CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Budaya Nyadran sebagai Aktualisasi Rasa Syukur Warga di Prambon Nganjuk Ahmad Doni Prayoga1. Ahmad SyifaAoul Wildan2 Komunikasi Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri Kediri Email:Indomilkaudi@gmail. com1 , paolahmad12345@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Budaya Nyadran Sebagai Aktualisasi Rasa Syukur Warga di Desa Prambon Kabupaten Nganjuk. Jenis penelitiannya kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitiannya para penyadran di desa Prambon dan obyek penelitiannya aktualisasi rasa syukur. Metode pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tehnik analisis interaktif terdiri Reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian dijelaskan sebuah budaya harus ada dilestarikan karena merupakan warisan nenek moyang. Budaya mengacu pada sesuatu yang diwariskan pada masa lalu dan masih berfungsi hingga saat ini. Salah satu unsur budaya itu yang terus dilestarikan adalah tradisi. Contoh yang pantang menyerah dan berkesinambungan tradisinya adalah Nyadran. Nyadran masih dilakukan hingga saat ini di prambon kabupaten nganjuk, pun makin meriah. Budaya Nyadran mempunyai arti penting kedudukannya bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi digunakan oleh masyarakat prambon kabupaten nganjuk dalam melestarikan tradisi Kata Kunci: Budaya nyadran dan aktualisasi rasa syukur Abstract This research aims to describe Nyadran Culture as an Actualization of Residents' Gratitude in Prambon Village. Nganjuk Regency. The type of research is qualitative with a descriptive approach. The research subjects were the awareness practitioners in Prambon village. and the research object is the actualization of gratitude. Data collection methods: observation, interviews and documentation. Data analysis using interactive analysis techniques consists of. Data reduction, data display and data The research results explain that culture must be preserved because it is the inheritance of ancestors. Culture refers to something that was inherited from the past and still functions today. One element of culture that continues to be preserved is tradition. An example of an unyielding and continuous tradition is Nyadran. Nyadran is still carried out today in Prambon. Nganjuk district, and is even more lively. Nyadran culture has an important position for society. The aim of this research is to determine the communication patterns used by the Prambon community of Nganjuk district in preserving the Nyadran tradition. Keywords: Nyadran culture and actualization of gratitud JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Pendahuluan Manusia hidup tidak dapat lepas dari komunikasi, begitu juga dengan budaya dan komunikasi yang tidak dapat dipisahkan, karena budaya adalah hal penting agar sebagai manusia memiliki identitas diri (Mulyana, 2005:. Budaya menentukan siapa bicara dengan siapa, tentang apa, dan bagaimana orang menyandi pesan, makna yang ia miliki untuk pesan. Setiap budaya memiliki normanya sendiri, dan bisa dikatakan bahwa hampir semua adatistiadat berbeda. Tetapi satu hal yang sama, nilai budaya tersebut. Sebuah budaya harus dilestarikan, budaya merupakan harta warisan dari nenek moyang Budaya dan nilai adat istiadatnya juga harus dipatuhi seperti undangundang. Kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa yang dapat membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lainnya. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 32 mengamanatkan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Dalam suatu daerah terdapat kepercayaan-kepercayaan yang masih dianut oleh masyarakat setempat, terutama di daerah-daerah pedesan. Dalam suatu kepercayaan yang ada dalam masyarakat tertentu pasti proses komunikasi selalu dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Fenomena ini mendasar ketika informasi di sampaikan dari generasi kegenerasi. merupakan peninggalan masa lalu yang diwariskan sampai saat ini dan masih Budaya memperlihatkan bagaimana tingkah laku masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Kirab Budaya dan Tumpengan dalam rangka Nyadran di Prambon. Kabupaten Nganjuk, acara adat ini dilakukan untuk ngeluri . para leluhur yang merupakan Budaya Bangsa dan perlu di kembangkan di masamasa yang akan datang. Tujuan dari Kirab Budaya dan Tumpengan dalam acara Bersih Desa tersebut adalah sebagai Tanda Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwasannya Warga Desa Sonoageng diberikan keselamtan, kesehatan, ketentraman dan hasil pertaniannya melimpah tidak diserang hama. Juga bertujuan agar generasi muda bisa mencontoh para pendahulu-pendahulunya dengan baik, tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak generasi muda. Terkait dengan sejarah keberadaan Makam Mbah SaAoid sebagai Pusat Nyadran (Bersih Desadan Tumpenga. Panuju selaku Kamituo Dusun Sonoageng dan juga panitia tumpengan tersebut Panuju menceritakan bahwa. AuPada tahun 1796 terjadi perangantara Kesultanan Yogyakarta Pangeran Mangku Bumi (Hamengku Buwono I) memerangi Kasunanan Solo dibawah Kepemimpinan MasSaAoid (Adipati Mangkunegara. Yang pada akhirnya dimenangkan oleh Kasultanan Yogyakarta. Kemudian Mas SaAoid diasingkan ke Sailon. Mas SaAoid punya putra dari selir, namanya Raden SaAoid Anom menyingkir ke wilayah timur dengan beberapa kerabat dekat akhirnya menetap di Desa Sono agengini. Akhirnya Raden SaAoid Anomini menjadi Pendeta (Kya. sampai beliau meninggal dan dimakam kandi Prambon. Acara Seni Buda yaan tara lain Kesenian Jaranan. Kentrung. Electone. Wayang Kulit dan Wayang Krucil . , menceritakan cerita-cerita Panji (Kepanjia. Layar tancap. Pasar malam di Lapangan Desa Sonoageng. Kesenian ini diadakan untuk menghibur JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Masyarakat Sonoageng dan sekitarnya, dengan harapan agar kesenian daerah terangkat keberadaannya. Juru kunci makam Mbah SaAoid. Mbah Podho, menuturkan AuAcara ini Acara Nyadran (Bersih Des. maksudnya mengirim doa Kepada Tuhan YME dan semoga arwahnya Mbah SaAoid yang Baba di Dusun Sono Ageng mendapatkan kedamaian disurga. Tujuannya supaya di beri kesarasan . menopo kemawon lancar nandur-nandur nggih subur . esemuanya lancar bercocok tanam juga subu. Tata cara pelaksanaan tradisi nyadran tidak hanya sekedar ziarah ke makam leluhur tetapi juga terdapat nilainilai sosial budaya seperti gotong royong, pengorbanan, ekonomi, menjalin silaturahmi, dan saling berbagi antarmasyarakat di suatu lingkungan. Budaya Nyadran saat ini menjadi penting bagi kehidupan warga prambon nganjuk. Hal ini dibuktikan dengan banyak pemuda asli prambon yang merantau rela pulang kampung demi mengikuti Budaya Nyadran. Dan saat ini Nyadran menjadi wadah komunikasi serta ungkapan rasasyukur bagi masyarakat Prambon Nganjuk. Metode Penelitian yang akan peneliti laksanakan adalah penelitian dengan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui berbagai kondisi, berbagai situasi dan berbagai fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat yang menjadi obyek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena atau kejadian berdasarkan fakta atau data, kemudian mengkaji permasalahan yaitu mengkaji dan manggambarkan bagaimana pola komunikasi yang digunakan oleh masyarakat Prambon Nganjuk dalam melestarikan tradisi Nyadran. Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik sampling diambil dengan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Tujuan utama penelitian kualitatif adalah untuk memahami . fenomena yang ada di Kebudayaan Nyadran atau gejala social di dalam Budaya Nyadran dengan lebih menitik beratkan pada gambaran yang lengkap tentang fenomena yang dikaji dari pada memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Penelitian ini di awali dengan teknik wawancara tidak terstruktur dengan cara tanya jawa berlangsung dengan responden dimana peneliti tidak menggunakan buku panduan wawancara yang telah tersusun. Dari wawncara salah satu tokoh Budaya Nyadran di daerah Prambon Nganjuk tersebut penulis memperoleh sejarah singkat adanya Nyadran di wilayah Prambon Nganjuk. Lalu penulis juga melakukan pengumpulan data dari beberapa penelitian lain. Penulis juga menitikberatkan pada gambaran lengkap yang terjadi dalam fenomena Budaya Nyadran Prambon. Serta mewawancari beberapa pemuda yang terlibat dalam fenomena Budaya Nyadran Prambon. Kemudian penulis melakukakukan observasi dengan melakukan pengamatan langsung saat prosesi Nyadran di wilayah Prambon Nganjuk. Selanjutnya di lakukan analisis kualitatif dimana penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber lalu di kumpulkan dan di jadikan data deskriptif berupa kata kata yang tertulis. Dengan JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 metode ini di harapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mengenai Budaya Nyadran khususnya di wilayah Prambon Nganjuk. Hasil dan Pembahasan Nyadran merupakan tradisi khas Islam Nusantara berupa rangkaian kegiatan mulai dari mengunjungi makam untuk memberikan doa kepada leluhur . yah, ibu, dan lainny. dengan membawa bungaatau sesajian. Nyadran juga dilakukan dengan tradisi Islam yang sangat religius seperti tahlil, doa bersama, pengajian, dengan spirit meminta ampunan dan keseimbangan dengan alam. Praktik nyadran di berbagai daerah di Jawa memang berbeda. Namun substansinya sama, di antaranya wujud penghambaan pada Allah, rasa syukur, dan menghormati arwah leluhur serta menjaga keseimbangan dengan alam. Harmoni antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan Allah terjaga lewat tradisi nyadran. Tradisi ini menjadi salah satu wahana untuk selalu dekat dan harmoni dengan Allah, manusia hidup dan yang sudah meninggal dunia, serta dengan alam Nyadran adalah salah satu bentuk tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat dan tepatnya pada masyarakat Jawa. Tradisi nyadran merupakan peninggalan penganut Hindu yang dipadukan dengan sentuhan ajaran Islam di Tradisi nyadran adalah salah ssatu bentuk komunikasi ritual dikalangan masyarakat Jawa, karena di dalam nyadran masyarakat melakukan ritual nyekar . iarah maka. yang dipercaya mampu menghubungkan kepada Sang pencipta melalui leluhur desa yang telah meninggal. Dalam nyadran terdapat ritual sebagai perwujudan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Kata Sadran sendiri berarti mengunjungi makam leluhur maupun makam sanak saudara pada bulan Ruwah untuk memberikan doa kepada leluhur mereka . yah, ibu, dan sebagainy. dengan membawa bunga atau sesajian. Adanya ritual Nyadran di Prambon Nganjuk berkaitan dengan sejarah wilayah atau lebih dikenal dengan sebutan babad alas. Terdapat perbedaan dalam penafsiran sejarah Desa Sonoageng di kalangan masyarakat Sonoageng. Perbedaan pola pikir, pemahaman dan pengetahuan masyarakat Sonoageng tentang sejarah desa menciptakan dua pemaknaan terhadap Nyadran dan melahirkan dua versi sejarah tentang desa. Cerita yang dibangun di balik ritual Nyadran Sonoageng tidak terlepas dari peran penguasa atau tokoh di Desa Sonoageng pada tahun 1994. Hal ini berdasarkan Cerita dari salah seorang mantan tokoh yang berperan di dalam budaya Nyadran Prambon. Selanjutnya akan dibahas kronologi adanya prosesi Nyadran Sonoageng Tradisi nyadran menurut Prasetyo . dikenal dengan sadranan adalah tradisi yang dilakukan oleh orang jawa setiap menjelang puasa Ramadhan, yang dilakukan di bulan SyaAoban . alender Hijriya. atau Ruwah . alender Jaw. untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan atau Sementara Purwadi menyampaikan dalam bukunya bahwa kata nyadran atau sadranan berasal dari bahasa sansekerta yang berarti tradisi mengunjungi makan leluhur atau sanak saudara yang sudah meninggal pada saat menjelang datangnya bulan Ramadhan. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 Prosesi Nyadran Prosesi Nyadran Prambon merupakan hasil adopsi berbagai tradisi yang ada di Jawa. Nyadran Prambon pada awalnya merupakan acara selamatan tahunan yang diselenggarakan di rumah kepala dusun . Seiring berkembangnya zaman masyarakat ingin meramaikan Nyadran dengan berbagai Hiburan pada awalnya yaitu wayang krucil dan kentrung. Pada tahun 1993 diadakan rapat secara berkelanjutan untuk mengadakan prosesi, dan pada tahun 1995 prosesi Nyadran peratama kali diadakan di Prambon. Prosesi Nyadran yang telah dilaksanakan merupakan adobsi tradisi Nyadran yang ada di daerah Menang. Kediri. Sampai saat ini Nyadran Prambon ramai dikunjungi masyarakat dari luar desa maupun luar wilayah Nganjuk. Perkembangan zaman membawa perubahan di Nyadran Prambon. Berbagai pertunjukkan pun disajikan untuk menarik perhatian pengunjung. Bazar rakyat sepanjang jalan kecil di Desa Prambon menambah ramainya ritual Nyadran Prambon. Berikut akan dijabarkan secara rinci proses ritual Nyadran Prambon mulai dari pra acara hingga rampungnya ritual Nyadran. Tujuan Penyelenggaraan Nyadran Masyarakat Prambon menyebut tradisi Nyadran sebagai syukuran seusai panen raya, namun masih ada tujuan-tujuan lain dari tradisi Nyadran. Tujuantujuan tersebut biasanya dibacakan saat prosesi Nyadran. Berdasarkan dokumentasi peneliti dari data yang dimiliki paguyuban Putra Wayah Eyang Sahid . , berikut adalah tujuan-tujuan Nyadran yang dibacakan saat prosesi Ndadosaken pepenget lan pangeling-eling jasanipun Eyang Sahid anggenipun yasa Desa Prambon Tumrap kawula Prambon sarana muji syukur ing rasa Gusti Allah. Awit sadaya berkah lan rahmat ingkang rumentah malimpah dumateng kawula Prambon sakukuban Nguri-nguri budaya Jawi murih bisoa lestari Asung tuladha dumateng para muda sepados tetap ngeluri prosesi Nyadran murih lestari Nyadran ndadosaken sarana kangge mujutaken gegayuhan luhur, tumrap para kawula ingPrambon, para pengunjung dalah bebrayan agung Sesaji jolen mujutaken puji syukur ing ngarsa dalem Gusti Ingkang Maha Kuasa, awit sampun peparing ulu wetu bumi arupi sawernining hasil tetanen ingkang malimpah, lan pangajeng-ajeng mugio ing tahun-tahun candakipun langkung malimpah. Berdasarkan naskah tersebut, peneliti menjabarkan tujuan Nyadran Prambon secara umum sebagai berikut: Mengenang Jasa Mbah Sahid Selaku Orang yang Telah Mendirikan atau Membangun (Babad Ala. Prambon Nyadran oleh sebagian masyarakat Prambon dilaksanakan sebagai bentuk rasa terimakasih terhadap jasa Mbah Sahid yang telah mendirikan desa tersebut, masyarakat melakukan Nyadran yang ditetapkan pada hari Kamis Legi JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 antara bulan Juni dan Juli. Sebagian masyarakat menganggap bahwa Mbah Sahid merupakan orang yang telah berjasa dalam membangun Prambon sehingga merasa perlu mengadakan Nyadran yang salah satu tujuannya untuk menghormati jasa Mbah Sahid. Salah satu rangkaian ritual Nyadran ada kegiatan membersihkan situs yang dianggap makam Mbah Sahid . Wujud Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa Tradisi Nyadran memiliki tujuan utama sebagai sebuah bentuk wujud syukur kepada Sang Pencipta atas karunia yang ada. Baik karunia tersebut berupa rizki ataupun kesehatan dalam keluarga. Pada dasarnya hakikat dari Nyadran adalah bersyukur. Syukur dalam arti menerima apapun yang telah didapatkan dari Yang Maha Kuasa. Masyarakat Prambon berharap dengan adanya Nyadran ini, kehidupan di masa yang akan datang menjadi lebih baik lagi, dihindarkan dari segala bentuk mara bahaya baik yang menimpa desa ataupun keluarga. Sehingga kehidupan akan menjadi lebih damai dan tentram. Menjaga Budaya Jawa Agar Tetap Lestari Sebagai salah satu bentuk budaya yang ada di Jawa, tradisi Nyadran pada hakikatnya harus tetap dijaga dan dilestarikan karena dalam tradisi tersebut terdapat beberapa kesenian daerah yang dimainkan diantaranya: Jaranan, ludruk, wayang kulit, wayang krucil, kentrung, tayub dan reog Ponorogo. Sebuah tradisi tanpa disadari juga memberikan identitas kepada para pelestari tradisi tersebut karena setiap tradisi meskipun sama dengan daerah yang lain, tetapi memiliki perbedaan dalam hal pelaksanaannya dan hal tersebut merupakan salah satu bentuk keanekaragaman yang ada di Indonesia . Memberi Contoh Pemuda untuk Tetap Menjaga Prosesi Nyadran Agar Tetap Lestari Pelaksanaan Nyadran tidak terlepas dari peran pemuda, kemajuan zaman membawa perubahan dalam pelaksanaan Nyadran yang mempunyai dampak semakin meningkatnya kreatifitas para pemuda dalam meramaikan Nyadran Prambon. Tidak hanya orang tua yang aktif dalam pelaksanaan Nyadran, pemuda desa juga berperan aktif dalam pelaksanaan Nyadran. Wujud kegiatan pemuda dalam menjaga tradisi Nyadran agar tetap lestari dan semakin menarik minat pengunjung serta sebagai wujud kreatifitas. Nyadran Menjadi Sarana untuk Mewujudkan Keinginan Luhur bagi Masyarakat dan Para Pengunjung Nyadran Sebagai perwujudan tanda syukur masyarakat Prambon tetap dijaga meskipun masyarakat dari Prambon tidak tinggal di Prambon. Contoh nyata ketika beberapa dari warga ada yang merantau di daerah lain atau di luar pulau Jawa, warga tersebut tetap mengirim sejumlah uang yang diwujudkan ke dalam ingkung . yam bakar utuh tanpa dipoton. untuk selamatan di situs Mbah Sahid. Tidak ada hal apapun yang mewajibkan masyarakat untuk menyajikan ingkung atau sesaji di situs yang dinggap makam Mbah Sahid untuk selamatan, namun masyarakat Prambon melakukan hal tersebut dengan kesadaran dan inisiatif masing masing. Wujud Syukur Kepada Kepada Tuhan Yang Maha Esa yang Telah Memberi Hasil Bumi yang Melimpah Sesaji jolen diarak menuju situs Mbah Sahid dengan diiringi gamelan Jolen yang dibawa berisi hasil bumi masyarakat Prambon seperti JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 5 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2023 padi, jagung, ketela, buah-buahan, sayur-sayuran dan peralatan masak. Jolen yang diarak diperebutkan oleh pengunjung dengan niat untuk ngalap berkah dari isi jolen. Meskipun satu biji padi yang jatuh masyarakat tetap mengambilnya dengan maksud mencampurkan biji padi dengan benih padi yang akan ditanam dengan harapan padi yang ditanam mendapatkan panen lebih Simpulan Konstruksi sejarah di Budaya Nyadran Prambon Nganjuk memengaruhi kepercayaan dan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai historis yang berkaitan dengan asal mula desa Prambon. Tradisi Nyadran Prambon Nganjuk merupakan tradisi yang diciptakan oleh masyarakat Prambon. melalui prosesi dan berbagai kesenian daerah yang mengadopsi dari daerah lain disatukan dalam sebuah ritual sehingga menciptakan simbol, nilai-nilai dan Nyadran Prambon dimaknai oleh masyarakat melalui istilah-istilah seperti nyekar, syukur, ngalap berkah, dan silaturahmi. Istilah tersebut 147 direpresentasikan masyarakat melalui tindakan-tindakan nyata dalam ritual Nyadran dengan penuh kesadaran dari masing- masing anggota masyarakat. Bersih desa diwujudkan dalam doa saat melakukan kenduri di makam. komunikasi semua saluran. Semua masyarakat bisa bergantian dalam mengirim dan menerima pesan tanpa ada yang spesifik batas peraturan. Budaya Nyadran menjadi wujud rasa syukur masyarakat Prambon Nganjuk di kegiatan sosial Partisipasi seluruh masyarakat berpengaruh terhadap keberlanjutan Budaya Nyadran. Penyampaian pesan atau nasehat dari orang yang lebih tua kepada orang yang lebih tua generasi tentang pentingnya dan manfaat Budaya Nyadran juga menjadi salah satu upaya pelestariannya. Referensi