p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2024 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SMK ISLAM GONDANGLEGI KABUPATEN MALANG Nur Hafida1. Sigit Wahyudi2. Aisam3 1, 2, 3 Stisospol Waskita Dharma. Jl. Hamid Rusdi i. Malang. Jawa Timur. Indonesia Email: nurhafida8588@gmail. Article History Received: 21-07-2024 Revision: 04-08-2024 Accepted: 08-08-2024 Published: 10-08-2024 Abstract. This study aims to find out, analyze, and describe the leadership style of the principal of Smk Islam Gondanglegi and the factors that influence his leadership style. This study uses a qualitative research method of a case study approach for the relationship between the research variables and the hypothesis that must be proven. The result of this study is that the principal of SMK Islam Gondanglegi applies three leadership styles: participatory, instructional, and This leadership style is used according to the situation, with the situational approach being used most often. Factors such as the ability of human resources and infrastructure facilities affect the effectiveness of leadership. Leadership development is carried out through awards, motivation, supervision, and intervention. This leadership has succeeded in improving staff motivation and school performance, both internally and externally. Keywords: Leadership. Leadership style. Principal Abstrak. Penelitian ini bertujuan mengetahui, mendekskripsikan dan menganalisis gaya kepemimpinan kepala sekolah SMK Islam Gondanglegi serta factor-faktor yang memepengaruhi gaya kepemimpinananya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan studi kasus untuk hubungan antara variabel-variabel penelitian dan hipotesis yang harus Hasil penelitian ini adalah kepala sekolah SMK Islam Gondanglegi menerapkan tiga gaya kepemimpinan: partisipatif, instruksional, dan situasional. Gaya kepemimpinan ini digunakan sesuai situasi, dengan pendekatan situasional yang paling sering digunakan. Faktor-faktor seperti kemampuan sumber daya manusia dan sarana prasarana mempengaruhi efektivitas kepemimpinan. Pengembangan kepemimpinan dilakukan melalui penghargaan, motivasi, supervisi, dan intervensi. Kepemimpinan ini berhasil meningkatkan motivasi staf dan kinerja sekolah, baik secara internal maupun eksternal. Kata Kunci: Kepemimpinan. Gaya kepemimpinan. Kepala Sekolah How to Cite: Hafida. Wahyudi. , & Aisam. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi Kabupaten Malang. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 4 . , 14221433. http://doi. org/10. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Pemimpin juga perlu memiliki keterampilan untuk mentransfer keyakinan, optimisme, dan determinasi dalam situasi krisis (Alaslan et al. , 2. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh sumber daya terbaik untuk setiap tugas juga penting (Jafar et al. , 2. Dukungan dari para pemangku kepentingan dan manajemen sangat diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan efektif (Sany & Wahyudi, 2. Penting bagi pemimpin untuk mampu menciptakan dan mengkomunikasikan visi organisasi mereka dengan jelas (Sudadi, 2. Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A Anggota organisasi harus memiliki pemahaman yang kuat tentang arah yang akan diambil serta perubahan yang akan dilakukan, sehingga mereka dapat berkontribusi secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Pemimpin harus yakin bahwa inovasi bisnis adalah kunci untuk pertumbuhan (Arwan & Maryanti, 2. Mereka perlu terus mendorong bawahan bahwa perubahan adalah hal yang konstan dan kebutuhan untuk beradaptasi harus dipahami dan diinternalisasi oleh seluruh anggota organisasi (Kurniawan, 2. Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk menempatkan kembali orang-orang terbaik, sumber daya, dan pengetahuan organisasi untuk mendukung inovasi. Mereka juga harus mampu mengatasi dinamika politik internal dan tantangan manajerial antar departemen dengan efektif (Hanafi et al. , 2. Salah satu model kepemimpinan yang relevan adalah kepemimpinan transformasional (Susanty & Hidajat, 2. Model ini menekankan pentingnya seorang pemimpin untuk menginspirasi, memotivasi, dan mengubah budaya organisasi menuju tujuan yang lebih tinggi. Kepemimpinan transformasional mencakup aspek pengembangan visi yang jelas, stimulasi intelektual, pembangunan hubungan yang kuat, pemberdayaan individu, dan mempromosikan inovasi sebagai kunci pertumbuhan. Sebagai pemimpin sekolah, kepala sekolah harus memiliki bakat inovatif, kepemimpinan yang kuat, dan kepemimpinan yang efektif untuk menggerakkan semua guru sesuai tugas dan tanggung jawab mereka secara efisien (Pohan, 2. Kepala sekolah yang bertanggung jawab dan memiliki wewenang untuk mengatur, mengelola, dan menyelenggarakan kegiatan sekolah untuk mencapai tujuan sekolah (Arwan & Maryanti. Kepala sekolah harus memiliki visi, yang berarti mereka dapat melihat ke depan untuk kehidupan masyarakat Indonesia, melihat semua peluang dan hambatan yang ada. Singkatnya, kepala sekolah harus dapat memproyeksikan bakat dan gaya kepemimpinan yang dibutuhkan siswa dan masyarakat. Jadi, dia harus mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang dapat dicontoh oleh bawahannya dan mendorong guru dan karyawan yang dipimpinnya untuk bekerja (Sudadi, 2. Sebagai pemimpin lembaga pendidikan, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk merumuskan kebijakan yang komprehensif dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi. Mereka berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan bekerja sama dengan dewan guru dan orang tua. Kemampuan intelektual kepala sekolah dalam menangani masalah dan manajemen pendidikan yang efektif sangatlah penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. (Dangeubun, 2. Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, kepala sekolah memiliki tanggung jawab langsung dalam menerapkan peraturan tata tertib yang harus diikuti oleh guru dan siswa. Mereka juga memainkan peran kunci dalam mengatur aktivitas proses belajar mengajar. Analisis terhadap gaya kepemimpinan kepala Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A sekolah, menyoroti pentingnya peran kepala sekolah dalam mengelola sekolah dan mempengaruhi kinerja guru-guru serta siswa. Gaya kepemimpinan yang efektif tidak hanya membimbing staf, tetapi juga menjadi contoh yang menginspirasi bagi siswa dalam proses Penelitian ini memusatkan perhatian pada cara kepala sekolah memimpin dan berinteraksi dengan staf serta dampaknya terhadap prestasi sekolah. Dalam konteks ini, kepala sekolah memiliki peran kunci dalam mengelola sekolah dan membimbing guru-guru untuk meningkatkan kemampuan mereka. Selain itu, kepemimpinan yang efektif juga dapat menjadi contoh teladan bagi siswa dalam proses belajar mengajar. Analisis ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang strategi kepemimpinan yang telah berhasil diterapkan di SMK Islam Gondanglegi, serta bagaimana hal itu berkontribusi terhadap pencapaian prestasi sekolah dan kolaborasi dengan industri lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala SMK Islam Gondanglegi Kabupaten Malang METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengkaji gaya kepemimpinan Kepala Sekolah SMK Islam Gondanglegi. Metode pengumpulan data meliputi wawancara terstruktur dan observasi langsung, fokus pada makna yang dihasilkan daripada kuesioner. Penelitian kualitatif ini juga menekankan pentingnya hubungan yang erat antara peneliti dan subjek penelitian untuk memahami fenomena yang diteliti secara mendalam (Nasution, 2. Penelitian dilakukan di SMK Islam Gondanglegi. Kabupaten Malang. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada relevansi dan kemudahan akses untuk mendapatkan data primer mengenai gaya kepemimpinan Kepala Sekolah. Lokasi yang dipilih diharapkan memberikan informasi yang bermakna dan terbaru sesuai dengan topik penelitian. Penelitian ini berfokus pada dua hal utama: pertama, bagaimana gaya kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi. kedua, faktor-faktor yang menentukan gaya kepemimpinan Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Sekolah. Waka Kurikulum, beberapa guru, dan siswa. Data sekunder berupa dokumen mengenai gambaran umum sekolah dan kebijakan kepala sekolah. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah. Waka Kurikulum, guru, dan siswa yang terlibat dalam struktur organisasi sekolah. Informan dipilih berdasarkan pengetahuan mereka tentang objek penelitian dan relevansi informasi yang dapat mereka berikan. Daftar informan terdiri dari nama dan jabatan mereka di SMK Islam Gondanglegi. Peneliti menggunakan beberapa instrumen, termasuk pedoman wawancara. Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A rekaman tape, kamera, dan catatan lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk menggali data dari peristiwa, tempat, atau benda, sementara wawancara dilakukan secara terbuka dengan serangkaian pertanyaan untuk memperoleh data yang diperlukan. Dokumentasi meliputi catatan peristiwa yang sudah berlalu dan mendukung temuan dari wawancara dan observasi. Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan. Validitas konstruk dicapai dengan mendefinisikan konsep-konsep secara jelas dan menggunakan instrumen yang telah diuji validitasnya. Validitas internal dijamin melalui triangulasi, menggabungkan hasil dari berbagai sumber data, dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama. Validitas eksternal dicapai dengan deskripsi kontekstual yang detail dan konsistensi dengan teori kepemimpinan yang ada. Reliabilitas dijamin dengan penggunaan sumber data terpercaya dan pelatihan konsistensi dalam pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles. Huberman, dan Saldana yang melibatkan tiga langkah utama: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kondensasi data meliputi proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, peringkasan, dan transformasi data. Penyajian data adalah pengorganisasian informasi secara sistematis yang memungkinkan penarikan kesimpulan dan tindakan lebih lanjut. Penarikan kesimpulan dilakukan dengan mengecek ulang bukti dan data yang ditemukan di lapangan untuk memastikan validitas temuan. HASIL DAN DISKUSI Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Hasil penelitian yang dilakukan melalui metode wawancara menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Sekolah SMK Islam Gondanglegi cenderung menggunakan pendekatan instruksional dan komando. Dalam wawancara dengan Nur Kholiliyah. Pd diungkapkan bahwa kepala sekolah secara rutin memantau pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah, baik sebelum kegiatan dimulai maupun setelah selesai. Kepala sekolah sering memberikan instruksi yang jelas dan tegas mengenai tugas yang harus dilakukan oleh guru dan staf sekolah. Dari wawancara tersebut juga terungkap bahwa prinsip kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah menekankan pada aspek instruksi dan perintah yang tegas. Hal ini membuat para guru, karyawan tata usaha, dan murid memiliki kejelasan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Pendekatan ini menciptakan suasana kerja yang teratur dan disiplin, di mana semua pihak memahami peran dan tanggung jawab mereka dengan jelas. Selanjutnya, pendekatan instruksional dan komando ini dianggap efektif dalam menciptakan Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A lingkungan kerja yang produktif. Para guru dan staf merasa termotivasi untuk melaksanakan tugas mereka dengan baik karena arahan yang jelas dari kepala sekolah. Selain itu, kepala sekolah juga mampu menciptakan hubungan kerja yang baik antara pimpinan dan bawahan, antara guru dan staf, serta antara murid-murid. Prinsip kepemimpinan instruksional ini memastikan bahwa setiap anggota sekolah memahami apa yang diharapkan dari mereka dan bagaimana mereka harus mencapai tujuan tersebut. Wawancara dengan seorang guru SMK Islam Gondanglegi juga menegaskan bahwa kepala sekolah sering kali memberikan instruksi yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh unsur di sekolah. Hal ini dianggap sebagai bentuk kepemimpinan yang tegas dan instruktif, di mana kepala sekolah mampu memberikan arahan yang jelas dan memastikan bahwa semua tugas dilaksanakan dengan baik dan benar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala Sekolah SMK Islam Gondanglegi berhasil menerapkan gaya kepemimpinan yang instruksional dan komando. Gaya ini memungkinkan kepala sekolah untuk memberikan instruksi yang jelas dan tegas, memantau pelaksanaan kegiatan, dan memastikan bahwa semua anggota sekolah melaksanakan tugas mereka dengan efektif. Pendekatan ini diterima dengan baik oleh para guru, staf, dan murid, yang merasa termotivasi dan lebih terarah dalam melaksanakan tugas-tugas mereka. Faktor Penentu Gondanglegi Proses Pelaksanaan Kepemimpinan Kepala Sekolah SMK Islam Penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu faktor utama yang menentukan kualitas kepemimpinan di SMK Islam Gondanglegi adalah penerapan gaya kepemimpinan yang tepat sesuai dengan kondisi sekolah. Kepala sekolah yang efektif mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara murid dan guru, serta antara kepala sekolah dengan seluruh komponen Informan HZ mengomentari kepemimpinan di sekolah ini dengan menyatakan bahwa kepala sekolah selalu menempatkan diri sebagai pemimpin yang patut dicontoh dan mampu mengatasi berbagai masalah dengan cara-cara tersendiri. Kepemimpinan ini tidak hanya bertumpu pada kehadiran kepala sekolah tetapi juga didukung oleh seluruh unsur sekolah, baik internal maupun eksternal, untuk meningkatkan mutu pendidikan. Perkembangan sekolah yang signifikan juga terlihat dari berbagai penghargaan yang telah diperoleh. Kepemimpinan partisipatif yang diterapkan oleh kepala sekolah telah membentuk tim kerja yang solid, dimana seluruh komponen sekolah mampu menjalankan instruksi dengan baik. Kepemimpinan yang instruksional dan partisipatif ini bekerja menuju tujuan bersama yang lebih baik. Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A Pemimpin dalam era Otonomi Daerah harus cerdas melihat peluang dan mampu mengelola kekuatan yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal. Seorang kepala sekolah yang visioner menjadi kunci agar sekolah dapat berkembang dan bersaing. Gaya kepemimpinan yang diterapkan meliputi empat cara utama: memberikan wawasan misi, menumbuhkan ekspektasi tinggi, meningkatkan intelegensia dan rasionalitas, serta memberikan perhatian dan bimbingan pribadi. Pemimpin yang instruksional dan partisipatif, seperti yang diterapkan di SMK Islam Gondanglegi, dianggap sebagai pemimpin karismatik yang mampu membangun ikatan emosional yang kuat dengan publik. Pemimpin semacam ini mampu mengubah status quo dengan mempraktikkan perilaku yang sesuai dan menyusun visi baru jika diperlukan, sehingga organisasi dapat mencapai tujuan strategis dan inspiratif yang lebih tinggi. Visi yang Jelas Visi yang jelas, terukur, terarah, dan jauh ke depan dimiliki oleh kepala sekolah SMK Islam Gondanglegi. Hal ini terlihat melalui program-program yang tidak konvensional dan cenderung revolusioner. Visi yang dimiliki oleh kepala sekolah sejak memimpin telah diwujudkan dalam program pengembangan kegiatan sekolah, seperti perbaikan gedung sekolah, peningkatan motivasi guru dan murid, perbaikan tingkat kesejahteraan, serta perbaikan lingkungan sekolah di SMK Islam Gondanglegi. Pengembangan lingkungan sekolah menjadi sangat penting dan mendesak karena pemikiran kepala sekolah selalu mengacu pada tindakan yang efektif, dimana peningkatan sarana dan prasarana sekolah sangat menentukan kualitas dan kuantitas kegiatan unggulan di sekolah. Hal ini menjadi bagian dari visi kepala sekolah SMK Islam Gondanglegi sebagai penerapan kepemimpinannya. Pada dasarnya, memimpin berarti memandang sejauh mungkin ke depan. Memandang sejauh mungkin ke depan bukan sekedar memandang dengan mata kepala tetapi memandang dalam arti "envision" sehingga terlihat apa yang disebut visi. Memandang seperti itu berarti memandang ke segala arah dengan mata kecerdasan yang jernih dan menemukan sesuatu yang Apa saja yang terlihat oleh seseorang melalui mata hati, mata nurani, kearifan, pengalaman, dan kedalaman ilmu pengetahuan dan kepercayaan yang murni, apakah buruk atau baik, diinginkan atau tidak, adalah sebuah visi. Hal ini telah dipraktikkan di lingkungan sekolah SMK Islam Gondanglegi. Visi yang jauh ke depan dan revolusioner tersebut tidak akan mampu terealisasi tanpa usaha dan semangat kerja yang maksimal. Kepala sekolah berusaha mengoptimalkan sumber daya yang ada dan sumber daya manusia yang dimiliki dalam menggapai cita-cita bersama, khususnya untuk kepentingan peningkatan program sekolah. Dari sini mencerminkan bahwa kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang visioner. Hal ini Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A tercermin dari program-program yang dijalankan dan kebijakan yang diambil yang tergolong revolusioner dan belum terpikirkan oleh orang lain. Beliau mempunyai ide-ide yang tidak biasa tapi hasilnya membawa perubahan yang berarti dan mampu meringankan beban masyarakat yang dipimpinnya. Memiliki Karisma Karisma muncul saat terjadi krisis sosial, ketika seorang pemimpin muncul dengan visi radikal yang menawarkan solusi untuk krisis itu. Pemimpin menarik pengikut yang percaya pada visi tersebut, mereka mengalami beberapa keberhasilan yang membuat visi itu terlihat dapat dicapai, dan para pengikut mulai mempercayai bahwa pemimpin tersebut adalah orang yang sangat luar biasa. Untuk menjadi panutan, seseorang harus melakukan sesuatu yang mampu merubah lingkungan organisasi. Kepala Sekolah SMK Islam Gondanglegi, dengan kedudukannya sebagai pemimpin, telah mampu memberikan hal-hal yang bermanfaat bagi sekolah dan masyarakat sekitarnya. Dengan sifat dan sikap yang dimiliki, orang-orang yang mengenal beliau menjadikannya sebagai panutan. Faktor Motivator dan Inspirator Seorang pemimpin yang baik harus dapat memberikan motivasi agar dapat meningkatkan produktivitas kerja dan tercapainya tujuan bersama dalam organisasi sekolah. Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. Motivasi akan menghasilkan perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai kepuasan. Jadi, motivasi bukanlah hal yang dapat diamati, tetapi dapat disimpulkan karena adanya perilaku yang tampak. Pemimpin bertanggung jawab menciptakan kondisi dan perangsang yang memotivasi anggota mencapai tujuan yang ditentukan. Motivasi atau dorongan berdampak pada perilaku positif, memberikan semangat kerja, dan tercapainya tujuan secara maksimal. Kepala sekolah smk Islam Gondanglegi memotivasi dengan memberi contoh nyata, seperti yang dikatakan oleh Habib Masyuri selaku ketua osis SMK Islam Gondangelgi: "Beliau memotivasi orang-orang di sekitarnya tidak hanya dengan mengatakan kamu harus begini dan begitu, tapi beliau langsung memberikan contoh dengan perbuatan. Salah satunya dalam pemeliharaan lingkungan sekolah, beliau turun ke lapangan untuk mengimbau kepada seluruh unsur sekolah untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengotori sekolah, dan beliau dengan tegas akan memberikan sanksi kepada siapa saja yang melanggar. Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A Berdasarkan fakta dan pembahasan di atas, kepala sekolah di SMK Islam Gondanglegi senantiasa memotivasi dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk berusaha dan bekerja keras. Model pemotivasian yang memperlihatkan langkah nyata kepada bawahan sekaligus menjadi proses yang menginspirasi bawahan. Beliau tidak hanya mampu bicara, tetapi juga mengaktualisasikan ide-ide serta berbuat sesuatu yang nyata bagi masyarakat Faktor Dekat dengan Bawahan Kedekatan dengan bawahan adalah salah satu faktor penunjang terciptanya kondisi bekerja yang kondusif dan mencapai hasil kerja yang maksimal. Bawahan adalah mitra kerja yang membutuhkan tuntunan, dan seorang pemimpin harus mampu membaca dan memenuhi keinginan bawahannya selama itu tidak melanggar aturan. Pemimpin yang baik menjaga kedekatan hubungan dengan orang di sekitarnya, menciptakan kondisi yang nyaman dan bersahabat, sambil tetap menjaga wibawa dan menghargai bawahan. Informan AW menuturkan bahwa: "Saya menilai kepala sekolah dalam menjalin kedekatan kepada bawahannya tidak hanya dilakukan di kantor saja. Di malam hari, kami sering dipanggil ke rumahnya untuk sekedar ngobrol atau membicarakan agenda. Jadi baik di kantor maupun di luar, beliau terus menjalin hubungan dengan bawahan. Beliau juga sering mengunjungi rumah bawahannya untuk membicarakan kondisi sekolah maupun sebagai ajang Kedekatan dengan bawahan bertujuan untuk menciptakan kondisi yang membuat bawahan merasa dihargai dan diperhatikan, sehingga hubungan harmonis di lingkungan kerja dapat terjalin dengan baik. Kedekatan ini diposisikan secara proporsional dan berimbang untuk menciptakan proses kerja yang kondusif di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah mencerminkan desentralisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah, dengan memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi. Hal ini tercermin dalam program dan kegiatan sekolah, yang dijalankan dengan gaya kepemimpinan yang mampu mewadahi setiap aspek kebutuhan daerah. Pengembangan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah SMK Islam Gondanglegi Memberi Reward Pemberian reward ini dilakukan sebagai tanda terima kasih dan apresiasi kepala sekolah terhadap staf-staf yang telah bekerja dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan para staf dan murid SMK Islam Gondanglegi, pembagian reward yag dilakukan kepla sekolah Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A berdampak nyata dan memberikan grafik perkembangan pembangunan fisik di lingkungan dan sumberdaya sekolah. Pola yang dipakai kepala sekolah SMK Islam Gondanglegi adalah selalu mengembangkan kepemimpinananya diantarannya memberikan reward dan penghargaan kepada bawahan sesuai dengan tingkatan dan karakter personal bawahan. Pengawasan Pekerjaan Kepala sekolah SMK Islam Gondanglegi sebagai pemimpin dilingkungan sekolah sering melakukan pengawasan baik terhadap kebijaksanaan yang diberikan maupun dalam konteks penerapan peraturan yang seimbang dan bertanggung jawab. Proses pengawasan yang diterapkan malului rapat rutin, monitoring dan evaluasi sebagai salah satu upaya mewujudkan akuntabilitas dan kepercayaan seluruh warga sekolah demi terwujudnya sebuah kondisi bermasyarakat, berkompeten dan mandiri. Interversi dan Koreksi Sebagai pemimpin di lingkungan pendidikan, kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Dalam melaksanakan tugas ini, kepala sekolah harus melakukan berbagai koreksi dan intervensi yang Langkah pertama yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah observasi dan evaluasi. Kepala sekolah secara rutin mengunjungi kelas untuk mengamati proses belajar mengajar. Mereka mengamati interaksi antara guru dan siswa, serta metode pengajaran yang digunakan. Selain itu, kepala sekolah menilai kinerja guru melalui berbagai cara, seperti pengamatan langsung, penilaian hasil belajar siswa, dan umpan balik dari siswa serta orang tua. Kepala sekolah juga sangat menghargai umpan balik dari berbagai pihak. Setiap bulan, mereka mengadakan pertemuan dengan perwakilan siswa, seperti ketua OSIS, untuk mendengarkan masukan dan keluhan dari sudut pandang siswa. Selain itu, kepala sekolah mengadakan rapat rutin dengan guru dan staf untuk mendiskusikan masalah yang muncul dan mencari solusi bersama. Berdasarkan hasil evaluasi dan umpan balik yang diterima, kepala sekolah menyusun rencana perbaikan. Mereka mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan menyusun rencana tindakan yang melibatkan semua pihak, termasuk guru, siswa, dan orang tua. Partisipasi semua pihak sangat penting untuk keberhasilan rencana ini. Untuk memastikan bahwa guru selalu memiliki keterampilan dan pengetahuan yang mutakhir, kepala sekolah mengadakan pelatihan dan workshop secara berkala. Selain itu, mereka menyediakan mentoring dan coaching bagi guru yang memerlukan bantuan khusus, sehingga setiap guru dapat berkembang sesuai dengan potensinya. Kepala sekolah juga tidak Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A ragu untuk melakukan intervensi langsung jika diperlukan. Mereka menangani masalah disiplin dengan tegas namun adil, baik terhadap siswa maupun guru. Sebagai mediator, kepala sekolah menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi di antara siswa, guru, atau antara guru dan orang Setelah intervensi dilakukan, kepala sekolah terus memonitor kemajuan yang telah Mereka mengadakan evaluasi berkala untuk menilai efektivitas langkah-langkah yang telah diambil. Laporan kemajuan disusun dan didokumentasikan untuk menjadi acuan di masa Komunikasi yang efektif adalah kunci keberhasilan koreksi dan intervensi. Kepala sekolah menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan dengan semua pihak terkait. Mereka menjalin hubungan baik dengan siswa, guru, orang tua, dan komunitas sekolah, memastikan bahwa semua pihak merasa didengar dan dihargai. Dengan langkah-langkah ini, kepala sekolah berusaha menciptakan lingkungan belajar yang optimal, di mana setiap siswa mendapatkan pendidikan terbaik dan setiap guru merasa didukung dalam tugasnya. Melalui koreksi dan intervensi yang tepat, kualitas pendidikan di sekolah terus meningkat, membawa manfaat besar bagi seluruh komunitas sekolah. KESIMPULAN Kepala Sekolah SMK Islam Gondanglegi di Kabupaten Malang menerapkan tiga gaya kepemimpinan utama: partisipatif, instruksional, dan situasional. Ketiga gaya ini digunakan secara bergantian sesuai kebutuhan situasional, tanpa ada satu gaya yang dominan. Selama masa kepemimpinannya. Kepala Sekolah SMK Islam Gondanglegi tidak menerapkan ketiga gaya kepemimpinan tersebut secara bersamaan atau secara dominan mengikuti gaya tertentu Namun, dalam praktiknya, pendekatan situasional lebih sering digunakan, menggabungkan pendekatan lainnya sesuai kebutuhan. Dalam situasi di mana guru dan karyawan membutuhkan instruksi yang signifikan, kepala sekolah cenderung menitikberatkan pada pendekatan instruksional. Gaya kepemimpinan situasional pada dasarnya diterapkan oleh kepala sekolah berdasarkan situasi tertentu tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah ini meliputi kemampuan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang tersedia, serta situasi dan kondisi yang melatarbelakangi pelaksanaan gaya kepemimpinan yang efektif dalam memberikan motivasi kepada guru, karyawan, dan murid. Penelitian ini menemukan bahwa kualitas pemimpin, lingkungan organisasi, serta variabel sosial, politik, dan birokrasi turut mempengaruhi implementasi gaya kepemimpinan kepala Pengembangan dan program pengembangan gaya kepemimpinan di SMK Islam Hafida et al. Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala SMK Islam Gondanglegi A Gondanglegi dilakukan melalui berbagai strategi dan pendekatan baik secara internal maupun Secara internal, kepala sekolah memberikan penghargaan . secara langsung maupun tidak langsung untuk meningkatkan motivasi dan kinerja staf. Secara eksternal, motivasi yang diberikan kepada bawahan selama proses pengembangan telah memberikan hasil yang optimal, seperti peningkatan motivasi staf dan peningkatan kinerja, baik di dalam sekolah maupun dalam kaitannya dengan prestasi eksternal seperti lomba dan pemberian REFERENSI