Vol. 5 No. Februari, 2025 hlm. ISSN 2776-7752 (Onlin. ISSN 2775-197X (Prin. PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN SENTRA INDUSTRI KERUPUK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DIKAWASAN DESA AJUNG WETAN, KECAMATAN AJUNG. KABUPATEN JEMBER Helmi Agus Salim1. Yani Dahliani2. Dewi Untari3 Institut Teknologi dan Sains Mandala Universitas dr. Soebandi e-mail: helmi@stie-mandala. id, yani@itsm. id, dewiuntari@uds. Abstract Kegiatan pendampingan terhadap UMKM merupakan salah satu bentuk dari tri dharma perguruan Home Industri dengan produk kerupuk yang terletak didesa Ajung Wetan kecamatan Ajung kabupaten Jember merupakan mitra yang merupakan salah satu UMKM industri rumahan dimana aktivitasnya mampu mengangkat kondisi perekonomian masyarakat sekitar kawasan tersebut. Hal ini ditunjukkan dengan tenaga kerja yang mayoritas dari kalangan keluarga pemilik usaha tersebut yang mendominasi jumlah tenaga kerja dalam satu pemilik usaha kerupuk tersebut. Industri kerupuk mawar mentah adalah salah satu jenis makanan ringan tradisional yang populer di Indonesia. Makanan ini terbuat dari adonan tepung tapioka yang dicetak dalam bentuk mawar dan kemudian dikeringkan. Salah satu usaha yang harus mampu bertahan dengan segala kondisi yaitu industry kerupuk milik pak Mahrus ini menjadi bagian dari mitra kami. Pemilik menjelaskan tujuan tetapnya bertahan ditengah berbagai macam kondisi mulai pandemic covid-19 kemudian kebangkitan pasca pandemic covid-19 sampai ketidakstabilan perekonomian nasional yang semata-mata hanya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat agar masyarakat setempat tetap memiliki penghasilan/ pendapatan sehingga bisa mencukupi kebutuhan keluarganya seperti terpenuhinya pangan, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan pendidikan untuk anaknya dan kebutuhan lainnya. Meskipun dibandingkan dengan industri kreatif lainnya, home industry kerupuk ini, mendapat peluang yang besar untuk terus bertumbuh dikarenakan peminat dan harga yg terjangkau namun tetap terdapat kendala dalam kegiatan produksi- produksinya. Dengan berbagai kendala yang dihadapi dan dengan kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh peneliti melalui observasi dan pendalaman permasalahan didapatkan bebrapa hal yang akan diangkat, diantaranya : . Meningkatkan kapasitas produksi dengan peralatan yang modern, . Revitaslisasi Unique Selling Point (USP), . Variasi atau diversifikasi produk dengan warna-warni kerupuk, dan . Edukasi pelaporan keuangan. Dengan kolaborasi keunggulan produk dengan selera konsumen sekarang menjadi pemicu UMKM ini untuk menaruh harapan besar dalam menatap pasar baru di era baru. Keywords : kapasitas produksi, diversifikasi produk,Value Add Service, edukasi Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. PENDAHULUAN Usaha home industry merupakan bagian dari UMKM (Usaha Mikro. Kecil dan Menenga. termaksud dalam bisnis kecil. Bisnis kecil yang dimaksud adalah suatu usaha yang dimiliki dan dikelola secara bebas dan tidak mendominasi pasar. Selain itu juga bukan merupakan bagian atau cabang dari perusahaan lain. Adapun Home Industry suatu peluang usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan. Diantara UMKM yang terdapat di Desa Ajung Wetan Kabupaten Jember, khususnya di Kecamatan Ajung home industri makanan ringan seperti kerupuk milik Bapak Mahrus ini, harus mampu bertahan dengan segala kondisi, pemilik menjelaskan tujuan tetapnya bertahan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat agar masyarakat setempat agar tetap memiliki penghasilan/ pendapatan sehingga bisa mencukupi kebutuhan keluarganya seperti terpenuhinya pangan, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan pendidikan untuk anaknya dan kebutuhan Meskipun dibandingkan dengan industri kreatif lainnya, home industry kerupuk ini, mendapat peluang yang besar untuk terus bertumbuh dikarenakan peminat dan harga yg terjangkau namun tetap terdapat kendala dalam kegiatan produksi- produksinya. Pengembangan industri kecil dan menengah merupakan upaya perbaikan perekonomian karena potensinya yang sangat besar dalam menggerakkan perekonomian nasional. Industri kecil dan menengah mempunyai peranan yang besar pada perekonomian karena banyaknya masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada IKM. Diantara usaha kecil dan menengah, industri kerupuk di Desa Ajung Wetan Kecamatan Ajung Kabupaten Jember juga merupakan salah satu industri kecil yang ada di Indonesia. Perhatian utama dalam penelitian ini adalah untuk melihat lebih jauh perkembangan dan keberadaan industri kerupuk di Desa Ajung Wetan Kecamatan Ajung Kabupaten Jember, sehingga dapat dirumuskan strategi . kenario dan kebijaka. pengembangan yang akan digunakan dari penelitian ini adalah : Merumuskan strategi pengembangan sentra industri kecil dan menengah pembuatan kerupuk pada Desa Ajung Wetan Kecamatan Ajung Kabupaten Jember metode perumusan strategi pengembangan yang diaplikasikan pada penelitian ini menurut teori kerangka analogis perumusan strategi yang dikemukakan oleh Fred R. David. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. Pasca Pandemi Covid-19 banyak harapan yang muncul di dunia usaha khususnya untuk bisa melanjutkan kehidupan bagi para pengusaha, namun untuk bangkit butuh upaya yang besar apalagi era sekarang adalah era yang berbasis Bagi mereka generasi Z tentu mereka mudah beradaptasi, namun kalau pemilik home industry ini adalah generasi jauh sebelumnya maka mereka perlu pendampingan dalam menjalankan usahanya agar mampu bersaing di era sekarang baik dari segi kualitas, kemasan, manajemen, bahkan pemasaran dan aplikasi produk yang dimilikinya supaya mempunyai akses pasar dan pemasok yang mudah dioperasikan oleh pemilik usaha dan konsumen. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. Gambar 1. Kerupuk Mawar Mentah Merah Milik Pak Mahrus Sumber : Penulis, 2024 METODE Dalam kegiatan yang dilakukan terdapat tiga metode dalam melakukan penelitian yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, observasi dilakukan untuk meninjau, mengetahui dan memahami bagaimana situasi sosial yang terjadi pada lingkungan masyarakat dan hal yang terjadi di lingkungan Menurut Alkin, 2011, metode observasi akan menghasilkan informasi yang detail mengenai tren, pemangku kepentingan terkait, situasi dan kondisi sosial, serta aktivitas yang ada. Penelitian ini melakukan observasi sebanyak tiga kali ke lingkungan Ajung Wetan kecamatan Ajung dan mem-follow up kepada pihak pelaku usaha industry kerupuk pak Mahrus. Dalam observasi penelitian ini mengamati bagaimana aktivitas mulai proses menyediakan bahan baku. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. dilanjutkan dengan mengolah ke mesin pembuat adonan dan mesin pembentuk kerupuk sampai produk dijemur dan dikemas sehingga siap untuk di jual. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara. Wawancara dilakukan kepada pemilik usaha industry kerupuk pak Mahrus. Menurut Neuman, 2016, salah satu teknik dalam mengumpulkan data penelitian adalah melakukan wawancara . yang bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data empiris, agar wawancara dapat struktur dan data yang didapat dapat menjawab pertanyaan penelitian, penelitian ini membuat panduan pertanyaan yang ditanyakan langsung kepada pemilik usaha tersebut. Menurut Sugiyono, 2009 Penelitian ini juga melakukan penelusuran datadata tertulis dan menganalisis dokumen-dokumen yang berkaitan dengan objek penelitian baik berbentuk gambar, berita, artikel, foto-foto, dan lain-lain. Hal ini dilakukan agar penelitian mendapatkan data secara menyeluruh dan melengkapi hasil data yang diperoleh dari observasi dan wawancara mendalam. Guna menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh mitra usaha, maka metode pendekatan yang digunakan dalam Program Kemitraan Masyarakat ini adalah dengan menggunakan pendekatan partisipatif. Diharapkan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, mitra usaha turut memiliki andil dan aktif dalam kegiatan ini. Hal ini disebabkan karena yang mengetahui permasalahan yang terjadi dalam diri UMKM di bidang kerupuk ini sebenarnya adalah mereka sendiri, sehingga mereka harus turut dalam proses penyelesaian persoalan yang mereka hadapi dan tim pengusul hanya sebagai fasilitator yang mengantarkan mereka dalam pemecahan masalah . in-win solutio. dan Oleh karena itu, diperlukan partisipasi mitra dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pendampingan pengembangan sentra industri kerupuk dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dikawasan desa ajung wetan, kecamatan ajung, kabupaten jember. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. No. Kegiatan Keterangan Pengenalan Lingkungan Tempat Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Menyelesaikan perijinan di Desa Ajung Wetan, kecamatan Ajung Pertemuan dengan Pemilik kerupuk pak Mahrus Survey UMKM Penjelasan program PKM Pengenalan Sistematika Proses Pembuatan Bahan Dasar Pertemuan dengan pemilik UMKM Membantu bahan dan campuran Pendampingan Kegiatan Membuat Adonan. Membentuk Bahan & Variasi Warna-Warni pada produk Pendampingan Pengolahan Menjemur Menyiapkan Bahanbahan Proses pengadonan Proses Proses membentuk Diskusi dengan pemilik UMKM mengenai alas untuk menjemur agar tidak Ming. Ming. Ming. Ming. Ke-1 Ke-2 Ke-3 Ke-4 Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. Menjemur Kerupuk setelah proses Pendampingan Pemasaran Offline & Online Pemasaran Offline melalui jaringan pengecer dan pasar Pemasaran Online dengan masuk Marketplace Pendampingan Proses Packaging Membantu proses Membuat desain packaging baru yang lebih menarik Sumber: Data diolah 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Selama masa perencanaan program PKM, banyak kegiatan yang telah siap untuk dilaksakan di Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari. Kami hanya merencanakan sedikit kegiatan sebelum keberangkatan PKM dan sisanya disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan desa setelah tiba di lokasi PKM. Program yang telah direncanakan serta laksanakan dalam kegiatan PKM telah melalui proses observasi kebutuhan dan disesuaikan dengan kemampuan dalam Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sebagai Melakukan variasi produk dengan warna-warni kerupuk yang dihasilkan sehingga bisa menarik konsumen, serta dapat meningkatkan jumlah penjualan dan segmentasi pasar. Membuat desain label kerupuk agar memiliki identitas yang nantinya bisa didaftarkan sebagai hak paten agar tidak mudah di tiru oleh kompetitor. Mendampingi bagian produksi agar karyawan mampu melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien, karna di dalam proses produksi terjadi proses operasional bahan baku, tenaga kerja dan mesin yang membutuhkan biaya. Hal Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. ini di lakukan karena prinsip dalam dunia bisnis adalam mencari keuntungan. Memberikan edukasi tentang pengelolaan laporan keuangan sederhana agar UMKM mampu mengendalikan cashflow keuangan ketika kondisi keuangan perusahaan tidak stabil. Selain itu, hal tersebut juga mampu mendisiplinkan pemilik usaha agar bisa membedakan penggunaan keuangan keluarga dengan keuangan untuk UMKM. Merekomendasikan mesin pengaduk adonan kerupuk agar dapat meningkatkan produktivitas dalam pembuatan kerupuk. Dalam melaksanakan kegiatan ini tentunya banyak dukungan dan hambatan yang dialami. Beberapa dukungan yang didapatkan diantaranya adalah respon masyarakat yang baik, respon dari pemilik usaha Kerupuk terhadap ide-ide dan masukan yang positif bagi kemajuan usaha tersebut. KESIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas, maka didapatkan kesimpulan bahwa UMKM industri kerupuk milik pak Mahrus memiliki potensi yang bagus dalam bidang wirausaha. Lokasi Bahan baku yang diperoleh juga tidak mempersulit proses usaha industri pembuatan kerupuk milik pak Mahrus. Industri kerupuk ini sudah dikenal di lingkungan sekitar rumahnya, bahkan usaha ini sudah di buka di rumah saudaranya yang letaknya sekitar 300 meter dari rumah pak mahrus, hal ini dilakukan karena keterbatas lokasi untuk menjemur kerupuk Dengan membuat variasi warna-warni pada produknya diharapkan lebih luas segmen pasar yang dituju. Di sisi keuangan usaha, kami juga memberikan edukasi dalam pengelolaan pencatatan laporan keuangan sederhana agar pemasukan dan pengeluaran keuangan terkendali. Pemberian rekomendasi pembelian peralatan juga dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini banyak temuan di lapangan yang bisa menjadi bahan referensi dalam menambah literasi dalam dunia Tidak hanya di sektor perencanaan, tetapi waktu pelaksanaan di lapangan kita harus fleksibel dalam menghadapi tantangan dan peluang serta kendala yang dihadapi. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 5 No. Februari, 2024 hlm. DAFTAR PUSTAKA