Jurnal Deli Medical and Health Science Received : 04 Maret 2024 Vol. 1 No. http://ejournal. id/index. php/JDMHC Revised: 08 April 2024 Edition: April 2024 Ae Oktober Accepted: 13 April 2024 Pemanfaatan Perasan Daun Pacar Air . mpatins balsamin. Sebagai Alternatif Pewarnaan Alami Pengganti Eosin 2% Pada Pemeriksaan Telur Cacing Ascaris lumbricoides Nur Afni Heryanti Octavia,Amelia Sahronur Siregar,Rahmadani Sitepu. Cucu Arum Dwi Cahya Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam e-mail: nurafniheryantioctavia@gmail. Abstract The leaves of the water henna plant (Impatien balsamina L. ) contain Natural dyes with an orange-reddish-brown colour are made from compounds called anthocyanins. Knowing whether the leaves of Impatiens balsamina L. can be used as a dye substitute for worm eggs is the purpose of this study. To distinguish the background contrast and make the shape and components of the worm eggs clearer, 2% eosin reagent dye was added during the testing process. Eosin 2% will produce a red color in the background of the preparation field of view . This study used an experimental method on 3 different treatment variations based on the concentration of water henna leaves (Impatients balsamina L) using distilled water in a brown bottle 20%, 10%, 5%. The results illustrate the variation of Impatients balsamina L. concentration, 20%, 10%, and 5% used as an alternative dye in examining worm eggs. For each treatment modification, there was an apparent but not statistically significant variation in staining quality. The staining effect of water henna leaf juice, produces a contrasting background, allowing the dye to be absorbed by the egg, and highlighting the shape and components of the egg. In the experimental preparations, alternative staining was carried out using squeezed water and looking at the comparison of each concentration. Keywords:Eosin 2%. Alternative Dyes. Examination of Worm Eggs. PENDAHULUAN masalah kesehatan yang paling umum (Student Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, secara global, infeksi cacing mempengaruhi sekitar 1,5 miliar orang. Beberapa daerah di Indonesia masih memiliki tingkat infeksi cacing yang tinggi, berkisar antara 60 hingga 90 persen (Suriani. Irawati, dan Lestari. ,2. secara umum pengaplikasian pewarna Eosin 2%. Eosin Infeksi dengan satu atau lebih cacing parasit usus, seperti nematoda usus, dikenal sebagai infeksi cacing. Ascaris lumbricoides. Trichuris trichiura, dan Necator americanus adalah tiga spesies nematoda usus yang sering menginfeksi manusia. Salah satu infeksi cacing yang paling umum adalah infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah. Di Indonesia dan beberapa negara lain, infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah merupakan salah satu Octavia,Siregar,Sitepu,Cahya. Pemanfaatan Perasan Daun . 2% akan menghasilkan warna merah pada latar belakang bidang pandang sediaan (Natadinastra, 2. Ascaris lumbricoides adalah nematoda terbesar yang menjadi parasit pada usus manusia. Nama tersebut berasal dari Askaris yang berarti cacing usus dan Lumbricus yang berarti menyerupai cacing tanah. Biasa disebut cacing gelang (Sastry dan Bath. Latar belakang bidang pandang sediaan pewarnaan telur cacing akan berubah menjadi merah tua apabila pewarna eosin diterapkan. Pewarna Eosin Y . (C. harganya sekitar Rp 1. 000 untuk jumlah 25 gram, dan ini agak mahal. (MERCK, Selain itu, untuk penggunaan produk dan izin toko untuk menjual bahan kimia berbahaya di bawah pengawasan distribusi juga merupakan persyaratan untuk menerima pewarna Terdapat masalah dengan hal ini di banyak laboratorium dan lingkungan Sebagai pewarna pengganti, pewarna alami juga dapat digunakan. Komponen tanaman termasuk buah, biji, daun, akar, kulit kayu, dan kelopak menyediakan sumber pewarna alami sebagai formulasi pewarna. (Wismaji. Winingsih. Noor. Untuk memperoleh Pewarna alami, hal yang tumbuhan yang mengandung pigmen warna (Hariyanto, 2. Untuk pewarna alami sebagai alternatif pewarna ramah Hal ini dapat menggantikan preparat pewarnaan dengan alternatif ramah lingkungan yang dihasilkan dari beragam tanaman yang terdapat di lingkungan sekitar dan memberikan tujuan yang sama. (Melati, 2. Pigmen warna coklat kemerahan yang dihasilkan oleh tanaman pacar (Impatien balsamina L). Karena adanya senyawa pelargonidin, malviding, kaemferol, dan sianida monoglikolsida, yang merupakan (Alimuddin, 2. METODE Alat: Instrumen yang digunakan meliputi : Mikroskop, handscoon, masker, pipet tetes, beaker glass , kertas saring, deck glass, object glass, lidi, pot feses, tissue, tabug reaksi, rak tabung, label. Bahan: Adapun Bahan yang digunakan adalah Aquadest. Larutan Eosin 2 %, aquadest. Daun pacar air 10 gram Sampel Feses ( ) Telur Cacing ascaris Pembuatan Perasan Daun Pacar Air ( Impatiens balsaminn. Pembuatan perasan dari daun pacar air (Impatiens balsaminn. dilakukan dengan cara, daun pacar air (Impatiens balsamina L) dipotong kecilkecil kemudian ditimbang sebanyak 10g Selanjutnya haluskan, lalu pearas dan disaring dengan kertas saring, maka didapatkan larutan murni. Simpan larutan dalam botol coklat. Pembuatan Preparat Control Eosin Ambil objek glass lalu dibersihkan agar tidak berlemak. Ambil 1-2 tetes larutan eosin2% diteteskan pada objek glass. Feses diambil dari ujung lidi (A 2 m. diletakkan di atas objek glass kemudian dihomogenkan. Lalu Jika ada bagian yang kasar dibuang saja. Octavia,Siregar,Sitepu,Cahya. Pemanfaatan Perasan Daun . Kemudian ditutup dengan kaca . eck menutupi sediaan secara merata sehingga tidak terbentuk gelembung Kemudian mikroskop dengan perbesaran 10x 40x. Pembuatan Preparat PerasanDaun Pacar Air (Impatiens balsaminn. 3konsentrasi yaitu 20%, 5%, dan 10% dengan prosedur yang sama seperti di atas Pengamatan Sediaan diamati secara cacing di mikroskop dengan perbesaran Feses yang positif Ascaris diteteskan larutan eosin 2% baca di bawah mikroskop dan di lakukan hal yang serupa menggunakan reagen yang berbeda yaiti perasan daun pacar air yang sudah ditentukan konsentrasinya. Data yang dikumpulkan adalah data primer hasil pembuatan perasan daun pacar air dan hasil pengamatan pada Ambil objek glass lalu dibersihkan agar tidak berlemak. Ambil 1-2 tetes larutan uji daun pacar air diteteskan pada objek Feses diambil dari ujung lidi (A 2 m. diletakkan di atas objek glass kemudian dihomogenkan. Lalu Jika ada bagian yang kasar dibuang saja. Kemudian ditutup dengan kaca . eck menutupi sediaan hingga merata agar tidak terjadi gelembung udara. mikroskop dengan perbesaran 10x7. Terakhir, dilakukan dengan 3konsentrasi yaitu 20%, 5%, dan 10% dengan prosedur yang sama seperti di atas Terakhir. HASIL Pada penelitian dilaksanakan di Laboratorium Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Sampel yang digunakan adalah feses positif Ascaris lumbricoides dan perasan daun pacar air dengan metode experimental laboratory. Dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% Hasil Pengamatan Mikroskop Gambar 4. Hasil MikroskopisKontrol eosin 2% Gambar 4. konsentrasi 5% . konsentrasi 10% . konsentrasi 20%. Dibawah . Octavia,Siregar,Sitepu,Cahya. Pemanfaatan Perasan Daun . Keterangan: Pewarnaan preparat menggunakan perasan daun pacar air konsentrasi Pewarnaan preparat menggunakan perasan daun pacar air konsentrasi Pewarnaan preparat menggunakan perasan daun pacar air konsentrasi Gambar di atas menunjukkan hasil pengamatan menggunakan mikroskopik menunjukkan bahwa preparat sediaan feses dengan konsentrasi 5% dan 20% tidak memberikan warna kontras dengan baik sedangkan pada 10% telur cacing. Tabel 1. Hasil pewarnaan menggunakan eosin 2% Penelitian Pemebrian zat pewarna alternatif pada telur cacing Ascaris lumbricoides. Perasan daun pacar air diperoleh dari proses penghalusan yang terlebih dahulu dicuci hingga bersih kemudian dibelender hingga setengah halus lalu ditimbang sesuai ditambahkan aquadest 100 ml, air perasan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tiga konsentrasi yaitu konsentrasi 20%, 10%, dan 5%. Serta diantaranya terdapat kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kode Slide Warna Kontras Bentuk Sediaan Terhada Telur Caing preparat Lapang Pandang Control Merah Kontras Oval Keterangan: Control Positif Pewarnaan Preparat Feses Ascaris Menggunakan Eosin2% Prosedur sediaan dari kotoran sapi dan pewarnaan masing-masing digunakan pada kelompok kontrol serta eksperimen. Satu preparat berfungsi sebagai kontrol, sedangkan preparat lainnya berfungsi sebagai subjek Prosedur membuat sediaan dari kotoran sapi dan masing-masing pada kelompok kontrol serta eksperimen. Tabel 2. Hasil pewarnaan menggunakan perasan daun pacar air Kode Slide Warna Kontras Bentuk Sediaan Terhada Telur Caing preparat Lapang Pandang Tidak Tidak Tidak Terwarna Kontras Terlihat Merah Kontras Oval Kecoklatan Memanjang Tidak Terwarnai Tidak Kontras PEMBAHASAN Satu preparat berfungsi sebagai kontrol, sedangkan preparat lainnya berfungsi sebagai subjek eksperimen. Eosin 2% digunakan sebagai pewarna kelompok kontrol yang dilakukan proses pembuatan preparat menggunakan eosin 2% terlebih dahulu yang bertujuan agar Tidak Terlihat Octavia,Siregar,Sitepu,Cahya. Pemanfaatan Perasan Daun . fases terwarnai dan dapat melihat morfologi telur cacing. Pada preparat alternatif menggunakan perasan air dan melihat perbandingan masing-masing konsentrasi 5% dan terwarnai dengan baik. DAFTAR PUSTAKA