Journal for Quality in Women's Health Vol. 5 No. 1 March 2022 | pp. 99 - 106 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: https://doi. org/10. 30994/jqwh. Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif pada Ibu Bersalin di RS Lira Medika Karawang-Jawa Barat Eka Wulan Novita Darmawan. Suprihatin*. Triana Indrayani Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia * Corresponding author: suprihatin . uprihatin@civitas. Received: Februari 26 2022. Accepted: Maret 22 2022. Published: Maret 29 2022 ABSTRAK Nyeri persalinan merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat proses persalinan Penatalaksanaan nyeri persalinan dengan metode non-farmakologis salah satunya yaitu dengan Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavneder terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian Quasi Eksperimen yang bersifat two group pretest Ae posttest dengan kelompok intervensi 15 responden dan kelompok kontrol 15 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala nyeri Data dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitneyt untuk mengetahui perbedaan skor antar kelompok. Hasil menunjukkan ada perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender (<0,. dengan rata-rata pada kelompok intervensi terjadi penurunan . sedangkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan nilai rata-rata nyeri persalinan . yang artinya ada perbedaan yang signifikan pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Aromaterapi lavender efektif dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Kata kunci: aromaterapi lavender, nyeri persalinan This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkait dengan kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selama persalinan (Judha et al. ,2. Penatalaksanaan nyeri persalinan dengan metode non-farmakologis salah satunya yaitu aromaterapi, menurut Maryunani . menghirup aroma minyak esensial dapat mangurangi ketegangan, terutama pada persalinan tahap awal dan efektif menurunkan nyeri. Dapat juga untuk mengharumkan ruang persalinan karena dapat memberikan efek menenteramkan. Adanya intervensi non-farmakologis seperti aromaterapi untuk menurunkan nyeri persalinan dengan menggunakan aromaterapi lavender, membuat ibu merasakan menurunnya nyeri pada saat persalinan, memberikan sensasi menyenangkan yang melawan rasa tidak nyaman saat persalinan, serta dapat menghilangkan ketegangan pada sacrum dan otot pelvis. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Persalinan Aromaterapi lavender adalah terapi yang menggunakan minyak essensial yang dinilai dapat membantu mengurangi bahkan mengatasi gangguan psikologis dan gangguan rasa nyaman seperti cemas, stress, depresi, dan sebagainya. Secara singkat wangi yang dihasilkan aromaterapi lavender akan menstimulasi hipotalamus untuk menghasilkan enkefalin, yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami. Enkefalin merupakan neuromodulator yang berfungsi untuk menghambat nyeri fisiologi (Hutasoit et al. ,2. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di RS Lira Medika terdapat 25 pasien bersalin diperoleh 11 pasien mengatakan bahwa nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk, panas menjalar di sepanjang pinggang dan perut bawah, dan berdasarkan pengamatan langsung saat proses persalinan belum pernah ada yang menggunakan aromaterapi lavender untuk mengatasi rasa nyeri pada saat proses persalinan. Kemudian ibu juga terasa nyeri dan gelisah ini dapat dilihat dari ekspresi ibu dan gesture tubuh ibu bersalin dengan terlihat mimik nyeri dan Mereka seperti berusaha mencari posisi nyaman dengan melakukan perpindahan posisi miring kiri dan kanan ataupun membungkuk dengan mata terpejam. Hal inilah yang menjadi alasan peneliti untuk dapat menerapkan metode non-farmakologi bagi ibu bersalin yang mengalami nyeri akibat persalinan dengan menggunakan teknik aromaterapi lavender, oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif Di RS Lira Medika Karawang-Jawa BaratAy. METODE Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen yang bersifat two group pretest and posttest terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan jumlah sampel masing-masing yaitu kelompok intervensi 15 orang dan kelompok kontrol 15 orang pada ibu bersalin dengan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan menggunakan lembar Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari sampai dengan Februari tahun 2022 di RS Lira Medika Karawang-Jawa Barat. Dalam penelitian ini skala ukur yang digunakan skala ukur nyeri bourbanis. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi lavender pada kelompok intervensi dan perbedaan nyeri pada pretest dan posttest kelompok kontrol. Selanjutnya menggunakan Uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan rata-rata 2 sampel tidak berpasangan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian ini sudah melalui uji etik dan memiliki surat layak etik. HASIL Analisis Univariat Tabel 4. Distribusi frekuensi pretest dan posttest pada kelompok intervensi di RS Lira Medika - Karawang Pretest Posttest Kelompok Intervensi Nyeri Sedang Nyeri Berat Terkontrol Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Persalinan Berdasarkan tabel 4. 1 dapat diketahui bahwa pada kelompok intervensi, sebelum diberikan aromaterapi lavender didapatkan mayoritas intensitas nyeri berat terkontrol yaitu 11 orang . ,3%), dan setelah diberikan aromaterapi lavender didapatkan mayoritas kategori intensitas nyeri sedang yaitu 12 orang . %). Tabel 4. Distribusi frekuensi pretest dan posttest pada kelompok kontrol di RS Lira Medika - Karawang Pretest Posttest Kelompok Kontrol Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Terkontrol Nyeri Berat Tidak terkontrol Berdasarkan tabel 4. 2 dapat diketahui bahwa pada kelompok kontrol, pretest didapatkan mayoritas intensitas nyeri sedang yaitu 6 orang . %), dan posttest didapatkan mayoritas kategori intensitas nyeri berat terkontrol yaitu 12 orang . %). Uji Normalitas Tabel 4. Uji normalitas kelompok intervensi Pretest Posttest Statistic 0,832 0,881 Saphiro Wilk Sig 0,010 0,049 Berdasarkan tabel 4. 3 diketahui bahwa nilai Sig 2 tailed pada kelompok intervensi <0,05 sehingga didapatkan bahwa data berdistribusi tidak normal. Tabel 4. Uji normalitas kelompok kontrol Pretest Posttest Statistic 0,884 0,818 Saphiro Wilk Sig 0,055 0,006 Berdasarkan Tabel 4. 4 diketahui bahwa nilai Sig 2 tailed pada kelompok kontrol <0,05 sehingga didapatkan bahwa data berdistribusi tidak normal. Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Persalinan Analisis Bivariat Tabel 4. Uji wilcoxon kelompok intervensi intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender pada kelompok intervensi di RS Lira Medika-Karawang Kelompok Mean Min Max Intervensi Pretest 6,80 0,775 0,003 Posttest 5,67 0,900 Berdasarkan tabel 4. 5 diketahui bahwa rata-rata intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebelum diberikan aromaterapi lavender . adalah 6,80 sedangkan sesudah diberikan aromaterapi . diperoleh rata-rata intensitas nyeri adalah 5,67, sehingga terjadi penurunan intensitas nyeri sebanyak 1,13 point. Uji wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,003 ( < 0,. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri sebelum diberi aromaterapi lavender dengan sesudah diberi aromaterapi lavender pada kelompok intervensi. Tabel 4. Uji wilcoxon kelompok kontrol intensitas nyeri pretest dan posttest pada kelompok kontrol di RS Lira Medika-Karawang Kelompok Mean Min Max Kontrol Pretest 5,47 1,992 0,001 Posttest 7,60 1,352 Berdasarkan tabel 4. 6 diketahui bahwa rata-rata intensitas nyeri pada kelompok kontrol pretest adalah 5,47, sedangkan posttest diperoleh rata-rata intensitas nyeri adalah 7,60, terjadi peningkatan intensitas nyeri sebanyak 2,13 point. Uji wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,001 ( < 0,. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan intensitas nyeri pretest dengan posttest pada kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan intensitas nyeri persalinan kala I pada kelompok yang tidak diberi aromaterapi lavender. Tabel 4. Uji mann whitney pretest perbedaan intensitas nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di RS Lira Medika-Karawang Intensitas Nyeri Mean Mean Min Max Rank Kelompok 6,80 0,775 18,50 0,054 Intervensi Kelompok 5,47 1,992 12,50 Kontrol Berdasarkan tabel 4. 7 dapat diketahui bahwa nilai P = 0,054 ( > 0,. Mean rank intensitas nyeri pada kelompok kontrol 12,50 lebih kecil dibandingkan mean rank intensitas nyeri pada kelompok intervensi 18,50. Sehingga, disimpulkan tidak ada perbedaan nyeri pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi sebelum diberikan aromaterapi lavender. Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Persalinan Tabel 4. Uji mann whitney posttest perbedaan perubahan intensitas nyeri antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi di RS Lira Medika-Karawang Intensitas Nyeri Mean Mean Min Max Rank Kelompok 5,67 0,900 9,63 0,000 Intervensi Kelompok 7,60 1,352 21,37 Kontrol Berdasarkan tabel 4. 8 dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan perubahan intensitas nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan beda rerata 1,93 point. Mean rank intensitas nyeri pada kelompok intervensi 9,63 lebih kecil dibandingkan mean rank intensitas nyeri pada kelompok kontrol 21,37. Hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai P = 0,000 ( < 0,. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi perbedaan perubahan nyeri pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada akhir penelitian. PEMBAHASAN Intensitas nyeri sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender pada kelompok intervensi Berdasarkan hasil penelitian perubahan intensitas nyeri sebelum intervensi dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi terjadi penurunan intensitas nyeri sesudah periode intervensi dengan nilai P < 0,05. Berdasarkan hasil uji wilcoxon pada kelompok intervensi diperoleh nilai p = 0,003 yang lebih kecil dari = 0,05 dengan demikian terdapat perbedaan intensitas nyeri sebelum intervensi dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Witama Juliani . tentang AuPemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala I Fase AktifAy rata-rata tingkat nyeri persalinan kala 1 fase aktif sebelum diberikan aromaterapi lavender 7,19. Rata-rata tingkat nyeri persalinan kala 1 fase aktif sesudah diberikan aromaterapi lavender 5,50, sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif pada ibu bersalin di wilayah kerja Puskesmas Raman Utara Kabupaten Lampung Timur dengan p value 0,000. Menurut asumsi peneliti, aromaterapi lavender yang diberikan pada ibu yang akan bersalin sangat berpengaruh, dengan diberikannya aromaterapi rasa cemas dan nyeri yang dialami ibu selama proses persalinan akan turun. Ini dikarenakan kandungan minyak lavender yang mengandung linalool acetate yang mempunyai efektivitas untuk membuat ibu bersalin Dimana linalool ini mempunyai kandungan aktif utama yang berperan pada efek anti cemas . pada lavender. Selama proses penelitian berlangsung ibu yang sebelumnya belum diberikan aromaterapi rata Ae rata mengalami nyeri berat terkontrol untuk kelompok intervensi dengan presentasi 73,3% sedangkan setelah diberikan aromaterapi mengalami nyeri sedang dengan presentasi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa setelah diberikan aromaterapi lavender sebagian besar mengalami perubahan nyeri. Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Persalinan Intensitas nyeri pretest dan posttest pada kelompok kontrol Perubahan intensitas nyeri pada pre dan post pada kelompok kontrol terjadi peningkatan intensitas nyeri di akhir penelitian dengan nilai P > 0,05. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon pada kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,001 yang lebih kecil dari = 0,05 dengan demikian terdapat perbedaan intensitas nyeri awal dan akhir penelitian pada kelompok kontrol. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari . ada perbedaan yang signifikan antara pemberian aromaterapi terhadap nyeri pada ibu bersalin dengan p value 0,000. Menurut asumsi peneliti, ibu bersalin yang mengalami peningkatan nyeri pada persalinan merupakan proses fisiologis, nyeri yang dirasakan ibu pada saat akan melahirkan merupakan respon psikis dan refleks fisik. Nyeri persalinan akan bertambah kuat dengan bertambahnya pembukaan dimana puncak nyeri tersebut akan terus meningkat sampai pembukaan lengkap. Hal ini disebabkan karena kontraksi otot selama periode anoksia relative menyebabkan rasa nyeri. Bahkan berdasarkan hasil penelitian lain sebagian besar ibu bersalin primigravida mengalami nyeri berat sebanyak 54% dan pada ibu multigravida mengalami nyeri sedang sebanyak 63% sebelum diberikan aromaterapi. Perbedaan intensitas nyeri persalinan kala 1 pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa intensitas nyeri sesudah intevensi pada kelompok intervensi dengan nilai 9,63 lebih rendah dibandingkan pada akhir penelitian kelompok kontrol dengan nilai 21,37. Dari hasil uji Mann Whitney dapat disimpulkan terdapat perbedaan intensitas nyeri sesudah intervensi yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,000. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Susilarini . bahwa ibu bersalin sebelum mendapatkan perlakuan dengan aromaterapi lavender sebagian besar mengalami nyeri sedang sebanyak 29 responden . ,9%). Ibu bersalin setelah mendapatkan perlakuan dengan aromaterapi lavender sebagian besar mengalami penurunan nyeri menjadi nyeri ringan sebanyak 26 responden . ,8%) Ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap pengendalian nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin dengan p value 0,001. Terjadinya penurunan skala nyeri setelah diberikan aromaterapi lavender karena wangi yang dihasilkan aromaterapi lavender akan menstimulasi talamus untuk mengeluarkan enkefalin, berfungsi sebagai penghilang rasa sakit alami. Menurut asumsi peneliti, sebelum diberikan aromaterapi responden yang akan bersalin terlihat cemas dan merasakan nyeri yang tidak tenang. Setelah diamati nilai nyeri sebelum diberikan aromaterapi pada kelompok intervensi rata Ae rata nyeri berat terkontrol. Dan setelah diberikan aromaterapi menjadi nyeri sedang. Sedangkan pada kelompok kontrol rata Ae rata nyeri pretest adalah nyeri sedang, setelah posttest berubah menjadi nyeri berat terkontrol. Intensitas nyeri yang berlangsung selama proses persalinan berhubungan dengan rasa takut dan tidaktahuan dapat memperberat rasa nyeri. Ibu yang diberikan aromaterapi lavender pada proses persalinan mengalami nyeri persalinan yang lebih rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak diberikan aromaterapi lavender pada proses persalinan. Aromaterapi lavender dapat mengurangi rasa cemas menjelang persalinan yang dapat menyebabkan rasa nyeri dan sakit pada saat kontraksi. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa minyak lavender sendiri berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat kecemasan, peningkatan relaksasi, dan peningkatan rasa kantuk, serta adanya perbaikan mood. Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Persalinan KESIMPULAN Dari hasil penelitian ini dapat simpulan yaitu ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I di RS Lira Medika Karawang Ae Jawa Barat dengan p = 0,000. Etical Clereance : No : 026/PE/KE/FKK-UMJ/I/2022. DAFTAR PUSTAKA