Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Efektivitas Model SAVI terhadap Kemampuan dan Disposisi Berpikir Kritis Siswa SMP pada Materi Rasio Widia Anggraini1*. Ade Mirza2. Nurfadilah Siregar3. Edy Yusmin4. Yulis Jamiah5 1,2,3,4,5 Pendidikan Matematika. Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia *Coresponding Author: f1041211035@student. Diterima: 17 Juni 2025, disetujui untuk publikasi: 28 Juni 2025 Abstrak. Masih rendahnya kemampuan berpikir kritis dan disposisi berpikir kritis siswa menjadi tantangan dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, diterapkanlah model pembelajaran Somatic. Auditory. Visual. Intellectual (SAVI) guna mengembangkan kedua aspek tersebut pada materi rasio di kelas VII SMP Negeri 9 Kota Pontianak. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif degan desain nonequivalent posttest-only control group. Dalam pelaksanaannya, data diperoleh melalui dua bentuk instrumen, yakni instrumen berbasis tes serta non-tes. Adapun tes terdiri atas soal uraian sebanyak 2 soal dan non-tes berupa angket disposisi berpikir kritis sebanyak 28 pernyataan. Analisis data dilakukan dengan uji t-test untuk kemampuan berpikir kritis, uji Mann-Whitney U untuk disposisi berpikir kritis, serta analisis effect size untuk mengukur besarnya pengaruh model SAVI. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran SAVI pada kemampuan dan disposisi berpikir kritis siswa, yang mana terlihat dari rerata nilai kemampuan dan disposisi berpikir kritis siswa yang mendapatkan pengajaran dengan model SAVI lebih tinggi dibandingkan siswa yang mendapatkan pengajaran menggunakan model pembelajaran langsung. Hasil perhitungan effect size memperlihatkan bahwa model SAVI mempunyai tingkat pengaruh yang besar terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, namun pengaruhnya terhadap disposisi berpikir kritis tergolong kecil. Dengan demikian, model SAVI dapat dijadikan alternatif untuk menunjang peningkatan kemampuan serta disposisi berpikir kritis siswa. Kata Kunci: SAVI. Kemampuan Berpikir Kritis. Disposisi Berpikir Kritis Citation : Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap Kemampuan dan Disposisi Berpikir Kritis Siswa SMP pada Materi Rasio. Jurnal Fibonaci: Jurnal Pendidikan Matematika: , hal. 10 Ae 19. membekali mereka untuk menghadapi tantangan Pendahuluan Kemampuan berpikir kritis dan disposisi pendidikan di tingkat lanjut dan kehidupan sosial berpikir kritis merupakan dua hal penting yang harus dengan lebih bijak (Sihotang & Warni, 2023. dimiliki oleh siswa. Kemampuan berpikir kritis Salahuddin & Ramdani, 2. Di sisi lain, disposisi berpikir kritis diperlukan agar siswa tidak hanya mengevaluasi informasi secara logis serta rasional mampu berpikir kritis, tetapi juga terdorong untuk (Sihotang & Warni, 2. Sementara itu, disposisi menggunakan kemampuan tersebut dalam situasi berpikir kritis mencerminkan sikap atau dorongan nyata (Kurniati & AsAoari, 2. Hal ini sejalan dengan seseorang untuk konsisten menerapkan cara berpikir pendapat Febriyani et al. yang menyatakan kritis dalam berbagai situasi (Kurniati & AsAoari, 2. bahwa tanpa disposisi berpikir kritis, siswa cenderung Pentingnya kemampuan dan disposisi berpikir kritis tercermin dari peran keduanya dalam membantu mencerminkan pemikiran yang reflektif dan terbuka. siswa menghadapi permasalahan secara logis dan Di era digital seperti saat ini, menurut Barus et al. mengambil keputusan secara reflektif. Kemampuan . , di era digitalisasi abad ke-21, berpikir kritis ini menjadi semakin penting dalam menyaring informasi menganalisis dan mengevaluasi informasi secara dari berbagai sumber. Dengan demikian, berpikir rasional, sehingga mampu membedakan antara kritis mempunyai peran krusial, karena membantu argumen yang valid dan yang menyesatkan, serta Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika ISSN: 2746-3656 Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. mempertimbangkan beragam kemungkinan yang siswa kelas VII. Penelitian oleh Kie et al. juga mungkin terjadi di waktu mendatang. memperlihatkan bahwa mayoritas siswa belum mencapai tingkat pemahaman yang tinggi terhadap seperti yang dikemukakan oleh Lestari & Roesdiana Berdasarkan materi perbandingan. Hal ini terjadi karena siswa . dan Barus et al. , kemampuan berpikir kesulitan dalam proses penyelesaiannya. Terdapat kritis siswa masih tergolong rendah, khususnya kesenjangan antara harapan dan capaian kemampuan dalam menjelaskan situasi masalah. Lestari & Roesdiana . menyatakan bahwa kemampuan pembelajaran matematika, khususnya pada materi berpikir kritis siswa SMP belum mencapai standar Untuk itu, penelitian ini dilakukan guna KKM, yaitu 75, dengan rata-rata nilai hanya sebesar menganalisis efektivitas model pembelajaran SAVI 12,31. Temuan ini diperkuat oleh hasil wawancara di dalam meningkatkan kedua aspek tersebut pada SMPN 9 Kota Pontianak yang mengungkapkan siswa kelas VII. bahwa kemampuan dan disposisi berpikir kritis siswa Pembelajaran SAVI (Somatic. Auditory. Visual. Intellectua. masih kurang, ditandai dengan kesulitan memahami maksud soal, menentukan strategi penyelesaian, serta Model SAVI kelemahan pada aspek systematicity dan self-confidence. diperkenalkan oleh Meier . dalam bukunya AuThe Siswa Accelerated Learning HandbookAy. Ia menyatakan bahwa mengikuti langkah yang terstruktur dan ragu pembelajaran akan lebih efektif jika memadukan menyampaikan pendapat saat diskusi. Menyikapi gerakan fisik, aktivitas intelektual, serta keterlibatan permasalahan tersebut, model pembelajaran Somatic, semua indera. Menurut Ngalimun dalam Ratunguri Auditory. Visual, and Intellectual (SAVI) dipandang . SAVI mencakup belajar melalui pengalaman sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan fisik, mendengar dan berdiskusi, mengamati dan serta disposisi berpikir kritis siswa. Model ini menggunakan media visual, serta berpikir kritis dan dirancang untuk mengoptimalkan kerja pancaindra menyelesaikan masalah. Linggasari et al. dalam memahami materi, sehingga siswa dapat menambahkan bahwa model ini mengoptimalkan menyerap informasi secara lebih efektif (Linggasari et pancaindra agar siswa lebih mudah memahami , 2. , serta terbukti efektif dalam meningkatkan tergesa-gesa kemampuan berpikir kritis siswa pada materi Karakteristik model SAVI menurut Meier matematika (Abung. Febriansyah, dan Siska, 2021. mencakup empat unsur. Pertama, somatic, yakni Jannah & Cipta, 2021. Linggasari et al. , 2. Jannah & belajar dengan melibatkan tubuh melalui aktivitas Cipta . mencatat bahwa model SAVI mampu fisik agar siswa lebih aktif dan terlibat dalam mendukung pengembangan kemampuan berpikir Kedua, auditory, yaitu pembelajaran kritis siswa kelas VII pada materi himpunan. Karena yang mendorong siswa untuk berbicara, mendengar, menyampaikan pendapat, dan berdiskusi. Ketiga, terintegrasi, model ini dinilai sesuai untuk materi visual, yaitu belajar dengan melihat, menggambar, perbandingan yang bersifat konkret dan kontekstual, mengamati gambar atau grafik, dan menggunakan serta berpotensi membantu siswa mengatasi kesulitan media visual lainnya. Keempat, intellectual, yaitu dalam memahami rasio sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Konsep matematika yang sering diterapkan di menciptakan makna dari pengalaman belajar. kehidupan nyata salah satunya adalah rasio atau Adapun sintaks atau langkah-langkah model Konsep ini sering digunakan misalnya pembelajaran SAVI menurut IsrokAoatun & Rosmala dalam transaksi jual-beli serta pada permasalahan . terdiri atas empat tahap. Tahap pertama yaitu pembuatan makanan atau resep makanan (Mulyani, persiapan, di mana guru menciptakan suasana positif. Akan tetapi menurut Dewi & Nuraeni . , memberikan sugesti, dan membangkitkan minat konsep perbandingan tidak mudah dipahami oleh belajar siswa. Kedua adalah penyampaian, yaitu Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Dalam pendidikan, berpikir kritis penting melibatkan pancaindra dan gaya belajar siswa. Ketiga agar siswa mampu bersikap rasional dalam adalah pelatihan, di mana siswa berlatih melalui menghadapi persoalan (Alam et al. , 2024. Rizza, kegiatan kontekstual seperti simulasi, permainan, atau pemecahan masalah. Terakhir adalah penampilan Disposisi hasil, yakni siswa menunjukkan hasil belajarnya melalui kegiatan aplikasi nyata, kerja sama, dan pemikiran kritis secara konsisten. Menurut Nasution et umpan balik. Dengan demikian. SAVI adalah model . , disposisi berkaitan dengan kebiasaan siswa merefleksikan hasil berpikir, baik dalam matematika ataupun kehidupan sehari-hari. Febriyani et al. menekankan bahwa disposisi ini mencakup kesadaran keterlibatan dan pemahaman siswa secara aktif. siswa untuk aktif dan bertanya saat mengalami Pembelajaran langsung (Direct Instructio. Pembelajaran di SMP Negeri 9 Kota Pontianak langsung (Direct Instructio. Model ini didesain guna membantu siswa memahami pengetahuan deklaratif langkah-langkah bertahap (Iswara & Sundayana, 2021. Zega et al. , 2. Berdasarkan Lestari & Yudhanegara behavioristik yang memfokuskan pada penguasaan konsep maupun perubahan perilaku yang dapat Al-tabany . pembelajaran ini bersifat teacher-centered, di mana guru menjadi pusat aktivitas belajar. Model ini mempunyai lima tahapan utama, yakni: menyampaikan tujuan dan pengetahuan ataupun keterampilan, membimbing pelatihan, mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, serta memberikan kesempatan pelatihan lanjutan untuk penerapan dalam konteks yang lebih kompleks atau kehidupan nyata. Kemampuan dan Disposisi Berpikir Kritis Berpikir kritis merupakan proses reflektif Kurniati AsAoari . berdasarkan pola pikir kritis, seperti mencari kejelasan Uyun Fuat menambahkan bahwa disposisi berpikir kritis tampak pada rasa ingin tahu, ketekunan, serta kehati-hatian Dengan disposisi berpikir kritis merupakan sikap mental yang mencerminkan karakter berpikir reflektif, rasional, dan terbuka dalam pengambilan keputusan. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Kota Pontianak pada kelas VII E dan VII F, berlangsung dari tanggal 20 Januari hingga 5 Februari 2025. Penelitian rancangan eksperimen semu . uasi-experimenta. , yaitu desain nonequivalent posttest-only control group. Alat dan bahan yang digunakan untuk mendukung proses pengumpulan data meliputi tes kemampuan berpikir kritis, angket disposisi berpikir kritis, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Prosedur penelitian ini disusun secara sistematis untuk menentukan apa yang layak diyakini atau Tahapan pertama adalah menyiapkan dilakukan (Ennis, 1991. Facione dkk. , 2. Proses instrumen yang sesuai dengan indikator kemampuan ini melibatkan evaluasi dan penghubungan dan disposisi berpikir kritis, yang kemudian divalidasi informasi dari berbagai sumber guna mengambil oleh tiga validator, terdiri dari dua dosen Pendidikan keputusan rasional (Makrufah & Ismail, 2. , serta Matematika Universitas Tanjungpura dan satu guru mencakup analisis dan penilaian informasi matematika SMP Negeri 9 Kota Pontianak, serta diuji secara logis (Sihotang & Warni, 2023. Kurniati & coba pada siswa kelas Vi G untuk menguji validitas AsAoari, 2. Kemampuan ini membantu individu berpikir sebelum menerima informasi dan menemukan solusi atas masalah (Barus, dkk. dan reliabilitas tes dan angket. Selanjutnya, dilakukan pembelajaran menggunakan model SAVI di kelas eksperimen dan pembelajaran langsung di kelas Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Setelah pembelajaran, siswa diberikan tes Berdasarkan Tabel 2 tampak adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis berupa dua soal uraian antara kedua kelas dalam hal kemampuan maupun berdasarkan indikator dari Facione . , yaitu disposisi berpikir kritis siswa. rata-rata kemampuan interpretasi, analisis, inferensi, dan evaluasi. Selain itu, berpikir kritis siswa di kelas eksperimen sebesar 14,75 diberikan angket disposisi berpikir kritis yang terdiri lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang hanya dari 28 pernyataan mengacu pada indikator dari mencapai 8,73, menunjukkan bahwa pembelajaran Facione et al. , yakni truth-seeking, open- dengan model SAVI mampu memberikan kontribusi mindedness, analyticity, systematicity, self-confidence, positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir inquisitiveness, dan maturity of judgment. Data yang kritis siswa. Selain itu, skor maksimum yang hampir diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik yang sempurna . pada kelas eksperimen, sesuai, kemudian ditarik kesimpulan berdasarkan dibandingkan dengan skor maksimum kelas kontrol rumusan masalah, dan hasil penelitian disusun dalam . , menunjukkan bahwa lebih banyak siswa di kelas bentuk laporan. eksperimen mampu mencapai capaian optimal. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan uji t-test Varians dan simpangan baku yang lebih tinggi pada separated variances untuk data kemampuan berpikir kelas eksperimen juga mengindikasikan adanya kritis, karena data tersebar secara normal namun tidak keragaman tingkat kemampuan antar siswa, yang Sementara itu, data disposisi berpikir kritis mencerminkan bahwa model SAVI memberikan yang berskala ordinal menerapkan uji non-parametrik ruang bagi perbedaan individu dalam merespons Mann-Whitney Untuk Secara keseluruhan, perbedaan ini mengetahui besarnya pengaruh yang diberikan model menunjukkan bahwa model SAVI berpotensi efektif pembelajaran SAVI, digunakan analisis effect size dalam mendorong kemampuan berpikir kritis siswa, dengan acuan interpretasi dari Cohen . , sebagai meskipun hasil yang diperoleh dapat bervariasi antar Tabel 1. Interpretasi Effect Size Tabel 3. Hasil Pengolahan Data Respons Angket CohenAos Standard Besar Sedang Kecil Effect Size kritis serta melalui angket yang menampung respons Disposisi Berpikir Kritis Eksperimen Kontrol Jumlah siswa Skor maksimum Skor tertinggi 93,60 89,47 Skro terendah 69,41 62,38 Rata-rata 80,37 79,63 Varians 36,95 46,22 Deviasi standar 6,08 6,80 Berdasarkan Tabel 3 diketahui hasil respons siswa terkait disposisi berpikir kritis pada kedua kelas angket disposisi berpikir kritis menunjukkan bahwa Ringkasan hasil pengolahan data tersebut disposisi berpikir kritis siswa di kelas eksperimen dan dipaparkan dalam Tabel 2 dan Tabel 3. kontrol berada pada tingkat yang hampir setara. Tabel 2. Hasil Pengolahan Data Tes dengan rata-rata skor masing-masing sebesar 80,37 ycc Ou 0,8 0,2 < ycc < 0,8 ycc O 0,2 Hasil Penelitian Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan tes yang mengukur kemampuan berpikir Aspek Jumlah siswa Skor maksimum Skor tertinggi Skro terendah Rata-rata Varians Deviasi standar Kemampuan Berpikir Kritis Eksperimen Kontrol 14,75 8,73 35,42 15,52 5,95 3,94 Aspek dan 79,63. Meskipun selisihnya relatif kecil, kelas eksperimen menunjukkan skor maksimum . dan minimum . yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yang hanya mencapai 89,47 dan 62,38. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa di kelas eksperimen secara umum memiliki rentang disposisi yang lebih tinggi, bahkan pada siswa dengan capaian Selain itu, varians dan simpangan baku yang lebih rendah di kelas eksperimen menunjukkan Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 bahwa disposisi berpikir kritis siswa lebih merata dan pembelajaran tersebut. Hasil uji ini disajikan pada Dengan demikian, meskipun pengaruh Tabel 6. model SAVI terhadap disposisi berpikir kritis tidak Tabel 6. Hasil Pengujian Effect Size tampak signifikan dari rata-rata, ia berkontribusi pada pemerataan dan kestabilan sikap berpikir kritis siswa. Untuk meyakinkan apakah terdapat perbedaan maka dilakukan uji parametrik untuk kemampuan berpikir kritis dan uji non parametrik untuk disposisi Setelah diperoleh data hasil tes kemampuan berpikir kritis berdistrubusi normal namun tidak homomogen, sehingga digunakan uji t-test seprated varians. Adapun hasil pengujian t-test seprated varians terlihat pada Tabel 4 berikut ini. Tabel 4. Hasil Pengujian T-Test Independent Samples Test Equal varians not assumed ycEaycnycycycuyci ycycycaycayceyco ycIycnyci. Oe ycycaycnycoyceyc. 4,796 1,695 0,000 Berdasarkan hasil pada Tabel 4, nilai thitung lebih Effect Size Kemampuan Berpikir Disposisi Berpikir Kritis Kritis 1,19 0,003 Dari Tabel 6, berdasarkan kriteria Cohen . dapat dilihat bahwa effect size untuk hasil tes kemampuan berpikir kritis tergolong dalam kategori besar, sementara nilai effect size untuk data angket disposisi berpikir kritis termasuk dalam kategori kecil. Berdasarkan temuan tersebut, diperoleh kesimpulan SAVI berpikir kritis siswa pada materi rasio di kelas VII SMP Negeri 9 Kota Pontianak, meskipun tingkat pengaruhnya berbeda untuk masing-masing aspek. Hasil ini memperlihatkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI lebih kuat dampaknya terhadap besar dari ttabel dan nilai signifikansi (Sig. 2-taile. aspek kemampuan berpikir kritis secara langsung, berada di bawah 0,05, sehingga hipotesis nol (H. sementara pengaruhnya terhadap sikap atau disposisi berpikir kritis masih tergolong terbatas. signifikan dalam kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model SAVI dan Untuk perbedaan disposisi berpikir kritis antar kedua kelompok tersebut, dilakukan analisis menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U, sebagaimana ditampilkan pada Tabel 5. besar dari Ztabel dan nilai Asymp Sig. -taile. berada di bawah 0,05, yang menunjukkan bahwa hipotesis nol (H. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara disposisi berpikir kritis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model SAVI terhadap kemampuan dan disposisi berpikir kritis siswa, dilakukan analisis lanjutan menggunakan uji effect size, yang bertujuan SAVI mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dan juga meningkatkan kerja sama antar mereka. Dalam prosesnya, peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan LKPD dan bekerja sama dalam Mann Whitney Test ycsEaycnycycycuyci ycsycycaycayceyco yaycycycoycy ycIycnyci. Oe ycycaycnycoyceyc. 4,796 1,695 0,000 Berdasarkan hasil pada Tabel 5, nilai Zhitung lebih SAVI Pembelajaran di kelas yang menerapkan model menggunakan alat peraga guna menemukan formula Tabel 5. Hasil Pengujian Mann Whitney Test Pembahasan Sementara itu, pembelajaran dengan menggunakan mengutamakan penyampaian materi melalui lisan oleh pendidik. Model ini berpusat pada pendidik, sehingga tidak semua siswa dapat menyimak dengan baik penjelasan yang diberikan. Meskipun pendidik telah menerapkan sesi tanya jawab, komunikasi yang cenderung satu arah membuat pembelajaran di kelas memengaruhi kondisi peserta didik selama kegiatan belajar mengajar. Setelah proses pembelajaran, hasil tes dan angket menunjukkan bahwa model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan dan disposisi berpikir kritis siswa kelas VII di SMP Negeri 9 Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Kota Pontianak. Hal tersebut sama dengan temuan . dari penelitian yang dilaksanakan oleh Jannah & Cipta kepercayaan diri . elf-confidenc. dalam menyelesaikan . serta Ningsih & Nugraha . , yang mengatakan bahwa model SAVI efektif dalam mengembangkan sikap ingin tahu . menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Model SAVI terbukti dalam mendukung Selain Arifah, 2. serta efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika (Handayani et , 2. berpikir kritis siswa. pemahaman siswa terhadap struktur bahasa (Rijal & Dengan Komponen somatic memungkinkan siswa belajar Model pembelajaran SAVI tidak hanya membantu melalui pengalaman langsung dengan memperagakan siswa memahami konsep matematika secara lebih alat peraga, seperti kotak kecil dan kelereng, untuk baik, tetapi juga mendorong mereka menjadi individu menemukan formula perbandingan. Melalui kegiatan yang kritis, mandiri, dan logis dalam menyelesaikan ini, dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam Jannah & Cipta . menunjukkan bahwa menginterpretasi, menganalisis, dan menyimpulkan model SAVI . , serta melatih truth-seeking dengan mencari melampaui standar 70%. Selain itu, menurut Ningsih perbandingan, bukan sekadar menghafal rumus. & Nugraha . , pembelajaran SAVI memungkinkan Selain itu, kerja kelompok dalam kegiatan ini siswa berpartisipasi aktif dan berpikir mendalam, mendorong mereka untuk bersikap open-minded sehingga lebih siap menghadapi persoalan yang terhadap pendapat yang berbeda. Komponen auditory Pada Gambar-gambar merupakan hasil melibatkan siswa dalam mendengarkan penjelasan jawaban tes kemampuan berpikir kritis siswa dari guru, mempresentasikan hasil kerja kelompok, serta kedua kelas, siswa 1 dengan pembelajaran SAVI, dan menanggapi pendapat teman. Aktivitas ini membantu siswa 2 dengan pembelajaran langsung. siswa dalam menafsirkan informasi . , menarik kesimpulan . , dan mengevaluasi informasi yang diterima. Mereka juga belajar berpikir . , . elf-confidenc. Gambar 1. Interpretasi siswa 1 mengembangkan maturity of judgment dalam menilai dan membandingkan informasi. Komponen visual berfokus pada pengamatan video ilustrasi yang membantu siswa memahami konsep perbandingan. Video pembelajaran ini mampu menumbuhkan minat serta mendorong motivasi siswa dalam proses belajar (Panggabean et al. , 2. Melalui aspek ini, siswa . , menganalisis pola hubungan dalam materi . , serta menyimpulkan konsep yang dipelajari . Terakhir. Komponen pemecahan masalah melalui pengerjaan LKPD secara kelompok dan mandiri. Dalam proses ini, siswa menafsirkan informasi . , menganalisis . , menyimpulkan formula dan konsep perbandingan Gambar 2. Inferensi siswa 1 Pada bagian awal jawaban, siswa menunjukkan kemampuan interpretasi dengan mengidentifikasi informasi penting dari soal. Ia mencatat data yang relevan, seperti jumlah minyak yang digunakan, harga per liter, serta kebutuhan total dalam skenario tertentu. Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 Kemampuan ini mencerminkan bahwa siswa dapat dikerjakan, jumlah traktor yang digunakan, dan waktu Informasi tersebut dituliskan kembali informasi dengan tepat sebelum mulai menyusun dengan kalimat sendiri, yang menunjukkan bahwa langkah penyelesaian. Interpretasi yang baik menjadi siswa memahami konteks masalah secara utuh. Selanjutnya, pada bagian inferensi . otak orany. , memungkinkan siswa memahami situasi secara siswa menyimpulkan bahwa penggunaan empat menyeluruh sebelum mengambil keputusan atau traktor merupakan solusi yang mungkin dilakukan menyusun strategi. berdasarkan situasi dalam soal. Hal ini menunjukkan Selanjutnya, siswa menunjukkan kemampuan inferensi saat mulai melakukan perhitungan matematis untuk menentukan jumlah total minyak dan biaya informasi yang tersedia secara logis dan sistematis. Sementara itu, pada bagian akhir jawaban . otak hijau dan bir. , siswa menunjukkan kemampuan perbandingan dengan tepat dan menyelesaikan evaluasi dengan menyatakan bahwa penggunaan tahapan perhitungan secara logis dan runtut. Dalam traktor lebih banyak dapat menurunkan biaya bahan hal ini, siswa menarik kesimpulan berdasarkan data Ini mencerminkan kemampuannya dalam dan konteks yang telah dipahami sebelumnya. menilai efektivitas solusi berdasarkan alasan yang Inferensi yang dilakukan tidak hanya menunjukkan masuk akal. Selain itu, siswa juga menunjukkan kemampuan analisis dengan mempertimbangkan kemampuan untuk membangun argumen berbasis perubahan variabel, seperti jumlah pekerja atau waktu, bukti dan logika. kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari Pernyataan ini menunjukkan bahwa siswa memahami hubungan antar variabel dalam situasi kontekstual dan mampu berpikir reflektif terhadap perubahan yang Gambar 3. Evaluasi dan Analisis Siswa 1 Setelah mungkin terjadi. Siswa dengan pembelajaran SAVI menunjukkan melakukan evaluasi dengan membandingkan dua kemampuan interpretasi yang jauh pilihan yang tersedia dan memilih opsi yang paling dibandingkan siswa dengan pembelajaran langsung. efisien secara biaya. Ia menilai hasil perhitungannya Hal ini terlihat dari kemampuannya menyusun ulang serta memberikan alasan yang logis atas keputusan seluruh informasi dari soal ke dalam bentuk narasi Kemampuan analisis terlihat ketika siswa logis yang utuhAimeliputi jumlah minyak yang mengkaji struktur argumen dan mempertimbangkan diperlukan, harga per liter, dan kebutuhan total efektivitas solusi yang dipilih. Kedua kemampuan ini berdasarkan lama penggunaan. Siswa 1 mampu menyelesaikan soal secara mekanis, tetapi juga mampu permasalahan serta menjalin keterkaitan antar data. Ini berpikir reflektif dan memberikan justifikasi yang mengindikasikan bahwa pembelajaran SAVI, yang rasional terhadap jawabannya. menekankan keterlibatan multisensori dan aktivitas terstruktur, mampu mendorong siswa menyerap Sebaliknya. Siswa 2 hanya menyebutkan informasi dasar seperti jumlah rumah dan traktor, tanpa menunjukkan bagaimana informasi tersebut saling Gambar 4. Jawaban Siswa 2 Berdasarkan gambar 4 informasi penting dari soal, seperti jumlah rumah yang Jawabannya Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 langsung cenderung mendorong siswa untuk sekadar untuk membuat pernyataan tanpa melalui proses mencatat fakta tanpa proses penalaran mendalam. reflektif atau verifikasi data. Kemampuan Menariknya, pada indikator analisis. Siswa 2 justru langkah-langkah menunjukkan keunggulan yang tidak ditampilkan perhitungan yang jelas, sistematis, dan berbasis pada oleh Siswa 1. Ia mampu mengaitkan variabel-variabel logika matematis yang tepat. Ia menggunakan rasio penting dalam soalAiseperti jumlah pekerja dan waktu untuk mencari total biaya bahan bakar, menunjukkan pengerjaanAidan menyimpulkan bahwa perubahan bahwa siswa tidak hanya menarik kesimpulan berdasarkan intuisi, tetapi juga melalui proses berpikir Kemampuan ini menunjukkan adanya kuantitatif yang sahih. Proses ini mencerminkan kesadaran terhadap hubungan antar variabel dan kualitas inferensi tingkat tinggiAimenggunakan data, menerapkan kaidah logis, dan menghubungkannya situasi keseluruhan, yang merupakan inti dari berpikir dengan konteks masalah. Pembelajaran SAVI yang Ini berarti, meskipun pembelajaran langsung melibatkan aktivitas intelektual dan pengalaman Siswa komprehensif, namun pada siswa tertentu tetap dapat memunculkan pola pikir analitis secara mandiri. pengalaman belajar bermakna. Sebaliknya. Siswa 2 Sebaliknya. Siswa 1 tidak menampilkan hubungan hanya menuliskan hasil bahwa penggunaan 4 traktor antar variabel secara eksplisit. Ia memang mampu dibutuhkan tanpa menampilkan proses logis atau memilih solusi terbaik, namun pertimbangannya matematis yang mengarah ke kesimpulan tersebut. Ini hanya didasarkan pada hasil perhitungan akhir, bukan pada dinamika antar elemen yang memengaruhi hasil. kemungkinan besar tidak memberi ruang eksplisit bagi Ini menunjukkan bahwa meskipun SAVI unggul siswa untuk mengembangkan dan menampilkan alur dalam menumbuhkan kemampuan komputasi dan berpikir inferensial secara mendalam. argumentasi berbasis data, pemicu eksplisit untuk Pada indikator evaluasi. Siswa 1 tidak hanya menyebutkan bahwa satu opsi lebih baik dari yang mengkaji interaksi variabel tampaknya belum optimal. Selain kemampuan berpikir kritis, disposisi lain, tetapi juga menyertakan perbandingan biaya berpikir kritis juga berperan penting karena disposisi secara kuantitatif yang mendukung pilihan tersebut. yang belum optimal dapat menghambat pencapaian menyusun argumen yang berdasarkan perhitungan berpikir kritis siswa (Nasution, dkk. , 2. Penelitian nyataAibahwa pilihan A lebih hemat daripada BAi ini menemukan adanya perbedaan disposisi antara sehingga penilaiannya bersifat objektif dan dapat diuji. Evaluasi semacam ini menunjukkan kemampuan pembelajaran langsung, namun selisih reratanya kecil siswa untuk mempertimbangkan kelebihan dan . dan effect size tergolong rendah. Hal ini diduga kekurangan solusi secara kritis dan berbasis bukti, karena siswa kurang serius dalam mengisi angket, yang merupakan salah satu keterampilan berpikir penggunaan bahasa yang terlalu formal, serta tidak tingkat tinggi. Ini sangat konsisten dengan pendekatan semua siswa dapat menyesuaikan diri dengan SAVI yang mendorong siswa untuk melakukan pendekatan multisensori pada model SAVI. Oleh penilaian berdasarkan pengalaman nyata dan refleksi. karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya Di sisi lain. Siswa 2 hanya menyatakan bahwa penggunaan lebih banyak traktor dapat menurunkan interaktif dan kontekstual. biaya, tanpa menunjukkan mekanisme atau bukti Penutup Pernyataan tersebut bersifat umum. Hasil model SAVI penerapan model pembelajaran Somatic. Auditory. Visual, and Intellectual (SAVI) berpengaruh positif komparatif yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa terhadap peningkatan kemampuan dan disposisi pembelajaran langsung cenderung mendorong siswa Anggraini. Mirza. Siregar. Yusmin. , & Jamiah. Efektivitas Model SAVI terhadap. Program Studi Pendidikan Matematika - Universitas Negeri Medan Junnal Fibonaci : Jurnal Pendidikan Matematika Volume: 6. Nomor: 1. Tahun: 2025 Doi 10. 24114/jfi. ISSN: 2746-3656 berpikir kritis siswa pada materi rasio di kelas VII SMP Negeri 9 Kota Pontianak. Temuan ini didukung oleh perbandingan rerata nilai antara siswa yang belajar SAVI memperoleh pengajaran melalui model pembelajaran Di mana pada kelas SAVI menunjukkan hasil yang lebih tinggi, baik dalam tes maupun dalam respons angket berpikir kritis. Lebih lanjut, hasil uji hipotesis juga memperlihatkan adanya perbedaan secara statistik antara kedua kelas tersebut, baik dalam aspek kemampuan maupun disposisi berpikir kritis Dengan pembelajaran SAVI memberikan kontribusi positif dalam membentuk dan mengembangkan pola pikir kritis siswa secara lebih menyeluruh, baik dari sisi kemampuan berpikir logis dan analitis, maupun dari sisi disposisi yang mendukung kebiasaan berpikir Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi dalam penyelesaian penelitian ini. Ucapan khusus disampaikan kepada Kepala Sekolah, guru, dan siswa SMP yang telah berpartisipasi aktif, serta kepada dosen pembimbing atas bimbingan dan masukan berharga yang sangat membantu selama proses penelitian. Dukungan mereka menjadi bagian penting dalam keberhasilan penelitian ini. Daftar Pustaka