PEMERIKSAAN GULA DARAH MASYARAKAT DESA BARUGAE KECAMATAN BULUKUMPA KABUPATEN BULUKUMBA Blood Glucose Testing Of People In Barugae Village. Bulukumpa. Bulukumba Regency Fatimah, 2 Asdinar Prodi Di Analis Kesehatan,Stikes Panrita Husada Bulukumba,Indonesia Email: ima_dzakwan02@gmail. ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit atau gangguan metabilik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufiensi fungsi insulin. pentingnya masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu agar bisa mengetahui kondisi gula darah dalam tubuh dan terhindar dari penyakit Diabetes Melitus. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemerikaan gula darah pada masyarakat desa Barugae. Kecamatan Bulukumpa. Kabupaten Bulukumba. Metode dalam pelaksanaan pengabdian melalui pemeriksaan Kesehatan dan diskusi tentang pentingnya upaya pencegahan penyakit Diabetes Melitus dengan melibatkan puskesmas, pemerintah desa, tokoh agama dan masyarakat. Hasil kegiatan pemeriksaan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai kadar gula darah dan bagaimana masyarakat bisa memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan baik dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Kesimpulan dari kegiatan ini diketahui bahwa dari 31 warga yang diperiksa diketahui bahwa yang memiliki kadar glukosa darah rendah sebanyak 4 orang, kadar gula darah normal sebanyak 16 orang, beresiko diabetes mellitus sebanyak 8 orang, sedangkan 3 orang lainnya adalah penderita Kata Kunci: Diabetes Melitus. Pemeriksaan Gula Darah. Desa Barugae. Bulukumpa. Bulukumba ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease or disorder characterized by high blood sugar levels accompanied by disorders of carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insufficient insulin function. The importance of society to check blood sugar levels at any time in order to know the condition of blood sugar in the body and avoid Diabetes Mellitus. This community service activity aims to check blood sugar in the community of Barugae Village. Bulukumpa. Bulukumba Regency. The methods in the implementation of service through health checks and discussion of the importance of efforts to prevent Diabetes Mellitus by involving the health center, village government, religious leaders and the community. The result of this examination is an increase in public knowledge about blood sugar levels and how people can understand the importance of maintaining good health for themselves and their surroundings. The conclusion of this activity is that of the 31 residents who were examined, it was found that 4 people had low blood glucose levels, 16 people had normal blood sugar levels, 8 people had the risk of diabetes mellitus, while 3 others were diabetics. Keywords: Diabetes Mellitus. Blood Sugar Checkup. Barugae Village JURNAL ABDIMAS PANRITA PENDAHULUAN Glukosa merupakan salah satu karbohidrat penting yang digunakan sebagai sumber tenaga yang dapat diperoleh dari makanan yang mengandung karbohidrat. glukosa dapat berperan sebagai molekul utama bagi pembentukan energi dalam tubuh, dan sebagai sumber energi utama bagi kerja otak dan sel darah merah. glukosa dapat menjadi abnormal apabila kurang atau melebihi nilai rujukan yaitu pada rentang 60-110 mg/dL. Kadar gula yang terlalu tinggi dinamakan hiperglikemia dan kadar gula yang terlalu rendah disebut hipoglikemia (Kurniawan dan Humaedi, 2. Keadaan hiperglikemia ini menyebabkan suatu penyakit atau gangguan metabilik kronik yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufiensi fungsi insulin yang disebut Diabetes Melitus (DM). Menurut American Diabetes Association (ADA) bahwa terdapat satu orang yang terkena diabetes setiap 21 detik. Lebih dari setengah populasi dunia yang menderita penyakit diabetes berada di Asia, terutama di India. China, dan Indonesia (Yosmar, dkk. , 2. Diabetes Melitus sangatlah rentan terhadap gangguan fungsi yang bisa menyebabkan kegagalan pada organ mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. Gangguan fungsi yang terjadi karena adanya gangguan sekresi insulin dan gangguan kerja insulin maupun Menurut International Diabetes Federation-7 tahun 2015, dalam metabolisme tubuh hormon insulin bertanggung jawab dalam mengatur kadar glukosa darah. Hormon ini diproduksi dalam pankreas kemudian dikeluarkan untuk digunakan sebagai sumber energi. Apabila di dalam tubuh kekurangan hormone insulin maka dapat menyebabkan hiperglikemi (Lathifah, 2. DM dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. DM dapat menyerang hampir seluruh sistem tubuh manusia, mulai dari kulit sampai jantung yang menimbulkan komplikasi (Hestiana, 2. Orang dengan DM memiliki peningkatan risiko mengembangkan sejumlah masalah kesehatan akibat komplikasi akut maupun kronik. Tingkat glukosa darah yang tinggi secara konsisten dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler antara lain retinopati, neuropati dan nefropati dan makrovaskuler. DM merupakan penyebab utama penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi. DM dan komplikasinya juga merupakan penyebab utama kematian di negara berkembang (Dewi, 2. Peningkatan prevalensi penderita diabetes pada tahun 2014 menurut WHO tahun 2016, tercatat mencapai 422 juta jiwa kasus. Peningkatan kasus ini lebih banyak didapatkan pada Negara yang berpenghasilan rendah dan menengah (WHO, 2. Badan Riset Kesehatan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan bahwa terdapat 0,8% dari 1,1% penderita DM di Indonesia berasal dari Sulawesi Selatan dan penyebab kematian terbanyak berasal dari perkotaan dengan rata-rata usia 45-54 tahun. Menurut data yang diperoleh dari rumah sakit umum Bulukumba pada tahun 2013 didapatkan ada 1150 penderita diabetes dan mennjadikan wilayah Bulukumba menjadi peringkat ke sepuluh tertinggi di Sulawesi Selatan (Mardikawati, 2. Dengan meningkatnya penyakit yang disebabkan kadar glukosa darah khususnya di daerah di Bulukumba, maka peran tenaga analis sangatlah penting. Analis Kesehatan di tuntut untuk berperan aktif dalam memeriksa kadar gula darah, menyebarkan informasi, penyuluhan cara pencegahan, dan cara konsumsi makanan di rumah yang kurang mengandung gula dan memperbanyak makan sayuran dan buah. Oleh karena ini. Dosen Program Studi Analis Kesehatan mengadakan pengabdian kepada masyarakat tentang Pemeriksaan Gula Darah pada Masyarakat Desa Barugae Kec. Bulukumpa Kab. Bulukumba Sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi. JURNAL ABDIMAS PANRITA METODE Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis, tanggal 20 Februari 2020 bertempat di Kantor Desa Barugae. Bentuk kegiatan dengan memberikan Pemeriksaan kesehatan yang bertajuk pemeriksaan gula darah pada masyarakat Di Desa Barugae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Pelaksana pengabdian masayarakat melakukan persiapan yang terdiri dari Melakukan persuratan ke dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat. Menyiapkan alat dan bahan pemeriksaan gula darah. Menyiapkan surat tugas. Berita acara dan surat telah selesai melakukan pengabdian masyarakat yang dibantu tim LPPM. Koordinasi dengan kepala dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba Koordinasi dengan kepala Puskesmas Tanete Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba Koordinasi dengan Kepala Desa Barugae Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba dan Kepala Dusun Sebagai Tempat pelaksanaan Pengabdian masyarakat. Koordinasi dengan tokoh agama dan masyarakat Pembuatan Satuan Acara Penyuluhan. Leaflaet dan slide materi Persiapan Akomodasi untuk narasumber dan peserta Persiapan tempat dan sound system Sebelum pelaksanaan pemeriksaan peserta mengisi daftar hadir, pembagian leaflet dan konsumsi oleh mahasiswa. Pelaksanaan pemeriksaan di mulai dengan pengantar dari moderator, selanjutnya dibuka oleh kepala desa, materi disajikan oleh narasumber dari dinas Kesehatan. Dosen Stikes Panrita Husada Bulukumba dan Tokoh agama. Evaluasi dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan memberikan respon terkait materi yang sampaikan oleh narasumber dan pemeriksaan yang telah dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan pada hari kamis, 20 Februari 2020. Pada kegiatan ini dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah pada masyarakat. Adapun dokumentasi berupa foto kegiatan dan hasil pemeriksaan glukosa darah para masyarakat desa Barugae adalah sebagai berikut: Gambar 1. Pemeriksaan Gula Darah JURNAL ABDIMAS PANRITA Gambar 2. Pembukaan Kegiatan Tabel 1. Hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu Kategori Hipoglikemik (<70 mg/dL) Normal . -110 mg/dL) Berisiko DM . -200 mg/dL) DM (>200 mg/dL) Total Jumlah Warga Persentase PEMBAHASAN Dari hasil pemeriksaan pada tabel 1 menunjukkan bahwa dari 31 masyarakat yang diperiksa, yang memiliki kadar glukosa darah rendah sebanyak 4 orang, kadar gula darah normal sebanyak 16 orang, beresiko diabetes mellitus sebanyak 8 orang, sedangkan 3 orang lainnya adalah penderita diabetes. Seseorang dapat beresiko terkena diabetes melitus karena adanya peningkatan kadar gula . darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Insulin merupakan hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot. Menurut Nugroho 2019. Ciri-ciri orang terkena diabetes militus adalah rasa haus yang berlebihan, sering kencing terutama malam hari dan berat badan turun dengan cepat. seseorang juga menjadi mudah lelah dan sering mengantuk, kemudian sering merasakan pusing ataupun mual, dan jika penderita mengalami luka, penyembuhan lukanya membutuhkan waktu yang lama. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai kadar glukosa darah dan bagaimana masyarakat bisa memahami tentang pentingnya menjaga kesehatan baik dirinya maupun lingkungan sekitarnya terutama bagi masyarakat desa Barugae Kecamatan Bulukumpa. Kabupaten Bulukumba. Dengan adanya kegiatan ini masyarakat akan mampu mengetahui bagaimana menjaga kesehatan maupun melakukan upaya pencegahan penyakit Diabetes Melitus. KESIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di desa Barugae, kecamatan Bulukumpa. Kabupaten Bulukumba adalah dari 31 warga yang diperiksa diketahui bahwa yang memiliki kadar glukosa darah rendah sebanyak 4 orang, kadar gula darah normal sebanyak 16 orang, beresiko diabetes mellitus sebanyak 8 orang, sedangkan 3 orang lainnya adalah penderita diabetes. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh prodi Analis Kesehatan Stikes Panrita Husada Bulukumba ini maka diharapkan masyarakat mengetahui kadar gula darah sewaktu dan mengetahui bagaimana menjaga kesehatan maupun melakukan upaya pencegahan penyakit Diabetes Melitus. DAFTAR PUSTAKA