Jurnal Semnasdik Vol. No. November 2023, hlm. Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Pesisir Pantai Kandangu Buku Desa Matawai Atu Kabupaten Sumba Timur Sebagai Media Pembelajaran Biologi Bryan Jeremy Markus1. Anita Tamu Ina2. Audrey Louise Makatita3 1,2,3 Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba Email penulis: bryanjeremymarkus@gmail. com, anitamuina@unkriswina. audreymakatita@unkriswina. Abstrak Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keanekaragaman jenis mangrove di pesisir Pantai Kandangu Buku. Desa Matawai Atu. Kabupaten Sumba Timur dan mendeskripsikan pemanfaatan keanekaragaman jenis mangrove di pesisir Pantai Kandangu Buku. Desa Matawai Atu. Kabupaten Sumba Timur sebagai media pembelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian ekologi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling, dengan pemilihan lokasi sampling yang dilakukan berdasarkan tujuan tertentu. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi kerapatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, dominansi, indeks nilai penting, dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis mangrove yang telah ditemukan di pesisir Pantai Kandangu Buku Desa Matawai Atu, pada nilai indeks keanekaragaman keseluruhannya dari tingkat semai, pancang dan tiang memperoleh HAo 0,618 yang menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis mangrove di kawasan pesisir Pantai Kandangu Buku Desa Matawai Atu yaitu keanekaragaman rendah (HAo<. Hasil uji validasi media pembelajaran berupa poster oleh validator 1 . enilaian desai. sebesar 95% dan validator 2 . enilaian is. sebesar Kata Kunci: Keanekaragaman. Mangrove. Matawai Atu. Media Pembelajaran Abstract The aim of this research is to describe the diversity of mangrove species on the coast of Kandangu Buku Beach. Matawai Atu Village. Sumba Timur Regency and to describe the use of the diversity of mangrove species on the coast of Kandangu Buku Beach. Matawai Atu Village. Sumba Timur Regency as a biology learning medium. The type of research used in this research is ecological research with a quantitative descriptive approach. In this research, researchers will use a sampling technique, namely purposive sampling, with the selection of sampling locations based on certain Data analysis techniques in this research include density, relative density, frequency, relative frequency, dominance, importance value index, and diversity index. The results of the research show that the diversity of mangrove species that have been found on the coast of Kandangu Buku Beach. Matawai Atu Village, in the overall diversity index value from the seedling, sapling and pole level obtained H' 0. 618, which shows that the diversity of mangrove species in the coastal area of Kandangu Buku Beach. Matawai Atu Village namely low diversity (H'<. The validation test results for learning media in the form of posters by validator 1 . esign assessmen. were 95% and validator 2 . ontent assessmen. were 90%. Keywords: Diversity. Mangroves. Matawai Atu. Learning Media PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia bersama dengan Brazil dan Zaire. Indonesia terdapat sekitar 28. 000 jenis tumbuhan dari total 230. 000 spesies tumbuhan di seluruh dunia. Keragaman hayati merupakan frasa yang dipergunakan untuk menggambarkan kelimpahan beraneka wujud kehidupan di planet ini, dari mikrob sampai makhluk Terbit online pada laman web: https a. Bryan Jeremy Markus, dkk. Keanekaragaman Mangrove A hidup yang lebih kompleks (Siboro, 2. Secara geografis. Sumba Timur berada di bagian timur yang berbatasan dengan Laut Sabu. Samudra Hindia bagian selatan. Kabupaten Sumba Tengah bagian barat, dan Selat Sumba bagian utara. Luas wilayah Sumba Timur umumnya bervariasi dari 3 hingga 907 meter di atas permukaan laut. Sekitar 40 % wilayah Sumba Timur merupakan wilayah perbukitan terjal, terutama di wilayah selatan yang lerengnya merupakan tanah subur, sedangkan wilayah utara terdiri dari dataran berbatu dan gurun (Linandya, 2. Sebagian besar mangrove terdapat di pesisir Pantai Sumba Timur, dengan masing-masing daerah memiliki keanekaragaman jenis yang berbeda. Kandangu Buku adalah daerah di Sumba Timur yang memiliki mangrove di pesisir pantai. Daerah ini terletak di Desa Matawai Atu. Menurut hasil wawancara dengan salah satu aparat desa (APR) dan beberapa warga di Desa Matawai Atu. Pantai Kandangu Buku adalah lokasi penting bagi masyarakat setempat untuk mencari makanan sebagai nelayan. Pantai ini memiliki luas sekitar 4,500 m2 dan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk memancing, mengumpulkan biota laut seperti siput, teripang, dan ikan kecil di antara bebatuan, piknik, serta melatih kuda untuk berlari saat air laut Permasalahan ditemukan melalui pengamatan awal dengan melihat secara langsung, ada beberapa jaring penangkapan ikan yang tergantung pada cabang pohon mangrove dan juga ada pemukiman yang dibangun di sekitar mangrove. Masyarakat sering menggunakan kayu mangrove untuk membuat kandang ayam, dinding dapur, dan bahan bakar. Selain itu, mereka juga sering mengikat kuda pada ranting pohon mangrove. Dari kegiatan masyarakat yang dilakukan, dapat mengancam kelangsungan ekosistem mangrove di pesisir Pantai Kandangu Buku dan mengurangi populasi mangrove. Hal ini menyebabkan terjadinya erosi oleh gelombang air laut karena tidak ada struktur yang menahan air laut. Mangrove memiliki peranan untuk menjaga stabilitas garis pantai dan melindungi garis pantai dari erosi yang disebabkan oleh air laut. Fungsi ekologi hutan mangrove adalah sebagai habitat bagi biota laut, tempat berlindung, makanan atau berkembang biak. Selain itu, hutan mangrove dapat berperan sebagai stabilisator pesisir (Sipahelut et al. , 2. Jika tidak ada mangrove di tepi pantai, dapat terjadi peningkatan pencemaran air, terjadinya pengikisan garis pantai karena terkena ombak, dan meningkatnya risiko bencana karena tidak ada perlindungan dari gelombang air laut (Kalor & Paiki, 2. Selain fungsi ekologi, mangrove juga memiliki peranan dalam bidang pendidikan yaitu sarana pembelajaran tambahan dalam kajian biologi pada materi keanekaragaman hayati yaitu sebagai media pembelajaran. Keanekaragaman dipelajari di Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas X semester I dengan materi keanekaragaman hayati yang terdapat pada KD 3. 2 tentang Aumenganalisis berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia beserta ancaman dan pelestariannyaAy. Untuk itu perlunya media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran tentang keanekaragaman hayati jenis Berdasarkan survei di dua Sekolah Menengah Atas di Sumba Timur, yaitu SMA Negeri 1 Rindi Umalulu dan SMA Negeri 2 Umalulu kelas X, ditemukan bahwa 67,2% siswa memiliki keterbatasan dalam menggunakan media pembelajaran. Ada beberapa jenis media yang tawarkan sebagai alat pembelajaran. Keempat opsi media tersebut termasuk poster, brosur, pop up book, dan Keempat jenis media tersebut mendapatkan hasil sebagai berikut: 48,3% pemilihan poster, 12,1% pemilihan brosur, 19% pemilihan buku pop up, dan 41,4% pemilihan lapbook. Berdasarkan pilihan siswa yang diungkapkan melalui penyebaran kuesioner, mayoritas memilih media poster dengan persentase sebesar 48,3%. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan di pesisir Pantai Kandangu Buku. Desa Matawai Atu. Kabupaten Sumba Timur. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada 4 Juli 2023. Terbit online pada laman web: https a. Bryan Jeremy Markus, dkk. Keanekaragaman Mangrove A Indonesia Sumba Timur Desa Matawai Atu Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian . ttps://w. com/earth/index. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian ekologi dengan pendekatan deskriptif Data yang dikumpulkan berupa jenis-jenis mangrove yang ditemukan di setiap stasiun Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling, dengan pemilihan lokasi sampling yang dilakukan berdasarkan tujuan tertentu. Tujuan tersebut yaitu pengambilan sampel yang berada pada setiap stasiun pengamatan berdasarkan metode yang digunakan. Pengambilan data mangrove pada lokasi penelitian dilakukan menggunakan metode petak ganda. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman mangrove yang ada di pesisir Pantai Kandangu Buku Desa Matawai Atu Kabupaten Sumba Timur. Sampel dalam penelitian ini semua jenis mangrove yang terdapat dalam plot pada setiap stasiun pengamatan. Bahan dan Peralatan Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi tali rafia. DO meter, pH meter, parang, pisau/cutter, kayu patok, camera, roll meter, alat tulis, dan buku panduan pengenalan mangrove di Indonesia oleh Yus Rusila Noor. Khazali, dan I. N Suryadiputra. Bahan dalam penelitian ini adalah jenis-jenis mangrove yang ditemukan pada stasiun pengamatan. Tahapan Penelitian Pengambilan sampel dilakukan pada 2 stasiun dengan metode petak ganda. Petak ganda yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan membuat banyak petak yang tersusun secara sistematik dan tersebar merata (Sundra, 2. Penentuan letak transek ditarik tegak lurus sejauh 5 meter dari bibir pantai dengan penempatan stasiun pada tiap transek ditarik lurus dari kiri ke kanan dengan luas stasiun 1 dan stasiun 2 yaitu 1. 012 m2 . anjang 46 m x lebar 22 . Jarak antar stasiun yaitu 3 m dengan luas pengambilan sampel . tasiun 1 hingga stasiun . 090 m2 . anjang 95 m dan lebar 22 . , dan terdapat 4 plot di setiap stasiun pengamatan dengan skala 1:1000. Plot yang digunakan yaitu petak ganda dengan ukuran 10 x 10 m . 5 x 5 m . dan 3 x 3 m . dengan jarak antar plot 1 m. Terbit online pada laman web: https a. Bryan Jeremy Markus, dkk. Keanekaragaman Mangrove A Gambar 2. Desain Metode Petak Ganda HASIL & PEMBAHASAN Jenis mangrove yang ditemukan di kawasan pesisir Pantai Kandangu Buku yaitu Avicennia marina dan Lumnitzera racemosa yang memiliki genus dan famili yang berbeda. Jumlah individu yang ditemukan sebanyak 144 individu yang terdiri dari 52 vegetasi semai, 20 vegetasi pancang dan 72 vegetasi tiang. Tabel 1. Jenis-jenis Mangrove di Kawasan Pesisir Pantai Kandangu Buku Jumlah Famili Genus Spesies Individu Verbenaceae Avicennia Avicennia marina Combretaceae Lumnitzera Lumnitzera racemosa Jumlah Berdasarkan tabel 1, terlihat bahwa famili dari Combretaceae yaitu spesies Lumnitzera racemosa dari hasil pengamatan di lokasi penelitian memiliki jumlah individu terbanyak yaitu 100 individu dari famili Verbenaceae spesies Avicennia marina yang hanya memiliki 44 individu. Tabel 2. Jumlah Jenis Mangrove Tingkat Semai. Pancang, dan Tiang Jenis Vegetasi Mangrove Jenis Total Semai Pancang Tiang Avicennia marina Lumnitzera racemosa Total Hasil Pengukuran Parameter Lingkungan Dari hasil pengukuran di lokasi kawasan pesisir Pantai Kandangu Buku Desa Matawai Atu suhu menunjukkan nilai kisaran 32,0 oC -32,2oC, hal ini menunjukkan bahwa suhu tersebut mendukung keberlangsungan mangrove yang ada. Nilai pH berdasarkan hasil pengukuran pada lokasi penelitian yaitu 7,4 menunjukkan bahwa nilai pH yang ada masih cukup baik untuk jenis mangrove. Pada hasil pengukuran DO di lokasi penelitian menunjukkan hasil berkisar 0,1-0,2 mg/L yang artinya memiliki nilai DO yang rendah. Pada lokasi penelitian di kawasan pesisir Pantai Kandangu Buku Desa Matawai Atu memiliki substrat pasir dan dan lumpur, dari substrat tersebut ditemukan 2 jenis mangrove yaitu Avicennia marina dan Lumnitzera racemosa sehingga dapat dikatakan bahwa kedua jenis mangrove ini dapat tumbuh pada substrat pasir berlumpur. Terbit online pada laman web: https a. Bryan Jeremy Markus, dkk. Keanekaragaman Mangrove A Tabel 3. Hasil Pengukuran Parameter Lingkungan Nilai Rata-rata Suhu . C) Substrat 0,1-0,2 Berpasir, 32,1 C Berlumpur Hasil Pengukuran Indeks Ekologi Dari analisis terhadap beberapa indeks ekologi di pesisir Pantai Kandangu Buku Desa Matawai Atu, didapatkan hasil sebagai berikut: Kerapatan dan Kerapatan Relatif Kerapatan merupakan jumlah individu suatu jenis tumbuhan dalam suatu luasan tertentu atau jumlah individu dari suatu jenis (Nanulaitta et al. , 2. Tabel 4. Hasil Pengukuran Kerapatan Jenis (KJ) dan Kerapatan Relatif (KR) Semai Pancang Tiang Keseluruhan Jenis KJ KR KJ KR Avicennia 0,24 46,1 0,07 35 0,13 18,0 0,44 30,5 Lumnitzera 0,28 53,8 0,13 65 0,59 Berdasarkan hasil analisis pada tabel 4, diketahui bahwa Lumnitzera racemosa memiliki nilai kerapatan relatif tertinggi dari vegetasi semai, pancang dan tiang dengan nilai keseluruhan kerapatan jenis 1 dan kerapatan relatif 69,4. Sedangkan nilai terendah pada kerapatan relatif yaitu Avicennia marina dengan nilai keseluruhan kerapatan jenis 0,44 dan kerapatan relatif 30,5. Frekuensi dan Frekuensi Relatif Frekuensi merupakan peluang ditemukan suatu jenis dalam semua petak contoh (Agustini et al. , 2. Frekuensi jenis merupakan salah satu parameter vegetasi yang dapat menunjukan pola distribusi atau sebaran jenis tumbuhan dalam ekosistem atau memperlihatkan pola distribusi tumbuhan (Permadi et al. , 2. Tabel 5. Hasil Pengukuran Frekuensi (F) dan Frekuensi Relatif (FR) Semai Pancang Tiang Keseluruhan Jenis Avicennia 0,375 33,3 0,5 50 0,625 38,4 0,625 38,4 Lumnitzera 0,75 66,6 0,5 50 Berdasarkan tabel 5, nilai frekuensi tertinggi ada pada jenis Lumnitzera racemosa pada tingkat vegetasi semai, tiang dan secara keseluruhan. Pada vegetasi semai memperoleh frekuensi (F) 0,75 dan frekuensi relatif (FR) 66,6. vegetasi tiang memperoleh F 1 dan FR 61,5. secara keseluruhan memperoleh F 1 dan FR 61,5. Nilai frekuensi terendah ada pada jenis Avicennia marina dari tingkat semai, tiang, dan Pada vegetasi semai memperoleh frekuensi (F) 0,375 dan frekuensi relatif (FR) 33,3. vegetasi tiang memperoleh F 0,625 dan FR 38,4. secara keseluruhan memperoleh F 0,625 dan FR 638,4. Nilai pada vegetasi pancang, diketahui memiliki nilai yang sama antara jenis Lumnitzera racemosa dan Avicennia marina yaitu dengan nilai FR 50 dan FJ 0,5. Terbit online pada laman web: https a. Bryan Jeremy Markus, dkk. Keanekaragaman Mangrove A Dominansi dan Dominansi Relatif Indeks dominansi digunakan untuk menggambarkan jenis mangrove yang paling banyak ditemukan (Rosalina & Sofarini, 2. Tabel 6. Hasil Pengukuran Dominansi dan Dominansi Relatif Semai Pancang Tiang Keseluruhan Jenis Avicennia 0,461 46,1 0,35 35 0,180 18 0,305 Lumnitzera 0,538 53,8 0,65 65 0,819 81,9 0,694 Total Dari hasil analisis dan perhitungan yang terdapat pada tabel 6, jenis Lumnitzera racemosa memiliki dominansi dengan nilai tinggi dari tingkat vegetasi semai, pancang, tiang dan indeks dominansi keseluruhan memperoleh nilai dominansi (D) 0,694 termasuk pada kategori sedang . ,695