Jurnal Bindo Sastra 8 . : 81Ae87 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN RPP MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS TRIDINANTI DENGAN MEMANFAATKAN SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Edi Suryadi. Muhklas. Lutina. Janaria Putri Isla,. Winda Miranda. Program Studi Pendiikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti SMK Unggul Negeri 2 Banyuasin i edi_suryadi@univ-tridinanti. id, . muklas@univ-tridinanti. lustina388@gmail. com, . jannariaputrii@gmail. com, . windamiranda9@gmail. Diterima: 16 Desember 2024 Disetujui: 17 Februari 2025 Diterbitkan: 18 Maret 2025 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 4 dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan sintaks model pembelajaran berbasis masalah (PBM) pada mata kuliah perencanaan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Mei 2023 dan berlangsung selama tiga bulan. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 4 reguler pagi berjumlah 23 orang. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, digunakan metode tes dan Nilai tes untuk setiap siklus akan dihitung untuk menguji hasil pengumpulan data. Dengan tingkat keberhasilan individu minimal 75 dan, secara keseluruhan, 80%, rata-rata hasil belajar mahasiswa semester 4 dalam program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diakui sebagai tingkat persentase keberhasilan belajar berdasarkan hasil setiap siklus. Temuan penelitian ini menunjukkan kemahiran mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 4 di Universitas Tridinanti tahun akademik 2022/2023 dalam mendesain rencana pelaksanan pembelajaran dengan menggunkan sintak model pembelajaan berbasis masalah pada siklus 1 skor rata-rata 76. 08 dan tingkat keberhasila belajar 65,21%. Sikluls 2 diperoleh nilai rata-rata 79 dan tingkat ketuntasan belajar 86 %. Dengan peningkatan rata-rata pada siklus 1 . dan siklus 2 . sebanyak 3,31%, hasil peningkatan nilai penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran mencakup semua unsur yang dijadikan kriteria penilaian. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester 4 Universitas Tridinanti dapat lebih mahir menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan sintaks model pembelajaran berbasis masalah. Kata kunci: Mendesain RPP. Sintak PMB Abstract The purpose of this study was to improve the ability of fourth semester Indonesian Language and Literature Education study program students in compiling lesson plans (RPP) using the syntax of problem-based learning (PBM) models in the Indonesian language and literature learning planning This study was conducted starting in May 2023 and lasted for three months. The subjects of the study were 23 regular morning semester 4 students. To collect data in this study, test and observation methods were used. Test scores for each cycle will be calculated to test the results of data collection. With an individual success rate of at least 75 and, traditionally, 80%, the average learning outcomes of fourth semester students in the Indonesian Language and Literature Education study program are recognized as the percentage level of learning success based on the results of each cycle. The findings of this study indicate the proficiency of fourth semester Indonesian Language and Literature Education students at Tridinanti University in the 2022/2023 academic year in designing lesson plans using the syntax of problem-based learning models in cycle 1 with an average score of 76. 08 and a learning success rate of Cycle 2 obtained an average value of 79 and a learning completion rate of 86%. With an average increase in cycle 1 . and cycle 2 . 31%, the results of the increase in the value of compiling a learning implementation plan include all elements that are used as assessment criteria. Based on the results of the study, students of Indonesian Language and Literature Education semester 4 Tridinanti University can be more proficient in compiling a learning implementation plan by utilizing the syntax of a problem-based learning model. Keywords: Designing RPP. PMB Syntax APendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UM Palembang DOI: https://doi. org/10. 32502/jbs. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Edi Dkk. Peningkatan Kemampuan MenyusunA Pendahuluan Sebagai bangsa yang berkembang dan maju dapat dilihat dari sektor Pendidikan yang maju dan berkembang sehingga harkat dan martabat suatu bangsa dapat bersaing dengan bangsa lain di dunia. Usaha yang perlu dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut yaitu diadakan perbaikan disektor pendidikan, terutama perangkat pembelajaran dan Perangkat pendidikan yang berkembang, dapat memaksa guru sebagai pusat keberhasilan pembelajaran untuk lebih meningkatkan mutu perencanaan pelaksanaan pembelajarannya, sehingga terwujudnya pembelajaran yang sesuai dengan standar. Perubahan kurikulum tentunya memiliki alasan rasional, yakni menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Penyesuain atau mengutamakan pemahaman dan keahlian berkarakter serta menuntut guru memiliki pengetahuan yang sebaik mungkin. Tiga aspek konsep kurikulum dimasukkan dalam kurikulum 2013 yang terdiri dari sebagai sistem, sebagai mata pelajaran, atau sebagai kajian pengembangan kurikulum (Kurniasih & Sani, 2. Kurikulum 2013 dapat berfungsi sebagai pedoman yang mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pendidikan mereka dan tidak hanya berfokus pada dalam skenario ini, guru hanya berfungsi sebagai pembimbing bagi siswa Mulyasa . menyatakan bahwa dalam kurikulum tahun 2013 dapat mencetak seseorang siswa menjadi produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui proses penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan. Penggunaan kualitas bahasa yang melekat menjadikan sikap, kemampuan, dan informasi yang diperoleh dengan mempelajari bahasa Indonesia menjadi lebih penting. Kurikulum 2013 lebih menitikberatkan pada penggunaan metode ilmiah, yang merupakan faktor pedagogis terkini dalam proses pembelajaran. Menurut Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia pembelajaran ilmiah meliputi mengajukan menalar, dan membuat jaringan. Bagi semua pelajar atau peserta didik yang belajar di negara Indonesia, wajib mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia karena mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang dipelajari dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Salah satu hal yang membantu para pelajar berhasil dalam semua bidang akademik adalah mata pelajaran bahasa Indonesia. Dengan mempelajarai bahasa Indonesia diharapkan bahwa dapat membantu para pelajar dalam memahami budaya mereka sendiri dan budaya lain. Selain mampu berkomunikasi dan terlibat dengan budaya pengguna bahasa, para pelajar atau menemukan dan menerapkan keterampilan analitis dan kreatif bawaan mereka sendiri. Oleh karena itu, mata pelajaran bahasa Indonesia sangat penting bagi pendidikan di Indonesia. Tujuan dari pembelajaran bahasa adalah untuk membantu siswa menjadi komunikator yang lebih cakap dan akurat dalam bahasa Indonesia. Selain itu, diharapkan bahwa menguasai bahasa Indonesia menghargai hasil kerja mereka. Kriteria kompetensi minimal yang menguraikan penguasaan pengetahuan, kemahiran berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa dan sastra Indonesia harus dipenuhi oleh mahasiswa yang terdaftar dalam program studi Bahasa Indonesia. Agar peserta didik dapat memahami dan menanggapi situasi lokal, regional, nasional, dan internasional, kriteria kompetensi ini sangat penting. Bagi calon guru bahasa Indonesia harus memiliki pengetahuan dasar untuk merencanakan proses kegiatan pembelaran yang akan diajarkannya kepada siswa dan telah tetuang dalam sebuah RPP. Fungsi RPP bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas yaitu sebagai acuan bagi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran di kelas supaya proses pembelajaran yang dilakukan lebih efektif dan lebih efisien (Usman, 2005:. Dalam Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 81Ae87 rangka menyusunan RPP maka seorang guru memerlukan persiapan karena pada persiapan dalam proses pembelajaran adanya hubungan interaksi antara siswa dan guru agar menimbulkan pengalaman belajar yang baik sehingga peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran seperti kegiatan menyimak, berhicara, membaca, menganalisis, serta melakukan melakukan sesuatu, dan berbagai bentuk kegiatan lainnya (Abimanyu, 2008:. Dengan demikian, sorang guru harus mampu menyiapkan RPP dengan sebaik mungkin sebelum proses pembelajaran sehingga kehadiran RPP diharapkan akan mengoptimalkan proses sehingga tujuan dari pembelajaran yang ingin di capai akan tercapai dengan baik. Kompetensi pedagogik seorang guru yang dapat diartikan sebagai kemampuan dalam membimbing proses pemahaman, dan landasan pendidikan, salah satunya diukur RPP yang sudah dirancang sebulum proses pembelajaran Menerapkan edukatif dan dialogis, menilai hasil dan proses pembelajaran, serta membantu siswa mencapai potensi yang dimiliki (Akbar, 2007:. RPP memberikan menyeluruh dengan tujuan mencapai kompetensi dasar dan inti. Untuk memastikan bahwa pembelajaran bersifat menantang, dan mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif, setiap guru harus mampu merancang RPP secara lengkap dan metodis. Hal ini akan memungkinkan banyak kesempatan bagi setiap siswa kemandirian berdasarkan keterampilan, minat, dan perkembangan fisik (Sudrajat, 2009:. Sasaran pembelajaran khusus, pokok bahasan, kegiatan pembelajaran, dan metode penilaian proses merupakan unsur-unsur utama RPP (Usman, 2005:. RPP yang efektif bersifat komprehensif melaksanakan proses belajar mengajar. Menurut Holil . RPP memuat identitas, tujuan, materi, metode, kegiatan Keadaan nyata kelas yang akan diajar selalu tercermin dalam RPP. RPP disusun dari silabus untuk menjadi pedoman kegiatan belajar siswa dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD) sesuai dengan Permendikbud nomor 22 Agar proses pembelajaran menjadi dinamis, memotivasi, dan menyenangkan, seorang pendidik harus mampu menyusun RPP yang komprehensif untuk setiap satuan pembelajaran. Banyak pembelajaran di kelas. Salah satunya kesiapan guru dalam melaksanakan proses Undang-Undang Nomor 14 Tahun kompetensi pedagogik yang harus dimiliki oleh seorang guru. Salah satu kualitas pedagogik yang harus dimiliki guru adalah kemampuan dalam menyiapkan bahan ajar. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu komponen kunci dalam mengawasi proses pembelajaran di kelas adalah profil kompetensi guru dalam membuat atau menyusun rencana pembelajaran. Menurut Susena dkk. , sebagian besar guru masih kesulitan dalam membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan berbagai kemampuan yang harus dikuasai Berdasarkan pernyataan di atas kompetensi yang baik dalam menyusun sebuah RPP penting untuk diperhatikan oleh seorang guru. Langkah awal dalam proses pembelajaran adalah tersedianya sumber belajar, yaitu RPP yang disusun oleh guru. RPP berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Menjadi guru pemula merupakan salah satu profil lulusan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tridinanti. Untuk menjadi guru profesional, mahasiswa yang terdaftar dalam program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan memiliki dan kompetensi yang profesionalisme mereka sebagai calon guru Oleh karena itu, mahasiswa dilatih Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Edi Dkk. Peningkatan Kemampuan MenyusunA dalam mendesain RPP sehingga memiliki keterampilan dan kompetensi yang baik ketika menjadi guru yang sesungguhnya. Salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti adalah mata kuliah perencanaan pembelajaran agar lulusan dihasilkan dapat mendesain perangkat pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan baik tingkat SMP maupun SMA sederajat. Berdasarkan data awal dari hasil analisis diketahui bahwa nilai yang dimiliki mahasiswa semester 4 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti bahwa RPP yang di desain oleh mahasiswa diketahui nilai yang diperoleh masih rendah. Dari jumlah sampel penelitian diketahui bahwa tingkat kemampuan mahasiswa di bawah 60%. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian tindakan kelas perlu dilakukan pelaksanaan pembelajaran bagi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra semester 4 di Universitas Tridinanti. Sehingga mahasiswa dapat menguasai berbagai keterampilan dan pengetahuan dalam membuat perangkat pembelajaran salah satunya RPP pada saat program pengalaman lapangan (PPL) dan didunia kerja yang sebenarnya. Metodologi Penelitian Penelitian Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah pengamatan terhadap kegiatan belajar yang berbentuk tindakan yang dilakukan secara sengaja di dalam kelas (Arikunto, 2010, p. Tujuan dari penelitian tindakan kelas adalah untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan peran guru sebagai peneliti dalam rangka meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Penelitian tindakan kelas adalah proses yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mengatur situasi di mana mereka dapat mengambil pelajaran dari pengalaman mereka dan membagikannya kepada orang lain. Kemmis dan McTaggan . ikutip Sukardi, 2015, p. Sedangkan kelas merupakan tempat guru melakukan penelitian, agar guru tetap bekerja sebagai guru yang profesional di tempat kerjanya. Oleh karena itu, dengan melakukan PTK maka mahasiswa dalam mendesain RPP dalam mata kuliah perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dapat ditingkatkan. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti melalui penggunaan sintaks model pembelajaran berbasis masalah. tahapan tindakan siklus 1 diketahui bahwa kemampuan mahasiswa sebesar 75,79% sedangkan pada siklus 2 tingkat kemampuan mahasiswa secara keseluruhan meningkat menjadi 83%. Dari hasil penelitian diketahui nilai kemampuan dalam mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran sebanyak dua siklus terdiri dari siklus 1 dan siklus 2. Berikut ini hasil peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mendesain RPP pada siklus 1 dan siklus 2 Tabel 1. Kemampuan Mahasiswa Dalam Mendesain RPP Menigkat Pada Siklus 1dan Siklus 2 Inisial Mahasis Siklus Siklus Pening SAL BPA RKZ AID Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 81Ae87 Inisial Mahasis CAA SRW DAY TRN Jumlah Rata-rata Tuntas Tidak tuntas Siklus Siklus Pening -21% Dari tabel 1 diketahui bahwa peningkatan dalam mendesain RPP pada siklus 1 75,79% tingkat ketuntasan mencapai 63% sedangkan tidak tuntas 38% sedangkan pada siklus 2 sebesar 79,54% tingkat ketentusan 83% tidak tuntas 17%. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mendesain RPP siklus 1 dan siklus 2 diketahui sebesar 3,75%. Sedangkan hasil tes akhir siklus 2 diketahui adanya peningkatan ketuntasan dalam mendesain RPP meningkat sebesar 21%. Agar lebih jelas perhatikan diagram berikut ini. Peningkatan secara klasikal siklus I dan siklus II [VALUE] 79,54 Rata-rata Tuntas [VALUE] [VALUE] [VALUE]3,75 [VALUE] [VALUE] [VALUE] Gambar 1. Peningkatan kemampuan mahasiswa dalam mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran Dari gambar 1 di atas diketahui program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti pada semester 4 dalam secara klasikal. Dalam siklus 1 diketahui bahwa tingkat ketuntasan mahasiswa 63%, dan dalam siklus 2 mengalami kenaikan 88%. Jadi, hasil pada siklus 1 ke siklus 2 mengalami penigkatan 3,75%. Melalui pembelajaran berbasis masalah ini diketahui bahwa kemampuan mahasiswa dalam mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran mengalami kenaikan secara Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan diketahui bahwa persentase ketercapaian mahasiswa dalam mendesain RPP rata-rata mengalami peningkatan yang signifikan pada siklus 2. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa rumusan masalah yang diajukan kemampuan mahasiswa dalam mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran melalui sintak model pembelajaran berbasis masalah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti. Dari hasil data yang terkumpul dalam penelitian ini bahwa kemampuan mahasiswa dalam mendesain RPP diketahui adanya peningkatan mulai dari tahap sebelum tindakan (T. , pelaksanaan siklus 1 (T. , dan pelaksanaan tes siklus 2 (T. Diketahui bahwa peningkatan mahasiswa dalam mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran tidak hanya tercermin dalam peningkatan nilai rata-rata Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Edi Dkk. Peningkatan Kemampuan MenyusunA mencerminkan peningkatan prestasi belajar mahasiswa, yang diukur dengan tingkat keberhasilan minimum 75 dan, secara keseluruhan atau klasikal sebesar 80%. Dari proses pelaksanaan siklus 2 yang telah dilakukan diketahui bahwa pada siklus 2 kemampuan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia telah mencapai indikator yang telah ditetapkan dan peningkatan ini diikuti aktivitas belajar mahasiswa, maka pelaksanaan penelitian ini berakhir pada siklus II. Berikut ini adalah hasil analisis observasi yang dilakukan peneliti selama penelitian berlangsung. Hasil yang disajikan adalah hasil kegiatan belajar mahasiswa secara keseluruhan pada siklus 1 dan 2 Tabel 2. Persentase Aktivitas Mahasiswa Hasil Observasi Siklus 1 dan Siklus 2 Aktivitas No. Berkaitan Keantusias Keaktifan Semangat Rata-rata Siklu Siklu Keteran Naik Turun Naik Dari tabel di atas diketahui bahwa hasil persentase aktivitas mahasiswa dari hasil observasi pada siklus 1 dan siklus 2 diketahui bahwa keaktifan mahasiswa mengalami penurunan sebanyak 14,67%, semangat mahasiswa meningkat sebanyak 17,34%, dan keantusiasan dalam proses pembelajaran mengalamai peningkatan sebesar 8%. Dari hasil pengamatan terhadap aktivitas mahasiswa secara keseluruhan pada siklus 2 mengalami Oleh karena itu dapat tarik kesimpulan bahwa hasil pengamatan terhadap ktivitas mahasiswa dapat disimpulkan cukup baik dalam proses pembelajaran mendesain RPP. Simpulan Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulkan kemampuan mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti semester 4 tahun 2022/2023 dalam mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran melalui sintak model pembelajaran berbasis masalah. Peningkatan ini diketahui pada tahap siklus 1 nilai rata-rata diperoleh oleh mahasiswa 76,08 dan ketuntasan belajar 65%. Sedangkan siklus 2 nilai rata-ratan yang diperoleh mahasiswa 79 dengan ketuntasan belajar 86%. Keterampilan mendesain mengalami peningkatan, peningkatan tersebut meliputi semua unsur yang dijadikan kriteria penilaian. Rata-rata siklus 1 sebesar 76,08 ke siklus 2 sebesar 79 meningkat 3,31 %. Aspek penilaian kemampuan menulis bagian-bagian RPP secara terdiri dari, ketepatan antara judul dan isi bagian-bagian RPP meningkat 0,98%. aspek unsur bagian-bagian RPP meningkat 1%, aspek sifat tulisan miningkat 0,89%, aspek kebahasaan meningkat 0,44 dan, aspek ejaan meningkat 0,44%. Secara keseluruhan kemampuan mahasiswa dalam mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran siklus 1 sebesar 15,15% dan siklus 2 sebesar 15,90 dan rata peningkatan dari unsut penulisan kelengkapan bagian-bagian RPP secara umum kegiatan sebesar 0,75%. Dari hasil observasi terhadap aktivitas belajar mahasiswa pada siklus 1 dan siklus 2 diketahui bahwa keaktifan mahasiswa mengalami peningkatan 5%, semangat mahasiswa meningkat 15%, pembelajaran mengalamai peningkatan Dari hasil pengamatan tersebut dapat tarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan aktivitas mahasiswa dalam mendesain RPP pada siklus 2 dinyatakan baik selama mengikuti proses pembelajaran. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa semester 4 tahun akademik 2022/2023 program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tridinanti dalam mendesain RPP secara umum dapat ditingkatkan. Available online at: http://jurnal. um-palembang. id/index. php/bisastra/index ISSN 2549Ae5305 . ISSN 2579Ae7379 . Jurnal Bindo Sastra 8 . : 81Ae87 Daftar Pustaka