Vol. 3 No. 1, 2024, page: 24 Ae 32 ISSN 2961-8134 . ISSN 2962-4150 . PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN ROGERS PADA SISWA SEOLAH MENENGAH ATAS Herwandi1* 1Institut Teknologi dan Kesehatan Permata Ilmu Maros. Indonesia. * Korespondensi Penulis. E-mail: herwandi@itkpi. A 2024 PRISMA (Jurnal Penalaran dan Riset Matematik. Abstrak: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pre-Eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika melalui penerapan pendekatan Rogers pada siswa SMA PGRI Tamalate 2 Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respon siswa. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan Pendekatan Rogers adalah 81,78 dengan standar deviasi 9,24 dan umumnya termasuk kategori tinggi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa dari jumlah keseluruhan siswa dapat tuntas secara klasikal. Rata-rata gain ternormalisasi atau normalized gain pada hasil belajar siswa adalah 0,7 sehingga peningkatan hasil belajar siswa termasuk kategori tinggi. Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa sebesar 83,09% dengan demikian aktivitas siswa mencapai kriteria aktif. Rata-rata respons siswa sebesar 87,5% dengan demikian siswa tergolong memberikan respons positif terhadap penerapan pendekatan Rogers. Kata kunci: Pembelajaran Matematika. Pendekatan Rogers. Abstract: This research is a type of Pre-Experimental research. This study aims to determine the effectiveness of mathematics learning through the application of Rogers' approach in PGRI Tamalate 2 Makassar high school The research design used was One Group Pretest-Posttest Design. The instruments used in this study were learning outcome tests, student activity observation sheets, and student response questionnaires. The results in this study are the average mathematics learning outcomes of students after applying the Rogers Approach is 78 with a standard deviation of 9. 24 and generally included in the high category. This result also shows that from the total number of students can be completed classically. The average normalized gain on student learning outcomes was 0. 7 so that the increase in student learning outcomes was in the high category. The average percentage frequency of student activity was 83. 09%, thus student activity reached active criteria. The average student response was 87. 5%, thus students were classified as giving a positive response to the application of Rogers' approach. Keywords: Math Learning. Rogers' Approach Pendahuluan Dalam bidang studi matematika, pendekatan pembelajaran menjadi suatu hal yang penting karena matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam setiap jenjang Pembelajaran matematika di masa sekarang ini sering ditemui kendala dalam pengajaran, khususnya pada penerapan metode atau pendekatan pembelajaran. Kenyataannya, sebagian besar masyarakat Indonesia menganggap bahwa matematika adalah ilmu yang tidak mudah apalagi adanya beberapa faktor mengharuskan proses pembelajaran yang aktif dan variatif (Mulawakkan Firdaus, n. Bagi mereka, fakta telah menunjukkan bahwa matematika adalah pelajaran yang menakutkan dan menegangkan sehingga sebagian besar siswa menganggapnya sebagai momok di sekolah (Ulfahyana. Pandangan seperti ini yang mengakibatkan siswa menjadi kurang aktif . enderung First Author. Second Author pasi. ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung sehingga hasil belajarnya kurang memuaskan (Herwandi & Kaharuddin, 2. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), matematika merupakan pengetahuan universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia (Firdaus & Herwandi, 2. Matematika merupakan mata pelajaran yang diberikan pada semua jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama (Anggraini & Fauzan, 2020. BadiAoah et al. , 2. Kompetensi tersebut diperlukan supaya peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif (Herwandi, 2. Keberhasilan proses belajar mengajar dapat diukur dari keberhasilan siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dan tingkat pemahaman materi dan prestasi belajar siswa (Ulfahyana. Terlebih dalam pembelajaran matematika yang juga membutuhkan keaktifan sebagai dasar untuk pengembangan materi lebih lanjut (Kasman, 2. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran matematika siswa dituntut benarAebenar aktif, sehingga daya ingat siswa tentang apa yang telah dipelajari akan lebih baik (Maruf et al. , 2020. Suratmi & Purnami. Proses belajar mengajar matematika yang baik adalah guru harus mampu menerapkan suasana yang dapat membuat murid antusias terhadap persoalan yang ada sehingga mereka mampu mencoba memecahkan persoalannya (Herwandi, 2. Ada beberapa hal yang ditemukan di sekolah utamanya dalam penguasaan materi matematika pada siswa. Berdasarkan wawancara dan diskusi singkat dengan guru matematika di SMA PGRI Tamalate 2 bahwa disebabkan beberapa hal yaitu: . Mayoritas siswa kurang aktif dan kurang respon saat pembelajaran berlangsung. Pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Pembelajaran masih kurang bermakna pada siswa yang dapat menyebabkan kurangnya ideide baru dari siswa. Berdasarkan kenyataan di atas, salah satu alternatif dalam mengatasi masalah yang telah dikemukakan di atas yaitu melalui pendekatan Rogers dimana pendekatan ini dapat menciptakan suasana pembelajaran yang dapat memberikan kekuatan untuk belajar sehingga kegiatan pembelajaran matematika yang umumnya monoton dan menjenuhkan tidak lagi dirasakan siswa(Kirschenbaum & Jourdan, 2005. Syofiyawati & Yusuf, 2. , bahkan pembelajaran matematika akan lebih bermakna kepada siswa yang dapat menimbulkan kesungguhan siswa dalam belajar (Indra Prajoko, 2021. Sharapan, 2. Penelitian ini adalah terfokus pada sikap dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, dan bertanggung jawab. Menurut (Pramudyani et al. Pendekatan ini menyajikan kondisi untuk memaksimalkan kesadaran diri dan Selanjutnya menurut hasil penelitian (Indra Prajoko, 2021. Sulastrini & Muslihati, 2. Indikator keberhasilan dalam pendekatan pembelajaran Rogers adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar, dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku, sikap atas kernauan sendiri. Siswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain, dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin, atau etika yang Berdasarkan uraian diatas, penulis termotivasi meneliti masalah tersebut dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika melalui penerapan pendekatan Rogers pada siswa SMA PGRI Tamalate 2, sehingga dapat memberikan masukan lebih lanjut dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian Pre-Eksperimental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika melalui penerapan pendekatan First Author. Second Author Rogers pada siswa SMA. Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA PGRI Tamalate 2 tahun pelajaran 2023/2024 dengan subjek penelitian yaitu kelas XI. IA yang berjumlah 23 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respon siswa. Adapun cara pengumpulan data pada penelitian ini adalah data mengenai hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan lembar tes hasil belajar siswa, data tentang aktivitas belajar siswa diperoleh dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa, data mengenai respons siswa diperoleh dengan membagikan angket kepada siswa. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil dan Pembahasan HASIL ANALISIS DESKRIPTIF Deskripsi Hasil Belajar Siswa setelah Penerapan Pendekatan Rogers Data hasil belajar siswa setelah penerapan Pendekatan Rogers pada siswa SMA PGRI Tamalate 2 disajikan pada tabel 1 berikut. Tabel 1. Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Setelah Diterapkan Pendekatan Rogers Statistik Subjek penelitian Nilai Statistik Nilai maksimum ideal Nilai tertinggi Nilai terendah Rentang nilai Nilai rata-rata 81,78 9,24 Standar deviasi Pada tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa skor rata-rata hasil belajar siswa setelah dilakukan proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan Rogers adalah 81,78 dari skor ideal 100, dengan standar deviasi 9,24. Skor yang dicapai oleh siswa tersebar dari skor terendah 65 sampai dengan skor tertinggi 95 dengan rentang skor 30. Jika hasil belajar matematika siswa dikelompokkan kedalam 5 kategori maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase sebagai berikut: Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Setelah Diterapkan Pendekatan Rogers No. Skor 0 Ae 49 50 Ae 69 70 Ae 79 80 Ae 89 90 Ae 100 Kategori Sangat rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Jumlah Frekuensi Persentase (%) 4,35 26,09 43,48 26,09 Pada tabel 2 diatas menunjukkan bahwa dari 23 siswa, tidak ada siswa . %) yang memperoleh skor pada kategori sangat rendah sehingga diperoleh informasi bahwa siswa First Author. Second Author sudah tidak berada lagi pada kategori sangat rendah. Selanjutnya siswa yang memperoleh skor pada kategori rendah ada 1 siswa . ,35%). Kemudian siswa yang memperoleh skor pada kategori sedang ada 6 siswa . ,09%) dan siswa yang memperoleh skor pada kategori tinggi ada 10 siswa . ,48%) sehingga dapat diketahui bahwa siswa sudah dominan berada pada kategori tinggi. Selanjutnya dari tabel juga menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh skor sangat tinggi ada 6 siswa . ,09%). Jika skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 81,78 dikonversi kedalam 5 kategori, maka skor rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah diajar melalui penerapan Pendekatan Rogers umumnya berada dalam kategori tinggi. Kemudian untuk melihat persentase ketuntasan belajar matematika siswa setelah diterapkan Pendekatan Rogers dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Pendekatan Rogers Tingkat Penguasaan 0 O x < 70 70 O x O 100 Kategorisasi Ketuntasan Belajar Tidak Tuntas Tuntas Jumlah Persentase (%) 4,35 95,65 Frekuensi Dari tabel 3 di atas terlihat bahwa siswa yang tidak tuntas sebanyak 1 siswa . ,35%), sedangkan siswa yang memiliki kriteria ketuntasan individu sebanyak 22 siswa . ,65%). Jika dikaitkan dengan indikator ketuntasan hasil belajar siswa, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa setelah diterapkan pendekatan Rogers sudah memenuhi indikator ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal yaitu Ou 80%. Deskripsi Normalized Gain atau Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Pendekatan Rogers Hasil pengolahan data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa hasil normalized gain atau rata-rata gain ternormalisasi siswa setelah diajar melalui penerapan Pendekatan Rogers dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Deskripsi Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Setelah Diterapkan Pendekatan Rogers Koefisien Gain Ternormalisasi Klasifikasi Frekuensi Persentase (%) 0,0 O g < 0,3 Rendah 0,3 O g < 0,7 Sedang 34,78 0,7 O g O 1 Tinggi 65,22 Jumlah Berdasarkan tabel 4 di atas dapat dilihat bahwa ada 8 siswa atau 34,78% yang nilai gainnya berada pada 0,3 O g < 0,7 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori sedang dan 15 siswa atau 65,22% yang nilai gainnya berada pada 0,7 O g Ou 1 yang artinya peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori tinggi. Dari tabel 4 juga dapat diketahui bahwa tidak ada siswa yang nilai gainnya berada pada 0,0 O g < 0,3 atau peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori rendah. Jika rata-rata gain ternormalisasi First Author. Second Author siswa sebesar 0,7 dikonversi ke dalam 3 kategori di atas, maka rata-rata gain ternormalisasi siswa berada pada 0,7 O g < 1. Artinya peningkatan hasil belajar matematika setelah diterapkan Pendekatan Rogers umumnya berada pada kategori tinggi. Deskripsi Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Hasil pengamatan aktivitas siswa dengan menerapkan Pendekatan Rogers selama 4 kali pertemuan dinyatakan dalam persentase sebagai berikut: Tabel 5. Persentase Aktivitas Siswa Komponen Aktivitas Positif Siswa Siswa penjelasan guru. Siswa mampu menyelesaikan LKS yang diberikan Siswa mempergunakan waktu diskusi untuk mendiskusikan Siswa mampu menentukan apa Siswa mampu menentukan apa Siswa mampu merumuskan jawaban sementara. Siswa materi yang belum dipahami. Siswa membuat rangkuman materi yang sudah dipelajari Jumlah Rata-Rata Persentase Aktivitas Negatif Siswa melakukan aktivitas lain di luar kegiatan pembelajaran . engantuk, keluar masuk ruanga. Jumlah Rata-Rata Persentase Pertemuan keI i Ratarata Persentas e (%) Berdasarkan tabel 5 di atas dapat dilihat bahwa aktivitas aktif siswa yaitu siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan rata-rata persentase 93,48%. Siswa yang memperhatikan penjelasan guru dengan rata-rata persentase 90,22%. Siswa mampu menyelesaikan LKS dengan rata-rata persentase 84,78%. Siswa mempergunakan waktu diskusi dengan rata-rata persentase 80,43%. Siswa mampu menentukan apa yang diketahui dari permasalahan dengan rata-rata persentase 79,35%. Siswa mampu menentukan apa First Author. Second Author yang ditanyakan dari dengan rata-rata persentase 76,09%. Siswa mampu merumuskan jawaban dengan rata-rata persentase adalah 75%. Siswa bertanya terhadap materi yang belum dipahami dengan rata-rata persentase 81,52%. Siswa membuat rangkuman materi dengan rata-rata persentase 86,96%. Sehingga rata-rata persentase aktivitas aktif siswa melalui penerapan Pendekatan Rogers adalah 83,09%. Selain itu rata-rata persentase aktivitas negatif siswa adalah 5,44% Dari deskripsi di atas, aktivitas siswa melalui penerapan Pendekatan Rogers dikatakan efektif karena telah memenuhi kriteria aktivitas siswa secara klasikal yaitu Ou 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Deskripsi Respons Siswa terhadap Pembelajaran Data tentang respons siswa terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan pendekatan Rogers diperoleh melalui pemberian angket respons siswa. Hasil analisis respons siswa selanjutnya disajikan dalam tabel berikut: Tabel 6. Persentase Respons Uraian Pertanyaan Apakah Anda pembelajaran Pendekatan Rogers? Apakah Anda senang berdiskusi dengan teman sekelas saat pembelajaran Apakah Anda senang jika guru terhadap masalah yang belum dipahami? Apakah Anda senang jika dipanggil oleh guru untuk menjadi perwakilan dari masing Ae masing kelompok? Apakah Anda senang menanggapi jawaban dari siswa lain? Apakah Anda senang memberikan kesimpulan terhadap pembelajaran? Apakah Anda senang dengan cara guru Apakah Anda merasa ada kemajuan setelah pembelajaran seperti ini. Jumlah Rata-Rata Respon Siswa Ya Tidak Presentase (%) Tidak 86,96 13,04 60,87 39,13 17,39 86,96 13,04 699,99 Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa secara umum rata-rata siswa memberi respons positif terhadap pelaksanaan penerapan Pendekatan Rogers, dimana terdapat 21 siswa atau 91,3% berpendapat bahwa mereka senang dengan pembelajaran Pendekatan Rogers, senang berdiskusi dengan teman sekelas saat pembelajaran berlangsung sebanyak 20 siswa atau 86,96%, senang jika guru memberikan tuntunan pertanyaan terhadap masalah yang belum dipahami sebanyak 14 siswa atau 60,87%, senang jika dipanggil oleh guru untuk menjadi perwakilan dari masingAemasing kelompok mereka sebanyak 19 siswa atau 82,6%, senang menanggapi jawaban dari siswa lain sebanyak 20 siswa atau 86,96%, senang memberikan kesimpulan terhadap pembelajaran sebanyak 21 siswa atau 91,3%, senang First Author. Second Author dengan cara guru mengajar sebanyak 23 siswa atau 100%, siswa merasa ada kemajuan setelah pembelajaran sebanyak 23 siswa atau 100%. Berdasarkan data tersebut dapa disimpulkan bahwa rata-rata persentase respons siswa terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan pendekatan Rogers adalah 87,5%. Dengan demikian respons siswa yang diajar dengan model ini dapat dikatakan efektif karena telah memenuhi kriteria respons siswa yakni Ou 80% memberikan respons positif. Hasil Analisis Inferensial Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa data pretest dan posttest telah memenuhi uji normalitas yang merupakan uji prasyarat sebelum melakukan uji hipotesis. Data pretest dan posttest telah terdistribusi dengan normal karena nilai p > yu = 0,05. Karena data berdistribusi normal maka memenuhi kriteria untuk digunakannya uji-t untuk menguji hipotesis Pada pengujian hipotesis untuk ketuntasan individual dengan uji t one sample test pihak kanan, telah diperoleh bahwa pada posttest telah tercapai, hal ini ditunjukkan t hitung > tabel = 6,113 > 1,72 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Ketuntasan belajar siswa setelah penerapan Pendekatan Rogers tuntas secara klasikal, hal ini terlihat dari uji proporsi yang menunjukkan Zhitung > Ztabel = 1,869 > 1,64. Selanjutnya dalam pengujian normalized gain dengan menggunakan uji-t one sample test telah diperoleh t hitung = 11,707 lebih dari t tabel = 1,72 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti bahwa terjadi peningkatan hasil belajar matematika setelah penerapan Pendekatan Rogers pada pembelajaran matematika siswa dimana nilai gainnya lebih dari 0,3. Kemudian untuk aktivitas dan respon siswa juga diperoleh hasil dengan nilai Z hitung > Ztabel. Dengan demikian aktivitas siswa dan respon siswa telah memenuhi kriteria efektif. Dari hasil analisis deskriptif dan inferensial yang diperoleh, ternyata cukup mendukung teori yang telah dikemukakan pada kajian teori. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Pendekatan Rogers efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika pada siswa SMA PGRI Tamalate 2 Makassar. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian di atas, sejalan dengan hasil penelitian (Pramudyani et al. , 2. yang menyatakan bahwa penerapan pendekatan Rogers lebih mengedepankan sisi humanis manusia dan tidak menuntut jangka waktu pembelajar mencapai pemahaman yang diinginkan, akan tetapi lebih menekankan pada isi atau materi yang harus dipelajari agar membentuk manusia seutuhnya. Sedangkan menurut (Indra Prajoko, 2. Mengatakan bahwa Proses belajar dilakukan agar pembelajar mendapatkan makna yang sesungguhnya dari belajar atau yang disebut sebagai meaningful learning. Meaningful learning bermakna bahawa belajar adalah mengasosiasikan pengetahuan baru dengan prior knowledge . engetahuan awa. si pembelajar. Setiap pembelajar memiliki kecepatan belajar yang berbeda-beda sehingga keberhasilan belajar akan tercapai apabila pembelajar dapat memahami diri dan lingkungannya. Menurut Rogers dalam (Syofiyawati & Yusuf, 2. bahwa proses belajar membantu peserta didik agar ia sanggup mencapai perwujudan dirinya . elf realizatio. sesuai dengan kemampuan dasar dan keunikan yang dimiliki peserta didik. Carl Rogers juga menyebutkan bahwa kebermaknaan pembelajaran . ignificant learnin. itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar. Suasana pembelajaran dalam menerapkan pendekatan pembelajaran Rogers adalah saling menghargai, adannya kebebasan berpendapat, dan kebebasan mengungkapkan gagasan. Simpulan Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah Rata-rata hasil belajar matematika siswa setelah diterapkan Pendekatan Rogers adalah 81,78 dengan standar deviasi 9,24 dan umumnya termasuk kategori tinggi. Hasil ini juga menunjukkan bahwa dari jumlah keseluruhan siswa dapat tuntas secara klasikal. Rata-rata gain ternormalisasi atau normalized gain pada hasil belajar siswa adalah 0,7 sehingga peningkatan hasil belajar siswa termasuk First Author. Second Author kategori tinggi. Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa sebesar 83,09%, dengan demikian aktivitas siswa mencapai kriteria aktif. Rata-rata respons siswa sebesar 87,5%, dengan demikian siswa tergolong memberikan respons positif Daftar Rujukan Anggraini. , & Fauzan. The Effect of Realistic Mathematics Education Approach on Mathematical Problem Solving Ability. Edumatika : Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 3. , 94. https://doi. org/10. 32939/ejrpm. BadiAoah. Pamungkas. , & Rafianti. Pengaruh Model Pembelajaran Knisley Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Ditinjau dari Literasi Numerasi. WILANGAN: Jurnal Inovasi Dan Riset Pendidikan Matematika, 1. , 289Ae303. https://jurnal. id/index. php/wilangan/article/download/8966/pdf_16 Firdaus. , & Herwandi. STUDENTSAo MATHEMATICS PROBLEM-SOLVING ABILITY WITH KINESTHETIC LEARNING STYLE AT VOCATIONAL SCHOOL. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 26. , 153Ae170. https://doi. org/10. 24252/lp. Herwandi. PENGARUH KETERAMPILAN SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MOTIVASI BERPRESTASI SISWA (Vol. Issue . Herwandi. HUBUNGAN LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK JURUSAN PERIKANAN (Vol. Issue . Herwandi. , & Kaharuddin. Exploration of the Influence of Learning ELPSA (Experiences. Language. Pictures. Symbols, and Application. on the Understanding of Mathematical Concepts. Indonesian Journal of Instructional Media and Model, 2. , 113. https://doi. org/10. 32585/ijimm. Indra Prajoko. Penerapan Teori Humanistik Carl Rogers Dalam Pembelajaran PAI. , 15Ae26. https://doi. org/10. 32332/tarbawiyah. Kasman. META-ANALISIS: LITERASI DIGITAL PADA PEMBELAJARAN SMA. Pendidikan Dan Pembelajaran, 102Ae106. https://doi. org/https://doi. org/10. 62388/jpdp. Kirschenbaum. , & Jourdan. The current status of Carl Rogers and the personcentered approach. Psychotherapy, 42. , 37Ae51. https://doi. org/10. 1037/0033-3204. Maruf. Indiati. , & Harun. Profil Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Visual. Imajiner: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 2. , 26Ae32. https://doi. org/10. 26877/imajiner. Mulawakkan Firdaus. Penerapan Media Pop-up Book Terhadap Hasil Belajar Siswa MI Al-Abrar Kota Makassar pada Materi Bangun Datar. Pramudyani. Rohmadheny. , & Kuntoro. Pembelajaran humanistik Maslow dan Rogers: Implikasi SN DIKTI selama Pandemic Covid-19. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 2037Ae2049. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Sharapan. From STEM to STEAM how early childhood educators can apply fred rogersAo approach. YC Young Children, 67. , 36Ae40. First Author. Second Author Sulastrini. , & Muslihati. Design of Independent Learning Implementation in the Context of the Covid-19 Pandemic based on RogersAo Freedom to Learn Perspective. Prosiding Seminar Bimbingan Dan Konseling, 92Ae98. Suratmi. , & Purnami. Pengaruh Strategi Metakognitif Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau Dari Persepsi Siswa Terhadap Pelajaran Matematika. UNION: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, 5. , 183Ae194. https://doi. org/10. Syofiyawati. , & Yusuf. Penggunaan Preferensi Gaya Belajar Rogers Untuk Mengenali Gaya Belajar Siswa Berbakat Di Kelas Akselerasi SMA Negeri 3 Surakarta. Jurnal Profesi Keguruan, 3. , 37Ae41. https://journal. id/nju/index. php/jpk/article/view/10479 Ulfahyana. Analisis Pemahaman Konsep dalam Menyelesaikan Soal Geometri Dimensi Tiga Pada Peserta Didik SMK di Kota Makassar (Vol. Issue . Ulfahyana. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) (Vol. Issue .