Aksiologiya Aksiologiya:: Jurnal JurnalPengabdian PengabdianKepada KepadaMasyarakat Masyarakat Vol. No. Mei 2021 Hal 191 - 202 Vol. No. Februari 2020 Hal 131 Ae 137 ISSN2528-4967 dan danISSN ISSN2548-219X 2548-219X. ISSN Sosialisasi dan Edukasi Marketing Komunitas BGBJ Penerapan Project Digital Based Learning Meningkatkan di Bantar Gebang Menghadapi Era 4. Kemampuan Guru-Guru Sekolah Dasar Sidoarjo dalam Menulis Kreatif Cerita Anak Janette Maria Pinariya . Dianda Forceila . Lystia Ivana . Anita Yunia InstitutAri Komunikasi 1dan Bisnis 2LSPR Setyorini . Masulah Email:1,2janette. mp@lspr. diandraforceila@gmail. FKIP. Universitas Muhammadiyah Surabaya ivanalystia25@gmail. com , anita. y@lspr. Email: arisetyorini@fkip. um-surabaya. , mmasulah@gmail. *Corresponding author: janette. mp@lspr. ABSTRAK ABSTRAK Pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih guru-guru sekolah dasar untuk menulis kreatif sastra anak. Pelatihan ini didesain sejalan dengan program gerakan literasi nasional, yang Tujuan dari ini adalah di Bantar salah satunya sastra,mengatasi di tingkatmasalah Pengabdian Gebang Bekasi bermitra dengan lima sekolah dasar di bawah pengelolaan Muhammadiyah Sidoarjo. Setiap sekolah Jabodetabek. Gebang dua guru mereka untuk mengikutiBantar . Sehingga sejak Juli hingga September 2019. Kegiatan ini menggunakan metode Project Based Learning di anak-anak kecil anak. denganProses mana guru kayu, plastik, dan produk kreatif, 16 jam workshop The Kingdom of BGBJ (Biji-Biji Bantar Geban. BGBJ dukungan,untuk dan 32 jam sesi pendampingan Sesibantuan, luring dilakukan dasar peserta penulisan kreatif dan sastra Sedangkan sesi Komunitas ini menyediakan online memfasilitasi dan mengkonsultasikan draf cerita sandang, papan untuk masyarakat yang tidak memiliki akses mereka ke sumber yang kemudian umpan dapat balik untuk Menggunakan Denganpengabdian, adanya kegiatan ini, diharapkan penilaian mastery learning, siklus 90% . akni dari 10 pesert. untuk memutus sehat danproyek Lebih lanjut, para bahwa bahwa ini memberikan Namun ini,menyatakan BGBJ mengakui daya yang manfaat bagi akanHal dan pemasarannya akan strategimereka ini dapat dilihat dalam bentuk cerita(WoM). Dengan hanya menulis offline cerita yaitu Word Mouth permasalahan tersebut, maka dibuatlah suatu program pemberdayaan kepada peserta komunitas Kata Kunci: guru sekolah penulisan kreatif sastra digital BGBJ dan masyarakat . igital based serta kegiatan pendukung lainnya yang bermanfaat. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan ABSTRACT model community development yang diberikan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi serta pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan, terhitung dari bulan Juni Ae Agustus 2020. Hasil menunjukkan This community service aims to enhance elementary school teachersAo literary literacy skills bahwa kegiatan pemberdayaan ini dapat diterima secara efektif dan para peserta dinilai sudah siap through children literature creative writing project. The training project designed was in line with untuk beradaptasi menghadapi era 4. Hal ini dapat diukur berdasarkan survei yang dilakukan the need of the inclusion of literary literacy in formal education particularly in primary educational kegiatan pemberdayaan Meskipun demikian. Themaupun was conducted by partnering with five elementaryschools the management of Muhammadiyah Organizationin Sidoarjo. Each school registered their representative teachers to join the creative writing program which was held fromJuly until September 2019. The activity employed Project Based Learning in which the teachers were involved in children literature writing Kata BGBJ. The training by mplementing blended learning consisting 16-hour offline creative writing workshop and 32-hour online coaching session. The offline sessions were to build the teachersAo basic knowledge on creative writing andto The Socialization and Digital Marketing Education the BGBJ online coaching sessions facilitated the participants to consult their drafts and revise them based on in byBantar Gebang Facing90% Era the facilitatorAos Community Measured mastery learning of participants . out of 10 participant. were successfully accomplished the writing project. For more, the participants ABSTRACT agreed that this program was beneficial for them to enhance their knowledge on literary literacy and their writing ability to create children literary works like picture book and short story. The purpose of this activity is to address a growing problem in Bantar Gebang, known as one Bekasi areas which is usedcreative as the final site for the Jabodetabek Keywords: children teacher ofmegapolitan Bantar Gebang conditions . that the initiative of young people emerged to form a small business community by utilizing wood. Copyright A 2020. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Copyright A 2021. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 191 - 202 plastic, and paper waste as basic materials for making creative products, they are The Kingdom of BGBJ (Bantar Gebang Seed. Community. BGBJ was built on the help, support and dedication of its visitors. This community provides a variety of training, mentoring, clothing, shelter and food assistance for people who do not have access to these resources. With this empowerment, it is hoped that it can provide an alternative for the community to break the cycle of poverty and create a healthy and safe environment. However, to be able to develop this program. BGBJ admits that its resources do not understand the marketing strategy. This can be seen from its marketing activities which are only limited to offline Word of Mouth (WoM) communication. With these problems, an empowerment program was made for BGBJ community participants and the public regarding the understanding of digital marketing . igital marketin. and other useful supporting activities. The method of implementing activities is carried out with a community development model approach which is given in the form of socialization and education as well as training and mentoring for 3 months, starting from June - August 2020. The result showed that the empowerment activity can be accepted effectively, and the participants are considered ready to adapt to the 4. 0 era. This can be measured based on a survey conducted before and after the empowerment activity was carried However, there is an evaluation that the development of this program must be carried out continuously, because there are still some participants who need further direction and guidance. Keywords: BGBJ. social media. marketing strategy. PENDAHULUAN Jakarta metropolitan yang memiliki beragam peran dan fungsi yang disandangnya. Jakarta bersama kota-kota di sekitarnya seperti Bogor. Depok. Tangerang, dan Bekasi telah menjadi kawasan megapolitan Jabodetabek (Jakarta Kota Metropolitan Dengan Budaya Kampung, 2. Hampir seluruh markas utama perusahaan besar nasional maupun internasional berlokasi di Jakarta, sehingga hal ini menempatkan posisi Jakarta sebagai pusat perdagangan dan jasa di Indonesia. Meskipun demikian. Jakarta selalu memiliki ragam cerita dan masalah di dalamnya, mulai dari kemacetan, kehidupan sosial yang kurang merata, ditambah persoalan sampah yang selalu membuat resah masyarakat (Harahap, 2. Ir. Suharti M. PhD selaku Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Kepemukiman Pemprov DKI Jakarta (Nursastri, 2. menyebutkan bahwa produksi sampah di Jakarta hampir setiap tahunnya terus mengalami peningkatan di mana dalam satu harinya dapat memproduksi 700 ton sampah. Terutama pada suatu wilayah yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah terakhir di Ibu Kota, yakni TPST Bantar Gebang yang memiliki luas sebesar 108 Ha (Fakhrana, 2. Kerumunan sampah yang ada di wilayah ini mencapai jumlah kapasitas maksimal yang ada sehingga menimbulkan berbagai dampak buruk, baik dalam segi ekonomi, sosial, maupun Bantar Gebang selama ini dikenal sebagai daerah kumuh dengan kondisi perekonomian masyarakat bertaraf rendah . Dalam (Mulyadi, 2. ditemukan sekitar 72% orang tua memilih untuk mempekerjakan anaknya sebagai pengumpul sampah, 19% memilih untuk sekolah tanpa dibebani kerja pengumpul sampah, dan 9% sisanya memilih untuk dipekerjakan dan tidak sekolah. Dalam mendukung komitmen pemerintah dalam melaksanakan Sustainable Development Goals (SDG). Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2021 Hal 46 - 57 seluruh pihak agar pelaksanaan dan pencapaian SGDs dapat dilaksanakan secara aktif. SDGs merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. Langkah ini menjadi acuan utama untuk melakukan program pemberdayaan kepada salah satu komunitas di Bantar Gebang, yakni The Kingdom of BGBJ (Biji-Biji Bantar Geban. Komunitas ini dibangun dengan bantuan, dukungan, dan dedikasi para pengunjungnya. BGBJ menyediakan pendidikan, pelatihan, bantuan, makanan, dan kesenangan untuk anak-anak yang tidak memiliki akses ke sumber daya Setiap hari Minggu. BGBJ menjalankan kelas dalam berbagai topik, seperti pelatihan bahasa inggris, informasi dan teknologi (IT), kesehatan dan nutrisi, olahraga, musik dan seni. Kemudian lokakarya lantai atas BGBJ digunakan sebagai ruang pendidikan untuk mengembangkan keterampilan praktis, dan merupakan latar tempat pembuatan lini produk AoBGBJ StyleAo. Produk ini terdiri dari Aukomponen gaya hidupAy, seperti dekorasi dan perabotan rumah, aksesori fesyen dan produk perawatan tubuh alami, di mana beberapa produk tersebut dibuat dengan memanfaatkan limbah yang ada. Sama halnya seperti artikel (Yunia & Pinariya, 2. yang juga menerapkan pemberdayaan masyarakat kepada klien pascarehabilitasi narkoba di Tanjung Priok. Klien pascarehabilitasi yang telah menjalani masa rehab akan diberikan pelatihan-pelatihan pembuatan sovenir kreatif seperti kotak tisu, seni dekopas, paper bag, pouch yang mana bahan dasarnya merupakan limbah ramah lingkungan. Meskipun telah menghasilkan banyak produk. BGBJ mengakui bahwa dirinya masih belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai tata cara pemasaran produk dengan menggunakan media digital. Di era perdagangan bebas ini, berbagai kompetisi terbuka secara lebar antara pelaku bisnis yang mana dapat menghasilkan dua hal kemungkinan, yaitu peluang atau ancaman. Hal ini dapat diatasi apabila pelaku bisnis pemasaran dengan baik. Meningkatnya ekonomi kreatif dan ekonomi digital di era 4. 0, strategi pemasaran melalui media sosial seperti facebook. Instagram, aplikasi berbasis web telah menjadi trend baru di masyarakat (Christiawan, 2. Saat ini, banyak organisasi maupun perusahaan yang telah menggunakan media digital tidak hanya untuk berkomunikasi dengan rekan kerja, melainkan dengan calon Meskipun BGBJ sudah memiliki situs pribadi dan media sosial, kegiatan pemasaran yang dilakukan dianggap belum mumpuni dikarenakan strategi pemasaran yang digunakan lebih berfokus pada model komunikasi offline salah satunya berasal dari Word of Mouth (WoM). Tidak hanya itu, pendiri BGBJ mengungkapkan bahwa keterbatasan SDM yang Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 191 - 202 kurang kompeten di dunia digital juga menjadi hambatan dalam proses pemasaran produk. Hingga saat ini. BGBJ menyebutkan bahwa produk yang dihasilkan cukup banyak, namun karena keterbatasan pemahaman serta pemanfaatan media digital membuat keberlangsungan komunitas tetap jalan di tempat. Dengan latar belakang tersebut, maka dibuatlah digital marketing kepada peserta dan masyarakat Bantar Gebang, khususnya pada usia remaja tentang pemasaran produk melalui media digital dengan mempresentasikan mengenai langkah-langkah proses pembuatan hingga tahap eksekusi yang diharapkan dapat memberikan kontribusi komunitas BGBJ dalam mengembangkan jalur pemasaran produk di era 4. METODE PELAKSANAAN Kegiatan masyarakat ini merupakan salah satu program yang melibatkan salah satu komunitas yang berada di Bantar Gebang, yaitu The Kingdom of BGBJ. Pelaksan kegiatan dilakukan dalam waktu tiga bulan, dimulai dari bulan Juni sampai Agustus 2020. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan model community development yaitu Auupaya mempersiapkan masyarakat seiring dengan langkah memperkuat kelembagaan masyarakat agar mereka mampu mewujudkan kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan dalam suasana keadilan sosial yang berkelanjutanAy (Sumaryadi, 2005, (Mardikanto, 2. menyebutkan terdapat enam tujuan pemberdayaan masyarakat yang dianggap sesuai dengan pencapaian dalam program pendapatan, lingkungan, kehidupan dan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan adanya partisipasi masyarakat dari setiap pelaksanaan pemberdayaan yang dilakukan untuk dapat merumuskan segala permasalahan yang ada pada masyarakat, sehingga pada akhirnya aksi pemberdayaan yang dilakukan tersebut dapat sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. Sebagaimana yang diungkapkan oleh (Adi, 2. bahwa pemberdayaan menekankan pada process goal, yaitu tujuan yang berorientasi pada proses yang mengupayakan integrasi kapasitasnya guna memecahkan masalah secara kooperatif atas dasar kemauan dan kemampuan menolong diri sendiri . elf hel. sesuai prinsip Adapun langkah-langkah program yang dilaksanakan yaitu sebagai berikut: Gambar1: Langkah kegiatan pengabdian masyarakat Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2021 Hal 46 - 57 Sebagai bagian dari perencanaan program, dilakukan rangkaian survei utama untuk mengetahui kegiatan apa saja yang akan dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yakni melalui analisa SWOT sebagai Strengths (Kekuata. Bahwa banyak anak muda yang berpotensial dan kreatif dalam pembuatan produk. Dalam hal ini BGBJ juga memiliki peralatan yang dapat menunjang berjalannya usaha yang mereka miliki. Produk yang ditawarkan unik, orisinil dan bisa custom sesuai keinginan calon pelanggan, serta bahan dasar kayu yang digunakan sangat berkualitas, yang mana merupakan hasil daur ulang limbah kayu yang menumpuk di pembuangan Bantar Gebang. Weakness (Kelemaha. Jumlah SDM yang sedikit serta minimnya pengetahuan dan inisiatif SDM dalam produk membuat pencapaian Adapun media atau saluran komunikasi yang digunakan juga masih kurang mumpuni. Opportunities (Peluan. Komunitas BGBJ lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di daerahnya dan juga dapat menjadi wadah bagi anak-anak remaja untuk belajar memulai usaha kreatif. Tidak hanya itu, founder BGBJ juga memiliki banyak koneksi dengan warga negara asing yang mana dapat menjadi sasaran untuk memperluas pemasaran produk. Threats (Ancama. Kelemahan dari kemampuan SDM menjadi ancaman bagi keberlangsungan bisnis BGBJ yang tidak dapat berkembang secara maksimal. Seperti misalnya tidak memiliki inovasi hingga pada penutupan komunitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan pemberdayaan ini dilakukan dengan melibatkan pendiri, peserta, hingga pemberdayaan komunitas BGBJ. Program keahlian dalam menghasilkan bahan limbah menjadi produk yang kreatif dan inovatif sampai pada proses pemasaran offline maupun online. Sebelum melaksanakan program, dilakukan sebuah pre-test survei dengan penyebaran kuesioner dan wawancara kepada seluruh peserta dan pendiri komunitas BGBJ mengenai masalah-masalah yang terjadi pada Ditemukan bahwa selama empat tahun berjalannya bisnis daur ulang kayu. BGBJ mengakui bahwa produk yang dimilikinya belum dapat dikenal banyak oleh masyarakat luas sehingga capaian penjualan sangat minim. Resa Boenard selaku pendiri menyebutkan bahwa kendala utama yang terjadi ini salah satunya disebabkan oleh proses pemasaran produk. Pihaknya Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 191 - 202 pemasaran produk yang dilaksanakan hingga saat ini hanya dilakukan secara offline dengan bantuan Word of Mouth (WoM) dari masyarakat. Gambar 2: Pendiri Komunitas BGBJ Resa menyadari bahwa di era saat ini sudah waktunya untuk dapat beradaptasi dengan dunia digital. Dalam perkembangan dunia bisnis, pemanfaatan teknologi memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu komunitas, organisasi maupun perusahaan. Penerapan munculnya perubahan dan kebiasaan baru dalam dunia bisnis, baik dalam menjangkau khalayak, produksi Sehingga diperlukan untuk mengindentifikasi dan mengelola keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat diterapkan dalam industri bisnis yang berkelanjutan (Pinariya & Lemona, 2. Dalam hal ini, komunitas BGBJ mengakui bahwa produk yang dibuatnya selama ini telah menggunakan bahan yang layak, dihasilkan dari limbah yang ramah lingkungan yang dilengkapi dengan peralatan yang memadai. Namun yang kurang tepat menjadikan bisnisnya tetap jalan di tempat. Gambar 3: Alat produksi BGBJ Resa mentalitas dan inisiatif anak-anak Bantar Gebang yang masih sangat rendah, kebanyakan darinya justru berakhir menikah di usia yang sangat muda dan pulang kembali ke rumahnya tanpa bekal pengetahuan yang cukup. Selain itu, sebagian masyarakat juga belum berani untuk mengekspresikan diri padahal mempunyai potensi dan bakat yang luar biasa. Dengan permasalahan tersebut, dapat dinilai bahwa sebenarnya masih banyak harapan yang dapat digapai anak-anak muda di Bantar Gebang untuk belajar suatu hal yang baru dan sesuai dengan kebutuhan komunitas dan masyarakat, yaitu memulai usaha pembuatan hingga pemasaran produk kreatif baik secara offline, khususnya online dengan pemahaman yang maksimal tentang digital marketing. Program pemberdayaan ini akan dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu dimulai dari tahap persiapan, merancang beberapa rangkaian kegiatan yang Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2021 Hal 46 - 57 dijadikan sebagai aksi program yaitu dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi, pelatihan dan pendampingan serta evaluasi dengan penjelasan sebagai berikut: Sosialisasi dan Edukasi Pelaksanaan pemberdayaan ini diawali dengan masyarakat di sekitar Bantar Gebang. Pendekatan ini diarahkan melalui proses sosialisasi mengenai dasardasar digital marketing, teknik pengambilan foto, pembuatan konten hingga pada strategi pemasaran digital di media sosial dan platform e-commerce. Gambar 4: Contoh Sosialisasi Pengoperasian Aplikasi Shopee Dalam kegiatan ini, peserta dibentuk dalam suatu forum atau kelompok per minggunya untuk mempelajari modul yang telah disusun, di mana terdapat beberapa materi yang disampaikan yaitu sebagai berikut: Digital Marketing di Media Sosial Untuk sesi pertama sampai ketiga, para peserta diberikan sosialisasi mengenai dasar-dasar digital marketing di media sosial (Instragram. Youtube dan Twitte. Dalam hal ini, telah disusun beberapa topik untuk setiap sesinya yaitu sebagai berikut: Tabel 1: Materi digital marketing di media sosial No. Topik Pengenalan digital A Apa itu digital A Jenis-jenis digital A Metode digital Menentukan target pasar yang efektif Strategi marketing di media sosial A Membuat akun media sosial (Twitter. Facebook dan Instargra. A Memahami dasar-dasar tiap media sosial A Membuat perencanaan konten media sosial yang menarik A Penggunaan fitur penjadwalan post otomatis di media sosial A Berkomunikasi dengan audiens untuk menambah relasi atau memperluas pasar A Menyusun strategi A Mulai melakukan A Lakukan pengukuran Sesi Digital Marketing E-Commerce Setelah memahami dasar-dasar digital marketing melalui media sosial, maka peserta diberikan sosialisasi mengenai media digital lainnya yaitu platform e-commerce. Dalam tahap ini, semua peserta diberikan penyuluhan mengenai dasar-dasar berbagai platform e-commerce pada Dalam tahap ini, semua peserta pengiriman produk diberikan penyuluhan mengenai Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal PengabdianTabel Kepada Masyarakat. No. 2,marketing Mei 2021 Hal 191 - 202 2: MateriVol. dasar-dasar berbagai platform ee-commerce commerce yang dapat mendukung proses proses produk BGBJ produk BGBJ Shopee. Tokopedia. Lazada. Shopee. Tokopedia. Lazada,lainnya selama tiga sesi. Setelah memahami dan lainnya selama tiga sesi. satu persatu, peserta diberikan Setelah kesempatan persatu,voting peserta platform e-commerce terbaik yang Gambar 5: Tampilan modul digital Gambar 5: Tampilan modul digital untuk melakukan voting platformdengan untuk media kebutuhan komunitas BGBJ, yakni e-commerce terbaik yang dinilai Shopee. Selain pengaplikasiannya sangat sesuai Pelatihan dan Pendampingan Pendampingan mudah, berdasarkan riset terbaru 2. Pelatihan dan Setelah diberikan sosialisasi BGBJ, yakni Shopee. iPrice (Triwijanarko, 2. Shopee Setelah diberikan sosialisasi mengenai beberapa materi yang merupakan platformmudah, e-commerce mengenai Selain pengaplikasiannya untuk dapat yang dinobatkan sebagai aplikasi eberdasarkan riset terbaru iPrice dapat dipahami secara praktek dan teknisnya, commerce mobile dengan jumlah (Triwijanarko. Shopee pengunduh terbanyak yang mana hal secara praktek dan teknisnya, para pelatihan dan pendampingan pada ini dapat menjadie-commerce peluang bagi BGBJ peserta akan diberikan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan serta untuk mengembangkan pemasaran pelatihan yang dinobatkan sebagai aplikasi kegiatan dan lainnya seperti e-commerce mobile dengan jumlah yang sudahfoto, cara pengambilan Dalam hal ini juga telah disusun Kegiatan tiap topik untuk setiap sesinya serta kegiatan pendukung lainnya seperti dilakukan pada sesi ke enam hal ini dapat yang bagi digunakan carainipengambilan foto, pengeditan pembelajaran untuk foto, dan pembuatan BGBJ sebagai untuk bahan Kegiatan Pelatihan dan konten. Pendampingan yaitu sebagai berikut: ini dilakukan pada sesi ke enam hingga Media Sosial Setelah memahami penggunaan Dalam hal ini juga telah disusun Pelatihan para Pendampingan pelatihan dan pendampingan untuk No. Topik tiap topik untuk setiap sesinya serta Sesi Media Sosial masing-masing media Dasar-dasar gambaran modul yang digunakan (Shopee. Setelah yang memahami Pelatihan Tokopedia, dan Lazad. sebagai bahan media sosial, para peserta diberikan Voting salah satu e2 tentang tata cara follow mem-follow, commerceberikut: yang peserta yaitu sebagai pelatihan dan pendampingan untuk cara penggunaan Instagram story. Tabel 2: Materi digital komunitas (Shope. feeds, masing-masing e-commerce - Tata No. Topik Sesi Shopee foto/video Pelatihan dan pendampingan ini - Tata Dasar-dasar tiap cara antara lain adalah tentang tata e-commerce pembayaran (Shopee. Shopee dst hingga Tokopedia, dan Lazad. cara follow mem-follow, cara Voting penggunaan Instagram story, e-commerce pengelolaan feeds, penggunaan komunitas (Shope. hastag, pembuatan konten, hingga A Tata cara pendaftaran 3 pada cara pengunggahan foto/ akun Shopee A Tata cara pembayaran video produk. Shopee hingga pada proses pengiriman produk Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2021 Hal 46 - 57 Gambar 6: Tampilan feeds Instagra,@bgbj_style Setelah rangkaian pelatihan dan pendampingan dilakukan, para peserta membuat strategi promosi dengan menggunakan buzzer dengan target blasting Instagram stories sebanyak 100 akun dengan menyebutkan akun @bgbj_style di Hal ini dilakukan agar calon pelanggan dapat langsung terhubung ke akun media sosial Gambar 7: Aktivitas Insta Story BGBJ Pelatihan dan Pendampingan E-Commerce Setelah memahami dasar-dasar dari setiap e-commerce, para lanjut mengenai detail teknis pengoperasian akun Shopee. Pengenalan pertama, para peserta diberikan pemahaman secara praktek tentang tata cara registrasi, produk, promosi, percakapan kolom chat, menambah dan menghapus ketersediaan produk, cara pengemasan yang rapih, pengiriman produk melalui kurir hingga pada proses pembayaran/ penarikan dana. Gambar 8: Akun Shopee BGBJ Setelah memahami pengoperasian Shopee secara praktek, para peserta dapat menerapkannya secara real dengan memanfaatkan produk-produk yang tersedia sebagai bagian dari tester dengan cara mencoba untuk memesan produk yang sudah tersedia dalam akun Shopee BGBJ dan dikirimkan ke alamat yang dituju sampai pada proses pembayaran untuk memastikan para peserta dapat mengoperasikan akun Shopee nya dengan baik, tidak hanya sekedar praktek. Pelatihan dan Pendampingan Pengambilan Foto Produk Selain fokus pada pemasaran produk, para peserta juga pendampingan lainnya sebagai keberhasilan produk BGBJ, yaitu pengambilan foto produk. Dalam hal ini, para peserta diberikan Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 191 - 202 tips dan trik pengambilan foto dengan angel yang bagus dengan memberikan sarana studio mini dan pencahayaan agar foto yang dihasilkan memiliki kualitas yang Gambar 9: Pelatihan dan pendampingan pengambilan foto Pelatihan dan Pendampingan Pengeditan Foto Produk Gambar 10: Pelatihan dan pendampingan pengeditan foto Setelah melakukan pengambilan foto, para peserta diberikan pelatihan pengeditan foto dengan tujuan agar foto yang nantinya akan diunggah ke media sosial dan e-commerce menjadi lebih Hal ini menjadi salah satu strategi tersendiri untuk dapat menarik perhatian dari calon para Kebanyakan calon pelanggan akan lebih terpersuasif pada tampilan produk yang tampak keaslian produknya. Pelatihan pengeditan foto yang dilakukan antara lain cara pengaturan cahaya, pengaturan warna dan lain sebagainya melalui Microsoft Power Point dan aplikasi design Canva. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Konten Setelah menghasilkan gambar produk yang baik, selanjutnya kami memberikan pendampingan pembuatan konten. Isi dari konten tersebut mengandung informasi terkait produk secara detail seperti bahan, ukuran, fungsi, hastag, dan lain sebagainya. Setelah diberikan pemahaman tentang penyesuaian template dan warna yang seragam agar tampilan produk pada akun e-commerce dan media sosial tersusun dengan Selanjutnya juga diberikan pemilihan jam yang tepat untuk pengunggahan konten atau foto seperti pagi hari sekitar pukul 07:00-9:00, siang sekitar pukul 12:00-14:00, sore dan malam hari sekitar pukul 17:00-21:00 sehingga ada pengaturan jeda waktu memposting. Evaluasi Setelah menjalani serangkaian tahapan sosialisasi, pelatihan dan pelatihan selama tiga bulan, dilakukan tahap evaluasi dengan pre-test dan post-test survey untuk mengetahui perkembangan dari kegiatan yang dilakukan pada pada peserta komunitas BGBJ dan keputusan memanfaatkan platform digital marketing dalam Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Agustus 2021 Hal 46 - 57 menjalankan usahanya. Tabel 3: Perbandingan pre-test dan post-test survey . otes: mohon maaf karena table terlalu banyak jadi saat di layout menjadi berantaka. Pre-test Hasil pre-test survei yang dihasilkan dari lembar kuesioner menunjukkan bahwa pemahaman BGBJ digital marketing masih sangat Namun untuk tata cara pengambilan foto produk sebagian besar sudah baik dikarenakan sebelumnya sudah mendapatkan seminar fotografi dari volunteer yang saat itu membantu BGBJ. Kemudian terkait e-commerce, para peserta terlihat sangat antusias untuk menggunakan Shopee sebagai media pemasaran produknya meskipun belum pembuatan akun hingga pada pengoperasian lainnya. Lalu untuk media sosial yang sering digunakan yakni Instargram memang sudah digunakan sejak awal, namun masih banyak sebagian yang belum memahami bagaimana cara membuat konten yang menarik. Post-test Setelah pendampiang dijalankan, langkah selanjutnya melakukan posttest survei dengan melakukan digunakan saat pre-test untuk yang terjadi. Untuk mengetahui dilakukan wawancara sebagai Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta sudah memahami digital marketing dengan baik, namun masih belum dapat menentukan strategi pemasaran Kemudian untuk pengoperasian e-commerce Shopee dan media pengeditan, serta pembuatan konten sudah dapat berjalan dengan baik dikarenakan telah menjalani rangkaian praktek yang membuat para peserta mudah untuk menerapkannya kembali secara mandiri. SIMPULAN Hasil evaluasi pre-test dan posttest survei menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan dalam pemberdayaan melalui pelatihan dan pengenalan digital marketing pada komunitas BGBJ khususnya anak201 Janette Maria Pinariya. Diandra Forceila. Lystia Ivana. Anita Yunia/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 191 - 202 anak remaja di Bantar Gebang dapat diterima dengan baik oleh seluruh Sebagian kecil peserta bahwa dirinya masih belum memahami strategi pemasaran secara maksimal sehingga masih perlu arahan dan bimbingan lebih lanjut. Sedangkan sebagian besar lainnya mengaku sudah cukup memahami dan bisa menjalankan praktek dari materi pelatihan yang diberikan, sehingga menghadapi era 4. Berdasarkan praktek yang sudah dijalankan, bisa dirasakan bahwa semakin banyak orang yang mulai memahami bahwa di Bantar Gebang terdapat suatu komunitas yang peduli akan lingkungan dan ekonomi masyarakat dengan segudang kegiatan positif dan produktif untuk kelangsungan kegiatan ramah lingkungan. Dengan adanya program pemberdayaan masyarakat ini, diharapkan masyarakat maupun komunitas kecil dapat saling bahu membahu untuk dapat menciptakan lingkungan dan ekonomi yang aktif dan produktif. DAFTAR PUSTAKA