ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH ENTERPRISE RISK MANAGEMENT (ERM) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BURSA EFEK INDONESIA Jiuka Email: Jiuka@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Enterprise Risk Management (ERM) dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan karena telah menerapkan pengelolaan risiko untuk mengendalikan berbagai jenis risiko yang disebabkan oleh ketidakpastian yang ada. Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dipandang baik oleh investor karena telah memberikan informasi mengenai bagaimana perusahaan melakukan pengelolaan terhadap risiko sehingga investor dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2016-2020 dengan sampel sebanyak 46 perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enterprise Risk Management (ERM) berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, profitabilitas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan sabagai variabel kontrol, dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan sebagai variabel kontrol. KATA KUNCI: Enterprise Risk Management (ERM), nilai perusahaan, profitabilitas, ukuran PENDAHULUAN Belakangan ini disadari bahwa banyak risiko yang dapat dicegah atau dikurangi dampaknya melaui menyebabkan perusahaan memiliki pandangan yang lebih luas tentang manajemen risiko. Manajemen risiko yang baik tidak hanya akan meningkatkan kepastian usaha tetapi juga meningkatkam keunggulan bersaing dan nilai perusahaan. Upaya peningkatan kualitas manajemen risiko dapat dilakukan melalui manajemen risiko terintegrasi, yaitu Enterprise Risk Management (ERM). Pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) muncul untuk menyediakan sarana untuk mengenali dan mengurangi risiko dengan pendekatan holistik. ERM adalah kemampuan organisasi untuk memahami dan mengendalikan tingkat risiko yang diambil dalam mengelola strategi bisnis, ditambah dengan akuntabilitas atas risiko yang diambil. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Nilai perusahaan adalah nilai yang dimiliki oleh sebuah perusahaan baik yang mendapatkan modal asing maupun modal sendiri. Salah satu faktor yang mendukung perusahaan bisa tumbuh dan berkembang adalah karena adanya investor. Nilai perusahaan adalah pandangan dari investor terhadap sebuah perusahaan, dan hal ini sering dihubungkan dengan harga saham. Yang dimaksud harga saham adalah harga yang terjadi ketika saham diperdagangkan di pasar saham. Jika harga saham tinggi, maka nilainya pun ikut tinggi. Profitabilitas merupakan kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham tertentu. Peningkatan laba perusahaan akan meningkatkan arus kas yang diperoleh dan akan berdampak pada kemampuan perusahaan dalam mendanai investasinya serta dapat menurunkan pendanaan perusahaan yang bersumber dari utang. Ukuran perusahaan adalah skala atau variabel yang menggambarkan besarAe kecilnya sebuah perusahaan berdasarkan beberapa ketentuan, seperti total aktiva, log size, nilai pasar, saham, total penjualan, total pendapatan, total modal dan lain-lain. Semakin besar total aset dan penjualan, semakin besar pula ukuran perusahaan. Pengelompokkan perusahaan atas dasar skala operasi umumnya terbagi menjadi tiga kategori, yaitu: perusahaan besar . arge fir. , perusahaan menengah . edium-siz. dan perusahaan kecil . mall fir. KAJIAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. membahas bagaimana seharusnya sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan manajemen . disampaikan kepada pemilik . Teori Sinyal menjelaskan bahwa pemberian sinyal dilakukan oleh manajemen untuk mengurangi informasi asimetris. Teori sinyal menekankan kepada pentingnya informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan terhadap keputusan investasi pihak diluar perusahan. Kurangnya informasi yang diperoleh pihak luar tentang perusahaan menyebabkan pihak luar melindungi diri dengan memberikan nilai rendah untuk perusahaan tersebut. Teori Sinyal (Signalling Theor. menjelaskan bahwa informasi merupakan unsur penting bagi investor dan pelaku bisnis karena manyajikan keterangan, gambaran dan keadaan suatu perusahaan. Informasi yang lengkap dan relevan diperlukan untuk pengambilan keputusan. Salah satunya adalah informasi tentang profil risiko perusahaan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 dan pengelolaan atas risiko tersebut yang biasa disebut pengungkapan Enterprise Risk Management (ERM). Enterprise Risk Management (ERM) Menurut Hery . 5: . Enterprise Risk Management (ERM) merupakan suatu proses yang sistematis dan berkelanjutan yang dirancang dan dijalankan oleh manajemen guna memberikan keyakinan yang memadai bahwa semua risiko yang berpotensi memberikan dampak negative pada nilai perussahaan telah dikelola sedemikian rupa sesuai dengan tingkat risiko yang bersedia diambil perusahaan. Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission (COSO) dalam executive summary . menyatakan bahwa Enterprise Risk Management adalah sebuah proses yang melibatkan keseluruhan entitas mulai dari dewan direksi, manajemen dan pejabat lainnya yang diaplikasikan ke dalam penyusunan strategi dan melingkupi keseluruhan perusahaan, yang didesain untuk mengidentifikasi kejadian yang berpotensi yang dapat berakibat pada entitas dan mengelola risiko pada tingkat risiko yang dikehendaki untuk menyediakan penjaminan yang wajar dalam rangka mencapai tujuan dari entitas. Terdapat 3 jenis Enterprise Risk Management, yaitu: Financial Enterprise Risk Management. Operational Enterprise Risk Management. Strategic Enterprise Risk Management. Menurut Fahmi . 6: . dengan diterapkannya manajemen risiko di suatu perusahaan ada beberapa manfaat yang akan diperoleh, yaitu: Perusahaan memiliki ukuran kuat sebagai pijakan dalam mengambil setiap keputusan, sehingga para manager menjadi lebih berhati-hati dan selalu menempatkan ukuran-ukuran dalam berbagai keputusan, mampu memberi arah bagi suatu perusahaan dalam melihat pengaruhpengaruh yang mungkin timbul baik secara jangka pendek dan jangka panjang, mendorong para manajer dealam mengambil keputusan untuk selalu menghindari risiko dan menghindari dari pengaruh terjadinya kerugian khususnya kerugian dari segi finansial, memungkinkan perusahaan memperoleh risiko keuangan yang minimum, dengan adanya konsep manajemen risiko . isk management concep. yang dirancang secara detail maka artinya perusahaan telah membangun arah dan mekanisme secara suistinable . ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Nilai Perusahaan Menurut Sujoko & Soebiantoro . nilai perusahaan merupakan presepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang terkait erat dengan harga Menurut Hery . nilai perusahaan adalah kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu mulai dari perusahaan tersebut didirikan sampai saat ini Semakin tinggi harga saham suatu perusahaan maka semakin tinggi juga kesejahteraan pemegang sahamnya. Minat dari investor memberikan sinyal positif tentang pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang, sehingga meningkatkan harga saham. Terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur nilai perusahaan, yaitu: Price Earning Ratio (PER). Price to Book Value (PBV). TobinAos Q. Dalam penelitian ini, penulis memilih indikator dari nilai perusahaan adalah TobinAos Q dengan rumus: (Oc Menurut Sudarma . menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah kualitas laba, ukuran perusahaan, investment opportunity set, struktur modal, return on a ssets, struktur kepemilikan. Menurut Keown et al. terdapat beberapa jenis nilai perusahaan, yaitu: nilai buku, nilai likuiditas, nilai harga pasar, nilai Profitabilitas Menurut Harahap . 8: . profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan sumber daya yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. profitabilitas yang tinggi akan memacu perusahaan untuk tumbuh dan berkembang dan Menurut Kasmir . profitabilitas adalah rasio untuk menilai kemampuan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan, ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dan menunjukkan efisiensi perusahaan. Profit atau laba yang tinggi dapat menjadi indikator dari kinerja keuangan yang baik. Profit yang tinggi akan memberikan gambaran peluang perusahaan kedepannya akan semakin baik. Menurut Kasmir . terdapat beberapa tujuan perusahaan menggunakan rasio profitabilitas, yaitu: Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode tertentu, untuk ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Untuk mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjaman mauoun modal sendiri. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang dugunakan baik modal sendiri, dan tujuan lainnya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan rasio Return On Assets (ROA) yaitu dengan membandingkan laba bersih yang diperoleh perusahaan dengan total aset yang dimilikinya. Ukuran perusahaan Menurut Sujianto . 1: . ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditunjukkan oleh total aset, jumlah penjualan, rata-rata total penjualan dan rata-rata aset. Menurut Brigham & Houston . ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya sebuah perusahaan yang ditunjukkan atau dinilai oleh total asset, total penjualan, jumlah laba, beban pajak dan lain-lain. Besarnya aset yang digunakan perusahaan merupakan salah satu ukuran besar kecilnya perusahaan tersebut. Perusahaan dengan aset yang besar maka akan menggunakan sumber daya yang ada semaksimal mungkin untuk menghasilkan keuntungan usaha yang maksimal. Ukuran perusahaan juga turut menentukan tingkat kepercayaan investor. Semakin besar perusahaan, semakin dikenal masyarakat yang berarti semakin mudah untuk Ukuran menggunakan logaritma natural (L. dari total aset. Kajian Empiris Penelitian yang dilakukan oleh Iswajuni. Soegeng Soetedjo & Arina Manasikana . dengan judul Pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan model regresi linear berganda-Ordinary Least Square (OLS) dengan ERM sebagai variabel independen, nilai perusahaan sebagai variabel dependen, ukuran perusahaan. ROA dan kepemilikan manajerial sebagai variabel kontrol. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Enterprise Risk Management (ERM) berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan. ROA berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Penelitian yang dilakukan oleh Bertinetti. Cavezzali & Gardenal . dengan judul The Effect of the Enterprise Risk Management Implementation on the Firm Value of European Companies. Dengan model penelitian panel regresion analysis dengan ERM sebagai variabel independen, nilai perusahaan sebagai variabel dependen, size dan profitabilitas sebagai variabek kontrol. Hasil dari penelitian ini adakah penerapan ERM memiliki dampak positif signifikan terhadap nilai perusahaan. Size dan profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Kerangka Konseptual Variabel Dependen : Variabel Independen : Nilai Perusahaan Enterprise Risk Management (ERM) Variabel Kontrol: Profitailitas Ukuran Perusahaan Gambar 1 Kerangka Konseptual Penelitian Hipotesis Pengaruh Enterprise Risk Management (ERM) Terhadap Nilai Perusahaan Enterprise Risk Management (ERM) memungkinkan manajemen untuk secara efektif menangani ketidakpastian terkait risiko dengan mengintegrasikan semua jenis risiko dengan menggunakan alat dan teknik terintegrasi yang dikomunikasikan ke semua lini bisnis, sehingga meningkatkan kapasitas untuk membangun nilai perusahaan. Implementasi ERM di perusahaan juga dipandang positif oleh investor sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam investasi. Respon positif dari investor dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan meningkatnya permintaan saham. H1. ERM memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi cenderung menggunakan pendanaan dari dalam perusahaan dan memiliki laba ditahan yang lebih tinggi. Peningkatan profitabilitas memiliki dampak yang baik terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam mencapai tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang kemudian akan direspon positif oleh investor, sehingga permintaan saham meningkat dan dapat meningkatkan harga saham. H2. Profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan sebagai variabel kontrol. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Ukuran perusahaan merupakan cerminan besar kecilnya poerusahan yang dapat dilihat dari total aset perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan, maka perusahaan akan semakin mampu mengontrol kondisi pasar, menghadapi persaingan ekonomi sehingga dapat mengurangi ketidakpastian perusahaan dan turut menentukan tingkat kepercayaan investor. H3. Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan sebagai variabel kontrol. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang berfokus pada hipotesis pengujian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dengan jenis data nominal . dan jenis data rasio. Sumber data dalam penelitian dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari sumber data laporan keuangan yang telah diaudit dan laporan tahunan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020. Laporan keuangan dan tahunan perusahaan diperoleh dari situs Bursa Efek Indonesia yaitu w. id dan situs dari masing-masing perusahaan. Dalam penelitian ini, pengungkapan ERM yang dimuat dalam laporan tahunan perusahaan dilakukan dengan berfokus pada aspek dengan kata-kata berikut: AuERMAy. AuChief Risk Officer,Ay AuRisk Management CommitteeAy. AuStrategic Risk ManagementAy. AuIntegrated Risk Management,Ay . ERM diukur dengan variabel dummy, nilai 1 untuk perusahaan menerapkan ERM dan 0 untuk yang lain. Metode analisis data yang digunakan untuk melakukan pengujian pada penelitian ini adalah model analisis linier ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 berganda . ultiple regression analysi. dengan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 22. Menurut Margono . , populasi adalah keseluruhan data yang menjadi pusat perhatian seorang peneliti dalam ruang lingkup dan waktu yang telah ditentukan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2020. Menurut Arikunto . 6: . , sampel adalah sebagian atau sebagai wakil populasi yang bakan diteliti. Dari seluruh perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016-2020 diperoleh sampel dengan teknik Purposive Sampling sebagai berikut TABEL 1 KRITERIA DAN JUMLAH SAMPEL PENELITIAN Kriteria Jumlah Sampel Perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016Ae2020. Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan secara lengkap selama periode 2016-2020. Jumlah Sampel Penelitian Jumlah Tahun Pengamatan Jumlah Data Selama Penelitian Sumber: Data Olahan, 2021 PEMBAHASAN Uji Kelayakan Model (Uji Statistik F) Uji kelayakan model bertujuan untuk mengetahui kelayakan model yang dibangun. Pengujian ini menggunakan tingkat signifikansi 0,05. Apabila signifikansi O 0,05 maka model penelitian layak dan apabila signifikansi > 0,05 maka model penelitian tidak Berikut ini disajikan tabel hasil uji kelayakan model . ji statistik F): ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 2 PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2016 s. UJI F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 100905,759 33635,253 Residual 763068,198 3376,408 Total 863973,957 9,962 Sig. ,000b Dependent Variable: Q Predictors: (Constan. SIZE. ROA. ERM Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi enterprise risk management, return on assetsA dan ukuran perusahaan adalah sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 . ,000 O 0,. Cara lain yang dapat digunakan untuk uji F adalah dengan melihat nilai Ftabel. Dalam penelitian ini, df. -k-. = 230-1-1= 228. Dimana . merupakan jumlah data dalam penelitian, dan . merupakan jumlah variabel independen, maka diperoleh nilai Ftabel sebesar 3,88. Berdasarkan Tabel 2 juga dapat dilihat F sebesar 9,962. Nilai Fhitung tersebut lebih besar dari Ftabel sebesar 3,88 . ,962 > 3,. Karena nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 dan nilai Fhitung sebesar 9,962 lebih besar dari Ftabel 3,88, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini layak digunakan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa enterprise risk management terhadap variabel nilai perusahan dengan profitabilitas dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol pada perusahaan sektor Energi di Bursa Efek Indonesia layak digunakan. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk mengetahui hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1. X2,A. dengan variabel dependen (Y). Analisis ini dilakukan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif serta untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Hasil uji regresi berganda dapat dilihat pada tabel dibawah ini ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 3 PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI DI BURSA EFEK INDONESIA UJI MULTIKOLINEARITAS TAHUN 2016 s. Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error 1 (Constan. 187,211 31,776 ERM -84,334 28,872 ROA -1,442 SIZE -4,096 Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF 5,892 ,000 -,186 -2,921 ,004 ,960 1,041 12,420 -,007 -,116 ,908 ,992 1,008 1,038 -,252 -3,948 ,000 ,959 1,042 Dependent Variable: Q Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan tabel tersebut, maka dibentuk persamaan regresi sebagai berikut: Q = 1ERM 2ROA 3SIZE A Q = 187,211 -84,334 ERM -1,422 ROA -4,096 SIZE A Dari persamaan regresi di atas, dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai () 187,211 yang bernilai Jika Enterprise Risk Management (ERM). Return on Assets (ROA), dan ukuran perusahaan (SIZE) bernilai nol maka nilai perusahaan (Q) akan bernilai sebesar 187,211. Koefisien regresi variabel Enterprise Risk Management (ERM) sebesar -84,334 yang bernilai negatif, artinya jika variabel-variabel independen dan kontrol lain nilainya tetap dan Enterprise Risk Management (ERM) mengalami peningkatan sebanyak satu satuan, maka nilai perusahaan yang diukur dengan TobinAos Q (Q) akan mengalami penurunan sebesar 84,334 satuan. Koefisien bernilai negatif artinya terdapat pengaruh negatif antara enterprise risk management dengan nilai perusahaan. Semakin tinggi enterprise risk management maka semakin rendah nilai perusahaan. Koefisien regresi variabel Return On Assets (ROA) sebesar -1,422 yang bernilai negatif, artinya jika variabel-variabel independen dan kontrol lain nilainya tetap dan Return On Assets (ROA) mengalami peningkatan sebanyak satu satuan, maka nilai perusahaan yang diukur dengan TobinAos Q (Q) akan mengalami penurunan sebesar 1,422 satuan. Koefisien bernilai negatif artinya terdapat pengaruh positif antara return ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 on assets dengan nilai perusahaan. Semakin tinggi return on assets maka semakin rendah nilai perusahaan. Koefisien (SIZE) -4,096 yang bernilai negatif, artinya jika variabel-variabel independen dan kontrol lain nilainya tetap dan ukuran perusahaan (SIZE) mengalami peningkatan sebanyak satu satuan, maka nilai perusahaan yang diukur dengan TobinAos Q (Q) akan mengalami penurunan sebesar -4,096 satuan. Koefisien bernilai negatif artinya terdapat pengaruh negatif antara ukuran perusahaan dengan nilai perusahaan. Semakin tinggi ukuran perusahaan maka semakin rendah nilai perusahaan. Hasil pengujian t dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3 dapat disimpulkan bahwa enterprise risk management dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan return on assetsA memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan dengan pembahasan berikut: Pada variabel enterprise risk management perhitungan uji t diperoleh tingkat signifikansi 0,004 lebih kecil dari 0,05 . ,004 < 0,. dan nilai B sebesar negatif 84,344 Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa enterprise risk management berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai dengan 2020. Pada variabel return on assets perhitungan uji t diperoleh tingkat signifikansi 0,908 lebih besar dari 0,05 . ,908 > 0,. dan nilai B sebesar negatif 1,422. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa return on assets tidak berpengaruh sebagai variabel kontrol terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai dengan 2020. Pada variabel ukuran perusahaan perhitungan uji t diperoleh tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. dan nilai B sebesar negatif 4,096. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan pada Perusahaan Sektor Energi di Bursa Efek Indonesia periode 2016 sampai dengan 2020. PENUTUP Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dibahas sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Enterprise Risk Management (ERM) berpengaruh ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 negatif terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor energi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji t diperoleh tingkat signifikansi 0,004 lebih kecil dari 0,05 . ,004 < 0,. dan nilai B sebesar negatif 84,344. Variabel profitabilitas (ROA) tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan sebagai variabel kontrol pada perusahaan sektor energi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji t diperoleh tingkat signifikansi 0,908 lebih besar dari 0,05 . ,908 > 0,. dan nilai B sebesar negatif 1,422. Variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif sebagai variabel kontrol terhadap nilai perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji t diperoleh tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. dan nilai B sebesar negatif 4,096. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya dalam meneliti tentang Enterprise Risk Management (ERM) jangan hanya terfokus pada aspek-aspek berikut: AuERMAy. AuChief Risk Officer,Ay AuRisk Management CommitteeAy. AuStrategic Risk ManagementAy. AuIntegrated Risk Management,Ay saja namun penelitian Enterprise Risk Management (ERM) sebaiknya berfokus pada ERM framework yang dikeluarkan oleh COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commissio. DAFTAR PUSTAKA