PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT VOLUME 13 NOMOR 4 . , 526 - 537 PREVENTIF: JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT. UNIVERSITAS TADULAKO ISSN (P) 2088-3536 ISSN (E) 2528-3375 http://jurnal. id/index. php/preventif Peranan Dukungan Sosial Terhadap Pemanfaatan Layanan VCT dengan Pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) Selviani Setyaning Dwiyanti1. Jayanti Dian Eka Sari*2. Diansanto Prayoga3. Syifaul Lailiyah3. Ayik Mirayanti Mandagi4. Xindy Imey Pratiwi5 Department of Environmental Health. Faculty of Public Health. Banyuwangi Campus Airlangga University. Indonesia Department of Health Promotion and Behavioral Sciences. Faculty of Public Health. Banyuwangi Campus Airlangga University. Indonesia Department of Administration and Health Policy. Faculty of Public Health. Banyuwangi Campus Airlangga University. Indonesia Department of Epidemiology. Faculty of Public Health. Banyuwangi Campus Airlangga University. Indonesia Department of Occupational Health and Safety Faculty of Public Health. Banyuwangi Campus Airlangga University. Indonesia Corresponding Author (*): jayantidian@fkm. ABSTRAK HIV merupakan masalah utama yang mengancam negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Pada tahun 2019 penderita HIV mencapai 50. 282 dan AIDS sebanyak 7. Penularan HIV dari ibu ke anak menjadi penyebab tingginya prevalensi kejadian HIV pada orang dewasa dan anak-anak. Kelompok ibu rumah tangga terutama ibu hamil merupakan mayoritas penderita HIV/AIDS di Banyuwangi dengan presentase sebesar 21% pada tahun 2017. Untuk mengurangi terjadinya risiko penularan virus dari ibu ke anak dapat dilakukan melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Dukungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi individu untuk memanfaatkan layanan VCT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial pada ibu hamil dengan perilaku memanfaatkan layanan VCT di Banyuwangi menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB). Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Penelitian dilakukan di tiga kecamatan (Banyuwangi. Singojuruh, dan Genten. pada bulan Mei-November 2018. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang berada di 3 kecamatan tersebut pada tahun 2018. Sampel ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling sebanyak 384 ibu hamil dengan instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji Chi-Square (=5%). Hasil analisa didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05, hal ini berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial pada ibu hamil dengan perilaku memanfaatkan layanan VCT. Dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar dalam pengambilan keputusan selanjutnya dibidang kesehatan, terutama dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dari ibu ke anak. Kata Kunci: HIV. Ibu Hamil. VCT. Dukungan Sosial. TPB Published by: Article history : Tadulako University Received : 19 08 2021 Address: Received in revised form : 01 09 2021 Jl. Soekarno Hatta KM 9. Kota Palu. Sulawesi Tengah. Accepted : 05 09 2021 Indonesia. Available online : 31 12 2022 Phone: 628114120202 licensed by Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Email: Preventif. fkmuntad@gmail. ABSTRACT HIV is a major problem that threatens countries around the world, including Indonesia. In 2019, people with HIV reached 50,282 and AIDS as many as 7,036. Transmission of HIV from mother to child is the cause of the high prevalence of HIV incidence in adults and children. The group of housewives, especially pregnant women, is the majority of people with HIV/AIDS in Banyuwangi with a percentage of 21% in 2017. To reduce the risk of transmission of the virus from mother to child, it can be done through Voluntary Counseling and Testing (VCT) services. Social support is one of the factors that can influence individuals to take advantage of VCT services. This study aims to analyze the relationship between social support for pregnant women and the behavior of using VCT services in Banyuwangi using Theory of Planned Behavior (TPB). This type of research is analytic observational with a cross sectional study design. The study was conducted in three sub-districts (Banyuwangi. Singojuruh, and Genten. in May-November 2018. The study population was all pregnant women in the 3 sub-districts in 2018. The sample was determined using proportional random sampling technique as many as 384 pregnant women with instruments used is a questionnaire. The data analysis technique used the Chi-Square test (=5%). The results of the analysis obtained p value = 0. 000 <0. 05, this means that there is a significant relationship between social support for pregnant women and the behavior of using VCT services. The results of this study are expected to be the basis for further decision making in the health sector, especially in the prevention and control of HIV from mother to child. Keywords : HIV. Pregnant Women. VCT. Social Support. TPB PENDAHULUAN Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan jenis virus yang menyerang sel darah putih . sehingga dapat mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh pada manusia. Penyakit infeksi ini merupakan salah satu penyebab kematian teratas dengan angka kematian dan angka kejadian penyakit yang tinggi serta membutuhkan diagnosis dan terapi yang cukup lama . Kasus HIV/AIDS merupakan sebuah fenomena gunung es, dimana jumlah orang yang dilaporkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang sebenarnya terjadi di lapangan. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang dilaporkan setiap tahunnya meningkat secara signifikan. Berdasarkan data dari United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) pada tahun 2019 sekitar 38 juta orang di seluruh dunia terjangkit HIV dan sebanyak 690. 000 orang meninggal dalam keadaan AIDS . Perempuan menjadi salah satu populasi kunci yang rentan tertular dan menularkan. Penularan HIV dari ibu ke bayi menjadi salah satu penyebab presentase kasus HIV pada orang dewasa dan anak-anak di dunia hampir sama yakni sebesar 54% pada orang dewasa dan 43% pada anak-anak . Ibu hamil dengan HIV positif di Negara Berkembang pada kenyataannya dapat menularkan 25-35% dari semua bayi yang dilahirkan dan 90% bayi tertular HIV dari ibunya . Sepanjang tahun 2016 kasus HIV pada wanita hamil dan menyusui di dunia sebesar 76% . Seiring dengan berkembangnya HIV/AIDS di dunia, kejadian HIV/AIDS di Indonesia juga berkembang pesat. Penyakit ini telah tersebar di 407 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia . Pada tahun 2019 kasus HIV di Indonesia mencapai 50. 282 kasus. Hal ini merupakan puncak kasus HIV selama sebelas tahun terakhir. 5 provinsi dengan jumlah kasus HIV tertinggi tahun 2019 yaitu Jawa Timur. DKI Jakarta. Jawa Barat. Jawa Tengah dan Papua. Kelima provinsi tersebut juga memiliki kasus HIV yang tinggi pada tahun 2017. Jawa Timur menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus yang terinfeksi HIV yaitu 935 . Proporsi kasus HIV di Jawa Timur pada kelompok laki-laki lebih tinggi hampir dua kali lipat dibandingakna dengan kelompok perempuan, yakni 60,5% laki-laki dan 39,5% untuk perempuan . Tidak hanya laki-laki, perempuan juga memiliki andil yang cukup besar terhadap penularan penyakit ini. Prevalensi Kasus HIV/AIDS pada perempuan yaitu sebesar 44,1% dan 73,7% di antaranya adalah usia subur. Jumlah yang cukup besar ini otomatis akan meningkatkan kemungkinan penularan HIV/AIDS dari ibu hamil ke bayi yang dikandungnya . Risiko penularan dari ibu ke bayi dapat dilakukan dengan adanya layanan konseling dan tes HIV secara sukarela. Indonesia telah mengembangkan upaya pencegahan HIV melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Berdasarkan kebijakan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2013 Tentang Penanggulangan HIV dan AIDS pasal 17 disebutkan bahwa semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilannya diharuskan mengikuti pemeriksaan diagnostik HIV dengan tes dan konseling (VCT) sebagai upaya pencegahan dan penularan HIV dari ibu ke anak yang dikandungnya . VCT merupakan penanggulangan HIV yang tidak hanya dilakukan dengan tindakan medis, namun juga psikososial dalam bentuk pendeteksian dini status HIV seseorang melalui konseling dan tes Layanan tersebut terdapat pembinaan dua arah dengan tujuan memberikan dukungan sosial dan moral, informasi serta dukungan lainya kepada penderita, keluarga dan lingkungannya . Program ini dilakukan pada saat sebelum, selama dan setelah seseorang menjalani tes darah untuk mengetahui apakah dia telah terinfeksi HIV atau tidak. Meskipun pelayanan VCT sudah diberikan, akan tetapi masih banyak masyarakat yang tidak memanfaatkan layanan VCT tersebut. Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki kasus HIV Pada tahun 2019. HIV di Banyuwangi mencapai 637 kasus, 55,3% diantaranya lakilaki dan 44,7% perempuan. Mayoritas penderita HIV terjadi pada kelompok umur 25-49 tahun . Hal ini berarti bahwa jumlah kasus HIV di Banyuwangi telah menyumbang sebesar 6% dari kasus HIV yang berada di Jawa Timur. Penderita HIV/AIDS terbanyak ditemukan pada kelompok ibu rumah tangga, terutama ibu hamil. Faktor penularan virus ini pada ibu hamil di Banyuwangi sebesar 21% . Sehubungan dengan peningkatan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Banyuwangi yang tidak hanya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, namun kini kasus HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya pada kelompok ibu rumah tangga pada usia reproduktif dan mengingat risiko tinggi penularannya melalui ibu ke anak, maka ibu yang sedang hamil dianjurkan melakukan VCT untuk mengetahui status HIV Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan pelayanan VCT yaitu dukungan sosial dari orang lain. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Wicaksono . menyataan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan orang lain dengan pemanfaatan layanan VCT. Dukungan ini bisa berasal dari orang-orang terdekatnya seperti suami, keluarga, kerabat maupun teman dekat ibu hamil . Berdasarkan data tersebut maka peneliti ingin mengetahui apakah dukungan sosial memiliki keterkaitan yang erat dengan pemanfaatan layanan VCT pada ibu hamil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana hubungan dukungan sosial yang diberikan kepada ibu hamil dengan pemanfaatan layanan VCT dengan menggunakan Theory of Planned Behavior (TPB). METODE Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-November 2018 di 3 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi dibawah pengawasan Puskesmas di wilayah kerjanya. 3 Kecamatan (Banyuwangi. Singojuruh dan Genten. dipilih untuk mewakili seluruh populasi ibu hamil yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan social . ocial suppor. sedangkan variabel dependen adalah perilaku dalam memanfaatkan layanan VCT. Populasi penelitian ini adalah semua wanita hamil pada tahun 2018 di wilayah kerja Puskesmas Sobo. Puskesmas Singotrunan. Puskesmas Kertosari. Puskesmas Singojuruh. Puskesmas Genteng Kulon, dan Puskesmas Kembiritan. Sampel penelitian ini adalah wanita hamil di daerah populasi dengan 3 kriteria sampel inklusi, seperti wanita hamil dalam kesehatan yang baik, wanita hamil yang bersedia menjadi responden, dan wanita hamil yang telah diperiksa untuk kehamilannya. Pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah responden yang didapat yaitu 384 wanita hamil. Teknik pengumpulan data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara kepada responden dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner yang telah dibuat. Sebelum dilakukan penelitian, kuesioner tersebut sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait, seperti daftar nama wanita hamil yang tinggal di kecamatan setempat, profil kesehatan puskesmas, dan data morbiditas di puskesmas yang Sistem pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program statistik computer yaitu SPSS Statistics 23. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 bentuk, yaitu analisis univariat untuk melihat distribusi masing-masing variabel dan analisis bivariat digunakan untuk menganalisis antar variabel. Untuk membuktikan adanya hubungan antara dua variabel digunakan uji statistik Chi Square. HASIL Responden pada penelitian adalah ibu rumah tangga yang sedang hamil. Usia responden terbagi menjadi 3 . kategori, meliputi: 17-25 tahun, 26-34 tahun. Ou35 tahun. Berikut merupakan rincian data karakteristik responden menurut usia: Tabel 1. Usia Ibu Hamil Usia Frekuensi Presentasi (%) 17-25 tahun 26-34 tahun Ou35 tahun Total 100,00 Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 1 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berumur 26-34 tahun dengan jumlah 203 responden . ,8%), sedangkan pada usia 17-25 tahun sebanyak 124 responden . ,6%) dan usia Ou35 tahun sebanyak 56 responden . Hal ini berarti bahwa masa subur wanita di Banyuwangi terdapat pada kelompok umur 26-34 tahun. Hal ini dibuktikan dengan jumlah ibu hamil yang ditemukan pada penelitian ini. Ibu yang sedang hamil diharuskan untuk melakukan pemeriksaan kehamilannya dengan mengikuti program VCT pada puskesmas terdekat. Manfaat mengikuti layanan VCT pada ibu hamil adalah untuk mengetahu lebih dini status HIV pada ibu hamil tersebut, sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan HIV lebih awal dari ibu ke anak yang berada di dalam kandungannya. Perilaku ibu hamil dalam pemanfaatan VCT terbagi menjadi 2 . kategori, meliputi tidak memanfaatkan dan memanfaatkan. Berikut merupakan distribusi responden berdasarkan perilaku pemanfaatan VCT yaitu: Tabel 2. Perilaku Pemanfaatan VCT pada Ibu Perilaku Frekuensi Presentasi Pemanfaatan VCT (%) Tidak Memanfaatkan Memanfaatkan Total 100,00 Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 2 dapat dilihat bahwa sebagian besar ibu hamil . %) telah memanfaatkan layanan VCT dengan baik, sedangkan sebanyak 44% ibu hamil tidak memanfaatkan layanan VCT. Layanan VCT ini dapat diperoleh di puskesmas terdekat. Tidak semua ibu hamil telah melakukan layanan VCT untuk pemeriksaan status HIV pada kehamilanya. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya, salah satunya yaitu dukunagn sosial. Dukungan yang dimaksud dapat berasal dari orang-orang disekitar ibu hamil tersebut, seperti suami, keluarga, sahabat dan tenaga kesehatan. Dukungan sosial pada ibu hamil dibagi menjadi 2 kategori, meliputi buruk dan baik. Berikut merupakan distribusi responden berdasarkan dukungan Tabel 3. Dukungan Sosial pada Ibu Hamil Dukungan Frekuensi Presentasi Sosial (%) Buruk Baik Total 100,00 Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa mayoritas ibu hamil telah mendapatkan dukungan sosial yang baik dengan presentase 84,1% sedangkan ibu hamil yang mendapatkan dukungan sosial buru sebesar 15,9%. Ibu hamil dengan dukungan sosial yang baik berarti bahwa ibu hamil tersebut mendapat dukungan positif dalam memanfaatkan layanan VCT sebagai pendeteksian dini penyakit HIV untuk dirinya dan bayi yang berada dalam kandungannya. Begitupun sebaliknya, ibu hamil dengan dukungan sosial buruk berarti bahwa ibu tersebut tidak mendapatkan dukungan secara penuh untuk melakukan pemeriksaan VCT. Tujuan peneitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dukungan sosial dengan perilaku pemanfaatan layanan VCT pada ibu hamil di Kabupaten Banyuwangi. Berikut merupakan hasil analisis kedua variabel tersebut menggunakan SPSS yaitu: Tabel 4. Analisis Hubungan Dukungan Sosial dengan Perilaku Pemanfaatan VCT pada Ibu Hamil Perilaku Memanfaatkan VCT Total p-value Dukungan Tidak Memanfaatkan Sosial Memanfaatkan 0,000 Buruk Baik Total Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan hasil pengumpulan data pada tabel 4 diketahui bahwa responden yang memiliki dukungan sosial buruk berperilaku memanfaatkan VCT sebesar 34,4%, sedangkan yang tidak memanfaatkan VCT sebesar 65,6%. Responden yang memiliki dukungan sosial baik berperilaku memanfaatkan VCT sebesar 60,1%, sedangkan yang tidak memanfaatkan pelayanan VCT sebesar 39,9%. Setelah dilakukan analisis statistik menggunakan Uji ChiSquare pada SPSS, maka diperoleh hasil nilai p=0,000<0,05. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku memanfaatkan layanan VCT pada ibu hamil di Kabupaten Banyuwangi. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku pemanfaatan layanan VCT pada ibu hamil di Banyuwangi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakuan oleh Perdana . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara dukungan orang lain dengan pemanfaatan VCT . Menurut AsAoari . dukungan sosial merupakan transaksi interpersonal yang mencakup afeksi positif, penegasan, dan bantuan berdasarkan pendapat lain yang pada umumnya menggambarkan mengenai peranan atau pengaruh yang dapat ditimbulkan. Dukungan sosial dapat diperoleh dari sejumlah orang yang dianggap penting . ignificant other. seperti suami, anak, orangtua, saudara atau kerabat dan teman akrab. Dukungan sosial selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil terutama bagi wanita yang baru pertama kali hamil. Dukungan sosial yang didapat oleh ibu hamil berasal dari tiga pihak yaitu suami, keluarga, dan tenaga kesehatan. Dukungan keluarga termasuk dukungan suami merupakan faktor penguat . einforcing factor. yaitu faktor yang mendorong terjadinya perilaku, dalam hal ini mendorong perilaku ibu hamil untuk memanfaatkan pelayanan VCT . Menurut Theory of Planned Behavior (TPB) menyatakan bahwa manusia sebagai makhluk rasional yang membuat kebijakan dengan menggunakan informasi yang tersedia sebelum melaksanakan sesuatu. Subject norm merupakan variabel kedua dalam teori TPB. Subject norm diasumsikan sebagai sebuah keyakinan seseorang untuk memiliki motivasi dalam hal mengikuti pandangan orang lain terhadap perilaku yang akan dilakukanya . Penelitian yang dilakukan oleh Pikard . di Uganda dan Fekazu . di Ethiopia mengungkapkan bahwa subject norm mempunyai peranan lebih penting daripada sikap dan kontrol perilaku yang dilakukan oleh individu. Dalam teori TPB ini memprediksi mengenai motivasi dan perilaku individu yang berkaitan dengan perilaku kesehatan. Motivasi tersebut dapat berupa dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya. Proses ini terjadi pada saat individu akan menentukan apakah dirinya akan mencari bantuan atau tidak . Penelitian lainnya oleh Putera . mengemukakan bahwa subject norm memiliki hubungan dengan kesediaan melakukan VCT. Dalam penelitian ini responden yang telah memanfaatkan layanan VCT memperoleh apresiasi oleh orang-orang terdekatnya, baik suami, keluarga maupun teman-temannya. Dalam variabel ini mengacu bahwa persepsi dan motivasi dari orang lain dapat mempengaruhi perilaku individu . Motivasi yang didapatkan dari orang lain berupa dukungan sosial bisa juga menentukan seseorang untuk mengikuti atau tidak mengikuti layanan VCT yang telah disediakan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sarafino . menyatakan bahwa dukungan sosial dapat memberikan kenyamanan, serasa dirawat dan diperdulikan serta dihargai oleh orang lain. Dengan begitu individu tersebut termotivasi untuk dapat memanfaatkan layanan VCT . Penelitian yang dilakukan oleh Legiati . yang menyatakan bahwa faktor paling besar pengaruhnya terhadap perilaku ibu hamil dalam memanfaatkan VCT adalah dukungan dari suami. Hal ini dikarenakan bahwa suami adalah pengambil keputusan dalam rumah Kuat tidaknya dukungan dari suami mempengaruhi keseriusan ibu hamil dalam memperoleh layanan tes HIV/AIDS . Penelitian serupa oleh Arniti . yang mengangkat judul yaitu faktor faktor yang berhubungan dengan ibu hamil menerima tes HIV memperoleh hasil salah satunya, dukungan yang baik dari suami/keluarga untuk ibu hamil menerima tes HIV . Witari . menunjukkan variabel akseptabilitas keluarga berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan reproduksi di Puskesmas Tegalalang Gianyar dengan . Peran suami dan anggota keluarga sangat berarti dalam membantu ibu hamil untuk mengambil keputusan, dan kondisi seperti itu masih sangat dirasakan di lingkungan Peran suami yang dimaksud pada penelitian ini dalam mendukung ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan HIV yaitu salah satunya dengan mengantar ke pelayanan ANC di puskesmas terdekat. Peran suami juga termasuk menemani selama tes HIV di pelayanan ANC, diskusi mengenai HIV bersama istri dan petugas kesehatan. Roesli . menyatakan bahwa dukungan suami atau anggota keluarga sangat mempengaruhi seseorang/ibu hamil berupa dukungan secara emosional, bantuan praktis dalam mengakses pelayanan, termasuk menyetujui pelayanan kesehatan atau perilaku kesehatan ibu . Keluarga adalah orang terdekat yang memiliki unsur penting dalam kehidupan. Dalam keluarga terdapat peran serta fungsi dari anggota keluarga tersebutt untuk saling berhubungan dan ketergantungan dalam memberikan dukungan, kasih saying dan perhatian secara harmonis untuk mencapai tujuan bersama. Dukungan sosial dalam hal ini tidak hanya dari suami dan keluarga, akan tetapi juga termasuk dari tenaga kesehatan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khairurahmi . di Medan . dan Sumarlin . di Banyumas . yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan klinik VCT. Selain peran suami dan keluarga, dukungan sosial juga dapat dipeoleh dari tenaga Dukungan tenaga kesehatan yang dimaksud dalam penelitian ini dalam mendukung ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan HIV salah satunya yaitu pemberian informasi mengenai HIV, saran untuk pemeriksaan dan pemberian rujukan paska pemeriksaan melalui VCT. Peran petugas kesehatan sangat berpengaruh, sebab petugas sering berinteraksi, sehingga pemahaman terhadap kondisi fisik maupun psikis lebih baik, dengan sering berinteraksi akan sangat mempengaruhi rasa percaya dan menerima kehadiran petugas bagi dirinya, serta edukasi dan konseling yang diberikan petugas sangat besar artinya terhadap ibu hamil yang memanfaatkan pelayanan ANC. Apabila dilihat dari sudut pandang WHO menganalisis sekaligus menambah argumen Green bahwa yang menyebabkan seseorang berperilaku tertentu karena adanya 4 faktor pokok dan salah satu alasannya adalah orang penting untuk referensi. Apabila seseorang dianggap penting untuknya, maka apa yang ia katakan atau perbuat memiliki kecenderungan untuk dicontoh seperti guru, ulama, dokter, bidan orang tua. Dalam hal ini bidan berperan sebagai pemberi referensi sehingga apa yang dikatakan cenderung untuk dilakukan oleh ibu hamil, responden yang mendapatkan dukungan baik cenderung berperilaku memanfaatkan pelayanan VCT. Hal ini sesuai dengan teori Green yang mengatakan bahwa faktor-fakto yang akan datang dari perilaku yang memberikan penghargaan . atau perangsang untuk perilaku tersebut dan menyumbang kelangsungan pengulangan perilaku tersebut, diantaranya penularan HIV/AIDS pada ibu hamil tergantung pada peran aktif petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan informasi tentang HIV/AIDS kepada ibu dan keluarganya . KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku pemanfaatan layanan VCT oleh ibu hamil di Banyuwangi. Hubungan yang paling berpengaruh dalam hal pemanfaatan VCT oleh ibu hamil ini yaitu terletak pada peran suami. Hal ini dikarenakan peran suami memiliki andil yang cukup besar dalam penentuan perilaku ibu hamil. Dari hasil penelitian ini diharapkan kedepanya dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Terutama dalam penanganan dan pengendalian HIV dari ibu ke anak. DAFTAR PUSTAKA