Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. No. 1 Januari 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 178-188 DOI:https://doi. org/10. 59031/jkpim. Availableonlineat . https://jurnal. id/index. php/jkppk Analisis Gaya Bahasa Dan Amanat Dalam Lagu Ciptaan "Derfi Ngara Hale" Gregorian M Irwan HaleA. Katharina woli namangA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas Muhammadiyah maumere Alamat . Jl. Sudirman No. Kelurahan. Waioti. Kec. Alok Tim. Kabupaten Sikka Penulis Korespondensi. gregorianmirwanhale@gmail. Abstract. Style of language is the use of figurative words and appropriate comparisons to express feelings and thoughts, style of language is useful for creating the beauty of literary works in speaking. This study aims to determine the style of language and meaning in songs created by Derfi Negara Hale reviewed from the socio-cultural aspect. This study uses qualitative descriptive research. In this process, the researcher uses a stylistic study approach by studying the use of language and style of language in literary works and examining the characteristics of the use of language and the message conveyed by the author in his songs. The data collection technique in this study was that the researcher conducted direct interviews with the songwriter and collected documentation in the form of song lyrics and also photos of the song cover. The data analysis techniques used consisted of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Keywords: Song. Style of Language. Message Abstrak. Gaya bahasa adalah penggunaan kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran, gaya bahasa berguna untuk menimbulkan keindahan karya sastra dalam berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa dan makna dalam lagu - lagu ciptaan dari derfi negara hale ditinjau dari aspek sosial Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Dalam proses ini peneliti menggunakan pendekatan kajian stilistika dengan mengkaji tentang penggunaan bahasa dan gaya bahasa di dalam karya kesusastraan serta meneliti ciri khas penggunaan bahasa dan amanat yang disampaikan pengarang di dalam lagu Ae lagunya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu peneliti melakukan wawancara langsung kepada pencipta lagu dan mengumpulkan dokumentasi berupa lirik lagu dan juga foto cover lagu tersebut. Teknis analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. kata Kunci : Lagu. Gaya Bahasa. Amanat PENDAHULUAN Berbagai bentuk karya sastra di antaranya adalah puisi, novel, film, drama, catatan harian, biografi, dan lainnya. Satu diantara sekian banyak bentuk karya sastra adalah lagu. Lagu juga memerlukan perantara berupa media bahasa yang digunakan untuk menyampaikan gagasan dan Itulah sebabnya lagu dilengkapi dengan lirik yang mengakibatkan adanya keterikatan hubungan dengan puisi . kspresi emotif berbentuk kat. Lagu dapat dikategorikan sebagai wacana puisi yang memiliki ciri bahasa seperti karya sastra lainnya. Dalam hal ini, gaya bahasa dalam lirik lagu juga menggunakan unsur keindahan. Gaya bahasa adalah penggunaan kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran, gaya bahasa berguna untuk menimbulkan keindahan karya sastra dalam berbicara. Menurut Syahid . Augaya bahasa Received: October12, 2024. Revised: November 13, 2024. Accepted: November, 14, 2024. Online Available: Desember, 18, 2024. Published: January 01, 2025 * Gregorian M Irwan Hale. gregorianmirwanhale@gmail. Analisis Gaya Bahasa Dan Amanat Dalam Lagu Ciptaan "Derfi Ngara Hale" merupakan kemampuan pengarang dalam memilih kata-kata indah untuk memperindah karya satra baik lisan maupun tulisan. Sedangkan Menurut Tarigan dalam buku Ika Setiyaningsih . Augaya bahasa merupakan bahasa indah yang digunakan dalam memperkenalkan benda lain dengan benda lainnya. Ay. Sehingga gaya bahasa adalah suatu kata-kata yang memiliki makna yang memperindah sebuah karya sastra. Menurut Ref . , gaya bahasa adalah cara pengungkapan pikiran seseorang melalui bahasa secara khas yang dapat memperlihatkan jiwa dan kepribadian pemakai bahasa. Kemudian diwujudkan dengan cara pemilihan diksi secara tepat sehingga dapat membedakan individu satu dengan individu yang lainnya, karena pada hakikatnya unsur gaya mempunyai keterkaitan dalam karya sastra. Menurut Endraswara . menyatakan bahwa gaya bahasa adalah wadah seseorang mengungkapkan ekspresinya dimana hal ini juga bisa menjadi efek dari sebuah karya sastra. menurut Slametmuljana dalam Pradopo . 9: . berpendapat bahwa gaya bahasa merupakan susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul atau hidup dalam hati penulis, yang menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca. Dalam lagu ciptaan dari beliau terdapat makna yang diungkapkan pencipta sebagai bentuk terima kasih dan penantian panjang oleh seorang lelaki serta pesan Ae pesan positif dengan menggunakan gaya bahasa hiperbola. Hal itu ditujukan dalam lirik: AuRiwun ngasun mogam sawe AAou herong epan gawanAy . alian semuanya, saya sampaikan terima kasi. Aumai dodor mai hoAoor nian, huAou tara hama nian itan . ari bersama Ae sama membantu,bahu membahu tanah kit. " Guman no poa leron no wau, tuki tumang hadang aru" . alam sampai pagi siang sampe sore, duduk merenun. Lagu merupakan karya seni yang bernada, bersuara atau berkombinasi yang sifatnya Lagu juga merupakan bagian karya sastra yang diaransamen sedemikian rupa, yang dapat menggambarkan kisah hidup seorang pengarang. Lewat lagu yang yang disampaikan pengarang, maka pendengar mampu mengetahui pesan atau amanat yang terkandung dalam setiap lagu yang disampaikan penyair. Kehadiran karya yang diungkapkan pengarang merupakan suatu gambaran tentang kehidupan baik buruknya manusia dalam kehidupan masyarakat sosial. Menurut Ref . , sastra merupakan hasil tulisan atau karangan seseorang yang mengandung nilai kebaikan dalam bahasa yang indah. Amanat merupakan pesan yang yang ingin disampaikan kepada para pembaca karya sastranya. Pesan yang terutama hendak disampaikan pengarang melalui karya sastranya adalah unsur pendidikan, terutama nilai-nilai moral, yang berkaitan dengan perilaku manusia dengan manusia, manusia dengan alam lingkungannya, serta manusia dengan Tuhan-nya . Sebuah lagu bisa menjadi merdu dan indah hanya dengan musik, tetapi lirik penting untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada para pendengar. Maka dari itu setiap lirik lagu yang ditulis harus dapat menyampaikan pesan yang disampaikan oleh penulis lagu kepada para pendengar atau peminat musik tradisional. Penelitian mengenai gaya bahasa dalam karya sastra khususnya lirik lagu sudah banyak dilakukan oleh penulis terdahulu. Penelitian terdahulu yang mengkaji gaya bahasa pada lirik lagu antara lain adalah penelitian Aulia & Zika( 2. dengan judul Penggunaan Gaya Bahasa Pasa Lirik Lagu Dalam Album Monokrom JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 156-167 Karya Tulus dengan metode penelitian kualitatif. Pada hasil dan pembahasannya, pembahasannya menjelaskan majas hiperbola dan majas metafora yang terdapat dalam lirik lagu. Menurut Aulia & Zika . tidak semua orang yang mendengarkan lagu mengetahui gaya bahasa atau majas dalam lagu tersebut. Di dalam lirik lagu terdapat makna yang sangat mendalam dan terdapat amanat yang ingin diberikan oleh penulis kepada pendengar. KAJIAN PUSTAKA 1 Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah cara pemakaian mengungkapkan pikiran mereka melalui bahasa yang mereka gunakan secara khusus. Keunikan yang dapat mencerminkan ide dan perasaan pemakaiannya dapat menimbulkan ekspresi verbal yang mendalam, baik dalam hal ekspresi emosi, kreativitas, inspirasi, maupun motivasi (Keraf, 2008: 112-. Menurut Syahid . Augaya bahasa merupakan kemampuan pengarang dalam memilih kata-kata indah untuk memperindah karya satra baik lisan maupun tulisan. Ay. Menurut Tarigan dalam buku Ika Setiyaningsih . Augaya bahasa merupakan bahasa indah yang digunakan dalam memperkenalkan benda lain dengan benda lainnya. Ay. Sehingga gaya bahasa adalah suatu katakata yang memiliki makna yang memperindah sebuah karya sastra. Menurut Depdiknas dalam Nafinuddin . Aujenis-jenis gaya bahasa ada empat yaitu gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, gaya bahasa penegasan, dan gaya bahasa sindiran. Ay. Sedangkan menurut Tarigan dalam Jurnal Damayanti . Augaya bahasa ada empat yakni pertama gaya bahasa perbandingan, kedua gaya bahasa pertentang, ketiga gaya bahasa pertautan, keempat gaya bahasa perulangan. Ay. Menurut Gunawan . gaya bahasa terdiri atas empat jenis gaya bahasa yakni, gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, gaya bahasa sindiran gaya bahasa penegasan. Jenis-Jenis Gaya Bahasa Dalam kaitannya dengan gaya bahasa yang berlaku di Indonesia, gaya bahasa dapat ditinjau dari bermacam-macam sudut pandang. Tarigan . 9: 5-. membedakan gaya bahasa menjadi empat, yaitu . gaya bahasa perbandingan , . gaya bahasa pertentangan, . gaya bahasa pertautan, dan . gaya bahasa perulangan. Tinjauan terhadap gaya bahasa dalam pembahasan ini ditekankan pada gaya bahasa perbandingan. Gaya bahasa Metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain secara langsung. Biasanya disertai kata-kata: seperti, bagaikan dan bak. Contoh: Suaranya bening bagaikan buluh perindu. Gaya bahasa Personifikasi adalah gaya bahasa yang melekatkan sifat insani kepada barang yang tak bernyawa. Contoh: Daun pohon kelapa melambai-lambai di tepi Gaya bahasa Depersonifikasi adalah gaya bahasa yang melekatkan sifat benda pada manusia atau insani. Contoh : Andai kamu menjadi langit, maka dia menjadi tanah. JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 Analisis Gaya Bahasa Dan Amanat Dalam Lagu Ciptaan "Derfi Ngara Hale" Gaya bahasa Alegori adalah cerita yang dikisahkan dalam lambang-lambang. metafora yang diperluas. Contoh : Si jago merah telah pergi, tinggal asap menyapu runtuhan di pasar minggu. Gaya bahasa Antitesis adalah gaya bahasa yang megadakan perbandingan antara dua antonim. Contoh : Gadis yang secantik si Ida diperistri oleh si Dedi yang jelek itu. Gaya bahasa Pleonasme adalah pemakaian kata yang berlebihan dan bila kata yang berlebihan itu dihilangkan artinya tetap utuh. Contoh : Ayah telah menyaksikan kecelakaan tersebut dengan mata kepalanya sendiri. Gaya bahasa Perifrasisi agak mirip dengan pleonasme, dan kata yang berlebihan itu dapat diganti dengan satu kata saja. Contoh : Ayahanda telah tidur dengan tenang dan beristirahat dengan damai buat selamalamanya (= meninggal atau berpulan. Gaya bahasa Antisipasi adalah gaya bahasa yang berwujud mempergunakan lebih dahulu satu atau beberapa kata sebelum gagasan atau peristiwa yang sebenarnya terjadi. Contoh : Kami sangat gembira, minggu depan kami memperoleh hadiah dari Bapak Bupati. Pesan moral dalam lagu "Ciptakan" oleh Derfi Ngara adalah pentingnya harapan dan ketekunan dalam menghadapi tantangan hidup. Lagu ini terdapat makna yang di ungkapkan pencipta sebagai bentuk terimakasih dan penantian panjang oleh seorang laki laki serta pesan pesan postif dengan menggunakan bahasa hieperbo. Selain itu, lagu ini juga menekankan bahwa kebahagiaan bisa diciptakan melalui usaha dan sikap positif. Dengan tetap optimis, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik. Sedangkan Amanat dalam lagu "Ciptakan" dapat diartikan sebagai karya seni yang bernada, berusara, atau berkombinasi yang sifatnya menghibur. Lagu ini juga merupakan karya sastra yang di aransemen yang dapat menggambarkan kisah hidup seseorang. Lagu ini menyiratkan pentingnya suatu gambaran tentang kehidupan baik buruknya manusia dalam kehidupan masyarakat sosial. Pesan utamanya yang di sampaikan pengarang adalah unsur pendidikan, terutama nilai nilai moral berkaitan dengan perilaku manusia dengan manusia, manusia dengan alam lingkungan nya, serta manusia dengan Tuhannya. Secara keseluruhan, "Ciptakan" mengajak pendengarnya untuk tidak menyerah dan terus berusaha mencapai cita-cita dan kebahagiaan dalam Penelitian yang sebelumnya sudah pernah dilakukan dan mempunyai keterkaitan dengan penelitian yang akan penulis lakukan Penelitian mengenai gaya bahasa dalam karya sastra khususnya lirik lagu sudah banyak dilakukan oleh penulis terdahulu. Penelitian terdahulu yang mengkaji gaya bahasa pada lirik lagu antara lain adalah penelitian Edi Yulianto . dan nastasia Tita Pratiwi . yang berjudul AuAnalisis Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Grup Band Noah dalam Album Seperti SeharusnyaAy Penelitian yang dilakukan oleh Edi Yulianto ini dari Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan judul Analisis Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Grup Band Noah dalam Album Seperti Seharusnya. Hasil penelitian ini adalah berupa penggunaan gaya bahasa yang terdiri atas gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat dan gaya bahasa berdasarkan langsung JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 156-167 tidaknya makna. Sumber data pada penelitian tersebut berupa lirik lagu pada album Seperti Seharusnya karya grup band Noah. Sedangkan pada penelitian penulis saat ini, penulis mengambil judul AuAnalisis Gaya Bahasa pada Lirik Lagu Album Cinta Luar Biasa Karya Andmesh KamalengAy. Hasil penelitian ini adalah berupa penggunaan gaya bahasa yang terdiri atas gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa perulangan, gaya bahasa pertautan, dan gaya bahasa pertentangan. Sumber data pada penelitian ini berupa lirik lagu pada album Cinta Luar Biasa karya Andmesh Kamaleng. Berdasarkan tulisan di atas terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan penulis. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah sama-sama membahas tentang gaya bahasa pada karya sastra yaitu pada lirik lagu. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah data dan sumber data dalam penelitian. Selain itu, pada penelitian sebelumnya hanya membahas gaya bahasa pada lirik lagu, sedangkan penelitian yang sedang dilakukan tidak hanya membahas gaya bahasa dari segi jenis saja tetapi juga membahas fungsi gaya bahasa pada lirik lagu album Cinta Luar Biasa Karya Andmesh Kamaleng. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Anastasia Tita Pratiwi AuJenis dan Fungsi Gaya Bahasa Kiasan pada Lirik Lagu Band Naif dan Payung TeduhAy. Anastasia Tita Pratiwi . menulis artikel dalam Jurnal Ilmiah Kebudayaan Sintetis yang berjudul Jenis dan Fungsi Gaya Bahasa Kiasan pada Lirik Lagu Band Naif dan Payung Teduh. Hasil penelitian di atas adalah jenis gaya bahasa kiasan yang terdapat pada lirik lagu Band Naif dan Payung Teduh ada empat jenis yakni . personifikasi, . simile atau persamaan, . metafora, dan . Selain itu ditemukan beberapa fungsi gaya bahasa kiasan yang terdapat pada lirik lagu Band Naif dan Payung Teduh, yaitu . memperindah lirik lagu, . menyamarkan sesuatu, . menciptakan suasana tertentu, . mempunyai tujuan untuk membujuk, dan . Berdasarkan tulisan di atas terdapat persamaan dan perbedaan dengan penelitian yang sedang dilakukan penulis. Persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah samasama membahas tentang gaya bahasa pada karya sastra yaitu pada lirik lagu. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah data dan sumber data dalam penelitian. Selain itu, pada penelitian sebelumnya hanya membahas jenis dan fungsi gaya bahasa kiasan saja, sedangkan penelitian yang sedang dilakukan membahas penggunaan gaya bahasa yang terdiri atas gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa perulangan, gaya bahasa pertautan, dan gaya bahasa Penelitian ini juga membahas fungsi gaya bahasa pada lirik lagu album Cinta Luar Biasa Karya Andmesh Kamaleng. JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 Analisis Gaya Bahasa Dan Amanat Dalam Lagu Ciptaan "Derfi Ngara Hale" METODOLOGI PENELITIAN 1 Desain Penelitian Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono . , metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti sebagai instrumen kunci. 2 Objek Penelitian Dalam proses ini Peneliti menggunakan pendekatan kajian stilistika dengan mengkaji tentang penggunaan bahasa dan gaya bahasa di dalam karya kesusastraan serta meneliti ciri khas penggunaan bahasa dan amanat yang disampaikan pengarang di dalam laguAelagunya . Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan objek yang dianalisis, yaitu gaya bahasa pada lagu ciptaan Derfi ngara hale. 3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu peneliti melakukan wawancara langsung kepada pencipta lagu dan mengumpulkan dokumentasi berupa lirik lagu dan juga foto cover lagu tersebut. Dalam penelitian ini alat yang digunakan peneliti yaitu alat catat berupa buku, pena, laptop dllA. Yang akan dugunakan untuk mencatat hasil pengamatan yang dilakukan peleliti pada lagu tersebut. 4 Teknik Analisis Data Mengorganisasi dan menyederhanakan data yang telah dikumpulkan untuk memfokuskan analisis, lalu mengidentifikasi elemen gaya bahasa seperti reduksi data, penyajian data dan menganalisis serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis gaya bahasa yang ditemukan dalam lagu tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data yang ditemukan dalam penelitian diambil dari lirik Ae lirik dalam lagu karya Derfi Ngara Hale yaitu nona habi gahar, nian langir deri bui, ele nolek. Penjelasan detailnya disajikan JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 156-167 dibawah ini. Analisis Lagu AuNona Habi GaharAy Lagu nona habi gahar merupakan lagu pertama dari Derfi Ngara Hale yang bercerita tentang kerinduan. Lagu ini merupakan ungkapan hati pengarang lagu kepada orang Ae orang yang dikasihinya,yang bukan hanya untuk kekasih hatinya namun juga untuk keluarga yang berada di tempat yang jauh. Habi gahar merupakan suatu istilah untuk menggambarkan seseorang yang berada di suatu tempat yang merindukan orang Ae orang terkasihnya untuk berkumpul bersama. Lagu ini memiliki 2 bait 8 baris. Kini penulis ingin menganalisi puisi tersebut dengan menafsirkan setiap bait lagu tersebut: Bait Pertama Teri aAou wohe baAoa wohe walong wohe kamang nona inang boAou mai Nona e nona ee Nona le habi gahar Nona Nona Nona E Nona Le Habi Gahar Pada bait pertama, penyair menceritakan bahwa setiap hari ia duduk merindukan dan berharap agar orang yang dikasihinya bisa datang untuk menemuinya. Dalam bait pertama penyair menggunakan gaya bahasa simile dan alegori. Terkait gaya bahasa simile penyair menyandingkan aktivitas dan ungkapan yang terdapat dalam baris pertama kemudian untuk baris ke 3 dan 4 penyair menyandingkan suatu objek dengan kata kiasan. Bait kedua Guman no poa leron no wau tuki tumang hadang aruu Huk au di laen mai aAou du ngami ngereng Nona nona e Nona le habi gahar Dalam bait kedua, penyair mengatakan bahwa dari pagi hingga malam tiba ia hanya duduk dan memikirkan orang Ae orang terkasihnya kapan bisa datang datang kembali karena ia sangat Pada bait kedua ini penyair menggunakan gaya bahasa simile yang terdapat pada baris pertama dan kedua. Analisis Lagu AuNian Langir Deri BuiAy Lagu ini berkisah tentang panggilan ibu pertiwi terhadap anak bangsa melalui pengabdian kepada tanah kelahirannya dan juga sekaligus untuk mengungkapkan rasa terimakasih atas kepercayaan masyarakat desa langir terkait terpilihnya beliau sebagai kepala desa langir. Hal ini JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 Analisis Gaya Bahasa Dan Amanat Dalam Lagu Ciptaan "Derfi Ngara Hale" dikarenakan pada saat penyair mengarang lagu ini bertepatan dengan momen pemilihan kepala desa langir. Di dalam ini juga penyair juga mengajak masyarakat agabersama Ae sama membangun dan memajukan tanah kelahirannya yaitu desa langir. Lagu ini memiliki 3 bait dan 9 baris. Kini penulis ingin menganalisi puisi tersebut dengan menafsirkan setiap bait lagu tersebut. Bait Pertama Rimu le habi buang ngasun wetak natar Lau magedoAoa lokaria Galeng baAoa duAoa moan Lagu nian langir deri bui, pada bait pertama penyair menyatakan bahwa orang Ae orang di kampung habi buang,wetak,magedoa, dan lokaria mereka sudah memilih orang kepercayaannya untuk memimpin mereka dalam membangun desa. Dalam bait pertama pengarang menggunakan gaya bahasa metafora yakni sebagai kiasan secara eksplisit mewakili suatu maksud berdasarkan Kiasan yang dimaksud terdapat pada baris ke 3 yang artinya bahwa orang Ae orang di kampung tersebut sudah memilih orang kepercayaannya untuk maju sebagai calon kepala desa. Bait Kedua Weko utun leni wair kamet natar mapan Lalamapa deri mahi poi Wake baAoa duAoa moAoan Pada bait kedua, pengarang menceritakan bahwa di kampung weko dan kamet sudah melakukan perundingan untuk menyepakati siapa calon yang akan mereka pilih sebagai pemimpin di desa langir. Dalam bait kedua ini pengarang menggunakan gaya bahasa pleonasme yakni dengan menggunakan kata dengan makna yang sama untuk menegaskan sesuatu. hal tersebut terdapat pada baris kedua dan ketiga yang artinya bahwa orang Ae orang dikampung lalampa sudah mengetahui siapa calon yang akan menang. Bait Ketiga Riwun ngasun mogam sawe aAou herong epang gawan Mai dodor mai hoAoor nian huAou tara hama hama Nian itan nian langir deri bui Pada bait ketiga, pengarang mengungkapkan rasa terimakasih kepada masyarakat desa langir atas kepercayaan untuk menjadi pemimpin di desa tersebut dan sekaligus pengarang mengarang sebuah lirik yang memiliki makna mengajak dan mendorong masyarakat dalam mensejahterakan desa mereka. Di bait ketiga ini pengarang menggunakan gaya bahasa klimaks dalam setiap barisnya. Analisis Lagu AuEle NolekAy Lagu berikut dari DNH adalahAy ele nolekAy, cerita dalam lagu ini hampir mirip dengan lagu nona habi gahar. Namun, lagu ini menceritakan lebih spesifik tentang siapa yang dirindukan oleh JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 156-167 pria tersebut. Dalam lagu ini pengarang menceritakan tentang seorang pria yang kehilangan sosok wanita yang sangat dicintainya namun wanita tersebut sudah pergi jauh meninggalkan dirinya sehingga ia setiap hari hanya duduk dan merindukan sosok wanita yang dicintainya. Lagu ini memiliki 3 bait dan 9 baris. Kini penulis ingin menganalisi puisi tersebut dengan menafsirkan setiap bait lagu tersebut. Bait Pertama Ele nolek Ele nole Huk poi au Pada bait pertama pengarang menceritakan bahwa dirinya tidak bisa tidur karena selalu memikirkan kekasihnya yang telah pergi jauh meninggalkannya. Pengarang menggunakan gaya bahasa simile. pengarang menggunakan gaya bahasa simile karena pengarang menyandingkan suatu aktifitas yakni Autidak bisa tidurAy dengan suatu ungkapan yaitu karena AumemikirkannyaAy Bait Kedua Guman ele nolek leron apa walong Huk poi au au sareng demen Huk poi au megu demen Pada bait kedua pengarang menceritakan bahwa siang dan malam ia tidak bisa tidur Ia begitu mencintai kekasihnya yang telah pergi meninggalkannya. dalam bait kedua ini pengarang menggunakan gaya bahasa hiperbola yang mengungkapkan sesuatu dengan cara yang Bait Ketiga Wate aAoun beta roting Huk poi au au sareng demen Huk poi au megu demen Bait ketiga pengarang menggamarkan bahwa karena hatinya sangat terluka saat mengenang kekasihnya itu. Hal itu digambarkan dalam lirik Wate aAoun beta roting Huk poi au megu demen dengan menggunakan gaya bahasa alegori dengan menyandingkan suatuobjek dengan kata kiasan 2 PEMBAHASAN JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 Analisis Gaya Bahasa Dan Amanat Dalam Lagu Ciptaan "Derfi Ngara Hale" Berdasarkan temuan tersebut ada beberapa hal yang perlu dibahas. Dalam lagu Aunona habi gaharAy. Lagu tersebut menggambarkan bahwa pengarang lagu sedang merindukan sosok seorang wanita yang ia jumpai di suatu tempat dan pengarang juga menggambarkan bahwa ia sedang merindukan keluargaAekeluarga nya yang sedang berada di tempat jauh untuk berkumpul kembali Bait pertama dan bait kedua menggambarkan perasaan batin pengarangnya yang sedang jatuh cinta dan sedang merasakan kerinduan yang mendalam. Amanat yang ingin disampaikan dalam lagu ini yaitu dimanapun kita berada, kita jangan melupakan keluarga kita dan menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama karena apapun kebahagiaan yang kita dapatkan di tanah orang atau di suatu tempat, kebersamaan keluarga lebih berarti dan mempunyai makna kebahagiaan yang mendalam. Dalam lagu nian langir deri bui pengarang menggambarkan keadaan masyarakat di desanya dalam bait pertama dan kedua serta mengungkapkan rasa terima kasih kepada masyarakat di desanya karena telah memberikan amanat dan tanggung jawab untuk memimpin di desanya yang dituangkan dalam lirik dalam bait ketiga sekaligus mengajak masyarakatnya untuk membangun dan menata desa agar lebih baik lagi. Lagu ini pun merupakan lagu yang menceritakan panggilan ibu pertiwi terhadap anak negeri. Amanat yang disampaikan pengarang dalam lagu ini adalah sebagai pemuda tanah air yang memiliki wawasan dan gagasan yang baik maka gunakanlah untuk membuat suatu perubahan untuktanah kelahiran kita sendiri. Lagu ele nolek merupakan lagu hasil ungkapan rasa rindu yang ada dalam lagu nona habi Lagu ini menggambarkan secara khusus tentang seorang pria yang kehilangan kekasihnya yang ia cintai sehingga ia setiap hari ia hanya memikirkan kekasihnya. Hatinya sangat terluka ketika setiap hari mengenang kembali sosok kekasihnya itu. Amanat lagu ini merupakan pesan untuk setiap orang yang memiliki pasangan hidup untuk selalu menjaga dan bertanggung jawab terhadap pasangan hidupnya, karena ketika pasangan hidup kita suatu saat meninggalkan kita maka kebahagiaan kita selama di dunia terasa tidak lengkap. KESIMPULAN Setelah menganalisis Lagu Derfi Ngara Hale, penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam kehidupan Derfi Ngara Hale terdapat suka dan duka, perjuangan, hari-hari kejayaan, dan mendapatkan visi pertama dalam karyanya. Lagu Ae lagu tersebut merupakan refleksi kehidupannya bersama keluarganya, kekasihnya dan sebagai penyair tercermin dalam lagu -lagunya. Singkatnya dapat dikatakan semua lagu tersebut mencerminkan kehidupan Derfi Ngara Hale. JKKPK - VOLUME 3. NO. JANUARI - 2025 e-ISSN:2964-3104. p-ISSN:2964-3090. Hal 156-167 DAFTAR PUSTAKA