOI OII O A OU AU E EIAUAE OA . 7, p. A UAUA E OCAUA EA. AIIN IEEAA AuPanas sekali, kan? Ia bertanya sambil membuka laci-laci kecil di dalam lemari dan mengeluarkan beberapa amplop. Ya, tak tertahankan, jawabkuAy. Siang yang panas menggambarkan atmosfer yang menekan dan membuat suasana semakin tidak nyaman. Panas yang terasa tidak tertahankan menciptakan nuansa kegelisahan, menambah ketegangan psikologis yang dialami narator saat mencari jejak masa lalu. Sore ac . 7, p. A EIE O U AOC EO EO EENAUAOI I EOC E OE AA AuMeskipun waktu masih sore, aku tidak melihat satu pun mobil di jalan yang kulaluiAy. Ketiadaan mobil yang melintas di sore hari memberikan kesan kehampaan dan keterasingan. Ruang kosong ini menjadi metafora bagi kesunyian yang ditinggalkan oleh korban-korban kekerasan. Tidak adanya aktivitas di jalan-jalan yang dilewati menegaskan perasaan terputus dari dunia luar. 344 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 Malam A IO O O EIAUA O uE EO ca OOE uOE u ECECAUAOEUA . 7, p. AEEO OUOE IE I OEA AuPerlahan, rasa sepi berubah menjadi cemas, saat cahaya matahari mulai menghilang dan malam hampir tibaAy. Malam hari menghadirkan intensitas emosional yang lebih dalam. Kegelapan menjadi simbol hilangnya rasa aman. Dengan demikian, dimensi waktu dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai latar, tetapi juga menjadi penanda psikologis yang menggambarkan bagaimana trauma kekerasan Zionisme terus membayangi individu melalui kenangan, lingkungan, dan perubahan waktu yang berulang. Struktur Batin S1: Kekerasan -S1: Penghapusan jejak kekerasan S2: Resistensi Gambar 1. segiempat semiotik . truktur bati. -S2: Pembungkaman Struktur segi empat semiotik yang digunakan dalam analisis novel Tafl Anaw memetakan dinamika nilai dan ketegangan makna melalui empat posisi: S1 . , -S1 . enghapusan jejak kekerasa. S2 . , dan -S2 . embungkaman tota. Dalam novel Tafl Anaw, kekuasaan militer Israel memanifestasikan dirinya dalam bentuk penguasaan mutlak atas tubuh Palestina. Ini ditampilkan secara jelas pada segmen pertama, di mana seorang gadis menjadi objek kekerasan langsung. 345 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 A IO AU EUAUA OEOO AN EOIIAUAEI ON OEIOI O AINA 7, p. AOEO EOI EAA AuTangan kanannya menutup mulut si gadis, sedangkan tangan kirinya meremas dada kanan si gadis sampai derit ranjang mengusik keheningan fajarAy. Tubuhnya tidak hanya menjadi sasaran kekerasan langsung, tetapi juga dikonstruksi ulang sebagai ruang politik. Ia bukan hanya tubuh biologis, melainkan tubuh ideologis yang ingin dikosongkan dari makna, dibungkam dari Hal ini secara implisit menunjukkan adanya kekerasan kultural. Kekerasan ini dengan demikian menjadi sumber trauma generasi pertama. Selain itu, kekerasan struktural juga terjadi terhadap narator perempuan pada segmen Dalam perjalanannya mencari detail peristiwa di masa lalu, narator diawasi, dibatasi, dan dikontrol melalui sistem administratif Zionisme. Inilah kutub S1, yaitu kekerasan sebagai manifestasi nyata dari dominasi kekuasaan oleh pendudukan Israel. Sementara itu, kontradiksi dari posisi S1 adalah -S1, penghapusan jejak kekerasan. Hal ini yang dialami gadis Badui pada segmen pertama, setelah dilecehkan ia dibunuh dan dikubur untuk memastikan tidak ada saksi hidup dan arsip resmi yang mencatat kekejaman yang terjadi. A OCE NE uIN I EI Iu E OIEINI ENAUA IO C EC IIN NAUAEI OAA ac a . 7, p. A OAE EE II IONAUANEA AuDia gemetar ketika sopir mendekatinya dan berkata bahwa gadis itu mungkin saja belum mati. mereka tidak bisa meninggalkannya begitu saja, sebaiknya memastikan bahwa gadis itu benar-benar sudah matiAy. Kekerasan, setelah menampakkan dirinya secara brutal, juga berusaha meniadakan jejaknya. Tidak ada pengadilan dan tidak ada catatan sejarah resmi. Disini trauma hadir sebagai luka kolektif yang dipaksa lenyap dari ingatan Menghadapi kekerasan itu. S2 hadir dalam bentuk resistensi dengan pemulihan ingatan. Tokoh narator perempuan pada segmen kedua hadir sebagai subjek yang aktif dalam menggali kembali sejarah yang dihapus. Ia menyusuri 346 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 lokasi-lokasi yang ditinggalkan, membaca arsip, menelaah berita lama, mencocokkan peta, hingga membangun kembali narasi alternatif atas kejadian yang pernah disembunyikan. ac A OI EUca EA OECOOIAUA IOC EUIAUA C E ON uOEN IAUAI EA ac . 7, pp. AIO U IEOI EO OAAE EON ENC IE I IUN A OE ICA 50Ae. AuBeberapa saat kemudian, aku menyeberangi jalan dan langsung menuju ke sana, lokasi kejahatan, tanpa menunda lebih lamaAmembawaku masuk ke dalam bangunan tinggi menjulang yang memisahkan seseorang dari sekitarnyaAdan aku nyaris sesakAy. Identitasnya sebagai perempuan Palestina menjadikan pencarian ini tidak hanya bersifat investigatif, tetapi juga Ia mencari bukan hanya untuk tahu, tetapi karena tubuhnya menyimpan trauma sebagai affiliative postmemory. Ada keterpanggilan sejarah yang menggerakan tubuhnya untuk melawan diam, serta dominasi yang menindas tubuh dan ruang. Namun, pembungkaman total (-S. , yang berlawanan langsung dengan upaya resistensi (S. , menunjukkan bahwa perlawanan yang dibangun narator tidak mampu bertahan menghadapi struktur kekuasaan yang mengancam. Pada akhir cerita, narator perempuan dibunuh karena masuk ke wilayah militer. Tubuhnya kembali hilang, seperti tubuh gadis Badui sebelumnya. A OEUN AO uEC I UAUA OIOI I ON EUC E OA OO I AOAUa . 7, p. AuTiba-tiba aku merasa seperti terbakar, di tangan lalu ke dada, diikuti suara tembakan dari kejauhanAy. Tidak hanya hubungan oposisi dan kontradiksi, hubungan diagonal dalam struktur segiempat semiotik ini memperjelas siklus trauma secara sistematis. Hubungan S1 . dengan -S2 . embungkaman tota. menekankan bahwa dominasi kekuasaan tidak hanya diwujudkan melalui penaklukan tubuh, tetapi juga memastikan bahwa setiap bentuk resistensi dihapuskan. Sebaliknya, 347 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 hubungan -S1 . enghapusan jejak kekerasa. dengan S2 . esistensi dan ingata. menunjukkan bahwa upaya penghilangan bukti justru memunculkan dorongan untuk mencari dan mengingat. Kesimpulan Melalui analisis naratif dengan pendekatan semiotika A. Greimas terhadap novel Tafl Anaw karya Adania Shibli, penelitian ini menyimpulkan bahwa trauma tidak hanya hadir sebagai pengalaman personal, melainkan juga sebagai fenomena struktural, kolektif, dan lintas generasi. Struktur aktansial, isotop ruang dan waktu, serta segi empat semiotik membuktikan bahwa narasi Shibli merekam luka sejarah yang berulang dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, penghapusan ruang, hingga pembungkaman ideologis. Dengan demikian, trauma dalam novel ini tampil sebagai realitas historis sekaligus ideologis yang dibangun melalui jaringan representasi yang kompleks. Temuan yang paling mengejutkan dari penelitian ini adalah bagaimana trauma ditampilkan tidak hanya sebagai milik generasi korban langsung, tetapi juga diwariskan kepada generasi penerus melalui mekanisme affiliative Narasi kekerasan 1949 dengan kehidupan kontemporer melalui arsip, peta, dan ruang Hal ini menegaskan bahwa teks Shibli berfungsi lebih dari sekadar cerita individual. ia menjadi bentuk perlawanan yang menyuarakan luka sejarah, sekaligus arsip memori kolektif yang menolak diam atas dominasi Zionis. Fakta ini memperkuat relevansi pendekatan semiotika naratif Greimas dalam membaca trauma dalam sastra Arab kontemporer. Kendati menghasilkan temuan signifikan, penelitian ini memiliki Fokus analisis masih terbatas pada struktur teks sehingga belum sepenuhnya menangkap dimensi resepsi pembaca maupun keterhubungan narasi dengan konteks historis yang lebih luas. Selain itu, penggunaan satu kerangka semiotika naratif belum mampu menjangkau seluruh kompleksitas trauma yang kerap membutuhkan dialog dengan teori lain, seperti psikologi 348 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 trauma atau studi memori. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat diarahkan pada pendekatan intertekstual maupun studi resepsi, sehingga representasi trauma dalam sastra Arab kontemporer dapat dipahami lebih komprehensif dan beresonansi lebih kuat dengan pengalaman kolektif masyarakat Palestina saat Ucapan Terima Kasih Para penulis menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Jurusan Sastra Arab. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, atas dukungan akademik dan fasilitas yang diberikan sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Apresiasi khusus juga ditujukan kepada para kolega dan pembimbing yang telah memberikan masukan konstruktif selama proses penulisan, serta kepada rekan sejawat yang melalui diskusi akademik turut memperkaya perspektif analitis penelitian ini. Dukungan dan dorongan tersebut sangat berharga dalam penyempurnaan artikel ini. Pernyataan Kontribusi Penulis ASS merancang kerangka penelitian, melakukan analisis teks, dan menyusun draf awal naskah. RR berkontribusi pada penyusunan kerangka teoretis, melakukan supervisi proses penelitian, serta memberikan revisi kritis terhadap naskah. IA bertanggung jawab pada interpretasi data, penguatan bagian pembahasan, serta penyuntingan akhir artikel. Seluruh penulis telah membaca dan menyetujui versi akhir artikel ini serta sepakat untuk bertanggung jawab penuh atas seluruh aspek penelitian. 349 | Amanda Siva Saepuloh. Rohanda Rohanda. Irfan Adriadi. Narrative Representation of Violence-Induced Trauma Under Israeli Occupation: A. GreimasAos Semiotic Analysis of Tafl Anaw AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. 2, 2025, 324-353 References