ISSN : 2685-967X (Onlin. - 2685-693X (Prin. Akademi Kebidanan Aifa Husada. Pamekasan Link Jurnal: http://ovari. id/index. php/ovari/index Alamat: JL. Raya Ceguk No. Kecamatan Tlanakan. Kabupaten Pamekasan. Jawa Timur 69316 Pengaruh Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Sri Sukarsi Akademi Kebidanan Aifa Husada Madura karsipadang@gmail. ABSTRAK Jamu Gepyokan atau uyup-uyup adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu yang menyusui. Tidak lancarnya pengeluaran ASI pada saat menyusui menyebabkan mastitis. Dampak kurangnya pemberian ASI antara lain meningkatnya kejadian diare , kurangnya kecukupan gizi bagi bayi / bawah 2 tahun, dan timbulnya alergi. Upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah salah satunya meminum jamu tradisional gepyokan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Jamu Tradisional Gepyokan terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019. Rancangan penelitian pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest posttest Jumlah sampel 18 orang, yang diperoleh dari teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuisoner. Hasil penelitian kemudian dianalisa menggunakan uji statistic Wilcoxon. Hasil penelitian bahwa sebagian besar responden pada saat sebelum pemberian jamu tradisional gepyokan produksi ASI tidak lancar sebanyak 12 . ,7%) responden dan setelah pemberian jamu tradisional gepyokan produksi ASI mengalami peningkatan, sebagian besar . ,2%) responden produksi ASI nya menjadi cukup lancar di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Tahun 2019. Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan hasil A_value sebesar 0,000 karena A_value O . maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh pemberian jamu tradisional gepyokan terhadap produksi ASI pada Ibu Nifas, didapatkan bahwa hasil ujinya yaitu Positive rank yang artinya antara sebelum dan sesudah diberikan pemberian jamu tradisional gepyokan terdapat peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian jamu tradisional gepyokan terhadap produksi ASI pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019. Hal ini dapat menjadi salah satu referensi bagi ibu nifas untuk mengatasi ASI tidak lancar dengan mengkonsumsi jamu tradisional gepyokan. Kata kunci : Jamu Gepyokan. Produksi ASI. Ibu Nifas ABSTRACT Jamu Gepyokan or uyup-uyup is a jamu used to increase breast milk production in breastfeeding The smooth production of breast milk during lactation causes mastitis. The effects of lack of breastfeeding include increased incidence of diarrhea, lack of nutritional adequacy for infants / under 2 years, and the onset of allergies. Efforts to increase breast milk production are one of them drinking traditional gepyokan jamu. The purpose of this study is to find out the effect of gepyokan traditional medicine on breast milk production on Mrs. Nifas in the Working Area of Lenteng Health Center in Sumenep Regency in 2019. Pre-experimental research design with one group pretest posttest design approach. The sample count is 18 people, obtained from purposive sampling techniques. Research instruments use questionnaire sheets. The results were then analyzed using wilcoxon statistical tests. The results of the study that most respondents at the time before the traditional jamu administration of breast milk production was not smooth as much as 12 . 7%) and after traditional jamu administration, breast milk production increased, mostly . 2%) the production of breast milk became quite smooth in the Working Area of Lenteng Health Center Sumenep Regency year 2019. Based on the Wilcoxon test obtained A_value results of 0. 000 due to A_value O . then H0 was rejected and H1 was received which means that there is a effect of traditional jamu gepyokan on breast milk production in Mrs. Nifas, obtained that the test result is Positive rank which means that between before and after the traditional medicine gepyokan there is an increase in breast milk production in nifas The conclusion in this study is that there is an influence of traditional jamu gepyokan on breast milk Ovary Midwifery Journal Vol. 2 No. 1 Agustus 2020 production in nifas mothers in the orking area of Puskesmas Lenteng Sumenep Regency in 2019. This can be one of the references for mothers nifas to overcome breast milk not smoothly by consuming traditional gepyokan jamu. Keywords : Jamu Gepyokan. Breast milk production. Nifas Dampak kurangnya pemberian ASI PENDAHULUAN Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan antara lain meningkatnya kejadian diare pada pertama, utama, dan terbaik bagi bayi, yang anak akibat tidak higienisnya makanan bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai tambahan atau susu formula, kurangnya zat gizi yang dibutuhkan dalam proses kecukupan gizi bagi anak bawah 2 tahun, pertumbuhan dan perkembangan bayi. (Dwi timbulnya alergi pada sebagian anak serta SP, 2. Oleh karenanya mulai tahun 1990 meningkatnya pengeluaran rumah tangga sudah ada Gerakan Nasional Peningkatan untuk pembelian susu formula (Djaiman. Penggunaan Air Susu Ibu (PP-ASI) hingga anak usia 2 tahun. Namun demikian hasilnya Mengingat permasalahan tersebut maka belum mencapai hasil yang maksimal karena dianggap penting adanya berbagai upaya masih banyak anak yang tidak mendapatkan untuk mendukung kelancaran produksi ASI. ASI hingga usia 2 tahun (Djaiman 2. Penyuluhan secara terpadu dari berbagai Banyak alasan bagi ibu, salah satunya adalah sektor dalam skala luas yaitu dengan melalui produksi ASI yang sudah tidak lancar atau ASI sudah tidak keluar lagi. kemasyarakatan dan pemerintah, maupun Berdasarkan data dari United Nations dalam skala sempit di tingkat desa melalui Children's Fund (UNICEF) pada tahun 2015 PKK yang di integrasikan dalam posyandu hanya 40% bayi di bawah usia 6 bulan yang (Hasinuddin, 2. Disamping itu secara mendapatkan ASI (Air Susu Ib. secara tehnis juga perlu ditunjukkan berbagai eksklusif di seluruh dunia. Menurut SDKI makanan yang dapat menunjang kelancaran tahun 2012 pencapaian ASI eksklusif adalah produksi ASI. Salah satunya adalah jamu Sedangkan, berdasarkan laporan dari tradisional gepyokan yang disebutkan bisa Dinas bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI cakupan pemberian ASI 0-6 bulan hanyalah ibu menyusui. Jamu tradisional gepyokan ini 54,3% (Pusdatin, 2. Berdasarkan data mengandung laktogogum yaitu zat gizi yang dari Kabupaten/Kota di Jawa Timur diketahui bahwa cakupan bayi yang mendapat ASI Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya eksklusif hingga tahun 2012 hanya sebesar menunjukkan bahwa dari 15 . %) tidak 64,08 % (DinKes Jatim, 2. Khusus untuk mengkonsumsi jamu uyup-uyup . elompok Kabupaten Sumenep tahun 2015 pemberian Pada kelompok kontrol, 2 . ,3%) ASI eksklusif tercapai 78,20 % bayi. responden pengeluaran ASInya lancar dan 13 Kesehatan Ovary Midwifery Journal Vol. 2 No. 1 Agustus 2020 ASI. ,7%) responden pengeluaran ASInya tidak HASIL PENELITIAN lancar karena tidak meminum jamu uyup- Data Umum uyup selama 7 hari (Retno, dkk. , 2. Upaya Karakteristik responden berdasarkan usia di ASI Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng diantaranya menyusui bayi lebih sering. Kab. Sumenep tahun 2019 dapat dilihat pada Menjaga kesehatan terutama emosi dan sikap tabel berikut serta memperbanyak asupan gizi khususnya Tabel 3. 1 Distribusi frekuensi karakteristik responden berdasarkan usia di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kab. Sumenep meminum jamu gepyokan yang terdiri dari rmepah-rempah yang mengandung zat yang kan merangsang ASI untuk memproduksi lebih banyak. Produksi Asi akan berpengaruh ASI Eksklusif Usia <20 tahun 4 22,2 20-35 tahun 1 61,1 >35 tahun 3 16,7 Bounding Attachment. Dengan produksi ASI lancar diharapkan morbiditas menurun. METODE PENELITIAN Berdasarkan Total termasuk jenis penelitian inferensial karena digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya untuk digeneralisasikan untuk Berdasarkan tempat penelitian termasuk jenis penelitian lapangan karena sebenarnya dan tanpa mengendalikan kondisi. Berdasarkan tujuan penelitian termasuk penelitian eksploratif. Berdasarkan sumber data termasuk jenis data primer. Sedangkan berdasarkan ada tidaknya perlakuan termasuk menggunakan pre test-post test design yaitu (Sumber : Data primer penelitian, 2. Berdasarkan tabel 3. 1 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar . ,1%) responden berusia 20-35 tahun. Karakteristik responden berdasarkan pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kab Sumenep tahun 2019 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel Distribusi karakteristik responden berdasarkan pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 . Pendidikan Dasar (SD-SMP) 9 50,0 Menengah 6 33,3 (SMA/SMK/Sederaja. Tinggi (D3-PT) 3 16,7 Total (Sumber : Data primer penelitian, 2019 ) sebelum dilakukan intervensi, kemudian diberikan kuesioner lagi setelah intervensi. Berdasarkan tabel 3. 2 dapat diinterpretasikan . %) berpendidikan SD-SMP. Ovary Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 Agustus 2020 Karakteristik pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 adalah sebagai berikut: dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 3. Distribusi karakteristik responden berdasarkan pekerjaan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 Pekerjaan Bekerja Tidak bekerja Total (Sumber : Data primer penelitian, 2019 ) Tabel 3. Produksi ASI sebelum diberikan Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 Kategori Tidak lancar Cukup lancar 6 Lancar Total (Sumber : Data primer penelitian, 2019 ) Berdasarkan tabel 3. 3 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar . ,2%) responden Berdasarkan tidak bekerja. diinterpretasikan bahwa sebagian besar . ,7 Karakteristik responden berdasarkan paritas %) produksi ASI tidak lancar pada responden Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Jamu Tradisional Kabupaten Sumenep tahun 2019 dapat dilihat Gepyokan. pada tabel berikut Produksi ASI sesudah diberikan Pemberian Tabel 3. Distribusi karakteristik responden berdasarkan paritas di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Paritas Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Produksi ASI sesudah diberikan Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Primipara Multipara Grandemulti Total Berdasarkan tabel 3. 4 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar . ,1 %) responden berdasarkan paritas adalah primipara Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 adalah sebagai berikut: Tabel 3. Produksi ASI sesudah diberikan Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 Data Khusus Kategori Produksi ASI sebelum diberikan Pemberian Tidak lancar Cukup lancar Produksi ASI sebelum diberikan Pemberian Lancar Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Total Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Ovary Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 Agustus 2020 (Sumber : Data primer penelitian, 2019 ) gepyokan produksi ASI tidak lancar sebanyak 12 . ,7%) responden, akan tetapi setelah Berdasarkan tabel 3. 6 dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar responden . ,2 %) mengalami peningkatan produksi ASI cukup lancar sesudah pemberian Jamu Tradisional Gepyokan. sebelum dan sesudah diberikan Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Tahun 2019. ASI ,2%) produksi ASI nya menjadi cukup lancar di Wilayah Tabulasi silang produksi ASI antara Kerja Kabupaten Puskesmas Sumenep Lenteng Tahun Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan hasil A_value sebesar 0,000, dengan O . maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh pemberian jamu tradisional Tabel 3. 7 Tabulasi silang produksi ASI antara sebelum dan sesudah diberikan Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Tahun 2019. gepyokan terhadap produksi ASI pada Ibu Nifas, didapatkan bahwa hasil ujinya yaitu Positive rank yang artinya antara sebelum dan sesudah diberikan pemberian jamu tradisional Post Produksi ASI gepyokan terdapat peningkatan produksi ASI Kateg Pre Produ ASI Tidak Cukup Lancar Total pada ibu nifas. % f Tidak Cuku Produksi ASI Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 Produksi ASI sebelum pemberian Jamu Lanca Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Total PEMBAHASAN Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep p-value : 0,000 : 0,05 Positive Rank : Negative rank Ties dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar . ,7 %) responden tidak lancar dan cukup Air Susu Ibu (ASI) makanan pertama, utama, dan terbaik bagi bayi, yang bersifat alamiah. ASI mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam (Sumber : Data primer penelitian, 2019 ) proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berdasarkan tabel 3. 6 dapat diinterpretasikan (Dwi SP, 2. ASI adalah suatu emulsi bahwa sebagian besar responden pada saat lemak dalam larutan protein, laktose, dan garam organik yang disekresi oleh kedua Ovary Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 Agustus 2020 belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan Produksi ASI sesudah diberikan Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep tahun 2019 ketidakcukupan ASI adalah 32% disebabkan Produksi ASI sesudah pemberian kurangnya pengetahuan ibu tentang ASI Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Eksklusif, ibu-ibu menghentikan pemberian Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep ASI karena produksi ASI kurang. Pemberian dapat diinterpretasikan bahwa sebagian besar ASI Eksklusif dihentikan karena ibu harus responden . ,2 %) mengalami peningkatan kembali bekerja 28%. Gencarannya promosi produksi ASI. utama bagi bayi (Kristiyan,2. Faktor susu formula, dimana ibu-ibu menghentikan pemberian ASI karena pengaruh iklan susu ASI mengandung gizi lengkap dan formula 16%. Sedangkan lainnya 24% sesuai dengan kebutuhan bayi untuk tumbuh disebabkan oleh faktor budaya yang meliputi kembang yang optimal. Mudah dicerna dan diserap, karena perbandingan whey protein /casein adalah 80/20, sedangkan susu sapi 40/60. Disamping itu ASI mengandung lipase pemberian ASI Eksklusif. Faktor dukungan dari petugas kesehatan yang memecah trigliserida menjadi asam dimana kegagalan pemberian ASI Eksklusif lemak dan gliserol. Laktosa dalam ASI mudah disebabkan kurangnya dukungan dari petugas terurai menjadi glukosa dan galaktosa, dan kesehatan yang dianggap paling bertanggung enzim laktase sudah ada sejak bayi lahir. ASI jawab dalam kenerhasilan penggalakan ASI juga mengandung Imunitas selular yaitu dan faktor dari keluarga dimana banyak ibu lekosit sekitar 4000/ml ASI yang terutama yang gagal memberikan ASI Eksklusif karena orang tua, nenek, atau ibu mertua mendesak humoral,misalnya IgA- enzim pada ASI yang mempunyai efek antibakteri misalnya lisozim. Makrofag Imunitas katalase dan peroksidase. Laktoferin Faktor formula (Judarwanto,2. bifidus Antibodi lainnya: Interferon, faktor Minimnya pengetahuan dan pengalaman antistafilokokus, antibodi HSV. B12 binding menyebabkan ibu kurang mampu menstimuli protein, dan komplemen C3 dan C4. Tidak menyebabkan alergi. ASI-nya berdampak pada kurang lancarnya produksi Produksi ASI yang rendah merupakan ASI. salah satu akibat dari kurang sering menyusui atau memerah payudara, hisapan bayi tidak secara efektif, dan kurangnya gizi ibu (Saleha. Untuk menjaga kualitas ASI, ibu harus mengikuti pola makan dengan prinsip gizi Ovary Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 Agustus 2020 seimbang dan konsumsi beragam makanan, zat kimia yang merangsang laktagogum terutama sayuran yang berwarna hijau tua, sehingga menstimulasi hormon oksitosin dan yang baik untuk memperlancar ASI, misalnya prolatin, reflek prolaktin secara hormonal daun katu. Selain daun katu, kacang Ae untuk memproduksi ASI. Sehingga ada kacangan, air sari akar Jombang, buncis, pengaruh pemberian jamu gepyokan terhadap jagung, dan pare juga termasuk bahan produksi ASI pada ibu nifas. memperlancar ASI (Yuliarti, 2. Jika hasil analisis menunjukkan ada Untuk mengetahui banyaknya ASI, gepyokan terhadap produksi ASI pada ibu beberapa kriteria yang dapat dipakai sebagai nifas, maka hasil penelitian ini sesuai dengan patokan untuk mengetahui jumlah ASI cukup atau tidak adalah ASI yang banyak dapat Disebutkan bahwa jamu tradisional gepyokan merembes ke luar melalui putting, sebelum memiliki beberapa senyawa yang dapat disusukan payudara terasa tegang dan berat meningkatkan produksi ASI. badan naik dengan memuaskan sesuai umur Jika hampir seluruh responden sesudah KESIMPULAN Hasil produksi ASI-nya cukup lancar, maka hal ini disebabkan dengan mengkonsumsi jamu tradisional gepyokan maka ibu mendapatkan setelah meminum jamu tradisional gepyokan tampak ada rembesan ASI dari payudara Hasil wawancara dengan ibu juga Jamu ASI Tradisional nya tidak lancar 66,7 %. Hasil identifikasi produksi ASI sesudah Jamu Tradisional Gepyokan ASI sehingga sebagian besar 77,2 % responden produksi ASI nya cukup lancar. Ada mengatakan bahwa bayinya dapat kencing lebih dari 8 kali/hari. Gepyokan yaitu sebagian besar produksi ASI meningkatkan dan memperlancar produksi ASI. Hal ini juga tampak dari responden Pengaruh Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tabulasi silang produksi ASI antara sebelum dan sesudah diberikan Pemberian Jamu Tradisional Gepyokan di Wilayah Kerja Puskesmas Lenteng Kabupaten Sumenep Tahun 2019. Upaya untuk meningkatkan produksi ASI adalah salah satunya meminum jamu tradisional gepyokan, karena pada ramuan jamu tradisional gepyokan ini mengandung Lenteng Kabupaten Sumenep Tahun 2019. DAFTAR PUSTAKA