Jurnal Bidan Cerdas e-ISSN: 2654-9352 dan p-ISSN: 2715-9965 Volume 4 Nomor 1, 2022. Halaman 62 Ae 68 DOI: 10. 33860/jbc. Website: https://jurnal. id/index. php/JBC Penerbit: Poltekkes Kemenkes Palu Pelaksanaan Metode Ular Tangga pada Kelas Ibu Hamil Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Mercy Joice Kaparang . Farhah Baharta. Lisnawati Prodi Sarjana Terapan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Palu. Palu. Indonesia Prodi D-i Kebidanan Palu. Poltekkes Kemenkes Palu. Palu. Indonesia Email: mercy_joice16@yahoo. ARTICLE INFO ABSTRAK Article History: Kelas ibu hamil. Metode ular tangga. Tanda bahaya kehamilan Pendahuluan: Pelaksanaan kelas ibu hamil secara terus menerus dengan metode ceramah membuat para ibu mengalami kejenuhan. Metode ular tangga dengan beberapa orang ibu hamil menjadi pemain dan bidan sebagai narasumber diharapkan mampu memberikan suasana baru dalam pelaksanaan kelas ibu hamil. Tujuan mengetahui pengaruh pelaksanaan metode ular tangga pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Metode: Jenis penelitian ini adalah Pre Experimen dengan desain one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di wilayah puskesmas mamboro. Sampel berjumlah 30 responden, dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dari cukup menjadi baik, dengan hasil uji di peroleh nilai P=0,000 bahwa terdapat pengaruh pelaksanaan metode ular tangga pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Saran: Kepada pihak puskesmas Mamboro diharapkan memanfaatkan hasil penelitian sebagai sumber rujukan dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya kegiatan pada kelas ibu Keywords: ABSTRACT Class for pregnant. Snake and Ladder Method. Danger Signs of Pregnancy Introduction: The continuous implementation of classes for pregnant women using the lecture method makes mothers feel bored. The snake and ladder method with several pregnant women as players and midwives as resource persons is expected to be able to provide a new atmosphere in the implementation of the class for pregnant women. The purpose: Of this study was to determine the effect of implementing the snake and ladder method in the class of pregnant women on increasing the knowledge of pregnant women about the danger signs of pregnancy. Methods: This type of research is Pre Experiment with a one group pretest-posttest design. The population in this study were all pregnant women in the Mamboro Public Health Center area. The sample is 30 respondents, with a simple random sampling technique using the Slovin formula. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The results showed that there was an increase in knowledge from moderate to good, with the test results obtained a value of P=0,000 that there was an effect of implementing the snake and ladder method in pregnant women's classes on increasing mother's knowledge. Suggestion: Mamboro health centers are expected to use the research results as a reference source in providing health services, especially activities for pregnant women. Received: 2021-12-16 Accepted: 2022-03-31 Published: 2022-04-01 Kata Kunci: A2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses alami yang dapat terjadi dalam siklus kehidupan seorang wanita, saat hamil seorang wanita akan mengalami perubahan pada dirinya. Selama masa kehamilan dapat terjadi beberapa perubahan yang normal namun, ada beberapa perubahan yang menjadi tanda bahaya terjadinya suatu komplikasi dan memerlukan penanganan yang tepat, maka penting untuk ibu hamil mendapatkan informasi dan pendampingan dari bidan untuk mencegah kasus kesakitan maupun kematian ibu (Walyani, 2. Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi AKI. Diantara pendekatan yang selama ini dipakai agar pengetahuan ibu dapat meningkat adalah melalui kelas ibu hamil yang bertujuan untuk mengajak ibu hamil berpartisipasi dan diberikan pemahaman dalam proses pembelajaran. Model kelas ibu ini telah dipakai oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya peningkatan cakupan kualitas pelayanan kesehatan (Suarmanayasa, 2. Masih rendahnya kualitas pelaksanaan kelas ibu hamil, sehingga terdapat perbedaan cakupan antara banyaknya puskesmas yang mengadakan kelas ibu hamil, banyaknya peserta, serta banyaknya kehadiran pada saat pelaksanaan. Menurut data Sirkesnas 2016 di Indonesia, dengan total 81,8% atau lebih banyak ibu tidak ikut serta dalam program kelas ibu hamil yang diadakan oleh pemerintah. Capaian pelaksanaan kelas ibu hamil di Sulawesi tengah sebesar 43,69% yang cukup jauh dari 90% target Nasional yang dikeluarkan oleh pemerintah (Handayani. Monika, & Priska Pipit, 2. Hasil study di kota Palu yang dilaksanakan pada kelas ibu hamil memperlihatkan adanya jarak psikologis dalam proses kelas ibu antara bidan sebagai fasilitator dengan ibu hamil dikelas ibu. Sehingga dari bidan ke ibu hamil, hanya terjadi komunikasi satu Seolah kelas ibu hamil bukan menjadi kebutuhan ibu hamil sendiri melainkan hanya menjadi tanggung jawab bidan (Suarmanayasa, 2. Para ibu dapat merasakan kejenuhan dan kurang tertarik dalam menerima materi pada saat kelas ibu hamil dikarenakan secara terusmenerus menggunakan metode yang sama yaitu ceramah. Untuk mengubah komunikasi menjadi dua arah dan membuat ibu tertarik selama menerima materi dalam pelaksanaan kelas ibu hamil maka dipilih penyampaian berbasis permainan dengan keunggulan partisipasi penuh ibu hamil selama kegiatan karena perhatian mereka lebih fokus pada kegiatan (Nachiappan. Rahman. Andi, & Zulkafaly, 2. Permainan dapat membuat suasana menjadi menyenangkan, tetapi masih dalam keadaan yang kondusif. Ketika bermain akan menimbulkan aspek kegembiraan, sosialisasi dan rasa ingin tahu (Farhurohman. Sehingga menerima materi yang diiringi dengan bermain memberikan kesempatan pada ibu untuk mengulang-ulang, menemukan sendiri, memahami, mempraktekkan dan mendapatkan pengertian yang tak terkira banyaknya dan disinilah proses penerimaan terjadi (Ferryka, 2. Permainan yang lebih sederhana membuat lebih mudah untuk disesuaikan oleh para peneliti untuk mencapai tujuan yang diinginkan, seperti ibu hamil sebagai pemain dan bidan menjadi narasumber untuk menciptakan suasana baru (Notoatmodjo, 2. Ditemukan jenis permainan dari sisi aturan yang paling universal adalah permainan papan ular tangga. Permainan ini dapat dimodifikasi sebagai bentuk kebaharuan yaitu dengan menghapus stigma konvensional . dari permainan tersebut menjadi suatu permainan yang inovatif . (Ariessanti. Purwaningtyas. Soeparno, & Alam, 2. Salah satu permainan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran adalah ular tangga. Permainan ini sering disebut dengan AuUtangAy. Utang merupakan singkatan nama sebuah permainan. Huruf AuUAy yang berarti Ular dan kata AutangAy yang artinya tangga (Ferryka, 2. Proses kegiatan kelas ibu hamil di wilayah Puskesmas Mamboro Kota Palu dilaksanakan secara umum atau cara yang sering dilakukan yaitu komunikasi satu arah dengan bidan sebagai pemberi pelayanan sehingga sebagian besar ibu mengalami kejenuhan dan tidak tertarik terhadap materi yang disampaikan. Oleh karena ini, metode yang umum digunakan dapat diganti dengan metode ular tangga untuk memberikan hal baru dalam kegiatan kelas ibu hamil agar ibu lebih bersemangat dalam mengikutinya. Penelitian menggunakan metode ular tangga juga telah dilakukan di Ternate, yaitu pengaruh media permainan ular tangga terhadap pengetahuan siswi SMP 6 Ternate tentang cara mengatasi nyeri haid. Penelitian tersebut menghasilkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan media permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan siswa (Hardianti & Prihatin. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan metode ular tangga pada kelas ibu hamil terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Pre Experimen dengan desain one group pretestpostest. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan satu bulan di wilayah Puskesmas Mamboro. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 282 ibu. Sampel berjumlah 30 responden, dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus slovin. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan ibu hamil, umur, pekerjaan, pendidikan, jumlah kehamilan. Data pengetahuan ibu dikumpulkan menggunakan kuisioner terkait pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan yang berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda. Permainan ular tangga pada penelitian ini menggunakan ular tangga khusus mengikuti penelitian terdahulu dengan metode serupa yang berisi tentang apa saja tanda bahaya kehamilan. Saat permainan ular tangga berlangsung di kelas ibu hamil komunikasi terjalin sangat baik antara ibu hamil sebagai pemain dan bidan sebagai fasilitator, sehingga informasi dapat diterima dengan baik oleh ibu hamil. Dalam permainan ular tangga pemain diambil secara acak, dalam satu kali permainan para pemain memiliki latar belakang berbeda yaitu tingkat pendidikan yang berbeda dan jumlah kehamilan yang berbeda sehingga dapat berbagi pengalaman sesama pemain maupun dengan fasilitator. Pertemuan pada kelas ibu hamil dilakukan selama satu kali dalam satu bulan diwilayah Dimana evaluasi yang dilakukan mulai dari pretest, proses kegiatan metode ular tangga, dan diakhiri dengan posttest. Kemudian data yang telah terkumpul akan dilakukan uji normalitas. Dari hasil uji normalitas diperoleh data berdistribusi tidak normal, maka uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. HASIL PENELITIAN Berikut ini hasil penelitian dapat ditampilkan sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi frekuensi ibu hamil berdasarkan karakteristik di wilayah kerja Puskesmas Mamboro Kota Palu Karakteristik Jumlah Persentase (%) Umur <20 Tahun 20-35 Tahun >35 Tahun Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Karakteristik Pendidikan Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Jumlah Kehamilan Primigravida Multigravida Jumlah Persentase (%) Tabel 1 Memperlihatkan bahwa pada penelitian ini, responden yang sebagian besar berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 26 orang . ,7%). Sebagian besar responden tidak bekerja yaitu sebanyak 22 orang . ,3%). Tingkat Pendidikan yang lebih banyak adalah pendidikan menengah yaitu sebanyak 15 orang . %). Jumlah kehamilan terbanyak yaitu kategori multigravida sebanyak 16 orang . ,3%). Tabel 2. Pengaruh pelaksanaan metode ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan Nilai Mean Pretest Nilai Mean Posttest Selisih Nilai Mean Nilai P Value 84,00 97,33 13,33 0,000 Uji analisis statistik pada tabel 2 yang dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p= 0,000 (< 0,. yang berarti bahwa terdapat pengaruh pelaksanaan metode ular tangga pada kelas ibu hamil terhadap adanya peningkatan pengetahuan ibu dari cukup menjadi baik tentang tanda bahaya PEMBAHASAN Table 2 terjadi peningkatan nilai rata rata sebesar 13,33 dari nilai 84,00 saat pretest menjadi 97,33 saat posttest. Penyampaian informasi di kelas ibu hamil menggunakan metode ular tangga sangat berpengaruh pada peningkatan pengetahuan responden tentang tanda bahaya kehamilan. Permainan ular tangga merupakan sesuatu yang baru dan menyenangkan bagi ibu hamil karna saling bertukar informasi dalam bentuk permainan. Penelitian dengan judul ada pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan metode ular tangga terhadap pengetahuan remaja tentang dampak perkawinan anak. Peningkatan pengetahuan ini karena responden ikut aktif saat bermain ular tangga dalam kegiatan Pendidikan Kesehatan (Handayani. Monika. , & Pipit, 2. Penelitian yang berjudul pengaruh pendidikan seksual dengan metode snakes and ladders terhadap pengetahuan underwear rule pada siswa kelas 1 di SDN Kebonsari 1 Tuban mendapatkan hasil setelah dilakukan pendidikan seksual dengan metode snakes and ladders, hampir seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan baik tentang Underwear Rule. Ada pengaruh pendidikan seksual dengan metode snakes and ladders terhadap pengetahuan Underwear Rule pada siswa kelas 1 di SDN Kebonsari 1 Tuban dilakukan (Ferianto. & Faizah 2. Pada penelitian yang lainnya juga menyebutkan bahwa metode pembelajaran/penyuluhan diperlukan cara unik dan menarik agar materi yang disampaikan dapat meningkatkan pengetahuan sehinngga sasaran dan tujuan Media permainan ular tangga yang digunakan pada siswa SMPN Lubuk Dalam berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan siswa (Hardianti & Prihatin, 2. Pendekatan belajar juga mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu strategi belajar dan media belajar. Metode belajar atau penyampaian informasi yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi agar lebih semangat dalam proses belajar (Waryana, 2. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan melalui kegiatan kelas ibu hamil. Kelas ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka. Manfaat dari kelas ibu hamil salah satunya adalah memperoleh informasi seputar masalah kehamilan, sehingga pengetahuan tentang kehamilan terutama tanda bahaya kehamilan lebih dipahami oleh ibu yang aktif mengikuti kelas ibu hamil (Nuryawati & Budiasih, 2. Penelitian sebelumnya menunjukan metode ular tangga efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil sehingga metode ini perlu diterapkan dalam kelas ibu hamil (Longgupa & Nurfatimah, 2020. Longgupa. Nurfatimah, & Siregar. Penyuluhan penting dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan (Aprilia & Ramadhan, 2. Lancarnya proses kehamilan adalah hal yang diinginkan oleh setiap ibu hamil. Dalam kelas ibu hamil, selain perlu mengetahui hal yang menyertai jalannya proses kehamilan juga mengenali beberapa tanda bahaya pada kehamilan. Tanda bahaya kehamilan didefinisikan sebagai tanda-tanda atau gejala yang menunjukkan adanya bahaya yang dapat terjadi selama proses kehamilan. Kematian pada ibu hamil dapat disebabkan karena tanda bahaya yang tidak terdeteksi selama kehamilan. Tanda bahaya ini merupakan gejala yang muncul dalam kehamilan yang memperlihatkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya sehingga terjadi komplikasi (Lisnawati. Apabila tanda bahaya tidak terdeteksi dapat menyebabkan kematian pada ibu hamil (Prawirohardjo, 2. Tidak mau makan dan muntah terus-menerus, mengalami demam tinggi, pergerakan janin di kandungan kurang dari biasanya, kaki tangan dan wajah membengkak, terjadi pendarahan, dan air ketuban pecah sebelum waktunya merupakan tanda-tanda bahaya kehamilan (Kemenkes RI, 2. Pengetahuan hadir dari penginderaan manusia yang berfokus pada satu objek, sehingga menciptakan dasar untuk melakukan sesuatu. Faktor pendidikan, informasi, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, serta usia merupakan faktor yang mempengaruhi pengetahuan (Notoatmodjo, 2. Melihat kebiasaan dan tradisi yang dilakukan oleh sekitar secara berulang serta turut mengalami sendiri maka pengetahuan seseorang dapat bertambah. Dimulai dari pengetahuan akan terjadi perubahan sehingga membentuk perilaku secara bertahap (Sulistianingsih & Hasyim. Pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mendeteksi secara dini ada atau tidaknya komplikasi dalam kehamilan. Sewaktu-waktu kehamilan yang dianggap tanpa resiko pun dapat berubah menjadi resiko tinggi (Pratitis & Kamidah, 2. Maka pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan perlu diketahui oleh ibu hamil sehingga dengan adanya pengetahuan, ibu akan selalu berhati-hati pada dampak buruk terhadap kehamilanya dan berusaha menjaganya melalui pemeriksaan secara rutin (Pertiwi & Isnawati, 2. Hasil akhir yang diharapkan dari adanya peningkatan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan lalu melakukan deteksi dini secara rutin adalah menurunkan angka kematian ibu yang dimulai dari sekitar kita (Dewie, 2. Pentingnya pengetahuan ibu tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan, apabila ibu telah mengetahui tanda-tanda bahaya dalam kehamilan dan terjadi kondisi yang tidak diharapkan maka ibu serta keluarga dapat langsung mengambil keputusan tindakan yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi dan memburuknya kondisi ibu, dengan cara itu masalah terdeteksi lebih awal dan lebih cepat pula penanganan yang tepat dilakukan (Sitepu. Andini, & Zahira, 2. SIMPULAN DAN SARAN Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pada pelaksanaan metode ular tangga pada kelas ibu hamil terhadap pengetahuan ibu yang baik semakin meningkat tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah Puskesmas Mamboro Kecamatan Palu Utara Kota Palu. Kepada pihak puskesmas diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai sumber rujukan dalam memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas khususnya kegiatan pada kelas ibu hamil. UCAPAN TERIMA KASIH Disampaikan kepada pihak Puskesmas Mamboro dan Poltekkes kemenkes palu yang telah memberi peluang dan menyokong peneliti hingga penelitian ini dapat terwujud dengan baik. DAFTAR PUSTAKA