n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1173-1188 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB DI MADRASAH ALIYAH SIDOARJO Iqbal Sulthon Mubarroq1*. Moch. Bahak Udin By Arifin2 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 61215. Indonesia. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, 61215. Indonesia. *Email korespondensi : iqbalsulthon@gmail. Diterima Desember 2024. Disetujui Mei 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: Arabic language subjects have long been implemented in Indonesia, especially at the Madrasah Aliyah (MA) level. However, the learning outcomes set have not been achieved. The purpose of this study is to analyze the difficulties of learning Arabic in MA. This type of research uses descriptive qualitative research The main data source was obtained by making direct observations in the field, namely the teacher and MA Darul Fikri Sidoarjo. The data collection techniques used are interviews, observation, documentation. The results of research conducted by researchers at Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo in analyzing students' difficulties in understanding Arabic language subjects in class X Azhary, found that there are factors that cause difficulties experienced by students. These factors are the first internal factor. Mastery of vocabulary . , second, difficulty pronouncing Arabic, third lack of motivation, and external factors, first, learning media, second, learning methods, third, environmental factors. Efforts made by teachers at MA Darul Fikri Sidoarjo Islamic Boarding School in Arabic language subjects, namely, providing motivation and evaluation in Arabic language learning, to overcome learning difficulties show a pretty good effort. This can be seen from the teacher's efforts in overcoming learning difficulties, including using good and interesting learning methods and media. Keywords : Factor Analysis. Difficulties in Learning Arabic. Abstrak: Mata pelajaran bahasa Arab telah lama dilaksanakan di Indonesia, khususnya pada jenjang Madrasah Aliyah (MA). Akan tetapi, capaian pembelajaran yang ditetapkan belum tercapai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kesulitan pembelajaran bahasa Arab di MA. Jenis penelitian ini menggunakan metode, penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data utama diperoleh dengan melakukan observasi langsung di lapangan, yaitu pada guru dan MA Darul Fikri Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo dalam menganalisis kesulitan siswa untuk memahami mata pelajaran bahasa Arab kelas X Azhary, ditemukan bahwa ada faktor- faktor penyebab kesulitan yang dialami oleh siswa. Faktor tersebut yaitu faktor internal pertama. Penguasaan kosakata . , kedua, kesulitan mengucapkan bahasa Arab, ketiga kurangnya motivasi, dan faktor eksternal, pertama, media pembelajaran, kedua, metode pembelajaran, ketiga, faktor lingkungan. Upaya yang dilakukan oleh guru di Pondok Pesantren MA Darul Fikri Sidoarjo pada mata pelajaran bahasa Arab yaitu, memberikan motivasi dan evaluasi dalam pembelajaran bahasa Arab, untuk mengatasi kesulitan belajar menunjukkan upaya yang cukup baik. Hal ini terlihat dari upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar, diantaranya dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang baik dan Kata kunci : Analisis Faktor. Kesulitan Belajar Bahasa Arab Analisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa. (Mubarroq & Arifin, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1173-1188 http://jurnal. id/index. php/dedikasi PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa Arab sudah sejak lama dilakukan di Indonesia, tetapi hasilnya belum mencapai sesuai Beragam macam masalah tidak sedikit bermunculan, bahkan hampir tidak dapat terselesaikan. Masalah pengajaran bahasa Arab tersebut harus segera ditangani yang lebih serius. Dalam mempelajari bahasa Arab siswa akan mendapatkan kesulitan-kesulitan yang ditemui, sehingga akan memperlambat pemahaman siswa tentang bahasa Arab (Mandalika, 2. Berbicara tentang kesulitan- kesulitan yang ditemui siswa dalam mempelajari semacam bahasa, terutama bahasa Arab sering terjadi kesalahan dan kesulitan pada penggunaan bahasa Arab (Hosang and Rakian, 2. Ada beberapa faktor kesulitan dalam belajar bahasa Arab yang siswa masih belum bisa menguasai pelajaran dasar bahasa Arab diantaranya. kesulitan dalam membaca . iroAoa. , menyimak . , berbicara . , dan menulis . dalam pembelajaran bahasa Arab serta siswa mengalami kesulitan yaitu untuk menghafal mufrodat . osa kat. sehingga siswa merasa sulit untuk menyusun sebuah susunan kata atau kalimat sederhana (Fuad, 2. Kesulitan ini didukung juga beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa faktor utama siswa yang mempengaruhi dalam belajar bahasa Arab adalah sebagai berikut (Mubarok. Nizam and Fitriani, 2. Pertama, siswa tidak memiliki minat dan keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa Arab. Kedua, siswa menghadapi sebuah kesulitan untuk membaca dan memahami arti dari setiap kosa kata atau Ketiga, tugas orangtua kurang memperhatikan tentang kesadaran dalam belajar serta motivasi mereka untuk belajar di luar sekolah. Keempat, metode yang digunakan oleh guru dalam penyampaiannya yaitu terlalu monoton dan menggunakan metode cermah serta dalam penggunaan media pembelajaranya hanya memakai buku sehingga membuat siswa kurang tertarik dalam belajar bahasa Arab. Terdapat penelitian yang relevan dengan kajian penelitian ini: pertama, penelitian yang berjudul AuAnalisis Faktor- Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Serta Solusinya Untuk Meningkatkan Hasil BelajarAy. Dalam penelitian ini menemukan masalah dalam belajar bahasa Arab bagi siswa yang masih belum memiliki pelajaran dasar-dasar bahasa Arab seperti kesulitan dalam membaca . iroAoa. , menyimak . , berbicara . dan menulis . bahasa arab sehingga mereka kesulitan untuk menghafal mufrodat . osa kat. dan siswa merasa kesusahan untuk merangkai sebuah kata serta membuat kalimat sederhana (Pauseh. Azmi and Pranata. Kedua, penelitian yang berjudul AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar IndramayuAy. Hasil penelitian ini menemukan faktor utama siswa dalam belajar bahasa Arab adalah sebagai berikut: . Siswa tidak memiliki minat dan keinginan yang kuat untuk mempelajari bahasa Arab. Siswa menghadapi sebuah kesulitan untuk membaca dan memahami arti dari setiap kosa kata . Tugas orangtua kurang memperhatikan tentang kesadaran dalam belajar serta motivasi mereka untuk belajar di luar sekolah. Metode yang digunakan oleh guru dalam penyampaiannya yaitu terlalu monoton dan menggunakan metode cermah serta dalam penggunaan media pembelajaranya hanya menggunakan buku sehingga membuat siswa kurang tertarik untuk belajar bahasa Arab (Fanirin and Mas, 2. Ketiga, penelitian yang berjudul AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Kelas V Yahya SDIT ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1173-1188 Permata Bunda II Teluk Betung Bandar LampungAy. Hasil penelitian ini menemukan bahwa yang menjadi faktor utama siswa kesulitan belajar Bahasa Arab diantaranya yang . Kurangnya motivasi siswa untuk mempelajari Bahasa Arab. Sulitnya siswa memahami pelajaran bahasa Arab. Kurangnya perhatian orangtua terhadap siswa tentang kesadaran belajar maupun dorongan belajar di luar sekolah. Metode penyampaian guru yang digunakan tidak banyak mengubah metode belajar siswa sehingga siswa merasa tidak tertarik untuk belajar bahasa Arab lebih dalam (AoAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Kelas V Yahya SDIT Permata Bunda II Teluk Betung Bandar LampungAo. Dari penelitian tersebut masih sedikit yang membahas tentang kesulitan belajar bahasa Arab, padahal kesulitan belajar bahasa Arab menjadi landasan atau rujukan dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab. Kesulitan belajar bahasa Arab merupakan permasalahan yang menyebabkan siswa tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik yang disebabkan oleh faktor tertentu sehingga keterlambatan dalam belajar atau tidak dapat mencapai tujuan belajar dengan baik (Ulfah, 2023. Martina and Fauji, 2. Kesulitan yang dialami siswa dalam belajar yaitu memahami materi pembelajaran bahasa Arab, hal ini bukan karena faktor guru tidak mampu dalam mengajar peserta didiknya, tetapi dibutuhkan kesinergian dari seluruh komponen yang ikut berperan dalam sistem pembelajaran bahasa Arab, agar upaya itu mampu memberikan kontribusi yang maksimal pada sistem pembelajaran bahasa Arab di sekolah (Al Ghozali and Mathoriyah, 2. Upaya tersebut dapat berjalan maksimal dengan melibatkan peran guru. Sehingga peran guru menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran secara langsung untuk mengetahui karakteristik siswa tersebut. Hal ini membantu guru dapat mengantisipasi juga mengatasi adanya pengaruh buruk yang mungkin muncul dan berakibat negatif dalam pembelajaran bahasa Arab. Ada 3 macam hal keadaan pada siswa yang perlu diperhatikan oleh guru: . Kompetensi awal yang dimiliki siswa seperti kompetensi intelektualnya, kompetensi dalam berpikir dan lain-lainnya. Kondisi siswa yang berkaitan dengan latar belakang dan status sosialnya. Kondisi siswa yang berhubungan dengan perbedaan- perbedaan kepribadian seperti minat, bakat, sikap dan lainlain (Azizi. SaAodullah and Afifulloh, 2. Melihat peneltian sebelumnya, memperlihatkan hasil penelitian yang fokus hanya pada kesulitan-kesulitan belajar bahasa Arab terhadap siswa. Akan tetapi guru juga merupakan peran yang penting dalam proses pembelajaran siswa. Terkait dengan hal tersebut, maka peranan guru meliputi beberapa hal, yaitu (Musthofa et , 2024. Nisa and Hikmah, 2. Menentukan perilaku siswa, guru harus memahami dan memberikan solusi atas segala kesulitan yang telah dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran maka dari itu guru harus mengenal lebih dekat kepribadian siswa. Sehingga jika guru telah mengetahui karakteristik siswa akan memudahkan guru memberikan sebuah materi pelajaran bahasa Arab yang setara dengan kemampuan, minat dan bakat siswa. Pelaksanaan proses pembelajaran, guru harus memiliki kemampuan untuk menggunakan strategi dan metode pembelajaran dengan efektif karena kualitas proses selama pembelajaran akan menentukan hasil akhir yang dicapai oleh siswa. Pengembangan potensi pribadi, guru perlu konsisten dalam mengembangkan potensi siswa dan kompetensi yang dimiliki oleh siswa dengan adanya perubahan dan Analisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa. (Mubarroq & Arifin, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1173-1188 http://jurnal. id/index. php/dedikasi perkembangan zaman. Hal ini fundamental bagi guru untuk selalu up to date agar tidak ketinggalan zaman. Pengembangan potensi siswa, guru merupakan hal penting untuk pengembangan potensi siswa. Oleh karena itu guru harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan strategi pembelajaran serta mampu memaksimalkan kemampuan yang telah dimiliki oleh siswa (Alifia Selviana Agnie Putri and Taufik, 2. Seperti telah dibahas sebelumnya, untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa dapat dilihat melalui pembelajaran dan yang paling penting dibutuhkan dalam pembelajaran bahasa Arab ialah peran guru di ruangan kelas. Guru memberikan berbagai metode maupun strategi sebagai upaya pembentukan kekreatifitasan yang dimiliki oleh siswa. Dengan tujuan agar para guru dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan pembelajaran (Qur and Sari, no dat. Ada beberapa penelitian yang membahas penyebab terjadinya kesulitan dalam belajar bahasa Arab, diantaranya: . Ketergangguan belajar, hal ini kondisi yang disebabkan dalam proses belajar terganggu karena munculnya respon yang bertentangan. Ketidakfungsian belajar, gejala di mana siswa mengalami kesulitan dalam belajar, meskipun siswa tidak menunjukkan tanda-tanda adanya subnormalitas mental, gangguan alat indra atau gangguan psikologi lainnya. Pencapaian rendah merupakan siswa yang sebenarnya memiliki kemampuan dan kecerdasaan diatas rata-rata, tetapi prestasi belajarnya rendah. Lambat belajar, siswa yang lambat belajar dalam mengikuti pembelajaran di kelas sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan sekelompok siswa lainnya yang memiliki tingkat potensi intelektual yang sama. Ketidakmampuan dalam belajar, masalah ini mengacu pada siswa yang tidak mampu belajar atau tidak memiliki keinginan untuk belajar bahasa Arab, sehingga hasil belajar yang didapati oleh siswa tersebut di bawah kapasitas intelektualnya (Rustam. Latuconsina and Mariah, 2. Berdasarkan fakta bahwa upaya guru tersebut belum sepenuhnyamemberikan dampak yang signifikan dan masalah ini terus berlanjut hingga saat ini. Hal ini dapat dilihat dari angka prestasi siswa yang masih standar dan belum menunjukkan peningkatan di atas rata-rata. Akibatnya, pekerjaan sekolah harus segara dituntaskan untuk menghasilkan lulusan yang lebih berkompeten dan mampu bersaing di luar sana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesulitan belajar bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo. bagaimana faktor penghambat dan pendukung kesulitan belajar bahasa Arab serta upaya guru untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab di Madrasah Aliyah Darul Fikri Sidoarjo. KAJIAN PUSTAKA Analisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Penyelidikan agar dapat memecahkan suatu peristiwa yang sedang atau telah terjadi, serta pengumpulan data untuk mengetahui kebenaran atau kesalahan. Menganalisis jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh pengajar sangatlah penting karena dapat dipergunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kesalahan belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran bahasa Arab. Terkait dengan hal ini teori analisis kesalahan berbahasa berasumsi bahwa pengajaran bahasa hendaknya lebih difokuskan pada frekuensi terbesar kesalahan berbahasa Penelusuran faktor-faktor penyebab kesalahan serta jenis-jenis kesalahan yang dilakukan oleh pengajar ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1173-1188 jauh lebih penting karena dapat dipergunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kesalahan belajar dan kesalahan beberapa pembelajar (Umudini. Iswandi and Arifin, 2. Bahasa Arab adalah bahasa yang terus berkembang dan sampai saat ini. Bahasa Arab merupakan bahasa Islam, yang berarti seseorang harus menguasai bahasa Arab agar dapat memahami teologi Islam. Bahasa Arab juga memiliki keistimewaan yang membedakannya dengan bahasa lainnya karena nilai sastranya yang tinggi bagi yang mempelajarinya dan bahasa Arab juga ditakdirkan untuk menjadi bahasa Al-QurAoan yang mengkomunikasikan kalam Allah (Pendidikan and Arab, 2. Kesulitan belajar merupakan keadaan siswa tidak mampu belajar sebagaiamana mestinya, sehingga menghambat kemajuan belajar. Banyak hal yang membuat seorang individu mengalami beberapa faktor kesulitan dalam belajar, seperti ketidakfungsian dalam belajar, kekacauan, ketidakmampuan, pencapaian rendah, hingga lambat dalam belajar (Nurhuda, 2. Adapun faktor kesulitan yang ditemui pada belajar bahasa Arab, yaitu mencangkup kondisi psikis siswa atau dalam diri siswa, banyak dari siswa yang mengalami kesulitan membaca, menghafal dan menulis dalam pelajaran bahasa Arab. Dan terdapat faktor pendukung dari faktor eksternal dan internal yaitu guru. Guru harus memberikan perhatian kepada siswanya, tidak melihat antara yang aktif dan tidak aktif, selalu memberikan semangat, nasihat, maupun motivasi sehingga peserta didik ingin mengikuti pelajaran bahasa Arab dengan semangat dan aktif (Maghfur and Ahmad, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memahami fenomena manusia atau sosial dengan memberikan gambaran yang secara mendalam dan kompleks yang dapat diberikan dengan ucapan secara lisan, menyatakan pandangan terperinci yang didapatkan dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang alamiah (Fadli, 2. Pemilihan lokasi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kesulitan belajar bahasa Arab dan upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab siswa kelas X Azhary, pada pelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo, karena dalam belajar bahasa Arab siswa sering mendapati kesulitan dalam pembelajaran bahasa Arab baik itu dari maharah istimaAo. , kalam . , qiroAoah . dan kitabah . Sumber data dalam penelitian ini terbagi dua macam yaitu data primer dan data sekunder (Rukhmana. Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung oleh peneliti dari hasil observasi dan wawancara guru bahasa Arab dan siswa MA Darul Fikri Sidoarjo. Data sekunder dalam penelitian ini dari sumber data dokumentasi, data siswa, buku teks dan RPP. Teknik pengumpulan data yang telah digunakan dalam penelitian ini antara lain: . Wawancara, peneliti menggunakan pedoman wawancara dengan memberikan daftar pertanyaan secara langsung yang sesuai dengan daftar pertanyaan yang telah disusun oleh peneliti dalam proses pembelajaran bahasa Arab kelas X, untuk memperoleh sumber data tentang permasalahan atau kesulitan yang dialami oleh siswa kelas X pada Analisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa. (Mubarroq & Arifin, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1173-1188 http://jurnal. id/index. php/dedikasi pembelajaran bahasa Arab di di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo, . Observasi, metode observasi ini digunakan untuk melihat secara jelas dan mengamati keadaan di lapangan, peneliti datang ke lokasi serta mengikuti semua kegiatan pembelajaran bahas Arab yang berlangsung. Peneliti menggunakan pedoman observasi dan mencatat segala aktivitas sesuatu yang terjadi pada berlangsungnya proses belajar mengajar bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) Darul. Fikri Sidoarjo, . Dokumentasi, peneliti mengumpulkan bukti informasi yang berhubungan dengan proses pembelajaran bahasa Arab kelas X diantaranya. Foto. RPP/modul ajar, buku ajar, mengumpulkan foto dan video ketika dalam proses pembelajaran di MA Darul Fikri Sidoarjo. Analisis triangulasi data dalam penelitian digunakan untuk memeriksa keabsahan data penelitian. Sehingga keabsahan informasi dapat dipastikan kebenarannya dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmu pengetahuan (Alfansyur and Mariyani, 2. Gambar 1. Analisis data model Miles & Huberman Teknik analisis data dalam penelitian ini, menggunakan model Miles dan Huberman dengan tiga tahapan . Reduksi Data yang telah direduksi akan memberikan sebuah gambaran yang lebih nyata serta akan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencari data tambahan jika Data yang tidak perlu dibuang, sehingga data tersebut dapat menghasilkan informasi yang bermakna dan memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Penyajian data yaitu dengan cara memaparkan hasil penelitian secara detail yang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan faktor kesulitan belajar bahasa Arab di MA Darul Fikri Sidoarjo. Penarikan kesimpulan, kegiatan ini untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan, dan perbedaan. Penarikan kesimpulan digunakan untuk membandingkan kesesuaian pernyataan dari subjek dengan makna yang terkandung dengan konsep-konsep dasar dalam penelitian tersebut sehingga data yang diperoleh lebih spesifik. (Sutriani and Octaviani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo dalam menganalisis kesulitan siswa untuk memahami mata pelajaran bahasa Arab kelas X Azhary, ditemukan bahwa ada faktor- faktor penyebab kesulitan yang dialami oleh siswa. Faktor tersebut yaitu faktor internal dan faktor eksternal yang dapat dilihat pada gambar 1. 2, hasil analisis wawancara siswa kelas X Azhary MA Darul Fikri Sidoarjo. Faktor internal yang menjadikan santri kesulitan dalam belajar bahasa Arab, diantaranya. Penguasaan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1173-1188 kosakata . bahasa Arab yang minim, hal ini disebabkan siswa kurangnya konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran bahasa Arab. Sulit mengucapkan atau berbicara kalimat dalam bahasa Arab (Maharah Kala. , hal ini disebabkan karena siswa belum terbiasa dalam berbicara bahasa Arab, sehingga menyebabkan siswa mengalami kesulitan ketika berbicara bahasa Arab. Kurangnya motivasi dalam belajar bahasa Arab, hal ini disebabkan karena siswa mengantuk pada saat guru menyampaikan materi pelajaran di kelas sehingga membuat santri ketinggalan pelajaran bahasa Arab. Faktor internal kesulitan belajar bahasa Arab ini sesuai dengan beberapa hasil penelitian. Diantaranya penelitian dengan judul AuAnalisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Siswa Kelas VI Di SDI Darul Arqom SurabayaAy, menjelaskan bahwa faktor internal ada tiga diantaranya. Penguasaan kosakata bahasa arab yang sangat minim. Sulit mengungkapkan kalimat dalam bahasa arab. Kurangnya motivasi dan antusiasme dalam belajar bahasa arab. Penelitian dengan judul AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Pada Siswa Kelas Ii Sdit Syahiral AoIlmiAy, menjelaskan bahwa faktor internal ada dua diantaranya. Faktor fisiologis . ersifat fisi. Faktor psikologis . ersifat rohan. (Sinta. Wira Wahyuni and Nofrizal, 2. Penelitian dengan judul AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Serta Solusinya Untuk Meningkatkan Hasil BelajarAy, menjelaskan bahwa faktor internal ada lima diantaranya. Latar belakang pendidikan siswa sebelumnya yang bukan berasal dari madrasah atau Pesantren. Kesulitan dalam membaca kalimat Bahasa Arab,khusunya bagi siswa yang belum pandai membaca Al-Quran . Penyebutan Bahasa Arab yang belum . Kurangnya penguasaan mufrodat sehingga siswa sulit dalam menerjemahkan. Kurangnya minat siswa dalam mempelajari Bahasa Arab, karena siswa beranggapan bahwa Bahasa Arab itu sulit. Ditemukan dengan penelitian yang lain, ada beberapa faktor internal penyebab kesulitan belajar siswa yang berbeda di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo, yang telah peneliti temukan yaitu. Penguasaan kosakata . bahasa Arab yang minim. Sulit mengucapkan atau berbicara kalimat dalam bahasa Arab (Maharah Kala. Kurangnya motivasi dalam belajar bahasa bahasa Arab. Faktor eksternal yang menjadikan siswa kesulitan dalam belajar bahasa arab, diantaranya. Metode pembelajaran, pada metode pembelajaran ini siswa diminta untuk berbicara bahasa Arab didepan selama 5 menit, hal ini agar siswa berani berbicara bahasa Arab apabila ditemukan kesalahan dalam berbicara akan dievaluasi secara bersama-sama . Media pembelajaran, pada media pembelajaran ini guru memberikan quiz agar kegiatan belajar mengajar menarik dan tidak monoton. Kesulitan yang dialami oleh siswa adalah hilangnya fokus sehingga ketinggalan ketika guru menyajikan materi. Faktor lingkungan, siswa tidak pernah terbiasa untuk berbahasa Arab terkecuali saat pelajaran bahasa Arab di kelas masing masing. Faktor eksternal kesulitan belajar bahasa Arab ini sesuai dengan beberapa hasil penelitian Diantaranya penelitian dengan judul AuKesulitan Penggunaan Bentuk-bentuk Kata Ganti dalam Kalimat Bahasa Arab Pada Peserta Didik Kelas IX Madrasah TsanawiyahAy, menjelaskan bahwa faktor eksternal ada lima diantaranya. Faktor pendidik. Faktor pengajaran. Faktor kurangnya latihan praktis. Faktor kurikulum. Faktor sarana dan prasarana. Penelitian dengan judul AuAnalisis Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Siswa Kelas Vii Madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah Gantar IndramayuAy, menjelaskan bahwa faktor Analisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa. (Mubarroq & Arifin, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1173-1188 http://jurnal. id/index. php/dedikasi eksternal ada tiga diantaranya. Faktor keluarga. Faktor sekolah. Faktor masyarakat. AuAnalisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa Arab Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) Kepuhrejo KediriAy, menjelaskan bahwa faktor eksternal ada dua diantaranya. Faktor lingkungan. Faktor sekolah. Ditemukan dengan penelitian yang lain, ada beberapa faktor eksternal penyebab kesulitan belajar siswa yang berbeda di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo, yang telah peneliti temukan yaitu. pembelajaran, media pembelajaran dan faktor lingkungan. Ketika seorang siswa memiliki kesulitan dalam belajar, mereka tidak dapat belajar secara efektif atau tepat. Keadaan di mana siswa berada di situasi tersebut ditandai dengan adanya hambatan tertentu dalam belajar yang disebabkan oleh berbagai faktor. Siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran biasanya menghadapi beberapa hambatan, seperti yang terlihat oleh tanda-tandanya yaitu ketinggalan pelajaran pada saat guru menjelaskan sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran Bahasa Arab serta tertinggal dari teman-temannya. Siswa selalu tertinggal dalam hal pengerjaan tugas yang diberikan guru (Cahyati and Maulani. Belajar merupakan suatu proses usaha seseorang untuk mencapai perubahan- perubahan baru sebagai hasil dari pengalaman diri sendiri dan hasil berinteraksi dengan lingkungan. Kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dimana akan dapat menganggu proses kelancaran seseorang dalam proses pembelajaran. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan situasinya . elemahan yang dimilikiny. dan dikaitkan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan baginya (Farihana and Mufidah, 2. Setelah melakukan beragam observasi beserta wawancara yang peneliti lakukan dengan para siswa dan guru yang mengajar mata pelajaran bahasa Arab, peneliti menemukan berbagai kesulitan yang sering dialami oleh siswa selama proses belajar bahasa Arab di kelas, kesulitan tersebut telah dianalisis oleh peneliti sehingga membaginya kedalam dua garis besar permasalahan, yaitu kesulitan belajar yang dipengaruhi faktor internal dan kesulitan belajar yang dipengaruhi faktor eksternal (Nuruddin and Taufiq, 2. Faktor internal Penguasaan kosakata . bahasa Arab yang minim Dalam hasil wawancara yang telah peneliti lakukan, menemukan minimnya dalam penguasaan kosakata bahasa Arab pada siswa kelas X Azhary MA Darul Fikri Sidoarjo yang menyebabkan hal tersebut menjadi sebuah kesulitan yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran bahasa Arab. Adapun penyebab minimnya penguasaan kosakata bahasa Arab ialah kurangnya konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran, siswa tidak paham apa yang ustadz sampaikan pada saat pelajaran di kelas, rendahnya motivasi siswa untuk mengingat kosakata bahasa Arab sebelumnya dan kosakata yang baru sehingga siswa tersebut mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran bahasa Arab di kelas. Ketika kurangnya penguasaan mufrodat sehingga menyebabkan siswa sulit dalam menerjemahkan sebuah pelajaran ataupun kitab yang dipelajarinya. Siswa kelas X Azhary MA Darul Fikri Sidoarjo juga belum terbiasa dalam menghafalkan kosakata . bahasa Arab dan belum terbiasa dalam berbicara bahasa Arab, sehingga sulit dalam membaca dan mengetahui arti dalam kosakata ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1173-1188 tersebut (Umudini. Iswandi and Arifin, 2. Kosakata merupakan hal yang penting dalam mempelajari bahasa Arab, karena dalam belajar bahasa Arab yang harus dikuasai oleh siswa terutama dalam bahasa asing seperti bahasa Arab. Ketika seseorang belajar kosakata bahasa Arab dengan baik dan benar dapat membantu seseorang dalam berbicara dan menulis dalam bahasa Arab tersebut. Kosakata merupakan faktor penting bagi seseorang yang ingin belajar bahasa Arab dalam menguasai kosakata karena merupakan dasar dalam belajar bahasa Arab (Pertiwi et al. , no dat. Namun untuk dapat menguasai mufrodat . bahasa Arab saat ini siswa masih mengalami kesulitan, dikarenakan bahasa Arab sendirilah bukanlah bahasa utama yang biasa digunakan untuk berkomunikasi atau keperluan sehari-hari. Kurangnya motivasi dari siswa pada dirinya sendiri untuk bisa menguasai bahasa Arab (Br Ginting. Wandana and Rahma, 2. Sulit mengucapkan atau berbicara kalimat dalam bahasa Arab (Maharah Kala. Dalam hasil wawancara dengan siswa, peneliti menemukan kesulitan yang paling sering ditemui di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo kelas X Azhary ini adalah mereka belum terbiasa untuk berbicara kalimat dalam bahasa Arab. Meskipun siswa sedikit demi sedikit sudah mulai belajar, masih banyak kata dan struktur kalimat yang sulit dipahami. Kadang-kadang siswa merasa gugup saat mencoba berbicara bahasa Arab dalam percakapan sehari-hari bersama temannya karena takut salah pengucapan atau tata bahasa. Namun, siswa tetap berusaha agar semakin Hal tersebut perlu adanya latihan yang serius dan pengulangan kosakata yang terus-menerus agar santri dapat menguasai betul kosakata yang sedang dipelajarinya (Khotimah, 2. Bahwa dengan latihan yang konsisten, lama-kelamaan siswa akan lebih nyaman berbicara dalam bahasa Arab. Dalam pembelajaran bahasa Arab memiliki empat maharah yaitu maharah istimaAo . , maharah kalam . , maharah qiroAoah . , dan maharah kitabah . Dalam empat ketrampilan atau maharah itu harus dikuasai oleh siswa agar memudahkan dalam menguasai pelajaran bahasa Arab (Thohiroh. Bahak and By, no dat. Mengungkapkan kalimat dalam bahasa Arab bisa menjadi suatu tantangan bagi seseorang yang mempelajarinya, terutama bagi yang tidak memiliki latar belakang bahasa tersebut. Tantangan lain adalah penggunaan kosa kata yang luas dan beragam, karena setiap kata bisa memiliki banyak makna tergantung pada konteks penggunaannya. Semua faktor ini membuat proses belajar dan berbicara dalam bahasa Arab memerlukan keinginan yang kuat serta latihan yang konsisten agar terbiasa dengan berbicara bahasa Arab(Kelas et al. , no dat. Kurangnya motivasi dalam belajar bahasa bahasa Arab Dalam hasil wawancara dengan guru, peneliti mendapatkan informan bahwa hal ini didapati pada sebagian siswa MA Darul Fikri Sidoarjo kelas X Azhary yaitu kurangnya semangat belajar dan motivasi dalam belajar serta mengantuk pada saat Ustadz menjelaskan materi pelajaran. Ada beberapa siswa yang merasa kurang termotivasi untuk belajar bahasa Arab, sehingga semangat mereka untuk belajar menjadi rendah. Padahal pemahaman bahasa Arab sangat penting dalam memahami kitab-kitab keagamaan. Maka dari itu, hal yang dilakukan oleh guru bahasa Arab MA Darul Fikri ialah dikenalkan kitab-kitab yang tipis, agar di pikirannya Analisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa. (Mubarroq & Arifin, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1173-1188 http://jurnal. id/index. php/dedikasi bahwa belajar bahasa Arab itu mudah. Motivasi ini juga sangat penting, karena belajar tanpa adanya motivasi tidak dapat mencapai hasil yang maksimal pada saat pembelajaran berlangsung, apalagi jika siswa dalam dirinya masih tertanam perasaan tidak suka terhadap materi pelajaran serta masih belum siap menerima pelajaran sehingga apa yang dipelajarinya tidak fokus. Karena belajar yang sukses ialah yang melibatkan siswa secara utuh, baik fisik maupun psikologisnya (Takdir, 2. Faktor eksternal Metode pembelajaran Dalam metode pembelajaran ini, di setiap pelajaran ada satu siswa yang maju kedepan untuk berbicara bahasa Arab selama 5 menit. Dan diakhir akan dilakukan sesi tanya jawab selama 10 menit hal ini guru akan mengetahui penyebab kesulitan yang telah dialami oleh siswa tersebut pada saat presentasi atau praktek di depan Karena yang terpenting santri praktek, agar berani berbicara bahasa Arab terlebih dahulu, jika ada siswa yang mengalami kesulitan dalam berbicara bahasa Arab akan di evaluasi bersama-sama. Dalam hal ini guru mengimplementasikan metode pembelajaran yang lebih mengedepankan siswa agar lebih aktif selama pembelajaran di kelas, karena metode ini juga dapat mengatasi permasalahan rendahnya motivasi dan minat siswa yang menyebabkan siswa kesulitan dalam belajar bahasa Arab. Metode pembelajaran merupakan bagian penting dari pembelajaran di kelas. Selain itu, metode pembelajaran yang monoton kadang membuat santri mudah bosan. Beberapa siswa mengakui bahwa metode yang terlalu berfokus pada tata bahasa atau hafalan membuat mereka merasa jenuh. Mereka berharap adanya metode yang lebih interaktif, seperti diskusi atau praktik percakapan, agar belajar bahasa Arab menjadi lebih menarik dan relevan. Jika metode pembelajaran lebih bervariasi, mereka yakin minat belajar bahasa Arab akan Media pembelajaran Pada saat pelajaran guru juga memberikan quiz berbahasa Arab, maka dari itu siswa biasanya diminta untuk membawa laptop pada saat jam pelajaran. Kemudian siswa diminta untuk mendengarkan mufrodat atau kosakata yang telah dilihat, hal ini agar santri terbiasa dengan mendengarkan suara kalimat berbahasa Arab atau disebut juga dengan maharah istimaAo sehingga pembelajaran bahasa Arab tidak monoton. Dan media interaktif berbasis digital lebih menarik bagi pelajar karena menyediakan pengalaman belajar visual dan auditori yang memperkaya pembelajaran bahasa secara praktis. Sedangkan buku Arabiyyah Baina Yadaik ini memiliki kaset sehingga pada saat siswa mendengarkan video percakapan dalam bahasa Arab sangat membantu dalammelatih pendengaran dan berbicara. Dengan buku ini siswa harus membayangkan pengucapan dan intonasinya. Media digital, khususnya video, membantu dalam melatih keterampilan mendengarkan dan berbicara secara langsung, menjadikannya lebih efektif dari pada buku cetak dalam pembelajaran keterampilan percakapan. Media pembelajaran yang sering digunakan oleh siswa pada pelajaran bahasa Arab ialah buku Arabiyyah Baina Yadaik karena dalam buku ini memiliki empat ketrampilan bahasa yaitu. ketrampilan mendengar . , ketrampilan berbicara . , ketrampilan membaca . iroAoa. , ketrampilan menulis . (Dr. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1173-1188 Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan, dr. Mukhtar Ath- Thahir Husain, 2. Dan juga laptop yang digunakan pada saat guru menyajikan sebuah video ataupun gambar. Pada saat jam pelajaran guru meminta siswa untuk maju kedepan yaitu melakukan berdialog . untuk berbicara bahasa Arab agar siswa tebiasa mengungkapkan kalimat bahasa Arab. Jadi siswa ketika melakukan hiwar kemudian di video oleh guru agar menimbulkan keseriusan dalam tampil dan dapat di evaluasi. Dalam hal ini guru akan menemukan kesulitankesulitan yang dialami oleh siswa. Faktor lingkungan sekolah Lingkungan sekolah juga yang seharusnya berfungsi sebagai fasilitator utama dalam mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab, tidak terlihat adanya upaya yang signifikan dalam mewujudkan lingkungan berbahasa Arab untuk melatih siswanya dalam menggunakan bahasa Arab. Karenanya siswa pun tidak pernah terbiasa menggunakan berbahasa Arab terkecuali saat pelajaran bahasa Arab di kelas masing masing. Bahasa Arab sering dianggap hanya sebagai bahasa pelajaran di kelas, bukan bahasa komunikasi sehari-hari. Karena itu, siswa juga jarang menggunakan bahasa Arab di luar kelas. Hal ini disebabkan oleh rendahnya motivasi dan minimnya kebiasaan menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari menjadi faktor utama yang menghambat terbentuknya lingkungan berbahasa Arab. Maka dari itu, guru memiliki peran penting dalam memberikan motivasi pada siswa agar memiliki semangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Faktor lingkungan inilah yang juga akan berpengaruh besar bagi keberhasilan siswa dalam proses belajar bahasa Arab. Karena sekolah merupakan Dimana tempat tersebut akan sangat berdampak pada proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, dan ternyata sangat bermanfaat bagi kecerdasaan seorang anak. Upaya guru untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab di Pondok Pesantren MA Darul Fikri Sidoarjo Upaya yang telah dilakukan oleh guru dalam mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab siswa pada mata pelajaran bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo yaitu para siswa diberi kesempatan untuk melakukan banyak presentasi atau praktek di depan tanpa menekankan pengulangan, karena hal ini mempermudah siswa dalam proses pemahaman bahasa Arab. Dikenalkan dengan kitab-kitab yang tipis agar siswa tidak jenuh dalam membaca kitab tersebut serta dalam pikirannya bahwa belajar bahasa Arab itu mudah. Selanjutnya guru mengadakan evaluasi ketika selesai tampil maju di depan, baik secara lisan maupun tulisan, sehingga guru mengetahui seberapa jauh kemampuan yang dimiliki siswa dalam menerima pelajaran bahasa Arab. Berikut cara guru agar siswa semangat dalam mengikuti pembelajaran bahasa Arab. Memberikan Motivasi Selain itu memberikan motivasi atau memberikan semangat, agar dampak motivasi guru memudahkan siswa dalam menangkap pelajaran, ketika siswa semangat apapun yang susah akan terasa mudah. Karena guru merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam proses belajar mengajar, serta ikut berperan juga dalam usaha pembentukan karakter manusia dan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Dengan demikian, guru di harapkan tidak hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran yang tertuang dalam kurikulum, namun juga dikembangkan dan diperkaya dengan perkembangan ilmu Analisis Faktor Kesulitan Belajar Bahasa. (Mubarroq & Arifin, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1173-1188 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Oleh karena itu, guru diharapkan mampu memilih model atau metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran agar yang diperoleh hasil belajar siswa yang baik. Guru memiliki peranan penting didalam pendidikan terutama didalam kegiatan belajar mengajar, agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik maka guru dituntut untuk menguasai dan memahami materi yang akan disajikan serta berbagai ketrampilan yang dapat mendukung efektivitas dan efesiensi kegiatan belajar mengajar (Sari and Arifin, 202 Evaluasi Pembelajaran Agar tercapainya tujuan pembelajaran bahasa Arab dengan baik, maka hubungan antara guru dan siswa harus terjalin dengan baik, dengan adanya hubungan yang baik dan perhatian satu sama lain maka jelas akan menghasilkan kerjasama yang solid dan kompak demi tercapainya tujuan pembelajaran tersebut, seperti saling membantu, memberi gagasan atau ide untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab. Maka dari itu hal harus segera ditangani agar tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Adapun upaya guru yang dilakukan di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo pada saat mata pelajaran bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan belajar menunjukkan usaha yang cukup baik, hal ini bisa dilihat bahwa upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar diantaranya yaitu menggunakan metode dan media pembelajaran yang baik serta menarik. Jadi dalam hasil wawancara bahwa upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar santri dalam mata pelajaran bahasa Arab sudah cukup baik. Upaya yang dilakukan oleh guru untuk mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Setelah pemaparan tentang analisis faktor yang menjadi kesulitan belajar bahasa Arab di Madrasah Aliyah (MA) Darul Fikri Sidoarjo, maka dapat disimpulkan yang diantaranya. terdapat dua faktor yang menyebabkan kesulitan belajar pada siswa kelas X Azhary MA Darul Fikri Sidoarjo, yang pertama adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang didapati diantaranya. Penguasaan kosakata . bahasa Arab yang minim, . Sulit mengucapkan atau berbicara kalimat dalam bahasa Arab (Maharah Kala. , . Kurangnya motivasi dalam belajar bahasa bahasa Arab. Adapaun faktor eksternal yang didapati diantaranya. Metode pembelajaran, . Media pembelajaran, . Faktor lingkungan sekolah. Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa di MA Darul Fikri ialah praktek di depan tanpa menekankan pengulangan, dikenalkan dengan kitab-kitab yang tipis, mengadakan evaluasi setiap selesai pembelajaran, dan memberikan motivasi. Saran Saran diberikan kepada guru agar bisa mengatasi kesulitan-kesulitan belajar bahasa Arab yang ditemui oleh siswa, serta menggunakan metode dan strategi pembelajaran lebih bervariatif agar disukai oleh siswa sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik dan kondusif. Adapun saran untuk peneliti selanjutnya, agar dapat melakukan penelitian yang serupa dengan mempertimbangkan subjek dan sekolah yang berbeda untuk mengetahui strategi guru dalam mengatasi kesulitan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1173-1188 belajar bahasa Arab yang dialami oleh siswa di sekolah. DAFTAR PUSTAKA