Frarisca dan Nariman: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN SEKTOR FOOD AND BEVERAGE Angelica Frarisca* dan August Paosa Nariman Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara Jakarta *Email: angelica. 125190022@stu. Abstract: This study aims to obtain empirical evidence whether profitability, liquidity, company size affect the capital structure of food and beverage manufacturing companies listed on the IDX in 2019-2022. Factors that determine the capital structure include profitability, liquidity and firm size. Sample was selected using purposive sampling method and the valid data was 15 companies. Data processing techniques using descriptive multiple correlation coefficient analysis, determination coefficient analysis, multiple linear regression test. F-test and t-test that helped by IBM SPSS statistics 25. Based on the results of simultaneous research tests, it shows that the variables profitability, liquidity and firm size together have a significant influence on capital structure. Based on the results of the partial test research, it shows that the profitability variables individually have am insignificant positive effect on capital structure, liquidity individually have a significant negative effect on capital structure and firm size individually have a significant positive effect on capital structure. Keywords: Capital Structure. Profitability. Liquidity. Firm Size. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris apakah profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur sektor food and beverage yang terdaftar di BEI tahun 2019-2022. Faktorfaktor yang menjadi determinan terhadap struktur modal meliputi profitabilitas, likuiditas dan ukuran perusahaan. Sampel penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling dan data yang valid adalah 15 perusahaan. Teknik pengolahan data menggunakan analisis koefisien korelasi berganda, analisa koefisien determinasi, uji regresi linear berganda, uji F, dan uji t yang dibantu oleh program IBM SPSS Statistics Berdasarkan hasil uji penelitian simultan menunjukkan bahwa variabel profitability, liquidity, tangibility dan firm size secara bersama memiliki pengaruh signifikan terhadap capital structure. Berdasarkan hasil penelitian uji parsial menunjukkan bahwa variabel profitabilitas secara individual memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal, likuiditas secara individual memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal dan ukuran perusahaan secara individual memiliki pengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Kata kunci : Struktur Modal. Profitabilitas. Likuiditas. Ukuran Perusahaan Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 977-985 Frarisca dan Nariman: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada. Pendahuluan Meningkatnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun menyebabkan meningkatknya kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman. Perusahaan food and beverages merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman. Sektor industri makanan dan minuman merupakan bisnis yang cukup menguntungkan di Indonesia. Ini disebabkan peluang yang dimiliki oleh perusahaan makanan dan minuman sangat besar dan potensi pasar terus berkembang. Oleh karena itu sektor industri makanan dan minuman ini memiliki persaingan yang ketat antara sesama perusahaan food and beverages di Indonesia. Persaingan ketat di sektor industri makanan dan minuman mendorong perusahaan food and beverages memaksimalkan sumber daya yang dimiliki agar perusahaan dapat beroperasi secara optimal sehingga mampu menghasilkan laba yang optimal. Untuk dapat beroperasi secara optimal, maka perusahaan harus mampu memastikan tersedianya modal kerja yang cukup guna untuk melakukan kegiatan operasional perusahaan (Munawir, 2. Berdasarkan data dari w. id, setiap perusahaan menerapkan keputusan besarnya struktur modal yang berbeda-beda. Struktur modal beberapa perusahaan menunjukkan adanya kenaikan dan penurunan dengan nilai yang sangat bervariasi atau berfluktuasi, akan tetapi lebih didominasi oleh penurunan. Ratarata DER perusahaan makanan dan minuman mengalami penurunan dari tahun 2016 sampai 2019 sebesar 120,3% menjadi 62,8% yang berarti bahwa rata-rata perusahaan mengurangi komposisi penggunaan hutang dalam menentukan struktur modal. Pentingnya masalah penentuan struktur modal bagi suatu perusahaan, membuat seorang manajer sebaiknya mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi struktur modal suatu perusahaan (Rahmawati et al, 2. Brigham dan Houston . menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yangmempengaruhi struktur modal antara lain: profitabilitas, stabilitas penjualan, struktur aset, pajak, leverage operasi, tingkat pertumbuhan, kendali dan sikap manajemen, sikap pemberi pinjaman dan lembaga peringkat, kondisi internal perusahaan, kondisi pasar, serta fleksibilitas perusahaan. Kajian Teori Teori Signal. Dalam teori signaling dijelaskan bahwa informasi mengenai perusahaan merupakan sinyal bagi investor, dalam keputusan berinvestasi. Sinyal dapat berupa informasi bersifat financial maupun non-financial yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Informasi mengenai perusahaan adalah daya bagi investor dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi karena informasi merupakan sebuah gambaran mengenai prospek perusahaan dimasa yang akan datang. Investor akan menilai suatu perusahaan berdasarkan kinerja perusaan tersebut (Brigham, 2. Menurut Jogiyanto . , suatu informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan menjadi signal dalam pengambilan keputusan investasi. Pasar diharapkan akan bereaksi pada waktu pengumuman informasi diterima jika pengumuman tersebut mengandung nilai positif. Trade Off Theory. Menurut Kaaro dalam Tunnisa . mengatakan bahwa konsep traade off adalah menyeimbangkan manfaat dan biaya penggunaan utang dalam ekuitas. Teori trade-off menjelaskan adanya suatu hubungan antara resiko kebangkrutan, pajak, dan penggunaan utang yang disebabkan karena keputusan struktur modal yang dibuat Teori merujuk kepada keseimbangan antara gain dan loss perusahaan atas Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 977-985 Frarisca dan Nariman: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada. penggunaan utangnya, dimana kondisi pajak nilai perusahaan akan naik minimal dengan biaya modal yang juga minimal. Adanya informasi asimetris yang menjelaskan keputusan struktur modal yang diambil manajemen perusahaan, yaitu adanya informasi yang dimiliki pihak manajemen suatu perusahaan, dimana perusahaan dapat melepaskan informasi kepada publik. Teori trade-off menganggap struktur modal akan menjadi maksimal jika perusahaan dapat membuat keuntungan dengan kewajiban yang dikeluarkan perusahaan seimbang. Menurut Nariman et al . Struktur modal harus memiliki keseimbangan manfaat dan pengorbanan dalam penggunaan utang. Pecking Order Theory. Teori pecking order membahas tentang hubungan antara informasi yang kompleks dan keputusan investasi juga pendanaan. Kompleks dalam konteks ini adalah asimetris, yang mana manajer perusahaan memiliki informasi yang menyeluruh mengenai risk and return, atau informasi sehubungan dengan investment opportunities dari perusahaan. Menurut jurnal penelitian Chandra & Teddy . pada tahun 1997 sampai 1998 pada saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, ada banyak perusahaan di Indonesia yang mengalami pailit atau kebangkrutan sehingga banyak perusahaan yang memilih untuk meminjam dana atau melakukan utang. Struktur Modal Dependen. Menurut Husnan dan Pujiastuti . struktur modal adalah perbandingan antara sumber jangka panjang yang bersifat pinjaman dan modal Selain itu struktur modal adalah jumlah, jenis, bagian kewajiban perusahaan, dengan modal pemegang saham tetapi kewajiban jangka pendek sering dikecualikandari lingkup struktur modal. Dengan adanya struktur modal, investor dapat melihat risk and return perusahaan tersebut (Alamsyah Nadiny, 2. Kebijakan struktur modal dibangun dari hubungan antara keputusan dalam pemilihan sumber dana dengan jenis investasi yang harus dipilih oleh perusahaan agar bisa sejalan dengan tujuan perusahaan yakni memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham yang tercermin dari nilai perusahaan atau nilai pasar dari harga saham perusahaan. Profitabilitas Independen. Pengertian profitabilitas menurut Simamora . adalah penilaian profitabilitas adalah proses untuk menentukan seberapa baik aktivitasaktivitas bisnis dilaksanakan untuk mencapai tujuan strategis, mengeliminasi pemborosan-pemborosan dan menyajikan informasi tepat waktu untuk melaksanakan penyempurnaan secara berkesinambungan. Dengan demikian bagi investor jangka panjang akan sangat berkepentingan dengan analisa profitabilitas ini. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dalam satu periode Dalam menjalankan operasinya setiap perusahaan selalu diarahkan pada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Perusahaan dituntut harus selalu menjaga kondisi profitabilitasnya tetap stabil agar dapat menjaga kelangsungan usahanya (Kasmir, 2. Likuiditas Independen. Menurut Lasut . likuiditas dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan dalam melunasi sejumlah utang jangka pendek, umumnya yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, dimensi konsep likuiditas mencakup current ratio, quick ratio, cash ratio dan net working capital to total assets ratio. Dimensi konsep likuiditas tersebut mencerminkan ukuran kinerja manajemen ditinjau dari sejauh mana manajemen mampu dapat mengelola modal kerja yang didanai dari utang lancar dan saldo kas yang dimiliki perusahaan. Menurut Hery . Rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan suatu perusahaan yang mana dalam memenuhi kewajiban . jangka pendek. jenis rasio yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 977-985 Frarisca dan Nariman: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada. Ukuran Perusahaan Independen. Ukuran perusahaan adalah suatu ukuran yang menunjukkan besar kecilnya suatu perusahaan yang ditandai dengan beberapa ukuran antara lain total penjualan, total aset, log size, jumlah pegawai, nilai pasar perusahaan, dan nilai buku perusahaan (Sawir, 2. Ukuran perusahaan dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam memperoleh modal tambahan yang akan digunakan untuk membiayai aktivitas operasional perusahaan. Tingginya laba akan mempengaruhi semakin besar ukuran perusahaan, namun diasumsikan dengan jumlah aset yang besar. Sehingga, besarnya ukuran perusahaan akan memudahkan perusahaan dalam memperoleh dana dari pasar modal dan memiliki akses yang lebih luas untuk memperoleh sumber pendanaan dari luar, sehingga akan lebih mudah dalam mendapatkan pinjaman. Selain itu, investor cenderung akan memberikan perhatian khusus terhadap perusahaan-perusahaan besar. Karena dianggap lebih mudah dalam memperoleh sumber dana yang bersifat internal maupun eksternal (Hery, 2. Kaitan Antar Variabel Profitabilitas dengan Struktur Modal. Profitabilitas meningkat maka struktur modal juga cenderung meningkat, karena manajer perusahaan akan mencari biaya modal atau sumber pendanaan yang paling murah, ketika laba perusahaan tinggi ternyata bunga utang rendah atau bisa dikatakan lebih murah maka perusahaan lebih memilih hutang. Selain itu, biaya modal yang paling murah adalah dengan menggunakan utang, karena dana ekternal atau utang ini merupakan pilihan utama dalam memenuhi sumber pembiayaan kegiatan operasional dalam perusahaan. Likuiditas dengan Struktur Modal. Tingkat likuiditas yang tinggi akan cenderung tidak menggunakan pembiayaan dari hutang untuk melunasi hutang jangka pendeknya melainkan melalui dana eksternalnya. Perusahaan dengan likuiditas tinggi berarti dapat melunasi hutangnya dalam jangka pendek, sehingga akan mengurangi total hutang dan akan membuat struktur modal lebih kecil. Dan, likuiditas suatu perusahaan dapat mempengaruhi kepercayaan investor sehingga berpengaruh terhadap perolehan dana eksternal perusahaan. Ukuran Perusahaan dengan Struktur Modal. Ukuran perusahaan yang semakin tinggi maka akan menaikkan pula struktur modal perusahaan. Perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang tinggi seringkali ditandai dengan besarnya tingkat penjualan maupun total aktiva yang dimiliki, sehingga kecenderungan dalam menggunakan dana eksternal juga semakin meningkat untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Secara umum, perusahaan besar dapat lebih mudah dalam hal memperoleh modal dibandingkan dengan perusahaan yang berukuran kecil, karena perusahaan yang sudah besar lebih fleksibel karena akses yang mudah dan lebih dipercayai oleh investor. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan penelitian, profitabilitas memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap struktur modal. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Rachmawati et al. dan Nariman dan Sukardi. menyatakan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal. H1 : Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Hasil penelitian, likuiditas memiliki hubungan yang negatif terhadap struktur modal. Hal ini bertentangan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nariman dan Sukardi. Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 977-985 Frarisca dan Nariman: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada. menyatakan bahwa Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal. Serta penelitian yang dilakukan oleh Rachmawati et al. menyatakan bahwa Likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Struktur Modal. H2: Likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal Ukuran perusahaan mempunyai hubungan positif dan signifikan terhadap struktur Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian oleh Rachmawati et al. dan Nariman dan Sukardi. menunjukan bahwa Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Struktur Modal. H3: ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan dibawah ini Gambar 1. Kerangka Pemikiran Metodologi Metodologi pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia periode 2019-2022. Pemilihan sampel, metode yang digunakan adalah purposive sampling adalah perusahaan manufaktur dengan kriteria . perusahaan manufaktur sector makanan dan minuman harus mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap periode 2019-2022. , . menerbitkan laporan tahunan yang telah diaudit serta memiliki kelengkapan data mengenai variabel yang dibutuhkan dalam penelitian. , . tidak mengalami kerugian selama periode penelitian, . menggunakan satuan mata uang rupiah dalam laporan keuangan. Variabel Operasional dan pengukuran yang digunakan adalah: Tabel 1. Variabel Operasional Dan Pengukuran Variabel Ukuran Struktur Modal Skala Rasio Profitabilitas Rasio Likuiditas Rasio Ukuran Perusahaan Ukuran Perusahaan = Ln(Total Ase. Rasio Hasil Uji Statistik dan Kesimpulan Uji Asumsi Klasik. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis maka dilakukan uji asumsi klasik yang terdiri dari Uji Normalitas. Uji Autokorelasi. Uji Heteroskedasitas dan Uji Multikolinieritas. Uji normalitas yang digunakan dalam penlitian ini adalah uji Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 977-985 Frarisca dan Nariman: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada. non-parametric statistic One Sample Kolmogorov-Smirnov Test (KS). Dari hasil uji normalitas menyatakan tingkat signifikansi dari Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,084 yang lebih besar (>) dari tingkat signifikansi 0,05 dengan tingkat kepercayaan . onfidence leve. 95% jumlah sampel . = 56, sehingga dapat disimpulkan data terdistribusi normal sehingga data layak untuk pengolahan data selanjutnya. Untuk uji Autokorelasi, dilihat dari nilai uji durbin-watson. Berdasarkan hasil pengolahan pada Hasil Uji D-W dengan tingkat kepercayaan . onfidence leve. 95% jumlah sampel . = 56, dan jumlah variabel independent . = 3, maka nilai dU sebesar 1,6830. Nilai hasil Uji D-W menunjukkan nilai 1,959 lebih besar dari batas atas . 1,6830 dan kurang dari 4-dU . -1,6830 = 2,. Syarat tidak terjadi autokorelasi adalah DW > DU dan DW < 4-DU, maka hasil pengujian tidak terjadi autokorelasi. Untuk uji Heteroskedasitas menggunakan uji Glejser didapatkan ROA memiliki nilai signifikansi sebesar 0,469. CR memiliki nilai signifikansi sebesar 0,292, size memiliki nilai signifikansi sebesar 0,052, semua hasil nilai uji signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data tidak memiliki gangguan heteroskedastisitas. Hasil uji Multikolinieritas menyatakan nilai Variance Inflatio Factor (VIF) pada ROA sebesar 1,108 dengan nilai tolerance sebesar 0,903 dan CR sebesar 1,093 dengan nilai tolerance sebesar 0,915 dan size sebesar 1,026 dengan nilai tolerance sebesar 0,975. Dari hasil uji berada di nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 dengan tingkat kepercayaan . onfidence leve. 95%, sehingga disimpulkan hasil pengujian menunjukkan bebas dari Hasil uji pengaruh . dilakukan setelah semua uji asumsi klasik memenuhi persyaratan, dan hasilnya ditunjukkan pada tabel di bawah ini Tabel 2. Hasil Uji Parsial (Uji t-Tes. Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. X1_ROA X2_CR X3_Size Dependent Variable: Y_DER Sig. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut: DER = -1. 514X1 - 0. 140X2 0. 091X3 e Dari hasil regresi, disimpulkan hasil uji regresi linear berganda bahwa nilai constant sebesar -1,699 berarti bila variabel bebas profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan dan leverage dianggap konstan maka dapat diprediksi struktur modal sebesar 1. Hasil lain menunjukkan ROA memiliki nilai koefisien sebesar 0,514 berarti apabila nilai variabel profitabilitas meningkat sebesar 1 satuan dan yang lain konstan, maka dapat diprediksi nilai variable struktur modal naik sebesar 0. 514 satuan. Hasil lain menunjukkan CR memiliki nilai koefisien sebesar -0,140 berarti apabila nilai variabel likuiditas meningkat sebesar 1 satuan dan yang lain konstan, maka dapat diprediksi nilai Jurnal Multiparadigma Akuntansi. Volume VII No. 3/2025 Edisi Juli Hal: 977-985 Frarisca dan Nariman: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada. variabel struktur modal turun sebesar 0. 140 satuan. Hasil lain menunjukkan size memiliki nilai koefisien sebesar 0,091 berarti apabila nilai variabel ukuran perusahaan meningkat sebesar 1 satuan dan yang lain konstan, maka dapat diprediksi nilai variabel struktur modal naik sebesar 0. 091 satuan. Untuk mengetahui hubungan kaitan antara variabel bebas dengan variabel terikat dilakukan pengujian dengan uji koefisien korelasi berganda (R) dan uji koefisien determinasi berganda . ji R. Diperoleh nilai korelasi (R) sebesar 0,659. > 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara ROA. CR. SIZE terhadap DER berhubungan Diperoleh nilai Adjusted R-Square sebesar 0,389 atau 38,9% maka dapat disimpulkan bahwa sebesar 38,9% variabel ROA. CR dan SIZE mempengaruhi DER sedangkan sebesar 61,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya. Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan . , maka dilakukan pengujian dengan uji F. Dengan probabilitas sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan seluruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel secara simultan atau bersamaan. Untuk mengetahui pengaruh negatif atau positif serta signifikan atau tidak signifikan antara variabel independen terhadap dependen, maka dilakukan pengujian dengan uji t. Didapatkan variabel ROA dengan nilai sebesar 0. 687 dengan nilai sig. yang berarti ROA berpengaruh positif tidak signifikan terhadap struktur modal. Dan variabel CR dengan nilai sebesar -4,983 dengan nilai sig. sebesar 0,000 yang berarti CR berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Serta untuk variabel SIZE dengan nilai sebesar 3. 134 dengan nilai sig. sebesar 0,003 yang berarti SIZE berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal. Diskusi