MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO KINERJA PENGELOLAAN KEUANGAN: PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN DAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI Firza Alpi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara firzaalpi@umsu. ABSTRAK Kata Kunci : Kinerja Pengelolaan Keuangan. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Pengukuran Kinerja dan Ketidakpastian Lingkungan Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa Sistem Informasi Akuntansi Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan penerapan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan. Sistem Pengukuran Kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan penerapan Sistem Pengukuran Kinerja yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan. Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan pemberian kompensasi ditambah penerapan Ketidakpastian Lingkungan yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan dan Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan efektifitas penerapan Sistem Pengukuran Kinerja ditambah penerapan Ketidakpastian Lingkungan yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan. ABSTRACT Keywords: Financial Management Performance. Management Accounting Information Systems. Performance Measurement and Environmental Uncertainty. Based on the research results, it can be concluded that the Management Accounting Information System has a positive and significant effect on Financial Management Performance in Hospitals throughout Medan City, meaning that when the company improves the implementation of a good Management Accounting Information System, it will improve Financial Management Performance, the Performance Measurement System has a positive and significant effect on Financial Management Performance in Hospitals throughout Medan City. MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO meaning that when the company improves the implementation of a good Performance Measurement System, it will improve Financial Management Performance. Environmental Uncertainty has a positive and significant effect in moderating the influence of the Management Accounting Information System on Financial Management Performance in Hospitals throughout Medan City, meaning that when the company increases the provision of compensation plus the implementation of good Environmental Uncertainty, it will improve Financial Management Performance and Environmental Uncertainty has a positive and significant effect in moderating the influence of the Performance Measurement System on Financial Management Performance in Hospitals throughout Medan City, meaning that when the company increases the effectiveness of the implementation of the Performance Measurement System plus the implementation of good Environmental Uncertainty, it will improve Financial Management Performance. DOI : https://doi. org/10. 30596/maneggio. Published by Manegio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen. Indonesia | Copyright A 2020 by the Author. |This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License http://creativecommons. org/licenses/by/4. , which permitsunrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Cara Sitasi : Alpi. Kinerja Pengelolaan Keuangan: Peranan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Dan Sistem Pengukuran Kinerja Dengan Ketidakpastian Lingkungan Sebagai Variabel Moderasi. Manegio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 8. , 49- 58 PENDAHULUAN Rumah sakit dikelompokkan berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan menjadi tipe umum dan khusus. Semua hal tentang pembagian tipe rumah sakit telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/Menkes/Per/i/2010 Mengenal Tipe Rumah Sakit Umum. Masih dalam peraturan yang sama di Pasal 4 disebutkan klasifikasi rumah sakit umum dibagi menjadi berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanannya, yaitu Rumah Sakit Umum Kelas A. Rumah Sakit Umum Kelas B. Rumah Sakit Umum Kelas C. Rumah Sakit Umum Kelas D. Untuk rumah sakit kelas A harus memiliki fasilitas dan kemampuan pelayanan medik, paling sedikit 4 medik spesialis dasar, 5 spesialis penunjang medik, 12 medik spesialis lain, dan 13 medik subspesialis. Untuk rumah sakit kelas B, disediakan fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 spesialis dasar, 4 spesialis penunjang medik, 8 spesialis lainnya, dan 2 subspesialis dasar. Rumah sakit umum kelas C lebih membatasi pelayanan mediknya, yang mana paling sedikit menyediakan 4 medik spesialis dasar dan 4 spesialis penunjang medik. Pada rumah sakit umum kelas D sedikitnya tersedia 2 pelayanan medik spesialis dasar, dengan fasilitas dan kemampuan pelayanan. Akuntansi manajemen merupakan akuntansi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO melaksanakan fungsi pokok manajemen, seperti perencanaan, pengawasan, memotivasi, pengendalian kegiatan perusahaan, penilaian kinerja, dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan atau bagian yang dipimpinnya (Sari et al. , 2. Menurut (Saipullah, 2. definisi dari sistem informasi akuntansi adalah: AuSistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuanganAy. Memproses transaksi yang dimaksud bisa berupa mencatat aktivitas pengeluaran kas ke dalam jurnal. Sistem informasi akuntansi juga didefenisikan oleh (Syah & Alphi, 2. : AuSistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mentransformasi data akuntansi menjadi informasiAy Sistem Pengukuran Kinerja merupakan alat yang digunakan agar mampu memotivasi pegawai agar mampu bekerja dengan baik sesuai dengan tanggung jawab bahkan mencapai target yang telah ditentukan organisasi. Hadiah diberikan setelah pegawai mencapai prestasi tertentu atau Masih banyak atasan yang tidak menghiraukan hal ini, padahal reward sendiri sangat penting untuk meningkatkan kinerja pegawainya agar dapat mencapai tujuan dengan cepat (Marr, 2. Sistem Pengukuran Kinerja adalah sistem penilaian yang diberikan kepada para pegawai yang mencapai suatu tujuan dengan hasil yang terbaik. Semakin baik sistem sistem pengukuran kinerja dalam suatu organisasi, maka kinerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan dan menjadi lebih baik. Pemberian penghargaan pada setiap orang harus disesuaikan dengan hak dan kewajibannya. Dan perlu ditekankan bahwa penghargaan tidak hanya diukur dengan materi, tetapi juga dipengaruhi oleh interaksi antara manusia dengan lingkungan organisasi, pada saat tertentu manusia terangsang dengan insentif ekonomi atau materi dan keuntungan ekonomi. Konsep ini dapat mengasosiasikan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang dan biasanya akan membuat mereka melakukan pe rbuatan yang baik secara berulang-ulang. sistem pengukuran kinerja juga bertujuan agar seseorang menjadi giat dalam usaha memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah manusia memiliki keinginan dan masa depan dan dengan metode ini seseorang mengerjakan perbuatan baik atau mencapai prestasi akan diberikan sistem pengukuran kinerja yang menarik atau imbalan. sistem penghargaan yang efektif harus memberikan kepada pegawai baik secara finansial ataupun non-finansial. manajer harus menggunakan sistem penghargaan organisasional seefektif mungkin sehingga pegawai termotivasi dan bekerja secara produktif. arr, 2. Kinerja pengelolaan keuangan suatu daerah dapat diartikan sebagai prospek atau masa depan, pertumbuhan dan potensi perkembangan yang baik bagi daerah. Informasi kinerja keuangan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi, yang mungkin dikendalikan di masa depan dan untuk memprediksi kapasitas produksi dari sumber daya yang ada (Silaban et al. , 2. Tujuan pengukuran kinerja pengelolaan keuangan yakni laporan operasi kegiatan pemerintahan guna menilai kinerja keuangan organisasi terkait efisiensi dan efektifitas juga mengawasi biaya aktual jika dibanding biaya dalam rencana anggaran. Dalam meningkatkan akuntabilitas serta kualitas pengambilan keputusan digunakan alat manajemen berupa pengukuran kinerja (Lestari et al. , 2. Tujuan pengukuran kinerja keuangan yakni laporan operasi kegiatan pemerintahan guna menilai kinerja keuangan organisasi terkait efisiensi dan efektifitas juga mengawasi biaya aktual jika dibanding biaya dalam rencana Dalam meningkatkan akuntabilitas serta kualitas pengambilan keputusan digunakan alat manajemen berupa pengukuran kinerja (Lestari et al. , 2. MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO Kinerja keuangan suatu daerah dapat diartikan sebagai prospek atau masa depan, pertumbuhan dan potensi perkembangan yang baik bagi daerah. Informasi kinerja keuangan diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumber daya ekonomi, yang mungkin dikendalikan di masa depan dan untuk memprediksi kapasitas produksi dari sumber daya yang ada (Silaban et al. , 2. Ketidakpastian lingkungan merupakan Sesuatu yang terjadi di luar dugaan yang tidak dapat diperkirakan akan terjadi di masa yang akan datang. Gordon dan Narayanan dalam Citra Yuristisia . mengemukakan pengertian ketidakpastian lingkungan adalah: Aupersepsi manajer terhadap faktor-faktor di luar perusahaan, seperti lingkungan industri, teknologi, persaingan, dan lingkungan pelanggan. Ketidakpastian lingkungan merupakan tingkat . perubahan serta kompleksitas yang terjadi di lingkungan tersebut. Menurut Fitri dan Syam dalam Citra Yuristisia . , pengertian ketidakpastian lingkungan adalah sebagai berikut: AuKetidakpastian lingkungan merupakan gambaran situasi di luar perusahaan yang mempengaruhi perilaku organisasi dalam menjalankan aktivitasnya, diantaranya adalah tindakan kompetitor, teknologi, dan permintaan pasar. Setiap rumah sakit memiliki target pasarnya sendiri, dengan variasi harga yang berbeda-beda, variasi pelayanan, serta kualitas dari sumber daya manusia mereka pun berbeda-beda. Perbedaan ini sendiri menjadi suatu kekuatanfundamental dari masing-masing rumah sakit untuk memuaskan konsumen di targetnya. Tingkat kemampuan organisasi untuk dapat bersain Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terkait kinerja rumah sakit di Kota Medan bahwa terdapat beberapa fenomena masalah seperti kasus meninggalnya pasien di salah satu rumah sakit karena kehabisan obat (CNN,2. , hal ini tentunya adalah efek dari tidak berjalannya kinerja pengelolaan keuangan di rumah sakit tersebut dengan baik, masalah selanjutnya terkait dengan temuan BPK tentang temuan penyimpangan di RSUD Pringadi Medan sebesar 19 Milyar (BPK RI,2. Fenomena selanjutnya yaitu saat ini ada banyak rumah sakit yang tengah menghadapi masa depan yang sangat tidak menentu dan tidak dapat diprediksi. Pergolakan yang sedang terjadi di industri kesehatan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup semua rumah sakit termasuk kurangnya menganalisa dalam laporan keuangan rumah sakitnya serta sistem informasi akuntansi yang belum berjalan dengan baik. Kajian literatur Kinerja keuangan Mengelola keuangan merupakan kenyataan yang harus dihadapi oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari, dimana seseorang harus mengelola keuangan dengan baik agar dapat menyeimbangkan antara pendapatan dan pengeluaran, dapat memenuhi kebutuhan hidup serta tidak terjebak dalam kesulitan keuangan. Menurut (Putri & Lestari, 2. menyatakan bahwa : AuPengelolaan keuangan merupakan bagian dari kegiatan manajemen keuangan pribadi yang merupakan proses seorang individu memenuhi kebutuhan hidup melalui kegiatan mengelola sumber keuangan secara tersusun dan sistematisAy. Menurut (Yushita, 2. dalam melakukan pengelolaan keuangan haruslah ada perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Media pencapaian tujuan tersebut dapat melalui tabungan, investasi, atau pengalokasian Dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka tidak akan terjebak pada perilaku berkeinginan yang tidak terbatas. Pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga maksud, pertama untuk memperbaiki kinerja pemerintah, ukuran kinerja dimasudkan untuk membantu pemerintah berfokus pada tujuan dan sasaran program unit kerja, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan efektivitas dalam memberikan MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO pelayanan publik. Kedua untuk mengalokasikan sumber daya dan pembuatan. Ketiga untuk mewujudkan pertanggungjawaban publik dan memperbaiki komumikasi kelembagaan (Sinambela et al. , 2. Kemudian dilanjutkan dengan jurnal (Yushita, 2. pengelolaan keuangan pribadi juga menuntut adanya pola hidup yang memiliki prioritas. Nalarnya adalah kekuatan dari prioritas . he power of priorit. berpengaruh juga pada tingkat kedisiplinan seseorang ketika mengelola uangnya. Informasi Akuntansi Manajemen Akuntansi manajemen merupakan akuntansi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dalam melaksanakan fungsi pokok manajemen, seperti perencanaan, pengawasan, memotivasi, pengendalian kegiatan perusahaan, penilaian kinerja, dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan mengenai perusahaan atau bagian yang dipimpinnya (Sari et al. , 2. Menurut (Saipullah, 2. definisi dari sistem informasi akuntansi adalah: AuSistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuanganAy. Memproses transaksi yang dimaksud bisa berupa mencatat aktivitas pengeluaran kas ke dalam jurnal. Sistem informasi akuntansi juga didefenisikan oleh (Syah & Alphi, 2. : AuSistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mentransformasi data akuntansi menjadi informasiAy. Berdasarkan pengertian dari para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem yang dirancang untuk melakukan kegiatan proses data dan pelaporan informasi baik dengan manual maupun secara terkomputerisasi tentang kegiatan yang berhubungan dengan keuangan. Sistem informasi akuntansi juga dapat disimpulkan sebagai sub-sub sistem yang paling saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapat dari data transaksi untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer untuk digunakan dalam pengambilan dan pemegang saham, pemerintah, dan pihak-pihak lain di luar perusahaan. Jadi, sistem informasi akuntansi manajemen dibutuhkan dan dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Sistem pengukuran kinerja Sistem Pengukuran Kinerja merupakan alat yang digunakan agar mampu memotivasi pegawai agar mampu bekerja dengan baik sesuai dengan tanggung jawab bahkan mencapai target yang telah ditentukan organisasi. Hadiah diberikan setelah pegawai mencapai prestasi tertentu atau tujuannya. Masih banyak atasan yang tidak menghiraukan hal ini, padahal reward sendiri sangat penting untuk meningkatkan kinerja pegawainya agar dapat mencapai tujuan dengan cepat (Marr, 2. Sistem Pengukuran Kinerja adalah sistem penilaian yang diberikan kepada para pegawai yang mencapai suatu tujuan dengan hasil yang terbaik. Semakin baik sistem sistem pengukuran kinerja dalam suatu organisasi, maka kinerja yang dihasilkan akan sesuai dengan yang diharapkan dan menjadi lebih baik. Pemberian penghargaan pada setiap orang harus disesuaikan dengan hak dan kewajibannya. Dan perlu ditekankan bahwa penghargaan tidak hanya diukur dengan materi, tetapi juga dipengaruhi oleh interaksi antara manusia dengan lingkungan organisasi, pada saat tertentu manusia terangsang dengan insentif ekonomi atau materi dan keuntungan ekonomi. Konsep ini dapat mengasosiasikan perbuatan dan kelakuan seseorang dengan perasaan bahagia, senang dan biasanya akan membuat mereka melakukan pe rbuatan yang baik secara berulang-ulang. sistem pengukuran kinerja juga bertujuan agar seseorang menjadi giat dalam usaha memperbaiki atau meningkatkan MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO prestasi yang telah dicapainya. manusia memiliki keinginan dan masa depan dan dengan metode ini seseorang mengerjakan perbuatan baik atau mencapai prestasi akan diberikan sistem pengukuran kinerja yang menarik atau imbalan. sistem penghargaan yang efektif harus memberikan kepada pegawai baik secara finansial ataupun non-finansial. harus menggunakan sistem penghargaan organisasional seefektif mungkin sehingga pegawai termotivasi dan bekerja secara produktif. arr, 2. sistem yang efektif untuk pemberian sistem pengukuran kinerja kepada pegawai harus memenuhi kebutuhan pegawai, dibandingkan dengan sistem pengukuran kinerja yang diberikan oleh organisasi lain, didistribusikan secara wajar dan adil serta dapat diberikan dalam berbagai bentuk yang akan dikaitkan dengan prestasi yang dihasilkan. sistem pengukuran kinerja atau key performance indicator adalah metrik yang digunakan untuk mengukur performa suatu bisnis atau organisasi. ada 2 jenis sistem pengukuran kinerja yang dapat digunakan untuk tujuan tersebut, dan pemilihan jenis sistem pengukuran kinerja harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai. adapun jenis sistem pengukuran kinerja diantaranya sistem pengukuran kinerja finansial dan sistem pengukuran kinerja non finansial . arr, 2. Ketidakpastian Lingkungan Ketidakpastian lingkungan merupakan Sesuatu yang terjadi di luar dugaan yang tidak dapat diperkirakan akan terjadi di masa yang akan datang. Gordon dan Narayanan dalam Citra Yuristisia . mengemukakan pengertian ketidakpastian lingkungan adalah: Aupersepsi manajer terhadap faktor-faktor di luar perusahaan, seperti lingkungan industri, teknologi, persaingan, dan lingkungan pelanggan. Ketidakpastian lingkungan merupakan tingkat . perubahan serta kompleksitas yang terjadi di lingkungan tersebut. Menurut Fitri dan Syam dalam Citra Yuristisia . , pengertian ketidakpastian lingkungan adalah sebagai berikut: AuKetidakpastian lingkungan merupakan gambaran situasi di luar perusahaan yang mempengaruhi aktivitasnya, diantaranya adalah tindakan kompetitor, teknologi, dan permintaan pasar. Ay Berdasarkan pengertian ketidakpastian lingkungan yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa ketidakpastian lingkungan adalah kondisi lingkungan di luar perusahaan yang dapat terjadi dan dapat mempengaruhi aktivitas perusahaan, akan tetapi sulit untuk diprediksi oleh manajer METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini digunakan yaitu metode asosatif. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel Penelitian ini dilakukan pada Rumah-Rumah Sakit di Kota Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah Rumah-rumah Sakit di Kota Medan yang berjumlah 84 rumah sakit. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan sejumlah daftar pernyataan atau pernyataan yang tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner pada penelitian ini terdiri dari pernyataan-pernyataan yang bersumber dari indikatorindikator variabel penelitian Data ini akan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis statistik yakni partial least square Ae structural equestion model (PLSSEM) yang bertujuan untuk melakukan analisis jalur . dengan variabel laten. Analisis ini sering disebut sebagai generasi kedua dari analisis multivariate Hasil Penelitian Analisis Model Struktural . nner Mode. Setelah memenuhi kriteria outer model, selanjutnya dilakukan pengujian model struktural MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO . nner mode. Pada peneltian ini akan dijelaskan mengenai uji sebagai berikut : Kolinieritas Pengujian kolinearitas adalah untuk membuktikan korelasi antar variabel laten/konstruk apakah kuat atau tidak. Jika terdapat korelasi yang kuat berarti model mengandung masalah jika dipandang dari sudut metodologis, karena memiliki dampak pada estimasi signifikan sistatistiknya. Masalah ini disebut dengan kolinearitas . Nilai yang digunakan untuk menganalisisnya adalah dengan melihat nilai Variance Inflation Factor (VIF). (Hair Jr, et. al, 2. Jika nilai VIF lebih besar dari 5,00 maka berarti terjadi masalah kolinearitas, dan sebaliknya tidak terjadi masalah kolinearitas jika nilai VIF<5,00 (Hair Jr, et. al, 2. Ketidakpastian Lingkungan Sistem Informasi AkuntansiManajemen Sistem Pengukuran Kinerja Kinerja Pengelolaan Keuangan VIF untuk korelasi Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dengan Kinerja Pengelolaan Keuangan adalah 4,731< 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi Sistem Pengukuran Kinerja dengan Kinerja Pengelolaan Keuangan adalah 2,040 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. VIF untuk korelasi Ketidakpastian Lingkungan dengan Kinerja Pengelolaan Keuangan adalah 4,764 < 5,00 . idak terjadi masalah kolinearita. Direct Effect Pengujian hipotesis pengaruh langsung bertujuan untuk membuktikan hipotesishipotesis pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya secara langsung . anpa Jika nilai koefisien jalur adalah positif mengindikasikan bahwa kenaikan nilai suatu variabel diikuti oleh kenaikan nilai variabel lainnya. jika nilai koefisien jalur adalah negatif mengindikasikan bahwa kenaikan suatu variabel diikuti oleh penurunan nilai variabel e-ISSN 2623-2634 MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO (Hair Jr, et. al, 2. Jika nilai prbabilitas (P-Valu. < Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah signifika. Jika nilai prbabilitas (P- Valu. > Alpha . maka Ho ditolak . engaruh suatu variabel dengan variabel lainnya adalah tidak signifika. (Hair Jr, et. al, 2. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen -> Kinerja Pengelolaan Keuangan Sistem Pengukuran Kinerja > Kinerja Pengelolaan Keuangan Standar Original Sample Sample (O) Mean (M) d Deviatio (STDEV T Statistics P Values (|O/STDEV| Berdasarkan tabel di atas diperoleh pengaruh langsung variabel X1 (Sistem Informasi Akuntansi Manajeme. terhadap variabel Y (Kinerja Pengelolaan Keuanga. mempunyai koefisien jalur sebesar 0,224 . , maka peningkatan nilai variabel Sistem Informasi Akuntansi Manajemen akan diikuti peningkatan variabel Kinerja Pengelolaan Keuangan. Pengaruh variabel Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan memiliki nilai t statistic 2,673 > t tabel 1,68 dan P-Values sebesar 0,001 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan bahwa hubungan antara Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan adalah berpengaruh positif dan signifikan. KESIMPULAN Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapat kesimpulan sebagai berikut: Sistem Informasi Akuntansi Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan penerapan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Sistem Pengukuran Kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan penerapan Sistem Pengukuran Kinerja yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan pemberian kompensasi ditambah penerapan Ketidakpastian Lingkungan yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Ketidakpastian Lingkungan berpengaruh positif dan signifikan dalam memoderasi pengaruh Sistem MANEGGIO: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen e-ISSN 2623-2634 Volume 8 Nomor 1. Maret 2025 http://jurnal. id/index. php/MANEGGIO Pengukuran Kinerja terhadap Kinerja Pengelolaan Keuangan pada Rumah Sakit se Kota Medan, artinya ketika perusahaan meningkatkan efektifitas penerapan Sistem Pengukuran Kinerja ditambah penerapan Ketidakpastian Lingkungan yang baik maka akan meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Daftar Pustaka