Contents lists available at https://ojs. id/index. php/saqbe Vol 2 N1 Maret 2025, https://doi. org/10. 31605/saqbe Saqbe : Sains dan Pembelajarannya Hubungan Kedisiplinan Belajar Dengan Hasil Belajar Matematika Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone The Relationship Between Learning Discipline and Mathematics Learning Outcomes of Fifth Grade Students at SD Inpres 12/79 Lonrae. Tanete Riattang Timur Subdistrict. Bone Regency Muhammad Idris Jafar. Muhammad Ikhsan Sukaria. Musdalifah Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar *correspondence email : musdalifah@gmail. Received: 18th Mei 2025 Revised: 6th June 2025 Accepted : 7th June 2025 Published: 7th June 2025 Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai hubungan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae. Kecamatan Tanete Riattang Timur. Kabupaten Bone. Populasi dalam penelitian ini adalah 29 siswa kelas V dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar memiliki rata-rata skor 74,83 dan hasil belajar matematika memiliki rata-rata 76,38, keduanya termasuk dalam kategori baik. Analisis inferensial menunjukkan bahwa nilai korelasi diperoleh sebesar r = 0,990 dengan p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dan hasil belajar matematika. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi guru untuk menanamkan kedisiplinan sebagai bagian dari strategi peningkatan hasil belajar matematika. Kata Kunci Kedisiplinan Belajar. Hasil belajar Matematika. Kuantitatif. Abstract This study is a quantitative study with a correlational research type that aims to obtain an overview of the relationship between learning discipline and mathematics learning outcomes of fifth grade students of SD Inpres 12/79 Lonrae. Tanete Riattang Timur District. Bone Regency. The population in this study was 29 fifth grade students using saturated sampling Data collection techniques used questionnaires and documentation. Data analysis techniques used descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. Based on the results of the descriptive analysis, the results of the study showed that learning discipline had an average score of 74. 83 and mathematics learning outcomes had an average of 76. both of which were included in the good category. Inferential analysis showed that the correlation value obtained was r = 990 with p <0. 05, which means that there is a significant relationship between learning discipline and mathematics learning These findings can be a basis for teachers to instill discipline as part of a strategy to improve mathematics learning Keywords learning discipline, mathematics learning outcomes. Quantitative PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam pembangunan bangsa karena memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Melalui pendidikan, individu diarahkan untuk berkembang secara utuh dan seimbang agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan. Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 mengemukakan bahwa pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat. Salah satu mata pelajaran penting yang diajarkan di jenjang sekolah dasar adalah matematika. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022, yaitu mengembangkan kemampuan serta membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat, diperlukan penguatan pembelajaran di berbagai bidang studi, salah satunya melalui mata pelajaran matematika yang diajarkan di jenjang sekolah dasar. Matematika tidak hanya diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga berfungsi sebagai dasar untuk mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Namun, kenyataannya, pembelajaran matematika sering kali dianggap sulit dan menantang oleh siswa. Banyak siswa merasa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar matematika, tidak hanya aspek kognitif yang perlu diperhatikan, tetapi juga aspek afektif seperti kedisiplinan belajar. Kedisiplinan belajar merupakan sikap dan perilaku siswa yang menunjukkan kepatuhan terhadap aturan serta tanggung jawab dalam menjalankan proses pembelajaran. Nurizqi dkk. menyatakan bahwa kedisiplinan belajar berperan penting dalam membentuk kebiasaan belajar yang teratur dan konsisten. Siswa yang disiplin cenderung lebih fokus, mampu mengelola waktu dengan baik, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Hal ini sejalan dengan pendapat Sabrina . yang menyebutkan bahwa kedisiplinan merupakan bagian dari karakter siswa yang perlu dibentuk untuk menunjang keberhasilan akademik. Di sisi lain, hasil belajar menurut Handayani dan Subakti . mencerminkan sejauh mana siswa mampu memahami dan menguasai materi setelah mengikuti proses pembelajaran. Oleh karena itu, keterkaitan antara kedisiplinan belajar dan hasil belajar merupakan hal yang patut diteliti lebih lanjut. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian sebelumnya oleh Naibaho & Sipayung . menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara disiplin belajar siswa dengan hasil belajarnya. Sejalan dengan penelitian oleh Novita & Akhsan . menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara disiplin belajar dengan hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 27 September 2024 di SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, ditemukan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V masih berada di bawah standar. Banyak siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu sebesar 75. Beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya hasil belajar tersebut antara lain kurangnya kedisiplinan siswa dalam mengikuti pelajaran, sering terlambat masuk kelas, tidak mengerjakan tugas tepat waktu, serta kurang aktif saat pembelajaran Permasalahan ini mengindikasikan adanya hubungan antara kedisiplinan belajar dengan pencapaian hasil belajar matematika. Berdasarkan kondisi tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: . Bagaimana kedisiplinan belajar siswa kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae? . Bagaimana hasil belajar matematika siswa kelas V di sekolah tersebut? . Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika siswa kelas V? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae, mengetahui hasil belajar matematika mereka, serta menganalisis apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika. METODE Pendekatan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan Kuantitatif adalah metode penelitian mengutamakan paradigma postpositivis, berfokus pada analisis sebab-akibat, penggunaan variabel, serta pengujian teori melalui eksperimen dan survei yang didukung oleh data statistik. Menurut Abdullah, dkk . Pendekatan kuantitatif adalah metode penelitian yang utamanya menggunakan paradigma postpositivis untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, dengan fokus pada hubungan sebab-akibat, reduksi ke dalam variabel, serta pembuatan hipotesis dan pertanyaan yang spesifik. Pendekatan ini melibatkan pengukuran, observasi, dan pengujian teori, serta menggunakan strategi seperti eskperimen dan survei yang membutuhkan data statistik. Adapun persamaan rumus koefisien korelasi product moment adalah sebagai berikut: Keterangan : rxy = Koefesien korelasi antara x dan y Ocxy = Jumlah perkalian x dan y Ocx = Jumlah keseluruhan skor x Ocy = Jumlah keseluruhan skor y Tujuan penelitian korelasional adalah untuk menentukan hubungan antara variabel, atau untuk menggunakan hubungan tersebut untuk membuat prediksi (Pratama et al. , 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang sifatnya simetris. Penelitian korelasional adalah penelitian yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dua variabel yaitu Kedisiplinan belajar . ariabel X) dengan Hasil belajar . ariabel Y) diperoleh melalui dokumentasi penilaian sumatif siswa kelas V pada semester genap tahun pelajaran 2024/2025 yang bersumber dari nilai raport resmi, sehingga valid dan objektif. Populasi penelitian ini seluruh siswa Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone yang berjumlah 29 siswa dan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan angket skala Likert untuk mengukur kedisiplinan belajar yang disusun dalam bentuk skala Likert dengan empat kategori respon, yaitu: Selalu (SL). Sering (SR). Kadangkadang (KD), dan Tidak Pernah (TP). Angket ini terdiri atas 20 butir pernyataan, yang mencakup 10 pernyataan positif dan 10 pernyataan negatif. Pernyataan-pernyataan dalam angket disusun berdasarkan indikator-indikator kedisiplinan belajar yang diperoleh dari kajian teori, meliputi aspek ketepatan waktu, ketaatan terhadap aturan, tanggung jawab dalam belajar, dan kemandirian siswa. Sebelum digunakan dalam pengumpulan data utama, angket terlebih dahulu diuji coba kepada siswa di luar sampel penelitian namun dengan karakteristik yang serupa, yaitu siswa kelas V di sekolah lain dalam satu gugus. Uji validitas dilakukan secara empiris dengan menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment, dengan kriteria valid apabila nilai rhitung lebih besar daripada rtabel pada taraf signifikansi 5%. Validitas isi . ontent validit. juga diuji melalui penilaian oleh dua ahli pendidikan dan satu dosen pembimbing untuk memastikan kesesuaian butir pernyataan dengan konsep kedisiplinan belajar. Sementara itu, reliabilitas instrumen diuji dengan menghitung koefisien Alpha Cronbach menggunakan program SPSS versi 26. Instrumen dikatakan reliabel apabila nilai . Ou 0,70, yang menunjukkan konsistensi internal antar butir pernyataan. Hasil uji validitas dan reliabilitas digunakan sebagai dasar dalam revisi akhir instrumen sebelum diterapkan pada penelitian utama. Prosedur pengumpulan data meliputi pemberian angket kepada siswa, pengumpulan dokumentasi berupa nilai raport siswa pengolaan data, dan analisis statistik deskriptif serta inferensial untuk menguji hubungan kedua variabel. Pengolahan dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan program SPSS versi 26. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment dengan rhitung untuk menguji hubungan signifikansi antara kedisiplinan belajar dan hasil belajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone pada tanggal 22 Februari 2025 Ae 30 Maret 2025. Bagian ini terdiri atas dua hal, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Kedua hal tersebut diuraikan sebagai berikut. Analisis statistic deskriptif memberikan gambaran mengenai 2 hal yaitu gambaran mengenai kedisplinan belajar dan hasil belajar matematika. Gmabaran tersebut dapat diamati pada tabel berikut Tabel 1. Deskripsi Skor Nilai Kedisiplinan Belajar Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Statistik Deskriptif Kedisiplinan Belajar Jumlah Sampel . Rata-rata (Mea. 74,83 Median Modus Standar Deviasi 6,130 Minimum Maximum Sumber : IBM SPSS Statistic Version 26 Tabel 2. Distribusi Kategorisasi Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Interval (X Ou M 1 SD) Kategori Tinggi (M - 1 SD) O X <(M SD) Sedang (X < M - 1 SD) Rendah Total Sumber: IBM SPSS Statistic Version 26 Interval X Ou 80,96 68,7 O X < 80,96 X < 68,7 Frekuensi Persentase 24,1% 48,3% 27,6% Berdasarkan data dari angket kedisiplinan belajar SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone yang telah dibagikan kepada 29 responden yang terdiri atas 20 pernyataan, diperoleh skor tertinggi sebesar 88 dan skor terendah yang diperoleh sebesar 68. Untuk lebih jelasnya, data tentang perolehan skor kedisiplinan belajar yang dicapai responden dapat dilihat pada tabulasi skor angket kedisiplinan belajar. enelitian ini dilaksanakan di SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone pada tanggal 22 Februari 2025 Ae 30 Maret 2025. Bagian ini terdiri atas dua hal, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Kedua hal tersebut diuraikan sebagai berikut: Gambaran Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Pada distribusi kategorisasi kedisiplinan belajar Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae adalah penyajian data yang menunjukkan penyebaran atau distribusi capaian kedisiplinan belajar pada tingkat kelas V di SD Inpres 12/79 Lonrae. Kedisiplinan belajar sebagian berada pada kategori baik dengan jumlah siswa yang memperoleh jumlah tersebut yaitu 7 orang. Kemudian pada kategori sedang memperolehan skor siswa sebanyak 14 orang. Kemudian pada kategori rendah memperoleh skor siswa sebanyak 8 orang. Tabel 3. Deskripsi Skor Nilai Hasil Belajar Matematika Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae. Statistik Deskriptif Hasil Belajar Matematika Jumlah Sampel . Rata-rata (Mea. 76,38 Median Modus Standar Deviasi 6,394 Minimum Maximum Sumber : IBM SPSS Statistic Version 26 Tabel 4. Distribusi Kategorisasi Hasil Belajar Matematika Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Interval Kategori Interval Frekuensi Persentase (X Ou M 1 SD) Tinggi X Ou 82,77 20,7% 69,98 O X < (M - 1 SD) O X <(M SD) Sedang 79,3% 82,77 (X < M - 1 SD) Rendah X < 69,98 Total Sumber: IBM SPSS Statistic Version 26 Mengetahui hasil belajar siswa Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone yang telah diperoleh melalui dokumentasi Kumpulan nilai semester genap tahun 2024/2025 yang telah dirata-ratakan hasilnya yang dicapai responden dapat dilihat pada tabel rata-rata nilai prestasi belajar siswa. Setelah data dalam tabel tersebut diolah dapat diketahui bahwa sekor tertinggi 90 dan sekor terendah 70. Pada distribusi kategorisasi Hasil Belajar Matematika Kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae adalah penyajian data yang menunjukkan penyebaran atau distribusi capaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika pada tingkat kelas V di SD Inpres 12/79 Lonrae. Hasil belajar matematika sebagian besar berada pada kategori baik dengan jumlah siswa yang memperoleh jumlah tersebut yaitu 23 orang. Kemudian pada kategori sangat baik memperolehan skor siswa sebanyak 6 orang. Tabel 5. Hasil Uji Korelasi Pearson Product Moment Korelasi Sig. Hasil Kedisiplinan Belajar 0,000 0,990 0,990 > 0,3115 = dan Hasil Belajar Terdapat Matematika Hubungan Sumber : IBM SPSS Statistic 26 Berdasarkan tabel 5 di atas hasil uji korelasi dengan menggunakan uji pearson product moment itu dengan bantuan IBM SPSS statistic 26 diperoleh hasil bahwa nilai Sig korelasi kedisiplinan belajar dan hasil belajar matematika yaitu senilai 0,000 ini menandakan bahwa nilai signifikansi dari uji korelasi tersebut lebih kecil dari 0,005 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kedisiplinnan belajar dengan hasil belajar matematika. Kemudian untuk nilai rhitungnya itu senilai 0,990 sedangkan nilai rtabelnya 0,3115 maka dari itu kita simpulkan bahwa rhitung lebih besar dari rtabel maka disimpulkan terdapat hubungan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika menggunakan uji hipotesis, sebelum menguji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji linieritas. Hasil dari uji normalitas dan linieritas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sehingga dapat dilanjutkan menggunakan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Person Product Moment yang diolah menggunakan SPSS versi 26. Hasilnya yaitu korelasi variabel X dan Y diperoleh hubungan kedua variabel tergolong sangat kuat yaitu 0,990. Maka dengan menggunakan kriteria penafsiran korelasi, diketahui bahwa nilai korelasi sebesar 0,990 berada pada korelasi sangat kuat karena berada pada rentang nilai 0,80-1,000. Berdasalkan hasil yang didapatkan menggunakan SPSS versi 26 dalam pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ditolak diterima dengan taraf signifikansi 5%, maka diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone karena lebih besar dari yaitu 0,990 > 0,3115. Dengan demikian dapat disimpilkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Diperoleh hasil . oefisien korelas. dalam analisis ini bernilai positif maka artinya hubungan kedua variabel tersebut bersifat positif antara kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. KESIMPULAN Kedisiplinan belajar kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone berada pada kategori baik karena memiliki nilai rata-rata 76,83 Sedangkan, hasil belajar matematika kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone berada dalam kategori baik karena memiliki nilai rata-rata 74,38. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara Kedisiplinan belajar dengan hasil belajar matematika kelas V SD Inpres 12/79 Lonrae Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Hasil ini memiliki implikasi praktis dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. Guru dapat menanamkan kedisiplinan belajar melalui berbagai strategi, seperti pemberian jadwal belajar yang terstruktur, penerapan aturan kelas yang konsisten, pembiasaan datang tepat waktu, serta pemberian tanggung jawab terhadap tugas belajar secara mandiri. Selain itu, guru juga dapat membangun budaya belajar yang positif melalui penghargaan terhadap perilaku disiplin, pemantauan kemajuan belajar siswa secara rutin, dan komunikasi aktif dengan orang tua. Dengan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan secara sistematis dan berkelanjutan, diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan tanggung jawab belajar siswa, sehingga berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar, khususnya dalam mata pelajaran matematika. REFERENSI