Volume 14 Nomor 1 . ISSN (P): 2087-4820 ISSN (E): 2579-8995 DOI: https://doi. org/10. 54180/elbanat. MEMBANGUN KEMBALI SPIRITUALITAS GENERASI MILENIAL: Relevansi Zuhud dalam Kitab Minhaj al-Abidin Ali Hamidi1 1 UNU Surakarta ABSTRAK Generasi milenial cenderung merasa bebas dari kendali agama dan pandangan metafisis, sehingga memandang kehidupan modern sebagai sesuatu yang bersifat sementara dan instan. Hal ini sering kali diiringi dengan sikap individualistis, hedonistis, serta pemborosan harta dan waktu. Pola pikir semacam ini mendorong masyarakat menjauh dari inti pemahaman agama, yang pada akhirnya menyebabkan kehampaan spiritual. Untuk mengatasi permasalahan ini, solusi yang diusulkan adalah kembali kepada agama melalui pendalaman ilmu tasawuf, khususnya dengan mengadopsi perilaku Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kitab Minhaj al-Abidin karya Imam Al-Ghazali, khususnya pada bab yang membahas zuhud, sebagai upaya untuk menyelesaikan problematika spiritual generasi milenial. Penelitian ini merupakan studi pustaka . ibrary researc. , di mana data dikumpulkan melalui kajian terhadap buku-buku, laporan ilmiah, serta karya-karya ilmiah lainnya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, yaitu dengan menelaah dan menginterpretasi literatur sesuai dengan konteksnya. Hasil penelitian ini mengungkapkan empat poin utama. Pertama, zuhud sebagai gaya hidup bagi generasi milenial. Kedua, zuhud sebagai motivasi hidup bagi generasi milenial. Ketiga, zuhud sebagai solusi atas permasalahan spiritual generasi milenial. Keempat, perilaku zuhud dipraktikkan oleh para santri Pondok Pesantren Baiturrahman di Kabupaten Semarang. Jawa Tengah. Dari temuan tersebut, penulis berargumen bahwa perilaku zuhud dapat menjadi gaya hidup yang relevan, sumber motivasi hidup, serta solusi atas krisis spiritual yang dihadapi generasi ini. Kata Kunci: Zuhud. Era Milenial. Minhaj Al AoAbidin, al Ghazali. ABSTRACT The millennial generation tends to feel free from religious control and metaphysical views, thus viewing modern life as something temporary and instantaneous. This is often accompanied by individualistic, hedonistic, and wasteful attitudes and wastes of wealth and time. This kind of mindset pushes people away from the core of religious understanding, which ultimately leads to a spiritual vacuum. To overcome this problem, the proposed solution is to return to religion through the deepening of Sufism, especially by adopting zuhud behavior. This research aims to analyze the book Minhaj al-Abidin by Imam Al-Ghazali, especially in the chapter that discusses zuhud, as an effort to solve the spiritual problems of the millennial generation. This research is a library research, where data is collected through a review of books, scientific reports, and other scientific works. The data collection method used is documentation, namely by studying and interpreting literature according to the context. The results of this study reveal four main points. First, zuhud as a lifestyle for the millennial generation. Second, zuhud as a life motivation for the millennial generation. Third, zuhud as a solution to the spiritual problems of the millennial generation. Fourth, zuhud behavior is practiced by the students of the Baiturrahman Islamic Boarding School in Semarang Regency. Central Java. From these findings, the author argues that zuhud behavior can be a relevant lifestyle, a source of life motivation, and a solution to the spiritual crisis faced by this generation. Keywords: Zuhud. Millennial Era. Minhaj Al 'Abidin, al Ghazali. Pendahuluan Generasi milenial adalah generasi yang High Tech but Low Touch, yaitu bersikap individualis, hedonis,menyiakan harta dan waktu. 1 Ajaran Islam menghasilkan Zuhud. Pemahaman Komaruddin Hidayat. Menafsirkan Kehendak Tuhan (Bandung: Khasanah Pustaka Keilmuan, 2. , 95. pandhe@gmail. Jl. Dr. Wahidin No. Penumping. Kec. Laweyan. Kota Surakarta. Jawa Tengah 57141 Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial menyelesaikan persoalan manusia berupa kekeringan aspek spiritual dikarenakan besarnya pengaruh modernitas. Abdul Hakim Hasan sebabagaiman dikutip Amin Syukur berpendapat bahwa zuhud adalah: AO IIO EIAA I EIO OECE EO E OO EIA ONONA AOI N EEO OEO OEAOI OCE EI OE EEA Berpaling dari dunia dan menghadapkan diri untuk beribadah, melatih dan mendidik jiwa dan memerangi kesenangannya dengan semedi, berkelana, berpuasa, mengurangi makan dan memperbanyak zikir. Orang yang lebih menyibukkan diri dalam /batin, memperuntukkan keinginan nafsunya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW A aEO aI Oa eAIaOA a A ac aa eIOaNa Aea a eO aI Oa eCaOA a aA ac a e a aa aN aO aI eI a aac e a aaNa A a aI eI a aac a eIOaNa A Siapa saja yang mencintai dunianya, maka ia telah membahayakan akhiratnya. Dan siapa saja yang mencintai akhiratnya, maka ia telah membahayakan dunianya. Maka utamakanlah yang kekal daripada yang akan binasa. 2 Jika seseorang sudah terlalu larut dalam aktifitas duniawi,hedonis, maka seseorang tersebut akan lalai terhadap tanggung jawabnya sebagai hamba Allah SWT. Oleh karena itu konteks pemahaman zuhud dalam hal ini sangat relevan dijadikan sebagai solusi dari permasalahan tersebut Zuhud sesuai dengan rumusan tasawuf klasik diartikan sebagai sikap menjauhi dunia dan isolasi terhadap keramaian dunia karena ingin bertemu dan maAorifat kepada Allah SWT. Jika dimaknai secara kontekstual zuhud hadir sebagai reaksi terhadap sistem sosial politik dan ekonomi. Rumusan zuhud dalam tasawuf modern diformulasi sebagai model tasawuf yang secara epistmologis berdasarkan acuan normatif Al-QurAoan dan Sunnah. 3 Menjadikan Nabi Muhammad dan Salafus shalih sebagai panutan dalam aplikasinya yang tidak berlebihan dalam menjalankan proses spiritual ketuhanan dengan mengeliminasi unsur mistik-asketik dan menggantinya dengan unsur QurAoaninormatif dan kontekstual. Doktrin tersebut dimaksudkan untuk menjadikan zuhud mampu berperan dalam konteks sosial kemasyarakatan sehingga zuhud dapat dijadikan sebagai upaya pembentukan moral di masa millenial ini. 2 M. Amin Abdullah, . Antara Al-Ghazali Dan Kant : Filsafat Etika Islam, (Bandung: Mizan, 2. , 66. Muvid. AuPendidikan Sufistik KH. Abdurrahman Wahid dan Relevansinya pada Kehidupan Masyarakat Era DigitalAy. EL-BANAT: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 13. , 162-176. https://doi. org/10. 54180/elbanat. El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi Kecenderungan pola pikir yang sekuler meliputi ruang pikir masyarakat di era Komunikasi yang dibangun di masyarakat melalui digitalisasi tidak lagi atas dasar atau prinsip tradisi persaudaraan melainkan karena hubungan yang fungsional dan pragmatis. Masyarakat millenial merasa bebas dan lepas dari kontrol agama dan pandangan dunia metafisis, sehingga meletakkan konteks kehidupan kekinian hanya sebatas hal yang semu dan instan. Hossein Nasr menyatakan bahwa akibat yang muncul dari cara pikir yang seperti itu menjadikan masyarakat menjauhi pusat pemahaman agama hingga beraibat kepada kehampaan spiritual. Definisi dan sumber ajaran zuhud Zuhud jika ditinjau secara etimologi dapat diartikan sebagai roghoba AoansyaiAoin Dapat diartikan juga zahada fi al dunya yang berarti mengosongkan diri dari kesenangan dunia dalam rangka bertujuan untuk beribadah. Seseorang yang menjalankan praktik zuhud tersebut disebut zahid,zuhdad dan zahidun sedangkan zahidah jamaknya zuhdan yang artinya kecil atau sedikit. Secara bahasa zuhud ini juga dapat diartikan sebagai keinginan yang sedikit terhadap kesenangan duniawi dengan tujuan ibadah kepada Allah SWT. Sedangkan jika ditinjau secara terminologis zuhud dapat dijelaskan sebagai moral islami, yaitu sikap seorang muslim dalam menjalani hidup yang sementara dan fana ini. Dunia tidak dijadikan sebagai tujuan hidup melainkan hanya dijadikan sebagai sarana menuju kepada ridho Allah SWT. Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin AEI I A IO EN II NO E E ECE EI E EE IO NNA AI EEIO IN ANO AO IE A OIC II IAN O OE I EEN AO E E A A ECA Ketahuilah bahwa yang paling sulit dari perkara zuhud adalah meninggalkan keinginan terhadap dunia dengan hati, sebab berapa banyak orang meninggalkan dunia secara fisik tapi masih mencintai aspek batin. Dan ini menjadi pertentangan hebat dalam Dan seluruh perkara zuhud adalah terletak dalam meninggalkan dunia dengan hati/aspek hatinya. 4 Louis maAoluf al-YasuAoi. Al Munjid (Yogyakarta: PP Al Munawir, 1. , 626. 5 Imam Al-Ghazali. Minhajul Abidin Ila Jannati Rabbil Alamin (Beirut: Dar Bashaer Islamiyah, 2. , 102. El Banat Vol. 14 No. Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial Menurut Imam Nawawi Al-Bantani makna yang terkandung dalam kalimat zuhud yaitu sebagaimana dalam riwayat Ibnu Abbas r. a bahwasanya: c aAE eNa aaEaa a a aeA a O aONa aOaE AA ca a AO a aE eE aIa a aOE aN a NaUOE acO aeI OEac aE a aOI aEOA a AEA ca AEA Kalimat zuhud terdiri dari tiga huruf yaitu ZaAo,Ha, dan Dal. Huruf Za berarti meninggalkan Zinah . Huruf Ha berarti meninggalkan Hawa dan huruf Dal berarti meninggalkan dunia. Dunia dalam pengertian ini meliputi sanjungan orang, sikap berfoya-foya dan bergaya hidup serba mewah. 6 Munculnya ajaran zuhud dan para zahid dalam sejarah kehidupan umat Islam merupakan sebuah refleksi terhadap pengaplikasian ajaran-ajaran Al-QurAoan dalam kehidupan. Namun. Bila diamati didalam Al-QurAoan, kata zuhud hanya terungkap satu kali dalam bentuk isim faAoil, yaitu zahidin, yang fokus pemuatannya ialah surat Yusuf ayat ke-20 yaitu sebagai berikut ca a aO aa ONa aa aI a aI a n a a aN aaI aI aOa n aOEaIaO e AaO aN aIIA aAE aNaOIA Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. Dalam menafsirkan ayat tersebut. Ibn Katsir menyebutkan Auperbanyaklah mengingat Allah dan putuskan diri dan curahkan segenap tenaga, pikiran dan waktu untuk beribadah kepada Allah SWT apabila engkau telah selesai dari kesibukanmu dan dari hal-hal yang berkaitan dengan persoalan duniaAy. Di antara ayat-ayat Al-QurAoan yang mengisyaratkan kefanaan dunia dan perlunya menahan diri darinya adalah sebagai berikut : Surat al-Hadid/57: 20 A aAO E a I a aO aE aO E a O a aE na aE aIa aE aOA a Aa aOa a a a a OIa aE I aOaEaA AO aO aOIA A aO aENA A aE aI eO e aIac aI E a aO aO a E acI aO aE aA a a A Ia aaNau a acI aO aNO a Aa aa aONa aIA A c ca a acI aO aEOIa aA a AA aA acIIA A aO aI aA aA AaOA a AA a A cI na aO aAO Ee a a aA a Aa aA a caA E aEAA AacEEa aO aA AOA a AI aO aI E aOa aO a E acIOa e au acE aI aa a Ea aAo A a aOA Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanamtanamannya mengagumkan para petani. kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat . ada Imam Nawawi Al Bantani. Nashoihul Ibad (Surabaya: Gramedia Press, 2. , 70. 7 Abu al-AAola Al-Afifi. Fi Al-Tashawwuf Al-Islami Wa Tarikhuh (Kairo: Lajnat al-TaAolif wa al-Tarjamah wa al- Nasy. , 1. , 144. El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. Rasulullah SAW juga memerintahkan untuk bersikap zuhud terhadap dunia sebagaimana di dalam hadits sebagai berikut: Hadis riwayat lbn Maj ah dari Abu 'Ubaydah bin Abi al-Safr dari Sihab bin 'Ubbad dari Khalid bin. 'Amr al-Qurasi dari Sufyan al-Tsauri dari Abu Hazim dari Abu al'Abbas Sahl bin Sa 'd al-Sa 'idi diriwayatkan, ada seseorang datang kepada Rasulullah SAW. Dan berkata, "Ya Rasulullah, tunjukkanlah kepada saya suatu amal yang apabila saya melakukannya, maka Allah dan manusia menyintaiku!", lalu beliau (A ON AOI I EI OcE EI (ON I IAU A) N AO EIO OcE NEEA "Berzuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah menyintaimu. dan berzuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya mereka menyintaimu. Ay 8 Hadits. dari Amr bin Auf. Rasulullah SAW mengutus Abu 'Ubaydah bin Al-Jarrah ke Bahrain untuk mengumpulkan jizyah, dan beliau berdamai dengan penduduknya serta menunjuk al-'Ala' bin Al-Hadlrami sebagai pemimpin A mereka. Abu 'Ubaydah datang dari Bahrain membawa harta, kaum Anshar mendengar hal itu. Lalu mereka salat subuh bersama beliau. Setelah salat mereka menghadap kepada beliau yang, kemudian tersenyum. Beliau bersabda, "Saya kira, kamu sekalian telah mendengar Abu Ubaidah datang dari Bahrain membawa harta". ''Benar ya Rasulullah," kata mereka. Lalu beliau bersabda. A EIAUA AONEE I EAC O EOEI OEEI O I EIO EOEIAUAAO OIEO I OEIA A OENOEI EI NEENIAUA AIAON EI IAONAUA EO II EI CEEIA ''Bergembiralah dan berharaplah akan sesuatu yang menyenangkan kamu Demi Allah, bukanlah kefakiran yang saya takutkan atas kamu. Tetapi yang saya takutkan adalah bahwa dunia dilimpahkan kepada kamu sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelummu, lalu kalau semua berlombaloma berlomba-lomba memperebutkannya, lalu . arta it. menghancurkanmu sebagaimana ia telah menghancurkan mereka". Habib al-Rahman al-AAo dhami. AuTaqdimahAy. Di Dalam AoAbd Allah b. Al-Mubarak Al-Mirzawi. Kitab Al- Zuhd (Dar al-Kutub al-AoIlmiyyah, n. ), 4. 9 A. J Wensink. Al-Mu AoJam Al-Mufahras Li-Alfadh Al-Hadits Al-Nabawi (Leiden: E. Brill, 1. , 348Ae349. El Banat Vol. 14 No. Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial Karakteristik Generasi Milenial dan Sikap Zuhud Istilah generasi milenial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari milenials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika. William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya Milenials Rising: The Next Great Generation. Milenial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990 atau pada awal 2000, dan seterusnya. Awal 2016. Karakteristik Generasi Milenial Karakteristik lain generasi milenial diungkapkan Abuddin Nata yang antara lain: Suka dengan kebebasan. Akses komunikasi platform digital membuat generasi milenial dapat dengan mudah mengembangkan diri. Melaui konsumsi media komunikasi intensif, mereka dapat mengakses berbagai macam informasi mengenai pengembangan potensi diri dari manapun yang membuat mereka cenderung merasa bebas untuk berekspresi serta bebas dari berbagai macam tuntutan kehidupan. Senang melakukan personalisasi. Generasi milenial lebih menyukai produk dengan personalisasi, mereka lebih nyaman jika dianggap sebagai teman yang membutuhkan daripada menjadi seorang konsumen. Mengandalkan kecepatan informasi yang instant . iap saj. Melek teknologi tidak hanya sekedar melahirkan kemudahan, namun juga menimbulkan kehampaan eksistensi manusia sebagai makhluk yang berfikir, berproses sesuai dengan situasi dan kondisi yang semestinya. Akses komunikasi yang cepat menjadikan milenial ingin melakukan sesuatu secepat mungkin bahkan terkesan instan. Suka belajar. Dikarenakan akses informasi yang sudah sangat terbuka dan mudah diakses dengan teknologi, secara tidak langsung mempengaruhi kuantitas informasi yang Sehingga milenial akan mengikuti alur yang memaksa dirinya untuk Dunia belajar milenial cenderung berada dunia maya, berbeda dengan 10 Kominfo. AuMengenal Generasi Millennial,Ay last modified 2016, https://w. id/content/detail/8566/mengenal-generasi-millennial/0/sorotan_media. El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi generasi-generasi pengalaman yang secara langsung dialami. Bekerja dengan lingkungan inovatif. Milenial dalam bekerja dan mencari ide/gagasan yang baru untuk mengembangkan kapasitas dirinya sebagai pekerja maupun untuk kemajuan tempatnya bekerja. Aktif berkolaborasi. Milenial memiliki keinginan untuk saling berbagi, saling bekerjasa sama untuk mencapai tujuan tertentu Hyper Technology. Hyper dalam konteks ini adalah milenial menyukai teknologi yang dikembangkan dengan cara yang paling mutakhir dan terbaru. Tujuan hal ini tentunya menjadikan masyarakat milenial ketergantungan dan mengikuti arus perkembangan teknologi yang diciptakan saat ini. Critivcal. Yakni terbiasa berfikir out of the box, kaya ide dan gagasan. Confidence, yakni mereka sangat percaya diri dan berani mengungkapkan pendapat tanpa ragu- ragu. Connected, yakni merupakan generasi yang pandai bersosialisasi, terutama dalam komunitas yang mereka ikuti. Berselancar disosial media dan internet. Masyarakat milenial mengakses media social sangat intensif setiap harinya. Sebagai akibat dari ketergantungan yang tinggi terhadap internet dan media sosial, mereka menjadi pribadi yang malas, tidak mendalam, tidak membumi, atau tidak Cenderung lemah dalam nilai-nilai kebersamaan, kegotongroyongan, kehangatan lingkungan dan kepedulian sosial. Cenderung bebas, condong budaya Barat dan tidak memperhatikan etik dan aturan formal, adat istiadat, serta tatakrama. Al-QurAoan juga mengidentifikasi masalah generasi milenial tersebut dengan menjelaskannya sebagai berikut:12 11 Abuddin Nata. AuPendidikan Islam Di Era MileniaL,Ay Conciencia 18, no. 1 (July 1, 2. : 10Ae28. El Banat Vol. 14 No. Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial Tabdzir yang berarti membagi-bagikan. Dalam konteks ini dapat diartikan sebagai bentuk perilaku menghambur-hamburkan harta yang secara tidak disadari dan tidak diketahui tujuan serta manfaatnya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QurAoan surat al Ae israAoayat 26-27 yaitu AaOA a AaO aA ca A a ECa a aO aCacNau aO E aI EaOIa aO Ia EA U AaO aE aO aE aac a aA a a A OA ca AOI aO aEIa EA ca Aau acI E aIac aaOIa EaIa eO e au a aOIa EA AOA c aAIa aE aca aN aEAA a an A aOa aA Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghamburhamburkan . secara boros Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. Israaf yang artinya adalah sikap melebihi batas . dalam tindakan. Contohnya adalah katika berinfaq, remaja milenial tidak memiliki perhitungan yang sesuai dengan ukuran dan takaran dalam berinfaq. Dapat dikatakan sebagai perilaku israaf manakala disaat berinfaq kepada orang lain terlalu banyak sementara untuk bagiannya sendiri tidak ada sehingga pada akhirnya menimbulkan permasalahan sesudahnya. Allah berfirman di dalam surat al furqon ayat 67 yaitu AaO acEaOIa auae aIAaCaO e aE I O a aO e aO aE I aO C a aO e aO aEIa a OIa aaEaEa Ca aO cIA Dan orang-orang yang apabila membelanjakan . , mereka tidak berlebihan, dan tidak . kikir, dan adalah . embelanjaan it. di tengah-tengah antara yang demikian. Perilaku berlebihan yang lain adalah dalam hal berpakaian, makan dan Allah sudah memberi peringatan di dalam al qurAoan surat al aAoraf ayat 31 AO aa aI aaO e aOIaa aE I aIa aE caE aI a n aO aEEaO e aOA aA e auIacNau aE O ac E aI aOIAo A aaO e aO aE a a eOA e aOaaIA Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap . masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. 12 Komarudin Hidayat. Upaya Pembebasan Manusia: Tinjauan Sufistik Terhadap Manusia Modern Menurut Hossein Nasr,Dalam M. Dawam Raharjo. Insan Kamil (Jakarta: Grafida Pers. , 1. , 184. El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi Itraf ialah berlebihan dalam kenikmatan yang dimiliki. Yaitu berkenaan dengan sikap hidup berwewah-mewahan yang berimplikasi kepada berbuat sesuka hatinya dengan kenikmatan yang diberikan oleh Allah dan bertindak sewenagwenang terhadap sesama manusia. Perilaku dan sikap hidup seperti ini dikenal dengan istilah hedonisme yaitu gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan duniawiyah dan mencari kepuasan tanpa batas. Orang kafir yang mendustakan hari akhir memiliki gaya hidup bermewahmewahan. Karena bagi mereka ukuran kebahagiaan adalah dikala dapat memiliki kenikmatan duniawiyah yang berupa harta,jabatan maupun yang lainnya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-QurAoan surat al muAominun ayat 33. a AaOCa aE E aIaE a aII Ca O aI aN acEaOIa aEA aaO e aO aEacaO e a aECa e a Ee a aa aOa a A aIa aN I AaO E aOa aOa Eac IOa aI a aNae au acE aA aA aI acI a aaOIA a AacI Ea aE I Oa aE aE aI acI a aEEaOIa aI INa aOOa aA Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat . dan yang telah Kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: "(Oran. ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum. Untuk menanggulangi masalah tersebut praktis adalah back to agama. Yaitu melalui mendalami ilmu tasawuf yang dalam konteks ini adalah berperilaku Kehidupan era millenial ini yang sering menampilkan sifat-sifat yang kurang dan tidak terpuji terutama dalam menghadapi materi yang serba gemerlap yaitu sifat at-tamaAo,sifat loba dan sifat al-hirs, yaitu keinginan yang berlebihan terhadap materi. Zuhud sebagai sikap sederhana dalam kehidupan berdasarkan motif agama dapat menanggulangi sifat tercela. Imam Ahmad bin Hanbal menyebutkan ada tiga tahapan zuhud. Yaitu : Zuhud dalam arti meninggalkan yang haram, ini adalah zuhud orang awam. Zuhud dalam arti meninggalkan hal-hal yang berlebihan dalam perkara yang halal, ini zuhudnya orang khawas . dan 13 Heri Nurdiansyah. AuHakikat Zuhud Di Era Milenial,Ay Academia, last modified 2022, accessed July 29, 2024, https://w. edu/84210686/Hakekat_Zuhud_Dalam_Era_Milenial. Komarudin Hidayat. Upaya Pembebasan Manusia: Tinjauan Sufistik Terhadap Manusia Modern Menurut Hossein Nasr,Dalam M. Dawam Raharjo. Insan Kamil, 184. 15 Amin Syukur. Zuhud Di Abad Modern (Yogyakarta: Pustaka belajar, 1. , 181. El Banat Vol. 14 No. Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial Zuhud dalam arti meninggalkan apa saja yang memalingkan dirinya dari Allah SWT, ini adalah tingkatan zuhud orang Aoarif . rang yang mengenal Tuhan16 Berdasarkan pada definisi ini, zuhud dapat menjabarkan beberapa nilai derivatif yang kondusif untuk mengatasi persoalan moral yang berkaitan dengan Zuhud memanfaatkan harta sekedar untuk kepentingan duniawi yang bernilai ekonomis, melainkan zuhud mendorong untuk mengubah harta yang tidak hanya menjadi aset ilahiah menjadi aset sosial. Dengan demikian zuhud dapat dijadikan perisai untuk membangun diri dari dalam diri sendiri terutama dalam menghadapi gemerlapnya materi. Dengan zuhud memunculkan sifat positif lainnya seperti halnya qonaah . enerima apa yang telah terjadi atau yang sudah dimiik. , tawakkal . asrah terhadap segala yang sudah ditentukan Allah SWT), waraAo . ikap kehati-hatian menjaga diri agar tidak mengkonsumsi barang yang bersifat syubhat, sabar yakni sikap menahan diri dari hal yang menyedihkan maupun memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan porsinya. Beberapa sifat tersebut merupakan bekal untuk mengarungi kenyataan hidup yang muncul dari sifat zuhud terhadap dunia. Kontribusi Konsep Zuhud untuk Generasi Milenial Kitab Minhaj al-'Abidin ila al-Jannah Rabb al-'Alamin ini berisikan tentang tata cara menempuh perjalanan menuju akhirat dengan berbagai macam jalan, seperti jalan ibadah sebagai buah dari ilmu, jalan ketaatan, dan metode mencapai surga. Kitab Minhajul 'Abidin karya Imam al-Ghazali adalah salah satu karya klasik dalam dunia Islam yang membahas secara mendalam tentang tasawuf dan etika spiritual. Konsep zuhud menjadi salah satu tema sentral yang dibahas secara luas dalam kitab ini. Al-Ghazali tidak hanya mendefinisikan zuhud secara sempit sebagai penolakan terhadap duniawi, tetapi memberikan pemahaman yang lebih luas dan mendalam. Beliau mengajarkan bahwa zuhud adalah sebuah sikap hati yang melepaskan diri dari keterikatan yang berlebihan terhadap dunia dan segala isinya, sembari tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab di dunia. Konsep zuhud dalam kitab ini sangat relevan diimplementasikan pada zaman sekarang khususnya pada generasi milenial. 16 Ibn Qoyyim Al-Jauziyah. Madarij Al-Shalikin (Kairo: Dar Al-Rasyad, n. ), 12. 17 M. Ag Tamami HAG. Psikologi Tasawuf (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 139. El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi Kontribusi zuhud dalam kitab Minhaj al-abidin kehidupan di era milenial di jelaskan sebagai berikut: c AAI IIOA: AAuI CEA AEN AO EcIO OI COC EE A c cAIA: AAEIA cU AN ICO EEA: AcEEc EO NIA AEN I EIIc INIA A AEcO NO ICO E OAU A ON O ICOA: - A E E EIACO II EcIOA. - A OAOC EIIO IINA. - A OE uN OuONA. Makna zuhud dan realitasnya Jika ada yang bertanya apa arti zuhud pada dunia itu dan apa hakikatnya? Ketahuilah menurut para ulama Ahlus Sunnah wal JamaAoah zuhud itu ada dua macam: . Zuhud maqdur . uhud teruku. ialah zuhud yang seorang hamba memiliki kekuatan untuk melakukannya. Zuhud ghair maqdur . uhud tidak teruku. adalah zuhud yang seorang hamba tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya. Adapun zuhud maqdur itu sendiri terdiri dari tiga jenis . Tidak mengejar urusan dunia apapun yang tidak ia miliki, . Dengan sukarela mambagikan kesenangan dunia yang ada padanya kepada orang lain, . Hatinya tak punya hasrat untuk memiliki dunia. Seorang hamba yang memiliki tiga hal tersebut akan disebut sebagai zaahid min ad-dunya . amba yang zuhud dari duni. Sedangkan makna dan hakikat zuhud ghair maqdur adalah sesuatu yang tidak dapat mempengaruhi hati seorang hamba untuk meninggalkan ibadah. Sesuai dengan penjelasan di atas bahwasanya bagian pertama dari zuhud maqdur adalah tidak mengejar urusan dunia apapun yang tidak ia miliki. Pernyataan ini memberi motivasi bagi generasi milenial untuk tidak mengejar urusan dunia yang tidak ia miliki artinya bahwa tidak perlu rakus terhadap urusan duniawi. Seyogyanya memaknai dunia sebagai sarana menuju akhirat, bukan memaknai dunia sebagai tujuan hidup yang utama. Selanjutnya jenis dari zuhud maqdur adalah kerelaan hati untuk membagikan kesenangan dunia yang dimiliki kepada orang lain. Sikap ini bertujuan untuk menghindarkan diri dari sifat tamaAo yang merusak. Zuhud ini bahkan mampu melahirkan El Banat Vol. 14 No. Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial sifat yang terpuji yaitu sifat dermawan. Dan yang selanjutnya adalah hatinya tidak berhasrat memiliki dunia. Rasulullah bersabda : eA aO aEIe OaNe IIae EacIOa u accEAUa eAOIaONA a eaA aO aa aEe AaC aNe aOIAU eA aEONe aI aNA a eA Aa acCae EEAU eAaIIe EaIae EacIOa aN acINA eAe aOaaNe EacIOaAU eA aO aa aEe IaNe AOe CaENAU eA a aI ae e aI aNAU eAe aO aIIe EaIae eE ae IOacAaNAU eAe aENA a AaI EA eAOe a aIA a A aONA. Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allyh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran dikedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat . hidupnya adalah negeri akhirat. Allyh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Ay Generasi milenial yang kehidupannya sarat dengan kemudahan akses teknologi seharusnya mengalihkan orientasi keduniaan yang fana menjadi tujuan akhirat yang Generasi milenial harus mempu menjadikan zuhud sebagai motivasi kehidupan, dengan berzuhud maka generasi milenial dapat menempatkan kesenangan duniawi sesuai dengan takarannya, tidak berlebihan terhadap kesenangan dunia namun tidak harus meninggalkannya karena pada hakikatnya sifat zuhud berada dalam hati. Zuhud sebagai motivasi dan tujuan hidup generasi milenial Sebagaimana dijelaskan bahwa kehidupan milenial sering menampilkan sifat yang tidak terpuji dalam menyikapi kesenangan duniawi. Mereka memiliki keinginan yang berlebihan terhadap materi. Mereka lebih cenderung memahami bahwa kebahagiaan yang hakiki diukur dari seberapa banyak materi yang Serta menggunakan materi untuk menunjang perilaku hedonis yaitu bersenang-senang, berfoya-foya, menghamburkan harta benda untuk kesenangan yang pada hakikatnya hanyalah Di dalam ajaran islam dinamakan sifat tamaAo,loba dan al-hirs yaitu keinginan yang berlebihan terhadap materi. Pada pada prinsipnya sifat tersebut adalah sifat yang dimiliki oleh manusia untuk yang berkeinginan untuk memperbanyak harta, serta tidak ada kepuasan terhadap apa yang dimilikinya dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri. Setelah mendapatkannya, mereka akan menggunakan harta tersebut untuk bersenang-senang sesuai dengan hawa nafsunya . Untuk menjaga stabilitas batin maupun kecukupan harta, hendaknya masyarakat milenial menjalani sikap zuhud. Zuhud dalam konteks ini diartikan sebagai upaya meninggalklan hal-hal yang El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi berlebihan sekalipun dalam perkara yang halal. zuhud dapat menjabarkan beberapa nilai derivatif yang kondusif untuk mengatasi persoalan moral yang berkaitan dengan sikap hedonis masyarakat. Dengan demikian zuhud dapat dijadikan perisai untuk membangun diri dari dalam diri sendiri terutama dalam menghadapi gemerlapnya materi. Dengan zuhud memunculkan sifat positif lainnya seperti halnya qonaah . enerima apa yang telah terjadi atau yang sudah dimiik. , tawakkal . asrah terhadap segala yang sudah ditentukan Allah SWT), waraAo . ikap kehati-hatian menjaga diri agar tidak mengkonsumsi barang yang bersifat syubhat, sabar yakni sikap menahan diri dari hal yang menyedihkan maupun menyenangkan, syukur yaitu menerima nikmat dengan suka cita dan memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan porsinya. Beberapa sifat tersebut merupakan bekal untuk mengarungi kenyataan hidup yang muncul dari sifat zuhud terhadap Zuhud sebagai lifestyle generasi milenial Sebagaimana telah dijelaskan bahwasanya perilaku masyarakat milenial dalam membangun komunikasi melalui digitalisasi terhadap orang lain atas kepentingan pragmatis dan fungsional, bukan atas dasar prinsip persaudaraan melalui dasar serta pendekatan agama. Implikasi yang muncul dari gaya komunikasi seperti ini adalah menjadikan hubungan antar personal seolah-olah mati. Komunikasi digital mempermudah untuk melakukan identifikasi terhadap orang lain tanpa dibebani perasaan dasar yang manusiawi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya hidup sebagaimana dijelaskan di atas berimplikasi terhadap beberapa kondisi yaitu : Psikologis. Pola digitalisasi dan bersifat pragmatik-fungsional dalam hal duniawi merusak kondisi psikologis. Kurangnya empati, simpati, sikap individualistik, bahkan menjadikan mereka menjadi kurang adaptif terhadap lingkungan empirik dan baru, ada pada diri mereka. Sosial. 18 Ibid. El Banat Vol. 14 No. Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial Berawal dari kondisi psikologis yaitu sikap individualistis,berpengaruh berkurangnya tingkat kecerdasan interpersonal masyarakat Mereka akan kesulitan berkomunikasi bahkan acuh atau sekedar melakukan komunikasi secara artifisikal-formalistik kepada orang yang lebih tua, yang baru atau kepada kelompok manusia yang lain. Ekslusifitas yang dibangun masyarakat milenial berdampak terhadap kurangnya manuver sosial yang mereka lakukan. Selain itu dampak signifikan yang muncul adalah kecemburuan sosial. Setelah melaui proses identifikasi secara komprehensif,generasi milenial terlalu mengutamakan kepentingan individualistik. Solusi dari permasalahan tersebut adalah berlaku zuhud. Sebagaimana di jelaskan oleh Salman Al-Farisi dalam kitab Minhajul Abidin yaitu cAIA. Au cI E u N AO EcIOA: ( AcEEc IN IcN CEA AI EII EAOc OA A OOIc N AO EAU A) CEN EEIA Ausesungguhnya jika seorang itu berlaku zuhud pada dunia maka hatinya akan dipenuhi dengan cahaya hikmah dan anggota tubuhnya akan bekerjasama dengannya dalam beribadah. Au Dengan bersikap zuhud terhadap kepentingan dan keinginan duniawi yang individualistik, hati seseorang akan bercahaya dan batin akan jernih sehingga sikap zuhud akan berdampak baik dalam kehidupan pribadi maupun Zuhud sebagai problem solved masalah spiritual generasi milenial Karakteristik dan aktifitas yang sarat dengan teknologi secara spesifik menimbulkan dampak yang negatif terhadap kondisi spiritual masyarakat milenial. Mereka banyak menghabiskan waktu dengan berbagai macam aktifitas yang ada di dalam dunia maya. Mulai dari menjalin komunikasi digital dengan handai tolan, belajar, bekerja, membaca dan mendengarkan berita, hingga hanya sekedar melihat video hiburan dan yang lain sebagainya. Kondisi ini begitu komplek, dimulai dari apa, bagaimana, kapan hingga jika ditinjau dari sisi kemanfaatan dalam aktifitas mereka berkenaan dengan konsumsi media digital. Namun di sisi lain kehadiran medai digital yang massif mengakibatkan tingkat spiritualias masyarakat milenial berkurang. Hal ini ditengarai dengan El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi banyaknya aktifitas generasi milenial yang cenderung hanya fokus kepada hal duniawi yang membuat kepribadian mereka menjadi tidak baik. Akar dari semua masalah tersebut adalah karena hub ad dunya. Hubb Dunya (Hubb ad-Duny. artinya cinta dunia, yaitu menganggap harta benda dan kesenangan dunia adalah segalanya. Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhaj Al Abidin menjelaskan tentang bagaimana zuhud di dunia adalah sebagai berikut ccAIA: Ac AEOA IN AON !AEIAU AAE c EIc II Cc II EcIO EOEOI COI EIA: AAuI COEA AOA c cAOECO A AECOIA: A AEICAOAU AEN AO EAOE I cI E O uEON AO COI EIOcA U ACIN O OA. AOcEEc EO uI A U cAcEEc IN cE e OEc OEcEcA AcA cAAO AEA. AIc uI EI Oc u uI A. cACIN O c EEIEEA. AOuI A U AAO ON ON cN EE II O E A. AI A c A OuAU AEA c A O EE OEAU AIEA cAcEEc OaaEc EaNc aI a U aOOaCNA A EI CEAU AII O E IIE OEA a cA aO aIIc OacaCA: { cAcEEc EOA cAcEEc eA a cAO aIIc Oaa aOEcaEAU a cAIIc aOc aEc Oa cAcEEc aEc aINc Cac aa aEA AEaOA a cAcEEc AaN aOc aNc u caIA A} aOc Ca UA. AAIOA. A OE OAU A AuI EI CO EO EEAU AAI E E uEO E OuA A OI EcNO OEEcc u AuIcE u IOO EEAU cAcEEc EOA cAEE E cA AOECO EO A c AEI EA cA OEc OC AO NEAU AEc OuEc IIE Oc OE e ECOC Ec EEcIOA cAOcEEc EcOAOCA U AcEEc EOA A AEI NN EIE uI AU AOEA Dapat dianalogikan bahwasanya dalam berzuhud tidak harus menolak datangnya materi yang dibutuhkan, melainkan hanya menggunakan seperlunya Berkaitan dengan aktifitas yang biasa dilakukan oleh generasi milenial, hendaknya mereka menggunakan segala sesuatu secara efektif dan efisien, bukan membuang waktu, tenaga dan pikiran bahkan materi demi sesuatu yang berpengaruh secara crusial dalam hidupnya. Contoh nya disaat menggunakan media sosial tidak perlu berlebihan atau secukupnya saja. Selanjutnya waktu, kesempatan, media, materi maupun yang lain seyogyanya digunakan untuk menopang kebutuhan hidup yang mendasar seperti makan secukupnya, menjalani kehidupan sosial yang sehat serta tidak lupa untuk senantiasa menggunakan dan melakukan semua itu untuk beribadah kepada Allah SWT. El Banat Vol. 14 No. Membangun Kembali Spiritualitas Generasi Milenial Dalam hal ini perilaku zuhud sangatlah dibutuhkan mengingat semakin meningkatnya teknologi, aktifitas duniawi dan lain sebagainya yang dapat menjauhkan diri dari Nya. Generasi milenial harapkan mampu menjalani dan memaknai kehidupan sesuai dengan takarannya agar tercipta ketenangan hidup, tidak terjerumus ke dalam hub ad dunya serta menjadikan mereka mampu meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Dengan demikian apabila dipahami secara menyeluruh, mencari dunia dan melakukan perkara duniawi tidak dilarang, melainkan hanya dianjurkan untuk memenuhi dan menjalankannya secara efektif dan efisien. Sesuai dengan penjelasan Imam Al-Ghazali bahwasanya AEI I A IO EN II NO E E ECE EI E EE IO NNA AI EEIO IN ANO AO IE A OIC II IAN O OE I EEN AO E EA A ECA Ketahuilah bahwa yang paling sulit dari perkara zuhud adalah meninggalkan keinginan terhadap dunia dengan hati, sebab berapa banyak orang meninggalkan dunia secara fisik tapi masih mencintai aspek batin. Dan ini menjadi pertentangan hebat dalam dirinya. Dan seluruh perkara zuhud adalah terletak dalam meninggalkan dunia dengan hari/aspek hatinya. Generasi milenial tidak secara langsung dibatasi untuk tidak beraktifitas berkaitan dengan aspek duniawiyah. Kehadiran zuhud digunakan sebagai kontrol, pedoman, metode untuk menjalani kehidupan ini agar sampai kepada hakikat kehidupan yaitu menggunakan dunia sebagai sarana beribadah kepada Allah SWT. Kesimpulan Analisa zuhud di dalam kitab minhaj al Aoabidin di era milenial. Bahwasanya perilaku zuhud di era milenial sangat dibutuhkan mengingat karakteristik generasi milenial yang cenderung menggunakan waktu, harta, dan kesempatan hidup secara berlebihan dan jauh dari perintah Allah SWT. Dalam kitab dijelaskan bahwa sikap zuhud bukan berarti menolak dunia, melainkan memposisikan dunia sekadarnya saja, tidak berlebihan dalam mencari maupun memanfaatkan serta menjadikan dunia bukan tujuan utama melainkan hanya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. El Banat Vol. 14 No. Ali Hamidi Kontribusi zuhud terhadap generasi milenial yaitu. Sebagai lifesyle generasi Gaya hidup zuhud bertujuan untuk menjadikan kondisi psikis generasi milenial memiliki rasa empati, ismpati, kepekaan diri yang baik. Zuhud juga bertujuan membentuk jiwa sosial generasi untuk mampu meningkatkan manuver sosial nya, dan memahami bahwa ketika mereka bermanfaat untuk lingkungan sosial, mereka tahu bahwa semuanya itu dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. Sebagai motivasi generasi Zuhud melahirkan sikap menahan diri dari memanfaatkan harta sekedar untuk kepentingan duniawi yang bernilai ekonomis, melainkan zuhud mendorong untuk mengubah harta yang tidak hanya menjadi aset ilahiah menjadi aset sosial. Dengan demikian zuhud dapat dijadikan perisai untuk membangun diri dari dalam diri sendiri terutama dalam menghadapi gemerlapnya materi. Dengan zuhud memunculkan sifat positif lainnya seperti halnya qonaah . enerima apa yang telah terjadi atau yang sudah dimiik. , tawakkal . asrah terhadap segala yang sudah ditentukan Allah SWT), waraAo . ikap kehati-hatian menjaga diri agar tidak mengkonsumsi barang yang bersifat syubhat, sabar yakni sikap menahan diri dari hal yang menyedihkan maupun menyenangkan, syukur yaitu menerima nikmat dengan suka cita dan memanfaatkan nikmat tersebut sesuai dengan porsinya. Dalam hal ini perilaku zuhud sangatlah dibutuhkan mengingat semakin meningkatnya teknologi, aktifitas duniawi dan lain sebagainya yang dapat menjauhkan diri dari Nya. Generasi milenial harapkan mampu menjalani dan memaknai kehidupan sesuai dengan takarannya agar tercipta ketenangan hidup, tidak terjerumus ke dalam hub ad dunya serta menjadikan mereka mampu meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Referensi