Infotekmesin Vol. No. Juli 2025 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 2726, pp. Desain Pompa Air Tenaga Surya Untuk Fasilitas Publik Dengan Software Pvsyst Vicky Prasetia1. Hera Susanti2. Muhammad Yusuf3. Betti Widianingsih4 1,2,3,4Program Studi Teknik Listrik. Politeknik Negeri Cilacap 1,2,3,4Jln. Dr. Soetomo No. 1 Karangcengis Sidakaya. Kabupaten Cilacap, 53212. Indonesia E-mail: vickyprasetia@pnc. id1, herasusanti@pnc. id2, muhammadyusuf@pnc. bettiwidianingsih@pnc. Abstrak Kata kunci: Naskah masuk: 22 April 2025 Direvisi: 17 Juni 2025 Diterima: 6 Juli 2025 Energi matahari memiliki potensi besar sebagai sumber energi alternatif di Indonesia, namun pemanfaatannya untuk sistem pompa air pada fasilitas publik seperti stasiun kereta api masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pompa air tenaga surya (PATS) untuk memenuhi kebutuhan air di Stasiun Kroya menggunakan perangkat lunak PVsyst. Metode yang digunakan meliputi analisis lokasi, perhitungan kebutuhan air harian, penentuan daya pompa, dan simulasi desain sistem menggunakan PVsyst. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu memenuhi 97,5% dari total kebutuhan air tahunan sebesar 2. 000 liter, dengan efisiensi sistem panel surya sebesar 80,4% dan efisiensi pompa sebesar 18,5%. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada perancangan sistem PATS untuk stasiun kereta api menggunakan pendekatan simulatif dengan PVsyst, yang belum banyak diaplikasikan pada fasilitas transportasi publik. Temuan ini memberikan dasar perencanaan teknis untuk pengembangan sistem PATS yang ramah lingkungan dan Abstract Keywords: renewable energy. solar water pump. energy efficiency. kroya station. Solar energy has great potential as an alternative energy source in Indonesia, but its application for water pump systems in public facilities such as railway stations remains This study aims to design a solar-powered water pumping system (PATS) to meet the water demands at Kroya Station using PVsyst software. The methodology includes site analysis, calculation of daily water requirements, power estimation, and system simulation using PVsyst. The simulation results indicate that the designed system meets 97. 5% of the annual water demand of 2,555,000 liters, with a solar panel efficiency of 80. 4% and pump efficiency of 18. The novelty of this study lies in the design of a PATS system for a railway station using simulation-based analysis with PVsystAian approach not widely applied in public transportation facilities. These findings offer a technical basis for environmentally friendly and sustainable solar pump system planning. *Penulis korespondensi: Vicky Prasetia Email: vickyprasetia@pnc. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Energi matahari adalah salah satu sumber energi alternatif yang memiliki potensi besar di negara ini . Didukung oleh lokasi geografis Indonesia di zona ekuatorial yang sangat prospektif, intensitas radiasi matahari yang tersedia dapat digunakan menyebar secara merata sepanjang tahun. Sumber energi surya di Indonesia memiliki intensitas rata-rata sekitar 4. 8 kWh/m2/hari, menurut data iradiasi yang diperoleh dari 18 lokasi di Indonesia . Potensi besar yang dimiliki energi matahari menjadikannya sebagai sumber energi alternatif yang menguntungkan dan mudah dimanfaatkan oleh manusia . Stasiun Kroya terletak di Desa Bajing. Kecamatan Kroya. Kabupaten Cilacap. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe B yang melayani perjalanan kereta api penumpang dan barang. Berada pada ketinggian 11 meter, stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi DAOP 5 Purwokerto . Jumlah penumpang stasiun Kroya pada tahun 2023 adalah 182 penumpang keberangkatan dan 373. 323 penumpang kedatangan. Stasiun ini adalah stasiun kereta api terbesar dan paling timur di Kabupaten Cilacap. Energi matahari merupakan energi ramah lingkungan dan bebas polusi yang dapat dimanfaatkan di mana saja . Aplikasi tenaga matahari panel surya dapat diaplikasikan dalam berbagai implementasi pompa air . Sebagian besar penelitian tersebut masih terbatas pada skala kecil, seperti rumah tangga dan sistem irigasi, serta belum banyak menyasar fasilitas umum yang memiliki beban kebutuhan air cukup besar. Penelitian-penelitian lain telah dilakukan penelitian tentang perencanaan sistem panel surya menggunakan software PVsyst, antara lain analisis potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di rumah tinggal kabupaten Temanggung . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dimulai dari perencanaan sampai analisa perhitungan daya dan energi. Penelitian ini menggunakan aplikasi PVsyst sebagai analisa potensi dari PLTS. Penelitian lain tentang perencanaan panel surya menggunakan software PVsyst telah dilakukan pada Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Sebagai Suplai Daya Pompa Air Submersible Inoto 2 Hp Di Dusun Leran . Penelitian ini membahas perancangan PLTS on-grid berdasarkan daya pompa air minum (PAM) yang disimulasikan dengan software PVSyst. Belum banyak penelitian yang secara khusus merancang dan mensimulasikan sistem pompa air tenaga surya untuk fasilitas transportasi publik seperti stasiun kereta Mayoritas studi masih terfokus pada bangunan rumah tangga atau lahan pertanian, dan belum banyak yang mengaitkan data kebutuhan air aktual dengan desain teknis sistem PLTS berbasis simulasi perangkat lunak. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat ruang dalam penelitian yang belum banyak dijelajahi, khususnya dalam merancang sistem PATS yang terintegrasi dengan kebutuhan operasional fasilitas umum. Hal inilah yang menjadi dasar dari pentingnya dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pompa air tenaga surya (PATS) yang dapat memenuhi kebutuhan air harian di Stasiun Kroya. Perancangan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan air, estimasi daya pompa, serta simulasi sistem menggunakan perangkat lunak PVsyst. Melalui pendekatan ini, hasil yang diperoleh diharapkan mampu memberikan gambaran teknis yang komprehensif dan dapat diterapkan untuk instalasi sesungguhnya. Selain memberikan solusi praktis, hasil penelitian ini juga berkontribusi dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di sektor transportasi publik yang selama ini masih kurang dijadikan fokus utama. Metode Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan untuk mencapai tujuan penelitian. Tahapan tersebut terangkum dalam flowchart gambar 1. Gambar 1. Flowchart Pemakaian Pvsyst Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi perancangan sistem pompa air tenaga surya (PATS) menggunakan perangkat lunak PVsyst versi 7. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk mendapatkan konfigurasi sistem PLTS yang optimal dalam memenuhi kebutuhan air harian di Stasiun Kroya. Tahapan pelaksanaan penelitian dilakukan secara bertahap dimulai dari analisis kebutuhan air, perhitungan energi, perancangan sistem, hingga simulasi kinerja sistem PATS. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Berdasarkan pada gambar 1, langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data kebutuhan air di Stasiun Kroya selama dua tahun terakhir . 2Ae2. Berdasarkan data tersebut, diperoleh rata-rata konsumsi air harian sebesar 5. 745,8 liter. Untuk menyederhanakan perancangan dan mengantisipasi kebutuhan puncak, digunakan asumsi tandon air berkapasitas 7. 000 liter per Pemilihan kapasitas ini juga mempertimbangkan ketersediaan tandon yang umum di pasaran serta efisiensi pengisian ulang oleh sistem PATS. Tahap berikutnya adalah melakukan simulasi pada perangkat lunak PVsyst. Prosedur penggunaan PVsyst diawali dengan membuka menu Project design and simulation, lalu memilih kategori Pumping System. Pada bagian Site File, ditentukan lokasi geografis Stasiun Kroya dengan koordinat lintang -7,63A dan bujur 109,25A, serta data iklim dari Meteonorm 8. 0Ae2. Albedo ditetapkan sebesar 0,20 untuk mencerminkan kondisi permukaan tanah Orientasi panel surya ditentukan dengan tipe Fixed Tilted Plane, kemiringan . sebesar 20A, dan azimut 0A. Selanjutnya, ditentukan kebutuhan sistem pada menu Water Needs and Hydraulic Head. Spesifikasi sistem hidrolik meliputi kapasitas tangki penyimpanan 8 mA, panjang pipa 20 meter, jenis pipa DN100 dengan diameter dalam 105 mm. Sumur galian memiliki kedalaman 10 meter, dengan level air statis 5 meter dan level dinamis terendah 8 Specific drawdown ditetapkan sebesar 1 m/mA/h, sesuai dengan karakteristik debit dan daya hisap pompa. Modul panel surya sebanyak 10 unit panel tipe Schott Solar ASI THRU-1-L 20%, masing-masing berkapasitas 35 Wp, dengan total daya sistem sebesar 350 Wp (STC). Pompa Air Menggunakan model Watermax WA dari All Power CSV, jenis pompa membran untuk sumur dalam . eep wel. Kontroler Tipe Generic DC-DC Converter, tegangan input tetap 50 V, daya nominal 300 W, efisiensi maksimum 97%, efisiensi EURO 95%, arus maksimum 5 A. Sistem Listrik Tegangan maksimum array 119 V, tegangan ambang pengoperasian pompa 3 W, dan proteksi over-voltage serta under-voltage pada level standar PVsyst. Tahap akhir adalah menjalankan simulasi dengan memilih menu Run Simulation. Jika hasil belum sesuai atau terdapat ketidakseimbangan antara daya dan beban, maka dilakukan penyesuaian ulang pada parameter sistem seperti jumlah panel, jenis pompa, atau kapasitas tandon. Setelah simulasi dinyatakan berhasil, hasil akhir dapat diekspor dalam bentuk laporan (Repor. yang mencakup konsumsi air terpenuhi, efisiensi sistem, performa panel, serta rugi-rugi Persamaan dasar yang digunakan dalam perhitungan energi listrik dari PLTS dalam simulasi PVsyst adalah pada persamaan . E = A y r y H y PR E = Energi yang dihasilkan . A = Luas total permukaan panel surya . A) r = Efisiensi modul surya (%) H = Radiasi matahari rata-rata tahunan . Wh/mA/tahu. PR = Performance Ratio, yang mencakup seluruh . rugi-rugi sistem Rasio performa sistem (PR) dihitung dari persamaan . ycEycI = ya_yaycycnycc yaycoycuycayaycuyca ycu ycEycuycuycoycEycO = Performance Ratio, yang mencakup seluruh rugi-rugi sistem E_Grid = Energi listrik bersih yang digunakan sistem . GlobInc = Total energi iradiasi global di bidang kolektor . Wh/mA) PnomPV = Daya nominal total dari sistem PV . Pendekatan ini memastikan bahwa sistem PATS yang dirancang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan air, tetapi juga efisien secara energi dan layak untuk diimplementasikan di lingkungan publik. Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan desain PATS didapat setelah simulasi berhasil dan data akan dihasilkan dalam bentuk soft file . melalui perangkat lunak PVsyst. Hasil pengujian dapat dijabarkan sebagai berikut: Hasil Menentukan lokasi dan orientasi Penentuan lokasi dan orientasi merupakan tahap awal dari perancangan PATS. Berikut data yang diperoleh dari hasil simulasi pada perangkat lunak PVsyst. Gambar 2. Project Summary Data pada Gambar 2 merupakan ringkasan projek yang dibuat berdasarkan pemilihan titik koordinat stasiun Kroya menggunakan Meteonorm 8. yang menghasilkan data meliputi. Geographical Site berlokasi di daerah Semingkir. Indonesia. Meteo data menggunakan Meteonorm 8. Situation meliputi garis lintang (Latitud. 63 CuS, garis bujur (Longitud. 25 CuE, ketinggian (Altitud. 13m, zona waktu (Time zon. UTC 7. Pengaturan proyek (Project setting. dengan Albedo sebesar Penetapan parameter ini penting karena menentukan total iradiasi yang diterima panel dan mempengaruhi estimasi energi sistem secara keseluruhan. Meskipun cukup representatif, ketergantungan pada data global ini masih menyisakan ruang untuk peningkatan akurasi melalui penggunaan data iklim lokal aktual. Hasil Menentukan Sistem Tahap berikutnya setelah menentukan lokasi dan orientasi yaitu menentukan sistem yang akan dirancang dengan hasil data pada Gambar 3. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Gambar 4. General parameters Gambar 3. System summary dan Result summary Data pada Gambar 3 merupakan ringkasan dari sistem yang telah dibuat sebagai projek penelitian PATS di stasiun Kroya yang meliputi. orientasi panel PV (PV Field Orientatio. dengan hasil kemiringan (Til. dan azimut sebesar 20 / 0Cu. jumlah modul 10 unit dengan daya nominal sebesar 350 Wp. kebutuhan air (Water need. per hari sebesar 7000 liter atau 7mA. Kemudian pada ringkasan hasil (Result summar. terdapat data-data final yang meliputi. yang terpompa (Water pumpe. dengan hasil sebesar 000 liter atau 2491 mA per tahun. kebutuhan air (Water need. yang ditentukan sebesar 2. 000 liter atau 2555 mA per tahun. energi pada pompa air (Energy at pum. sebesar 401kWh per tahun. energi PV yang tidak terpakai (Unused PV energ. sebesar 70kWh per tahun. fraksi yang tidak terpakai (Unused fractio. efisiensi pada sistem (System efficienc. yang dihasilkan sebesar 80. efisiensi pada pompa (Pump efficienc. yang dihasilkan Berdasarkan hasil tersebut, sistem PATS yang dirancang dengan konfigurasi 10 modul surya 350 Wp, orientasi 20A/0A, dan kebutuhan air harian 7. 000 liter menunjukkan kinerja cukup baik dengan capaian suplai air tahunan sebesar 2. 000 liter atau 97,5% dari target. Efisiensi sistem panel surya mencapai 80,4%, menunjukkan konversi energi yang optimal, namun efisiensi pompa hanya sebesar 18,5%, yang relatif rendah. Rendahnya efisiensi ini diduga disebabkan oleh penggunaan pompa diafragma yang memiliki efisiensi mekanis terbatas untuk aplikasi sumur dalam serta kerugian head hidrolik akibat panjang pipa dan kedalaman sumur. Selain itu, energi tidak terpakai sebesar 70 kWh . ,1%) menandakan adanya potensi pemborosan saat tangki penuh atau beban tidak aktif. Jika dibandingkan dengan studi serupa oleh Bukhori et al. yang menggunakan pompa submersible dengan efisiensi di atas 24%, terlihat bahwa pemilihan tipe pompa dan sistem kontrol sangat berpengaruh terhadap performa akhir sistem. Hasil General Parameters Hasil penentuan sistem juga meliputi data pelengkap dari General parameters yang berisi spesifikasi kebutuhan air, pipa, sumur, orientasi PV dan tangki ai, pada Gambar 4. Data pada Gambar 4 merupakan parameter umum (General parameter. dari hasil perancangan PATS menggunakan perangkat lunak PVsyst yang meliputi: Kebutuhan sistem (System Requirement. dengan hasil Basic Head sebesar 10 Kebutuhan air (Water need. sebesar 7000 liter atau 7mA per hari. Sirkit hidrolik (Hydraulic circui. yang mencakup panjang pipa (Piping lengt. sepanjang 20 m, menggunakan jenis pipa DN100 4Ay dengan diameter interior 105mm. PATS ini menggunakan sistem pengambilan air dengan sumur bor (Deep Well to Storag. yang memiliki diameter 10 cm dan kedalaman sumur (Pump leve. -10m dengan level air statis (Static level dept. -5m dan level terendah air dinamis pada saat kemarau (Lower dynamic leve. -8m serta penurunan level air saat dihisap secara spesifik (Spesific drawdow. sebesar - 1m/m3/h. Orientasi PV (PV Field Orientatio. memiliki kemiringan (Til. 20Cu dan azimut 0Cu. Tangki penyimpanan (Storage tan. memiliki volume 8mA dengan 1m yang memiliki ketinggian air penuh (Height full leve. 3m dengan dialiri fluida dari atas tangki dengan ketinggian (Feeding altitud. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem PATS dirancang dengan kebutuhan air 7. 000 liter/hari dan total head 10 meter, menggunakan sumur bor sedalam 10 meter dan pipa DN100 sepanjang 20 meter. Konfigurasi hidrolik ini, termasuk spesific drawdown 1 m/mA/h dan feeding altitude 5 meter, menambah beban kerja pompa. Kombinasi panjang pipa, fluktuasi muka air, dan posisi tangki menyebabkan rugi tekanan yang signifikan, yang turut menjelaskan rendahnya efisiensi pompa sebesar 18,5%. Optimalisasi desain hidrolik dan pemilihan pompa yang lebih efisien menjadi penting untuk meningkatkan kinerja . Hasil PV Array and Pump Data lengkap mengenai spesifikasi panel surya dan pompa air dipaparkan pada hasil data PV Array and Pump Gambar 5. PV Array and Pump Data pada gambar 5 merupakan detail spesifikasi dari susunan PV (PV Arra. dan pompa air (Pum. Spesifikasi p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 modul PV (PV Modul. yaitu diproduksi oleh Schott Solar AG dengan model ASI THRU-1-L 20% yang memiliki unit tenaga nominal sebesar 35Wp, jumlah modul PV 10 unit, nominal Standard Test Condition (STC) sebesar 350Wp, jumlah modul yang di-strings sebanyak 10 unit. Pada operasional PV di temperatur 50A menghasilkan Pmpp sebesar 332Wp. U mpp sebesar 80V. I mpp sebesar 4. Jumlah tenaga PV (Total PV Powe. dengan nominal (STC) sebesar 0 Kwp dan total modul 10. Sistem pengendali pompa (Pumping system controlle. yang menggunakan Generic device params adjusted acc. to the system. Unit pengkondisian tenaga (Power Conditioning Uni. menggunakan tipe Fixed DC-DC converter. Kondisi pengoperasian (Operating condition. memiliki daya nominal (Nominal powe. sebesar 300W, ambang daya (Power threshol. sebesar 3W, efisiensi maksimal (Maximum Efficienc. sebesar 97%, efisiensi EURO (EURO efficienc. sebesar 95%. Fixed Input Voltage sebesar 50V. Maximum Array Voltage sebesar 119V. Maximum Input Current sebesar 5A. Menggunakan pompa yang diproduksi oleh All Power CSV dengan model Watermax WA yang menggunakan teknologi mekanisme membran / diafragma jenis deep well pump. Hasil Main Result Data pendukung dari hasil penentuan sistem dipaparkan secara lengkap pada Main Result berupa diagram dan tabel, diperlihtakan Gambar 7. Hasil System Losses Dalam menentukan sistem terdapat rugi-rugi sistem yang dipaparkan pada Gambar 6. Gambar 7. Main results Gambar 6. System losses Data pada gambar 6 merupakan rugi-rugi pada sistem yang meliputi. Thermal Loss factor dengan temperatur modul berdasarkan pada radiasi matahari dengan hasil Uc . sebesar 20W/mAK dan Uv . sebesar 0W/m2K/m/s. Ketidaksesuaian kerugian modul (Module mismatch losse. dengan fraksi kerugian (Tegangan teta. (Loss Fraction (Fixed voltag. ) sebesar 1. Kerugian kabel DC (DC wiring losse. dengan Global array resistance sebesar 317 mE dan Loss Fraction sebesar 1. 5% at STC. Strings Mismatch loss dengan Loss Fraction sebesar 0. Kerugian kualitas modul (Module Quality Los. dengan Loss Fraction sebesar 5%. IAM loss factor dengan ASHRAE Param: IAM = 1 Ae bo. /cos i-. bo Parameter sebesar 0. Rugi-rugi sistem yang mempengaruhi performa PATS, dengan dominasi pada thermal loss sebesar Uc = 20 W/mAK dan Uv = 0 W/mAK/m/s, menunjukkan bahwa pendinginan alami oleh angin tidak signifikan. Rugi akibat module quality loss sebesar 5% dan IAM (Incidence Angle Modifie. loss terkait sudut datang cahaya sebesar 2,85% turut menurunkan efisiensi sistem. Mismatch loss antar modul dan antar string relatif kecil . ,1Ae1,5%), sedangkan rugi daya pada kabel DC akibat resistansi 317 mE tercatat 1,5%. Kombinasi rugi-rugi ini, terutama dari faktor suhu dan kualitas modul, menjelaskan penurunan output efektif sistem dan perlu diantisipasi dengan desain termal serta pemilihan modul berkualitas tinggi. Data pada gambar 7 mencakup hasil utama (Main resul. yang terdiri dari hasil produksi sistem (System Productio. yang meliputi jumlah air yang terpompa (Water Pumpe. 000 liter atau 2491mA per tahun dengan spesifik sebesar 6721mA/kWp/bar yang telah mencukupi kebutuhan air sebanyak 2. 000 liter atau 2555mA selama setahun dengan hanya 2,5% air yang tidak terpenuhi (Missing Wate. Energi pada pompa yang terpakai (Energy at pum. sebesar 401kWh selama setahun. Energi yang tidak terpakai pada PV (Unused PV energ. sebesar 70kWh per tahun dan Unused fraction selama setahun Efisiensi sistem sebesar 80. 4% dan efisiensi pompa sebesar 18. Data pada Main result juga mencakup grafik batang Normalized production . er installed kW. dan grafik batang Performance Ratio PR serta tabel Balances and main result per bulan. Grafik Normalized Production dan PR per bulan memperlihatkan tren produksi musiman yang stabil, menegaskan bahwa sistem cukup andal secara tahunan namun masih dapat ditingkatkan pada aspek teknis pompa dan pengendalian energi. Hasil Loss Diagram Rugi-rugi pada sistem juga dipaparkan lengkap pada diagram berikut. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 yang menunjukkan bahwa penurunan kinerja terbesar berasal dari efek suhu modul, kehilangan energi saat tangki penuh, serta efisiensi konversi pompa yang rendah. Kerugian akibat suhu modul cukup signifikan, sementara rugi-rugi dari sudut datang cahaya, kualitas modul, dan mismatch antar string juga turut menurunkan efektivitas konversi daya. sisi hilir, rugi-rugi hidrolik seperti penurunan muka air . dan kebutuhan head statis menambah beban kerja pompa. Diagram ini memperjelas pentingnya optimalisasi termal, pemilihan modul berkualitas tinggi, serta desain hidrolik yang efisien untuk meningkatkan kinerja sistem secara keseluruhan. Hasil Special Graphs Data input dan output dipaparkan pada Special graphs, pada Gambar 9. Gambar 8. Loss diagram Data pada gambar 8 merupakan diagram yang memaparkan persentase kerugian pada sistem PATS yang telah dibuat pada perangkat lunak PVsyst dengan hasil Global 1745kWh/mA. Global incident in coll. Plane sebesar -0. IAM factor on global sebesar - 2. Effective irradiation on collectors sebesar 1694kWh/m2*8mA coll. PV conversion dengan hasil efficiency at STC sebesar 4. Array nominal energy . t STC effic. ) sebesar 593. 9kWh. PV loss due to irradiance level sebesar -2. PV loss due to temperature sebesar -16. Spectral correction for amorphous sebesar *0. Module quality loss sebesar 5%. Mismatch loss, modules and strings sebesar -1. Ohmic wiring loss sebesar -0. Array virtual energy at MPP sebesar 499kWh. Loss with respect to the MPP running sebesar -0. Converter Loss during operation . Converter Loss due to power threshold sebesar -0. Converter Loss over nominal voltage sebesar 0%. Converter Loss due to voltage threshold sebesar 0%. En. Under pump producing threshold Electrical losses . onverter, threshold, overloa. 2kWh. Energy under drawdown limit sebesar 0%. Unused energy . ank ful. Operating electrical energy at pump sebesar 401. 4kWh. Hydraulic energy at pump dengan pump efficiency sebesar Static head requirement . o flo. sebesar Well drawdown head loss sebesar -7,37%. Friction head loss sebesar 0%. Water volume pumped sebesar 2491mA. Stored water balance begin/end of interval. UserAos water needs sebesar 2491mA supplied . ,5% of Hasil Loss Diagram menggambarkan secara menyeluruh distribusi rugi-rugi energi pada sistem PATS. Gambar 9. Special graphs Data pada gambar 9 merupakan diagram input dan output harian yang berisi nilai dari energi output dari array dalam kWh per hari (Effective energy at the output of the array . Wh/da. ) dan berisi nilai insiden global pada bidang pengumpul dalam kWh/mA/hari (Global incident in collection plane . Wh/mA/da. Kesimpulan Penelitian ini berhasil merancang sistem pompa air tenaga surya (PATS) di Stasiun Kroya menggunakan perangkat lunak PVsyst. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu memenuhi sekitar 97,5% dari total kebutuhan air tahunan sebesar 2. 000 liter, dengan volume air terpompa sebesar 2. 000 liter per tahun. Sistem ini dirancang menggunakan 10 unit panel surya masing-masing berkapasitas 350 Wp, dengan efisiensi sistem mencapai 80,4% dan efisiensi pompa sebesar 18,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem PATS dapat menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan air di fasilitas publik secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. Namun demikian, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini. Pertama, efisiensi pompa yang relatif rendah menunjukkan bahwa karakteristik teknis pompa dan sistem hidrolik masih perlu disesuaikan dengan medan Kedua, simulasi hanya mempertimbangkan data iradiasi dan kondisi operasional standar tanpa memasukkan skenario ekstrem seperti cuaca mendung berkepanjangan atau kerusakan komponen. Ketiga, hasil simulasi belum divalidasi melalui uji lapangan atau prototipe, sehingga perlu p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 dilakukan implementasi nyata untuk memperoleh data performa aktual. Di masa yang akan datang, sistem PATS berpotensi untuk diterapkan tidak hanya di stasiun kereta api, tetapi juga pada fasilitas publik lainnya seperti terminal, rumah sakit, atau sekolah yang membutuhkan pasokan air mandiri. Dengan perbaikan desain dan integrasi teknologi pintar, sistem ini dapat menjadi bagian penting dalam upaya transisi energi bersih dan pemanfaatan energi terbarukan di sektor infrastruktur publik. Ucapan Terimakasih Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dengan proses penelitian atas dukungan finansial dan moral mereka, yang memungkinkan penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Daftar Pustaka